cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
TAHUKAH ENGKAU,
DIMANA IA BERSEMAYAM?
tahukah engkau, di mana ia bersemayam?
dialah saudaramu…ke mana ia melangkah?
sanggupkah matamu memandangnya?
sedang matanya tak sanggup menatapmu?
saudaramu hidup laksana sejarah
berjalan beriringan mengikuti langkahmu
tanpa bahasa yang dapat menyapa
bercucur air mata jika bersua
jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempat mengadu
engkau bermurah hati tanpa pamrih
memupus duka nestapa yang ia derita
engkau memikul beban berat tanggungannya
ketika letih pilu merasuk kedua bahunya
jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempat mengadu
engkau selimutkan tirai di sekujur tubuhnya
ketika syaitan datang memperdayanya
engkau tersenyum bangga dengan ranum buah akhindit
engkau bahagia pula dengan kesuburan
ladang dunia saudaramu
jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempat mengadu
***
Sepertinya begitu indah untaian bait seorang penyair berikut ini:
duhai, ingin rasanya aku tetap hidup bersama mereka
sehingga jika perpisahan harus tiba saat itulah ajalku pun tiba
rumahku ada di antara rumah-rumah mereka
di antara pusara mereka pula
jasadku terbaring
Penyair lain berkata:
tiada yang berubah pada diriku sejak kita berpisah
selain selaksa duka dan derita yang mengharu biru
adakah orang yang bahagia tinggal di rumah
nan indah
tanpa orang-orang terkasih yang mengelilinginya
Pujangga lain bersyair:
dulu kami selalu mengunjungimu
saat itu kita sekampung, namun setelah berpisah
kita harus menghitung waktu untuk menemuimu
padahal gejolak rindu hati ini tiada terperi
Sementara penyair lain berujar:
aku heran, mengapa selalu merindukan mereka
menanyakan keadaannya kepada setiap orang yang kutemui
padahal mereka di sini bersamaku
mataku mencari mereka kesana-kemari
padahal mereka ada di dekat pelupuknya
hatiku bergejolak merindukannya
padahal mereka ada di antara tulang rusukku
Berikut ini ungkapan indah lainnya dari seorang penyair:
sekalipun wajahku tak dapat menatapmu lagi
namun cinta dan ukhuwah tidak akan pernah sirna
aku tidak akan berhenti memujimu
dari kejauhan, bersama untaian doa
jiwaku akan selalu merindukanmu
bersua bersama penuh ketulusan dan cinta
Penyair berikut ini mencoba menggambarkan kebanggaan dan kerinduan terhadap sahabat:
ketika orang yang mengasihimu ini mencium
semerbak aroma kerinduan
kedua matanya tergerak melantunkan ayat-ayat
dari surah al-Mursalat
dalam kelapangan dada ini
sesukamu engkau boleh tinggal
kerana itulah erti tertinggi bagi hati yang bersemi
dapatkah malam-malam ini membahagiakan hati kita
diteruskan oleh fajar Subuh
agar menghapus penantian panjang penuh duka
sahabat-sahabatku…
menjaga cinta adalah ibarat hutang
kita masih tetap seperti dahulu kala
Benar apa yang dikatakan oleh Umar bin Khaththab: “Pertemuan dengan sahabat dapat
menghilangkan duka.” Sufyan pernah ditanya: “Apakah kebahagiaan hidup itu?” Ia menjawab:
“Berjumpa dengan sahabat.” Yang dinyatakan oleh Sufyan adalah benar, kerana menurut
pepatah: “Sahabat yang tulus ibarat perhiasan di kala senang, benteng kukuh di kala susah. Jika
melihatnya, hati merasa senang, jiwa menjadi tenang, dan duka pun sirna.”
Seorang penyair berkata:
jiwanya adalah jiwaku, jiwaku adalah jiwanya
hasratnya adalah hasratku, hasratku adalah hasratnya
Perasaan yang tulus membuat seseorang merasa sangat kehilangan ketika berjauhan. Ia
tersiksa kerana berpisah dengannya. Perasaan ini diabadikan oleh seorang penyair dalam untaian
puisi, ketika ia menangisi kepergian sahabatnya:
ketika kita harus berpisah
antara aku dan engkau
seperti aku dengan seorang raja
kerana telah lama kita selalu bersama
namun kini kita lalui malam tanpa kebersamaan
Atau seperti yang dinyatakan oleh seorang penyair:
aku sang musafir dengan dua jiwa
jiwa pertama ikut bersama
sedang jiwa kedua tergadai sahabat dan saudara
Penyair lain mengatakan:
semua nestapa yang menimpa sepanjang masa
kurasa ringan tak bererti
kecuali perpisahan dengan orang-orang tercinta
Betapa harunya perpisahan antara orang-orang yang saling mencintai, baik setelah
berpisah atau ketika awal perpisahan.
Seorang penyair melukiskan:
biarkanlah kata sabar menghiasi ucapan perpisahan
dari orang yang memendam rindu kepada dirimu
menyesal atas semua yang telah berlalu
kerana tiada bekal untuk perjalanan abadi
Penyair lain berkata:
wahai Abu Bakar
sekalipun beribu peristiwa dan jarak memisahkan kita
kami tak pernah kehilangan nyawa
hanya gelura rindu yang menyesak di dada
diriku hampa kerana tulus cintamu kini tiada
juga budi luhur yang menyingkap awan
penutup purnama
ketika kuhantarkan dirinya ke gerbang perpisahan
seakan kuhantar jasad orang tua ke haribaan abadi
ketika kulepas dengan lambaian perpisahan
seakan jiwaku sedang melepas seluruh
kebahagiaan diri
tak sanggup kutatap kepergiannya
kerana tatapan hanya menambah pilu tak terperi
dulu, sebulan bagaikan sehari
namun kini, sehari bagaikan bulan-bulan
yang tak henti
Berkata Khalid bin Shafwan: “Manusia yang paling lemah adalah yang enggan bersahabat,
dan lebih lemah lagi, orang yang memutuskan tali persahabatan yang pernah terjalin.”
Seorang bijak mengatakan: “Harta karun yang paling berharga adalah sahabat sejati.”
Yang lain berkata: “Sahabat yang suka membantu adalah ibarat lengan dan siku.”
Seorang penyair berkata:
banyak orang mempunyai beragam angan-angan
sedang angan-anganku dalam kehidupan
hanya seorang sahabat yang rela berbagi nasib
kami berdua laksana satu ruh
yang dibagi untuk dua tubuh
tubuh kami dua
namun ruh kami satu
Menurut al-Kindi: “Sahabat adalah seorang manusia, dia ini kamu, hanya saja dia adalah
orang lain.”
Orang bijak mengatakan: “Barangsiapa enggan menjalin persahabatan, nescaya hidupnya
dipenuhi permusuhan dan kehinaan. Aku bersaksi bahawa sahabat sejati adalah kekayaan yang
paling berharga dan bekal yang paling istimewa, kerana ia adalah sebagian dari jiwa dan
penghapus duka.”
Sementara pepatah bijak lainnya menyatakan: “Seringkali seorang sahabat lebih
dicintai daripada saudara kandung sendiri.”
Mu’awiyah pernah ditanya: “Apa yang paling engkau sukai?” Ia menjawab: “Seorang
sahabat yang mendorongku agar mencintai rakyat.”
Ibnul-Mu’taz berkata: “Orang yang dekat terasa jauh kerana permusuhan, sementara
orang yang jauh terasa dekat kerana cinta dan kasih sayang.”
Seorang penyair berkata:
kaum kerabat seringkali mengkhianatimu
namun orang yang sanggup memenuhi janji
justru orang yang tak senasab denganmu
Seorang penyair menggambarkan:
kurasa engkau selalu menjauh dariku
maka aku pun menjauh seperti yang kau mahu
jauh darimu sungguh menyakitkanku
namun kedekatanku menyakitimu
apa yang harus kulakukan wahai sahabatku
Namun, jika sahabatmu sebetulnya memang tidak suka menjalin hubungan ukhuwah
denganmu, dan respons yang selama ini ditunjukkannya hanya sekadar lip service pergaulan atau
didorong oleh keterpaksaan belaka, maka tinggalkanlah. Anda tidak perlu menjalin hubungan
ukhuwah yang bersifat khusus dengannya, biarkan hubunganmu dalam batas persahabatan islami
yang biasa.
Saran ini dinyatakan oleh Imam Syafi’i dalam puisinya:
jika seseorang membalas persahabatanmu
dengan kepura-puraan
jauhilah danjangan terlanjur memberi belas kasihan
banyak orang yang boleh mengganti kedudukannya
dengan meninggalkan, engkau merasa lebih nyaman
hati masih sanggup menahan sabar menanti sang kekasih
walau jarak terlalu jauh memisahkan
tidak semua orang yang kausuka
akan suka kepadamu
dan tidak semua orang yang kauberi kesetiaan
akan membalas dengan ketulusan
jika persahabatan tidak tercipta secara alami
apalah erti sebuah cinta yang penuh kepalsuan
apalah erti seorang sahabat
jika sanggup mengkhianati sahabatnya
berubah sikap dari cinta menjadi dendam
melupakan keindahan hubungan yang pernah terjalin
membuka rahasia yang selama ini dijaga
apa erti kehidupan dunia jika tidak melahirkan
seorang sahabat nan setia, memegang janji
lagi baik hati
Malik bin Dinar berkata: “Dua insan tidak akan terikal dalam jalinan ukhuwah, kecuali
jika masing-masing memiliki sifat yang sama dengan sahabatnya.”
Kerana itu, betapa banyak orang yang berjumpa sekilas dalam perjalanan, kemudian
berubah menjadi teman yang sangat dekat. Ada juga orang yang anda kenal melalui sahabat
lama, kemudian ia menjadi sahabat yang lebih dekat ketimbang sahabat lama itu sendiri. Hal
tersebut biasa terjadi, kerana anda menemukan beberapa kesamaan perasaan, kesenangan,
prmahaman, dan idea.
Seperti yang dinyatakan oleh seorang penyair:
berapa banyak sahabat yang kaukenal melalui sahabat
ia lebih dekat denganmu daripada sahabat lama
seorang sahabat yang kautemui dalam perjalanan
setelah sampai tujuan ia menjadi sahabat sejati
Seorang penyair membahasakan:
jika engkau ingin berteman
maka carilah seorang sahabat
yang penuh malu, menjaga diri dan murah hati
ia berkata ‘tidak’ jika engkau katakan ‘tidak’
dan jika kaukatakan ‘ya’ ia menjawab juga ‘ya’
aku selalu menutup pandangan dari kesalahan sahabat
kerana takut menjalani hidup tanpa sahabat
Penyair lain berkata:
orang yang enggan menutup pandangan
dari kekurangan sahabat
sampai akhir hayat, ia tak kan dapat sahabat tanpa cacat
orang yang selalu menghitimg-hitung kesalahan
sepanjang hayat tak ada sahabat tanpa cacat
Penyair yang lain pula menyatakan:
terimalah sahabatmu dengan segala kekurangannya
sebagaimana kebaikan mesti diterima walau kecil wujudnya
terimalah sahabatmu
kerana jika sekali ia menyakiti
lain kali ia membahagiakan
Seorang penyair menuturkan hal ini dalam untaian indah bait puisinya:
pergaulilah sahabatmu dengan segala kekurangan
yang dimilikinya
jagalah agar tetap mencintainya sekalipun jauh berpisah
orang yang paling lama menderita adalah
pendamba sahabat sejati tanpa kekurangan
Tidak ada orang yang hidup tanpa cela, seorang penyair mengungkapkan:
jangan kurangi cintamu kepada sahabat
hanga kerana melihatnya melakukan sekali kesalahan
tiada sahabat tanpa cacat
sebesar apa pun upayamu untuk mencarinya
Kita terkadang tidak suka melihat perangai seseorang. Tetapi ketika ia pergi, dan kita
telah bergaul dengan orang lain, ternyata orang itu lebih buruk perangainya. Maka saat itulah
mata kita baru terbuka, dan melihat sisi-sisi baik sahabat pertama yang tidak pernah
diperhitungkan sebelumnya.
Seorang penyair mengungkapkan hal ini dalam puisinya:
pernah kusakiti hati sahabatku, Salam, dengan teguran
namun setelah berpisah dan mencuba bersahabat dengan
banyak orang
akhimya harus kutangisi kepergian seorang Salam
Kerana itu, Anda harus yakin bahawa siapa pun tidak akan lepas dari kekurangan, manusia
tetap sebagai manusia yang tidak pernah lepas dari kudratnya.
mereka tetap manusia
sama dengan dunia, harus ada cela
terlihat oleh mata atau nampak ibarat noda
dalam air jernih
kiranya tidak adiljika harus mendapat sahabat
yang baik
sementara dirimu tidak baik perangai
dan tatakrama
Seorang penyair berkata:
jangan patah hati kerana seorang sahabat menyakitimu
banyak orang yang menyalahi
tapi tetap murah hati penuh derma
jika sahabatmu menyalahi, tetaplah pertahankan
hingga akrab kembali
sementara engkau menjadi lebih pemurah
lagi terbuka
Orang bijak mengatakan: “Adakah orang alim yang tak pernah salah, adakah pedang
yang tak tumpul, adakah orang baik yang tak pernah berubah.”
Sebuah pepatah mengatakan: “Orang yang mencari sahabat dengan syarat tidak melihat
kesalahannya dan tetap mencintainya, ibarat seorang musafir yang sesat; semakin jauh
melangkah, semakin jauh pula dari negeri tujuan.”
Sa’id bin al-Musayyab berkata: “Tiada orang yang mulia, alim, atau hebat yang terbebas
dari kekurangan. Namun yang penting adalah, sebagian kalangan manusia tidak baik jika
dibeberkan kekurangannya.”
Jika seseorang mampu mengendalikan emosi dan berusaha keras agar tetap terfokus
dengan sisi-sisi positif pada diri sahabatnya, selalu yakin bahawa kebaikannya jauh lebih banyak
dari kekurangannya, nescaya tidak akan menzhalimi sahabat atau membuatnya marah. Jika suatu
waktu ia dibayangi oleh kesan negatif kerana kesalahan yang pernah dilakukan olehnya, maka ia
mencuba merenungkan emosinya dan mengatakan pada dirinya:
jika ia pernah menyakitiku
dengan perlakuan buruk satu kali
maka ia pernah berbuat baik kepadaku berkali-kali
jika sang kekasih melakukan satu kesalahan
segala kebaikannya membuka lebar pintu maaf
Cinta yang besar dan prasangka baik terkadang betul-betul menutup pandangan seseorang
terhadap kekurangan sahabat, seakan-akan kekurangan tersebut tidak pernah ada, seperti yang
dinyatakan oleh seorang penyair:
aku tidak pernah melihat kekurangan sang kekasih
tidak pula sebagian perangainya selama aku menyukainya
pandangan suka akan menutup semua kekurangan
sementara pandangan benci akan memperbesar
setiap kesalahan
Seorang penyair berkata:
aku suka seorang sahabat yang serasi
dan menutup mata dari segala kesalahan kecilku
Seorang penyair berkata:
pertahankanlah hubunganmu
dengan orang-orang yang baik hati itu
sekalipun mereka menuduhmu memutuskan persahabatan
membuka pintu maaf dan lapang dada
atas kesalahan mereka
adalah pilihan sikap yang tepat
Penyair lain berkata:
tunjukanlah kepadaku orang
yang jika aku marah atau suka
selalu membalas dengan hati terbuka dan penuh sabar
Banyak orang yang sanggup memberi pengertian kepada musuh, maka seharusnya mereka
lebih mampu melakukannya kepada sahabat.
Dalam untaian bait puisinya, Imam Syafi’i berkata:
ketika aku memaafkan dan tidak menyimpan iri di hati
jiwaku tenteram bebas dari tekanan rasa permusuhan
kuucapkan salam di saat berjumpa lawan
agar menahan bibit permusuhan
dengan ucapan salam kutampakkan wajah berseri kepada orang yang kubenci
seakan berbunga hatiku penuh kecintaan
manusia adalah penyakit
penawarnya dengan cara mendekati
jika menjauhi bererti mengabaikan cinta sejati
Qadhi at-Tannukhi berkata:
temuilah musuhmu dengan muka ceria
seakan-akan begitu segar indah berseri
orang yang paling tenang akan menemui musuhnya
dengan memendam dengki namun berbaju cinta
penuh erti
kelembutan adalah anugerah
ucapan yang terbaik adalah kejujuran
kebiasaan gurau berlebihan akan membuka pintu
permusuhan
Seorang penyair berkata:
jika tidak sanggup melawan musuhmu maka cuba dekati
mulailah dengan gurau
kerana gurau membuka kedekatan hati166
dekatilah
kerana api akan padam oleh air yang meredamnya
api membuat matang
namun wataknya selalu membakar
Oleh kerananya, tidak baik jika tetap bertahan untuk saling menjauhi atau memutuskan
hubungan ukhuwah hanya kerana kesalahan kecil yang sulit dihindari selama masa persahabatan.
hubungan kita tetap tak bergeming sepanjang waktu
namun keretakan yang kini terjadi
hanya ibarat tetes hujan musim semi
dikau takut
ketika melihatnya begitu deras membasahi bumi
betapapun derasnya hujan musim semi
ia tetap akan segera berhenti
Jangan menyakiti hati sahabat yang datang untuk minla maaf dengan penuh penyesalan
atas kesalahan yang pernah ia buat. Perlakukanlah sahabatmu sebagaimana kamu suka
diperlakukan jika berada dalam posisinya.
jika seorang sahabat datang memohon maaf
dengan pengakuan atas kesalahan yang dilakukan
jagalah jangan sampai engkau memarahinya
dan maafkanlah
sesungguhnya pemaaf adalah identitas pribadi sejati
Yunus an-Nahwi berkata: “Jangan musuhi seseorang, jika kamu mengira ia tidak akan
memusuhimu. Jangan ragu untuk bersahabat dengan siapa saja, sekalipun kamu kira ia tidak akan
menguntungkanmu. Sesungguhnya kamu tidak pernah tahu, kapan harus waspada terhadap
musuh dan kapan perlu bantuan seorang sahabat. Jika ada yang meminta maaf darimu, maka
maafkanlah, sekalipun kamu mengetahuinya hanya berpura-pura, agar kamu tidak banyak
menyalahkan manusia.”
Betapa indah pepatah seorang Arab Badwi yang mengatakan: “Orang yang penuh kasih sayang
adalah yang mahu memaafkan dan mendahulukan kepentingan saudaranya.”
Abdullah bin Mu’awiyah bin Ja’far bin Abu Thalib berkata:
jangan surut kasihmu terhadap sahabat
hanya kerana melakukan satu kesalahan
tidak ada sahabat yang bebas dari kekurangan
walau setinggi apa pun idamanmu ketika mencari
jika benar tuduhanmu bahawa aku pernah menyakitimu
biarlah kuterima, tapi di manakah perasaan ukhuwahmu
jika kamu menyakiti untuk membalas perbuatanku
di mana kebaikan dan keluhuran budimu
Seorang penyair berkata:
jangan terlalu banyak menyalahkan
kerana waktu kita sangat sempit
suasana terkadang tenang
namun terkadang juga bergejolak
aku tak pernah menangisi atau kecewa
kerana pasang surut sikapnya
hanya aku betul-betul menangis
ketika ia pergi tak kembali
ukhuwah mengikat begitu banyak manusia
jika mereka sudah bersatu
tak terasa kesusahan masa lalu
barangkali sisa umur kita terlalu pendek
buat apa kita terus saling menyalahkan
tanpa mengenal waktu
Penyair lain berkata:
mulai hari ini kita kembali sal
ing kenal
menutup lembaran hitam masa lalu
seakan tiada kejadian atau peristiwa
seakan tiada ‘kamu pernah bilang’
atau ‘kami pernah berkata’
jika benar-benar tiada pilihan kedua
maka tegurlah dengan baik tanpa membawa duka
Dalam keadaan inilah, Abu Darda’ menyatakan: “Menegur seorang saudara adalah lebih
baik daripada harus berpisah dengannya.”
Demikian pula dengan pepatah yang mengatakan: “Teguran dapat menjaga kelangsungan
hubungan baik antara sesama manusia.”
Berkata seorang penyair:
jika tak menegur bererti tiada cinta
cinta tetap bertahan selama ada teguran
Sa’id bin Humaid berkata:
jika sahabatmu terlalu sering berbuat dosa
maka bersikaplah antara tetap dekat dan menghindari
tegurlah kerana seringkali ia mahu membuka
kejelasan masalah yang selama ini tertutupi
atau jauhilah, semoga lebih bermanfaat
jika kamu gagal dengan teguran
maafkanlahjika ia berubah
sadar atas kesalahan dan mahu kembali
sikap maaf dari orang yang mampu adalah lebih baik
jika sebenarnya ia sanggup memberi saksi
sesungguhnya kamu tahu semua
orang yang hidup pasti berdosa
yang tidak melakukan dosa
hanya mereka yang sudah terkubur mati
Seorang penyair berkata:
banyak orang yang tinggal jauh
namun ia dekat di hati
banyak orang yang tinggal berdekatan
namun hatimu tak mampu menyukai
apalah erti jauh dan dekat
melainkan hanya permasalahan nurani
Dalam suatu riwayat diceritakan bahawa pada suatu saat Abu ‘Ubaid bin Salam datang
berkunjung kepada Imam Ahmad bin Hanbal, ia berkata: “Wahai Abu Abdillah (panggilan Imam
Ahmad), melihat kedudukanmu, seharusnya aku mengunjungimu setiap hari.” Imam Ahmad
menjawab: “Jangan berkata seperti itu. Sesungguhnya beberapa sahabatku tidak pernah bertemu
kecuali hanya sekali dalam satu tahun, namun aku yakin mereka lebih tulus daripada orang-orang
yang bertemu denganku setiap hari.”
Ini merupakan realiti, ketulusan cinta tidak harus terbatas pada orang-orang yang sering
bertemu. Sebaliknya, kita sering bertemu dengan orang yang tidak disukai bahkan menyebalkan.
Seperti yang digambarkan oleh seorang penyair:
di antara nestapa dunia bagi seseorang adalah
harus selalu bertemu musuh yang mustahil jadi sahabat
Al-Yazidi mengatakan: dalam sebuah pertemuan aku melihat Khalil bin Ahmad, ia duduk
di sudut ruangan yang beralaskan karpet. Khalil memberiku tempat duduk, namun aku tidak
mahu membuatnya susah kerana terlalu sempit. Melihat keenggananku, Khalil berkata:
“Sesungguhnya lubang jarum tidak terlalu sempit bagi dua orang sahabat yang saling mencintai.
Sebalikya, dunia ini tidak cukup luas bagi dua orang yang bermusuhan.”
Ungkapan seperti itu menunjukkan bahawaa anda betul-betul mencintai sahabat. Kisah
lainnya diriwayatkan oleh Muhammad bin Sulaiman. Suatu ketika Muhammad bin Sulaiman
berkata kepada Ibnu Sammak: “Aku mendengar isu yang menyisihkanmu.” Ibnu Sammak
menjawab: “Aku tidak peduli.” Dengan nada heran Muhammad bin Sulaiman bertanya lagi:
“Kenapa demikian?” Ibnu Sammak segera menjawab: “Kerana jika isu itu benar, aku yakin kamu
pasti memaafkannya. Namun jika tidak benar, kamu tentu menolaknya.”
Seorang Salaf menulis surat kepada sahabatnya: “Amma ba’du, jika aku punya banyak
sahabat yang tulus, maka engkaulah yang menempali urutan pertama di antara mereka. Dan jika
sedikit, maka engkau adalah orang yang paling tulus di antara mereka. Namun jika sahabatku itu
hanya seorang, maka engkaulah orangnya.”
Umar bin Khaththab berkata: “Janganlah cinta membuatmu terbelenggu oleh beban yang
berat, dan janganlah rasa bencimu membuatmu hancur lebur.”
Abul-Aswad berkata:
cintailah kekasihmu dengan cinta yang sederhana
kerana kamu tidak tahu kapan ia menjauhimu
jika harus benci, maka bencilah
tapi jangan menjauhi
kerana kamu tidak tahu
kapan harus kembali
Beberapa penyair berselisih ketika mencoba mendefinisi-kan kata ’sahabat’, dan
perselisihan tersebut dirangkai dalam bait-bait berikut:
mereka berkata sahabat
adalah orang yang tulus cintanya
dan tidak menipu
yang lain berkata
ia adalah yang tidak menuduh
dengan mengatakan ‘kamu’atau ’saya’
ada juga yang berkata
ia adalah kata yang tidak jelas maknanya
dalam kehidupan maya
Di zaman klasik, Labid berkata:
telah tiada orang-orang yang ku anggap kawan sejati
tinggallah diriku hidup
di tengah masyarakat kerdil
ibarat kulit yang terkelupas
dari penyakit yang sudah kering
Berkata al-Busti:
kebanyakan manusia
yang datang mengunjungimu
jika bertemu
justru lebih banyak menambah dosa
maka janganlah engkau peduli
apakah mereka mahu pergi
atau datang lagi
Seorang penyair berkata:
telah tiada
orang yang layak diteladani
ia selalu mengingkari segala perbuatan
tinggallah diriku
di tengah manusia tak berguna
hidup saling mengandalkan
ibarat si buta yang menjaga
orang yang sama butanya
Berkata ‘Alam al-Huda:
telah tiada orang
yang jika kau beri kebaikan
membalasnya dengan kebaikan sama
atau lebih sempurna
tinggallah diriku di tengah kaum
yang buruk perangainya
selalu mengingkari kebaikan
yang pernah kuberi padanya
Sementara itu ada pula yang bingung menghadapi feno-mena sahabat, kerana sikapnya
yang saling bertentangan dan selalu berubah. Ia menggambarkan kebingungannya dalam untaian
puisi:
ku lihat pada dirimu
kumpulan akhlak baik dan buruk
engkau adalah sahabat yang
persis dengan sifat yang ku sebut
dibilang dekat tapi jauh
dungu tapi cerdas
sesaat dermawan lalu bakhil
taat tapi juga maksiat
lisanku akhirnya bingung
harus menghina atau memuji
hatiku pun menilai
dirimu antara tidak tahu dan mengerti
engkau bagaikan bunglon
sehingga membuatku seakan buta
tak mengerti
apakah engkau angin semilir atau badai prahara
aku tidak menipumu
menasihati pun tidak
kerana tak tahu
ku putuskan tuk tidak menilaimu
Ada juga yang kecewa kerana pernah dikhianati oleh sahabatnya; ia berkata:
ketahuilah bahawa orang-orang
yang pernah kupilih sebagai sahabat
bagaikan ular pasir
yang tak segan menggigit kawan
semula mereka kuanggap baik
namun setelah berteman
aku bagaikan orang
yang tinggal di lembah kering tiada tumbuhan
Di antara mereka, ada yang menyatakan dalam puisinya:
kesetiaan adalah sebuah kata
yang pernah kudengar saja
namun tak pernah kutemukan wujud dan bekasnya
aku tak kan pernah menuntut dari siapa saja
aku benar-benar kecewa
dengan sahabat yang tega berkhianat
siapa yang berangan-angan
menemukan sahabat sejati di bumi ini
dia adalah manusia
yang tak pernah mengenal hakikatnya sendiri
Penyair lain mengatakan:
jalanilah hidup ini
bersama seorang sahabat setia
dapat dipercaya kapan saja
namun jika tidak
jalanilah hidup ini dengan seorang diri
“Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat
nanti. Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu
pada suatu saat nanti.”
Seorang bijak berkata: “Jika kawanmu sanggup menyebut keburukan seseorang di
hadapanmu, maka ketahuilah bahawa engkau adalah giliran berikutnya.”
====================================
dikutip dari buku “virus-virus ukhuwah”
karya: Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah
downloadlah ebooknya di: wwww.dakwah.info
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
Filed under: persahabatan



===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Lampiran 2 :
Hermeneutika dan Infiltrasi Kristen
Majalah GATRA edisi 3 April 2004 menurunkan laporan cukup panjang tentang fenomena kajian hermeneutika di kalangan perguruan Islam di Indonesia. Disebutkan, dua perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Islam Negeri Jakarta dan IAIN Yogyakarta sudah mengajarkan mata kuliah Hermenutika untuk mahasiswanya. Laporan GATRA itu menarik untuk dicermati, di tengah-tengah hingar bingar pemilu 2004. Mengapa? Sebab, fenomena ini menunjukkan, betapa lemahnya pertahanan kaum Muslim dalam aspek yang sangat strategis, yakni cara pemahaman (epistemologis) terhadap sumber utama Islam, yakni al-Quran.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Laporan GATRA mengulas terbitnya satu majalah pemikiran dan peradaban Islam, ISLAMIA, awal Maret 2004, yang nomor perdananya mengulas secara mendalam masalah hermeneutika.
Pada dasarnya, hermeneutika adalah metode tafsir Bible, yang kemudian dikembangkan oleh para filosof dan pemikir Kristen di Barat menjadi metode interpretasi teks secara umum. Oleh sebagian cendekiawan Muslim, kemudian metode ini diadopsi dan dikembangkan, untuk dijadikan sebagai alternatif dari metode pemahaman al-Quran yang dikenal sebagai ilmu tafsir. Jika metode atau cara pemahaman al-Quran sudah mengikuti metode kaum Yahudi-Nasrani dalam memahami Bible, maka patut dipertanyakan, bagaimanakah masa depan kaum Muslim di Indonesia? Pertanyaan ini perlu disampaikan, kepada kita semua, termasuk kepada para politisi Muslim, yang sedang aktif menggalang dukungan suara untuk partai dan dirinya. Bahwa, ada kanker ganas yang sedang bekerja sangat cepat menggeregoti organ-organ vital kaum Muslimin.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Apakah hermeneutika dapat diadopsi untuk menggantikan tafsir al-Quran? Sebuah ulasan ringkas dan komprehensif tentang hermeneutika dan al-Quran disusun oleh Syamsuddin Arif, kandidat doktor bidang pemikiran Islam di ISTAC-IIUM, yang sedang melakukan penelitian di Johann Wolfgang Goethe-Universitet, Frankfurt am Main, Jerman. Syamsuddin Arif termasuk salah satu cendekiawan Muslim langka yang kini dimiliki kaum Muslim. Selain menguasai bahasa Arab dan Inggris dengan fasih, lisan dan tulisan, alumnus Pondok Gontor ini juga menguasai bahasa Latin dan Yunani. Di Jerman, di tengah-tengah kesibukan penelitiannya, sedang menekuni bahasa Hebrew dan Syriac.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Catatan Syamsuddin Arief berikut ini sangat menarik dan penting untuk dicermati, mengingat, bahwa biasanya, banyak pemikir dan tokoh Islam, sangat peduli dengan wacana pemikiran Islam yang terkait dengan aspek fiqih dan politik, seperti isu perkawinan antar agama atau masalah penerapan syariat Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi, jarang sekali yang peduli atau memahami masalah-masalah kajian metodologis atau epistemologis yang sebenarnya lebih mendasar dan berdampak besar dalam perkembangan pemikiran Islam di Indonesia di masa depan.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Contohnya masalah hermeneutika. Tampak, bagaimana banyak ulama dan cendekiawan Muslim di Indonesia, terlambat memahami masalah yang sangat fundamental tersebut. Padahal, beberapa institusi pendidikan Islam sudah mengajarkan hermeneutika sebagai alternatif bagi metode penafsiran al-Quran yang selama ini dikenal oleh umat Islam pada umumnya. Bahkan, sekarang sudah banyak muncul cendekiawan dan tokoh-tokoh organisasi Islam, yang begitu bersemangat menyebarkan dan mengajarkan hermeneutika, dengan menyerukan agar metode tafsir klasik al-Quran tidak digunakan lagi.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Semestinya, umat Islam tidak menunjukkan sikap ekstrim dalam menyikapi setiap gagasan baru, baik bersikap latah untuk menerima atau menolaknya. Yang diperlukan adalah sikap kritis. Sikap inilah yang telah ditunjukkan oleh para ulama Islam terdahulu, sehingga mereka mampu menjawab setiap tantangan zaman, tanpa kehilangan jatidiri pemikiran Islam itu sendiri.
Apalagi, di kalangan umat Islam, mulai muncul gejala umum yang mengkhawatirkan, yakni mudahnya mengambil dan meniru metodologi pemahaman al-Quran dan al-Sunnah yang berasal dari pemikiran dan peradaban asing.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Gerakan impor pemikiran semakin gencar dilakukan, terutama oleh kalangan yang menggeluti Islamic Studies. Sayangnya, tidak banyak yang memiliki sikap teliti sebelum membeli gagasan-gagasan impor yang sebenarnya bertolak-belakang dengan dan berpotensi menggerogoti sendi-sendi akidah seorang Muslim. Salah satu produk asing tersebut adalah hermeneutika, yang belum lama ini dipasarkan dalam sebuah seminar nasional Hermeneutika al-Qur’an: Pergulatan tentang Penafsiran Kitab Suci di sebuah perguruan Tinggi.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Konon tujuannya antara lain mencari dan merumuskan sebuah hermeneutika al-Quran yang relevan untuk konteks umat Islam di era globalisasi umumnya dan di Indonesia khususnya. Terlanjur gandrung pada segala yang baru dan Barat (everything new and Western), sejumlah cendekiawan yang nota bene Muslim itu menganggap hermeneutika bebas-nilai alias netral. Bagi mereka, hermeneutika dapat memperkaya dan dijadikan alternatif pengganti metode tafsir tradisional yang dituduh ahistoris (mengabaikan konteks sejarah) dan uncritical (tidak kritis). Kalangan ini tidak menyadari bahwa hermeneutika sesungguhnya sarat dengan asumsi-asumsi dan implikasi teologis, filosofis, epistemologis dan metodologis yang timbul dalam konteks keberagamaan dan pengalaman sejarah Yahudi dan Kristen.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Istilah dan Sejarahnya
Secara etimologi, istilah hermeneutics berasal dari bahasa Yunani (ta hermeneutika), (bentuk jamak dari to hermeneutikon) yang berarti hal-hal yang berkenaan dengan pemahaman dan penerjemahan suatu pesan. Kedua kata tersebut merupakan derivat dari kata Hermes, yang dalam mitologi Yunani dikatakan sebagai dewa yang diutus oleh Zeus (Tuhan) untuk menyampaikan pesan dan berita kepada manusia di bumi.
Dalam karya logika Aristoteles, kata hermeneias berarti ungkapan atau pernyataan (statement), tidak lebih dari itu.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Bahkan para teolog Kristen abad pertengahan pun lebih sering menggunakan istilah interpretatio untuk tafsir, bukan hermeneusis. Karya St. Jerome, misalnya, diberi judul De optimo genere interpretandi (Tentang Bentuk Penafsiran yang Terbaik), sementara Isidore dari Pelusium menulis De interpretatione divinae scripturae (Tentang Penafsiran Kitab Suci). Adapun pembakuan istilah hermeneutics sebagai suatu ilmu, metode dan teknik memahami suatu pesan atau teks, baru terjadi kemudian, pada sekitar abad ke-18 Masehi. Dalam pengertian modern ini, hermeneutics biasanya dikontraskan dengan exegesis sebagaimana ilmu tafsir dibedakan dengan tafsir.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Adalah Schleiermacher, seorang teolog asal Jerman, yang konon pertama kali memperluas wilayah hermeneutika dari sebatas teknik penafsiran kitab suci (Biblical Hermeneutics) menjadi hermeneutika umum (General Hermeneutics) yang mengkaji kondisi-kondisi apa saja yang memungkinkan terwujudnya pemahaman atau penafsiran yang betul terhadap suatu teks.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Schleiermacher bukan hanya meneruskan usaha Semler dan Ernesti untuk membebaskan tafsir dari dogma,ia bahkan melakukan desakralisasi teks. Dalam perspektif hermeneutika umum,semua teks diperlakukan sama, tidak ada yang perlu di-istimewakan, apakah itu kitab suci (Bible) ataupun teks karya manusia biasa.
Kemudian datang Dilthey yang menekankan historisitas teks dan pentingnya kesadaran sejarah (Geschichtliches Bewusstsein). Seorang pembaca teks, menurut Dilthey, harus bersikap kritis terhadap teks dan konteks sejarahnya, meskipun pada saat yang sama dituntut untuk berusaha melompati jarak sejarah antara masa-lalu teks dan dirinya. Pemahaman kita akan suatu teks ditentukan oleh kemampuan kita mengalami kembali (Nacherleben) dan menghayati isi teks tersebut.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Di awal abad ke-20, hermeneutika menjadi sangat filosofis. Interpretasi merupakan interaksi keberadaan kita dengan wahana sang Wujud (Sein) yang memanifestasikan dirinya melalui bahasa, ungkap Heidegger. Yang tak terelakkan dalam interaksi tersebut adalah terjadinya hermeneutic circle, semacam lingkaran setan atau proses tak berujung-pangkal antara teks, praduga-praduga, interpretasi, dan peninjauan kembali (revisi).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Demikian pula rumusan Gadamer, yang membayangkan interaksi pembaca dengan teks sebagai sebuah dialog atau dialektika soal-jawab, dimana cakrawala kedua-belah pihak melebur jadi satu
(Horizontverschmelzung), hingga terjadi kesepakatan dan kesepahaman. Interaksi tersebut tidak boleh berhenti, tegas Gadamer. Setiap jawaban adalah relatif dan tentatif kebenarannya, senantiasa boleh dikritik dan ditolak.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Habermas pergi lebih jauh. Baginya, hermeneutika bertujuan membongkar motif-motif tersembunyi (hidden interests) yang melatarbelakangi lahirnya sebuah teks. Sebagai kritik ideologi, hermeneutika harus bisa mengungkapkan pelbagai manipulasi, dominasi, dan propaganda dibalik bahasa sebuah teks, segala yang mungkin telah mendistorsi pesan atau makna secara sistematis.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Asumsi dan Implikasinya
Dengan latarbelakang seperti itu, hermeneutika jelas tidak bebas-nilai. Ia mengandung sejumlah asumsi dan konsekuensi. Pertama, hermeneutika menganggap semua teks adalah sama, semuanya merupakan karya manusia.
Asumsi ini lahir dari kekecewaan mereka terhadap Bible. Teks yang semula dianggap suci itu belakangan diragukan keasliannya. Campur-tangan manusia dalam Perjanjian Lama (Torah) dan Perjanjian Baru (Gospels) ternyata didapati jauh lebih banyak ketimbang apa yang sebenarnya diwahyukan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Isa as. Bila diterapkan pada al-Quran, hermeneutika otomatis akan menolak status al-Quran sebagai Kalamullah, mempertanyakan otentisitasnya, dan menggugat ke-mutawatir-an mushaf Usmani.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Kedua, hermeneutika menganggap setiap teks sebagai produk sejarah—sebuah asumsi yang sangat tepat dalam kasus Bible, mengingat sejarahnya yang amat problematik. Hal ini tidak berlaku untuk al-Qur’an, yang kebenarannya melintasi batas-batas ruang dan waktu (trans-historical) dan pesan-pesannya ditujukan kepada seluruh umat manusia (hudan li-n naas).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Ketiga, praktisi hermeneutika dituntut untuk bersikap skeptis, selalu meragukan kebenaran dari manapun datangnya, dan terus terperangkap dalam apa yang disebut sebagai lingkaran hermeneutis, dimana makna senantiasa berubah. Sikap semacam ini hanya sesuai untuk Bibel, yang telah mengalami gonta-ganti bahasa (dari Hebrew dan Syriac ke Greek, lalu Latin) dan memuat banyak perubahan serta kesalahan redaksi (textual corruption and scribal errors). Tetapi tidak untuk al-Qur’an yang jelas kesahihan proses transmisinya dari zaman ke zaman.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Keempat, hermeneutika menghendaki pelakunya untuk menganut relativisme epistemologis. Tidak ada tafsir yang mutlak benar, semuanya relatif. Yang benar menurut seseorang, boleh jadi salah menurut orang lain. Kebenaran terikat dan bergantung pada konteks (zaman dan tempat) tertentu. Selain mengaburkan dan menolak kebenaran, faham ini juga akan melahirkan mufassir-mufassir palsu dan pemikir-pemikir yang tidak terkendali (liar).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Dampak penggunaan metode hermeneutika terhadap pemikiran Islam sudah sangat mencolok di Indonesia. Misalnya, pemikiran tentang kebenaran satu agama, serta tidak boleh adanya truth claim (klaim kebenaran) dari satu agama tertentu. Paham ini disebarkan secara meluas. Pada 1 Maret 2004 lalu, dalam sebuah seminar di Universitas Muhammadiyah Surakarta, seorang profesor juga mengajukan gagasan tentang tidak bolehnya kaum Muslim melakukan truth claim. Sebab, hanya Allah yang tahu kebanaran.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Pada tataran fiqih, semakin gencar disebarkan pemahaman yang mendekonstruksi hukum-hukum fiqih Islam, yang qath’iy, seperti kewajiban jilbab, haramnya muslimah menikah dengan laki-laki non-Muslim, dan sebagainya.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Jika metodologi pemahaman al-Quran sudah dirusak oleh para ulama, cendekiawan, dan tokoh Islam, yang semestinya menjaga umat, maka keadaan ini bukanlah hal yang biasa-biasa saja. Tentunya kaum Muslimin sangat perlu mencermati dan melakukan tindakan pencegahan dan penyembuhan terhadap serbuan penyakit yang sudah begitu jauh mencengkeram dan merusak tubuh umat Islam.
Wallahu a’lam. (KL, 31 Maret 2004). (Ulasan ringkas Adian Husaini tentang hermeneutika dari Syamsuddin Arif yang sudah dibuat Catatan Akhir Pekan di Radio Dakta dan hidayatullah.com/ Catatan Akhir Pekan ke-48 Radio Dakta 92,15 FM, Oleh: Adian Husaini).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Lampiran 3 :
Sejarah Singkat IAIN
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sekarang berjumlah 14 mungkin bukan merupakan bentuk kelembagaan yang final dalam perkembangan kelembagaan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Seperti tercatat dalam sejarah, nama Perguruan Tinggi Islam (PTI) di Indonesia terus berubah sebagai upaya meresponi perkembangan masyarakat dan sekaligus juga sebagai obyek tarik menarik antara berbagai kekuatan atau kelompok dalam masyarakat.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Kehadiran IAIN di tengah masyarakat pada dasarnya merupakan perwujudan dari suatu cita-cita yang telah lama terkandung di hati sanubari umat Islam Indonesia. Hasrat untuk mendirikan semacam lembaga pendidikan tinggi Islam itu bahkan sudah dirintis sejak zaman penjajahan. Dr. Satiman Wirjosandjoyo dalam Pedoman Masyarakat No. 15 Tahun IV (1938) pernah melontarkan gagasan pentingnya sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam dalam upaya mengangkat harga diri kaum Muslim di tanah Hindia Belanda yang terjajah itu. Dikatakan oleh Satiman antara lain bahwa sewaktu Indonesia masih tidur, onderwijs (pengajaran) agama di pesantren mencukupi keperluan umum. Akan tetapi setelah Indonesia bangun, maka diperlukan adanya sekolah tinggi agama. Apalagi dengan kedatangan kaum Kristen yang banyak mendirikan sekolah dengan biaya rendah dan dikelola oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi, maka keperluan akan adanya sekolah tinggi agama Islam itu semakin terasakan lagi dan kalau tidak, pengaruh Islam akan semakin kecil. Demikian alasan Satiman.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Gagasan tersebut kemudian terwujud pada tanggal 8 Juli 1946 ketika Sekolah Tinggi Islam (STI) berdiri di Jakarta di bawah pimpinan Prof. Abdul Kahar Muzakkir, sebagai realisasi kerja sebuah yayasan (Badan Pengurus Sekolah Tinggi Islam) yang dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua dan M. Natsir sebagai sekretaris. Dalam memorandumnya Drs. Moh. Hatta menyatakan bahwa agama adalah salah satu tiang kebudayaan bangsa. Oleh karena penduduk Indonesia 90 % beragama Islam maka pendidikan agama Islam adalah salah satu soal maha penting dalam memperkokoh kedudukan masyarakat. Untuk itu perlu didirikan Sekolah Tinggi Islam (STI). Pada masa revolusi STI ikut Pemerintah Pusat Republik Indonesia hijrah ke Yogyakarta dan pada tanggal 10 April 1946 dapat dibuka kembali di kota itu.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Pada November 1947 dibentuk Panitia Perbaikan STI, yang dalam sidangnya sepakat mendirikan Universitas Islam Indonesia (UII) pada 10 Maret 1948 dengan empat fakultas: Agama, Hukum, Ekonomi, dan Pendidikan. Pada 20 Februari 1951 Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII), yang berdiri di Surakarta pada 22 Januari 1950, bergabung dengan UII yang berkedudukan di Yogyakarta.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Sebagai wujud penghargaan pemerintah bagi Yogyakarta sebagai Kota Revolusi, kepada golongan nasionalis diberikan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949 tanggal 16 Desember 1949. Ini bermula dengan pendirian Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada pada 17 Pebruari 1946 yang kegiatannya tertunda karena Belanda menduduki Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Setelah persetujuan Roem Royen ditanda tangani pada 7 Mei 1949 muncul keinginan untuk segera menyelenggarakan kembali pendidikan tinggi nasional. Pada awalnya keinginan itu berhimpitan dengan rencana perbaikan Perguruan Tinggi federal sesuai dengan bentuk negara yang diusulkan Belanda ketika itu, tetapi para republikan tetap menginginkan Republik Indonesia memiliki Perguruan Tinggi sendiri di Yogyakarta.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Atas bantuan Sultan Hamengkubuwono IX, beberapa bangunan milik kraton Yogyakarta digunakan untuk kegiatan Perguruan Tinggi dan sejak 7 Desember 1949 semua lembaga pendidikan tinggi negeri yang berada di Yogyakarta digabungkan di bawah satu atap dalam naungan Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang kemudian dikukuhkan dengan PP No. 23 tanggal 16 Desember 1949 tersebut dan sejak 14 Desember 1949 Pemerintah RI secara resmi mulai menyelenggarakan Perguruan Tinggi Negeri yang dikenal dengan Universitas Gadjah Mada. Kemudian pada 1954 kata Universiteit diganti dengan kata Universitas dan kata Negeri dihilangkan sehingga menjadi Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, kepada golongan Islam diberikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), yang diambil dari Fakultas Agama UII berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1950. Peresmian PTAIN dengan jurusan Da’wah (kelak Ushuluddin), Qodlo (kelak menjadi Syari’ah) dan Pendidikan (Tarbiyah) menjadi Perguruan Tinggi Negeri dilakukan pada 26 September 1951. Sementara di Jakarta, enam tahun kemudian berdiri pula Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada 14 Agustus 1957 berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Dalam rangka menjadikan PTAIN Yogyakarta dan ADIA Jakarta lebih memenuhi kebutuhan umat Islam akan pendidikan tinggi Agama Islam, dikeluarkanlah Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 tentang pembentukan Institut Agama Islam Negeri. Menurut dokumen ini, penggabungan itu diberi nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Jami’ah al-Islamiah al-Hukumiyah_ yang berkedudukan di Yogyakarta, dengan PTAIN Yogyakarta sebagai Induk dan ADIA Jakarta sebagai fakultas dari Institut baru tersebut. IAIN ini akhirnya diresmikan pada 24 Agustus 1960 di Yogyakarta oleh Menteri Agama, K. H. Wahib Wahab.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Perkembangan IAIN yang pesat dengan bermunculannya fakultas-fakultas cabang di berbagai pelosok tanah air menyebabkan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 1963, yang memungkinkan didirikannya suatu IAIN yang terpisah dari pusat. Sudah barang tentu, berdasarkan pertimbangan historis, Jakartalah yang pertama mendapatkan kesempatan untuk memiliki IAIN baru ini. Dengan demikian, IAIN Jakarta adalah IAIN kedua yang berdiri setelah IAIN Yogyakarta. Kini, IAIN sudah berjumlah 14 buah dengan dibukanya IAIN terakhir di Sumatra Utara pada 1973 oleh Menteri Agama waktu itu, Prof. Dr. H. A. Mukti Ali.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965, maka terhitung sejak 1 Juli 1965 IAIN Al-Jami’ah di Yogyakarta diberi nama Sunan Kalijaga, nama salah seorang tokoh terkenal penyebar agama Islam di Indonesia. Kini hampir 49 tahun sudah usia IAIN Sunan Kalijaga, dihitung sejak diresmikannya PTAIN pada 26 September 1951.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Penetapan tanggal ini dikuatkan dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 100 Tahun 1982 dan Keputusan Menteri Agama No. 399 Tahun 1993 tentang Statuta IAIN Sunan Kalijaga. IAIN-IAIN lain juga diberi tambahan nama seperti Syarif Hidayatullah untuk IAIN Jakarta, Walisongo untuk Semarang, Sunan Gunung Jati, Bandung dan sebagainya.***
Disadur dari Artikel Atho Mudzhar Kedudukan IAIN sebagai Perguruan Tinggi.
(DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA – BIRO HUKUM DAN HUMAS
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat)
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Kasus Masjid Dhirar
Di Madinah, sebelum Rasulullah saw berhijrah ke sana, ada seorang lelaki bernama Abu Amir Ar-Rahib (pendeta), dari suku Khazraj. Dia pernah menganut agama Nasrani, dan mengajarkan ilmu-ilmu Ahlul Kitab, serta mempunyai kedudukan yang penting dalam kalangan mereka. Setelah Rasulullah saw berhijrah ke Madinah dan memperoleh pengikut yang banyak dari penduduk Madinah itu, sehingga kaum Muslimin telah menjadi kuat, dan Allah telah memenangkannya terhadap kaum musyrikin, maka Abu Amir keluar dari kota Madinah, melarikan diri ke Makkah. Ia membujuk kaum musyrikin untuk menciderai Rasulullah dalam perang Uhud. Bahkan ia berpidato kepada kaumnya yang terdiri dari orang-orang Anshar supaya mereka berpihak kepadanya. Akan tetapi kaumnya itu menolak dengan tandas. Dan setelah peperangan itu (Uhud) selesai, maka Abu Amir melarikan diri serta meminta perlindungan kepada Heraclius, raja Romawi. Dia meminta bantuan kepada raja tersebut untuk memerangi Rasulullah dan kaum Muslimin. Raja tersebut mengabulkan permintaannya, serta menjanjikan kepadanya untuk memberikan bantuan. Abu Amir lalu berkirim surat kepada sekelompok kaumnya yang terdiri dari orang-orang munafiq, mengabarkan kepada mereka bahwa ia akan datang membawa pasukan untuk memerangi dan mengalahkan Nabi Muhammad saw. Dan ia memerintahkan agar mereka (orang-orang munafiq) membuat sebuah benteng sebagai tempat perlindungan bagi orang-orangnya yang nanti akan datang kepada mereka dengan membawa surat-suratnya; dan tempat itu kelak akan digunakannya sebagai kubu pertahanan, apabila nantinya ia datang kepada mereka.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Hasutan dan anjuran Abu Amir ar-Rahib yang demikian itu dapat menarik hati dan mempengaruhi jiwa orang-orang Banu Ghunam, sehingga mereka lalu bersama-sama mendirikan masjid baru itu, dengan tujuan seperti yang dikehendaki oleh Abu Amir.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Maka mulailah para pengikutnya itu membangun sebuah masjid yang berdekatan letaknya dengan masjid Quba’. Mereka membuat bangunan itu sedemikian rupa kokohnya dan selesai mereka kerjakan sebelum berangkatnya Rasulullah ke Peperangan Tabuk. Mereka datang kepada Rasulullah saw dan meminta agar beliau bershalat di masjid tersebut, sebagai tanda bahwa beliau merestui pembangunan masjid itu. Mereka menyebutkan kepada Rasulullah saw bahwa bangunan tersebut mereka dirikan hanyalah semata-mata untuk menampung orang-orang lemah di antara mereka dan orang-orang yang menderita sakit pada malam-malam musim dingin. Untunglah pada saat itu Rasulullah mendapat perlindungan dari Allah SWT sehingga beliau terhindar dari tipu daya orang-orang munafiq itu dan tidak bershalat di tempat itu. Rasulullah menjawab tawaran mereka untuk shalat dalam masjid tersebut dengan katanya :
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
“Innii ‘alaa junahi safarin wa haali syughlin, walau qod qodimnaa in sya-a lloohu la atainaakum fa shollainaa lakum fiihi.”
“Sesungguhnya saya sekarang ini sedang berhalangan dan akan pergi untuk menyelesaikan satu pekerjaan yang menghajatkan penuh perhatian. Jika kami nanti telah datang, insya Allah tentu mendatangi kamu, lalu kami mengerjakan shalat di dalamnya bersama-sama kamu.”
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Demikianlah jawab Nabi saw atas permintaan mereka. Oleh sebab itu, maka ketika Nabi saw bersama tentara kaum Muslimin kembali dari Tabuk, perjalanan beliau sedang sampai di satu tempat yang bernama Zi Awan, sebuah tempat di luar kota Madinah, kira-kira sejauh perjalanan satu jam lagi, datanglah serombongan kaum munafiqin kepada beliau dengan mengemukakan permintaan, supaya beliau memerlukan datang ke masjid Quba’ –yang kedua–, yang baru didirikan oleh mereka itu, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh beliau ketika hendak berangkat ke Tabuk. Permintaan mereka yang demikian itu oleh Nabi saw ketika itu akan dikabulkan, dan beliau bercita-cita di dalam hati akan mendatanginya juga, sebagaimana yang diinginkan dan diharapkan oleh mereka; tetapi mendadak seketika itu juga beliau menerima wahyu dari Hadirat Allah , yang bunyinya:
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
107. “Dan (dia antara orang-orang munafiq itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin) dan karena kekafirannya, dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah berdusta (dalam sumpahnya).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
108. Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar taqwa (masjid Quba’), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.
109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhoan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dhalim.
110. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(At-Taubah/ 9: 107-110).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Setelah ayat-ayat yang tersebut itu diterima oleh Nabi saw maka sudah barang tentu beliau ketika itu tidak jadi berangkat ke Quba’ untuk memenuhi panggilan dan permintaan kaum munafiqin mendatangi masjid yang baru itu. Bahkan lantaran Allah telah menyatakan dengan sabdaNya bahwa masjid itu adalah Masjid Dhirar, yang berarti bahaya dan celaka, tegasnya membahayakan atau mencelakakan bagi kaum Muslimin, maka ketika itu Nabi saw memerintahkan kepada beberapa orang dari kaum Muslimin, di antaranya seorang yang beranama Wasyi.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Dalam riwayat lain dikatakan , bahwa kaum Muslimin yang diperintahkan oleh Nabi supaya membakar dan menghancurkan masjid dhirar itu ialah Malik bin Dukhsyum dan Ma’an bin ‘Adi atau saudaranya, ‘Ashim bin ‘Adi. Beliau bersabda kepada mereka berdua:
“Intholiqoo ilaa haadzal masjididh dhoolimi ahluhu fahdimaahu waharriqoohu.”
“Berangkatlah kamu berdua ke masjid yang ahlinya dholim itu, lalu binasakanlah dan bakarlah oleh kamu berdua akan dia.”
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Para sahabat yang menerima perintah itu dengan segera lalu berangkat ke Quba’, dan sesampainya di sana, lalu masing-masing mengambil daun-daun atau pelepah-pelepah kurma yang sudah kering guna alat membakar masjid dhirar itu. Kemudian dengan diam-diam mereka lalu membakarnya dan merobohkannya sampai habis menjadi abu, pada waktu antara maghrib dan `isya’.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Ingin Membunuh Nabi SAW dan Jadi Kaki Tangan Asing
Sementara itu Hamka mengemukakan, setelah menilik penafsiran Ibnu Katsir dan Al-Baghawi, bertambah pentinglah penglihatan kita tentang kedudukan keempat ayat ini di dalam surat Al-Bara’ah (At-Taubah), khusus membicarakan orang-orang munafiq. Bahwa selain daripada munafiq yang hendak membunuh beliau (Nabi saw) di tempat curang di perjalanan pulang, ada pula yang menjadi kaki tangan asing (subversi) di Madinah sendiri, dengan membuat camouflase (pura-pura) mendirikan masjid, padahal masjid palsu itu hendak dijadikan markas apabila tentara Rum datang.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Selanjutnya Hamka mengemukakan: Setelah kita ketahui tadi siapa Abu ‘Amir Ar-Rahib dan kita pertalikan dengan 12 orang munafik yang menjadi kaki tangannya di Madinah itu, mengertilah kita sekarang bagaimana duduk soal Masjid baru ini didirikan ialah dengan 4 maksud jahat. Pertama, hendak membuat dhiraar. Artinya bencana atau bahaya. Terutama ialah bahaya niat jahat dan pengkhianatan yang dipelopori oleh seorang kafir yang telah mengkhianati kaumnya. Abu ‘Amir bukan saja munafiq lagi, tetapi lebih dari itu, musuh besar kaki tangan Kerajaan lain. Yang munafiq ialah 12 orang penyambutnya di Madinah itu. Yang kedua, niscaya teranglah bahwa maksud mendirikan masjid ini bukan dari iman, tetapi dari kufur. Ketiga, dengan mendirikan masjid ini masyarakat yang tadinya satu menjadi pecah. Yang keempat, telah terang lagi puncak kejahatan tertinggi dari maksud itu, yaitu hendak dijadikan tempat pengintip (irshad) gerak-gerik Rasul dan orang-orang beriman, yang menjadi anjuran dari Abu ‘Amir tadi. Yaitu orang yang sejak sebelumnya memang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya, sejak perang Uhud sampai perang Hawazin dan berharap Madinah diserang Rum, supaya dengan paksa penduduk Madinah dapat dijadikan pemeluk Nasrani. Mungkin ada niat jika mereka menang, masjid itu langsung kelak dijadikan gereja dengan pengakuan kerajaan Rum, dan Abu ‘Amir diangkat menjadi Uskupnya.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Kemudian datanglah sambungan ayat: “Namun mereka akan bersumpah, tidak ada maksud kami, kecuali kebaikan.” Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir, seketika mengundang Nabi saw supaya sudi shalat di sana, mereka menyatakan bahwa maksud mendirikan masjid itu adalah baik, yaitu untuk orang-orang lemah, atau orang sakit atau orang yang tidak tahan dingin keluar malam di musim dingin. Pendeknya ada-ada saja alasan yang mereka kemukakan. “Dan Allah menyaksikan, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdusta.” (ujung ayat 107).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
“Jangan engkau shalat padanya selama-lamanya” (pangkal ayat 108). Inilah larangan tegas dari Allah kepada Rasul saw, supaya sekali-kali jangan shalat ke sana, walaupun sebelum berangkat ke Tabuk sudah dijanjikan akan shalat ke sana, sebab Rasul saw waktu itu belum diberi tahu oleh Allah, dan beliau pun tengah repot. Malahan setelah mendapat wahyu ini, demi mengetahui keempat maksud jahat yang terkandung di dalam mendirikan masjid itu, terus Rasulullah saw memerintahkan beberapa orang sahabat pergi ke tempat itu dan segera meruntuhkan masjid berbahaya (dhiraar) itu, sampai rata dengan bumi.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Mencuri Keimanan dan Pemurtadan
Kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an itu merupakan contoh nyata betapa liciknya musuh Islam yang bersekongkol dengan kekuatan kekaisaran Rum Nasrani serta orang dalam negeri yang munafiq untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Berbagai dalih dan alasan dikemukakan, seolah pembangunan masjid dhiraar itu adalah satu bentuk upaya mensejahterakan Ummat, meringankan beban Ummat, membantu orang-orang lemah, orang-orang yang tak tahan dingin, dan sebagainya.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Persekongkolan antara musuh Islam dari dalam negeri dengan kekuatan besar di luar negeri kemudian dijalin secara berkelindan dengan munafiqin-munafiqin dalam negeri adalah satu model yang pas dalam gambaran Al-Qur’an tersebut, yang kalau model sekarang adalah berbentuk proposal yang telah rapi, kemudian diujudkan dalam program suatu proyek yang diberi jangka waktu secara terinci. Data-data pun dikompliti, disertai foto-foto dan petanya, serta program-program yang telah dirinci jangka waktunya, beayanya, dan prediksi hasil pemurtadannya.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Program canggih yang serba komputerise itu pun masih dicarikan dekengan dan dukungan sana sini, kalau bisa sampai ke titik puncak pimpinan, baik di dalam maupun di luar.
Semangat tinggi untuk memurtadkan kaum Muslimin itu tidak bisa dipungkiri, baik secara kenyataan maupun secara khabar kepastian dari wahyu Allah, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu ingin memurtadkan kaum Muslimin karena kedengkian dari diri mereka. Ayatnya sebagai berikut:
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
“ Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Baqarah: 109).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Tafsir Departemen Agama menjelaskan: Ayat ini mengandung peringatan kepada orang-orang Islam agar supaya mereka waspada terhadap tipu muslihat Ahli Kitab. Tipu muslihat yang mereka lakukan itu adakalanya dengan jalan mengeruhkan ajaran Islam, dan adakalanya dengan menimbul-nimbulkan keragu-raguan di kalangan Ummat Islam sendiri.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Mereka melakukan tipu muslihat itu disebabkan karena kedengkian semata, tidak timbul dari pandangan yang bersih. Kedengkian mereka bukanlah karena keragu-raguan mereka terhadap kandungan isi Al-Qur’aan, atau bukan karena didorong oleh kebenaran yang terdapat dalam Kitab Taurat, akan tetatapi disebabkan karena dorongan hawa nafsu, kemerosotan mental dan kedongkolan hati mereka. Itulah sebabnya maka mereka terjerumus dalam lembah kesesatan dan kebatilan.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Dalam ayat lain lebih ditegaskan lagi:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120).
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Dalam menafsirkan ayat itu, Kiai Misbahul Musthofa Bangilan Tuban Jawa Timur dalam kitab tafsirnya, Tajul Muslimin, berbahasa Jawa dengan tulisan Arab Pegon, menjelaskan dengan memberikan tanbih (peringatan/ perhatian) sebagai berikut:
“Ayat ini walaupun yang diucapi itu Nabi Muhammad saw, tetapi yang dimaksud yaitu ummatnya Nabi, yakni Ummat Islam, karena tidak mungkin kalau Nabi Muhammad itu ikut terhadap kesenangan nafsu orang Yahudi dan Nasrani.
Jadi dengan ayat ini, Ummat Islam harus mengerti kalau orang Yahudi dan orang Nasrani itu tidak puas, tidak henti-hentinya dalam upaya supaya Ummat Islam menjadi Yahudi atau Nasrani. Macam-macam tipu daya dari dua golongan ini, guna mempengaruhi Ummat Islam.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Kalau Ummat Islam sampai terjerat ikut, maka tidak akan ada yang menolongnya atau menjaganya dari siksa Allah. Dan dengan adanya ayat ini, Ummat Islam harus hidup pakai garis Islam, yaitu garis-garis yang ditentukan oleh Al-Qur’an. Sebaliknya, kalau Ummat Islam bersedia mengikuti petunjuk Allah Ta’ala maka dirinya akan mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Peringatan yang lebih tandas lagi dikemukakan oleh Prof Dr Hamka sebagai berikut:
“Dan dengan ayat ini kita telah diberi peringatan, bahwasanya Lan tardha, sekali-kali tidak akan ridha Yahudi dan Nasrani sebelum kita mengikuti agama mereka. Menurut loghat, huruf Lan itu berarti Nafyin- waistiqbalin, yaitu mereka tidak akan ridha, tidak, untuk selama-lamanya.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Ayat ini telah memberikan pesan dan pedoman kepada kita, buat terus menerus sampai hari kiamat, bahwasanya di dalam dunia ini akan tetap terus ada perlombaan merebut pengaruh dan menanamkan kekuasaan agama. Ayat ini telah memberi ingat kepada kita, bahwasanya tidaklah begitu penting bagi Yahudi dan Nasrani meyahudikan dan menasranikan orang yang belum beragama, tetapi yang lebih penting ialah meyahudikan dan menasranikan pengikut Nabi Muhammad saw sendiri. Sebab kalau Islam merata di seluruh dunia ini, pengaruh kedua agama itu akan hilang. Sebab apabila akidah Islamiyah telah merata dan diinsafi, kedua agama itu akan ditelannya. Sebab pemeluk Islam berarti kembali kepada hakikat ajaran yang sejati daripada Nabi Musa dan Nabi Isa. Niscaya pemeluk kedua golongan itu tidak senang, sebab agama yang mereka peluk itu telah mereka pandang sebagai golongan yang wajib dipertahankan. Dengan tidak usah mengaji lagi benar atau tidak benar.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Menurut Hamka, isyarat yang diberikan oleh ayat inilah yang telah kita temui dalam perjalanan sejak Islam bangkit dan tersebar di muka bumi ini sampai sekarang. Kalau sekiranya kita lihat kegiatan pengkristenan yang begitu hebat, sejak dari Perang Salib pertama pada 900 tahun yang lalu, sampai kepada ekspansi zending dan missi Protestan dan Katholik ke negeri-negeri Islam dengan membelanjakan uang berjuta-juta Dolar untuk mengkristenkan agama Islam, semuanya ini adalah isyarat yang telah diberikan oleh ayat ini, bahawasanya mereka belum ridha dan belum bersenang hati, sebelum umat Muhammad menurut agama mereka.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Pekerjaan mereka itu berhasil pada negeri-negeri yang orang Islamnya hanya pada nama, tetapi tidak mengerti asli pelajarannya. Kadang-kadang mereka berkata, biarkanlah orang Islam itu memeluk agama Islam pada lahir, asal kebatinan mereka telah tertukar jadi Kristen.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Orang Yahudi tidaklah mengadakan zending dan missi. Pemeluk agama Yahudi lebih senang jika agama itu hanya beredar di sekitar Bani Israel saja, sebab mereka memandang bahwa mereka mempunyai darah istimewa. Tetapi mereka memasukkan pengaruh ajaran mereka dari segi lain.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Bukan saja di dunia Islam, bahkan pada dunia Kristen mereka pun mencoba memasukkan pengaruh, sehingga merekalah yang berkuasa. Kita masih ingat bahwa dalam kitab-kitab Perjanjian Lama yang menjadi pegangan mereka, tidak ada pengajaran tentang hari kiamat. Agama orang Yahudi itu terlebih banyak mementingkan kepada urusan dunia, kepada harta benda. Kehidupan riba (rente) adalah ajaran orang Yahudi. Negeri Amerika Serikat yang begitu besar dan berpengaruh, terpaksa menutup kantornya dua hari dalam seminggu. Bukan saja pada hari Ahad, sebagai hari besar Kristen, tetapi Hari Sabtu pun tutup. Sebab yang memegang keuangan di Wallstreet (New York) adalah bankir-bankir Yahudi. (Kini di Indonesia ditiru juga, sejak tahun 1996-an, bahkan kantor-kantor pemerintah pun sebagian ikut tutup pada hari Sabtu, dan tetap buka pada Hari Jum’at, bahkan biasanya Satpam/ penjaga keamanannya sangat sulit untuk berjum’atan, sekalipun mereka Muslim dan bekerja di Departemen Agama, pen). Sebab itu maka segala sesuatu kelancaran ekonomi di tangan Yahudi. Sedangkan di Amerika lagi demikian, apatah lagi di negeri-negeri lain.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Gerakan Vrijmetselar, gerakan Masoniah (Freemasonry, pen), dan beberapa gerakan internasional yang lain, tempuknya dalam tangan Yahudi. Dunia Islam tidak perlu masuk agama mereka, asal turutkan pengaruh mereka. Negeri-negeri Islam yang besar-besar terpaksa mendirikan bank-bank, menjalankan niaga dan ekonomi berdasarkan kepada riba, baik riba besar atau riba kecil; terpaksa memperlicin hukum riba supaya bernafas untuk hidup, tidak dapat mencari jalan lain, sebab seluruh dunia telah dikongkong oleh ajaran Yahudi.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Sedikit orang Yahudi yang berpencar-pencar di seluruh dunia dapat mendirikan sebuah negara Yahudi, mereka beri nama Israel, di tengah-tengah negeri orang Arab, dengan dibantu oleh Kerajaan Inggeris dan Amerika, bahkan mendapat pengakuan pertama dari Rusia Komunis.
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================
Semuanya inilah yang diisyaratkan oleh ayat yang tengah kita tafsirkan, bahwasanya orang Yahudi dan Nasrani belum merasa puas hati, sebelum kita penganut ajaran Muhammad mengikuti ajaran mereka. Ini bukanlah ancaman yang menimbulkan takut, tetapi sebagai perangsang supaya kaum Muslimin terus berjihad menegakkan agamanya, dan melancarkan dakwahnya. Karena selama kaum Muslimin masih berpegang teguh kepada ajaran agama yang dipeluknya, mengamalkannya dengan penuh kesadaran, tidaklah mereka akan runtuh lantaran usaha kedua pemeluk agama itu. Sebab ayat telah menegaskan, bahwasanya petunjuk yang sejati tidak ada lain, melainkan petunjuk Allah.
- Berasal dari MCB Swaramuslim – Navigasi & Konversi ke format chm oleh: pakdenono
===================================
cerita persahabatn – cerita sahabat – tips persahabatan – tips bersahabat
===================================