• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,320,706 hits

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

=========================================

panas-panas gini…………… q maunya……??????????
ice cream rasa sayang….??
diolesi rasa kasih…..
ditaburi rasa tulus….
dicampuri dengan rasa ikhlas….
trus diatasnya dikasih hati…..
dibungkus pake cinta……
klo ada aku pesen…….??????????/
he..he..he..he..he..he..he..23x.

panji_rock90@yahoo.co.id

========================================

Rasa sayang???
Rasa yang tumbuh nyata bukan semu, kokoh berakar kuat menjalar sampai perut bumi, berbatang besar dan berdaun rindang,.
Rasa yang tidak pernah tumbang dan memberikan manfaat.,.

bumbuneq@yahoo.com

==========================================

sayangku..
Tak ingin ku melihat mu sedih dan gundah
Hanya senyuman kebahagianmu yang ingin selalu ku saksikan

bumbuneq@yahoo.com

===========================================

sahabatku..
hati manusia hanya bisa mencintai sekejap,
kaki hanya bisa melangkah sejauh lelah,
tetapi sebuah persahabatan adalah keabadian yang sangat tak ternilai,
“buat ku”
jika suatu hari,entah kini atau pun besok aku tak lg bisa bernafas,
ketahuilah salah satu hadiah terindah yang pernah ku dapat adalah mengenalmu dan bersahabat dengan mu……

sutri.noviyani@gmail.com

===========================================
Cintaku.. ADA APA DENGANMU?
Ingin sekali KUKATAKAN DENGAN INDAH pdmu
Tersenyumlah seperti “BINTANG DI SYURGA”
karena aku akan “MENUNGGUMU”
di “HARI YANG CERAH UNTUK JIWA YANG SEPI”
dan tetaplah berjalan “WALAU HABIS TERANG”
untuk buktikan “KISAH CINTAKU”
dalam makna “SEBUAH NAMA SEBUAH CERITA”
bersamalah “AKU DAN BINTANG”
tuk wujudkan “MIMPI YANG SEMPURNA”
saat kita berdua di “TAMAN LANGIT”

buat yg gak paham: yg pake huruf2 kapital itu judul2 lagunya peterpan

adel_girl_89@yahoo.com

============================================

“Sebelum mata terpejam tuk bermimpi,
berdo’alah tuk ketenangan hati,
lepaskan segala emosi yang membebani,
&
semoga mimpi mu malam nanti mengantarkan mu menemui Cinta mu yang sejati…!!!”

adel_girl_89@yahoo.com

=============================================

BRO, IM3 Sekarang bisa TELPON GRATIS ke SEMUA OPERATOR. Caranya: Ketik NO TUJUAN tambahkan 388 Trus dibelakangnya Lampirkan SURAT KETERANGAN MISKIN dari KELURAHAN. he..he

alfan

=============================

>> suara anak anjing: “…guuwk..guwk…”
>> suara anak ayam : “..kukuuruyuuk…”
>> suara anak kucing: “ngeoong..ngeoong..”
>> suara anak monyet : ………………..

koq diemm ngomong dong nyet..!!!!!!!!!!!!!

nun-lovers@yahoo.co.id

=============================

ntr klo lo w bonceng pake motor…
lo pegangan ya ma w…
w takut…..

w takut lo jatoh…
soalnya klo lo ampe jatoh

ntr disangka w buang sampah sembarangan>>
he,he,he…

ewak_88@yahoo.com

========================

kuakui kamu emang manies
luchu
cantik
ngegemesin
jujur aku suka ma kamu
tapi sayang,aku gak boleh pelihara hewan ma mama aku

alexdartinta@yahoo.co.id

=========================================

knpa kamu pergi tinggalkan aku,
aku syang banget ma kamu,
entah ksalahan apa yang telah aku perbuat
akupun tak tahu harus berbuat pa lgi
pdahal,dlu aku hanya………………………..
………..
……………………………………..
……………………………………lupa menutup kandangmu;p

alexdartinta@yahoo.co.id

=================================

Aku minta maaf….
Kalau selama ini aku ga bisa jadi kekasih yang baik buat kamu
Mungkin kamu akan merasa lebih tenang
kalau aku ga bersama kamu lagi
Mungkin kamu akan merasa lebih tentram
kalau aku ga mengusik kehidupan kamu lagi
Tapi asal kamu tahu…
Sampai kata-kata ini ditulis,
bahkan sampai berkali-kali dibaca
Cinta itu masih ada untuk kamu !!!

adebang_o@yahoo.co.id

===================================

maafkanlah daku kekasihku, dengan terpaksa kita harus berpisah, karena ku tak sanggup memenuhi hasrat belanjamu yang luar biasa itu

http://endangkristi.cjb.net

============================

Tak mungkin kubisa melupakanmu, dimanapun juga selalu terbayang kamu, apalagi ketika kuingat, motorku melayang kujual untuk membayar utangmu.

http://endangkristi.cjb.net

===============================

andai ku mati nanti, silakan mengotopsi jasadku. Maka akan kau dapatkan, namamu terukir di dinnding jantungku dan di tulang igaku ada tercetak beribu kata cinta, semua untukmu

http://endangkristi.cjb.net

=============================

melihat bunga kuingat kamu, melihat rembulan ku ingat kamu, mendengar indahnya suara burung nuri kuingat kamu, melihat ATM di depanku, kuingin melupakanmu !!! .

http://endangkristi.cjb.net

=========================================

*PROKLAMASI*

kami bangsa jomblo2 lucu dg ini menyatakan kemerdekaan bercinta. hal2 ygmengenai ditolak, kecewa n sakit hati ditanggapi dg cuek2 aj n mencari target baru dlm tempo yg sesingkat2ny…….

Bayu Ajhe

=====================================

Nelpon ke semua operator cuma Rp. 100,-/jam mulai jam 06:00 sampai dengan 23:59.
Promo ini berlaku jika TELKOMSEL punya NENEKMU

anax_emouw@yahoo.com

=========================================

“SENYUMMU ADALAH SENYUMKU..SEDIHMU ADALAH SEDIHKU..BAHAGIAMU ADALAH BAHAGIAKU

===========================

perMisi, numPang tanYa..!!
JaLan “Sayang”, keLurahan “Rindu”, keCamatan “Kangen”, kaBupateN “Hati”, koTa “i miZz u”, pRopinSi “i LoVe u”, tU diMana iaH..??

yashinta_ta@yahoo.com

=============================

saat cinta datang ke rumah jiwa mengetuk pelan pintu hati,membawa sekeranjang perhatian dan setangkai kasih sayang, sambut dengan senyum malu silahkan duduk di sofa kalbu,suguhkan minuman ragu dan sepiring kue rindu, setelah cinta singgah di hati dunia terasa indah , sekali mendung terlihat seelok pelangi dan tak sabar …esok hari datang lagi,,,,,,,, yeeeeeeeaaaaaaaaaaaaa………….

acrimariadi@yahoo.co.id

==================================

karena ini engkau kunamakan si jantung hati
memompa lembut seperti angin memijat langit
berdenyut lincah seperti buih yg terus berkelit
dan darah cinta adl udara
dengan roh rindu yg menumpang lewat di dada

mizz_uchiha@yahoo.com

==========================

ikan hiu makan permen, i miss u man…
ikan hiu makan roti, i miss u sweety…
jaka sembung naik ojek, gue kangen lo jack…
burung nuri burung tekukur, i miss u honey selamat tidur…

mizz_uchiha@yahoo.com

=====================================

undang-undang NeGara RepublikCinta 2008

“PmBkaAn” bHw sSgHnYa jTh cnT aDLH HaksTiap rMJ & oLh sBB iTu maka sLrH larNgn oRng Tua hRs dHpsKn kRn tDk sSuai dG pRKmbGn & pMBbsAn pCntaan rMj, teLh sMPyLh pD sAat yG bRbhgiA dGn pNh kSh sYg mGnTrkn Qt k pNTu gRBg pErNikaHn. KmDiaN dRpD iTu uTk dPt mNkmTi pRosesPcnTaAn yG baik hRs dsRkn kPd rSa PngErtian, KtuSAn Yg MNdlM PerSaTuAn Hti, Sqp yG roMnts Sert MewUjuDkn Kesetian yang sesungguhnya

081374930281

andrebudiyanto@yahoo.co.id

======================================

‘Anda brmasalah dengan cinta?..
kini tlah hadir dikota anda “BENGKEL CINTA”
kami menerima:
- servis cinta yg macet
-las hati yg patah
-ganti oli khayal
-isi ulang air mata cinta
-pengecatan asmara yg pudar
Kami menyediakan suku cadang selingkuhan&accesoris
rayuan jika anda berminat hub:085752122131

ery__ayu bpp

========================================

Apa kabar cinta?

Masihkah tetap untuk-NYA……?

Apa kabar rindu?

Masihkah tetap untuk surgaNYA..?

Apa kabar hati?

Masihkah sesejuk dan sebening embun pagi….?
====================================================

dunia in hampa tanpa cnt seperti hari2 q tanpa mu. q mencoba brtanya pada angn yg berhembuzz mngpa kau sll hadr dlm setiap mimpi q? q mncoba brtanya pada angin yg berarak mngpa kau sllu ada di hati q? tapi mrka hny diam membizu . disaat cnt ini hlang dunia akn menjadi neraka yg pnh dng kobaran api. q tak brdaya seakan2 diriku tlah mati .dan q hanya bisa diam dan menetezkan air mata in. q percaya jika memang cinta q q ingn kau bawa aku keawan dan menulizkan kata2 cinta i love you untuk q….,……….

deafy wulandary

=============================================

angin mlam yg
megundang hwa dingin ini
akan mjdi saksi bisu kerinduan ini

dan mukin ragkaiyan kata2 ini
yg kan menyampaikan
kepada mu

bhwa sinar bintang
tak sebenig mata mu

angin yg sepoi sepoi
tak selembut kasih mu

nmun cinta tlah berlalu
walo aku msih ingin bilang
aku meridukan kasih mu
oh cintaku kao tetap
belahan hati ku

I LOVE U

untungdayat@yahoo.com

================================================

Saat bersamamu takkan aku hilangkan
Walau berat saat kau pergi dariku dan meninggalkanku.
Aku masih punya hati dan rasa untuk kita
Kesalahan bukan tuk di kenang
Lupakan

hypermegabrutalmotivator@ymail.com

===============================================

Bahasa restoranny “sy pergi ke sekolah” apa hayoo…! g tw kan? ne gw kasih tw “ayam go reng tu mis kol” he..he..

WEY4MAN@GMAIL.COM

=============================================

aku merintih dalam resah
berharap pada cinta yang takku mengerti

kadang ku rasa ini terbaik
kadang aku kecewa pada diri

aku menunggumu
namun yang ada resah dan kecewa mengikutiku

patah, patah sudah rasa ini
biar kupendam laraku tampa mu
dan ku rasa ini yang terbaik untukku

Anonymous

============================================

bulan tuh indah tapi bukan bagiku
bintang juga indah tapi bukan untuk ku
yang paling indah bagiku bumi
karna di bumi ada seseorang yg aku cintai
yaitu kamu …..

wisnu

===================================

C!Nta 4kn L6h 5mpurn4 j!k4 d! 53r+4! d3n9N K5et!@N, k3tLsN, k3jujur@n, Ke63r5maaN,
KerNa Cinta T!d4k hRs MemiL!k! 4twpun Dmiliki
KrN Cnt4 tLh Ckup uNtk Dicint4i………

Gita tiara wahyuni
http://www.6174-flowers.com

==============================

dunia di awali dengan kesulitan dan di akhiri dengan kebinasaan, yang Halal akan di hisab dan yang Haram akan berujung siksa, yang kaya iman nya akan menghadapi ujian dan fitnah, dan yang miskin iman akan dalam kesusahan …….

Anonymous
====================================

“betapa indahnya Islam bila berhiaskan Iman, indahnya Iman bila berhiaskan Takwa, Indahnya Takwa bila berhiaskan Ilmu, indahnya Ilmu bila berhiaskan Amal, indah nya Amal bila berhiaskan Kasih Sayang”…..

Anonymous
===========================================

“Barang sapa yang banyak bergurau akan hilang wibawanya
“Barang sapa yang berlebih2an dalam suatu hal akan dikenal dengan kebiasaanya
“barang sapa yang banyak bicara banyak pula kesalahannya
“Barang sapa yang banyak salahnya berkuranglah rasa malunya
“Barang sapa yang berkurang rasa malunya berkurang pula sifat Wara’ nya
“Barang sapa yang bekurang sifat Wara’ nya matilah hatinya………………………………..

Anonymous

===========================================

dilubuk hatimu yang terdalam
telah kupancangkan bendera cinta ku ,
kibarkanlah selalu agar semua orang melihatnya….

ipong007@ymail.com

==============================================

anakkkkkkkkk ayam minum tea BotoLLLLL ????
gak nyambung dodooooooLLLLLLL…….
MEDAN DULU BARU JAKARTA …..
senyum dulu baru di buaaaaca……..???
ADA hANtuuuuu, MAKAN pepeyaaaa …
boleh taU sedang apa….???

Ma gintingNa

==================================

di matamu aku bukan siapa2,
bukan teman, sahabat, bahkan saudara
melainkan orang asing.
namun biarlah orang asing ini singgah sejenak dalam
istana cintamu walau hanya sedetik.
dia akan pamit bila kau mau n kan tinggal bila kau ijinkan

freez.tan@yahoo.com
============================

ketika mentari tak mampu
menyinari harimu lagi,,,
kau tak usah meragu,
ketika sungai tak mampu mengaliri
bumi ini lagi,,,
kau tak usah bersedih,
karna cintaku kan slalu ada untukmu….
i Love you….

ceptie_GIRLZ@yahoo.co.id

===============================

“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan, tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit, penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”

============================

q tak banyak mngrti tntang cinta..
q tak bs phami mkna trdalam cnta…
nmun d’saat q ingat dia, smw tu ada..
dalam ht brkata…

Q mncntai dia……….(

cristiano_bangkito@yahoo.co.id

=====================================

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

=================================

saat q berjalan dipersawahan

q lihat pemandangan hijau
setiap perjalanan

disaat itulah
q teringat akan
dirimu

dan

ingin q ucapkan
q katakan

sawahmu sudah
mulai panen kau
tak mau
memetik hasilny………,,,,,,,,????????????????@@@$$$$$$$$$$$$$

pusyrama@yahoo.com

==============================

sahabat adalah Dia Yang Menghampiri kita K3tika seluruh Dunia Menjauh,,,,,,,
krn Pers4s4h4btn itu sprt t4n64n d6n mata.
Saat mata m3nangis t4n6an m3n6hapusnya

=============================

susah tidur??
hub kmi!!!!
kmi melayani:
-Peti mati sgala ukuran
-T’sedia paket+kain KafaN&karangan bunga.
kitik: spasi kirim ke:Tukang gali KubuR….

ANDA TEWAS
“KAMI PUAS”

si_kebo@yahoo.com

==================================

Cinta adalah anugrah trindah yg diberikn khusus untuk 2 org dan tak ada tempat bagi org ketiga.

Cinta itu ibarat sebuah gunung yg terasa dekat saat dipandangi namun untuk mencapainya butuh prjalanan yg jauh dan brliku..begitulh cinta yg terasa begitu dekat namun untuk mendapatkn ny butuh proses & pengorbanan krn cinta yg diraih dgn mudah..akan hilang seiring brjalan ny waktu.

Ketika qt memusatkn hidup qt pd seseorg, sesungguh ny qt tak lg hidup krn itu biarlh cinta yg ada dalam diri qt mengalir apa adanya sehingga suatu saat bila cinta itu tak dapat menyatu, qt dapat melepaskn ny tanpa sakit hati yg mendalam dengan suatu harapan akan datang kebahagian yg mungkin tak dapat qt duga

Vichnhz111@yahoo.com

================================

jika rindu
mizz me

jika tidur
dream of me

jika sedih meet me

jika bete’
call me

jika lapar

rebus aza indomie

h’v nice day

madelia_niezzz@yahoo.co.id

=================================

MesKi lautan luas memisahkan qta
kaN kU tUngGu LautaN MeNgeRinG dan kU kaN kEmBaLi mEngeJar d!r! mU tUk kaTakAn
“aKu Masih cinta kamu!!!”

si_kebo@yahoo.com

=============================

kurindukan pagi-pagiku saat kau bangunkan aku dari pulas tidurku dengan alunan merdu manja sapamu….
kurindukan siang-siangku saat kau teduhkan jiwa yang letih dengan sejuk tatap matamu…
kurindukan malam-malamku saat kau mengajakku ke dalam indah taman mimpi yang kau rajut dengan tulus kasihmu…

gunsthevandal@yahoo.com

================================

Tadi aku ktemu ma “kdamaian”, “cinta”, kbahagiaan”, ma “kasih”.. Mreka berempat btuh tempat tinggal. Maaf krna tanpa ijin aku memberikan alamtmu kpd mreka, smg mreka berempat bs tinggal bersamamu slama2nya.. met bu2 ya…

hapsa

================================

Smangatmu bagai BUNG KARNO, tekadmu bagai BUNG HATTA, kesetiaanmu bagai BUNG SYAHRIR, pengorbananmu bagai BUNG TOMO, tapi dirimu bagai BUNG.. KUSAN SAMPAH..

===============================

Cinta pertama dibawakan oleh Adam dan Hawa,
cinta sejati dibawakan oleh Romeo n juliet,
diteruskan oleh rama n Sinta
dan akhirnya KAU dan AKU dibawakan oleh…

NIDJI !!!

(itu lho lagunya nidji yg berjudul kau dan aku..)

============================

cinta bagaikan langit di malam hari
tak ada yang bisa menerangi
hanya bulan dan bintang yang dapat menerangi
begitu juga cinta ku hanya kamu lah yang dapat menerangi cintaku seperti bulan dan bintang yang selalu menerangi malam

cinta bagaikan langit di malam hari
hanya rembulanlah dan bintang bintang yang bisa menerangi
begitu juga dengan cinta ku hanya kamu yang bisa menerangi

abd.afif@yahoo.com

================================

kau sesosok keindahan berwujud perempuan,kau bagai air dikala pulangi tiba,tanpa kau tak ada warna-warni,tanpa kau tak ada indah,,,,
aku hanyalah kumbang yang mengumpulkan sdikit demi sedikit cinta darimu,,,
mengharap manis madumu,untuk kehidupan ku.
kau bak embun dikala pagi,
memberi kesejukan setiap hela nafasku,
kaulah rumput hijau yang takkan tumbang di derpa topan,dan kau akan terkenang dalam separuh jiwa raga ku,
karna kau,,,,,,,,,,,,,
melodi dalam syairku.

unknown

============================

cinta itu indah,dia itu anugrah,bila kita mencintai seseorang jangan engkau ingin memiliki dia,tapi membuat dia bahagia,,,,,,,,,,^_^

slam anderson

=========================

Aku TIdak Cinta UangMu
Aku Tidak Cinta KetampananMu
Aku Tidak Cinta KebaikanMu
Aku Tidak Cinta KecerdasanMu
Karena……
Aku Memang Tidak Cinta Kamu!

2hqk174witch@yahoo.com

===========================

101 CANDA BELUM TETNTU MENGUKIR SATU TAWA
101 OPINI BELUM TENTU TEMUKAN SOLUSI
101 PUISI BELUM TETENTU TAKLUKAN HATI
HANYA DENGAN PEERMOHONAN MAAF DENGAN HATI YG TULUS SUCI SEMOGA KITA BISA KEMBALI KE FITRI
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1429 H

marullahdado@yahoo.co.id

===================================

Sempat terfikir tuk kembali

Tapi langkah ini sudah lelah
Sempat terfikir tuk menunggu
Tapi dy dan aku memang tak lagi searah
Biar aku memilih jalanku sendiri
Tanpa dirinya
Tanpa cintany

Comment by sweet_a

=========================

==========================

 
PUISI….

P artinya PUNYA RASA
U berarti UNTUK KAMU
I memiliki IKATAN EMOSI
S bermaksud SENANGKAN HATIMU
I untuk I LOVE YOU….

(dari seorang temanku)

==========================

saat-saat terindah dalam hidupku adalah saat berada di dekatmu, sang pemilik wajah bersinar smg kebahagiaan selalu menyertaimu

======================

smakin dalam relung sakit yg kaubuat dihatiku, smakin dlm rasa sayangku padamu, waktu trus berlalu tapi kau masih tetap dihatiku

===================

cinta datang dan pergi, sampai kpnpun itik takkan jadi angsa, sampai kapanpun cinta tak mungkin dipaksa, mungkin sudah saatnya cinta itu pergi, sampai jumpa di alam baka

======================

UR SMILE

Your smile is a general
my heart a soldier

========================

AMONG THE STARS

Among the stars you´re the one that shines the most.Among the winds you´re the one that brings the warm air.Among the people you´re the one who I wanna give a rose.

=============================

KISS

if kisses wer rain id send u showers,
if fun was time id send u hrs,
if u needed a frnd id send u me!

======================

FORGET ME NOT

forgettin you is hard to do
forgettin me is up to you
forget me not
forget me never
forget this message
but not the sender

======================

SENT WITH A SMILE

god above
please protect the one i love,
sent with a smile,
sealed with a kiss,
i love the one who is reading this

========================

STOLEN

Your words of love steal
someone’s heart,
but you don’t know that your
heart is already stolen by me,
check it!

=======================

HOW MUCH U MEAN 2 ME

If i go 2 heaven an ur not der i’ll write ur name on evry stair 4 all 2 c how much u mean 2 me

=====================

FALL

U can fall from the sky
U can fall from a tree
But the best way to fall
is in love with me.

===================

LOVE ME

Love me,
dont hate me!
Your love is my life,
Your hate is my death!

======================

EVRY NITE

Every night when I look at the moon, it reminds me of you, how you can see the same moon. It makes me sometimes sad because I can see the moon, but I can´t see you.
sumber:
http://www.funsms.net/

=====================

mAkAn pIzzA di prAnciz
sAmbiL dengAr lAgu romantiz
bukAn mO sok pUitiz or drAmatiz
tapi mAaf……. aq calon artiz
cUma pEngen bAgi sms grAtiz
kAn sayAng klO gA abIz………..

gaara_54550@yahoo.co.id

====================

jangan menulis diatas kaca
menulislah diatas meja
jangan menangis karena cinta
menangislah karena dosa….

acrimariadi@yahoo.co.id / M.Asri Al-qodri

=========================

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba
jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup
jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi
jika kamu masih tidak dapat melupakannya

===============================

“Akan tiba saatnya di mana aq harus berhenti mencintai seseorang bukan karena aq putus asa mencintainya, melainkan karena aq menyadari bahwa orang yang aq cintai akan lebih bahagia apabila aq melepaskannya””

==============================

cinta adalah kau yang ku rindu
cinta adalah kau yang ku sayang
cinta adalah kau yang ter indah
cinta adalah kau yang ter cipta

=============================

Kehidupan adalah PERJALANAN
perjalanan butuh PERJUANGAN
perjuangan perlu PENGORBANAN
diantara CINTA dan AIR MATA
sebagai jalan menuju TAQWA

acrimariadi@yahoo.co.id

=============================

saat cinta datang ke rumah jiwa mengetuk pelan pintu hati,membawa sekeranjang perhatian dan setangkai kasih sayang, sambut dengan senyum malu silahkan duduk di sofa kalbu,suguhkan minuman ragu dan sepiring kue rindu, setelah cinta singgah di hati dunia terasa indah , sekali mendung terlihat seelok pelangi dan tak sabar …esok hari datang lagi,,,,,,,, yeeeeeeeaaaaaaaaaaaaa………….

acrimariadi@yahoo.co.id

================================

gAK trbUru2 tu “SABAR”, mo insyAf tu “SADAR” Ucap jAnji tu “NADZAR” Klo Blm MAkan tu trsa “LAPAR” Abiz dzuhuR tu “ASHAR” Lg Usaha tu “IKHTIAR”.. YANG BACA NI APA “KABAR”????

http://henyan90@yahoo.co.id

======================

fajar datang menjemput pagi
senja datang menjemput malam
kita hidup menjemput mati kita mati menjemput janji
nyawa sebentar akan berakhir
harta berlimpah akan sirna
seiring senja berganti malam
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1429 H.
MINAL AIDIN WALFAIZIN.

M.Asri Al-qodri

===========================

trnyta loe toe mnafik ya ..
gue g nyangka …
gue blang sma loe ya ..
g usah blagu de …
jgn sok baek ma gue ..
gue g btuh loe …
mnding loe mikir dlu klo mo ngmongin orang ..
loe kra loe spa …
pnting bgt loe kya gtu …
loe sdr g ..
loe sndri kya mna ..
muka 2 loe ..
jga tu mlut ..
kcewa gue ma loe ..
jgn hrp kita bsa kya dulu lagi ..

cut cut cut …
mna ekspresinya …
cie cie …
msa diem gtu ..
cmment dong ..
camera action …

eddy

=============================

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

================================

k4t4 oR4n9 pUtU5 4s4 Itu “do5a”
pUtU5 C1nT4 1tU “b1a54″
pUtU5 per5ah4bat4n itu “m3nyik5a”
T4p1 klw Putu5 5aNd4L “C4n9kin9 4j4″
Ha….Ha…..
M.Asri Al-qodri

=======================

ancik-ancik pucuking eri
selamat hari raya idul fitri
ndas gundul di kipasi
njaluk ngapuro awaku iki
ngutik-utik macan turu
mugi Alloh nglebur dosaku
taqobballohuminna wa minkum

hadini70@yahoo.com

==========================

karena ini engkau kunamakan si jantung hati
memompa lembut seperti angin memijat langit
berdenyut lincah seperti buih yg terus berkelit
dan darah cinta adl udara
dengan roh rindu yg menumpang lewat di dada

mizz_uchiha@yahoo.com

==========================

ikan hiu makan permen, i miss u man…
ikan hiu makan roti, i miss u sweety…
jaka sembung naik ojek, gue kangen lo jack…
burung nuri burung tekukur, i miss u honey selamat tidur…

mizz_uchiha@yahoo.com

=============================

monumen tinggi namanya MONAS
buah berduri itu NANAS
yang berisi disebut BERNAS
lawan dingin itu PANAS

tpi yang baca SMS ini KURANG WARAS
haaaaaaa……………….haaaaaaaaaaaaaaaa………………

acrimariadi@yahoo.co.id / M.Asri Al-qodri

===========================

buah duku buah rambutan
cuci piring bawah jembatan
entah jodohku entah bukan
yang penting persahabatan

acrimariadi@yahoo.co.id / M.Asri Al-qodri

===========================

jKa aQ dpAt mnJdi aIr mTa..
aQ in9in mEngLir dRi mTa mu,
brJLaN dpIpimU,
n mEnepI di bIbiRmU,
tP jkA qM y9 mnJdi Air mTa..
Qu tkAn mngiS,,

cX aQ tkAn rLa khlnganmu….

tiwi_gilr@gmail.com

===========================

duren = musuh
apel = temen biasa
strawberry = temen baek
anggur = orang yang ngangenin
melon = orang yang disayang
kiwi = orang yang didambakan
jeruk = sahabat
pir = orang yang spesial

pilih satu buah untukku ?

distance_g4@yahoo.com

=============================

satu titik dua koma aqu cantik sapa yg punya

rulif

============================

aku mungkin bukan temen terbaik untukmu, dan juga bukan sahabat untukmu, tetapi aku akan menjadi pendamping hidupmu sampai akhir hayat nanti.

arfan

============================

“SAHABAT” tu seperti bintang, walau jauh dy tetap bercahaya,
Meski kadang menghilang, dy tetap ada,
Tak mungkin dimiliki tapi tak bisa dilupakan,
Nan selalu ada di dalam hati yang amat dalam….

waty

================================

melon manis di air es
kemana ajach lo ga’ pernah sms

anak tikus rindu ibunya
sombong nich ceritanya

ada kepompong ada kupu
bales donk sms dari aku
=============================

pagi…. q ingat kamu…..
siang… q ingat kamu…..
sore…. q ingat kamu…..
malam…. q ingat kamu…..
karena kamu…. q selalu ingat….
pada dalamnya makna memiliki….
pada dalamnya makna mengasihi……
luv u….. my sweety…….

eno_retro@plasa.com

===========================

rumah prancis,berjendela kaca
salam manis buat yg baca

======================

aq mencintaimu
lebih dari yg kau tau
tiap hari,jam,detik………
slalu memikirkanmu
tak ada kesempatan
tanpa merindukanmu

rafli

=============================

Jika hati adalah istana
maka cinta adalah singgasana
ketulusan adalah mahkota terindah
senyum seorang Kekasih
adalah tahta tiada tara
I Miss you forever.

choesiem.magic@yahoo.co.id

============================

hujan derezzzzzzzzz pikiran ngerezzzzzzzzzzzzzz
mulut pedezzzzzzzzzzzzzzz perut mulezzzzzzzzzzzzzz
nasip apezzzz zMz gak di blzz…
aduh…………..napa zieh gak di blz…???????????????
loh tu kejem buanget…ama gue…

acrimariadi@yahoo.co.id

============================

Dia
1.Yang mencintaimu
2.Menyayangimu
3.Mengawasimu
4.Juga yang selalu menjagamu

siapa dia……

ALLOH SWT

dea008@ymail.co.id

=========================

kuingin seperti kapas ada tuk membalut tubuh mu
kuingnin seprti darah mengalir di setiap nadi mu
ku ingin seprti udara mngisi setiap ruang kosong di jiwamu
tapi yang pasti kuingin menjadi sahabatmu
menemani setiap langkah kakimu

dymas_ristomoyo@yahoo.com

========================

berjuta juta juta pohon kangkung hanya satu pohon beringin
begitu banyak gadis sekampung
hanya kmu yang ku ingin
siiiiiapa niiiiii…….?

agung

======================

detik, menit, jam , hari, minggu , tahun .. smwa itu smakin cepat berlalu.. waktu cepat skali bergulir di samping qt.. perlu kamu tau ,, semakin cepatnya semua itu berlalu, semakin cepat pula perkembangan cintaku padamu..

rivkiey

==========================

stiap malam….
ku slalu terbayang….
rambutmu yang panjang….
bajumu yang putih bersinar…
suaramu yang merdu…
wajahmu yang tiba2 pucat..

hingga ku pun sering mengigau..
KUNTILANAK……???

rah_m@n.com

=========================

BOSAN
JENUH
BINGUNG
MAU HAL YANG BARU

pengen berbagi cerita dengan
artis idola mu!!!!!!

cara nya mudah banget :
Ketik REGTINO
kirim ke (085245704615)

sms yang kamu dapat langsung dari hp Q loe!!!!

di jamin 100% halal gak mengandung daging babi..

=====================================

Revolusi cinta matiku
Telah bergema ke seluruh negeri
Ini adalah tonggak sejarah hidupku
Karena ku yakin kamu adalah takdirku

Dengan tegasnya ku nyatakan
Kamulah akhir perjuanganku
Kuburkan cinta cinta yang sudah sudah
Kemerdekaan aku kamu yang ku tunggu

===============================

Merah darahku bulat tekadku
Setelah aku tatap wajahmu
Berkobar seluruh jiwa dan ragaku
Untuk perjuangkan cinta yang ku yakini

Kamu adalah perempuan paling cantik
Di negeriku indonesia kamulah yang nomor satu
Aku tak akan bisa sukai lagi perempuan yang lainnya

============================

pantun:

Makan duren sambil ngelamun,
Hati-hati ketelen ntar bijinya……

Disana gunung, disini gunung…..
Ciptaan Tuhan dech……….

Ashiko_69@yahoo.com

=======================

aq KeceWa Ma U
U ngGa mIkiRin PerasAaNku
KiTa Kan DaH PeRnaH jaNji
KaLo SetIap MasAlaH HarUs diSeleSaikAn beR2
Kmu daH ngeRusaK KebUN PerShabAtan Qt

Npa Kmu ngGa peRnah CERita kaLo
KAMU DIKUTUK JD MONYET???

dhindha_peb3@yahoo.com

================================

Ono kupat nyemplung santen
menowo lepat nyuwun pangapunten

Mlaku-mlaku ning segoro
ning segoro dino seloso
yen aku duwe salah lan duso
aku nyuwun pangapuro

http://farhantaqwa.wordpress.com/

===============================

persahabatan itu ibarat tangan dengan mata, dikala tangan kita sakit dan terluka, maka mata akan menangis,,dan apabila mata menangis, tanganpun akan menghapuskan air mata..

yoga
================================

“Biarkanlah mereka itu, Mereka oang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang”

============================

Selamat datang dlm penerbangan RAMADHAN AIR,dgn no 1429H dgn tujuan idhul fitri..kita akan terbang dgn ketinggian 29/30 hari keatas permukaan haus dan lapar..para penumpang di wajibkan untuk memakai sabuk PUASA dan menegakkan kursi SHOLAT..penerbangan ini bebas asap PERSELISIHAN”sy Ady selaku pilot dan keluarga sbgi awak kabin bertugas mengucapkan Slmat Mennunaikan Ibadah Puasa..MHN MAAF LHR & BATHIN..
myadi_adi@yahoo.com

==================================

aKu dAn kAu sElaLu BeR$am@
WaLaU kEm@na KiTa bErdUa
sEl@m@t h@rI daN bUlaN Pu@sA
kITa BeRmA’af @n dI Ram@dHan TiBa
bolo DW

==================================

Jika cinta itu indah namun berduri, maka biarkan aku cuma sekedar kagum akan keelokanmu. jika rindu kamu bagaikan jalan yang lurus namun berjurang, maka biarkan aku berhenti untuk tetep setia menanti tulus perlindungan darimu.

jika cinta bagi kamu hanyalah sajian indah surga dunia, maka lain halnya dengan aku yang menganggap itu segalanya. hatiku bak kayu yang lapuk termakan waktu mengharap sandaran jiwa tuk tetep bertahan dalam rentangnya hidup yang tak terbaca sisa senja!

aqila@yahoo.co.id

==============================

Cinta Dunia, Dunia Akan Musnah

Cinta Manusia, Manusia Akan Mati

Cintalah pada Allah Karena Hanya DIalah Yg Kekal Abadi

^_^

Andry_malah@yahoo.com

================================

Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U.

rahmat_irmadas@yahoo.co.id

================================

Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.
Segalanya adalah untukmu.
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna
selalu saja ada kata dan kesalahan
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.
Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku.
Bersama 1000 cinta, Aa.

rahmat_irmadas@yahoo.co.id

===========================

Ada hewan makan kedondong( Q punya temen tapi sombong)

Beli pistol sambil makan es( Dia ga’ pernah Mscl ataupun SMS)

Ada pager ada duku( Tega bener dia pada Q)

herry_capri@yahoo.com

===============================

Org kaya naik mobil suzuki
Pulang rumah goyang kaki
Org miskin jalan kaki
Pulang rumah setengah mati

LuCAs

======================

TUHAN tu memberimu :
2mata,
2tLinga,
2tangn,
2kaki pdmu,

Tp TUHAN memberi hanya 1hati pdmu,

kalo qm mo mncari hati yG satu Lg yG bnar2 bs mngerti dan mnyayangimu.. aq siap memberikan punyaku bwt km seorang

======================

Cinta adalah keikhlasan untuk menerima pasangan dan mengerti kekurangannya… Kalimat yang mudah diartikan namun sulit untuk diaplikasikan.. Cinta datang untuk saling melengkapi perbedaan dan bukan untuk memperdebatkannya…

cinta tu..disakiti tp gak merasa sakit, menunggu lama tp rasanya sbentar..
menyakitkan tp indah..
menyenangkan tp sedih..
bikin pusing!!

==============================

BuruNG camar pke celana, Pa kabar yang disana?? Ikankakap jadi radja, Q harap baik2 aja. Burung elang bawa batu,sedang apa yang disitu?? Perut mules makan pepaya, balaz yaw???

RieKa GirL

============================

undang-undang NeGara RepublikCinta 2008

“PmBkaAn” bHw sSgHnYa jTh cnT aDLH HaksTiap rMJ & oLh sBB iTu maka sLrH larNgn oRng Tua hRs dHpsKn kRn tDk sSuai dG pRKmbGn & pMBbsAn pCntaan rMj, teLh sMPyLh pD sAat yG bRbhgiA dGn pNh kSh sYg mGnTrkn Qt k pNTu gRBg pErNikaHn. KmDiaN dRpD iTu uTk dPt mNkmTi pRosesPcnTaAn yG baik hRs dsRkn kPd rSa PngErtian, KtuSAn Yg MNdlM PerSaTuAn Hti, Sqp yG roMnts Sert MewUjuDkn Kesetian yang sesungguhnya

081374930281

andrebudiyanto@yahoo.co.id

==================================

‘Anda brmasalah dengan cinta?..
kini tlah hadir dikota anda “BENGKEL CINTA”
kami menerima:
- servis cinta yg macet
-las hati yg patah
-ganti oli khayal
-isi ulang air mata cinta
-pengecatan asmara yg pudar
Kami menyediakan suku cadang selingkuhan&accesoris
rayuan jika anda berminat hub:085752122131

ery__ayu bpp

=============================

roni waluya makan pizza
ini org kaya mo buang pulza
buah markisah buah kdondong
hey org susah jgn bengong gitu donk
buah cherry dimakan anakonda
eh sorry ,,, pan ane bercanda

yohana.utardi@gmail.com

==================

bila cinta harus berakhir dgan kesedihan ,,
jgn prnah menyesal dgan sebuah pertemuan ..
krna ,, org yg membuatmu sedih, adlh org
yg penah buatmu bahagia ……

vikii_cooll@yahoo.com

=======================
jalan-jalan ke kota baru
jangan lupa beli kain warna biru
kalau kau cinta padaku
katakan saja i love you

www.damstronk@yahoo.com

============================
=====================

walaupun you scerewet spongebob….secuek squtword……….segalak sendi…………sejahat plankton………..sbloon petric………spelit mr.crab……………..tetapi U adalah pacarQ FOREVER…………

uchy.anty@yahoo.co.id

=======================

bunga mawar jangan di bungkus kalau dibungkus hilang sarinya punya pacar jangan diputus kalau diputus sakit hatinya”

coklatneni@gmail.com

========================

when u miss me please call me…
when i miss u , i will miss call u…pelit bgt ga siiii

dr.ngesot@yahoo.co.id

==========================

I have a pen
my pen is blue
I have a friend
my friend is you…

ien_funny@yahoo.co.id

=========================

Luka Pa yG BikIn seneng……….

Luka’ta Gw cantik….
EmaNG..

LuKa..ta gW PiNtEr…
FakTA….

Emanx.. LUka’Wan
PalinG JU2r….

He.H3..H3………

wy_2009@yahoo.co.id

============================

wajah mu memang imut bodi mu kayak siput tingkah mu membuat ku salut tapi sayang! hobi mu suka kentut

hehoulai@yahoo.com

===================

JLN2 KE KOTA MALUKU
JGN LUPA BLI DUKU
KLU KAU CINTA PADAKU
BILANGLAH I L U

IWAN

==========================

Wanita diciptakn dari rusuk pria,
Bukan dari kepalany untuk mnjadi atasannya
Bukan pula dari kakinya untuk mnjadi alasny.
Melainkan dari sisinya untuk mnjadi teman hidupny
Dekat dg lengannya untuk di lindunginy
dan dekat pula dg hatiny untuk di cintainy,,,

Rye ^_^

==========================

orang di barat bilang permata itu indah aku diam…..
orang ditimur bilang intan itu indah aku diam
orang diselatan bilang emas itu indah aku diam…..
orang Di barat,timur,selatan semua diam….
saat aku bilang KAMULAH YANG PALING INDAH………

Fajar_punksejati@yahoo.com

========================

miLikiLah SEbuAh “HATI” yG tidak PerNah MemBenCi, seBuah “SENYUMAN” YanG tiDak perNah PudaR,SebuAh “SENTUHAN” yG tiDAk PeRnah MenYakiTi dan seBuah “PERSAHABATAN” yanG tidAk pRnah BeraKhir.

apriyanti margina

=========================

saat berakhir , tak pernah terpikir olehku …
tak sedikit pun aku bayangkan , kau akan pergi meninggalkan ku sendiri …
begitu sulit aku bayangkan ,
begitu sakit ku rasakan …
kau akan pergi tinggalkan aku sendiri …
akankah kau kembali … ???

vairuz_emo_muslim@yahoo.com

========================

huhu
aku mau makannnnnnnnnnnnn
ingat nasi
aku mau bokerrrrrrrrrr
ingat wc
aku mau tidur
ingat bantallll
cintaaaaaaaaaaa
mereka udah gilaaaaaaaa

(plesetan lagunya maia ahmad)

===============================

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

================================

sbnerx Q pngen ngomOng dr lbuk htiQ yg pling dlm,km tau saAt ni air mataQ menetes dgn sndrix membshi pi2, rsax pdih skli.Q mhoN pd U tlong”sebulno motoQ,KLILIPEN!!!!!!!! (artinya: tolong tiupin mataku, kemasukan debu ni)

korenk_blacklist@yahoo.com

===========================================

Aktifkan Pi-Ring anda dgn MENU : BAKSO s.d SATE. rAIH DISKON 10% . Ketik : LAPER kirim ke PERUT ANDA ( Rp 7000 + esteh ). Untuk stop ketik : WARTEG! info : hub. Warung terdekat

pingkan_sumampow@yahoo.com

========================================

q hnya ingn tau prasaan q ma km yg sbener’a
sbnr’a q tuch ??????????????????????????????????????

q tuch…………………….

U…U…Uenek bngt ma bau KAOS KAKI KMU YANG BAU BADEG DAN APEK !!!!!!!!

nzipperz@yahoo.co.id
intan & linggar

============================================

SeuTai KaTa TeRunGkAp dARi jiWa
SeUlaS sEnYum memBeRi PeSoNa
kU aLunKan NadA TaPi TiDaK beRsUaRa.
HanYa LeWaT sMs iNi kU TuLiSkAn,
“SeLaMaT SoRe SeMuA…..”

yuliana

===================================

Jika maTa aDaLah cAhAyA… mAkA haTi aDaLah PeRmaTa….. SaaT bAhAgiA MeRoNa…… mAkA TaWa aDaLaH waRna…… JiKa sEnYUm aDaLaH ibAdAh… mUnGkin “CINTA” aDaLaH AnUgRaH………

yuliet999@yahoo.com

=====================================

LeMoN teA !!!
///////
CI””””I sPeCiaL
t _ l 4 U

di BuaT dEnGaN 4 RaSa:
1. CinTa
2. KaSiH SaYanG
3. KeRinDuaN
4. KeikHlasAn
mAniEs KhaN ??
jGn LupA bAyAr DenGaN SenYuMaN yAh… ^_^

yuliana

========================================

naSi RaMeS daRi joGjA_
yG dApEt sMs caKep juGa_

BuaH MangGis diMaKaN uLet_
yG bACa sMs CaKeP BanGeT_

aDa sNoOPy di DeKeT KinGkOnG_
TeRpAkSa Aq BoOnG_

yuliana

===========================================

BeGiTu BanYak PersiNggaHan di jagaT raya ini ,,
BegiTu baNyaK HaL yang biSa qTa perbuat ,,
NamUn ….. Dari Sekian TEMPAt INDAH yanG pErnah ku lihat
dan DimaNa adA Hari Yang SaNgaT iNdah SeLaLu Ku KeNang di HaTi AdaLah ” KeTika Ku BersaMa mU ” ……..

novieenjoyz@yahoo.com

=============================================

Kau adalah Berlian yang tak mampu ku beli
Kau adalah Bunga yang tak mampu ku petik
Kau adalah Nafas yang tak dapat ku rasa
Kau adalah Hidayah yang tak dapat ku mengerti
Kau adalah Kupu2 yang tak mungkin ku sentuh
Kau adalah Matahari yang tak mungkin menghangatkan ku
Kau adalah Cahaya yang tak bisa bersinar untuk ku
kau pun Bintang yang tak bisa ku raih
Kau adalah Wanita yang tak dapat ku miliki. . . . . . . .
m.imamudin@yahoo.com

===============================

tanpa matahari, bumi gelap
tanpa aku, dunia sepi…..

tanpa kamu, kebun binatang sepi banget

ita_lovers@yahoo.co.id

================================

Seorang manager di sebuah perusahaan melihat ada seorang pegawai baru. Lalu dia menyuruh pegawai baru itu untuk datang ke ruangannya.

“Siapa namamu?”, pertanyaan pertama pun diajukan manager pada pegawai baru itu.

“John.” jawab si pegawai.

Manager tampak marah, “Dengar… aku nggak tahu tempatmu seperti apa dulu kamu bekerja, tapi aku tidak memanggil karyawanku dengan nama depan mereka. Itu melanggar etika dan akan menjatuhkan martabat. Aku hanya akan memanggil pegawaiku dengan nama keluarganya seperti … Smith, Jones, Baker… Mengerti, ya? Para karyawan di sini memanggilku Mr. Robertson.”

Nah, karena sekarang masalahnya sudah jelas, katakan siapa nama keluargamu?”, lanjut sang manager.

Pegawai itu dengan mengeluh menjawab, “Darling. Nama lengkap saya adalah John Darling.”

“Saya setuju, saya panggil kamu John saja…”, ujar sang manager terburu-buru.

DANI_danz@yahoo.com

======================================

Mlam kian larut,wkt’y trik sLmUt,cCi kaki biar g da SmUt,jgn dngr lgu dangdut,tKUt nnti manggUt2,sLam dr Si iMUT,”Bismika allahumma ahya wabismika amuut”.

febri

====================================

aKu mEmErLuKaN Mu sEpErTi aKu mEMeRlUkAn uDaRa tUk bErNaFaS . . . . . . .KaU Be9iTu PeNtIn9 Ba9i hIdUp kU . . . . . . .tErImA kASiH tUhAn KaU TeLaH KiRiM bIdAdaRi iaNx cAnTiK,bAeX,AnD SoLeH Ba9i kU . . . . AkU SaN9At bAhA9Ia . . .aNd aKu cAyAn9 BaN9Ed . .

CuNz ‘X DeNiE
==================================

kata pak polisi ciuman itu kasus

kata bu guru ciuman itu rumus

kata dokter ciuman itu firus

kata pacar.. ciuman itu haaaaaaaaaaaaaaaRuuuuuuuuuuuuuuuuuus

jika mata adalah cahaya maka hati adalah permata
mawansudar@yahoo.com

=======================================
hati tak snag bkn krna cntayg hlng,tp krn tak pnya uang,hati sdih bkan krn di tinggl kkasih,tpi krna isi dmpet slalu brsih,hdup sngsra bkn krna doi tak stiatpi krna tak pny pulsa,hdup tnpa cnta bsa bhagia,tpi hdup tnpa plsa bkin kta metana’kni aku cmberut’bkn krna pcr drbut”tpi krn hp bkin aku bangkrt..
aminromadlon@yahoo.co.id

======================================

pa’Jaya tukang salsa
binatang rusa makan kedondong
orang kaya mau buang pulsa
orang susah bales dongggggggggg

*sakerhetzzzz*

===========================================

POHON RANDU
CONDONG KE BARAT
BILA RINDU
TULISLAH SURAT

BATIAR.N.D IX C SMP 2 DAWE

=====================================

buah gedondong
buah aren
biar gondrong
asal keren

beli baju di semarang
bayar dulu baru pulang
sung guh lucu cewek sekarang
di cium satu minta diulang

muchammad ridwan IX E SMP 2 DAWE

=======================================

ada lilin di gereja
hanya satu yang menyala
banyak lelaki didunia
hanya satu yang ku cinta

khu_cakit@ya.com

=========================================

emas murni Dua puluh empat karat
Aku ga bisa nemeni Pulsaku lagi sekarat

=====================================

orang bilang 1 jam sama dgn 60 mnt.
1 mnt sama dgn 60 detik.
tapi mereka ga tau1 detik tanpa kamu bagiku ….
serasa seabad!

windy.nirma@yahoo.co.id

====================================

malam telah larut, namun mata ini tetap tak mau terpejam.. khayalan demi khayalan membesit dan semakin menjelma di benakku…
terbayang akan dirimu, dirimu dan hanya dirimu…
begitu besar cinta ku padamu, begitu kuat perasaan ini untuk mu, namun kusadar betapa dalam cinta telah mempengaruhi diriku akan cintaku padamu yang tak pasti…
salam buat cinta yang sejati dan selalu pasti apa adanya…

ramlis5588@yahoo.co.id

==========================================

Q Hrs Mengaku! sEjK mEN9eNl mO,
Q tK dPt MeLpkn Moe
KrN Ssetiap Mlm Kau sLL hDR dalam mimpi koe
dAn meBuat koe Snantiasa Sll MenGgt Moe Sungguh Aku Sayank Kmoe………….
Cntakoe

http://www.6174-flowers.com

=====================================

Lonceng Tidak Akan Terdengar Bila Tidak Dibunyikan.
Lagu Tidak Akan Indah Bila Tidak Di Nanyikan.
Kasih Tidak Akan Terasa Bila Tidak Dibagikan……..
Good Day Every Body…….. Gbu

yuliana

==================================

i!i!i:…:i!i!i:.
(i!isWe3t!i!)
‘+DreaM+’
“+::+”

bAntaL haTi dR Qu..

Agr KaMu BiSa tDr dng’n leLap..

.:G’Nith N cWeet Dream:.

onemallmsteen@yahoo.co.id

========================================

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

=========================================

8 3 1

8 huruf

3 kata

1 arti

I LOVE YOU
meme

=========================================

Aku bukanlah seorang malaikat.
Tapi kuingin bahagiakannya, penuhi harapannya, dan tumbuhkan kceriaannya.
Putih tak selalau benar, buruk tak selalu hitam, dan bijak pun tak selalu netral.
Hanya segelintir yang mengerti perasaanku.
Apakah masih dapat bila inginku menjadi malaikatnya tanpa sayap????????

meme

====================================

Bersyukurlah u/ masa2 sulit,
dmasa i2lah km akn b’tumbuh;

bersyukurlah u/ keterbatasanmu,
krn i2 akn membrimu kesempatan u/ berkembang;

bersyukurlah u/setiap tantangan baru,
krn i2 akn membangun kekuatan n karaktermu;

bersyukurlah u/ kesalahan yng km buat krn i2 akn memberi pelajaran berharga buatmu……

yuliana

====================================

PanTUn meLAyu
mNgatakn..

Anak mOnyet
iLang disawah…

Org2 sibuK
mencari..

BILA anda tekan
kebawaH..

Anda lah mOnyet
yG kmi cari..

WakAkKaKkAK

febri
=============================================================

singkatan2 aneh:

DJARUM: Demi Jandamu Aku Rela Untuk Mati
SLANK: Sudah lama Aku Naksir Kamu
SMS: Selangkah Menuju Selingkuh
TBC: Tekanan Batin Cinta
TBC: Takhayul-Bid’ah-Churofat
STMJ: Selalu Terkenang Meskipun Jauh
STMJ: Semester Tujuh Masih Jomblo
AIDS: Akibat Impian Dipendam Setahun
AIDS: Aku Ingin Disini Sendirian
PMS: Pedihnya Menanti Sentuhanmu
SARS: Sakit Akibat Rasa Suka
CBSA: Cinta Bersemi Sesama Aktifis
CBSA: Cinta Bersemi Saat Aksi
SPMB: Seperti Pungguk Merindukan Bulan
KASET: Kenanglah Aku Sebelum Engkau Tidur
HIV = Hanya Impian Velaka
SAKAW = SAkit KArena engkaW
KOLERA = KOk LoE ngga ngeRAsa sih ?
FLU = Feeling Lonely, Uuuhh …..
Sudirman: suka dirumah teman
sudirja: suka dirumah aja
letjen = lewat jendela
jahat = jatuh hati
jaim = jaga iman
sebel = seneng betul
ATM= aku takkan memiliki (lagunya caffein)
ITB = Ingin Tidur Bersama
ITB = Institut Terkenal Banget
ITB = Institut Terlanjur Beken
ITS = Ingin Tidur Sendiri
STAN = Sekolah Top Anti Nganggur
sobat = bakso babat
benci = benar2 cinta
sufi = suka film (bwt orang yg hobi nonton)
gadis = gagah tapi sadis
dedi dores : dengan di sertai doa restu
PMDK : Pria Masa Depan Ku
romantis = rokok – makan – gratis
abcdefg = aduh bo cape deh eike fusing gila
santi utomo = sampe nanti see you tomorrow
Diana = Diam-diam Mempesona,
Ramlan = Ramai Lancar,
Rojali = Rokok Jarang Beli
Jamaludin = Jalan malam udara dingin
Jojoba oil : jomblo-jomblo bahagia oke dan gokil.
Ijo lumut : Ikatan jomblo lucu & imut.
Ijo tomat : ikatan jomblo terhormat
Kejora : kelompok jomblo ceria
Joko tingkir : jomblo kok kikir (pelit)?
kejut : kelompok jomblo tulen
kejang : kelompok jomblo periang
kejar : kelompok jomblo artistik
Kutilang Darat = Kurus Tinggi Langsing Dada Rata (pria!!!)

Kolang Kaling Dalam Gelas = Calling Calling Kalo Nggak Jelas

=================================================

Nama kota:

H.O.L.L.A.N.D
Hope Our Love Lasts And Never Dies

I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You

L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also

F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End

C.H.I.N.A.
Come Here….. I Need Affection

B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always

N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers

I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration

K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing

C.A.N.A.D.A.
Cute And Naughty Action that developed into
attraction

K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity

E.G.Y.P.T.
Everything’s Great, You Pretty Thing !

M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always

P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone… Remember Us

T.H.A.I.L.A.N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull

J.A.K.A.R.T.A
Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada

autor: unknown

==================

kumpulan sms konyol

================================

 

agar setiap langkahku…… Slalu mengenang dirimu………
ijinkan aku tuk mengukir namamu……
disandalku……
he he he…

heru_setiawan16@yahoo.com

===============================

ikan hiu kena ombak
i love u mbak

dzulfikar

==========================

loe asyik
gue nyantai,
loe usik
gue bantai

hani_sW3t@yahoo.com

=============================

mungkin CINTA pernah menyakiti kita .
tp lebih menyakitkan lagi jika CINTA meninggalkan kita

ariko

==============================

Persahabatan ibarat sebuah rumah .
/\__\_ \
[#]___]

gag perlu mewah .
gag perlu kaya .
yg penting kita bahagia di dalamnya
bundaiiah_281108@yahoo.com

===============================

jika hujan besar turun .
cobalah keluar .
hitung dan rasakan banyaknya titik air yang jatuh dari atas langit .
krna sebanyak itu lah aku bersyukur pada Tuhan dapat mengenalmu

bundaiiah_281108@yahoo.com
=================================

aku termenung di sekap dinginnya malam .
hanya memikirkan ketidak pastian .
hanya menunggu kegundahan hati yg slalu brtanya – tanya .
apakah mungkin hatinya bisa untuk aku ?
hanya rasa bimbangku .
dan biarlah diriku mencintaimu hingga ujung usiaku .

bundaiiah_281108@yahoo.com

====================================
puun pisang, puun palem!
tadi siang sekarang malem!

gw kuda, loh kebo!
dah ya met bo2!

jngn jaim, ngMut permen!
nice dream my prenz!

good night!!!

heru_setiawan16@yahoo.com

=========================

Sok
GoZok
Gzok
Hp ajaib

tunjukkanlah wujud asli
yang baca SMS

ABRAKADABRA

.+*’*’*+.
0( @..@ )0
“(——)”
***

alamak kok monyet sih!!!!
maaf salah mantera he!!

heru_setiawan16@yahoo.com

================================

tak kuasa menahan hasrat

ingin rasakan hangatnya dirimu

bibirku basah saat menyentuhmu

setelah itu ku berkata…………

teh anget-e piro mBokde!!!!
heru_setiawan16@yahoo.com

================================================

Pak camat punya anak kembar
sepi amat ga da kabar. ????
=============
Si Rini bawa kain
siang gini gi ngapain. ???
============
Kue lepet pake singkong
kalo sempet bales dong. !!!!!!!!!!!
Yuliet@Yahoo

=============================================

ada 5 glongn org mscall
1. promsi nmor
2. kecaperan
3. gak da modal
4. iseng
5. gak da kerjaan

kamu termasuk yang nmor brpa??

unknown
=====================================

cinta bukan hanya bahagia!

bohong bila selalu gembira*

dusta bila selalu sengsara’

namun dalam cinta terdapat berjuta-juta rasa yang menambah aroma dan rasa sebuah cinta jadi tolong jangan salahkan cinta bila hatimu kelak terluka……….

arlam_212@yahoo.com
arul

========================================

Pohon sawo lagi di ukir
Ada cowo lagi gwe taksir

Makan kolak pake kolang-kaling
Jgn di tolak jgn sampe berpaling

Burung beo makan ikan pepes
Ayo sms….

Chritsz_canthique

======================================

BuAyA Ap yg :
BaeX
iMuwTz
MuAniZt
PeNyAyAnG
PeRhATiaN
geMeZin
LucU
NgaNgeniN

Mw Tau!!!!

BnER!!!

BuAyAnGin Aq aZa!

He he he…..

heru_setiawan16@yahoo.com

==================================

kumpulan sms mesra – kumpulan sms-sms mesra – sms indah – sms lebai

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

================================================

“Sebelum engkau bergelar syuhada, tetaplah bertahan dan bersiap siagalah! )|(”

==========================

Dari semua muslim yang ada, hanya sedikit yang sadar. dari sedikit yang sadar itu, lebih sedikit lagi yang berdakwah, dari yang berdakwah itu, lebih sedikit lagi yang berjuang. dan dari sedikit yang berjuang lebih sedikit lagi yang bersabar. dan dari yang bersabar itu, lebih sedikit lagi yang sampai pada akhir perjalanan

=============================

“” Ya Allah…. Tenangkanlah pikiranku sabarkanlah langkahku…Tetapkan lah hatiku dalam mengharap Ridho_Mu, demi tegaknya Agama_Mu “”

==============================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

=============================

“you have deep feelings for someone, so why fight them? act on your desires instead of running from them you may not get the result you wanted,but at least you won’t be left wondering what could have been -NN-”

=============================

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.(HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)”

============================

“”fOrGive mE,i LoVe hiM,i FoNd hiM.. “hE wHo nEvEr aSk aNythiNg abOut mY dEePeSt fEeLing.. “hE wHo nEvEr tRy tO uNdErstAnd aBouT mE.. “hE wHo tAkE mY dReAms aWay.. “hE wHo aLwaYs mAke mE thiNk aBouT hiM.. AND HE IS YOU….””

================================

Sesungguhnya seorang mukmin adalah penanggungjawab atas dirinya karena hendaknya ia senantiasa mengintrospeksi diri karena Allah semata

Adalah hisab di yaumil qiyamah nanti akan terasa lebih ringan bagi suatu kaum yang terbiasa mengintrospeksi diri mereka selama masih didunia, dan sungguh hisab tersebut akan menjadi perkara yang sangat memberatkan bagi kaum yang menjadikan masalah ini sesuatu yang tidak diperhitungkan

Sesungguhnya seorang mukmin adalah suatu kaum yang berpegang teguh kepada alquran dan memaksa amalan-amalannya agar sesuai dengan alquran serta berpaling dari hal-hal yang membahagiakan mereka.

Sesungguhnya seorang mukmin didunia ini bagaikan tawanan yang selalu berusaha untuk terlepas dari perbudakan. Dia tidak merasa aman dari sesuatupun hingga dia menghadap Allah karena dirinya mengetahui akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu.

Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasihat dari dalam dirinya sendiri.

(Mawa’izh lil Imam Al hasan Al bashri)

======================================

Ibnu Wahb (wafat th. 197 H) rahimahullaah berkata, “Aku mendengar Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata, ‘Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah Surga.’” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/230, no. 254))

====================================

“jGn juAl ni’mat akhirat QiTa,,jk hny uTk mNdpTkn dUniA,, aRtinYa dunia ini gK aDa aPa2ny bilA diBanDinGkn jAnJi ALLAH uTk Qt jK qT mnGejaR ktaQwaan kpd-Nya. ssunGGuhnya ALLAH tdk pRnah meNginGkari jANji & Maha menepati janji.”

===================================

“BERUSAHALAH AGAR UMAT INI LAYAK DI TOLONG OLEH ALLAH. DAN TIDAK AKAN DATANG PERTOLONGAN ALLAH, KECUALI KITA KEMBALI KE AGAMA KITA DENGAN SEBENAR-BENARNYA”

==================================

Ya Allah..
jadikanlah kami berteman hanya karena ridho-Mu
yang saling menyayangi
yang saling menghormati
yang saling mengerti
yang saling berbagi
yang saling menghibur di kala duka
mengingatkan di kala bahagia
mendo’akan dalam kebaikan,dalam kearifan,serta saling menyempurnakan dalam ketaqwaan
amiin ya Robbal’alamiin..

===============================

“Ohh ALLAH bless us with Al-Qur’an, Make it our leader our light our guide and blessing.. ALLAH..remind us of what we forget ‘n teach us, what we don’t know ohh My beloved ALLAH, do Al-Qur’an has our reading all night and all day,..”

==============================

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat

==============================

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

===============================

Berusaha mencari jalan kembali.. Setelah jauh melangkah.. Meski harus tertatih..

============================

Dan sabarkanlah dirimu untuk selalu bersama dengan orang-orang yang menyeru kepada Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kamu palingkan kedua matamu dari mereka karena mengharap perhiasan kehidupan dunia.._18:28

===========================

Umar bin Khaththab ra berkata:” Hisablah dirimu sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang! Sesungguhnya berintrospeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab di hari kemudian. Begitu juga dg hari ‘aradl

==============================

“Semua yang ada dalam hidup AKU adalah anugrah terindah yang pernah ALLAH berikan buat AKU dan belum tentu semua orang dapat merasakan indahnya jaln hidup Q”

============================

“Setetes air mata cinta ini, hanya untuk mu yang telah aku mencintainya karena Alloh. Arti cinta yang sesungguhnya hanyalah pada Dia yang telah memberikan rasa cinta pada hati ini, Alloh Azza Wajalla semata.”

==============================

“Waktu terus bergulir… Dunia melangkah pergi, Akhirat kian menghampiri, dan kematian sewaktu-waktu menjemput.. Sungguh beruntung pribadi yang memanfaatkan waktunya untuk selalu beramal shalih…”

===============================

kesedihan bisa mempengaruhi suasana hati,tapi ketahuilah hati akan bersinar bila dirundung kesedihan karena meratapi habisnya umur dengan mengisi kehidupan di dunia yang tidak bermanfaat. sahabatku, bangkitkan diri kita untuk istiqamah taat pada perintah ALLAH SWT.

=============================

Hubaib berkata pada sahabatnya pada malam hari : “Bangunlah sahabatku!! Karena perjalanan kita masih panjang, sementara bekal kita hanya sedikit. Sedangkan orang2 sholih sudah berjalanmeninggalkan kita, sementara kita masih di sini.

Mufadhdhol ibn Yunus ketika pagi tiba ia berkata : “Genap sudah semalam umurku. Satu malam dari umurku sudah berlalu, sedangkan aku belum berbuat apa2 untuk diriku, akankah siang ini berlalu begitu saja???

============================

dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan kekal. _Thaahaa:131

===========================

1 pohöN bs jd HuTAN.

1 seNyumaN bs jd /HATiAN.

1 seNtuhAN bs jd Hal yg TAk TrlupAkAN

1 orANg sprTimu
bs jd rebutAN
==========================

“Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, carilah kekayaan di dalam pernikahan, karena Allah berfirman “jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dari karunia-Nya (An-Nur:32)””

===========================

“Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku”(Q.S. Adz-Dzaariyat ayat 56)

========================

“Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Dan aku (Rasulullah) adalah sebaik-baik Salaf bagimu.” (H.R Muslim)

“Tidaklah menjadi baik akhir umat ini, melainkan dengan apa yang telah memperbaiki dengannya generasi pertama umat ini. Maka setiap apa yang pada hari itu (zaman shahabat) tidak dikatakan sebagai agama, maka tidak pula hari ini (zaman sekarang) dikatakan sebagai agama.”

Ulama kita terdahulu selalu mengatakan : “Berpegang dengan Assunnah adalah keselamatan.” (Al-Lalikai 1/94 no.136)

Adalah mengagumkan ada seseorang pada hari ini yang mendakwahkan As-Sunnah . Dan lebih mengagumkan lagi adalah orang yang menerima dakwah As-Sunnah. (Irsyadus Sari Fi Syarhis Sunnah lil Barbahari,hal 248)

Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.

=============================

“”ketahuilah bahwa musuh tauhid a/ orang yg punya ilmu,pandai berdalil&pandai bicara. akan tetapi 1 orang awam yg mengerti tauhid akan mampu mengalahkan sekian banyak tokoh ahli syirik.” (syaikhul islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab)”

============================

Hati yg bersih akan peka terhadap ilmu. apapun yg dilihat, didengar, dan dirasa akan menjadi samudera ilmu yg membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini…

Salam Ukhuwah …

Barang siapa yg menjadikan akhirat sebagai harapanya Allah memberikan kepuasn dalam hatinya, menghimpunkan segala impiannya, dan dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk… ( HR.Tarmidzi)

=============================

Mari ngaji Islam dengan manhaj Salaf…..

Kenapa ? Karena Islam lebih difahami dengan benar oleh mereka para Sahabat, kemudian generasi setelahnya (Tabi’in) dan kemudian generasi setelahnya (Tabi’ut Tabi’in). Jadi menimba ilmu dari mereka para Salafus Sholih adalah The Best Choice….

Para Salaful Ummah (ummat terdahulu) lebih mengerti dan lebih faham tentang Agama ini karena mereka lebih dekat kurun waktunya dengan Rasulullah SAW dan Rasul pun menyebut kurun mereka dengan : sebaik-baik kurun (sebaik-baiknnya generasi)

Jadi berusaha untuk belajar dan mendalami Islam dari para Salafus Sholih adalah salah satu bentuk Jihad yang Utama.

======================================

“Barangsiapa yang dihendaki Allah kebaikan,maka Allah berikan pemahaman kepadanya dalam urusan agama.”(Muttafaqun’alaihi)

“begitu banyak orang yang menyeru agar bertakwa kepada Allah ta’ala namun begitu sediktnya yang melakukannya”

Ku hanya bisa kasih nasehat tuk semua saudaraku dan diriku sendiri bahwa,

bertakwalah kepada Allah ta’ala,
Janganlah melihat besar kecilnya dosa dan kedurhakaan,…
tapi lihatlah siapa dan keagungan Dzat yang kita durhakai…
Dan..
Senantiasa berhati2lah mengarungi kehidupan ini
yg penuh ranjau yg menggiring seorang insan menuju lembah kehancuran baik dunia maupun akhirat
krn syeitan dan bala tentaranya tak akan pernah putus asa menggoda anak adam sampai ia menjadi teman bagi dia di dalam api neraka…

Bertobatlah dengan sejujurnya kepadaNYA….
Ketika pintu-pintu telah ditutup,
ketuklah pintu sang pencipta
yang senantiasa menyambut keluhan dan doa seorang hamba, ketahuilah..
seandainya Allah ta’ala mengabulkan semua permohonan semua makhluknya maka tidak akan mengurangi kekayaan Allah ta’ala sedikitpun.

Dialah yang Maha Kaya…

http://profiles.friendster.com/37707749
=================================

““Seseorang akan terhalang untuk memperoleh rezeki karena dosa-dosa yang ditanggungnya” (Shahih Ibnu Majah, hadits hasan, nomor 3248)”

============================

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadiid : 20)

============================

“ASSLMLKM,kulon nuwon,punten,mangga, semoga dengan ini kita dapat pererat tali silaturahmi diantara umat muslimin wal muslimat,kita hancurkan setiap kaum kafir laknattullah hingga tak ada kata didunia ini selain kalimat tayyibah.”

============================

“Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.”

=========================

betapa durhakanya seorang manusia, ia tak bermaksiat ketika bersama manusia namun terang-terangan melakukannya ketika bersama Rabb-Nya

==========================

“ketentraman dan hidayah… keduanya adalah mata air kebahagiaan…”

===========================

“Satukan ummat di atas al qur’an dan as sunnah yang shohih dengan pemahaman salafus sholih.”

===========================

Rasulullah bersabda “Akan ada sekelompok dari umatku yang akan menghalalkan (padahal hukum asalnya HARAM) zina, khamr, sutra, dan musik (HR.Bukhari)

==============================

“(ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” ( Al-Furqan : 63 ) “ Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” ( Al Furqan : 63)”

===============================

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\ — AW

=========================

Berbicara cinta sejati, ketahuilah sesungguhnya segala ni’mat ini adalah dari Allah SWT, termasuk ni’mat mencintai lawan jenis, untuk itu gunakanlah bingkai yang dibenarkan oleh syariat, dan bingkai itu adalah pernikahan. Itulah sunnah yang sesungguhnya,

===============================

Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” Tafsir Al-qurthubi, 13/206

==============================

IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN!

Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam……
…….!
Oleh sebab itu Ibnul Qayyim mengatakan di dalam sebuah kitabnya, “Asas segala kebaikan adalah pengetahuan yang kamu miliki bahwa apa pun yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allah inginkan tidak akan terjadi. Dengan demikian maka pastilah bahwasanya segala kebaikan adalah berkat dari nikmat-Nya, sehingga kamu pun wajib mensyukurinya dan merendahkan diri untuk memohon kepada-Nya agar Dia tidak memutus kenikmatan itu darimu. Dan juga menjadi terang bahwasanya segala keburukan itu timbul akibat tidak mendapatkan bantuan dari-Nya dan tertimpa hukuman-Nya. Oleh sebab itu segeralah kamu memohon kepada-Nya agar Dia menghalangimu supaya tidak terperosok ke sana. Dan juga mintalah kepada-Nya agar tidak membiarkan dirimu sendirian dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan kejelekan. Semua orang yang mengenal Allah pun telah sepakat bahwa segala kebaikan maka sumbernya adalah karena taufik dari Allah kepada hamba. Dan mereka pun sepakat bahwa segala keburukan merupakan akibat hamba tidak mendapatkan pertolongan dari-Nya…” (Al Fawa’id, hal. 94).

===============================

===========================

 

“Dari Imran ibnu Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali sesuatu yang baik.” (HR. Al-Bukhari no. 5652 Muslim no. 53)”

http://profiles.friendster.com/28542234

===============

“Ingatlah bahwa salah satu sifat muslim sejati adalah bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat.Subhanallah.. …”

http://profiles.friendster.com/29792576

====================

““Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”

============================

“saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku dizinahi oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu”

http://profiles.friendster.com/29514909

==========================

“”Ya Robbii, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi Karunia” ( QS. Ali ‘Imron : 8)”

http://profiles.friendster.com/30048519

=======================
kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani
=======================

“ambil pelita yang menerangi bukan api yang membakar”

http://profiles.friendster.com/30472558

===========================

“”sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian ( al hujurat:13)”

http://profiles.friendster.com/31604071

========================

wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..)

======================

“Iman seseoRang dapat naik dan dapat turun. jaGaLAh imAn kita agar seLALu baGus!!!”

http://profiles.friendster.com/31871367

===================

“jENgGoT yES!!! iSbaL No!!!”

======================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

http://profiles.friendster.com/31234572

=====================

Keberuntungan ialah bertemunya persiapan dengan kesempatan

========================

“jlnilah hidup ini penuh dgn takwa&tawakal wahai manusia, karena bumi ini hanya titipan ALLAH SWT semata. Jihad fi Sabilillah dgn keridhoan ALLAH SWT dimuka bumi ini,jgn ada p’pecahan shg b’cerai berai antar saudara muslim.

http://profiles.friendster.com/33834873

======================

“Ya Allah tunjukkanlah kebenaran kepada orang-orang yang tersesat itu . . . Amin”

=====================

“jangan pernah mengeluh atas apa yg terjadi,,tp berpikirlah untuk merubah n menikmati yg sedang terjadi….”

http://profiles.friendster.com/33563188

==========================

“Friends are : Those who think and care about u…when u r far away from them”

=======================

==========================

 

“bukan dari tulang ubun ia dicipta sebab bahaya menjadikanya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki sebab nista menjadikannya diinjak dan diperbudak..tapi dari tulang rusuk kiri..dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi”

==============================

“Have the courage to try it and then have the faith to believe.. you can do it!!”

============================

“Semua OraNg IngIn MeNjaDi SemPurNa…Tapi MeNjadi SempurNa Itu MELELAHKAN!!!!!!!!! Hanya deNgan BersYukur atas Apa YaNg TeLah DiaNugerahKan pada Diri QtLah… Qt Bisa Mencapai KesemPurNaan…=)”

==========================

“” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? ” Al-Ankabut [29:2]“

==========================

““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

==========================

“” Untungnya orang mukmin, semakin banyak masalah, semakin mustajab doanya, bukan perjuangan tanpa kesulitan, tapi dalam kesulitan ada ketenangan, memugar kekuatan.. kita tidak sendirian..”

=======================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

http://profiles.friendster.com/user.php?uid=31234572

==========================

“”Lidah yg kenal akan Tuhannya.. tak sempat dia melukai makhluq Tuhannya dan membangga2kan manusia yang ditempelinya.. Otak yang tahu siapa Tuhannya.. tak sempat dia memikirkan cara m’jatuhkn org lain dan memulia2kn tmpurung yang ditumpanginya..””

http://profiles.friendster.com/user.php?uid=69349868

============================

Assalamu’alaykum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh Segala Puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin, Salawat dan Salam semoga tercurah pada Rasulullah, istri-istrinya dan Ahlul Baitnya serta sahabat dan pengikutnya yang istiqomah hingga Hari Yang Ditentukan”

===========================

“jadilah engkau makhluk yang kucintai hingga akhirat nanti….”

=====================

““Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau (musafir) yang melalui suatu jalan.” (HR. al-Bukhari)”

=======================

“Dunia t`bagi manjadi 3 hari saja. Pertama, hari kemarin, sudah kita lalui dengan segala apa yg terjadi dan tdk bisa terulang kembali. Kedua, esok hari, yg mungkin tdk akan kita temui. Ketiga, hari ini, milik kita. Kerjakanlah sesuatu yang kita mampu”

=====================

“kesederhanaan membawa kewibawaan, kesombongan menjadikan kepenatan dan kehinaan…adigang, adigung, adiguno.”

http://profiles.friendster.com/10310098

=========================

“Bila kamu mampu berbuat demi Allah dengan ridha dalam keyakinan, maka lakukanlah. Dan bila kamu tidak mampu, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap sesuatu yang kamu benci terdapat banyak kebaikan…

http://profiles.friendster.com/12899248

===============================

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR. Muslim no. 7126)”

==========================

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR. Muslim no. 7126)”

============================\

“”Barang siapa yang bersyukur kepada KU niscaya akan kutambah nikmatnya…””

========================

“Salam Ukhuwah… Perjuangan memerlukan keikhlasan.. ISLAM pasti bangkit…TAKBIR!!!! …4UI AKBAR!!!”

=====================

“Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri”

=======================

“Sungguh, berhati-hatilah terhadap segala pujian atau sanjungan. Terlebih lagi jika pujian itu diucapkan di depan banyak orang. Di balik pujian itu, tersembunyi sebilah pedang yang bisa memenggal leher orang yang gemar dipuji.”

http://profiles.friendster.com/13562955

============================

“T’senyumlah..dan sebarkan kebahagiaan dlm hatimu.. Lakukanlah tanggungjawabmu dg lapang dada..tanpa keluh kesah.. Ihrisiy! Ishbiriy! Laa ta’jaziy!!!”
http://profiles.friendster.com/13180662

============================

“Teman seribu masih sedikit. Musuh satu kebanyakan (Ali r.a). Ingat!! senyum, salam, sapa.”

============================

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon cinta kepada-Mu dan orang-orang yang mencintaimu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada Cinta-Mu Ya Allah hidupkanlah hatiku dengan Cintamu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti yang engkau Cintai dan Ridhoi”

=====================

“emas tak akan ada harganya bila disandingkan dengan cinta..”

=========================

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

=========================

“HAYALAN YG TERBAIK IALAH INGAT DOSA DAN TAUBAT”

============================

“Tiada hal yang terindah, selain mendengar suara murattal Alquran. <-> Mendukung pembubaran Ahmadiyah”

=========================

“yesterday is yesterday… today is a gift… tomorrow is a mystery…”

=========================

“Petunjuk itu milik Allah. Barang siapa yang di beri petunjuk, maka tidak ada sesiapapun yang akan dapat memberi kesesatan padanya. Dan barangsiapa yang di sesatkan olehNya, maka tidak ada sesiapapun yang akan dapat memberinya petunjuk”

http://profiles.friendster.com/79725269

======================

“Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu berwasiat: ‘Dunia akan pergi berlalu, dan akhirat akan datang menjelang, dan keduanya mempunyai anak-anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia..’(HR. Al-Bukhari)”

http://profiles.friendster.com/17395040

======================

“”When I look at you, I can’t deny there is a God, cause only God could have created someone as wonderful and beautiful as you.””

http://profiles.friendster.com/17742699

==================

“Allah adlh tujuan q,Muhammad adlh utusan Allah,Al-quran pedoman q,mati di jalan Allah adlh cita2 q لاعزّة الاّ بالجهاد!!!!!”

===================

“ya Alloh smoga engkau tidak menghukumku karena apa yg mereka katakan.Ampunilah aku atas apa yg mereka tidak ketahui.Dan jadikanlah aku lebih baik dari pada yg mereka perkirakan.HR.bukhori…”

=====================

“”sesuatu yg tdk klhtn it bkn berarti dy tdk ad. biarlah dy ttp tersmbunyi n bersemayam dsna. krn suatu saat dy akn mncl d saat yg tpt.””

http://profiles.friendster.com/17259129

=====================

““Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.””

====================

“Jika kau mendidik seorang laki2 maka kau hanya mendidik seorang manusia, Jika kau mendidik seorang wanita maka kau telah mendidik seluruh manusia. SUBHANALLAH..”

=====================

“An Abu Huroiroh, Rasululloh bersabda “Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Bukhory)”

========================

“”Dan bertaubatlah kalian semua orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”(An-Nuur: 31)”

======================

“nuntut ilmu kuliah aj bisa serius, jd nuntut ilmu agama yg lbh penting harusny bisa merasa lebih haus lagi..”

http://profiles.friendster.com/18851662

=========================

ya Rabb..aku berlindung kepadamu dari kejelekan jiwaku, dari kejelekan amal perbuatan-ku, dan hanya kepadaMu lah aku akan dikembalikan”

=================

“”Libas jadiid, wa ‘isy hamiid, wa mut syahiid” (berpakaianlah yang baru, hiduplah yang terpuji dan matilah dalam keadaan syahid)”

=====================

“”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Al Luqman: 13)”

========================

orang yang paling bebas di dunia,bahagia,ringan ,kuat,tinggi derajatnya diantara manusia,ahlussunnah yang luas ilmunya dan mengamalkannya secara keseluruhan sehingga bertakwa pada Allah ‘Azza wa Jalla dan mentauhidkan-Nya,kuj amin omongan ini.”
http://profiles.friendster.com/19332763

=======================

“Barangsiapa yang berjalan yang menuntut ilmu syar’I, Alloh akan mudahkan jalannya ke surga”

========================

“”karena itu aku pesan kepadamu bagaimanapun cintailah negara ini, sebab negara ini bukan hasil daripada perjuangan 1 atau 2 hari , bukan hasil perjuangan yang enteng TIDAK, tetapi dengan pengorbanan-pengorba nan, sekali lagi dengan pengorbanan!!!””

======================

“Amat merugi apabila matahari terbit sedang aku tidak menambah ilmu.”

========================

“hold d`Qur’an n Sunnah propet Muhammad SAW&shahabah`s thought tightly. Don’t b blind with fanatician of ulama’.Check ur reading book with atsar shahabah n books from great imams, like imam bukhori,muslim,ahmad ,abdullah bin mubarok (tabi’in).”

http://profiles.friendster.com/20589890

=====================

“Ibnu Al-Mu’taz: “Tinggalkanlah dosa-dosa, yang kecil maupun yang besar, karena itulah takwa. Berlakulah seperti pejalan pada tanah berduri;ia hati-hati terhadap apa yang dilihatnya. Jangan meremehkan hal kecil. Sesungguhnya gunung itu asalnya kerikil”

http://profiles.friendster.com/20224689

================================================================

 

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun pakaian kalian telah usang akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” [Jaami' Bayaanil 'Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu 'Abdil Barr,1/52]

==================================

======================

Dunia fana penuh cinta semu Apa dicinta kan berpisah darimu Walau t’lah lama bersatu Seiring bergulirnya waktu Dunia fana kosong cinta sejati Cinta kepada Yang Mahasuci Menghunjam dalam di lubuk hati Tetap abadi di hati yang suci

================================

“Jika aku jatuh cinta.. Cintakanlah wahai Allah pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu.. Agar bertambah kekuatan untuk mencintai-Mu.. Dan jagalah cintaku padanya.. Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.. Amiin..”

====================================

“Allah itu Tujuan kami… Rasulullah tauladan kami., Alquran Undang2 kami.. Jihad itu jalan hDp kami… Mati d Jalan Allah Cita2 kami t’Tinggi..”

====================

“Hidup itu atas khendak yg MahaMenghidupkan..Hi dup itu tiada hidup tanpa mnghidupi khendak yg MahaMenghidupkn..Hid uplah dlm khdpn para pnghidup khendak YgMahaMnghidupkan..H iduplah hidupmu dmi khidupan di hr yg akn di hidupkn oleh Yg Maha Menghdupkan..”

========================

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.”

===========================

“”Aku tidak akan keberatan bila aku terbunuh sebagai seorang muslim, dan kematianku hanya untuk Allah semata, dan jika Allah mengijinkan, Dia akan memberkahi badanku bilapun hancur berkeping-keping..””

==============================

“~~~Segalanya adalah pinjaman daripada Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani… Jika sudah tiba masanya kenikmatan itu ditarik semula maka redha dan bersangka baiklah terhadap Allah S.W.T.~~~ Disebalik kepahitan itu pasti akan ada kemanisannya…(,”

==========================

“Smile..laugh..and be happy!! Coz a brand new day has come… The rainbow has appeared after the violent storm, the flowers has bloom after the freezing winter, and the wounded heart has healed after it broken.”

===========================

“Orang yg sukses adlh mereka yg berhasil mengenali, menggali, & memompa seluruh potensi Diri, shg mampu menggagas karya2 & ide2 terbaik demi kemaslahatan Ummat.. Salam Ukhuwah dan Silaturahim… Keep Hamasah !!!”
===============================

“”Telah dkat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka,sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling(darinya)” (QS Al Anbiyá;1)”

=============================

“Always welcome the new morning with a new spirit, a smile on u’r face, love in u’r heart n good thoughts in u’r mind.. “Sebaik-baik manusia adalah yg paling bermanfaat bagi manusia lainnya (HR Bukhari-Muslim)””

=======================

“BukaN Tali AtaU CinCiN PeNGiKaT, BuKaN MemoRY YanG KuKeNanG,HanYa KeLeMbuTaN KaTa CiNtA DaN JaNjI SetIaMu,MeNeGUkaN HaTiKu HanYa UnTuKMU, KuSaYaNG PaDaMu KaRNa ♥♥♥ ALLAH SWT ♥♥♥”

============================

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

===========================

……………………………………………………………………………………………………………..

Cantikku, jika cintaku padamu adalah cinta buta, campakkan aku dengan kata-kata terketus yang bisa kau ucapkan.

Cantikku, jika cintaku padamu menjauhkan aku dari Alloh maka hinakan aku dengan hinaan yang paling hina yang bisa kau lontarkan.

Cantikku, jika cintaku padamu tidak bisa membawamu pada perbaikan kualitas diri maka tutuplah hatimu untukku serapat mungkin yang kau bisa.

Namun………….

Jika cintaku karena pengabdianku pada Alloh

Jika cintaku karena ingin membawamu pada kedekatan dengan Alloh

Jika cintaku karena ingin menjadikan dirimu sebagai bidadariku kelak di hari nanti

Jangan kau palingkan wajahmu,

Jangan kau tutup hatimu,

Jangan kau campakkan diriku

Karena walaupun kualitas cintaku belum sempurna namun kala dekatmu hasrat menyempurnakan rasa cinta senantiasa ada.

Cantikku ……..

Aku cinta padamu.

Dedicated to : my pretty swetty little angel.

sumber:

http://beranibaca.wordpress.com/2008/09/17/jatuh-cinta-dan-cinta/

by arie prasetya

==================================
“¤¤¤ hidup tak akan berarti tanpa petunjuk dan bimbingan dari sang pencipta ¤¤¤”

========================

“Senantiasalah tersenyum karena segala sesuatunya begitu bermakna… ^_^”

=========================

“Ya Allah, jadikan hati ini sebagai hati yang senantiasa bersyukur kepadaMu dan bergetar ketika namaMu di-sebut2 dan kebesaranMu di-Agung2kan…”

===========================

“..pada akhirnya, yang akan kita ingat bukanlah kata-kata musuh kita. melainkan diamnya sahabat kita..”

===========================

“Seperti kita semua, setiap pejuang adalah anak zaman. Tetapi mereka menguak celah dinding sejarah, tepat di saat matahari meninggi. Dan peradaban pun menjadi lebih cerah ^_^”

============================

Al-Imam Ibnu Qayyim berkata dalam Al-Fawaid : “Carilah hatimu ditiga tempat yakni : 1) ketika membaca Al-Qur’an 2) Ketika berada dalam Majlis Ilmu/Zikir 3) Pada saat menyendiri (khulwah).. Jika tidak menemukannya dalam 3 tempat tersebut.. maka mintalah kepada Allah supaya memberikan hati, karena sesungguhnya diri kita tidak memiliki hati”

===============================

“Mencari syurga tanpa amalan adalah 1 dOsa daripada segala dOsa”

“Tanda faham hakikat ilmu ialah meninggalkan memperhatikan pahala suatu amalan,bukan meninggalkan amalan”

“Siapa yang menyangka tanpa usaha bOleh masuk syurga maka Orang itu hanya berangan-angan sahaja,dan siapa yang menyangka dengan usahanya dia dapat masuk syurga maka Orang itu telah merasa lebih kaya daripada rahmat ALLAH”

“Orang yang bijak ialah Orang yang sentiasa menghitung dirinya dan beramal untuk kehidupan sesudah matinya. Dan Orang bOdOh ialah Orang yang selalu memperturutkan kehendak nafsunya dan hanya banyak berangan-angan untuk mendapat kemurahan ALLAH TAALA”

=====================================

Cintaku begitu Menyiksaku. Betapa sulit Aq Melepasmu walau Kutahu Km Slalu Menyakiti Hatiku”

==========================

“”ALLAH is my LORD. Prophet Muhammad PBUH is his Messenger. JIHAD is my WAY. SHAHADAT is my LIFE. Allahu Akbar !!! LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADARRASULULLAH”

=============================

Demi ALLAH,
Aku tak tahu apa
harus kukecam
hawa nafsuku,
Atas cinta
Atau mataku yg
menggoda, ataukAh hati ini.

Jika kukecam hati, ia berkata:
” Gara – gara mata yg memandang! ” Dan jika kuhardik mata, ia berdalih:
“Ini kesalahan hati!”

Mata dan hati telah dialiri darah,
Maka wahai Ya Robbi, jadilah Penolongku atas mata & hati ini.

=================================

“Azab yang paling ringan di neraka pada hri kiamat ialah 2 butir bara api di kedua telapak kaki yang dapat merebus otak. (HR. Tirmidzi)”

==========================

“Segala musibah baik berupa kesenangan maupun yang menyusahkan bagi Qta adalah hal yang tebaik yang diberikan Allah pd Qta agar Qta menjadi manusia yang lebih baik lagi dan siap untuk menghadapi segala tantangan hidup

==========================

“”Jalan dakwah ini tidak mudah, berbagai macam rintangan dan cobaan akan selalu menanti di hadapan kita. Persiapkan Ruhiyah kita, Fikriyah dan Jasadiyah kita. KEEP FIGHT!!!!Allahuakbar”

======================

“sukses bagiku adl jika aq selalu berpikir,berbuat dan berusaha bagaimana hari ini bs lbh baik dr hr kemarin dan hari esok hrs lbh baik dari hri ini,terutama dlm hub terhdp sang khalik sehingga bisa diaplikasikan dlm kehidupan”

=========================

Ya Allah, dimana lagikah dapat aku temui cinta sejati kecuali pada cintaMu. kemana lagikah hati ini harus berlabuh kecuali pada kasihMu. jadikan hati yang lemah ini ya Allah, tertambat kukuh hanya pada Mu.
Aku mohon Ridha atas segenap keputusanMu
Kesejukan setelah matiku
kenikmatan memandang wajahMu
dan kerinduan untuk berjumpa denganMu
Ampuni diri yang tak berharga ini ya Allah
penuhilah kehinaanya dengan keindahan magfirahMu

Ni’mah

===========================

Hai saudara-saudaraku umat muslim, mari kita kuatkan barisan kita. Kita tingkatkan keimanan kita. Kita tegakkan kalimat Allah dimuka bumi ini. Insya Allah, kita akan mendapat ridha-Nya.

Allahuakbar!!

agungx_ikhwan@yahoo.com

===========================

jangan pernah mengaku cinta bila kau mendusta,jangan pernah ucapkan janji bila kau ingkari,dan jangan pernah kau lukai hati seorang wanita karna hanya akan membuat luka dalam jiwa…!!!!!!!!

either_clor@yahoo.co.id

===========================

Sehari tanpamu hatiku resah, aku telah jatuh hati kepadamu dan tak kan bisa melupakanmu, apalagi lembut belaianmu : LUX PILIHANKU.

RENNY@YAHOO.COM

=========================

“Alangkah tingginya kualitas Cinta Insan Kepada Alloh SWT apabila Cinta kepada Nya melebihi cinta kepada apapun seperti cinta Qois kepada Laila”

======================

“”When I look at you, I can’t deny there is a God, cause only God could have created someone as wonderful and beautiful as you.””

=====================

ya ALLAH………
jagalah saudari ku…….
dikala penjagaanku tak sampai padanya.
sayangi ia………
dikala rasa sayangku tak mampu
merengkuhnya dalam dekapan yang nyata.
muliakan ia……..
dikala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja
karena KAU punya yang ku tak punya.
semoga kami dapat bertemu nanti disurgaMU, amin.

===============================

“Ciptakan Kebahagiaan Serta Kesuksesan dalam hidup ini dengan kata-kata ini”…

- GANTI KATA-KATA “SAYA TIDAK BISA” MENJADI “SAYA BELUM BISA”

- GANTI KATA-KATA “ANDAIKAN SAYA” MENJADI “KETIKA SAYA”

- GANTI KATA-KATA “SAYA AKAN MENCOBANYA” MENJADI “SAYA AKAN MELAKUKANNYA”

- GANTI KATA-KATA “INI AKAN JADI MASALAH” MENJADI “INI AKAN JADI TANTANGAN”

- GANTI KATA-KATA “SAYA TIDAK TAHU” MENJADI “SAYA AKAN TAHU”

KITA RAIH SUKSES ITU DENGAN SEMANGAT..BE A STRONGER MOESLIM

=============================

NASIHAT SALAF :

“Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)

===============================

___________________

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

http://profiles.friendster.com/75239899

=================================
“”Nani Ga Atte Mo Omae No Shinjiru Michi O Yuke, Omae No Kako O Ukate Iru… (Apapun Yang Terjadi Melangkahlah Menuju Jalan Yang Kau Percayai, Dan Terimalah Masa Lalumu…)””

http://profiles.friendster.com/28421204

========================

“Orang yg sukses adlh mereka yg berhasil mengenali, menggali, & memompa seluruh potensi Diri, shg mampu menggagas karya2 & ide2 terbaik demi kemaslahatan Ummat.. Salam Ukhuwah dan Silaturahim… Keep Hamasah !!!”

http://profiles.friendster.com/22595039

============================
kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani
===========================

“Jujur,istiqomah di atas sunnah itu susah, banyak sekali hambatannya, rintangannya,.tapi tolong slalu bantu aku Ya Alloh..semoga ku bisa istiqomah selalu di atas manhaj salaf yg mulia ini hingga akhir hayatku..Ampuni diri ini yg masih sangat jahil….”

http://profiles.friendster.com/27565462

=============================

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.(HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)”

===============================

“belum terlambat, memilih bukan sok pilih. Ada baiknya meneliti siapa yang menjadi sahabat, pandai menjaga belum tentu konsisten dengan keadaan. BERSAMA MERENUNGKAN!!!!!”

=========================

“diDaLAM kEhIdUpAN iNI qtA PaSti MemPuNyAi iMpIaN tetAPi tAk S’LalU tErJadI tErkAdANg SaAt Aq MeRaSA iMPiAn itU diAMbANg NYATA…SaNg WaktU MeMbUAtkU tErJaGA dAn dISaAt ENgkAu PeRgI kU RaSA hAtIkU ReMUk RedAM,,!!!”

http://profiles.friendster.com/26804241

=============================

“Yaa 4WI teguhkanlah hatiku atas agamaMu… Yaa 4WI teguhkanlah hatiku untuk taat kepadaMu… Yaa 4WI teguhkanlah hatiku untuk da’wah kepadaMu… Yaa 4WI teguhkanlah hatiku untuk berjuang dijalanMu…”

http://profiles.friendster.com/27882899

=============================

“Ya Allah…tambahkanlah Hidayah kepada hamba.Tunjukilah hamba jalan-Mu yg Lurus.Jalan yg telah dilalui oleh generasi terbaik umat ini.”

http://profiles.friendster.com/26239104

=============================

“There are many ships, like big ships, red ships, good ships, but the best ships is FRIENDSHIPS… Terimakasih sahabatku, untuk selalu menemaniku di hari-hari yang berat ini… Thx B4… Thx 4 All..”

===============================

“Don’t Give Up!!! Because we will never know, what will happen tomorrow…”

http://profiles.friendster.com/26768399

================================

“”Hening itu berarti diam. namun hening itu tak hanya terdiam dan tak dapat melakukan sesuatu .coba pejamkan matamu,lalu lihatlah dalam batinmu,apa yang ada disekelilingmu…… ”

http://profiles.friendster.com/25373924

================================

“ya Allah, aku meminta perlindungan-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusu’, jiwa yang tidak pernah merasa puas dan do’a yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim 4/2088)”

http://profiles.friendster.com/25684633

========================

“Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, carilah kekayaan di dalam pernikahan, karena Allah berfirman “jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dari karunia-Nya (An-Nur:32)””

============================

“ikutilah orang karena kebenaran, jangan ikuti kebenaran karena orang, pelajarilah yang benar, agar engkau tau siapa yang benar”

http://profiles.friendster.com/23793187

==============================

“Bahkan sehelai daun yang jatuh ke permukaan bumi, tak lepas dari kehendak-Nya.. Maknai hidup dengan kesejukkan-Nya..”

http://profiles.friendster.com/24113623

===========================

“jadikanlah Al-qur’an sbg penawar hati…dzikir sbg penghibur hati…sholat sbg pelindung diri…dan taqwa sbg bunga dalam taman hati…”

http://profiles.friendster.com/23674339

=========================

“in the world, our hand grasp the gun, tomorrow our soul embrace each other beside Allah..”

http://profiles.friendster.com/44168742

===============================

““Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)”

http://profiles.friendster.com/22652687

=================================

“MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM ADALAH TUAN YANG SEBENARNYA DARI SEMUA MAKHLUK! MANUSIA YANG MEMERINTAH DAN MENGATUR SEMUA URUSAN BERDASARKAN SURAT ILLAHI (SYARIAT)! MANUSIA BUKAN MAKHLUK YANG TERLAKNAT DAN TERBELENGGU OLEH DOSA WARISAN!! SUBHANALLAH..”

http://profiles.friendster.com/43250041

===========================

“Barangsiapa yang melakukan amal shaleh dari kalangan laki-laki dan perempuan dan dia dalam keadaan beriman maka Kami akan memberikan kehidupan yang baik dan membalas mereka dengan ganjaran pahala yang lebih baik dikarenakan apa yang telah dilakukan”

=============================

“We must be a Pioneer to Bring ISLAM to everyone.Allah has Commanded us to Take Precautions against the Enemies, by being Prepared with Ammunitions.We should not be Grieve by the Kuffar who Rush with Haste to Disbelieve.We must Abandon the Mushrikeen!”

http://profiles.friendster.com/23890259

==============================

“Terkadang seseorang yang memiliki hati yang sakit dapat merasakan penyakitnya, namun ia tidak tahan menelan pahitnya obat penawar sehingga ia pun lebih memilih menderita penyakit untuk selamanya…(naudzub illahimindzalik)”

=======================

“Berilmu lah sebelum berbicara, bersikap, dan bertindak. Diam adalah kehati hatian. Perhatikan darimana kamu ambil kabar berita..periksa siapa yang berbicara, dan telitilah mana yang benar dan salah!”

======================

“Kegelisahan yang paling dahsyat adalah gelisahnya orang yang akan bertemu Kekasih”

=========================

“Membenci seseorang ibarat meminum racun & bharap org yg kita benci mnjd mati karenanya. pdhal racun tsb justru membunuh tubuh & keimanan kita scr perlahan-lahan. So… yu mendingan tmenan sbnyak-bnyaknya, jd nmbah tali slturahim… [^_^]”

http://profiles.friendster.com/58969464

=============================

TaHAnLaH EmOSi DaRi SeMUa PerBuaTanMu…”

=========================

“Islam tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan Islam.[hafizmujahid]“

===========================

“” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? ” Al-Ankabut [29:2]“

============================

“..returning ummah to it’s dignity..n hope further generation don’t have to suffer like us now ‘life without daulatul khilafah’”

===========================

“Semua OraNg IngIn MeNjaDi SemPurNa…Tapi MeNjadi SempurNa Itu MELELAHKAN!!!!!!!!! Hanya deNgan BersYukur atas Apa YaNg TeLah DiaNugerahKan pada Diri QtLah… Qt Bisa Mencapai KesemPurNaan…=)”

==============================

“tErkaDang SeSuaTu YanG Qta iNgiNkan beLum tEnTu bisA terCapai,baHagiaLah mEreKa yaNg biSa meNcinTai daN diCinTai…

by: lala_imut16@yahoo.com

===========================

“bukan dari tulang ubun ia dicipta sebab bahaya menjadikanya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki sebab nista menjadikannya diinjak dan diperbudak..tapi dari tulang rusuk kiri..dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi”

======================

Sesungguhnya aku ini memberikan hiburan bagi batinku dengan sedikit permainan, supaya hatiku itu lebih tegar berdiri diatas kebenaran.

[Abu Dardaa' r.a.]

=======================

“To be silent is the biggest art in a conversation”

========================

“hAdaPi OraNg LaiN dgN rAsa n HadaPi diRi N’dRi Dgn aKaL”

=======================

“Barangsiapa yang sabar (disakiti orang)dan suka memaafkan, yang demikian itu benar-benar perbuatan yang dituntut oleh agama”(Asy-Syuraa 43)”

=========================

“…… You have to endure caterpillars if you want to see butterflies …… Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu ……”

========================

‘Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS:7:52)’

======================

I still wait another suprise in my life… Thanks God for everything You have give to me…”

======================

seperti rinai hujan saat guntur menggemuruh… laksana oase di padang gurun… sebagaimana tegukan pertama saat aku berpuasa… melegakan…menenang kan… sebelum segalanya, senyum dan sabar adalah lebih utama…

=======================

“JaDiLaH oRaNG SHoLeH!! RaDiKaL!! PRoGReSiF!! aGeN PeRuBaH!! PeRBaNYaK ToBaT HiNDaRi MaKSiaT!!”

====================

“Sesungguhnya sepandai-pandai orang ialah menyiapkan diri untuk perjalanannya yang tak pernah henti. Ia mengambil bekal dari dunianya untuk kehausan tak tersegarkan (Atha bin Maisarah)”

=========================

“Kepada yang Maha Hidup di dalam hidupku . . . Rasa Terimakasihku yang tanpa henti Untuk-Mu dan hanya Untuk-Mu Semata. You are my Greates Guide & Protector . . . ^_^”

====================

“Merasa tenang dalam kehidupan untuk mulai mencintai Allah SWT, Rasulullah SAW, Orang Tua dan mencintai sesamanya.”

=================

“Cintai Allah dulu baru cintai diriku”

=============================

“HIDUP ITU BERPROSES, MAKA NIKMATILAH.. KRN ALLAH SWT MENILAINYA”

============================

“Jgn pRnh tkt akn GaGal, oRg sUcces adlh org yG pRnh mRasakan K’Ga2Lan, K’gGalan & k’SUcCesan adlh 1 paket yG tak dpt d pisahkan,,,c0z hdp ini G ada yg pRaktis/instant” sUcCes or die”

============================

“”Gelombang ini terlalu ganas KAWAN…Berjalanlah. ……Percayalah kaWan, kamu tidak sendiri. Karena pertarungan ini hanyalah antara HIDUP dan MATI””

=============================

gula jawa jgn di rebus
klo di rebus mnis rasanya
cnta pertama jgan di putus
klo di ptus sakit rsanya

milasr@yahoo.co.id

==============================

Sabda Rasulullah :
“ Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnahnya Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi” hasan shahih”)

Sabda Rasulullah :
“ Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya”. (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi)

==============================

“”Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah.” (HR Hakim dari Abu Hurairah).”

=============================

“Bergegaslah kalian untuk beramal, (karena akan datang) fitnah-fitnah ibarat potongan-potongan malam. (Disebabkan fitnah tersebut) di pagi hari seseorang dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir, di sore hari dalam keadaan beriman dan keesokan harinya dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya dengan sesuatu dari (gemerlapnya) dunia ini.” (HR. Muslim no. 118, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

=========================

Assalaamu’alaikum…
Ridhalah terhadap keputusan Allah SWT yang ada pada semua tindakan-NYA kepadamu. Sesungguhnya DIA tidak mencegah pemberian-NYA untukmu melainkan untuk memberikanmu. DIA tidak mengujimi kecuali untuk mengampunimu, tidak memberi penyakit kecuali untuk menyembuhkanmu, tidak mematikanmu kecuali untuk menghidupkanmu. dan jangan sampai ketetapan-NYA membuatmu tidak ridha meski sekejap. karena yang demikian akan menyebebkanmu jatuh dari pandangan-NYA. Semoga ALLAh SWT mencintaimu! UNTUKMU YANG SEDANG MERINDUKAN PERTEMUAN DENGAN-NYA DAN SEDANG MENERIMA KASIH SAYANG-NYA DENGAN UJIAN. JAZAKUMULLAHU KHAIRAN KATSIIR!!

==================================

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

“Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran.” (Al Fatawa 4/149)

================================

“Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan dan Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan seizin-Nya serta menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma`idah: 15-16)

=============================

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : الدنيا ملعونة وملعون ما فيها الا ذ كر الله وما والاه و عالما ومتعلما “Dunia ini terlaknat dan dilaknat apa-apa yang ada padanya, kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketaatan kepadaNya, orang yang berilmu, dan orang yang belajar ilmu”. (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari shahabat Abu Hurairah Radhiallahu anhu

=============================

Kau hadir dalam kenangan,Mengisi relung hatiku walau hanya semalam.Kau sosok lembut yang kukenal dari alam maya….Telah membuat diriku terpana akan cinta yang kau tancapkan…………….”

==============================

“ketika satu pintu tertutup, ada pintu lain yang terbuka. namun seringkali kita hanya menyesali pintu yang tertutup sehingga tidak menyadari pintu yang terbuka untuk kita”

=============================

Aku minta maaf….
Kalau selama ini aku ga bisa jadi kekasih yang baik buat kamu
Mungkin kamu akan merasa lebih tenang
kalau aku ga bersama kamu lagi
Mungkin kamu akan merasa lebih tentram
kalau aku ga mengusik kehidupan kamu lagi
Tapi asal kamu tahu…
Sampai kata-kata ini ditulis,
bahkan sampai berkali-kali dibaca
Cinta itu masih ada untuk kamu !!!

adebang_o@yahoo.co.id

===========================

“Assalamu’alaykum. “Allah Maha Mengetahui isi hati hambanya” “Ya Allah, Aku mengharap Cinta-Mu dan Cinta hamba-hamba yang Mencintai-Mu dan Aku Mencintai amal perbuatan yang dapat menghantarkan aku kpd Cinta-Mu”.(doa Nabi Muhammad SAW) Amienn….”

=======================

“”Perjalanan satu mil d mulai satu langkah. Pastikan langkah pertama itu adalah menuju kesuksesan…

==========================

“”Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah kepada Alloh SWT dan kepada semangat keberanianmu sendiri…”

==========================

“sholat laksana nafas, dzikir laksana denyut nadi, munajah laksana detak jantung, izinkan aku dalam jalan menujuMu.—- mohon maaf lahir dan batin, salam Aidil Fitri”

===========================

“Seorang wanita dinikahi karena EMPAT hal. Karena HARTANYA, KETURUNANNYA, KECANTIKANNYA & AGAMANYA. Maka hendaklah kamu PILIH WANITA yang TAAT AGAMA (keislamannya) niscaya KAMU AKAN BERUNTUNG…”

===========================

“Wahai Mujahid&mujahida h ayo bangkitlh Maju serentak Kumandangkn suara kebenarn tegakkn keadilan Ayo smua padukan langkahny dlm naungn Alloh yg kuasa Teguhkn hati buang rasa ragu hancurkn kedzolimn ddunia Tebarkn rahmat bg smesta. Agar Islam Mulia…”

==========================

“Wahai keturunan orang-orang yang pernah Kami selamatkan (dalam perahu) bersama Nuh. Ketahuilah sesungguhnya Nuh itu hamba Allah yang bersyukur (Q.S Al Isra(17):3)”

=====================

“Tujuan Itu Tidak Berarti Menghalalkan Segala Cara”

======================

“Biarknlah hri2 b’bwt semaux & bwtlh hti ni rela ketika tkdir tiba.. Jngn gelish cz kelamx malam, cz peristiwa d dunia ni tk ad yg abadi… Ganbatte!!!!!”

=======================

“Aku telah ditinggalkan???…Sa mpai malaikat maut menjemput, aku sama sekali tidak akan menyesal, moga Allah meneguhkan ku atas jalan dien ini, saksikanlah bahwa aku adalah dikalangan orang2 yg berserah(muslimin) dan redha dgn segala suratannya…”

=====================

“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan,tawanla h hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit,penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”

===================

=========================

“CINTA”

“Satu kata Berjuta Makna..
“Yank bisa membuat manusia menjadi GILA…
“Kadank Menangis,Kadank juga Tertawa..
“Suntuk tanpa Musuh..
“Senyum Tanpa Teman…
“Marah Tanpa CeLa..
“Benci tanpa Arti..
“Gelisah Tanpa Masalah…
“Berfikir Tanpa akhir…
“Sedih Tanpa Bahagia..
“Benci tapi Rindu..
“Marah tapi Cayank..
“Tertawa dalam Tangis..
“Menagis karana SUka..
“Inilah Penyakit “HATI…
“Tapi disukai oleh umat Manusia…
yg SLalu dicari hingga k ujung Dunia…
“Tiada prna jera ……
“Walau DERA,…LUKA…& SIKSA SLALU DATANG
MENJELMA.””””””””

ADI.keren@ymail.com
=============================

Saat malam datang ……

bulan tersenyum ……

seperti dirimu …….

yang menyejukkan hati ……….

saat pagi datang …….

mentari bersinar …….

seperti cintamu ………

yang menerangi hati ku ………..

i LOve U 4 eVer my girl friends
joeina73@yahoo.co.id
===========================

cinta itu memang indah tapi apakah adil cinta itu hanya untuk menusia saja, sementara manusia itu tidak seberapa pengorbanan nya pada kita, apakah pantas cinta untuk sang pencipta kita taruh pada bagian kedua, jikalau tidak karna Nya, apakah mungkin kita bisa merasakan kenikmatan dunia ini,?? janganlah kita terlalu cinta pada manusia yang membuat kita lupa akan kecintaan allah pada kita,, nau’uzubillah

rizaljihad@rocketmail.com
==============================

Fitrohnya laki-laki suka PKS ( Perempuan Kerudungan Sholehah )…
Wanita sukanya PKS ( Pria Kaya Sholeh )…
Sudah nikah harapannya PKS ( Pastikan Keluarganya Sakinah )…
Punya anak berharap PKS ( Pintar Kreatif dan Sholeh )…
Sudah tua maunya PKS ( Punya Keturunan yang Sukses )…
Untuk akhirat mohon PKS ( Pertemuan Kembalidi Syurga )…PKS ( Pastikan Kamu Suka..?? )…
Untuk Indonesia harapan itu ada di nomer 8, PKS ( Partai Kita Semua )…
PKS ( Partai Keadilan Sejahtera )…..Allohu Akbar

sugeng.sugiharto@pln.co.id

===============================
Qu Bhagia

Km Twu Knp?

Krna 4JJI Mncntaiqu

Mw Bukti ??

4JJI Mngirimkn seorg y9 spcial u / qu

km tw cpa dya?

Dya adalh…KAMU
add FS qw Pribadiadhi@yahoo.com

==========================

wahai sabab….. jalin ukhuwah…
ada kata bijak & patriotik dari SOEKARNO :
” beri aku seribu orang tua yang bersemangat….
aku bersama mereka akan dapat memindahkan
gunung semeru,
TAPI berilah aku sepuluh orang PEMUDA yang
semangatnya berapi-api kepada tanah airnya,
AKU BERSAMA MEREKA AKAN DAPAT
MENGGUNCANG DUNIA ”
ayooo bersama PKS….
kita guncang dunia
tedited72@yahoo.com

===============================

SAudaraku semua, yang penting sekarang mari kita menjaga persatuan ummat islam dan demi kejayaan Umat Islam, yakinlah bahwa tidak ada yang benar kecuali Islam dan tidak ada kemulyaan kecuali dengan ISlam. jangan terkecoh oleh dajjal mengatakan “teroris” tapi sebenarnya adalh “jihad” supaya orang Islam mati satu demi satu dan mudah dihancurkan. Orang kafir selamanya tidak akn Rela Terhadap Orang Islam sampai kapan pun.

ip@telkom.net

================================

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

================================

Hai orang-orang yang beriman,
jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain
dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah .
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [Al-Hujurat: 12]

http://profiles.friendster.com/71198205

==================================

jalan-jalan kePasar malam
Jangan lupa bawain aku oleh-oleh

habis pulang dari pasar malam
caPe dech……

goThic

============================

knapa yach cmua orank clalu blang q gila…???
tiap q melangkah clalu bnyak org bilang ku gila…???
pqo’ny tiap  yg ku lakuin d blang gila…/???
GILA GANTENG BANGETZ TU CWO
g_ndy
====================

inna lillahi,,

telah terjadi di madura,,,
hari ini

pemnggalan besar-besaran!!!
penusukan bertubi-tubi,hingga tersayat keci-kecil!!!

lalu mereka berteriak…

teeee…..saaaaatteee!!!!
ramadhani_s@rocketmail.com

==============================

AKU PERCAYA KAMU .
Kamu pzty bsa . !
DAN KAMU cri yg laen ja .
pzty quu ngrsa DI ANTARA KALIAN .
sbnerna quu TAK BSA HIDUP TANPAMU .
wlopun CINTA INI MEMBUNUHKU .
akuu slalu MERINDUKANMU dsni .
wlopun akuu hruz DILEMA .
Slama ni quu ngrsa slalu dipandang SEBELAH MATA ma km .
LUKA KU ni ga akn pnah ilang .
and sbnerna akuu TAK PNAH RELA tuk brpsah ma kmu .
tapy ,
kmu slalu bkin akuu ILFIL .
jdy ,
quu rsa qta hruz jlani CINTA SAMPAI DI SINI sajjah .
mskipun akuu msii da rsa ma kmu .
kmu tau . ?
prtma kli ku tau kmu ,
kmu DIAM TANPA KATA .

Lagu dmasive.nyah komplit khand yank . ??
(yang pake huruf2 besar diatas adalah judul lagu2 dmasiv)

sukka_begaiiah@yahoo.com

===============================

maafkanlah daku kekasihku, dengan terpaksa kita harus berpisah, karena kutak sanggup memenuhi hasrat belanjamu yang luar biasa itu

http://endangkristi.cjb.net

============================

Tak mungkin kubisa melupakanmu, dimanapun juga selalu terbayang kamu, apalagi ketika kuingat, motorku melayang kujual untuk membayar utangmu.

http://endangkristi.cjb.net

===============================

andai kumati nanti, silakan mengotopsi jasadku. Maka akan kau dapatkan, namamu terukir di dinnding jantungku dan di tulang igaku ada tercetak beribu kata cinta, semua untukmu

http://endangkristi.cjb.net

=============================

melihat bunga kuingat kamu, melihat rembulan ku ingat kamu, mendengar indahnya suara burung nuri kuingat kamu, melihat ATM di depanku, kuingin melupakanmu !!! .

http://endangkristi.cjb.net

==========================

Seblum kawin………………

he = si cowo
she = si cewe

he = akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
she = apakah kau rela klo aku pergi???
he = tntu tidak!! jgn perna kmu bpikiran spt itu
she = apkah kmu mncintaiku?
he = tentu!! slamanya akan tetap bgitu!!
she=ap kau perna selingkuh??
he=aku tak akn perna mlakukan hal seburuk itu
she=maukah kau menciumku
he = ya
she = sayangku…..
sesudah 5 taon kawin…

Mo tau lanjutan ceritany???
baca dr bawah keatas dr she pling bwah

Bayu Ajhe

==============================

*PROKLAMASI*

kami bangsa jomblo2 lucu dg ini menyatakan kemerdekaan bercinta. hal2 ygmengenai ditolak, kecewa n sakit hati ditanggapi dg cuek2 aj n mencari target baru dlm tempo yg sesingkat2ny…….

Bayu Ajhe

======================================

hati berbisik mendongak impian
tatkala relung hati bernyanyi hiba
menyisip kasih tak mengenang waktu
hamparan rindu kering terasa
engkau melangkah meninggalkanku
hanya rintik tangisan pengubat lara..
apo nak dikato..

sakura_84yg@yahoo.com

===============================

Kar3na apz ada bata………
Klw bkn Krn TuKang…….

Kar3na apz ada CinTa….
klw Bkn kRn Cayank…..
dwiexrahmawati@yahoo.co.id

========================

Nelpon ke semua operator cuma Rp. 100,-/jam mulai jam 06:00 sampai dengan 23:59.
Promo ini berlaku jika TELKOMSEL punya NENEKMU

anax_emouw@yahoo.com

============================

makan apel sambil minum
keselek donk?
menyelam sambil minum air
kembung donk?
berjalan sambil menoleh
nabrak donk?

aas

============================

“Betapa bahagianya dia!…Yaitu orang yang mengingat kuburnya, kemudian ingat kepada RabbNya, orang yang selalu mengoreksi diri, mensucikan hatinya, berbakti kepada kedua orang tuanya, orang yang suka menangis meneteskan air matanya (karena takut kepada Allah) dan dilanjutkan dengan sujud (orang yang memelihara shalatnya), ia bersegera menuju masjid, rajin shalat malam, selalu memaafkan saudara-saudaranya dan mendo’akan untuk mereka kebaikan serta menyalahkan dirinya, ia tidak lupa dengan wiridnya (sesuai dengan tuntunan Rasulullah), maka betapa bahagianya dia…Hendaklah kita semua menjadi orang itu.”

(Majalah Qiblati, rubrik Kisah, vol.01 No. 09 1427H)

=================================

eh klo mau putus jngan bilng putus nanti pcarnya nangis disngka klo ad yg putus misalnya tangan,kaki,kepala dan sebagainya

opi

=================================

mr :how are u desi?
desi : oh aku emg ayu mr, baru tau ya?
mr : honey, I miss u
desi : apa? kamu bilang aku bau amis? kurang
ajar banget sich km
mr : no no,I am sorry
desi : sari? tu nama cewek mana lagi tu? kamu
selingkuh ya?
mr : no u misunderstand
desi : kurang ajar ternyata kamu playboy,
selingkuh sama sari ya? kita putus!!!
mr : desi, I love u
desi : gak usah pake lap lapan, lap aja tu
ban mobilmu,km jahat jahat

kuda lumping

===============================

=========================

“”Siapakah yang sombong kepada Allah?? padahal dia akan mati, lihat dan buktikan saja setelah kita mati, bahwa janji Allah adalah benar””

====================

“” Wahai anak adam kan sudah  dijanjikan kepada mu jangan lah engkau ikut akan setan karna setan itu Musuh yang nyata ” ( Surah Yasin* )”
======================

“”Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya kerana kepandaiannya berkata-kata tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya.””

============================

“”cinta datang dari hati yang suci bukan sekadar dari pandangan mata yang hakiki…..”

=============================

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan, “Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”

============================

“RoePa BoekaNlah segalanya,,, tapi AKHLAQ lah penentu nilaimu menjadi baik.,, ……Indah sungguh indah menjadi bidadari surga… Subhanallah :)”

=============================

“”Dan janganlah kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil,dan janganlah kamu sembunyikan yang haq,sedang kamu mengetahui”( al-baqarah:42)

===============================

“SENYUMMU ADALAH SENYUMKU..SEDIHMU ADALAH SEDIHKU..BAHAGIAMU ADALAH BAHAGIAKU

===========================

“Tawakkal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat.”

===========================

“Ssngguh’a sbnar-bnar prkataan adl Kitabullah&sbaik -baik ptnjuk adl ptnjuk Muhammad shallallahu ‘Alaihi Wasallam & sburuk-bruk prkara adl yg d ada2kan(dlm ibdah) krn stiap yg d ada2kan adl bid’ah & stiap bid’ah adl ssat & stiap kssatan brada d neraka”

==========================

“Seandainya hari ini adalah hari terakhir engkau hidup di dunia, Hari terakhir bertemu dengan orang-orang yang engkau cintai, Seandainya hari ini adalah benar-benar hari terakhirmu, apakah yang akan engkau lakukan? Renungkanlah!”

===============================

Ya Rabb, dekatkan Aku dengan Rahmat Mu, Cintai Aku dengan Rahim Mu, Peluk aku Dengan Ridha Mu, Ikhlaskan hati ku dengan Nikmat Mu, Takutkan aku dengan azab Mu, Khusyukan ibadahku dengan Jannah Mu dan Syahid kan aku di Jalan Mu….Amin”

==============================

“Setiap dari umatku akan masuk syurga kecuali sesiapa yang engkar.Sesiapa yg mentaati aku akan masuK syurga dan sesiapa yang menderhakai aku telah engkar(Hadis)”

============================

“Hanya kepada-Mu ya Rabb aku menyembah, dan hanya kepada-Mu ya Rabb aku memohon pertolongan…(al-fa tihah:5)”

==============================

Semakin tinggi kita mendaki, semakin luas pandangan kita. Kalau kita berpikir tentang masa depan kita, temukan dulu gambaran yang jelas dengan mendekatinyadari sudut pandang yang seluas mungkin””

=============================

“tiada satu bangsa yang meninggalkan pengorbanan ke jalan Allah swt. melainkan bangsa itu mendapat kehinaan ..

=========================

“Jadikn keGEMBIRAan sbg ungkapan SYUKUR, SABAR sbg wujud keSEDIHan, DIAM sbg bentuk TAFAKUR, menyikapi MASALAH sbg pemBELAJARan, UCAPAN dipenuhi DZIKIR, HIDUP sbg LADANG ‘AMAL & SYUHADA sbg CITA2… SUCIkan HATI, JERNIHkan JIWA, RAIH MARDLOTILLAAH…”

http://profiles.friendster.com/53766983

=================================

“Hai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa.49:13″

============================

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sementara dan kepada Rabbul ‘Alamin, Allah Tabaraka Wa Ta’ala, kita semua akan kembali. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian istiqamahlah!”

===============================

“””Aku memohon cinta-Mu (ya Allah), mencintai siapapun yang mencintai Engkau dan mencintai amal yang membawa aku dekat kepada Engkau”. (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)””

===============================

“As Sam’ani dlm Al Ansab (3/273) mngatakan: ” As Salafi dgn memfathah sin dan lam, kemudian yg trakhir fa’ adl nisbah kpd as salaf, menganut ajran mazhab mreka sbgmana qm dngar dr mreka””

===================================

“Ijinkan Hamba Mu ini berubah TOTAL hanya kepada Mu dan segala perbuatanku di Bumi hanya ikhlas karna MU yaaa ALLAH…”

==============================

“hidup adalah perjuangan perjuangan menuntut kemenangan, kemenangan adalah mati dengan indah Jagalah Allah,niscaya Allah akan menjagamu”

============================

“”Sebaik-baik pakaian wanita adalah bila keluar dia akan berada dalam kondisi seperti di rumahnya/ tidak terlihat oleh lelaki yang bukan mahramnya”(abu ibrahim)”

==========================

““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

=============================

“”Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memperse-kutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Ruum: 31-32)”

=============================

“”Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.””

==========================

“Take time to think,it’s the source of power. Take time to read, it’s the foundation of wisdom. Take time to quiet, it’s the opportunity to seek god. Take time to pray, it’s the greatest power on earth.”

=============================

“Jangan membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi apa yg kamu sukai,ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

=========================

“لا ينبغي لمسلمٍ أن يذلّ نفْسه
Tidak selayaknya seorang mukmin menghinakan dirinya.(HR Ahmad)”

===================================

“syaik Bakr Abu Zaid berkata: Hiasilah dirimu dengan etika etika jiwa berupa menjaga kehormatan diri, santun,sabar,rendah hati dalam menerima kebenaran, berprilaku tenamg dalam bersikap dan berwibawa,teguh serta tawadhu””

======================================

“””AkU mEnCiNtaI Mu Kerna AgAmA YanG AdA PaDa mU,JiKa kaU hiLanGkaN aGaMa YaNg Ada PadaMu MaKa HiLangLah CinTaku PaDa Mu…””(Imam An-Nawawi Rahimullahuanhu)”

==============================

“Engkau berharap keselamatan akan tetapi engkau tidak berjalan di jalurnya. Sesungguhnya kapal itu tidak bisa berjalan di atas tanah yang kering”

http://profiles.friendster.com/44484853

================================

“”bukan kematian yang aku takutkan,namun yang aku takutkan adalah bagaimana keadaan aku nanti pd saat mati,mudah2xn suatu saat nanti aku meninggal dgn khusnul khotimah,,amien..””

http://profiles.friendster.com/44717045

==================================

“Imam asy-Syafi’i (wafat th. 204 H) rahimahullaah mengatakan, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syari’at daripada menuntut ilmu syar’i.”….

http://profiles.friendster.com/43997435

=================================

“”Hati yg plg Allah kasihi ialah hati yg plg lembut t’hdp saudaranya, plg bersih dlm keykinannya & plg baik dlm agama” “salam ukhuwah untuk semua sahabatku… add me: gemini_85k@yahoo.com.my

============================

“K’imanan tlh mngetuk hti nuraniku yg t’dlam.akupun m’nyambut kdtangnnya dg pnuh cinta.Spt s’seorng yg tlh lma mnanti kdtangn tamu yg dnanti llu mngatkn, “Sdh lma aku mnantimu dg pnuh rndu.Duhai jamaah langitku…..para pecinta Qur’an dan Hadits…”

http://profiles.friendster.com/43887108

==============================

“Berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan as-sunnah serta mulia dengan manhaj salaf”

============================

“kita telah bertekad tuk’ memilih jalan ini.Akankah kita membiarkan diri ini tertinggal dari kereta yang membawa kita menggapai mimpi tuk berjumpa dengan-Nya???…”

http://profiles.friendster.com/42995363

==============================

“Kelezatan dunia seperti budak hitam yang terlihat mahal bagimu. Sementara bidadari surga merasa heran dengan pilihanmu yang buruk. Hanya saja hawa nafsu apabila menggelora akan membuta-tulikan mata hati sehingga jalan menjadi gelap [Imam Ibnu Qoyyim]”

http://profiles.friendster.com/42483330

=================================

“Hai 0rAnG Y9 sGt b0d0h Lg LaLAi,seandainyA aNdA dPt mEndEnGar jEritan suara gesekAn QoLam kTiKa b’GeRak diLaUh MaHfUzH meNuLis TeNtaNg aNdA NiScAyA aNdA aKn MaTi TeRKeJut”

http://profiles.friendster.com/42363663

================================

“”janganlah melihat besar kecilnya kemaksiatan yang engkau lakukan, tapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat….””

============================

“Ya Alloh kerinduanku menyempurnakan separuh agamaMU,Menjaga kehormatan ini sebgai seorang wanita, menjauhkan diri dari fitnah. Berikanlah hambamu ini pendamping hidup yg dapat membimbing di dunia dan akhirat ya Rabb,,,aamiin T_T,siapakah dia?¿?”

http://profiles.friendster.com/41579266

==============================

“Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu’…p^o^q”

http://profiles.friendster.com/41822526

===========================

“DENGAN CINTA, HIDUP JADI INDAH… DENGAN ILMU, HIDUP JADI MUDAH… DENGAN AGAMA, HIDUP JADI TERARAH.”

===========================

“Biarlah seluruh dunia kafir menuduh kita sebagai teroris dan ekstrimis. Bukankah seluruh dunia merasa terganggu oleh teror mereka? Tetapi jika kita mengangkat senjata untk membela islam.Qta di tuduh teroris,maka ketahuilah,bahwa kami memang teroris”

http://profiles.friendster.com/41804515

=============================

“there’s no true God but Allah and Prophet Muhammad is the the last and final messenger of Allah”

=================================

“Dan di antara manusia ada orang2 yg menyembah selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang2 yg beriman amat sangat cintanya kpd Allah.. (2: 165)”

===============================

“”Ya Rabb, tdk ada yg mudah kecuali apa yg Engkau menjadikannya mudah. Dan Engkau dpt mengubah yg sulit menjadi mudah bila Engkau menghendaki.””

http://profiles.friendster.com/40706563

=================================

“Yaa Rabb… Engakaulah Yang Maha Berkehendak atas Segala sesuatu… Hanya kepadaMu lah kami Kembali… Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah… Yaa Muqollibal Quluub,,, Tsabit Qolbi ‘Ala Diinik… Jagalah Hati ini….”

==========================

“melakukan sesuatu yang baik akan terasa sulit banyak dibutuhkan pengorbanan”

===============================

“seorang mu’min itu jika dia melihat, maka dia mengambil pelajaran, jika dia diam maka dia berfikir, jika dia bicara maka dia mengingat, jika dia diberi sesuatu maka dia bersyukur dan jika dia dicoba maka dia bersabar.”

===============================

“Kita harus megetahui dan memahami tujuan sebenarnya kita diciptakan oleh Robbul ‘Alamin ke alam dunia ini. Jadi janganlah pernah menyia-nyiakan hidup kita untuk hal yang kurang bermanfaat. Jadi jalani kehidupan ini dengan Penuh SEMANGAT. CAYOOOOOOO..”

=================================

“Isa putra Maryam ‘alaihissalam adalah seorang sahabat dan seorang Nabi, karena pernah melihat Nabi saw pada malam isra’ dan mengucapkan salam kepadanya. Maka dia adalah sahabat yang paling akhir meninggalnya.” [Tajriidu Asmaaish-Shahabah 1: 432]

==============================

No matTer WhaT… BerLakulah ‘Hormat’ pd dri kita sndri,Then….Liat ap yg tjd… ‘n pAndanglah diri kita dr seberapa besar diri kita ‘bermanfaat’ bg orang lain…”

===============================

“”… ThE OnE is LoViNg yOu … cAriNg fOr yOu … wAtcHiNg oVeR yOu … pRoTeCtiNg yOu … gueSs wHo??? … “ALLAH SWT” …”

===========================

“Tetaplah tegar!! Krna 4WI akn slalu mjaga&mLindungim u..jgn gentar,sdih,atau tkt jk km org b’iman..! Ktakan kbenaran wlw bnyk d hujat org..krn ssngghny bpegang pd islm d hr ini spt mmegang bara api..”

http://profiles.friendster.com/27109984

==================================

“Sesuatu akan lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya,,maka hargai dan jagalah segala yg kita miliki…

====================================

“Hanya lelaki yang soleh untuk wanita yang solehah…..wanita yang baik untuk lelaki yang baik(24:26)..Mari izzahkan Islam..Islam Is The Way Of Life…”

==============================

“”Kerana itu ingatlah kamu kepadaKU, nescaya AKU ingat pula kepadamu”. (Al Baqarah 151)”

===============================

“BERCINTA sblum nikah(couple/tunang) ialah MAKSIAT..jika kita tlibat mka kita adalah AHLI MAKSIAT..DEMI ALLAH,lelaki penzina hanya layak utk wanita penzina dan sebaliknya pula..maka JAGA lah diri(iman dan amal),allah pasti jga diri pasangan kita.(^.^)”

=============================

“Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum.”

=========================

kumpulan sms religi islami – sms reliji islam – sms pencerahan – sms-sms motivasi – sms religius – sms rohani

Perbedaan antara Sunnah dan Bid’ah

 

 

Sunnah dan Bid’ah
Oleh: Dr. Yusuf Qardhawi

 

 

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah, kami melantunkan puja-puji, meminta pertolongan dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Shalawat dan salam atasnya, keluarganya, sahabatnya, dan mereka yang melanjutkan dakwahnya, memegang sunnahnya, dan memperjuangkan agamanya, hingga hari kiamat.

 

Salam hormat yang paling baik, yang aku ucapkan kepada kalian adalah salam Islam, yaitu as-salamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Pembahasan kita pada kesempatan ini adalah seputar permasalahan sunnah dan bid’ah. Hal ini berkaitan dengan sebuah artikel yang diterbitkan oleh sebuah majalah yang diterbitkan di negara kita ini.[1] Artikel itu menyandang judul yang amat nyeleneh, yaitu “Istinkaarul-Bid’ah wa Kuraahatul-Jadiid, Mauqifun Islami am jahili?” Artinya, “Mengingkari Bid’ah dan Membenci Hal yang Baru, Apakah Sikap Islami ataukah Sikap Jahiliah?’ Di situ, si penulis artikel ingin menyampaikan pesan bahwa mengingkari bid’ah adalah suatu sikap jahiliah. Menurutnya, kita tidak boleh mengingkari bid’ah dan harus membiarkan manusia menciptakan apa pun yang dikehendaki oleh inspirasi mereka atau oleh setan mereka, baik setan yang berbentuk manusia maupun jin.

 

Oleh karena itu, kami ingin mengembalikan masalah ini kepada pokok yang sebenarnya dan kita perlu meredefinisikan (mendefiniskan ulang) pemahaman-pemahaman kita tentang masalah ini karena masalah ini sangat penting. Membiarkan suatu pemahaman tanpa pendefinisian yang jelas akan membuat suatu masalah menjadi seperti karet yang dapat ditarik ulur dan kembali pada keadaan semula, serta membuat setiap orang dapat menafsirkannya sekehendak hatinya. Ini tentunya amat berbahaya.

 

Karena itulah, kita harus mengetahui makna sunnah yang sebenarnya, juga makna bid’ah, dan apa sikap Islam terhadap bid’ah itu? Mengapa Islam mengingkari bid’ah? Dan, apakah mengingkari bid’ah berarti bid’ah hal yang baru, apa pun bentuk hal yang baru itu? Dengan penjelasan seperti itu, diharapkan kita dapat mengetahui sikap yang benar tentang masalah ini dan hakikat kebenaran dapat diketahui dengan baik serta ketidakjelasan dapat disibakkan. Sehingga, orang yang kemudian binasa adalah karena kesengajaannya semata setelah melihat fakta yang sebenarnya, dan orang yang hidup bahagia adalah orang yang memilih jalan kebenaran setelah melihat kebenaran itu.

 

 

MAKNA SUNNAH SECARA ETIMOLOGIS DAN TERMINOLOGIS[2]

Sunnah secara etimologis bermakna ‘perilaku atau cara berperilaku yang dilakukan, baik cara yang terpuji maupun yang tercela. Ada sunnah yang baik dan ada sunnah yang buruk, seperti yang diungkapkan oleh hadits sahih yang diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya: “Barangsiapa membiasakan (memulai atau menghidupkan) suatu perbuatan baik dalam Islam, dia akan mendapatkan pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari perbuatan orang yang mengikuti kebiasaan baik itu setelahnya dengan pahala yang sama sekali tidak lebih kecil dari pahala orang-orang yang mengikuti melakukan perbuatan baik itu. Sementara, barangsiapa yang membiasakan suatu perbuatan buruk dalam Islam, ia akan mendapatkan dosa atas perbuatannya itu dan dosa dari perbuatan orang yang melakukan keburukan yang sama setelah nya dengan dosa yang sama sekali tidak lebih kecil dari dosa-dosa yang ditimpakan bagi orang-orang yang mengikuti perbuatannya itu.”[3]
 

Kata “sunnah” yang dipergunakan oleh hadits tadi adalah kata sunnah dengan pengertian etimologis. Maksudnya, siapa yang membuat perilaku tertentu dalam kebaikan atau kejahatan. Atau, siapa yang membuat kebiasaan yang baik dan yang membuat kebiasaan yang buruk. Orang yang membuat kebiasaan yang baik akan mendapatkan pahala dari perbuatannya itu dan dari perbuatan orang yang mengikuti perbuatannya, dan orang yang membuat kebiasaan yang buruk maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatannya itu dan dari perbuatan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Adapun dalam pengertian syariat, kata sunnah mempunyai pengertian tersendiri atau malah lebih dari satu pengertian.

 

Banyak kata yang mempunyai makna etimologis yang kemudian diberikan makna-makna baru oleh syariat. Seperti kata thaharah; secara etimologis, ia bermakna ‘kebersihan’, sedangkan dalam pengertian terminologis yang diberikan oleh syariat, ia bermakna ‘menghilangkan hadats atau menghilangkan najis, dan sejenisnya’. Demikian juga halnya dengan kata shalat; secara etimologis ia bermakna ‘doa’, sedangkan dalam pengertian terminologis yang diberikan oleh syariat ia bermakna ‘ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam’. Demikian juga halnya dengan kata sunnah, ia mempunyai pengertian etimologis dan pengertian terminologis syariat.

 

Pada hakikatnya, dalam terminologi syariat, sunnah mempunyai lebih dari satu makna. Kata sunnah dalam pengertian terminologis fuqaha adalah ‘salah satu hukum syariat’ atau antonim dari fardhu dan wajib. Ia bermakna sesuatu yang dianjurkan dan didorong untuk dikerjakan. Ia adalah sesuatu yang diperintahkan oleh syariat agar dikerjakan, namun dengan perintah yang tidak kuat dan tidak pasti. Sehingga, orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala, dan orang yang tidak mengerjakannya tidak mendapatkan dosa kecuali jika orang itu menolaknya dan sebagainya. Dalam pengertian ini, dapat dikatakan bahwa shalat dua rakaat sebelum shalat shubuh adalah sunnah, sementara shalat shubuh itu sendiri adalah fardhu.

 

Menurut para ahli ushul fiqih, sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi saw., berupa ucapan, perbuatan, atau persetujuan. Ia dalam pandangan ulama ushul ini, adalah salah satu sumber dari berbagai sumber syariat. Oleh karena itu, ia bergandengan dengan Al-Qur’an. Misalnya, ada redaksi ulama yang mengatakan tentang hukum sesuatu: masalah ini telah ditetapkan hukumnya oleh Al-Qur’an dan sunnah.

 

Sementara, para ahli hadits menambah definisi lain tentang sunnah. Mereka mengatakan bahwa sunnah adalah apa yang dinisbatkan kepada Nabi saw, berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau deskripsi–baik fisik maupun akhlak–atau juga sirah (biografi Rasul saw.).

 

Ada juga makna sunnah yang lain yang menjadi perhatian para ulama syariat, yaitu sunnah dengan pengertian antonim dari bid’ah. Atau, apa yang disunnahkan dan disyariatkan oleh Rasulullah saw. bagi umatnya versus apa yang dibuat-buat oleh para pembuat bid’ah setelah masa Rasulullah saw.. Pengertian sunnah seperti inilah yang disinyalir oleh hadits riwayat Irbadh bin Sariah, salah satu hadits dari seri empat puluh hadits Nawawi yang terkenal itu (Hadits Arba’in, ed.), “… orang yang hidup setelahku nanti akan melihat banyak perbedaan pendapat (di kalangan umat Islam). Dalam keadaan seperti itu, hendaklah kalian berpegang pada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu dan janganlah kalian mengikuti hal-hal bid’ah, karena setiap perbuatan bid’ah adalah sesat.”[4]

 

Oleh karena itu, di kalangan sahabat sering ditemukan adanya pengoposisian antara sunnah dan bid’ah. Mereka berkata bahwa setiap kali suatu kaum membuat bid’ah maka pada saat itu pula mereka menelantarkan sunnah dalam kuantitas yang sama. Ibnu Mas’ud berkata, “Mencukupkan diri dengan berpegang pada sunnah, lebih baik daripada berijtihad dalam bid’ah.”

 

Ini adalah pengertian terakhir kata sunnah, dan ini pula pengertian sunnah yang menjadi topik pembicaraan kami dalam kesempatan ini. Sedangkan, pengertian-pengertian sunnah yang lain, tidak menjadi topik pembicaraan kami ini. Kami telah membicarakan sebagian dari sunnah dengan pengertian-pengertian lainnya itu, misalnya kami telah membicarakan sunnah sebagai salah satu sumber syariat, atau tentang sunnah sebagai ucapan, perbuatan, persetujuan, sifat, dan sirah Rasulullah saw.. Namun, dalam kesempatan ini, kami hanya ingin mengkaji tentang sunnah dengan pengertian sebagai antonim bid’ah. Atau, apa yang disunnahkan oleh Nabi saw. bagi umatnya.

 

Petunjuk Nabi saw. adalah sebaik petunjuk, seperti dikatakan oleh Umar ibnul Khaththab r.a., “Keduanya (Al-Qur’an dan sunnah) adalah kalam dan petunjuk, sebaik-baik kalam adalah kalam Allah SWT dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw..” Umar mengutip redaksi ini dari sabda Rasulullah saw. yang diucapkan oleh beliau dalam khotbahnya, “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik pembicaraan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah perbuatan bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.”[5]

 

Nabi saw. telah memperingatkan dengan keras perbuatan bid’ah serta memerintahkan umat Islam Untuk mengikuti Sunnah beliau dan menjaganya. Beliau bersabda, “Aku tinggalkan kalian dalam keutamaan dan kemuliaan (ajaran agama) yang terang-benderang, malamnya seterang siangnya, dan tiada orang yang menyimpang darinya kecuali ia akan binasa.”[6]
 

 

MAKNA BID’AH MENURUT IMAM ASY-SYATHIBI[7]
 

Kemudian, apakah makna bid’ah? Dan, apa pengertian bid’ah yang dinilai oleh Nabi saw. sebagai kesesatan dalam agama? Bid’ah, seperti yang didefinisikan oleh Imam asy Syathibi’, adalah “cara beragama yang dibuat-buat, yang meniru syariat, yang dimaksudkan dengan melakukan hal itu sebagai cara berlebihan dalam beribadah kepada Allah SWT”.[8] Ini merupakan definisi bid’ah yang paling tepat, mendetail, dan mencakup serta meliputi seluruh aspek bid’ah.

 
MEDAN OPERASIONAL BID’AH ADALAH AGAMA

Dari definisi tadi dapat dipetakan bahwa medan operasional bid’ah adalah agama. Ia adalah “tindakan mengada-ada dalam beragama”. Dalil pernyataan ini adalah sabda Rasulullah saw., “Siapa yang menciptakan hal baru dalam ajaran agama kita yang bukan bagian darinya, maka perbuatannya itu tertolak.”[9]
 

Dalam riwayat yang lain, “Siapa yang menciptakan hal baru dalam urusan (ajaran agama) kita, yang bukan bagian darinya, maka perbuatannya itu tertolak.”[10] Artinya, dikembalikan kepada pelakunya, sebagaimana halnya uang palsu yang tidak diterima untuk dijadikan sebagai alat jual-beli, dan ia dikembalikan kepada pemiliknya. Hadits ini juga dinilai oleh para ulama sebagai salah satu pokok agama Islam. Ia adalah bagian dari seri empat puluh hadits Nawawi yang terkenal itu (Hadits Arba’in, ed.).

 

Para ulama berkata bahwa ada dua hadits yang saling melengkapi satu sama lain; pertama hadits yang amat penting karena ia adalah timbangan bagi perkara yang batin, yaitu hadits, “Sesungguhnya keabsahan segala amal ibadah ditentukan oleh niat.”[11]
 

Kedua, hadits yang juga amat penting karena ia adalah timbangan bagi perkara yang zahir, yaitu makna yang dikandung oleh hadits ini, “Siapa yang menciptakan hal baru dalam ajaran agama kita yang bukan merupakan bagian darinya, maka perbuatannya itu tertolak.”

 

Agar amal ibadah seseorang diterima oleh Allah SWT, harus dipenuhi dua hal ini:

1. Meniatkan amal perbuatannya semata demi Allah SWT, dan
2. Amal ibadahnya itu dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

Oleh karena itu, saat Imam al-Fudhail bin Iyadh, seorang faqih yang zaahid ‘orang yang zuhud’ (para zaahid generasi pertama adalah para fuqaha), ditanya tentang firman Allah SWT, “… supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya…. “(al-Mulk:2); Amal ibadah apakah yang paling baik? Ia menjawab, “Yaitu amal ibadah yang paling ikhlas dan paling benar.” Ia kembali ditanya, “Wahai Abu Ali (al-Fudhail bin Iyadh), apa yang dimaksud dengan amal ibadah yang paling ikhlas dan paling benar itu?” Ia menjawab, “Suatu amal ibadah, meskipun dikerjakan dengan ikhlas, namun tidak benar maka amal itu tidak diterima oleh Allah SWT. Kemudian, meskipun amal ibadah itu benar, namun dikerjakan dengan tidak ikhlas, juga tidak diterima oleh Allah SWT. Amal ibadah baru diterima apabila dikerjakan dengan ikhlas dan dengan benar pula. Yang dimaksud dengan ‘ikhlas’ adalah dikerjakan semata untuk Allah SWT, dan yang dimaksud dengan ‘benar’ adalah dikerjakan sesuai dengan tuntunan Sunnah.”

 

Keharusan amal ibadah hanya ditujukan untuk Allah SWT, yaitu sebagaimana dideskripsikan oleh hadits, “Sesungguhnya keabsahan segala amal ibadah ditentukan oleb niat.” Dan, keharusan amal ibadah sesuai dengan tuntunan Sunnah adalah seperti dideskripsikan oleh hadits, “Siapa yang menciptakan hal baru dalam ajaran agama kami (Islam) yang bukan merupakan bagian darinya, maka perbuatannya itu tertolak.”

 

Dengan demikian, perbuatan bid’ah hanya terjadi dalam bidang agama. Oleh karena itu, salah besar orang yang menyangka bahwa perbuatan bid’ah juga dapat terjadi dalam perkara-perkara adat kebiasaan sehari-hari. Karena, hal-hal yang biasa kita jalani dalam keseharian kita, tidak termasuk dalam medan operasional bid’ah. Sehingga, tidak mungkin dikatakan “masalah ini (salah satu masalah kehidupan sehari-hari) adalah bid’ah karena kaum salaf dari kalangan sahabat dan tabi’in tidak melakukannya”. Bisa jadi hal itu adalah sesuatu yang baru, namun tidak dapat dinilai sebagai bid’ah dalam agama. Karena jika tidak demikian, niscaya kita akan memasukkan banyak sekali hal-hal baru yang kita pergunakan sekarang ini sebagai bid’ah: seperti mikropon, karpet, meja, dan bangku yang kalian duduki, semua itu tidak dilakukan oleh oleh generasi Islam yang pertama, juga tidak dilakukan oleh sahabat, apakah hal itu dapat dinilai sebagai bid’ah?

 

Oleh karena itu, ada orang yang bersikap salah dalam masalah ini sehingga jika melihat ada mimbar yang anak tangganya lebih dari tiga tingkat, niscaya dia akan berkata, “ini adalah bid’ah”. Tidak, bid’ah tidak termasuk dalam masalah seperti itu. Rasulullah saw. pertama kali berkhotbah di atas pokok pohon kurma, kemudian ketika manusia bertambah banyak, ada yang mengusulkan, “Tidakkah sebaiknya kami membuat tempat berdiri yang tinggi bagi baginda sehingga orang-orang yang hadir dapat melihat baginda?” Setelah itu, didatangkan seorang tukang kayu, ada yang mengatakan ia adalah tukang yang berasal dari Romawi. Selanjutnya, si tukang kayu membuat mimbar dengan tiga tingkat. Seandainya dibutuhkan mimbar yang lebih dari tiga tingkat, niscaya ia akan membuatnya. Masalah ini tidak termasuk dalam lingkup medan operasional bid’ah.

 

Oleh karena itu, sangat penting sekali kita mengetahui apa yang dimaksud dengan sunnah? Dan, apa yang dimaksud dengan bid’ah? Juga ada kesalahan sikap dalam memandang perbuatan-perbuatan Rasulullah saw.. Sebagian orang ada yang menyangka bahwa seluruh apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. adalah sunnah. Padahal, para ulama berkata bahwa perbuatan-perbuatan Nabi saw. yang termasuk sebagai sunnah hanyalah perbuatan yang ditujukan oleh beliau sebagai perbuatan ibadah.[12]
 

Di antara contohnya, Nabi saw.–pada beberapa kesempatan–melakukan shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh. Setelah itu, beliau berbaring dengan memiringkan tubuhnya ke samping kanan.[13] Dari sini, ada sebagian ulama–diantaranya Ibnu Hazm–yang menyimpulkan bahwa setelah melakukan shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh kita harus berbaring miring di sisi kanan tubuh kita. Padahal, Aisyah r.a. berkata, “Nabi saw. berbaring seperti itu bukan untuk mencontohkan perbuatan sunnah, namun semata karena beliau lelah setelah sepanjang malam beribadah sehingga beliau perlu beristirahat sejenak.”[14]

Dengan demikian, perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. perlu diperhatikan, apakah yang beliau lakukan itu ditujukan sebagai perbuatan ibadah atau bukan. Di sini banyak terjadi kesimpangsiuran dan kesalahpahaman, misalnya seperti yang terjadi dalam masalah tata cara makan. Sebagian orang berpendapat bahwa makan dengan sendok dan garpu, atau di meja makan, adalah perbuatan bid’ah. Ini adalah sikap yang berlebihan dan ekstrem. Karena, masalah ini adalah bagian dari kebiasaan sehari-hari yang berbeda-beda bentuknya antara satu daerah dan daerah lain, dan antara satu zaman dan zaman lainnya. Nabi saw makan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh lingkungan beliau, terutama yang sesuai dengan sifat Rasulullah saw., yakni sifat memberikan kemudahan, tawadhu’, dan zuhud. Namun demikian, makan dengan menggunakan meja makan atau menggunakan sendok dan garpu, bukanlah sesuatu yang bid’ah. Lain halnya dengan sebagian sisi dari tata cara makan itu.

 

Saya pernah didebat oleh seorang penulis besar-yaitu seorang tokoh yang sering menulis artikel di majalah-majalah dan kadang-kadang menulis tentang topik keislaman–tentang tuntunan makan dengan tangan kanan. Ia berkata bahwa hal itu bukan sunnah karena ia hanyalah suatu bentuk adat kebiasaan belaka. Saya menjawab bahwa bukan begitu permasalahannya. Dalam masalah seperti ini, kita harus memperhatikannya dengan cermat. Benar, masalah makan dengan sendok dan garpu, atau makan di lantai atau di meja makan, adalah masalah yang bersifat praktikal, dan setiap orang melakukan hal itu sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di tengah kaumnya; selama tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa suatu cara tertentu dilakukan sebagai bentuk beribadah, atau ada tuntunan sunnah di situ. Sedangkan, masalah makan dengan tangan kanan, tampak dengan jelas adanya petunjuk Nabi saw. untuk melakukan hal itu. Karena, secara eksplisit Rasulullah saw. memerintahkan hal itu, yaitu saat beliau bersabda kepada seorang anak, “Bacalah nama Allah, Nak, kemudian makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan (hidangan) yang dekat dengan kamu.”[15]

Lebih jauh lagi, Rasulullah saw. melarang melakukan tindakan sebaliknya, seperti alam sabda beliau, “Hendaklah kalian tidak makan dan minum dengan tangan kiri kalian karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”[16]
 

Oleh karena itu, ada ulama yang mengatakan bahwa hal itu menunjukkan keharaman (makan dan minum dengan tangan kiri) karena beliau menyerupakan orang yang melakukan tindakan seperti itu dengan setan. Dan, beliau tidak pernah menyerupakan sesuatu perbuatan sebagai perbuatan setan dalam masalah yang makruh.

 

Saat Rasulullah saw. melihat seseorang makan dengan tangan kirinya, beliau bersabda kepadanya, “Makanlah dengan tangan kananmu.” Orang itu menjawab, “Aku tidak bisa.” Rasulullah saw. kembali bersabda, “Engkau pasti bisa.”[17] Kemudian Rasulullah saw. menyumpahi orang itu sehingga ia tidak lagi dapat mengangkat tangan kanannya setelah itu. Ini menunjukkan bahwa masalah ini (makan dengan tangan kanan) amat ditekankan.

 

Oleh karena itu, dalam masalah seperti ini kita harus memperhatikannya dengan cermat agar mengetahui batasan dan aturan-aturannya yang terdapat dalam tuntunan Rasulullah saw.. Untuk kemudian kita usahakan untuk mengetahui mana tindakan yang ditujukan sebagai perbuatan sunnah dan sebagai bentuk beribadah kepada Allah SWT, dan mana tindakan yang bersifat sekadar kebiasaan dan alami.

 

Kadang-kadang Nabi saw. melakukan sesuatu seperti cara kaum beliau melakukan hal itu, beliau makan dengan cara seperti mereka makan, beliau minum dengan cara seperti mereka minum, dan beliau berpakaian dengan cara seperti mereka berpakaian. Dan, terkadang beliau melakukan sesuatu sesuai dengan kecenderungan selera beliau. Misalnya, beliau senang makan labu. Apakah kita semua harus senang makan labu? Masalah-masalah seperti ini ditentukan oleh selera masing-masing orang; ada orang yang senang sop kaki, ada yang senang sayur bayam, dan seterusnya.

 

Rasulullah saw. juga menyenangi daging kaki depan; apakah kita semua juga harus menyenangi daging kaki depan? Ada orang yang senang dengan daging punggung, ada yang senang dengan daging paha, dan seterusnya. Jika selera Anda kebetulan sama dengan selera Nabi saw, hal itu adalah baik dan berkah. Dan, jika ada seseorang yang berusaha sedapat mungkin mencontoh seluruh perilaku Rasulullah saw hingga pada masalah-masalah yang tidak berkaitan dengan tuntunan agama karena semata dorongan kecintaannya yang demikian besar terhadap Rasulullah saw., dan kesungguhannya untuk mencontoh segala hal yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw., ini juga suatu tindakan yang terpuji, meskipun hal itu tidak dianjurkan oleh agama.

 

Jika ada seseorang yang berkata, “Aku ingin mencontoh segala perilaku Rasulullah saw., meskipun apa yang dilakukan oleh beliau tidak termasuk dalam tuntunan ibadah. Aku akan makan dengan bersila di lantai dan dengan menggunakan tanganku (tanpa menggunakan sendok dan garpu), seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw..” Kepada orang seperti itu kami katakan, semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan kepadamu. Kami tidak akan mengingkari tindakannya itu, dan barangkali orang itu akan mendapatkan pahala sesuai dengan niatnya.

 

Adalah Ibnu Umar r.a. karena kesungguhannya yang besar untuk mengikuti segala perbuatan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. dan kesempurnaan cintanya kepada beliau, ia mengikuti segala apa pun yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw., meskipun hal itu tidak termasuk perbuatan ibadah atau bukan perbuatan yang diperintahkan untuk dikerjakan.[18] Demikian juga sebagian sahabat yang lain.

 

Misalnya, ada seorang sahabat yang melihatnya sedang shalat dengan kancing yang terbuka; saat ia ditanya mengapa ia melakukan hal itu, ia menjawab bahwa ia melihat Rasulullah saw. melakukan perbuatan seperti itu.[19] Padahal, barangkali Nabi saw. melakukan hal itu semata karena pada saat itu beliau sedang kegerahan atau dalam keadaan musim panas. Lantas, apakah Anda akan melakukan tindakan yang sama pula pada saat musim dingin! Itu hanyalah pendapat Ibnu Umar saja. Suatu saat Ibnu Umar sedang berada dalam perjalanan bersama rombongan, tiba-tiba ia meminggirkan kendaraannya dari jalan sehingga rombongan yang menyertainya merasa heran. Lantas, pembantunya menjelaskan bahwa ia melakukan hal itu karena dahulu ia pernah berjalan bersama Nabi saw. di tempat itu, kemudian saat tiba di tempat itu Rasulullah saw. bergerak minggir ke pinggir jalan.[20]
 

Dalam salah satu perjalanan ibadah haji, ia juga pernah mengistirahatkan kendaraannya di suatu tempat dan rombongan yang menyertainya juga ikut beristirahat bersamanya. Para anggota rombongan itu bertanya-tanya, apa yang ia ingin kerjakan di tempat itu? Ternyata, ia pergi ke suatu tempat dan melaksanakan hajatnya (membuang air kecil atau besar) di tempat itu. Dan, saat ia ditanya mengapa ia melakukan hal itu, ia menjawab bahwa hal itu dilakukannya karena pada saat Nabi saw. melaksanakan ibadah haji dan sampai ke tempat ini, beliau melaksanakan hajat beliau di tempat itu.[21]
 

Apakah tindakan seperti ini diperintahkan untuk dikerjakan oleh insan muslim? Tentu saja tidak, namun, perbuatan tadi adalah suatu bentuk manifestasi kesempurnaan cinta kepada Nabi saw.. Ia juga senang meletakkan untanya di tempat Rasulullah saw. meletakkan unta beliau.

 

Perbuatan semacam ini tidak kami cela kecuali jika orang itu mengharuskan manusia untuk melakukan tindakan seperti itu juga. Karena, perbuatan seperti itu tidak diperintahkan oleh agama. Oleh karena itu, ia harus mengetahui bahwa apa yang ia lakukan itu tidak harus dilakukan oleh manusia dan tidak wajib bagi mereka, juga bukan perbuatan yang sunnah.

 

Orang yang melakukan hal itu telah melakukan tindakan yang baik, namun ia menjadi salah jika ia menginginkan–atau malah memaksakan–orang lain untuk melakukan tindakan yang sama seperti yang ia lakukan, atau mengingkari dan mencela orang yang tidak melakukannya. Atau juga jika ia meyakini bahwa hal itu adalah bagian dari pokok agama, atau bagian darinya, atau menganggap orang yang meninggalkan perbuatan itu berarti telah meninggalkan sunnah. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penting bagi kita memisahkan antara sunnah yang sebenarnya dan bid’ah.
 

 

KREASI DAN PENEMUAN BARU SEHARUSNYA HANYA DALAM URUSAN DUNIAWI
 
Bid’ah, seperti kami katakan sebelumnya, adalah “tindakan mengada-ada dalam beragama”. Karena, Islam menghendaki para pemeluknya untuk menjalankan agama sesuai batas ketentuan yang telah diberikan dan tidak mengada-ada. Untuk kemudian, mencurahkan energi kreatif mereka untuk membuat kreasi baru dalam bidang-bidang keduniawian. Inilah yang dilakukan oleh generasi salafus saleh.

 

Kalangan salaf menjalankan agama pada batas ajaran yang jelas telah ada, dalam riwayat yang pasti dari Rasulullah saw. dan pada sunnah-sunnah. Untuk kemudian, mereka mencurahkan segenap potensi dan energi mereka untuk berkreasi dan bekerja untuk memperbaiki kehidupan duniawi.

 

Dalam biografi Umar Ibnul-Khaththab r.a., Anda akan menemukan banyak hal yang dikenal dengan awwaliyyaat Umar ‘pioniritas Umar’. Yaitu, ia adalah orang yang pertama kali mengadakan sistem administrasi di negara Islam, yang pertama kali membangun kota-kota terpadu, pemimpin yang pertama kali mengadakan investigasi langsung kepada rakyat, dan lain-lain.

 

Ada kitab yang berjudul al-Awaail ‘Hal-Hal yang Pertama’ atau apa-apa yang pertama kali dibudayakan oleh kalangan salaf. Para sahabat telah menciptakan banyak kreasi untuk menciptakan kemaslahatan bagi kaum muslimin.

Dan, makna ‘mengada-ada’ adalah hal itu tidak mempunyai sumber dalam syariat. Asal kata bid’ah adalah diambil dari kata bad’a dan ibtada’a, yang bermakna ‘menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya’. Oleh karena itu, Al-Qur’an mendeskripsikan Allah SWT sebagai, “Allah Pencipta langit dan bumi.” Artinya, Allah SWT menciptakan langit dan bumi dari nol, tanpa adanya contoh sebelumnya.[22]

Membuat bid’ah adalah menciptakan ajaran agama yang tidak ada aturannya dari Rasulullah saw., juga dari Khulafa ar-Rasyidin, yang diperintahkan kepada kita agar mengikuti sunnah mereka.
 
SESUATU YANG MEMILIKI LANDASAN DALAM SYARIAT TIDAK DINILAI SEBAGAI BID’AH
 
Sesuatu yang baru itu, jika ia mempunyai asal dan sumber dalam syariat, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai bid’ah. Banyak hal yang dibuat oleh kaum Muslimin yang mempunyai asal dan landasan dalam syariat. Misalnya, penulisan dan pengkompilasian (penggabungan) Al-Qur’an dalam satu mushaf, seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar berdasarkan usul Umar r.a..

Sebelumnya Abu Bakar merasa berat untuk melaksanakan rencana itu. Ia berkata, “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw.?” Namun, Umar terus membujuknya dan memberikan argumentasi betapa pentingnya hal itu hingga akhirnya Abu Bakar menerima usul itu dan melaksanakannya.[23] Karena, hal itu demi kebaikan dan kepentingan kaum muslimin, meskipun hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw.. Agama Islam dapat dipertahankan dengan menjaga dan memelihara Al-Qur an itu, dan Al-Qur an adalah pokok agama, sumber, dan pokok yang abadi. Oleh karena itu, kita harus menjaga Al-Qur’an dari kemungkinan tercecer atau mengalami kesimpangsiuran.

Nabi saw telah mengizinkan pencatatan wahyu saat wahyu diturunkan. Dan, beliau memiliki sekretaris yang bertugas mencatat wahyu-wahyu yang diturunkan (Zaid bin Tsabit). Semua itu dilakukan dalam upaya menjaga dan memelihara Al-Qur’an.
Selama masa hidup Nabi saw., beliau tidak mengkompilasikan Al-Qur’an dalam satu kesatuan. Karena, pada saat itu, ayat-ayat Al-Qur’an terus turun secara beriringan, dan Allah SWT terkadang mengubah sebagian ayat yang telah diturunkan kepada Rasulullah saw. itu. Sehingga, jika ayat-ayat yang diturunkan itu langsung dikompilasikan ke dalam satu kesatuan, niscaya akan ditemukan kesulitan jika terjadi perubahan dari Allah SWT. Terkadang, saat suatu ayat diturunkan, Rasulullah saw. memerintahkan kepada para pencatat wahyu, letakkanlah ayat ini dalam surah itu (surah tertentu), dan masing-masing surah dalam Al-Qur’an belum diketahui sudah lengkap atau belum ayat-ayatnya, hingga seluruh ayat Al-Qur’an selesai diturunkan.

Surah al-Baqarah misalnya, ia turunkan pada permulaan era Madinah. Namun, ayat-ayat dalam surah itu baru terlengkapi setelah lewat delapan tahun. Dan, di dalamnya terdapat ayat-ayat yang oleh ulama dikelompokkan sebagai ayat-ayat yang terakhir diturunkan. Seperti pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa ayat Al-Qur’an yang terakhir diturunkan adalah firman Allah SWT: “Dan, peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (al-Baqarah: 281)

Oleh karena itu, selama masa itu, Nabi saw. melarang upaya pengkompilasian Al-Qur an. Namun, saat kelengkapan Al-Qur’an telah diketahui, setelah wafatnya Rasulullah saw., maka para sahabat merasa aman dari kemungkinan adanya penambahan dan pengurangan Al-Qur an. Oleh karena itu, mereka segera mencatat ayat-ayat Al-Qur’an yang berserakan dalam berbagai media dan mengkompilasikannya dalam satu mushaf. Dengan demikian, hal ini mempunyai dasar dan sandaran dalam syariat sehingga perbuatan itu tidak dapat dianggap sebagai bid’ah.

Contoh yang lain adalah tindakan Umar r.a. yang menyatukan orang-orang yang melaksanakan shalat tarawih dalam satu jamaah shalat di bawah satu imam shalat, yaitu Ubay bin Ka’ab. Sebelumnya, mereka melaksanakan shalat tarawih secara terpisah-pisah dengan imam shalat masing-masing. Bukhari meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdul Qaari bahwa ia berkata, “Aku berjalan bersama Umar Ibnul-Khaththab pada malam bulan Ramadhan menuju masjid. Pada saat itu, kami menemukan masyarakat melakukan shalat (tarawih) secara terpisah-pisah. Ada yang shalat sendirian dan ada pula yang shalat dengan diikuti oleh beberapa orang makmum. Melihat itu Umar berkata, “Aku berpendapat, seandainya semua orang disatukan dalam jamaah shalat (tarawih) di bawah pimpinan satu orang imam niscaya akan lebih baik.” Dan, rencananya Umar akan mengangkat Ubay bin Ka’ab sebagai imam shalat mereka. Kemudian, pada malam lainnya, aku kembali berjalan bersama Umar (menuju masjid). Saat itu, kami telah mendapati orang-orang sedang melaksanakan shalat (tarawih) di bawah pimpinan satu imam shalat mereka. Melihat itu Umar berkomentar, “Bid’ah[24] yang paling baik adalah ini. Dan, orang yang saat ini tidur adalah lebih baik dari mereka yang melaksanakan qiyamullail pada saat ini karena mereka (yang masih tidur) akan melaksanakannya pada akhir malam, sedangkan orang lainnya melaksanakannya pada awal malam.”[25]

Kata “bid’ah” yang diucapkan oleh Umar tadi, yakni kalimat “bid’ah yang paling baik adalah ini” adalah kata bid’ah dengan pengertian lughawi ‘etimologis’, bukan dengan pengertian terminologis syariat. Karena, kata bid’ah dalam pengertian etimologis adalah “sesuatu yang baru diciptakan atau baru diperbuat” yang belum pernah ada sebelumnya. Yang dimaksud oleh Umar dengan ucapannya itu adalah, manusia sebelumnya belum pemah melaksanakan shalat tarawih dalam kesatuan jamaah shalat seperti itu. Meskipun pada dasarnya, shalat tarawih secara jamaah itu sendiri pernah terjadi pada masa Nabi saw.. Karena, beliau mendorong kaum muslimin untuk melaksanakan shalat itu. Dan, banyak orang yang mengikuti shalat tarawih beliau selama beberapa malam. Namun, saat beliau mendapati banyak orang yang berkumpul untuk melaksanakan shalat tarawih bersama beliau, beliau tidak menemui mereka lagi untuk shalat bersama. Kemudian, pada pagi harinya, beliau bersabda, “Aku melihat apa yang kalian lakukan itu, dan yang menghalangi diriku untuk keluar dan shalat (tarawih) bersama kalian adalah karena aku takut jika shalat itu sampai diwajibkan atas kalian.”[26]

Kekhawatiran ini, yakni kekhawatiran Rasulullah saw. jika Allah SWT mewajibkan shalat tarawih itu, menjadi hilang dengan wafatnya Nabi saw.. Dengan begitu, hilang pula faktor yang menghalangi dilaksanakannya shalat tarawih dalam satu kesatuan jamaah shalat.[27]

Yang terpenting, makna “mukhtara’ah (sesuatu yang baru diciptakan atau baru diperbuat)” itu adalah sesuatu yang tidak diperintahkan oleh syariat.

 

Dari sini, ulama salaf kemudian mengkompilasikan ilmu-ilmu syariat, kemudian menciptakan ilmu-ilmu baru untuk mendukung syariat itu. Seperti, ilmu ushul fiqih, ilmu musthalah hadits, ilmu-ilmu bahasa Arab, dan sebagainya.

 

 

MENIRU JALAN SYARIAT
 

Kembali kepada definisi bid’ah yang diberikan oleh asy-Syathibi. Kalimat “meniru syariat”, artinya hal itu meniru jalan syariat, padahal pada kenyataannya tidak seperti itu. Ada banyak hal yang diciptakan oleh manusia yang tidak mempunyai sandaran dan dasar dalam syariat, hanya saja ia mempunyai sisi kemiripan kepada suatu ajaran syariat itu. Karena, hal itu suatu bentuk beribadah dan pada satu segi ia meniru jalan syariat. Sisi inilah yang dianggap baik oleh para pembuat bid’ah dan para pengikut mereka. Karena, jika hal itu tidak memiliki suatu kemiripan dengan manusia, niscaya orang banyak akan menolaknya. Mereka menganggap hal itu baik karena ada segi kemiripannya dengan jalan syariat.
 
BID’AH YANG DIMAKSUDKAN ADALAH BERSIKAP BERLEBIH-LEBIHAN DALAM BERIBADAH
 
Dalam definisi asy-Syathibi juga terdapat redaksi, “yang dimaksudkan dengan melakukan hal itu (bid’ah) adalah sebagai cara berlebillan dalam beribadah kepada Allah SWT”. Maksudnya, orang yang membuat suatu praktek bid’ah, biasanya melakukan hal itu dengan tujuan untuk berlebih-lebihan dalam bertaqarrub kepada Allah SWT. Karena, mereka merasa tidak cukup dengan praktek ibadah yang telah diajarkan oleh syariat sehingga mereka berusaha untuk menambah suatu praktek baru. Dengan tindakan itu, seakan-akan mereka ingin mengoreksi syariat dan menutupi kekurangannya sehingga akhirnya mereka menciptakan suatu praktek ibadah baru, hasil rekayasa pikiran mereka.

Apakah niat yang baik itu dapat menjustifikasikan tindakan mereka? Tentu saja tidak. Niat seperti itu tidak dapat memberikan justifikasi suatu perbuatan bid’ah. Kami telah katakan sebelumnya bahwa dalam masalah beribadah, kita harus melengkapi dua hal: niat (hanya semata untuk Allah SWT) dan mutaba’ah yaitu ‘beribadah dengan mengikuti cara yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Rasulullah saw.’. Ukuran dan karakteristik ibadah yang benar amat jelas, yaitu harus mengikuti tuntunan Rasulullah saw., “Siapa yang mengerjakan suatu amal ibadah yang tidak diatur oleh sunnah kami maka amalnya itu tertolak.” Ini adalah bid’ah dalam agama. Bid’ah dengan pengertian seperti ini adalah dhalaalah ‘sesat’, seperti disinyalir oleh hadits riwayat Irbaadh bin Saariah, “Karena setiap bid’ah adalah sesat.”

 

PEMBAGIAN MACAM BID’AH MENURUT ULAMA DAN PENDAPAT YANG PALING TEPAT
 
Ada ulama yang membagi bid’ah menjadi dua macam, yaitu bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) dan bid’ah sayyi’ah (bid’ah yang buruk’).[28] Ada juga ulama yang membagi bid’ah menjadi lima macam, seperti halnya lima macam hukum syariat, yaitu bid’ah wajibah (bid’ah yang wajib dilakukan), bid’ah mustahabbah (bid’ah yang dianjurkan untuk dilakukan), bid’ah makruhah (bid’ah yang makruh dilakukan), bid’ah muharramah (bid’ah yang haram dilakukan), dan bid’ah mubaahah (bid’ah yang boleh dilakukan).[29]

Ungkapan yang paling tepat dalam masalah ini adalah bahwa pendapat tadi pada akhirnya bertemu pada muara yang sama dan sampai pada kesimpulan yang sama pula. Karena, mereka — misalnya — memasukkan masalah pencatatan Al-Qur’an dan pengkompilasiannya dalam satu mushaf, juga masalah pengkodifikasian ilmu nahwu, ilmu ushul fiqih, dan pengkodifikasian ilmu-ilmu keislaman yang lain, dalam kategori bid’ah yang wajib dan sebagai bagian dari fardhu kifayah (kewajiban kolektif).

Ulama yang lain menggugat penamaan perbuatan tadi sebagai bagian dari bid’ah. Menurut mereka, pengklasifikasian bid’ah semacam itu adalah pengklasifikasian bid’ah berdasarkan pengertian lughawi ‘etimologis’, sedangkan pengertian kata bid’ah yang kami gunakan adalah pengertian secara terminologis syar’i. Sedangkan, hal-hal tadi (seperti pencatatan Al-Qur’an dan pengkompilasiannya) tidak kami masukkan dalam kategori bid’ah. Adalah suatu inisiatif yang tidak tetap memasukkan hal-hal semacam tadi dalam kelompok bid’ah.

Yang terbaik adalah kita berpedoman pada pengertian bid’ah yang dipergunakan oleh hadits syarif. Karena, dalam hadits syarif diungkapkan redaksi yang demikian jelas ini, “Karena setiap bid’ah adalah sesat,” dengan pengertian yang general (umum). Jika dalam hadits itu diungkapkan, “Karena setiap bid’ah adalah sesat,” maka tidak tepat kiranya jika kita kemudian berkata bahwa di antara bid’ah ada yang baik dan ada yang buruk, atau ada bid’ah wajib dan ada bid’ah yang dianjurkan, dan sebagainya. Kita tidak patut melakukan pembagian bid’ah seperti ini. Yang tepat adalah jika kita mengatakan seperti yang diungkapkan oleh hadits, “Karena setiap bid’ah adalah sesat.” Dan, kata bid’ah yang kami pergunakan itu adalah kata bid’ah dengan definisi yang diucapkan oleh Imam asy-Syathibi, “Bid’ah adalah suatu cara beragama yang dibuat-buat,” yang tidak mempunyai dasar dan landasan, baik dari Al-Qur’an, sunnah Nabi saw., ijma’, qiyas, maupun maslahat mursalah, dan tidak juga dari salah satu dalil yang dipakai oleh para fuqaha.
 

 

MENGAPA ISLAM BERSIKAP KERAS DALAM MASALAH BID’AH?
 
Mengapa Islam bersikap keras dalam masalah bid’ah, menilainya sebagai kesesatan, dan pelakunya diancam akan dimasukkan ke neraka, serta Nabi saw. memberikan peringatan yang amat keras dalam masalah ini? Berikut ini adalah alasan-alasannya.
 

 

1. PEMBUAT DAN PELAKU BID’AH MENGANGKAT DIRINYA SEBAGAI PEMBUAT SYARIAT BARU DAN SEKUTU BAGI ALLAH SWT
 
Islam memberikan peringatan keras terhadap masalah bid’ah ini karena (seperti telah kami singgung sebelumnya) dalam kasus seperti ini, si pembuat bid’ah bertindak seakan-akan ingin mengoreksi Rabbnya dan dia memberikan kesan kepada kita atau kepada dirinya bahwa dia mengetahui apa yang tidak diketahui oleh Allah SWT. Seakan-akan dia berkata, “Tuhanku, apa yang Engkau telah syariatkan kepada kami itu tidak cukup. Oleh karena itu, kami menambah praktek ibadah baru atas apa yang telah Engkau syariatkan itu.” Dengan demikian, ia telah menetapkan dirinya sebagai pembuat syariat dan memberikan kepada dirinya hak untuk menciptakan syariat baru. Padahal, hak membuat syariat adalah mi1ik Allah SWT semata. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?…. “(asy-Syuura: 21)

Tindakan membuat syariat baru yang tidak dizinkan oleh Allah SWT adalah tindakan yang amat berbahaya. Karena, dalam kasus seperti itu, si pelakunya berarti telah mengangkat dirinya sebagai sekutu bagi Allah SWT dan memberikan hak kepada dirinya untuk menciptakan syariat baru dan berkreasi dalam agama, serta membuat tambahan dalam agama Allah SWT. Hal ini dapat menimbulkan bahaya yang amat besar dan dapat menjerumuskan seseorang menjadi musyrik kepada Allah SWT. Tindakan seperti inilah yang telah merusak agama-agama langit sebelum Islam.
Apa yang telah terjadi pada agama-agama langit sebelum Islam itu? Yaitu, terjadi bid’ah secara besar-besaran dan para pemeluk agama-agama itu memberikan kepada diri mereka hak untuk menambahkan hal-hal baru dalam agama mereka, yang secara khusus dipegang oleh para pendeta dan orang-orang alim mereka sehingga agama yang mereka anut bentuknya berubah sama sekali dari agama aslinya. Inilah yang dikecam oleh Islam dan diabadikan oleh Al-Qur’an dalam firman Allah SWT, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sehagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Almasih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (at-Taubah: 31)

Al-Qur’an memandang mereka sebagai orang-orang musyrik. Saat Adi bin Hatim ath-Thaai (yang sebelumnya memeluk Kristen pada masa jahiliah) bertemu Rasulullah saw., ia membaca ayat, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.” Dan, iapun (Adi bin Hatim ath-Thaai) berkata, “(Pada kenyataannya) mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib itu.” Rasulullah saw. menjawab, “Benar begitu, (namun) mereka (para pendeta dan rahib itu) telah mengharamkan sesuatu yang halal bagi umatnya dan menghalalkan apa yang haram bagi mereka, dan mereka (umatnya) pun mengikuti ketetapan para pendeta dan rahib itu dengan patuh. Itulah bentuk ibadah penyembahan mereka kepada para pendeta dan rahib itu.”[30]

Adi bin Hatim memahami ibadah dan penyembahan hanya berbentuk ritus-ritus saja: shalat, ruku, sujud, dan semacamnya. Kemudian, Nabi saw. memberikan penjelasan kepadanya bahwa bentuk penyembahan mereka itu tidak semata-mata seperti itu; ibadah dan penyembahan mempunyai makna yang lebih luas. Taat dan tunduk secara mutlak terhadap apa yang mereka (para pendeta dan para rahib) lakukan, apa yang mereka halalkan, apa yang mereka haramkan, apa yang mereka buat-buat, dalam perkara-perkara duniawi adalah bentuk penyembahan kepada mereka. Karena, status rubbubiyah ‘ketuhanan’-lah yang memiliki hak untuk menetapkan syariat, menghalalkan, dan mengharamkan. Dan, status itu pula yang memberikan-Nya hak untuk menetapkan bentuk praktek ibadah manusia kepada-Nya, sesuai yang Dia kehendaki. Tidak ada seorang pun yang mempunyai hak untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara yang dia kehendaki sendiri.

Dengan demikian, orang yang membuat bid’ah meletakkan dirinya seakan-akan pihak yang berwenang menetapkan hukum dan menjadi sekutu bagi Allah SWT dan dia mengoreksi apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

 

2. PEMBUAT BID’AH MEMANDANG AGAMA TIDAK LENGKAP DAN BERTUJUAN MELENGKAPINYA
 
Dari segi lain, orang yang mengerjakan bid’ah seakan-akan menganggap agama tidak lengkap, kemudian ia ingin menyempurnakan kekurangan dan ketidaksempurnaannya. Padahal, Allah SWT telah menyempurnakan agama secara lengkap, sebagai bentuk kesempurnaan nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Dia berfirman, “,…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu…,” (al-Maa’idah: 3)

Oleh karena itu, Ibnu Majisyun meriwayatkan dari Imam Malik (Imam Darul Hijrah) bahwa dia berkata, “Siapa yang telah membuat praktek bid’ah dalam agama Islam dan ia melihatnya sebagai suatu tindakan yang baik, berarti ia telah menuduh Nabi Muhammad saw. telah mengkhianati risalah. Karena, Allah SWT berfirman, ‘Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.’ Jika saat itu agama Islam belum lengkap niscaya saat ini tidak ada agama Islam itu.”[31]

Membuat bid’ah dalam agama Islam secara tidak langsung berarti telah menuduh Nabi saw. berkhianat dan tidak menyampaikan risalah agama secara lengkap. Allah SWT berfirman, “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan, jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya (al-Maa’idah: 67)

Agama Islam telah sempurna dan tidak membutuhkan tambahan lagi. Karena, sesuatu yang sudah sempurna tidak menerima adanya penambahan sama sekali. Hanya sesuatu yang tidak sempurnalah yang dapat menerima penambahan dan penyempurnaan baginya.

Oleh karena itu, para sahabat dan para imam setelah mereka, amat memerangi praktek bid’ah karena hal itu berarti menuduh agama Islam tidak lengkap, dan menuduh Rasulullah saw. telah berbuat khianat.
 
3. PRAKTEK BID’AH MEMPERSULIT AGAMA DAN MENGHILANGKAN SIFAT KEMUDAHANNYA
 
Agama yang disyariatkan oleh Allah SWT pada dasarnya bersifat mudah dan Allah SWT juga mengutus nabi-Nya dengan hanifiah samhah ‘agama yang orisinal dan mudah dijalankan’, hanif ‘orisinal’ dalam akidah, dan samhah ‘mudah dijalankan dalam pemberian beban hukum dan praktek ibadah’. Firman Allah: “…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu….” (al-Baqarah:185). Juga dalam ayat lainnya, “,…dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan,…” (al-Hajj: 78). Juga dalam hadits Nabi SAW, “Kalian diutus sebagai orang-orang yang memberikan kemudahan, bukan sebagai orang-orang yang membuat kesulitan. “[32]

Agama Islam datang dengan sifat mudah dilaksanakan, kemudian orang-orang yang membuat praktek bid’ah mengubah sifat mudah Islam itu menjadi susah dan berat. Mereka membebani manusia dan menyulitkan mereka dengan berbagai macam praktek baru, serta menambahkan hal-hal baru dalam praktek keagamaan yang membuat manusia menjadi terbelenggu oleh beban berat. Padahal, Nabi saw. datang untuk membebaskan manusia dari belenggu dan beban yang berat itu yang dialami oleh umat sebelumnya. Seperti diterangkan tentang sifat Nabi saw. dalam kitab-kitab suci sebelumnya, Taurat dan Injil, “…dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka”. (al-A’raaf:157)

Dan, dalam doa-doa Al-Qur’an yang terdapat dalam penghujung surah al-Baqarah tertulis, “…Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami,…” (al-Baqarah: 286)

Para pembuat bid’ah itu berkeinginan mengembalikan beban-beban agama-agama langit sebelumnya ke dalam Islam dan menambahkan taklif ‘beban hukum’ yang memberatkan manusia serta menyulitkan mereka. Padahal, seungguhnya beban-beban agama Islam ini bersifat sederhana dan mudah dijalankan. Misalnya, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, Allah dan malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (al-Ahzab: 56)

Dan, redaksi shalawat yang paling afdhal adalah, “Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah sampaikan shalawat-Mu kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah berikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”[33]

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca shalawat dengan redaksi tadi? Mungkin hanya seperempat atau setengah menit! Namun, kemudian banyak orang yang mengarang kitab tentang redaksi-redaksi shalawat kepada Nabi saw. dan menciptakan beragam redaksi shalawat baru yang tidak diperintahkan oleh Allah SWT. Saya sering mendapati orang awam yang membaca redaksi shalawat yang beragam itu dan ternyata ia tidak memahami sama sekali apa yang ia baca itu. Demikian juga halnya dengan redaksi-redaksi doa, banyak orang yang mengarang wirid dan hizb yang beragam. Saat masih kecil, setiap kali saya berangkat ke masjid sebelum subuh, saya mendapati orang-orang awam menghafal dan membaca doa yang dikenal dengan “wirid al-Bakri”, yaitu sebuah redaksi doa yang disusun berdasarkan abjad bahasa Arab. Redaksi doa yang pertama dimulai dengan huruf hamzah, kedua dengan huruf ba, ketiga dengan huruf tsa, dan seterusnya.

Misalnya, redaksi doa yang dimulai dengan huruf ghain adalah, “Wahai Tuhanku, kekayaan Mu adalah kekayaan yang mutlak, sementara kekayaan kami adalah kekayaan yang muqayyad ‘terbatas’”. Jika Anda bertanya kepada salah seorang dari mereka yang membaca doa itu, “Apa makna mutlak dan muqayyad?” niscaya ia tidak tahu sama sekali.

Wahai saudaraku seiman, apakah ada redaksi doa yang lebih afdhal, lebih indah, dan lebih mudah dibandingkan redaksi doa Al-Qur’an dan Sunnah? Redaksi doa dari Al-Qur’an misalnya adalah, “…Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (al-Baqarah: 201)

Dan, redaksi doa dari Sunnah misalnya adalah, “Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku, perbaikilah akhiratku tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup yang kulalui sebagai tambahan segala kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan. “[34]

Lantas, mengapa kita harus menyusahkan diri sendiri dan menyusahkan orang lain untuk menghafal doa-doa dengan redaksi buatan sendiri itu?

Suatu kali, saya pernah bertanya kepada seseorang, “Mengapa Anda tidak melaksanakan shalat?” Ia menjawab, “Karena aku tidak bisa berwudhu.” Aku kembali bertanya, “Apakah engkau tidak mengetahui bagaimana membasuh muka, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki?” Ia menjawab, “Kalau itu, aku mengetahuinya, namun aku tidak hafal (do’a) apa yang harus dibaca pada setiap kali membasuh anggota wudhu itu.” Maksudnya, ia tidak mengetahui doa yang harus dibaca saat akan memulai berwudhu, misalnya doa, “Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan air sebagai media untuk menyucikan (diri) dan Islam sebagai cahaya.” Saat istinsyaaq ‘memasukkan air ke hidung’, “Ya Allah, rahmatilah aku dengan semerbak surga dan Engkau meridhaiku.” Saat membasuh muka, “Ya Allah, putihkanlah wajahku pada saat wajah-wajah (kalangan beriman) memutih dan wajah-wajah (kalangan kafir dan pembuat dosa) menghitam.” Saat membasuh dua tangan, “Ya Allah, berikanlah buku catatan amal perbuatanku ke tangan kananku, dan jadikanlah Nabi Muhammad sebagai pemberi syafaat dan penanggungku.” Dan, saat mengusap kepala, “Ya Allah, haramkanlah rambut dan kulitku dari api neraka.”[35]

Oleh sebagian orang, setiap gerakan wudhu disertai doa tertentu sehingga rekan kita yang malang ini menyangka bahwa agar shalat dan wudhunya sah maka ia harus menghafal seluruh doa yang banyak itu, padahal ia tidak memiliki kemampuan untuk menghafal seluruh redaksi doa yang banyak itu. Mengapa hal ini harus terjadi?

Contoh yang lain adalah apa yang dinamakan oleh sebagian orang sebagai azan syar’i. Pada dasarnya, redaksi dan cara pelafalan azan mudah saja dilakukan, yaitu Allahu Akbar Allahu Akbar dan seterusnya. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumandangkan azan seperti itu? Paling lama satu menit atau satu menit setengah. Namun, jika kita menguman-dangkan azan dengan cara yang biasa dilakukan pada saat ini, yaitu dengan membaca hayya ‘alash-shalaaaaaah, hayya ‘alal falaaaaaaah, berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk itu? Tentu akan memerlukan lebih dari lima menit.

Oleh mereka, kata “falah” harus dibaca lebih panjang dari kata “shalaah”. Demikian juga redaksi kedua harus dibaca lebih panjang dari redaksi pertama. Tidak hanya itu, mereka juga kemudian mengarang redaksi-redaksi shalawat kepada Nabi saw yang harus dibaca selepas mengumandangkan azan.

Wahai saudaraku seiman, Rabb kita mensyariatkan lafal-lafal azan ini dan mewahyukan bentuk lafal itu kepada Nabi-Nya melalui jalan mimpi[36] yang ditetapkan oleh Nabi saw.. Hal ini dimaksudkan agar Allah SWT mempunyai peran tertentu dalam penentuan azan itu, demikian juga Nabi saw. mempunyai peran tersendiri. Lantas, mengapa Anda kemudian menambahkan redaksi shalawat dan kata-kata tambahan terhadap azan itu yang membuat bagian Nabi saw. dalam azan lebih besar dari bagian Rabb kita? Ini tidak sepatutnya terjadi.

Islam amat memerangi bid’ah agar manusia tidak memasukkan hal-hal baru yang mempersulit pelaksanaan agama, serta agar tidak menambahkan hal-hal yang membuat beban agama menjadi berlipat-lipat banyaknya daripada apa yang diturunkan oleh Allah SWT. Karena, hal itu akan membuat manusia menjadi berat untuk menjalankan perintah-perintah agama.

 

4. BID’AH DALAM AGAMA MEMATIKAN SUNNAH
 
Ada ungkapan yang diriwayatkan dari kalangan salaf, secara mauquf dan marfu’, “Setiap kali suatu kaum menghidupkan bid’ah maka saat itu pula mereka mematikan sunnah dengan kadar yang setara.” Ini adalah suatu keniscayaan (kepastian), sesuai dengan hukum alam dan hukum sosial. Ada orang yang berkata, “Setiap kali aku melihat suatu sikap berlebihan dalam satu segi maka saat itu pula aku dapati adanya suatu hak yang ditelantarkan.” Jika Anda menjumpai suatu sikap berlebih-lebihan pada satu segi, Anda pasti akan mendapati adanya sikap mengurang-ngurangi pada segi lain. Jika seseorang mencurahkan energinya untuk melaksanakan perbuatan bid’ah, niscaya energinya untuk menjalankan sunnah menjadi berkurang karena kemampuan manusia terbatas. Oleh karena itu, Anda dapat menandai dengan mudah pada segi apa seorang pelaku bid’ah giat berusaha dan pada segi apa pula ia malas bekerja. Ia giat dan bersegera dalam menjalankan perbuatan-perbuatan bid’ah, sementara lemah dan bermalasan dalam menjalankan hal-hal yang sunnah.

Saya masih ingat ketika masih berstatus pelajar sekolah menengah al-Azhar di Madrasah al-Azhar cabang Thantha. Di kota Thantha itu terdapat makam sayyid Ahmad Badawi yang terkenal itu. Di antara syekh kami ada yang menghabiskan sebagian besar siang dan malamnya di samping makam sayyid Badawi. Saya pernah berdialog dengan salah seorang syekh kami tersebut, seorang ahli fiqih mazhab Hanafi, namun ia termasuk dalam kelompok orang-orang yang menyakralkan tasawuf dan para wali.
Saat itu, ia sedang mengajarkan kepada kami bab al-Udhhiah ‘kurban’ (dan saya saat itu adalah orang yang senang mengaitkan fiqih dengan kehidupan sehari-hari). Saya berkata kepadanya, “Pak guru, saat ini, masyarakat sudah melupakan sunnah ini sehingga orang yang berkurban amat sedikit sekali. Saya pikir para syekh bertanggung jawab dalam masalah ini dan mereka dapat memperingatkan masyarakat untuk memperhatikan sunnah ini.” Syekh kami itu menukas, “Hal itu terjadi karena kemampuan finansial masyarakat saat ini lemah.” Saya kembali berkomentar, “Namun, dalam kesempatan lain, mereka malah berkurban untuk sesuatu yang bukan sunnah.” Mendengar itu ia bertanya, “Apa yang engkau maksud?” Saya menjawab, “Maksud saya, mereka berkurban pada saat peringatan kelahiran sayyid Badawi. Saat peringatan itu, masyarakat menyembelih puluhan, bahkan ratusan atau ribuan domba, sementara pada Idul Adha amat sedikit yang berkurban. Seandainya para syekh mengarahkan masyarakat untuk menghidupkan sunnah berkurban ini, yaitu sebagai ganti mereka berkurban pada saat peringatan kelahiran sayyid Badawi maka mereka berkurban pada hari Idul Adha, niscaya dengan itu mereka telah menjalankan Sunnah. Sekalipun mereka tidak menyedekahkan sedikit pun dari kurban mereka, namun semata mengalirkan darah kurban pada hari itu sudah menjadi bentuk penghidupan syiar Islam. “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (al-Kautsar: 2)

Setelah saya berkata seperti itu, guru saya langsung marah kepada saya dan mengeluarkan saya dari ruang kelas. Ia kemudian menganggap saya sebagai pembuat onar yang membenci para wali serta kaum shalihin.

Ini mengingatkan saya pada satu pernyataan bahwa setiap kali suatu kaum menghidupkan bid’ah dan menyibukkan diri mereka dengan bid’ah itu, niscaya saat itu pula mereka mematikan sunnah sejenis. Inilah salah satu rahasia mengapa bid’ah diperangi dalam Islam.

 

5. BID’AH DALAM AGAMA MEMBUAT MANUSIA TIDAK KREATIF DALAM URUSAN-URUSAN KEDUNIAAN
 
Dari segi lain, sebagaimana telah saya singgung sebelumnya, jika manusia mencurahkan energi dan perhatiannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah yang ditambahkan ke dalam agama, niscaya mereka tidak lagi mempunyai energi untuk berusaha di dunia dan berkreasi dalam urusan-urusan duniawi.

Bid’ah, seperti telah kami sinyalir sebelumnya, adalah “jalan beragama yang dibuat-buat”. Pada dasarnya, manusia harus mengembangkan kreativitasnya dalam bidang keduniaan, namun karena manusia telah mencurahkan seluruh kreativitasnya dalam urusan-urusan agama maka ia tidak lagi dapat berkreasi dalam urusan-urusan duniawi.

Oleh karena itu, generasi Islam yang pertama banyak menelurkan kreativitas dalam bidang-bidang duniawi dan memelopori banyak hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sehingga, mereka dapat membangun peradaban yang besar dan tangguh yang menyatukan antara ilmu pengetahuan dan keimanan, antara agama dan dunia. Ilmu-ilmu Islam yang dihasilkan pada masa itu, seperti ilmu alam, matematika, kedokteran, astronomi, dan sebagainya menjadi ilmu-ilmu yang dipelajari di seluruh dunia dan masyarakat dunia belajar tentang ilmu-ilmu itu dari kaum muslimin.

Mayoritas motif yang melatarbelakangi kaum muslimin generasi pertama untuk menggeluti dan mengembangkan ilmu-ilmu tadi adalah motif agama. Apakah Anda mengetahui mengapa al-Khawarizmi menciptakan ilmu aljabar? Ia menelurkan ilmu itu untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu dalam bidang wasiat dan warisan. Tentang warisan, juga wasiat, sebagian darinya memerlukan hitung-hitungan matematika. Oleh karena itu, al-Khawarizmi menulis bukunya yang berbicara tentang ilmu aljabar dalam dua juz; juz pertama tentang wasiat dan warisan, juz kedua tentang aljabar.

Saat Dr. Musa Ahmad dan kelompoknya mentahqiq kitab al-Khawarizmi itu, mereka memberikan anotasi-anotasi pada juz yang berbicara tentang aljabar, sedangkan pada juz yang berbicara tentang wasiat dan warisan, mereka berkata, Kami tidak memahaminya dan kami tidak mengerti sedikit pun apa yang tertulis di dalamnya.” Pada masa generasi pertama Islam, ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan agama. Tidak ada dikotomi (pembagian / pencabangan) diantara keduanya.[37]

Para ilmuan dan dokter saat itu juga berstatus ulama dalam bidang agama. Ibnu Rusyd, pengarang kitab al-Kulliyyat dalam bidang kedokteran, adalah juga seorang qadhi, pengarang kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul-Muqtashid dalam bidang fiqih. Kitab itu merupakan kitab fiqih komparatif yang paling baik.

Yang aku ingin tekankan adalah, kaum muslimin pada masa keemasan Islam, dalam bidang agama, mereka semata berpegang pada nash dan Sunnah, sedangkan dalam bidang-bidang kehidupan, mereka berkreasi, menciptakan hal-hal baru, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan penemuan yang telah ada. Sementara, pada masa kemunduran Islam, yang terjadi adalah sebaliknya. Orang banyak sekali menciptakan hal-hal baru dalam bidang agama, sementara beku dan statis dalam bidang-bidang keduniaan. Mereka (kaum muslimin era kemunduran Islam) berkata, “Generasi pertama Islam sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk menciptakan hal-hal baru dan kita sama sekali tidak dapat melakukan seperti apa yang mereka telah perbuat.” sehingga, kehidupan umat Islam menjadi beku dan statis, seperti air yang terjebak tak bergerak dan berubah menjadi busuk. Dengan demikian, pengingkaran perbuatan bid’ah dalam bidang agama bermakna menyiapkan energi manusia untuk berkreasi dan mengembangkan urusan-urusan keduniaan.

 

6. BID’AH DALAM AGAMA MEMECAH BELAH DAN MENGHANCURKAN PERSATUAN UMAT
 
Yang keenam adalah berpegang teguh pada Sunnah akan menyatukan umat sehingga membuat mereka menjadi satu barisan yang kokoh di bawah bimbingan kebenaran yang telah diajarkan oleh Nabi saw.. Karena, Sunnah hanya satu, sedangkan bid’ah tidak terbilang banyaknya. Kebenaran hanya satu, sedangkan kebatilan beragam warna dan bentuknya. Jalan Allah SWT hanya satu, sedangkan jalan-jalan setan amat banyak. Dalam hadits riwayat Ibnu Mas’ud r.a.,[38] ia berkata, “Suatu hari, Rasulullah saw. membuat garis lurus di hadapan kami,[39] kemudian beliau bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah.’ Setelah itu, beliau menggaris beberapa garis di samping kiri dan samping kanan garis yang pertama tadi, dan bersabda, ‘Jalan-jalan ini (adalah selain jalan Allah), masing-masing didukung oleh setan yang menggoda manusia untuk mengikuti jalan itu.’ selanjutnya, beliau membaca ayat, “Dan, bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia….” (al-An’aam:153)

Oleh karena itu, saat umat secara konsekuen mengikuti Sunnah maka saat itu mereka bersatu padu. Sementara, saat timbul beragam sekte dan mazhab maka umat terpecah menjadi lebih dari tujuh puluh golongan. Bahkan, masing-masing golongan itu pada gilirannya kembali terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Dan, masing-masing golongan dan kelompok itu meyakini bahwa mereka sajalah penganut agama Islam yang sebenarnya. Selanjutnya, masing-masing golongan itu menciptakan bid’ah tersendiri yang demikian banyak.

Sebagian bid’ah itu dalam bidang akidah hingga kadang-kadang ada yang sampai kepada kekafiran, seperti golongan yang mengingkari ilmu Allah SWT dan berkata, “Hal ini adalah sesuatu yang baru sama sekali.” Maksud ucapan mereka itu adalah Allah SWT tidak mengetahui hal itu sebelumnya. Mereka itulah yang dikecam dengan keras oleh Ibnu Umar dan ia pemah berkata tentang mereka, “Sekalipun mereka melakukan amal kebaikan sebesar Gunung Uhud, (namun karena perkataan dan sikap mereka tadi) niscaya Allah SWT tidak menerima amal perbuatan mereka itu.

Juga ada kelompok yang menganut antropomorfisme yang menyerupakan wujud Allah SWT dengan makhluk-Nya, mereka terkenal sebagai kelompok Musyabbihah dan Mujassimah. Di antara mereka ada yang mengingkari kodrat Allah SWT, meskipun mereka tidak mengingkari ilmu-Nya. Di antara mereka ada yang mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka, seperti kalangan Khawarij, meskipun ketekunan ibadah mereka amat mengagumkan dan meskipun dalam hadits Nabi saw. pernah diungkapkan tentang mereka, “Dan kalian ada yang melihat shalatnya lebih sederhana dari shalat mereka, qiyamullailnya lebih sederhana dari qiyamullail mereka, dan bacaannya lebih sederhana dari bacaan mereka.”

Setelah itu, timbul kalangan tasawuf yang sebagian mereka mengungkapkan hal-hal yang sama sekali tidak dilandasi syariat, seperti berpedoman hanya kepada dzauq ‘rasa’ dan intuisi, bukan kepada syariat. Menurut mereka, orang tidak perlu berpegang pada apa yang difirmankan oleh Rabbnya, namun yang terpenting adalah berpedoman pada apa yang dikatakan oleh hatinya. Salah seorang dari mereka dengan bangga berkata, “Hatiku berkata kepadaku berdasarkan informasi dari Tuhanku.” Karena, ia mengambil informasi langsung dari “atas”. Oleh karena itu, saat dikatakan kepada salah seorang dari mereka, “Marilah kita membaca kitab Mushannaf Abdurrazzaq,” ia menjawab, “Apa manfaatnya karya Abdurrazzaq itu bagi orang yang mengambil ilmunya langsung dari sang Khaliq?” Maksudnya, ia mengambil ilmunya langsung dari Allah SWT, tanpa melalui perantara!

Dari mereka ada yang berkata, “Kalian mengambil ilmu kalian dari orang yang telah mati yang mendapatkannya dari orang yang telah mati pula, sementara kami mengambil ilmu kami dari Zat Yang Maha Hidup, Yang tidak mati!” Malik dari Nafi dari Ibnu Umar, mereka semua telah mati; mata rantai riwayat emas ini (seperti dinamakan oleh para ahli hadits) bagi kalangan tasawuf dipandang sebagi mata rantai karatan yang tidak bermanfaat sama sekali.

Diantara istilah yang dikembangkan oleh mereka adalah hakikat dan syariat. Kalangan ahli syariat melihat dan memperhatikan sisi yang zahir, sedangkan kalangan ahli hakikat melihat dan memperhatikan sisi batin. Oleh karena itu, mereka berkata, “Orang yang melihat manusia dengan mata syariat, niscaya ia akan membenci mereka, sedangkan orang yang melihat manusia dengan mata hakikat, niscaya ia akan memberikan uzur (sikap memaklumi) kepada mereka.”

Orang yang berzina, bermabuk-mabukan, pembuat kezaliman, dan kediktatoran, yang menyiksa manusia dan membunuh ratusan, bahkan ribuan orang, serta yang menghancurkan kampung-kampung dan kota-kota; mereka itu, jika Anda lihat mereka dengan mata syariat niscaya Anda akan membenci mereka karena syariat membenci kemungkaran, kezaliman, dan para pelakunya. Namun, jika Anda memandang mereka dengan mata hakikat, niscaya Anda akan memberikan uzur kepada mereka. Karena, meskipun mereka tidak menjalankan perintah Allah SWT, namun pada hakikatnya mereka menjalankan iradah ‘kehendak’ Allah SWT karena Allah SWT-lah yang menghendaki semua hal itu. Allah SWT menggerakkan manusia sesuai dengan kehendak-Nya, lantas apakah Anda ingin turut campur dalam kekuasaan Allah SWT? Biarkanlah kekuasaan berjalan di tangan raja, sementara manusia yang lain, biarkanlah mereka hidup sesuai dengan kehendak sang Khalik. Dengan begitu, tumbuh suburlah sikap pasif dalam menghadapi kerusakan dan penindasan, demikian juga dalam dunia pendidikan. Hingga dalam bidang yang terakhir ini, tasawuf mencabut kepribadian manusia, yaitu seperti postulat tasawuf “sikap seorang murid di hadapan syekhnya adalah seperti sikap mayat di tangan orang yang memandikannya”, Siapa yang bertanya kepada syekhnya: “Mengapa?” Maka, sang murid itu tidak akan ‘sampai’ ke tujuannya, dan seterusnya.

Kemudian berapa banyak tarekat yang telah timbul di kolong langit ini? Jika umat Islam kita biarkan mengikuti dan menjalankan praktek bid’ah, niscaya mereka tidak akan bersatu dalam satu shaf. Umat Islam hanya dapat bersatu jika mereka berdiri di belakang Rasulullah saw. dan mengikuti kitab Allah yang muhkam dan Sunnah Rasul-Nya. Setelah mereka bersikap seperti itu, tidak menjadi masalah jika mereka kemudian berbeda pendapat dalam masalah-masalah furu’ (cabang). Perbedaan pendapat dalam bidang furu’ ini tidak merusak ukhuwah, juga tidak menghalangi persatuan Islam. Para sahabat sendiri banyak berbeda pendapat dalam masalah furu’[40], namun mereka tetap bersaudara, dan tetap sebagai kaum muslimin.

 

MENGINGKARI BID’AH DAN MEMERANGINYA ADALAH LANGKAH UNTUK MEMELIHARA KEMURNIAN ISLAM
 
Karena semua hal tadi maka mengingkari bid’ah dan perbuatan bid’ah adalah tindakan yang dapat menjaga kemurnian Islam hingga saat ini sehingga Islam tidak mengalami distorsi dan adisi seperti yang dialami oleh agama-agama yang lain.

Benar di kalangan kaum muslimin terjadi banyak perbuatan bid’ah dan pihak-pihak yang menciptakan bid’ah, yaitu orang-orang jahil yang tidak mempunyai ilmu agama dan memberikan pengajaran agama dengan tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan, namun di sepanjang masa selalu timbul tokoh di kalangan umat Islam yang memperbarui agama mereka.[41] Selalu ada tokoh-tokoh yang menghidupkan Sunnah dan mematikan bid’ah.[42] Sehingga, setidaknya, Sunnah Rasulullah saw. tetap dapat diketahui dengan jelas dan umat ini tidak sampai bersepakat dalam kesesatan;[43] atau mengakui bid’ah, atau perbuatan bid’ah itu berubah menjadi bagian agama Islam.

Pengingkaran bid’ah itulah yang menjaga rukun-rukun pokok Islam. Bilangan kewajiban shalat tetap terjaga sebanyak lima waktu hingga saat ini, berikut ketentuan waktu dan aturan pelaksanaannya. Pelaksanaan ibadah puasa tidak dipindahkan dari bulan Ramadhan, tidak seperti yang dilakukan oleh Ahli Kitab yang memindahkan waktu pelaksanaan puasa mereka. Dan, waktunya pun tetap dari fajar hingga tenggelamnya matahari. Tata laksana ibadah haji juga tetap seperti itu. Demikian juga aturan zakat tetap seperti sediakala. Pokok-pokok utama Islam tetap terjaga keautentikannya, meskipun telah terjadi banyak bid’ah dan beragam penyimpangan pemikiran di sepanjang masa.

Yang menjaga semua hal tadi adalah prinsip ini, yaitu bid’ah merupakan perbuatan yang tertolak dalam pandangan Islam. Dengan demikian, Islam adalah agama yang agung dan logis, sesuai dengan alur postulat logika yang benar. Lantas, setelah agama ini melewati masa empat belas abad, jika kita menemukan seseorang menulis sebuah artikel dan berkata, “Mengingkari bid’ah dan membenci sesuatu yang baru, apakah sikap islami atau sikap jahiliah?” Apa yang kita akan katakan kepada orang itu?

Perhatikanlah taktik pengelabuan dalam penulisan judul artikel itu. Di situ, kata “pengingkaran bid’ah” disejajarkan dan disandingkan dengan “membenci hal-hal baru”, Subhanallah! Padahal, siapa yang pernah berkata bahwa mengingkari bid’ah berarti membenci segala hal yang baru? Kaum muslimin, baik itu kalangan pengikut Sunnah maupun pembuat bid’ah, semuanya mempergunakan hal-hal baru. Bahkan, orang-orang yang amat mengikuti Sunnah, mereka mengendarai mobil, mempergunakan telepon, berbicara dengan mikropon, menaiki pesawat, dan sebagainya. Namun, tidak ada yang mengatakan bahwa menaiki pesawat dan sebagainya itu adalah bid’ah dan kita harus mengendarai unta, seperti yang dilakukan oleh Nabi saw..

Lantas, apa makna redaksi “mengingkari bid’ah dan membenci hal-hal baru, apakah sikap islami atau jahiliah?” Itu adalah sebuah taktik pengelabuan yang vulgar, yang menjadi tertawaan orang. Orang yang menulis artikel itu secara implisit berkata bahwa Islam itu sendiri adalah suatu bid’ah terhadap kejahiliahan. Maka, jika kita mengikuti alur logika ini — atau pengingkaran terhadap bid’ah — maka kita juga harus mengingkari Islam, sebagaimana orang-orang jahiliah mengingkari Islam. Karena, bagi orang-orang jahiliah itu, Islam adalah sesuatu yang baru.

Subhanallah! Kejahiliahan itu sendiri sebenarnya suatu bid’ah, yaitu bid’ah yang diperbuat oleh orang-orang jahiliah terhadap agama. Mereka menyelewengkan agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim a.s. dengan bid’ah-bid’ah yang mereka ciptakan itu. Karena, agama Nabi Ibrahim a.s. pada dasarnya adalah agama yang hanif, “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus (hanif) lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (Ali Imran: 67)

Namun, orang-orang jahiliah kemudian menambahkan bid’ah-bid’ah baru dalam agama yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim a.s.. Tentu saja bid’ah yang mereka ciptakan itu ditujukan untuk berlebih-lebihan dalam beribadah. Saat mereka menyembah berhala, apa tujuan mereka menyembah berhala-berhala itu? Mereka berkata, “..Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.”(az-Zumar: 3)

Orang-orang jahiliah yang menambahkan praktek-praktek baru dalam pelaksanaan ibadah haji (diantaranya berthawaf dengan bertelanjang tanpa pakaian sehelaipun), maka mengapa mereka melakukan hal itu? “Kami tidak boleh berthawaf dengan memakai pakaian kami karena kami telah melakukan maksiat kepada Allah SWT saat mengenakan pakaian itu.” Oleh karena itu, merekapun kemudian berthawaf dengan bertelanjang bulat.
Keburukan dan kebobrokan jahiliah, pada dasarnya diciptakan oleh praktek perbuatan bid’ah dalam agama yang diturunkan oleh Allah SWT melalui kitab-kitab suci-Nya dan para rasul-Nya yang memberikan berita gembira dan ancaman. Kemudian, Islam pada hakikatnya adalah suatu gerakan kembali ke asal, yaitu ke agama fitrah yang difitrahkan oleh Allah SWT bagi seluruh manusia. Ia adalah agama yang diserukan oleh Ibrahim a.s., “Dan, siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus?” (an-Nisaa’:125)

Sebenarnya, seluruh redaksi yang ditulis oleh penulis artikel itu hanyalah berisi kesalahan-kesalahan semata. Namun demikian, saya ingin membicarakan masalah ini hingga tuntas sehingga kita dapat menangkap pemahaman yang jelas dan benar tentang sunnah dan bid’ah.

 

BEBERAPA PENYIMPANGAN YANG DILAKUKAN OLEH PENULIS ARTIKEL
 
Pada bagian ini, saya akan mengungkapkan sebagian substansi yang ditulis oleh penulis artikel itu yang diterbitkan oleh majalah “ad-Doha”.

Dalam artikel itu, ia menolak banyak hadits Nabi saw. hingga hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim sekalipun. Misalnya, ia menolak hadits, “Jauhilah perkara perkara bid’ah karena seluruh perbuatan bid’ah adalah sesat.” Juga hadits, “Kalian akan mengikuti perilaku umat-umat sebelum kalian satu jengkal demi satu jengkal dan satu hasta demi satu hasta, hingga sekiranya mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kalian akan memasuki lubang yangsama itu, atau kalian mengikuti tindakan mereka itu.”

Ia (penulis artikel itu) mengklaim bahwa hadits-hadits tadi bertentangan dengan Al-Qur’an. Mengapa ia berkata demikian? Dan, bagaimana mungkin hadits-hadits seperti itu bertentangan dengan Al-Qur an?

Ibnu Taimiyah telah mengarang kitab tentang masalah ini yang ia beri judul Iqtidha Shiraath al-Mitstaqiim Mukhalafatu Ahlil-Jahiim ‘Meniti Jalan Lurus Adalah Meninggalkan Praktek Orang-Orang Penghuni Neraka’. Jalan lurus itu adalah shiraathal-mustaqiim yang kita selalu pinta kepada Allah SWT agar kita ditunjukkan kepada jalan itu, minimal sebanyak tujuh belas kali sehari, Yaitu dengan membaca surah al-Faatihah, “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (al-Faatihah: 6)

Ini mengharuskan kita untuk menentang dan meninggalkan praktek orang-orang penghuni neraka yang disebut dalam firman Allah SWT, “(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (al-Faatihah: 7)

Para penghuni neraka adalah orang-orang yang dimurkai Allah SWT dan orang-orang yang sesat. Kita mempunyai jalan tersendiri dan mereka mempunyai jalan-jalan lain. Dalam salah satu hadits disinyalir, “Kalangan yang dimurkai Allah itu adalah umat Yahudi dan kalangan yang sesat itu adalah umat Nasrani.”

Jalan kita berbeda dengan jalan-jalan mereka. Al-Qur’an telah menetapkan bagi kita jalan yang berbeda dengan jalan-jalan mereka itu. Al-Qur’an telah melarang kita dalam banyak ayatnya, menjadi seperti mereka atau melakukan pola hidup dan perilaku seperti mereka. Allah SWT berfirman, “Dan, janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka…. “(Ali Imran: 105)

Masih banyak lagi ayat lain, demikian juga hadits-hadits Nabi saw. yang berbicara tentang hal itu, yang keseluruhannya memberikan pernyataan dengan yakin bahwa umat ini mempunyai karakteristik yang istimewa dan khas dan ia tidak boleh mengekor kepada umat-umat lain. Dari kenyataan itu, dalam banyak hadits disabdakan pernyataan khalifuuhum ‘bersikap dan berlakulah yang berbeda dengan mereka’. Dan, sabda itu diulang berkali-kali dalam banyak kesempatan.

Independensi kepribadian dan keistimewaan umat Islam tumbuh dari ini, baik dalam penampilan (mazhhar) maupun dalam ilmu pengetahuan (makhbar). Oleh karena itu, kita tidak dibenarkan mengikuti pola kehidupan dan pola perilaku mereka yang menyebabkan kita sama seperti mereka.
Kita harus memiliki kepribadian sendiri karena umat Islam adaiah umat wasath ‘pertengahan’ yang menjadi saksi bagi seluruh umat manusia. Kita menempati kedudukan sebagai “profesor agung” bagi seluruh umat manusia. Kita adalah umat terbaik yang pernah ada di muka bumi. Lantas, mengapa kita harus mengikuti umat lain?

Rasulullah saw. ingin menanamkan kesadaran akan kemuliaan, keistimewaan, dan independensi kepribadian ini dalam diri kita, dan beliau tidak menginginkan kita menjadi pengekor dan pengikut umat lain. Oleh karena itu, Rasulullah saw. menyabdakan hadits berikut ini yang meskipun disampaikan dalam bentuk berita, namun ia secara implisit mengandung makna peringatan, “Kalian akan mengikuti perilaku umat-umat sebelum kalian satu jengkal demi satu jengkal dan satu hasta demi satu hasta, hingga sekiranya mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kalian akan memasuki lubang yang sama itu.”

Yang dimaksud dengan lubang biawak dalam hadits itu adalah yang kita kenal sekarang ini dengan nama “trend dan mode”. Atau, bisa kita namakan dengan “mode lubang biawak”. Jika mereka (non muslim, terutama Barat) memanjangkan kuncir mereka, para pemuda kita pun memanjangkan kuncir mereka. Jika mereka menjadi ‘yuppies’ dan ‘hippies’, pemuda kita pun turut menjadi yuppies dan hippies. Ke mana larinya kepribadian istimewa kita yang independen itu? Apakah ada orang yang rela meninggalkan agama dan kepribadian Islamnya untuk kemudian mengikuti kesesatan umat lain?
Kemudian, mengapa ada orang yang mensinyalir bahwa hadits ini bertentangan dengan Al-Qur’an?
Saat Rasulullah saw. ditanya, “siapakah yang dimaksud dengan ‘mereka’ itu? Apakah orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

Bukankah amat disayangkan jika saat ini “guru” kita adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani? Kita dengan sukarela menjalankan poin-poin yang ditulis dalam “Protokol-Protokol Pemimpin Zionis”, baik protokol-protokol itu benar milik mereka maupun bukan. Apa yang mereka kehendaki, secara sadar atau tidak, kita telah jalankan dengan tekun sehingga kita menjadi permainan mereka.

Penulis artikel itu mencela dan mengingkari kaum muslimin yang ingin kembali mengikuti jalan Nabi saw., para sahabat, dan cara kehidupan mereka. Aneh sekali sikap sang penulis artikel itu. Apakah keinginan untuk mengikuti Nabi saw. dan para sahabat beliau dalam pola kehidupan mereka patut dicela dan diingkari? Kita mengikuti manhaj Nabi saw. dan para sahabat beliau dalam memahami dan menjalankan agama dengan baik; menjaga pokok-pokok agama itu, memperhatikan substansinya, dan memperhatikan masalah-masalah kehidupan serta melakukan pengembangan dalam kehidupan. Inilah yang kita maksud dengan mengikuti Nabi saw. dan para sahabat beliau itu.

Kemudian, penulis artikel itu berkata, “Aku menemukan di antara sekian hadits, ada hadits yang mensinyalir bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Aku memahami dari hadits itu bahwa orang yang mewarisi peninggalan mempunyai kewajiban moral yang mengharuskan dirinya untuk memelihara warisan itu dan mengembangkannya. Oleh karena itu, para pewaris nabi-nabi mempunyai kewajiban untuk memelihara warisan ruhani yang ditinggalkan oleh para nabi dan mereka juga berkewajiban untuk mengembangkan warisan yang mereka terima itu. Seperti halnya seseorang yang mewarisi toko, ia berhak bahkan berkewajiban untuk mengembangkan toko itu dan menambahkan barang-barang dagangannya, mengganti barang dagangannya yang sudah kadaluwarsa atau yang sudah tidak laku lagi, sesuai dengan tuntutan kebutuhan konsumen. Demikian juga halnya yang harus dilakukan oleh para pewaris nabi terhadap warisan yang mereka terima itu.”

Artinya, menurut penulis artikel itu, para ulama harus menambahkan ajaran agama, mengembangkan, meluaskan, dan menyisipkan hal-hal baru. Demi Allah, apakah hal ini dapat diterima akal? Apakah ucapan tadi logis dan dapat diterima? Yaitu, menganalogikan ajaran-ajaran agama dengan barang-barang dagangan yang diperjualbelikan di toko!!!

Selanjutnya ia berkata, “Meskipun mayoritas ulama tidak menyetujui pengembangan dan penambahan hal baru ke dalam agama, mereka hanya menjalankan taklid buta dan sikap ‘stagnan’ yang batil. Dan, mereka menjustifikasikan ditutupnya pintu ijtihad dengan kemuliaan dan kejayaan Islam pada era pertamanya.”

 

Subhanallah! Penutupan pintu ijtihad itu sendiri adalah bid’ah karena hal itu adalah suatu sikap dan perbuatan baru dalam agama yang tidak diperintahkan oleh Rasulullah saw. dan tidak dilakukan oleh para sahabat, namun hal itu baru terjadi pada masa-masa kemudian. Tidak ada seorang pun yang memiliki otoritas untuk menutup pintu ijtihad yang telah dibuka oleh Allah SWT dan Rasulullah saw..

Perkara-perkara dunia dapat ditambah dan dikembangkan, sedangkan perkara-perkara agama tidak boleh ditambah atau dikurangi. Karena hal itu, seperti telah kami katakan, adalah suatu tindakan mengkritik Allah SWT dan menuduh agama ini tidak lengkap, dan sebagainya.

Dengan demikian, apakah makna peluasan agama itu? Karena, sesuatu yang sudah sempurna sesungguhnya tidak lagi dapat ditambah. Firman Allah SWT, “. . Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (al-Maa’idah : 3)
 
——————————————————————————–

Catatan Kaki:

 

[1] Maksudnya di Qathar,penj.
[2] Penjelasan lebih terperinci tentang hal ini dapat dibaca pada buku karya Dr. Yusuf al-Qardhawi, al-Madkhal li Dirasat As-Sunnah an-Nabawiyyah (Kairo: Maktabah wahbah), hlm. 7-13.
 

[3] Redaksi hadits di atas merupakan bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi dengan periwayatan secara ringkas. Lihat karya Dr. Yusuf al-Qardhawi, al-Muntaqa min Kitab at-Targhib tva Tarhib, 1/115, hadits 41. Dan, pengertian “barangsiapa membiasakan (memulai atau menghidupkan) suatu perbuatan baik dalam Islam” adalah selama masa hidupnya, bukan setelah kematiannya, atau karena peran orang tua atau keturunan-keturunannya.
 

[4] Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahih-nya, dan Ahmad. Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan sahih. Lihat al-Muntaqa min Kitab at Targhib wa Tarhiib 1/ 110, hadits 24.

 

[5] Hadits diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir r.a.. Lihat karya an-Nawawi, Riyadhush Shalihin, bab “an-Nahyu’an al-Bida’ wa Muhdatsaat al-Umur”.

 

[6] Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Hakim dalam al-Mustadrak dari jalan periwayatan Imam Ahmad, dan oleh Ibnu Abi Ashim dengan sanad hasan dalam kitab as-Sunnah, hadits no. 48, dengan takhrij al-Albani, dan ia mensahihkannya dengan lanjutannya. Lihat kitab al-Muntaqa min Kitab at-Targhib wa Tarhib, 1/114, hadits no. 39.
 

[7] Ia adalah Ibrahim bin Musa bin Muhammad al-Lakhami al-Garnathi yang terkenal dengan asy-Syathibi. Ia adalah seorang ahli ushul fiqih dan hafizh hadits dari kalangan penduduk Garnathah (Grenada, saat ini). Di samping itu, ia juga seorang imam mazhab Maliki. wafat pada tahun 790 H/1388 M (lihat: al-A’laam, Zerekly, 10/75). Di antara karya-karyanya adalah kitab al-Muwafaqaat fi Ushul asy-syari’ah, sebuah kitab yang amat bagus yang ditulis dalam bidang itu. Juga kitab al-I’tishaam fi Bayaan assunnah wal-Bid’ah. Kitab terakhir itu juga kitab yang amat bagus yang ditulis dalam bidang itu. Namun sayangnya, sampai saat ini manuskrip nash kitab itu hanya ada satu buah, yang kemudian dicetak, di-tashih, dan diberikan anotasi oleh Imam Salafiah kontemporer: syeikh Muhammad Rasyid Ridha r.a. pengasuh majalah al-Manar dan pengarang tafsir al-Manar. Di dalam kitab itu terdapat banyak kontradiksi antar kalimat, dan redaksi-redaksi yang tidak jelas, namun karena manuskrip nash yang ada hanya satu buah saja sehingga naskah itu tidak dapat dikomparasikan antara dua naskah atau antara berbagai naskah manuskrip, untuk mencapai bentuk redaksional yang sebaik-baiknya, seperti yang dilakukan oleh para pen-tahqiq manuskrip-manuskrip lama. Sebagai tambahan, asy-Syathibi juga tidak menyelesaikan penulisan kitab itu.

[8] Asy-Syathibi, al-I’tishaam (Beirut: Darul Ma’rifah), juz 1, hlm. 37.

[9] Hadits Muttafaq ‘alaih dari hadits riwayat Aisyah r.a.. Lihat: Syarh Sunnah, karya al-Baghawi, dengan tahqiq Zuhair asy-Syawisy dan Syu’ aib al-Arnauth, 1/211, hadits no: 103.

[10] Hadits diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah. Lihat al-Muntaqa min Kitab at Targhiib wa Tarhiib, 1/112, hadits no: 32.

[11] Potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasai, dari Umar bin Khaththab r.a. Lihat al-Muntaqa min Kitab at-Targhiib wat-Tarhiib, 1/102-103, hadits no: 3.

[12] Lebih jauh tentang hal ini dapat dibaca dalam buku al-Madkhal li Dirasat As-Sunnah an-Nabawiyyah, hlm. 24-32, karya Dr. Yusuf al-Qardhawi. Juga sebuah kuliah yang pernah disampaikan olehnya di Fakultas syari’ah Universitas Qathar tentang topik seputar “Sunnah Nabi dan Ragamnya”. Di samping itu, ia juga mempunyai dua tulisan yang berkaitan dengan topik ini, yaitu al-Janib at-Tasyriri fi Sunnah an-Nabawiyah yang dipublikasikan oleh Markaz Sunnah dan Sirah dalam jurnal tahunannya. Demikian juga bukunya as-Sunnah Mashdaran lil Ma’rifah wal-Hadharah. (Buku terakhir telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Abdul Hayyie al-Kattani, dan diterbitkan oleh Gema Insani Press, 1998].

[13] Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Nabi saw. setiap kali beliau usai melaksanakan shalat dua rakaat sebelum shubuh, beliau berbaring pada sisi kanan beliau.” Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab at-Tahajjud, bab “adh-Dhaj’ah ‘ala syaqqil-Aiman Ba’da Rak’atai al-Faji’.

[14] Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq. Dalam mata rantai periwayatannya terdapat seorang perawi yang namanya tidak disebut dengan jelas. Lihat Fathul Bari, kitab at-Tahajjud, bab “Man Tahaddatsa Ba’da Rak’ataul wa lam Yadhthaji”.

[15] Hadits Muttafaq ‘alaih dari hadits Umar bin Abi salmah, Syarh Sunnah karya al-Baghawi, tahqiq asy-Syawisy dan al-Amauth, 11 /275, hadits no. 2823.

[16] Hadits diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, dan Malik serta Abu Dawud juga meriwayatkan hadits yang sama redaksinya dari hadits Ibnu Umar. Lihat juga al-Muntaqa min Kitab at Targhib wa Tarhib, 2:598-599, hadits 1238.

[17] Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya dari Iyas bin Salmah bin Akwa’ bahwa ayahnya meriwayatkan kepadanya bahwa seseorang makan bersama Rasulullah saw. sambil menggunakan tangan kirinya. Kemudian, Rasulullah saw. memerintahkan orang itu, “Makanlah dengan tangan kananmu.” Ia menjawab, “Aku tidak bisa.” Rasulullah saw. kembali bersabda, “Engkau pasti bisa.” Yang menghalangi dirinya untuk makan dengan tangan kanan hanyalah semata kesombongannya saja. sang periwayat kembali berkata bahwa orang itu kemudian tidak lagi dapat mengangkat tangannya ke mulutnya. Lihat Kitab al-ASyribah, bab “Adab ath-Tha’am wa Syarab wa Ahkamuha”.

[18] Oleh karena itu, Ibnu Umar r.a. dikenal sebagai sahabat yang amat senang mengikuti segala tingkah laku Rasulullah saw. karena ia amat senang mengikuti ucapan dan perbuatan beliau.

[19] Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya dan Baihaqi dalam Sunan-nya dari Zaid bin Aslam. Ia berkata, “Aku melihat Ibnu Umar shalat dengan kancing yang terbuka. Kemudian, aku bertanya kepadanya mengapa ia melakukan hal itu, ia menjawab, “Karena aku pernah melihat Rasulullah saw. melakukannya.”

[20] Dari Mujahid, ia berkata, “Suatu saat kami berjalan bersama Ibnu Umar r.a. dalam sebuah perjalanan. selanjutnya, kami melewati suatu tempat. Tiba-tiba di tempat itu Ibnu Umar menepi dari jalan. Saat ia ditanya, ‘Mengapa engkau melakukan hal ihi?’ ia menjawab, ‘Karena aku pernah melihat Rasulullah saw. melakukan hal itu maka aku pun melakukannya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bazzaar dengan sanad yang baik. Haitsami berkata bahwa para perawinya dapat dipercaya, Lihat al-Muntaqa min Kitab at-Targhib wa Tarhib, 1/112, hadits 31.

[21] Dari Ibnu Sirin, ia berkata: kami bersama Ibnu Umar r.a. di Arafat. Saat ia istirahat, kami pun ikut istirahat bersamanya. Hingga datang imam shalat, maka ia pun shalat zhuhur dan ashar bersamanya. Kemudian aku dan sahabat-sahabatku wukuf bersamanya hingga imam bergerak keluar dari Arafah. Setelah itu, kami pun ikut bergerak. Hingga sampai ke suatu tempat sebelum Ma’zamain. Di situ, Ibnu Umar mengistirahatkan kendaraannya, maka kami pun mengikutinya. Kami menyangka ia akan melaksanakan shalat. Namun pembantunya yang menjaga kendaraannya mengatakan bahwa ia tidak hendak melaksanakan shalat, namun ia mengatakan bahwa Nabi saw., saat beliau sampai ke tempat itu, beliau melaksanakan hajatnya. Oleh karena itu, Ibnu Umar pun ingin melaksanakan hajat juga di tempat itu. Diriwayatkan oleh Ahmad, dan para perawinya adalah para perawi yang dijadikan andalan dalam kitab-kitab sahih. Atsar ini juga disebutkan oleh Al Hafizh al Manawi dalam kitab At Targhiib wa at Tarhiib, fashal at Targhiib fi ittiba’ as sunnah. Lihat: al Madkhal li Dirasat as Sunnah an Nabawiah, karya Dr. Yusuf al Qaradhawi, hal: 24-32.

[22] Asy-Syathibi, al-I’tisham (Beirut: Darul Ma’rifah), juz 1/36.

[23] Demikian juga halnya dengan Zaid bin Tsabit yang diperintahkan oleh Abu Bakar untuk mengumpulkan catatan-catatan ayat Al-Qur an dan mengkompilasikannya. Namun, Abu Bakar terus mendorong Zaid hingga Allah SWT melapangkan dadanya, sebagaimana telah terjadi dengan Umar dan Abu Bakar r.a..

[24] Asy-Syathibi berkata bahwa Umar menamakannya seperti itu, dengan melihatnya dari unsur luarnya, yaitu suatu pebuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw.. Juga tidak pernah terjadi pada masa Abu Bakar r.a.. Namun, bid’ah yang diucapkannya itu bukan bid’ah dengan pengertian terminologis. Maka, siapa yang menamakan perbuatan tadi sebagai bid’ah, dengan pengertian bid’ah seperti itu, maka tidak ada yang perlu diperdebatkan dalam masalah istilah dan terminologi. Lihat al-I’tishaam, 1/195.

[25] Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shalat Tarawih bab “Fadhlu man Qaama Ramadhaan”. Dan, lafal hadits tadi dikutip darinya. Juga diriwayatkan oleh Malik dalam kitab al-Muwaththa, bab “Bad’u Qiyaam Layaali Ramadhaan”

[26] Aisyah r.a. berkata,”Nabi saw. shalat (sunnah pada malam bulan Ramadhan) di masjid, maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau itu. Pada malam kedua, beliau kembali shalat, dan kali ini para jamaah semakin bertambah banyak. Setelah itu, pada malam ketiga atau keempat, orang-orang berkumpul di masjid, namun Nabi saw. tidak keluar dari rumah beliau. Pada pagi harinya, Rasulullah saw. bersabda, “Aku melihat apa yang kalian lakukan itu, dan yang menghalangi diriku untuk keluar dan shalat (tarawih) bersama kalian adalah karena aku takut jika shalat itu sampai diwajibkan atas kalian.” hadits Muttafaq ‘afaih. Lihat karya asy-syaukani, Nailul Authar, 3/61, Darul Fikr.

[27] Asy-Syathibi berkata bahwa perhatikanlah, dalam hadits ini–yakni hadits Aisyah tadi–ada indikasi yang menunjukkan bahwa perbuatan itu adalah sunnah karena, dengan kenyataan Rasulullah saw. melakukan qiyamullail Ramadhan (shalat sunnah pada malam bulan Ramadhan) dengan berjamaah di masjid, pada hari pertama dan kedua. Ini menunjukkan bahwa perbuatan itu sah dan boleh dilaksanakan. Sementara, dengan tidak keluarnya Rasulullah saw (pada malam ketiga atau keempat) itu karena mengkhawatirkan jika shalat qiyamullail Ramadhan diwajibkan bagi umat Islam, hal itu sama sekali tidak menunjukkan pelarangan perbuatan itu. Karena, masa ini adalah masa turunnya wahyu dan syariat sehingga bisa saja jika perbuatan itu kemudian diwajibkan bagi umat Islam. Oleh karena itu, ketika illat syariat itu telah hilang dengan wafatnya Rasulullah saw., maka kembalilah hukum masalah itu kepada hukum asalnya. Dengan demikian, perbuatan ihi secara jelas dibolehkan dan tidak ada penasakhan (penghapusan hukum) baginya. Lihat al-I’tishaam, 1/194.

[28] Syekh Islam Ibnu Taimiyah telah menulis redaksinya yang amat bagus, yang meng-counter orang yang menganggap baik perbuatan bid’ah, seperti yang beliau tulis dalam kitabnya “Iqtidha shiiraathal-Mustaqim, Mukhalafatu Ashhabu al-Jahim”, (Beirut: Darul Ma’rifah), him. 270 dan seterusnya. Silakan dibaca kitab itu.

[29] Pendapat mereka ini telah dibahas dan didiskusikan oleh Imam asy-Syathibi secara mendetail. Pada akhirnya, ia berkesimpulan bahwa pembagian bid’ah seperti ini adalah suatu perbuatan mengada-ada yang sama sekali tidak didukung oleh syariat. Bahkan, ia bersifat kontradiktif dalam dirinya sendiri. Karena, hakikat suatu bid’ah adalah sesuatu yang sama sekali tidak mempunyai dalil, baik dari nash syariat maupun dari kaidah-kaidahnya. Seandainya di dalam syariat ada sesuatu dalil yang menunjukkan kewajiban, sunnah, atau bolehnya sesuatu (perbuatan bid’ah) itu, niscaya tidak ada bid’ah dan niscaya perbuatan itu masuk dalam kelompok perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan atau diberi kesempatan untuk dikerjakan. Lihat al-I’tishaam, (Beirut: Darul Ma’rifah), 1/188-211.

[30] Ini merupakan bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Jarir dari beberapa jalan periwayatan dari Adi bin Hatim. Lihat dalam Tafsir Ibnu Katsir, (Istanbul: Dar Dakwah), 2/328

[31] Asy-Syathibi menyebut hal ini dalam kitabnya, al-I’tisham,l /49.

[32] Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah r.a.. Nash lengkapnya adalah sebagai berikut, “Pada suatu hari, seorang arab badwi kencing di masjid. Melihat hal itu, beberapa orang langsung berdiri untuk menghajarnya. Namun, Rasulullah saw. segera bersabda, Biarkanlah dia dan tuangkanlah di bekas kencingnya sesiraman atas seember air. Karena, kalian semata diutus untuk memberikan kemudahan, bukan untuk memberikan kesulitan.” (Riyadhush Shalihin, an-Nawawi, bab “al-Hilm, wal-Inat war-Rifq)

[33] Hadits Muttafaq ‘alaih, dari hadits Ka’ab bin Ajrah. Syarh Sunnah III Baghawi, tahqiq asy-Syawisy dan al-Amauth, 3/190, hadits 681.

[34] Hadits diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah dalam adz-Dzikr wa Du’a, 2720.

[35] Tentang hal ini, lihat fatwa Dr. Yusuf al-Qardhawi berkenaan tentang doa-doa wudhu yang ma’tsur dan yang tidak ma’tsur, dalam bukunya, Fatwa-Fatwa Kontemporer, juz I, him. 213-214.

[36] Yaitu mimpi Abdullah bin Zaid, seperti terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan disahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah. Lihat Subulus-Salam, ash-shan’ani, bab “al-Adzaan”.

[37] Bahkan dikotomi (pembagian / pencabangan) antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum itu sendiri adalah bid’ah yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam wacana keilmuan Islam. Karena, Islam tidak bersifat terpisah dari dunia. Penjelasan lebih mendalam tentang hal ini dapat dilihat pada subjudul “al-Fisham an-Nakd”, dari buku al-Mustaqbal Li Hadza Din, karya asy-Syahid Sayyid Quthb.

[38] Sanadnya hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Al Musnad, juga Ath Thabari, Al Hakim, ia juga mensahihkannya, dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Lihat: Syarh as Sunnah, al Baghawi, tahqiq: Asy-Syawisy dan al-Arnauth:l/196-197, hadits 97.

[39] Rasulullah saw. mengajarkan sahabatnya dengan alat peraga, dan salah satu alat peraga yang biasa dipergunakan untuk mereka adalah pasir.

[40] Bahkan, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku tidak bergembira jika seluruh sahabat Rasulallah saw. tidak berbeda pendapat sama sekali. Karena jika mereka tidak berbeda pendapat sama sekali niscaya kita tidak mungkin mendapatkan rukhshah (keringanan).”

[41] Dari Abi Hurairah r.a. ia meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah akan mengutus bagi umat ini pada setiap awal seratus tahun seseorang yang akan memperbarui agamanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqi dan selainnya, serta disahihkan oleh al-Iraqi dan as-Suyuthi. Yang dimaksud dengan pembaruan agama, seperti disinyalir dalam hadits itu, adalah pembaruan pemahaman terhadapnya, serta keimanan dan beramal dengannya. Dr. Yusuf Qardhawi telah menjelaskan panjang lebar tentang hadits ini dalam bukunya min Ajli Shahwahtin Raasyidah, Tujaddiduddiin wa Tanhadhu bid-Dunya, hlm. 936, al-Maktab al-Islami, Beirut; diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Membangun Masyarakat Baru, Gema Insani Press, 1997.

[42] Ibnu Jarir, Tammam dalam Fawa’id-nya, Ibnu Adi dan lainnya meriwayatkan dari Nabi saw. hadits, “Ilmu ini akan dijunjung oleh orang yang mencermati musuh kecenderungannya (pembuat bid’ah). Ia akan melenyapkan penyelewengan orang-orang yang melakukan kesesatan dalam agama, kecenderungan orang-orang yang membuat kebatilan, dan takwil orang-orang bodoh.” Lihat syarah-nya dalam al-Madkhal li Dirasat as-Sunnah an-Nabawiyah, Dr. Yusuf al-Qardhawi, hlm. 95-98.

[43] Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah SWT tidak akan mengumpulkan umatku — atau umat Muhammad saw. — dalam kesesatan. “Tangan Allah bersama jamaah. Siapa yang menyempal dari jamaah maka ia menyempal ke dalam neraka.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia menilainya sebagai hadits gharib, serta diriwayatkan oleh al-Hakim dengan redaksi sejenis. Lihat ash-Shahwah al Islamiah, baina al-Ikhtilaf al-Masyru’ wa at-Tafarruq al-Madzmum, Dr. Yusuf al-Qardhawi, hlm. 25, Muassasah ar-Risalah, Beirut.
 

Sumber: Sunnah & Bid’ah, Dr. Yusuf Qardhawi, Gema Insani Press.
——————————————————————————–

www.opi.110mb.com

kumpulan nasehat romadhon – ceramah ramadhan – renungan ramadhon – kajian ramadan – taushiyah ramadhan- tausiyah romadon

kumpulan  nasehat romadhon – ceramah ramadhan – renungan ramadhon – kajian ramadan – taushiyah ramadhan- tausiyah romadon

=============================================
 
Luasnya Kekuasaan Allah Dan Ampunan-Nya
 

 

Kajian kita kali ini membahas tentang betapa luasnya kekuasaan dan ampunan Allah terhadap para hamba-Nya. Karena itu, hendaklah seorang Mukmin selalu bersangkaan baik terhadap Allah bahwa Dia pasti mengampuninya sebesar apa pun dosanya selama ia tidak berbuat syirik terhadap-Nya serta hendaknya tidak berputus asa dari mengharap rahmat-Nya.

Naskah Hadits

عَنْ أَبِي ذَرٍّ اْلغِفَارِي, عَنْ النّبِيّ صلى الله عليه وسلم. فِيمَا رَوَىَ عَنِ اللّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَىَ أَنّهُ قَالَ: «يَا عِبَادِي إِنّي حَرّمْتُ الظّلْمَ عَلَىَ نَفْسِي. وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرّماً. فَلاَ تَظَالَمُوا.
يَا عِبَادِي كُلّكُمْ ضَالّ إِلاّ مَنْ هَدَيْتُهُ. فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي كُلّكُمْ جَائِعٌ إِلاّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ. فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ.
يَا عِبَادِي كُلّكُمْ عَارٍ إِلاّ مَنْ كَسَوْتُهُ. فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ.
يَا عِبَادِي إِنّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللّيْلِ وَالنّهَارِ, وَأَنَا أَغْفِرُ الذّنُوبَ جَمِيعاً. فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرُ لَكُمْ.
يَا عِبَادِي إِنّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرّي فَتَضُرّونِي. وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي.
يَا عِبَادِي لَوْ أَنّ أَوّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ, وَإِنْسَكُمْ وَجِنّكُمْ. كَانُوا عَلَىَ أَتْقَىَ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ. مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئاً.
يَا عِبَادِي لَوْ أَنّ أَوّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ. وَإِنْسَكُمْ وَجِنّكُمْ. كَانُوا عَلَىَ أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ. مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئاً. يَا عِبَادِي لَوْ أَنّ أَوّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ. وَإِنْسَكُمْ وَجِنّكُمْ. قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي. فَأَعْطَيْتُ كُلّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ. مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمّا عِنْدِي إِلاّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ.
يَا عِبَادِي إِنّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ. ثُمّ أُوَفّيكُمْ إِيّاهَا. فَمَنْ وَجَدَ خَيْراً فَلْيَحْمَدِ اللّهَ. وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنّ إِلاّ نَفْسَهُ».

 

Dari Abu Dzarr al-Ghifary RA., dari Nabi SAW., dalam apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘Azza Wa Jalla bahwasanya Dia berfirman,
“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim.

Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk.

Wahai para hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali orang yang telah Aku beri makan; maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan.

Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah telanjang kecuali orang yang telah Aku beri pakaian; maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian.

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa; maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.

Wahai para hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada-Ku sehingga kalian bisa membayakan-Ku dan tidak akan mampu menyampaikan manfa’at kepada-Ku sehingga kalian bisa memberi manfa’at pada-Ku.

Wahai para hamba-Ku, andaikata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling takwa di antara kamu (mereka semua adalah ahli kebajikan dan takwa), maka hal itu (keta’atan yang diperbuat makhluk-red.,) tidaklah menambah sesuatu pun dari kekuasaan-Ku

Wahai para hamba-Ku, andaikata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling fajir (bejad) di antara kalian (mereka semua ahli maksiat dan bejad), maka hal itu (kemaksiatan yang mereka perbuat-red.,) tidaklah mengurangi sesuatu pun dari kekuasaan-Ku.

Wahai para hamba-Ku, andaikata generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian berada di bumi yang satu (satu lokasi), lalu meminta kepada-Ku, lantas Aku kabulkan permintaan masing-masing mereka, maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali sebagaimana jarum bila dimasukkan ke dalam lautan.

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian Aku cukupkan buat kalian; barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.” (HR.Muslim)

Urgensi Hadits

Imam Ahmad RAH., berkata, “Tidak ada hadits yang lebih mulai dari ini bagi Ahli Syam (karena para periwayatnya semua adalah orang-orang Syam).”

Beliau mengatakan hal tersebut karena betapa agungnya hadits tersebut yang mengandung banyak makna-makna mulia.

Kosa Kata

Makna kata “Perbuatan zhalim” : Kezhaliman artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, yaitu melampaui batas

Makna “Aku cukupkan buat kalian” : Yakni Aku membalas kalian berdasarkan perbuatan kalian baik kecil mau pun besar, yaitu di akhirat kelak

Pesan-Pesan Hadits

1. Hadits ini merupakan hadits Qudsi, yaitu Hadits yang diriwayatkan Rasulullah SAW dari Rabb-nya.
Perbedaan antara Hadits Qudsi dan al-Qur’an di antaranya adalah:
- Bahwa al-Qur`an al-Kariim adalah mukjizat mulai dari lafazhnya hingga maknanya sedangkan Hadits Qudsi tidak memiliki kemukjizatan apa pun
- Bahwa shalat tidak sah kecuali dengan al-Qur`an al-Kariim sedangkan Hadits Qudsi tidak sah untuk shalat
- Bahwa al-Qur`an al-Kariim tidak boleh diriwayatkan dengan makna sementara Hadits Qudsi boleh

2. Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah Ta’ala Maha Suci dari semua sifat kekurangan dan cela, di antaranya berbuat zhalim, di mana Dia berfirman, “Sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim.” Dia juga berfirman dalam al-Qur`an, “Dan Aku sekali-kali tidak menzhalimi hamba-hamba-Ku.” (Qaaf:29) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri.” (Yuunus:44)

3. Allah Ta’ala melarang para hamba-Nya berbuat zhalim antar sesama mereka sebab perbuatan zhalim diharamkan dan akibatnya amat fatal baik di dunia mau pun di akhirat. Allah Ta’ala berfirman, “Dan begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (Huud:102) Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perbuatan zhalim itu adalah kegelapan di hari Kiamat.” (HR.al-Bukhary dan Muslim) Dalam sabda yang lain, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengulur-ulur bagi pelaku kezhaliman hingga bila Dia menyiksanya, Dia tidak akan membuatnya lolos (dapat menghindar lagi).” (HR.al-Bukhary)

4. Kezhaliman ada beberapa macam:
a. Zhalim terhadap diri sendiri dan yang paling besarnya adalah berbuat syirik terhadap Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezhaliman yang besar.” (Luqman:13) Di antaranya lagi adalah melakukan perbuatan maksiat dan berbuat dosa

b. Perbuatan zhalim seorang hamba terhadap orang lain seperti mengambil hak mereka, menyakiti, menggunjing (ghibah), mengadu domba dan membicarakan mereka tanpa hak.

5. Hadits tersebut juga menjelaskan betapa kebutuhan para hamba kepada Allah Ta’ala. Karena itu, hendaknya mereka berlindung kepada-Nya, memohon, meminta pertolongan, meminta ma’af dan ampunan kepada-Nya. Memohon kepada-Nya agar diberi ampunan, rahmat dan rizki. Siapa pun manusianya, maka tidak mungkin dia tidak membutuhkan Rabbnya.

6. Semua manusia pasti melakukan kesalahan. Karena itu, bertindak keliru atau memiliki keterbatasan bukanlah suatu ‘aib akan tetapi yang dikatakan ‘aib itu adalah terus-menerus di dalam kesalahan ini, membiarkannya dan tidak mempedulikannya. Hendaknya seorang hamba memandang kepada keagungan Dzat Yang ia maksiati dan lakukan kesalahan terhadap-Nya dan janganlah memandang kepada kecilnya suatu kemaksiatan. Dari itu, hendaknya ia bersegera untuk bertobat dan kembali kepada-Nya serta meminta ampunan-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah wahai kaum Mukmiin, semoga kamu beruntung.” (an-Nuur:31) Dan firman-Nya, “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dial-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az-Zumar;53)

7. Betapa besarnya ampunan Allah dan betapa luas kekuasaan-Nya. Sekalipun semua makhluk berkumpul maka sama sekali mereka tidak dapat mempengaruhi bertambah atau berkurangnya kekuasaan-Nya tersebut.

8. Seorang Muslim hendaknya berhati-hati dalam semua perbuatannya sehingga ia bisa membersihkan dan memperbaikinya. Semuanya sudah diperhitungkan atasnya, dicatat di dalam lembaran amal-amalnya baik kecil mau pun besar. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya, [7]. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (az-Zalzalah:7-8)

9. Hendaknya seorang Muslim menghitung dirinya sendiri di dalam kehidupan ini sebelum dirinya diperhitungkan nanti pada hari Kiamat yang karenanya dia akan mencela dirinya sendiri, mencercanya, menyesali namun penyesalan yang tiada guna.

Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Hitunglah dirimu sebelum dirmu diperhitungkan dan timbanglah ia sebelum dirimu ditimbang dan bersiap-siaplah untuk Hari ‘al-‘Ardl al-Akbar’ (sidang terbesar terhadap kaum Mukminin pada hari Kiamat).” (HR.at-Turmudzy secara mu’allaq. Ibn Katsir berkata, “Di dalam Musnad ‘Umar terhadap atsar yang masyhur namun terdapat Inqithaa’ (terputus pada sanadnya)”. Wallahu a’lam

(SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah –al-Hadiits- Fi`ah an-Naasyi`ah, karya Prof.Dr.Faalih bin Muhammad ash-Shaghiir, h.124-128)
 
 

 
——————————————————————————–

Sumber: http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihathadits&id=82
——————————————————————————–

kumpulan  nasehat romadhon – ceramah ramadhan – renungan ramadhon – kajian ramadan – taushiyah ramadhan- tausiyah romadon

kumpulan hadits tentang shalat tarawih – hadits-hadits sholat terawih di bulan ramadhan – hadis sholat lail di bulan romadhon

kumpulan hadits tentang shalat tarawih – hadits-hadits sholat terawih di bulan ramadhan – hadis sholat lail di bulan romadhon

==================================
 

Kitab Shalat Tarawih
 

 

Bab 1: Keutamaan Orang yang Mendirikan Shalat Sunnah pada Bulan Ramadhan
 

985. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.”
Ibnu Syihab berkata, “Kemudian Rasulullah wafat sedangkan hal itu (shalat tarawih itu) tetap seperti itu. Selanjutnya, hal itu pun tetap begitu pada masa pemerintahan Abu Bakar dan pada masa permulaan pemerintahan Umar.”[1]
986. Abdurrahman bin Abd al-Qariy[2] berkata, “Saya keluar bersama Umar ibnul Khaththab pada suatu malam dalam bulan Ramadhan sampai tiba di masjid. Tiba-tiba orang-orang berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Setiap orang shalat untuk dirinya sendiri. Ada orang yang mengerjakan shalat, kemudian diikuti oleh sekelompok orang. Maka, Umar berkata, ‘Sesungguhnya aku mempunyai ide. Seandainya orang-orang itu aku kumpulkan menjadi satu dan mengikuti seorang imam yang pandai membaca Al-Qur’an, tentu lebih utama.’ Setelah Umar mempunyai azam (tekad) demikian, lalu dia mengumpulkan orang menjadi satu untuk berimam kepada Ubay bin Ka’ab.[3] Kemudian pada malam yang lain aku keluar bersama Umar, dan orang-orang melakukan shalat dengan imam yang ahli membaca Al-Qur’an. Umar berkata, ‘Ini adalah sebagus-bagus bid’ah (barang baru). Orang yang tidur dulu dan meninggalkan shalat pada permulaan malam (untuk melakukannya pada akhir malam) adalah lebih utama daripada orang yang mendirikannya (pada awal malam).’ Yang dimaksudkan olehnya ialah pada akhir malam. Adapun orang-orang itu mendirikannya pada permulaan malam.”
 
——————————————————————————–

Catatan Kaki:

 

[1] Perkataan Ibnu Syihab pada bagian ini adalah mursal. Tetapi, bagian pertamanya diriwayatkan secara maushul, dan sudah disebutkan pada bagian akhir hadits Aisyah dalam hadits nomor 398.
[2] Abd dengan harkat tanwin pada huruf dal. Dan, al-Qariy dengan memberi tasydid pada huruf ya’, adalah nisbat kepada Qarah bin Daisy, pegawai Sayyidina Umar yang mengurusi baitul mal kaum muslimin.
[3] Diperintahkannya Ubay mengimami orang banyak dengan sebelas rakaat sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik dengan sanad yang sahih, seperti yang telah saya tahqiq di dalam kitab saya Shalat at-Tarawih (halaman 5254). Saya tegaskan di sana bahwa semua riwayat dari Umar yang bertentangan dengan riwayat ini adalah tidak sah isnadnya. Demikian juga yang diriwayatkan dari Ali dan Ibnu Mas’ud, semuanya lemah, tidak sah, sebagaimana dapat Anda lihat penjelasannya di sana.
 

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari – M. Nashiruddin Al-Albani – Gema Insani Press
——————————————————————————–
www.opi.110mb.com

kumpulan hadits tentang shalat tarawih – hadits sholat terawih di bulan ramadhan – hadis sholat lail di bulan romadhon

kumpulan hadits-hadits tentang puasa romadhon – hadits puasa bulan ramadhan – hadis puasa ramadan – hadis-hadis puasa bulan romadon – hadits ramadhon

 

kumpulan hadits-hadits tentang puasa romadhon – hadits puasa bulan ramadhan – hadis puasa ramadan – hadis-hadis puasa bulan romadon – hadits ramadhon

===============================================

Shaum / Puasa
 

1. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)
2. Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)
 

3. Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan “Aamin”? Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, “Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu” lalu aku berucap “Aamin.” Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “aamin”. Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan “Aamin.” (HR. Ahmad)
 

4. Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). (HR. Bukhari)
 

5. Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah. (HR. Mutafaq’alaih)
 

6. Manusia tetap berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa. (HR. Bukhari)

 

7. Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)
8. Barangsiapa shalat malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)
 

9. Mungkin hasil yang diraih seorang shaum (yang berpuasa) hanya lapar dan haus, dan mungkin hasil yang dicapai seorang yang shalat malam (Qiyamul lail) hanyalah berjaga. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
 

10. Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)
 

11. Tidaklah termasuk kebajikan orang yang tetap berpuasa dalam perjalanan (musafir). (HR. Bukhari)

 

12. Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa rukshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
 

13. Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim)
 

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) – Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press
——————————————————————————–

www.opi.110mb.com

kumpulan hadits-hadits tentang puasa romadhon – hadits puasa bulan ramadhan – hadis puasa ramadan – hadis-hadis puasa bulan romadon – hadits ramadhon

kumpulan hadits-hadits puasa romadhon – hadits puasa ramadhan – hadis tentang puasa ramadan

kumpulan hadits-hadits puasa romadhon – hadits puasa ramadhan – hadis tentang puasa ramadan

=======================================
Kitab Puasa dalam Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, Oleh : Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Ashqolani.
 
Hadits Puasa  ke-1
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah engkau mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari, kecuali bagi orang yang terbiasa berpuasa, maka bolehlah ia berpuasa.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-2
Ammar Ibnu Yasir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Barangsiapa berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia telah durhaka kepada Abul Qasim (Muhammad) Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Hadits Puasa  mu’allaq riwayat Bukhari, Imam Lima menilainya maushul, sedang Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menilainya Hadits Puasa  shahih.
Hadits Puasa  ke-3
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berpuasalah, dan apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) berbukalah, dan jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah.” Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: “Jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah tiga puluh hari.” Menurut riwayat Bukhari: “Maka sempurnakanlah hitungannya menjadi tigapuluh hari.”
Hadits Puasa  ke-4
Menurut riwayatnya dari Hadits Puasa  Abu Hurairah: “Maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban 30 hari.”
Hadits Puasa  ke-5
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Orang-orang melihat bulan sabit, lalu aku beritahukan kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bahwa aku benar-benar telah melihatnya. Lalu beliau berpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa. Riwayat Abu Dawud. Hadits Puasa  shahih menurut Hakim dan Ibnu Hibban.
Hadits Puasa  ke-6
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang Arab Badui menghadap Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu berkata: Sungguh aku telah melihat bulan sabit (tanggal satu). Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bertanya: “Apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah?” Ia berkata: Ya. Beliau bertanya: “Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.” Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Umumkanlah pada orang-orang wahai Bilal, agar besok mereka berpuasa.” Riwayat Imam Lima. Hadits Puasa  shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, sesang Nasa’i menilainya mursal.
Hadits Puasa  ke-7
Dari Hafshah Ummul Mukminin bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” Riwayat Imam Lima. Tirmidzi dan Nasa’i lebih cenderung menilainya Hadits Puasa  mauquf. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menilainya shahih secara marfu’. Menurut riwayat Daruquthni: “Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meniatkan puasa wajib semenjak malam.”
Hadits Puasa  ke-8
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Suatu hari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam masuk ke rumahku, lalu beliau bertanya: “Apakah ada sesuatu padamu?” Aku menjawab: Tidak ada. Beliau bersabda: “Kalau begitu aku berpuasa.” Pada hari lain beliau mendatangi kami dan kami katakan: Kami diberi hadiah makanan hais (terbuat dari kurma, samin, dan susu kering). Beliau bersabda: “Tunjukkan padaku, sungguh tadi pagi aku berpuasa.” Lalu beliau makan. Riwayat Muslim.
Hadits Puasa  ke-9
Dari Sahal Ibnu Sa’ad Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-10
Menurut riwayat Tirmidzi dari Hadits Puasa  Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.”

Hadits Puasa  ke-11
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-12
Dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dlobby bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci.” Riwayat Imam Lima. Hadits Puasa  shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.
Hadits Puasa  ke-13
Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang puasa wishol (puasa bersambung tanpa makan). Lalu ada seorang dari kaum muslimin bertanya: Tetapi baginda sendiri puasa wishol, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Siapa di antara kamu yang seperti aku, aku bermalam dan Tuhanku memberi makan dan minum.” Karena mereka menolak untuk berhenti puasa wishol, maka beliau berpuasa wishol bersama mereka sehari, kemudian sehari. Lalu mereka melihat bulan sabit, maka bersabdalah beliau: “Seandainya bulan sabit tertunda aku akan tambahkan puasa wishol untukmu, sebagai pelajaran bagi mereka uang menolak untuk berhenti.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-14
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakannya serta berlaku bodoh, maka tidak ada keperluan bagi Allah untuk meninggalkan makanan dan minumannya.” Riwayat Bukhari dan Abu Dawud. Lafadznya menurut riwayat Abu Dawud.
Hadits Puasa  ke-15
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mencium sewaktu berpuasa dan mencumbu sewaku berpuasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan nafsunya di antara kamu. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim. Dalam suatu riwayat ditambahkan: Pada bulan Ramadhan.
Hadits Puasa  ke-16
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah berbekam dalam keadaan ihram dan pernah berbekam sewaktu berpuasa. Riwayat Bukhari.
Hadits Puasa  ke-17
Dari Syaddad Ibnu Aus bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah melewati seseorang yang sedang berbekam pada bulan Ramadhan di Baqi’, lalu beliau bersabda: “Batallah puasa orang yang membekam dan dibekam.” Riwayat Imam Lima kecuali Tirmidzi. Hadits Puasa  shahih menurut Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban.
Hadits Puasa  ke-18
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu berkata: Pertama kali pembekaman bagi orang yang puasa itu dimakruhkan adalah ketika Ja’far Ibnu Abu Thalib berbekam sewaktu berpuasa. Lalu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melewatinya dan beliau bersabda: “Batallah dua orang ini.” Setelah itu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberikan keringanan untuk berbekam bagi orang yang berpuasa. Dan Anas pernah berbekam ketika berpuasa. Riwayat Daruquthni dan ia menguatkannya.
Hadits Puasa  ke-19
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memakai celak mata pada bulan Ramadhan sewaktu beliau berpuasa. Riwayat Ibnu Majah dengan sanad yang lemah. Tirmidzi berkata: Dalam bab ini tidak ada Hadits Puasa  yang shahih.
Hadits Puasa  ke-20
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa lupa bahwa ia sedang berpuasa, lalu ia makan dan minum, hendaknya ia meneruskan puasanya, karena sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah.” Muttafaq Alaihi

Hadits Puasa  ke-21
Menurut riwayat Hakim: “Barangsiapa yang berbuka pada saat puasa Ramadhan karena lupa, maka tak ada qodlo dan kafarat baginya.” Hadits Puasa  Shahih.
Hadits Puasa  ke-22
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang terpaksa muntah maka tak ada qodlo baginya dan barangsiapa sengaja muntah maka wajib qodlo atasnya.” Riwayat Imam Lima. Dinilai cacat oleh Ahmad dan dinilai kuat oleh Daruquthni.
Hadits Puasa  ke-23
Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam keluar pada tahun penaklukan kota Mekah di bulan Ramadhan. Beliau berpuasa, hingga ketika sampai di kampung Kura’ al-Ghomam orang-orang ikut berpuasa. Kemudian beliau meminta sekendi air, lalu mengangkatnya, sehingga orang-orang melihatnya dan beliau meminumnya. Kemudian seseorang bertanya kepada beliau bahwa sebagian orang telah berpuasa. Beliau bersabda: “Mereka itu durhaka, mereka itu durhaka.”
Hadits Puasa  ke-24
Dalam suatu lafadz Hadits Puasa  shahih ada seseorang berkata pada beliau: Orang-orang merasa berat berpuasa dan sesungguhnya mereka menunggu apa yang baginda perbuat. Lalu setelah Ashar beliau meminta sekendi air dan meminumnya. Riwayat Muslim.
Hadits Puasa  ke-25
Dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat berpuasa dalam perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ia adalah keringanan dari Allah, barangsiapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu baik dan barangsiapa senang untuk berpuasa, maka ia tidak berdosa.” Riwayat Muslim dan asalnya dalam shahih Bukhari-Muslim dari Hadits Puasa  ‘Aisyah bahwa Hamzah Ibnu Amar bertanya.
Hadits Puasa  ke-26
Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Orang tua lanjut usia diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan memberi makan setiap hari untuk seorang miskin, dan tidak ada qodlo baginya. Hadits Puasa  shahih diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim.
Hadits Puasa  ke-27
Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku telah celaka. Beliau bertanya: “Apa yang mencelakakanmu?” Ia menjawab: Aku telah mencampuri istriku pada saat bulan Ramadhan. Beliau bertanya: “Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memerdekakan budak?” ia menjawab: Tidak. Beliau bertanya: “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Ia menjawab: Tidak. Lalu ia duduk, kemudian Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberinya sekeranjang kurma seraya bersabda: “Bersedekahlan denan ini.” Ia berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada kami? Padahal antara dua batu hitam di Madinah tidak ada sebuah keluarga pun yang lebih memerlukannya daripada kami. Maka tertawalah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sampai terlihat gigi siungnya, kemudian bersabda: “Pergilah dan berilah makan keluargamu dengan kurma itu.” Riwayat Imam Tujuh dan lafadznya menurut riwayat Muslim.
Hadits Puasa  ke-28
Dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah memasuki waktu pagi dalam keadaan junub karena bersetubuh. Kemudian beliau mandi dan berpuasa. Muttafaq Alaihi. Muslim menambahkan dalam Hadits Puasa  Ummu Salamah: Dan beliau tidak mengqodlo’ puasa.
Hadits Puasa  ke-29
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa meninggal dan ia masih menanggung kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-30
Dari Abu Qotadah al-Anshory Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam perna ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” Riwayat Muslim

Hadits Puasa  ke-31
Dari Abu Ayyub Al-Anshory Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun.” Riwayat Muslim.
Hadits Puasa  ke-32
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seorang hamba berpuasa sehari waktu perang di jalan Allah, niscaya Allah akan menjauhkannya dengan puasa itu dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-33
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam biasa berpuasa sehingga kami menyangka beliau tidak akan berbuka dan beliau berbuka sehingga kami menyangka beliau tidak akan berpuasa. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-34
Abu Dzar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk berpuasa tiga hari dalam sebulan, yaitu pada tanggal 13,14, dan 15. Riwayat Nasa’i dan Tirmidzi. Hadits Puasa  shahih menurut Ibnu Hibban.
Hadits Puasa  ke-35
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak diperbolehkan bagi seorang perempuan berpuasa di saat suaminya di rumah, kecuali dengan seizinnya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Abu Dawud menambahkan: “Kecuali pada bulan Ramadhan.”
Hadits Puasa  ke-36
Dari Abu Said Al-Khudry bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang berpuasa pada dua hari, yakni hari raya Fithri dan hari raya Kurban. Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-37
Dari Nubaitsah al-Hudzaliy Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” Riwayat Muslim.
Hadits Puasa  ke-38
‘Aisyah dan Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Tidak diizinkan berpuasa pada hari-hari tasyriq, kecuali orang yang tidak mendapatkan hewan kurban (di Mina saat ibadah haji). Riwayat Bukhari.
Hadits Puasa  ke-39
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at untuk bangun beribadah dibanding malam-malam lainnya dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa dibanding hari-hari yang lainnya, kecuali jika seseorang di antara kamu sudah terbiasa berpuasa.” Diriwayatkan oleh Muslim.
Hadits Puasa  ke-40
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu berpuasa pada hari Jum’at, kecuali ia berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-41
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila bulan Sya’ban telah lewat setengah, maka janganlah engkau berpuasa.” Riwayat Imam Lima dan diingkari oleh Ahmad.
Hadits Puasa  ke-42
Dari al-Shomma’ binti Busr Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah berpuasa pada hari Sabtu, kecuali yang telah diwajibkan atasmu. Jika seseorang di antara kamu hanya mempunyai kulit anggur atau ranting pohon, hendaknya ia mengunyahnya.” Riwayat Imam Lima dan para perawinya dapat dipercaya, namun Hadits Puasa  itu mudltharib. Malik menilainya munkar dan Abu Dawud berkata: Hadits Puasa  itu mansukh (oleh Hadits Puasa  nomer 43 berikut).
Hadits Puasa  ke-43
Dari Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam paling sering berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, dan beliau bersabda: “Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka.” Dikeluarkan oleh Nasa’i. Hadits Puasa  shahih menurut Ibnu Khuzaimah dengan lafadz ini.
Hadits Puasa  ke-44
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang untuk berpuasa hari raya arafah di Arafah. Riwayat Imam Lima selain Tirmidzi. Hadits Puasa  shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Hakim. Hadits Puasa  munkar menurut Al-’Uqaily.
Hadits Puasa  ke-45
Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada puasa bagi orang yang berpuasa selamanya.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-46
Menurut riwayat Muslim dari Hadits Puasa  Abu Qotadah dengan lafadz: “Tidak puasa dan tidak berbuka.”
Hadits Puasa  ke-47
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melakukan ibadah Ramadhan karena iman dan mengharap ridlo’Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-48
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila memasuki sepuluh hari — yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan– mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-49
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sepeninggalnya. Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-50
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila hendak beri’tikaf, beliau sholat Shubuh kemudian masuk ke tempat i’tikafnya. Muttafaq Alaihi.

Hadits Puasa  ke-51
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah memasukkan kepalany ke dalam rumah — beliau di dalam masjid–, lalu aku menyisir rambutnya dan jika beri’tikaf beliau tidak masuk ke rumah, kecuali untuk suatu keperluan. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.
Hadits Puasa  ke-52
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Disunatkan bagi orang yang beri’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendesak, tidak boleh i’tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i’tikaf kecuali di masjid jami’. Riwayat Abu Dawud. Menurut pendapat yang kuat Hadits Puasa  ini mauquf akhirnya.
Hadits Puasa  ke-53
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada kewajiban puasa bagi orang yang i’tikaf, kecuali ia mewajibkan atas dirinya sendiri.” Riwayat Daruquthni dan Hakim. Hadits Puasa  mauquf menurut pendapat yang kuat.
Hadits Puasa  ke-54
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa beberapa shahabat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.” Muttafaq Alaihi.
Hadits Puasa  ke-55
Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda tentang lailatul qadar: “Malam dua puluh tujuh.” Riwayat Abu Dawud dan menurut pendapat yang kuat ia adalah mauquf. ada 40 pendapat yang berselisih tentang penetapannya yang saya paparkan dalam kitab Fathul Bari.
Hadits Puasa  ke-56
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah (artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud. Hadits Puasa  shahih menurut Tirmidzi dan Hakim.
Hadits Puasa  ke-57
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada perjalanan kecuali ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini, dan Masjidil Aqsho.” Muttafaq Alaihi.
 
——————————————————————————–

Sumber: Kitab Hadits Puasa  Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, Oleh : Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Ashqolani.
http://www.mutiara-Hadits Puasa .co.nr/
——————————————————————————–
kumpulan hadits-hadits puasa romadhon – hadits puasa ramadhan – hadis tentang puasa ramadan

kumpulan hadits puasa ramadhan kitab Shahih Muslim – hadits-hadits puasa romadhon Shohih Muslim – hadits puasa ramadan

kumpulan hadits puasa ramadhan kitab Shahih Muslim – hadits-hadits puasa romadhon Shohih Muslim – hadits puasa ramadan
==================================
 

Kitab Puasa
 

 

1. Keutamaan bulan Ramadan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu. (Shahih Muslim No.1793)

2. Wajib berpuasa Ramadan jika melihat hilal awal Ramadan dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal. Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari). (Shahih Muslim No.1795)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari. (Shahih Muslim No.1808)

3. Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum bulan Ramadan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan, kecuali bagi seorang yang biasa berpuasa, maka baginya silakan berpuasa. (Shahih Muslim No.1812)

4. Bulan yang berjumlah 29 hari

Hadis riwayat Ummu Salamah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah bersumpah tidak akan menemui sebagian istri-istrinya selama sebulan. Dan setelah 29 hari berlalu, beliau datang menemui mereka. Kemudian beliau ditanya: Wahai Nabi! Baginda bersumpah tidak akan menemui kami selama satu bulan. Mendengar itu, beliau bersabda: Sesungguhnya bulan itu berjumlah 29 hari. (Shahih Muslim No.1816)

5. Arti pernyataan Nabi saw. bahwa dua bulan yang terdapat hari raya, jumlah harinya tidak berkurang

Hadis riwayat Abu Bakrah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Dua bulan yang terdapat hari raya, harinya tidak berkurang; hari raya Ramadan dan bulan Zulhijah. (Shahih Muslim No.1822)

6. Waktu berpuasa dimulai sejak terbitnya fajar dan seseorang dibolehkan makan dan lainnya sampai terbit fajar, sifat fajar yang berkaitan dengan masuknya waktu berpuasa serta masuknya waktu salat subuh dan sebagainya

Hadis riwayat Adi bin Hatim ra.:
Ketika turun ayat: Sehingga nyata bagimu benang yang putih dari benang yang hitam, yaitu fajar, maka Adi bin Hatim berkata kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, sungguh saya meletakkan benang berwarna putih dan benang berwarna hitam di bawah bantalku, sehingga aku dapat mengenali antara waktu malam dan waktu siang hari. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya bantalmu itu sangat lebar. Sesungguhnya yang dimaksud adalah hitamnya (gelapnya) malam dan putihnya (terangnya) siang pada saat fajar. (Shahih Muslim No.1824)

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Ketika turun ayat: Makan dan minumlah hingga nyata bagimu benang yang putih dari benang yang hitam. Beliau berkata: Seorang lelaki mengambil seutas benang yang berwarna putih dan seutas benang berwarna hitam. Lalu ia makan sampai kedua benang tersebut kelihatan jelas olehnya, sampai akhirnya Allah menurunkan ayat kelanjutannya Pada waktu fajar, sehingga persoalannya menjadi jelas. (Shahih Muslim No.1825)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda bahwa ketika Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai engkau mendengar azan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummu Maktum. (Shahih Muslim No.1827)

Hadis riwayat Ibnu Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah sekali-kali azan Bilal itu mencegah salah seorang di antara kalian untuk makan sahur, karena Bilal mengumandangkan azan atau memanggil pada malam hari adalah untuk mengingatkan orang yang sedang salat qiyam (akan dekatnya waktu fajar) dan untuk membangunkan orang yang masih tidur. Selanjutnya beliau bersabda: Janganlah engkau hiraukan ucapan seseorang bahwa fajar itu begini begini sambil membenahi letak tangannya kemudian mengangkatnya ke atas, sesungguhnya fajar yang dimaksud ialah begini, sambil merenggangkan celah di antara kedua jarinya. (Shahih Muslim No.1830)

7. Keutamaan sahur, sunat mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka

Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan. (Shahih Muslim No.1835)

Hadis riwayat Zaid bin Tsabit ra., ia berkata:
Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah saw. Kemudian kami melaksanakan salat. Kemudian saya bertanya: Berapa lamakah waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan salat)? Rasulullah saw. menjawab: Selama bacaan lima puluh ayat. (Shahih Muslim No.1837)

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (Shahih Muslim No.1838)

8. Keterangan waktu berakhirnya puasa dan berlalunya waktu siang

Hadis riwayat Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ketika malam datang, siang pergi dan matahari pun terbenam, maka saat itulah orang yang berpuasa mulai berbuka. (Shahih Muslim No.1841)

Hadis riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra., ia berkata:
Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. di bulan Ramadan. Ketika matahari terbenam, beliau bersabda: Wahai fulan, singgahlah dan siapkanlah hidangan buat kami! Orang yang disuruh berkata: Wahai Rasulullah, bukankah sebaiknya baginda tangguhkan sebentar? Rasulullah saw. bersabda: Singgahlah dan siapkan hidangan buat kami! Kemudian ia singgah dan menyiapkan hidangan, lalu ia memberikannya kepada beliau. Nabi saw. meminumnya, kemudian bersabda sambil memberikan isyarat kedua tangannya: Jika matahari sudah terbenam di arah sana dan malam sudah datang dari arah sana, maka orang yang berpuasa boleh berbuka. (Shahih Muslim No.1842)

9. Larangan puasa wishal (sambung)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Nabi saw. melarang puasa sambung (terus-menerus tanpa berbuka). Para sahabat bertanya: Bukankah baginda sendiri melakukan puasa wishal? Nabi saw. menjawab: Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Aku diberi makan dan minum. (Shahih Muslim No.1844)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. melarang puasa sambung. Kemudian salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah baginda sendiri melakukan puasa wishal? Beliau bersabda: Siapa di antara kalian yang seperti aku? Sesungguhnya di malam hari aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku. Ketika mereka enggan menghentikan puasa sambung, beliau sengaja membiarkannya sehari sampai beberapa hari. Kemudian pada hari berikutnya, mereka melihat bulan (tanda masuk bulan Ramadan). Rasulullah saw. lantas bersabda: Kalau bulan itu tertunda datangnya, niscaya akan aku tambah lagi berpuasa sambung buat kalian sebagai pelajaran bagi mereka, karena mereka enggan berhenti puasa sambung. (Shahih Muslim No.1846)

Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah mengerjakan salat di bulan Ramadan. Kemudian aku datang ikut salat di samping beliau. Kemudian datang lagi orang lain dan ikut pula mengerjakan di sampingku dan seterusnya, sampai kira-kira sebanyak sepuluh orang. Ketika Rasulullah saw. merasa akan keberadaan kami di belakangnya, beliau meringankan salat kemudian pulang ke rumah untuk melanjutkan salat yang masih tersisa. Pagi harinya aku tanyakan hal itu kepada beliau: Apakah semalam engkau sengaja memberikan pelajaran kepada kami? Beliau menjawab: Betul, itulah alasan yang membuat aku melakukan seperti itu. Anas berkata: Kemudian Rasulullah saw. melakukan puasa sambung. Hal itu terjadi di akhir bulan Ramadan. Mengetahui hal itu maka ada beberapa orang sahabat yang ikut berpuasa sambung. Rasulullah saw. kemudian bersabda: Apakah mereka mau ikut berpuasa sambung bersamaku? Sesungguhnya kalian tidak seperti aku. Demi Allah, seandainya bulan ini dipanjangkan untukku, niscaya aku akan terus berpuasa biar hal itu menjadi pelajaran bagi mereka yang keras kepala. (Shahih Muslim No.1848)

10. Boleh ciuman dalam keadaan puasa dengan syarat tidak membangkitkan nafsu

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Adalah Rasulullah saw. mencium salah seorang istri beliau dan beliau sedang berpuasa lalu istrinya tersenyum. (Shahih Muslim No.1851)

Hadis riwayat Umar bin Abu Salamah ra.:
Bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw.: Bolehkah orang yang sedang berpuasa itu berciuman (dengan istrinya)? Rasulullah saw. menjawab: Tanyakan saja kepada Ummu Salamah. Kemudian ia (Ummu Salamah) memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah saw. melakukannya. Umar bin Abu Salamah lalu berkata: Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni dosa baginda yang lalu dan yang akan datang? Rasulullah saw. bersabda padanya: Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takwa kepada Allah dari kalian. (Shahih Muslim No.1863)

11. Sah puasa orang yang masih junub pada waktu fajar

Hadis riwayat Aisyah ra. dan Ummu Salamah ra. berkata:
Rasulullah saw. pernah bangun pagi hari dalam keadaan junub bukan karena mimpi kemudian beliau terus berpuasa. (Shahih Muslim No.1864)

12. Diharamkan bersetubuh di siang hari bulan Ramadan bagi yang berpuasa dan wajib membayar kifarat yang sangat berat. Keterangan bahwa kifarat tersebut harus dilaksanakan bagi yang mampu atau tidak mampu dan bagi yang tidak mampu tanggungan kifarat tersebut ditunggu sampai mampu

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki datang menemui Nabi saw. dan berkata: Celaka saya, wahai Rasulullah. Beliau bertanya: Apa yang membuat engkau celaka? Lelaki itu menjawab: Saya telah bersetubuh dengan istri saya di siang hari bulan Ramadan. Beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memerdekakan seorang budak? Ia menjawab: Tidak punya. Beliau bertanya: Mampukah engkau berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak mampu. Beliau bertanya lagi: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak punya. Kemudian ia duduk menunggu sebentar. Lalu Rasulullah saw. memberikan sekeranjang kurma kepadanya sambil bersabda: Sedekahkanlah ini. Lelaki tadi bertanya: Tentunya aku harus menyedekahkannya kepada orang yang paling miskin di antara kita, sedangkan di daerah ini, tidak ada keluarga yang paling memerlukannya selain dari kami. Maka Rasulullah saw. pun tertawa sampai kelihatan salah satu bagian giginya. Kemudian beliau bersabda: Pulanglah dan berikan makan keluargamu. (Shahih Muslim No.1870)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Celaka aku. Rasulullah saw. bertanya: Kenapa? Lelaki tadi menjawab: Aku telah menggauli istriku pada siang hari bulan Ramadan. Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah untuk itu, bersedekahlah. Tetapi laki-laki tadi berkata: Aku tidak memiliki apa-apa. Lalu beliau menyuruhnya duduk sejenak. Kemudian beliau memberikan kepadanya dua keranjang makanan dan menyuruhnya untuk menyedekahkannya. (Shahih Muslim No.1873)

13. Boleh berpuasa atau berbuka di siang hari bulan Ramadan bagi yang bepergian bukan untuk maksiat apabila jarak perjalanan minimal kira-kira 45 km, dan bagi orang yang mampu lebih baik berpuasa dan bagi yang keberatan boleh tidak puasa

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bepergian pada tahun penaklukan kota Mekah di bulan Ramadan. Beliau tetap berpuasa hingga tiba di daerah Kadid, beliau tidak berpuasa. Dan para sahabat Rasulullah saw. selalu mengikuti kejadian demi kejadian karena perintahnya. (Shahih Muslim No.1875)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Adalah Rasulullah saw. pada suatu perjalanan melihat seorang laki-laki dikerumuni orang banyak sehingga ia hampir-hampir tidak dapat dikenali. Kemudian beliau bertanya: Ada apa dengannya? Para sahabat menjawab: Dia sedang berpuasa. Rasulullah saw. bersabda: Bukan termasuk kebaikan kalian berpuasa dalam perjalanan. (Shahih Muslim No.1879)

Hadis riwayat Anas Bin Malik ra.:
Anas ra. pernah ditanya tentang berpuasa pada bulan Ramadan dalam perjalanan? Dia menjawab: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. pada bulan Ramadan, yang berpuasa tidak mencela yang tidak puasa dan yang tidak puasa juga tidak mencela yang berpuasa. (Shahih Muslim No.1884)

14. Pahala orang yang tidak puasa dalam perjalanan jika ia menangani suatu pekerjaan

Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
Kami pernah bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Di antara kami ada yang tetap berpusa dan ada pula yang tidak puasa. Kami singgah di sebuah tempat saat hari sedang panas sekali. Di antara kami yang paling banyak mendapat naungan ialah orang-orang yang berpakaian lengkap, sementara orang-orang yang tidak berpakaian lengkap mereka melindungi kepalanya dari teriknya matahari dengan menutupkan tangannya ke atas. Maka orang-orang yang berpuasa berjatuhan (karena lemah) dan mereka yang tidak puasa masih dapat tegak berdiri. Mereka kemudian mendirikan tenda-tenda dan memberikan minum unta-unta. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Orang-orang yang berbuka hari ini pergi membawa pahala. (Shahih Muslim No.1886)

15. Memilih puasa atau tidak puasa dalam bepergian

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Hamzah bin Amru Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah saw. tentang puasa dalam perjalanan, maka beliau menjawab: Jika engkau mau, berpuasalah dan jika engkau tidak mau, maka boleh tidak puasa. (Shahih Muslim No.1889)

Hadis riwayat Abu Darda ra., ia berkata:
Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. di bulan Ramadan pada hari yang sangat panas, sehingga sampai sebagian kami terpaksa harus menutupkan tangan pada kepalanya, karena teriknya matahari. Kami semua tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah saw. dan Abdullah bin Rawahah. (Shahih Muslim No.1892)

16. Sunat berbuka bagi orang yang beribadah haji pada hari Arafah di Arafah

Hadis riwayat Ummul Fadhel binti Harits ra.:
Bahwa beberapa orang berdebat di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Rasulullah saw. Sebagian mereka ada yang mengatakan bahwa pada hari itu beliau berpuasa, sebagian mengatakan bahwa pada hari itu beliau tidak berpuasa. Kemudian aku mengirimkan segelas susu kepada beliau yang wukuf dekat untanya di Arafah. Ternyata beliau meminumnya (beliau tidak puasa). (Shahih Muslim No.1894)

Hadis riwayat Ummul Fadhel ra., ia berkata:
Beberapa orang sahabat Rasulullah saw. merasa ragu akan hukum puasa hari Arafah, sedangkan kami di sana bersama Rasulullah saw. Maka aku mengirimkan secangkir susu kepada beliau, sewaktu beliau berada di Arafah lalu beliau meminumnya (tidak puasa). (Shahih Muslim No.1895)

17. Puasa pada hari Asyura’

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Adalah kaum Quraisy pada zaman Jahiliyah selalu berpuasa pada hari Asyura’ dan Rasulullah saw. juga berpuasa pada hari itu. Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau tetap berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabat untuk berpuasa pada hari itu. Namun ketika diwajibkan puasa bulan Ramadan, beliau bersabda: Barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah dan barang siapa yang tidak ingin berpuasa, maka ia boleh meninggalkannya. (Shahih Muslim No.1897)

Hadis riwayat Abdullah Ibnu Umar ra.:
Bahwa orang-orang Jahiliyah dahulu selalu berpuasa pada hari Asyura’. Dan bahwa Rasulullah saw. dan kaum muslimin juga berpuasa pada hari itu sebelum diwajibkan puasa bulan Ramadan. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya hari Asyura’ adalah hari-hari Allah, maka barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah pada hari itu dan barang siapa yang tidak ingin, maka ia boleh meninggalkannya. (Shahih Muslim No.1901)

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:
Dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: Asy`ats bin Qais datang menjumpai Abdullah, ketika ia sedang makan siang, ia (Abdullah) berkata: Wahai Abu Muhammad, mari kita makan siang. Ia (Asy`ats) berkata: Bukankah hari ini adalah hari Asyura’? Ia (Abdullah) bertanya: Apakah engkau mengetahui apa hari Asyura’ itu? Ia (Asy`ats) menjawab: Hari apa itu. Kemudian ia (Abdullah) menjelaskan: Hari itu adalah hari yang dahulu Rasulullah saw. selalu berpuasa sebelum diwajibkan puasa bulan Ramadan dan ketika puasa bulan Ramadan diwajibkan, puasa hari Asyura’ itu ditinggalkan. (Shahih Muslim No.1905)

Hadis riwayat Muawiyah bin Abu Sufyan ra.:
Dari Humaid bin Abdurrahman bahwa ia mendengar Muawiyah bin Abu Sufyan berpidato di Madinah pada hari Asyura’ ketika ia berkunjung ke kota tersebut. Ia bertanya: Di manakah ulama-ulama kalian, wahai penduduk Madinah? Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda tentang hari ini. Hari ini adalah hari Asyura’ dan Allah tidak mewajibkan kalian melaksanakan puasa pada hari ini, tetapi aku berpuasa. Maka barang siapa di antara kalian ingin berpuasa, maka berpuasalah dan barang siapa di antara kalian ingin berbuka, maka silakan tidak puasa. (Shahih Muslim No.1909)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi melaksanakan puasa hari Asyura’. Ketika ditanyakan tentang hal itu, mereka menjawab: Hari ini adalah hari kemenangan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Musa as. dan Bani Israel atas Firaun. Karena itulah pada hari ini kami berpuasa sebagai penghormatan padanya. Mendengar jawaban itu Rasulullah saw. bersabda: Kami lebih berhak atas Musa dari kalian, maka beliau menyuruh para sahabat untuk berpuasa. (Shahih Muslim No.1910)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Has.ri Asyura’ adalah hari yang dimuliakan orang-orang Yahudi dan dijadikannya sebagai hari raya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Berpuasalah kalian pada hari Asyura’ tersebut. (Shahih Muslim No.1912)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Ibnu Abbas ra. pernah ditanya tentang puasa pada hari Asyura’, dia menjawab: Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. berpuasa sehari untuk mencari keutamaan hari itu atas hari-hari yang lain selain pada hari ini. Begitu pula (saya tidak pernah melihat beliau) berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan ini, bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.1914)

18. Barang siapa makan pada siang hari Asyura’, maka hendaknya ia berpuasa pada sisa harinya

Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah mengutus seorang laki-laki dari Aslam pada hari Asyura’ untuk mengumumkan kepada manusia bahwa Barang siapa yang belum berpuasa, maka hendaknya ia berpuasa dan barang siapa yang terlanjur makan, maka hendaknya ia menyempurnakan dengan berpuasa sampai menjelang malam. (Shahih Muslim No.1918)

Hadis riwayat Rubayyi` binti Muawwidz bin Afra’ ra., ia berkata:
Rasulullah saw. mengirim surat ke kampung-kampung Ansar di sekitar Madinah yang isinya: Barang siapa yang pada pagi hari ini dalam keadaan berpuasa, maka hendaknya ia menyempurnakan puasanya itu. Barang siapa yang pada pagi hari ini tidak berpuasa, maka hendaknya ia berpuasa pada sisa harinya. Setelah itu kami berpuasa, bahkan kami menyuruh anak-anak kami yang masih kecil untuk ikut berpuasa bersama kami atas izin Allah. Sehingga ketika kami berangkat ke mesjid, kami membuatkan untuk mereka (anak-anak kami) mainan dari bulu kambing kibasy. Jika di antara mereka ada yang menangis minta makan, maka kami (hiburnya) dengan memberikan mainan tersebut. Demikian yang kami lakukan sampai kami semua boleh berbuka. (Shahih Muslim No.1919)

19. Larangan berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha

Hadis riwayat Umar bin Khathab ra., ia berkata:
Bahwa dua hari ini hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yaitu hari raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa (Ramadan) dan hari raya makan (daging kurban) setelah kalian menunaikan ibadah haji. (Shahih Muslim No.1920)

Hadis riwayat Abu Said Khudhri ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah patut berpuasa pada dua hari tertentu, yakni Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri setelah puasa Ramadan. (Shahih Muslim No.1922)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar ra. dan berkata: Sungguh aku telah bernazar untuk berpuasa satu hari yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Idul Fitri. Ibnu Umar ra. berkata: Allah Taala memerintahkan untuk menepati janji, nazar dan Rasulullah saw. melarang puasa pada hari ini. (Shahih Muslim No.1924)

20. Makruh berpuasa pada hari Jumat saja

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Dari Muhammad bin Abbad, ia berkata: Aku bertanya kepada Jabir bin Abdullah ra. ketika sedang melakukan tawaf di Baitullah: Apakah Rasulullah saw. melarang puasa pada hari Jumat saja? Jabir menjawab: Ya, demi Tuhan Baitullah ini. (Shahih Muslim No.1928)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali ia berpuasa sehari sebelumnya atau (berniat puasa) hari sesudahnya. (Shahih Muslim No.1929)

21. Penghapusan firman Allah: Dan wajib bagi orang-orang yang berat melakukannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah dengan firman-Nya Barang siapa di antara engkau hadir di negeri tempat tinggalnya di bulan itu, maka hendaknya ia berpuasa pada bulan itu

Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra., ia berkata:
Ketika turun ayat berikut, Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin, maka orang yang ingin tidak puasa, cukup dengan membayar fidyah, hingga akhirnya turun ayat berikutnya yang menghapus hukum ayat sebelumnya. (Shahih Muslim No.1931)

22. Membayar puasa Ramadan di bulan Syakban

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Adalah aku mempunyai tanggungan puasa Ramadan, aku tidak dapat membayarnya kecuali pada bulan Syakban, karena kesibukan dari Rasulullah saw. atau kesibukan bersama Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.1933)

23. Membayarkan tanggungan puasa orang yang telah meninggal

Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang meninggal dunia dan ia mempunyai tanggungan puasa, maka walinya harus berpuasa untuk membayar tangungannya. (Shahih Muslim No.1935)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Sesungguhnya ibuku telah meninggal dan ia mempunyai tanggungan puasa sebulan. Beliau bertanya: Apa pendapatmu jika ibumu mempunyai utang kepada orang lain, apakah engkau akan membayarnya? Ia menjawab: Ya (aku akan bayar). Beliau bersabda: Utang kepada Allah adalah lebih berhak untuk dibayar. (Shahih Muslim No.1936)

24. Menjaga lidah bagi yang berpuasa

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang dari kalian bengun dalam keadaan berpuasa, maka janganlah ia berbicara jorok dan kotor, maka jika seseorang dicaci atau diperangi, maka hendaklah ia berkata: Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa. (Shahih Muslim No.1941)

25. Keutamaan puasa

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu pada hari kiamat. Tidak ada orang selain mereka yang masuk bersama mereka. Ditanyakan: Di mana orang-orang yang puasa? Kemudian mereka masuk lewat pintu tersebut dan ketika orang yang terakhir dari mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup kembali dan tidak ada orang yang akan masuk lewat pintu itu. (Shahih Muslim No.1947)

26. Keutamaan berpuasa di jalan Allah bagi orang yang mampu, tanpa mudarat dan meninggalkan hak (bekerja)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh jarak perjalanan 70 tahun. (Shahih Muslim No.1948)

27. Makan, minum dan bersetubuhnya orang yang lupa itu tidak membatalkan puasa

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa lupa bahwa ia sedang berpuasa, sehingga ia makan atau minum, maka hendaklah ia meneruskan puasanya, karena sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah. (Shahih Muslim No.1952)

28. Puasanya Nabi saw. pada selain bulan Ramadan. dan sunat tidak mengosongkan satu bulan dari puasa

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. tidak pernah berpuasa satu bulan penuh, kecuali pada bulan Ramadan. Beliau berpuasa, jika beliau mau, sampai-sampai ada yang mengira bahwa beliau, demi Allah, tidak pernah tidak puasa. Jika beliau mau, beliau tidak puasa, sampai-sampai ada yang mengira bahwa beliau, demi Allah, beliau tidak pernah puasa. (Shahih Muslim No.1959)

Hadis riwayat Anas ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah selalu berpuasa (sunat), sampai ada yang mengatakan bahwa beliau seakan-akan berpuasa terus-menerus. Dan pernah pula beliau selalu tidak berpuasa, sampai ada yang mengatakan bahwa beliau tidak pernah puasa (sunat). (Shahih Muslim No.1961)

29. Larangan berpuasa setahun penuh bagi yang akan memudaratkan atau menjadikan kewajibannya terbengkalai atau tidak berbuka pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta pada hari tasyrik dan penjelasan keutamaan berpuasa selang-seling

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Rasulullah saw. dikabarkan bahwa aku pernah berkata akan selalu salat qiyam, akan berpuasa pada siang harinya sepanjang hidupku. Kemudian Rasulullah saw. bertanya: Betulkah engkau pernah bilang demikian? Aku menjawab: Betul, aku pernah mengatakannya, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh engkau tidak akan mampu melakukan yang demikian. Oleh karena itu berpuasalah dan juga berbukalah. Tidurlah dan bangun malamlah. Berpuasalah tiga hari dalam setiap bulan. Sebab, satu kebajikan itu nilainya sama dengan sepuluh kebajikan. Dan yang demikian itu (puasa tiga hari dalam tiap bulan) nilainya sama dengan puasa satu tahun. Lalu aku katakan kepada Rasulullah saw: Tetapi aku mampu berbuat lebih dari itu. Beliau bersabda: Berpuasalah sehari dan tidak puasa dua hari. Aku katakan kepada beliau: Tetapi aku mampu berbuat lebih dari itu. Rasulullah saw. bersabda: Jika begitu, berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itu adalah puasa nabi Daud as. dan itulah puasa yang tengah-tengah. Kemudian aku berkata: Sungguh aku mampu berbuat lebih dari itu. Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada yang lebih utama dari itu. Abdullah bin Amru ra. berkata: Aku terima tiga hari sebagaimana yang dikatakan Rasulullah saw. adalah lebih aku sukai dari istri dan hartaku. (Shahih Muslim No.1962)

30. Hukum puasa pada hari-hari akhir bulan Syakban

Hadis riwayat Imran bin Hushain ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda kepadanya atau kepada orang lain (dan ia mendengarnya): Apakah engkau berpuasa pada hari-hari akhir bulan Syakban? Aku menjawab: Tidak. Beliau bersabda: Kalau begitu, maka berpuasalah dua hari. (Shahih Muslim No.1975)

31. Keutamaan lailatulkadar, anjuran untuk mencarinya, keterangan tentang waktunya dan waktu lebih diharapkan saat mencarinya

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa sekelompok orang dari sahabat Rasulullah saw. bermimpi melihat lailatulkadar pada hari ke tujuh yang terakhir. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Menurutku bahwa mimpi kalian pasti bertepatan dengan hari ke tujuh terakhir, maka barang siapa yang ingin menantinya, maka hendaklah ia menanti pada hari ke tujuh terakhir (bulan Ramadan). (Shahih Muslim No.1985)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Rasulullah saw. pernah melakukan iktikaf pada sepuluh hari pertengahan bulan Ramadan. Ketika mana waktu dua puluh malam telah berlalu dan akan menyambut malam yang kedua puluh satu, maka beliau kembali ke rumahnya dan sahabat yang beriktikaf bersama beliau juga kembali ke rumah mereka. Kemudian beliau bangun malam pada malam ia kembali dari iktikaf dan berpidato di hadapan sahabat serta menyuruh mereka untuk melaksanakan kehendak Allah lalu bersabda: Sungguh dahulu aku iktikaf pada sepuluh malam ini (sepuluh malam pertengahan) kemudian nampak olehku (melalui mimpi) untuk iktikaf pada sepuluh malam akhir. Barang siapa yang pernah iktikaf bersamaku, maka hendaklah ia tidur di tempat iktikafnya. Sesungguhnya aku telah melihat (lailatulkadar) pada malam-malam ini, tetapi lalu aku lupa (waktunya), maka cari dan nantikanlah malam itu di sepuluh malam akhir yang ganjil. Aku pernah bermimpi bahwa aku sujud di air dan lumpur. Abu Said Al-Khudri berkata: Pada malam kedua puluh satu, kami diturunkan hujan, sehingga air mengalir dari atap mesjid ke tempat salat Rasulullah saw., lalu aku memperhatikan beliau. Beliau sudah selesai dari salat Subuh dan pada wajah beliau basah dengan lumpur dan air. (Shahih Muslim No.1993)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Cari dan nantikanlah lailatulkadar pada sepuluh terakhir bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.1998)
——————————————————————————–

Sumber: http://hadith.al-islam.com/bayan/Tree.asp?Lang=IND
——————————————————————————–
kumpulan hadits puasa ramadhan kitab Shahih Muslim – hadits-hadits puasa romadhon Shohih Muslim – hadits puasa ramadan

kumpulan hadits-hadits puasa romadhon kitab shahih bukhari – hadis-hadis puasa ramadhan shohih bukhori – hadis tentang puasa dalam kitab sahih bukhari – hadits tentang puasa dalam shahih bukhari

kumpulan hadits-hadits puasa romadhon kitab shahih bukhari – hadis-hadis puasa ramadhan shohih bukhori – hadis tentang puasa dalam kitab sahih bukhari – hadits tentang puasa dalam shahih bukhari

====================================================
 

Kitab Puasa
 

 

Bab 1: Wajibnya Puasa Ramadhan Dan Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(al-Baqarah: 183)
 

917. Ibnu Umar r.a. berkata, “Nabi puasa pada hari Asyura dan beliau memerintahkan supaya orang berpuasa padanya.” (Dalam satu riwayat: Ibnu Umar berkata, ‘Pada hari Asyura itu orang-orang jahiliah biasa berpuasa 5/154). Setelah puasa Ramadhan diwajibkan, ditinggalkannya puasa Asyura.’ (Dan, dalam satu riwayat: Ibnu Umar berkata, ‘Orang yang mau berpuasa, ia berpuasa; dan barangsiapa yang tidak hendak berpuasa, maka dia tidak berpuasa.’) Biasanya Abdullah (Ibnu Umar) tidak puasa pada hari itu, kecuali kalau bertepatan dengan hari yang ia biasa berpuasa pada hari itu.”

 
Bab 2: Keutamaan Puasa
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Abu Hurairah yang akan disebutkan pada ’9 – BAB’.”)

 
Bab 3: Puasa Itu Adalah Kafarat (Penghapus Dosa)
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Hudzaifah yang tertera pada nomor 293 di muka.”)
 

Bab 4: Pintu Rayyan Itu Khusus Untuk Orang-Orang yang Berpuasa
 

918. Sahl r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat (delapan pintu. Di sana 4/88) ada pintu yang disebut Rayyan, yang besok pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak seorang selain mereka yang masuk lewat pintu itu. Dikatakan, ‘Dimanakah orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk darinya. Apabila mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup. Sehingga, tidak ada seorang pun yang masuk darinya.”
 

919. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memberi nafkah dua istri (dengan apa pun 4/193) di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Wahai hamba Allah, ini lebih baik.’ (Dan dalam satu riwayat: Ia akan dipanggil oleh para penjaga surga, yakni oleh tiap-tiap penjaga pintu surga, ‘Hai kemarilah.’ 2/213). Barangsiapa yang ahli shalat, maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang ahli jihad, maka ia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang ahli puasa, maka ia dipanggil dari (pintu puasa dan) pintu Rayyan. Dan, barangsiapa yang ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah.” Abu Bakar berkata, “(Tebusan) engkau adalah dengan ayah dan ibuku, wahai Rasulullah. Apakah ada keperluan bagi yang dipanggil dari seluruh pintu itu? Apakah ada orang yang dipanggil dari seluruh pintu itu?” (Dalam satu riwayat: “Wahai Rasulullah, itu yang tidak binasa?”) Beliau bersabda, “Ya, dan aku berharap engkau termasuk golongan mereka.”

 
Bab 5: Apakah Boleh Disebut Ramadhan Saja ataukah Bulan Ramadhan? Dan, Orang yang Berpendapat bahwa Hal Itu Sebagai Kelonggaran
 

Nabi bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan.”[1]
 

Beliau juga pernah, “Janganlah kamu semua mendahului Ramadhan (yakni sebelum tibanya).”[2]
 

920. Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit (dalam satu riwayat: pintu-pintu surga) dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai.”
 

 

Bab 6: Orang yang Berpuasa Ramadhan Karena Iman dan Mengharapkan Pahala dari Allah Serta Keikhlasan Niat
 

Aisyah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Orang-orang akan dibangkitkan dari kuburnya sesuai dengan niatnya.”[3]
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Abu Hurairah yang tertera pada nomor 26 di muka.”)
 

Bab 7: Nabi Paling Dermawan pada Bulan Ramadhan
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Abbas yang tertera pada nomor 4 di muka.”)
 

 

Bab 8: Orang yang Tidak Meninggalkan Kata-kata Dusta dan Pengamalannya di Dalam Puasa
 

921. Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minunmya.’”
 

 

Bab 9: Apakah Seseorang Itu Perlu Mengucapkan, “Sesungguhnya Aku Ini Sedang Berpuasa”, Jika Ia Dicaci Maki?
 

922. Abu Hurairah r.a, berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, (dalam satu riwayat: dari Nabi, beliau meriwayatkan dari Tuhanmu, Dia berfirman 8/212), “Setiap amal anak Adam itu untuknya sendiri selain puasa, sesungguhnya puasa itu untuk Ku (dalam satu riwayat: Tiap-tiap amalan memiliki kafarat, dan puasa itu adalah untuk Ku 8/212), dan Aku yang membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila ada seseorang di antaramu berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak (dan dalam satu riwayat: jangan bertindak bodoh 2/226). Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau memeranginya (mengajaknya bertengkar), maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’ (dua kali 2/226) Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah adalah lebih harum daripada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya. Yaitu, apabila berbuka, ia bergembira; dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya, ia bergembira karena puasanya itu.”
 

Bab 10: Berpuasa untuk Orang yang Takut Terjatuh dalam Perzinaan Kalau Membujang
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Mas’ud yang tertera pada ’67-AN-NIKAH / 2 – BAB’.”)

 
Bab 11: Sabda Nabi, “Apabila kamu sudah melihat bulan sabit (1 Ramadhan), maka berpuasalah. Apabila kamu sudah melihat bulan sabit (1 Syawwal), maka berbukalah (jangan berpuasa).”[4]
 

Shilah berkata dari Ammar, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka sesungguhnya dia telah melanggar ajaran Abul Qasim (Nabi).”[5]
 

923. Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah pernah berbicara perihal Ramadhan. Beliau bersabda, “Sebulan itu dua puluh sembilan malam. (Dalam satu riwayat: ‘Sebulan itu seperti ini dan ini’, dan beliau menggenggam ibu jarinya pada kali yang ketiga. Dalam riwayat lain: ‘Sebulan itu seperti ini dan seperti ini dan seperti ini’, yakni tiga puluh hari. Kemudian beliau bersabda, ‘Seperti ini dan seperti ini dan seperti ini”, yakni dua puluh sembilan hari. Beliau bersabda sekali tiga puluh hari, dan sekali dua puluh sembilan hari. 6/78). Maka, janganlah kamu berpuasa sehingga kamu melihat bulan sabit (tanggal 1 Ramadhan), dan janganlah kamu berbuka sehingga kamu melihatnya (tanggal 1 Syawal). Jika bulan itu tertutup atasmu, kira-kirakanlah bilangannya (buatlah perhitungan bagi harinya).” (Dan dalam satu riwayat: “Maka, sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban tiga puluh hari.”)
924. Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi (Abul Qasim) bersabda, ‘Berpuasalah bila kamu melihatnya (bulan sabit tanggal satu Ramadhan), dan berbukalah bila kamu melihatnya (bulan sabit tanggal 1 Syawal). Jika bulan itu tertutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan Syaban tiga puluh hari.’”
925. Ummu Salamah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw meng-ila’ sebagian istri beliau (dalam satu riwayat: bersumpah tidak akan mencampuri sebagian istri beliau 6/152) selama satu bulan. Ketika telah lewat dua puluh sembilan hari, beliau pergi kepada mereka pada waktu pagi atau sore. Maka, dikatakan kepada beliau, “(Wahai Nabiyyullah), sesungguhnya engkau bersumpah tidak akan memasuki (mereka) selama satu bulan?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya satu bulan itu dua puluh sembilan hari.”
 

 

Bab 12: Dua Bulan Hari Raya Itu Tidak Berkurang[6]
 

Abu Abdillah (Imam Bukhari) berkata, “Ishaq berkata, ‘Jika ia kurang, maka ia sempurna.’”[7]
 

Muhammad berkata, “Kedua bulan itu tentu tidak sama, mesti ada yang kurang.”[8]
 

926. Abu Bakrah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Dua bulan tidak berkurang (secara bersamaan), yaitu dua bulan hari raya, yaitu Ramadhan dan Dzulhijjah.”
 

Bab 13: Sabda Nabi, “Kami tidak dapat menulis dan menghisab (menghitung) bulan).”
 

927. Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Sesungguhya kami adalah umat yang ummi, tidak dapat menulis dan menghisab (menghitung bulan). Sebulan itu demikian dan demikian, yakni sekali waktu dua puluh sembilan hari, dan sekali waktu tiga puluh hari.”
 

 

Bab 14: Tidak Boleh Mendahului Bulan Ramadhan dengan Puasa Sehari atau Dua Hari
 

928. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang dari kamu mendahului bulan Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa, maka berpuasalah hari itu.”
 

 

Bab 15: Firman Allah, “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka, sekarang campurilah mereka dan campurilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu.” (al-Baqarah: 187)
 

929. Al-Bara’ r.a. berkata, “Para sahabat Nabi Muhammad apabila ada seorang yang berpuasa, dan datang waktu berbuka, tetapi ia tidur sebelum berbuka, maka ia tidak makan di malam dan siang harinya sampai sore. Sesungguhnya Qais bin Shirmah al-Anshari berpuasa. Ketika datang waktu berbuka, ia datang kepada istrinya, lalu berkata kepadanya, ‘Apakah kamu mempunyai makanan? Istrinya menjawab, ‘Tidak, tetapi saya berangkat untuk mencarikan (makanan) untukmu.’ Pada siang harinya ia bekerja, lalu tertidur. Kemudian istrinya datang kepadanya. Ketika istrinya melihatnya, si istri berkata, ‘Rugilah engkau.’ Ketika tengah hari ia pingsan. Kemudian hal itu diberitahukan kepada Nabi, lalu turun ayat ini, ‘Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa menggauli istrimu.’ Maka, mereka bergembira, dan turunlah ayat, ‘Makan dan minumlah sehingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam.’”
 

Bab 16: Firman Allah, “Makan dan minumlah hingga jelas begimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” (al-Baqarah: 187)
 

Dalam hal ini terdapat riwayat al-Bara’ dari Nabi saw..
 

930. Adi bin Hatim r.a. berkata, “Ketika turun ayat, ‘Sehingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam; saya sengaja mengambil tali hitam dan tali putih. Saya letakkan di bawah bantalku dan saya lihat (sebagian 5/156) malam hari, maka tidak jelas bagiku. Keesokan harinya saya datang kepada Rasulullah dan saya ceritakan hal itu kepada beliau. Maka, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya bantalmu itu terlalu panjang kalau benang putih dan benang hitam itu di bawah bantalmu!’ (Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, ‘Sesungguhnya lehermu terlalu panjang untuk melihat kedua benang itu.’ Kemudian beliau bersabda, Tidak demikian), sesungguhnya yang dimaksud adalah hitamnya malam dan putihnya siang hari.’”
931. Sahl bin Sa’ad berkata, “Diturunkan ayat, ‘wakuluu wasyrabuu hattaa yatabayyana lakumul khaithul abyadhu minal khaithil aswadi’ ‘Makan dan minumlah sehingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam;’ dan belum turun lafal, ‘minal fajri.’ Maka, orang yang bermaksud hendak puasa mengikatkan benang putih dan benang hitam di kakinya. Ia senantiasa makan sehingga jelas kelihatan baginya kedua macam benang itu. Kemudian Allah menurunkan firman-Nya, ‘minal fajri ‘yaitu fajar’,’ barulah mereka tahu bahwa yang dimaksudkan adalah malam dan siang.”

 
Bab 17: Sabda Nabi, “Janganlah menghalang-halangi sahurmu azan yang diucapkan Bilal.”
 

932 & 933. Ibnu Umar dan Aisyah r.a. mengatakan bahwa Bilal biasa berazan pada malam hari. Maka, Rasulullah bersabda, “Makanlah dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan. Karena Ibnu Ummi Maktum tidak berazan sebelum terbit fajar.” Al-Qasim berkata, “Antara azan keduanya tidak ada sesuatu (peristiwa) melainkan yang ini naik, dan yang itu turun.”
 

 

Bab 18: Mengakhirkan Sahur[9]
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Sahl yang tertera pada nomor 323 di muka.”)

 
Bab 19: Kadar Waktu Antara Sahur dan Shalat Subuh
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Anas yang tertera pada nomor 322 di muka.”)
 

 

Bab 20: Keberkahan Sahur, Tetapi Tidak Diwajibkan
 

Karena Nabi saw. dan para sahabat beliau pernah melakukan puasa wishal (bersambung dua hari), dan tidak disebut-sebut tentang sahur.[10]
 

934. Abdullah Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi melakukan puasa wishal, lalu orang-orang melakukan puasa wishal. Tetapi, kemudian mereka merasa keberatan, lalu dilarang oleh beliau. Mereka berkata, ‘Tetapi engkau melakukan puasa wishal (terus-menerus)?” Beliau bersabda, “Aku tidak seperti kamu, aku senantiasa (dalam satu riwayat: pada malam hari) diberi makan dan minum.”
935. Anas bin Malik r.a. berkata, “Nabi bersabda, ‘Makan sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.’”
 

 

Bab 21: Apabila Berniat Puasa pada Siang Hari
 

Ummu Darda’ berkata, “Abud Darda’ biasa bertanya, ‘Apakah engkau mempunyai makanan?’ Jika kami jawab, ‘Tidak’, dia berkata, ‘Kalau begitu, saya berpuasa hari ini.’”[11]
 

Demikian pula yang dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, dan Hudzaifah.[12]
 

936. Salamah ibnul Akwa’ r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. mengutus seseorang untuk mengumumkan kepada manusia pada hari Asyura, (dalam satu riwayat: Beliau bersabda kepada seorang laki-laki dari suku Aslam, “Umumkanlah kepada kaummu atau kepada masyarakat 8/136) bahwa orang yang sudah makan bolehlah ia meneruskannya atau hendaklah ia berpuasa pada sisa harinya. Sedangkan, yang belum makan, maka janganlah makan.” (Dalam satu riwayat: “Hendaklah ia berpuasa, karena hari ini adalah hari Asyura.”)
 

 

Bab 22: Orang yang Puasa Pagi-Pagi dalam Keadaan Junub (Menanggung Hadats Besar)
 

937&938. Abu Bakar bin Abdur Rahman berkata, “Saya dan ayah ketika menemui Aisyah dan Ummu Salamah. (Dalam satu riwayat: dari Abu Bakar bin Abdur Rahman, bahwa al-Harits bin Hisyam bahwa ayahnya Abdur Rahman memberitahukan kepada Marwan) Aisyah dan Ummu Salamah memberitahukan bahwa Rasulullah pernah memasuki waktu fajar sedang beliau dalam keadaan junub setelah melakukan hubungan biologis (2/234) dengan istrinya, bukan karena mimpi. Kemudian beliau mandi dan berpuasa.” Marwan berkata kepada Abdur Rahman bin Harits, “Aku bersumpah dengan nama Allah, bahwa engkau harus mengkonfirmasikannya kepada Abu Hurairah.” Marwan pada waktu itu sedang berada di Madinah. Abu Bakar berkata, “Abdur Rahman tidak menyukai hal itu. Kemudian kami ditakdirkan bertemu di Dzul Hulaifah, dan Abu Hurairah mempunyai tanah di sana. Lalu Abdur Rahman berkata kepada Abu Hurairah, ‘Saya akan menyampaikan kepadamu suatu hal, yang seandainya Marwan tidak bersumpah kepadaku mengenai hal ini, niscaya saya tidak akan mengemukakannya kepadamu.’ Lalu, Abdur Rahman menyebutkan perkataan Aisyah dan Ummu Salamah. Kemudian Abu Hurairah berkata, ‘Demikian pula yang diinformasikan al-Fadhl bin Abbas kepadaku, sedangkan mereka (istri-istri Rasulullah) lebih mengetahui tentang hal ini.’”
 

Hammam dan Ibnu Abdillah bin Umar berkata dari Abu Hurairah, “Nabi menyuruh berbuka.”[13]
 

Akan tetapi, riwayat yang pertama itu lebih akurat sanadnya.[14]
 

 

Bab 23: Memeluk[15] Istri Bagi Orang Yang Berpuasa
 

Aisyah berkata, “Haram kemaluan istri bagi suami (ketika sedang berpuasa).”[16]
939. Aisyah r.a. berkata, “Nabi mencium dan menyentuh/memeluk (istri beliau) padahal beliau berpuasa. Beliau adalah orang yang paling menguasai di antaramu sekalian terhadap hasrat (seksual) nya.”
 

Ibnu Abbas berkata, “Ma-aarib, artinya hasrat.”[17]
 

Thawus berkata, “Ghairu ulil-irbah, maksudnya tidak mempunyai hasrat terhadap wanita.”[18]
 

 

Bab 24: Mencium Bagi Orang Yang Berpuasa
 

Jabir bin Zaid berkata, “Jika seseorang memandang (wanita) lalu keluar spermanya, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya.”[19]
 

940. Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah pernah mencium salah seorang istri beliau, sedangkan beliau berpuasa.” Kemudian Aisyah tertawa.[20]
 

 

Bab 25: Mandinya Orang yang Berpuasa
 

Ibnu Umar r. a. pernah membasahi pakaiannya lalu mengenakannya, sedangkan dia berpuasa (karena kehausan).[21]
 

Asy-Sya’bi pernah masuk pemandian, sedangkan dia berpuasa.[22]
 

Ibnu Abbas berkata, ‘Tidak mengapa seseorang mencicipi makanan atau sesuatu di periuk (dengan tidak menelannya).”[23]
 

Al-Hasan berkata, “Tidak mengapa orang yang berpuasa berkumur-kumur dan mendinginkan badan.”[24]
 

Ibnu Mas’ud berkata, “Jika salah seorang di antara kamu berpuasa, maka hendaklah pada pagi harinya ia dalam keadaan berharum-haruman serta rambut yang tersisir rapi.”[25]
 

Anas berkata, “Saya mempunyai telaga dan saya suka menceburkan diri di dalamnya, sedang saya saat itu sedang berpuasa.”[26]
 

Disebutkan dari Nabi saw. bahwa beliau menggosok giginya dengan siwak, sedangkan beliau pada saat itu berpuasa.[27]

Ibnu Umar berkata, “Orang yang berpuasa boleh bersiwak pada permulaan hari dan akhir hari (yakni pada pagi hari dan sore hari) dan tidak boleh menelan ludahnya.”[28]

 

Atha’ berkata, “Jika ia menelan ludahnya, saya tidak mengatakan bahwa puasanya batal.”[29]
 

Ibnu Sirin berkata, “Tidak mengapa seseorang yang berpuasa bersiwak dengan menggunakan siwak yang basah.” Ibnu Sirin ditanya, “Jika siwak yang dipergunakan itu ada rasanya, bagaimana?” Ia menjawab, “Air pun ada rasa nya, dan engkau berkumur-kumur dengan air pula.”[30]

Anas, Hasan, dan Ibrahim berpendapat bahwa orang yang berpuasa tidak terlarang memakai celak.[31]

 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah dan Ummu Salamah yang tertera pada nomor 937 dan 938 di muka.”)

 

 

Bab 26: Orang yang Berpuasa Jika Makan atau Minum karena Lupa

 

Atha’ berkata, “Jika seseorang memasukkan air ke hidung dan hendak menyemprotkannya, lalu airnya ada yang masuk ke dalam tenggorokannya, maka puasanya tidak batal, jika ia tidak mampu menolaknya.”[32]
 

Hasan berkata, “Manakala tenggorokan orang yang berpuasa itu kemasukan lalat, maka puasanya tidak batal.”[33]
Hasan dan Mujahid berkata, “Jika orang yang berpuasa itu bersetubuh karena lupa, maka puasanya tidak batal.”[34]
 

941. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Apabila (orang yang berpuasa) lupa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah memberinya makan dan minum.”
 

Bab 27: Menggunakan Siwak Yang Basah dan Kering untuk Orang yang Berpuasa
 

Amir bin Rabi’ah berkata, “Saya melihat Nabi bersiwak dan beliau pada saat itu sedang berpuasa. Karena seringnya, maka saya tidak dapat membilang dan menghitungnya.”[35]
 

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya mereka kuperintahkan bersiwak pada setiap kali berwudhu.”
Riwayat serupa disebutkan dari Jabir dan Zaid bin Khalid dari Nabi, dan beliau tidak mengkhususkan orang yang berpuasa dari lainnya.[36]
 

Aisyah mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Bersiwak itu menyucikan mulut dan menyebabkan keridhaan Tuhan.”[37]
 

Atha’ dan Qatadah berkata, “Orang yang berpuasa boleh menelan ludahnya.”[38]
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Utsman yang tertera pada nomor 105.”)
 

Bab 28: Sabda Nabi, “Jika seseorang berwudhu, maka hendaklah menghirup air dengan lubang hidungnya”,[39] Dan Beliau Tidak Membedakan Antara Orang yang Berpuasa dan yang Tidak[40]
Hasan berkata, “Tidak batal orang yang berpuasa memasukkan obat tetes ke dalam hidungnya, asal tidak sampai masuk ke kerongkongannya. Tidak batal pula orang yang mempergunakan celak.”[41]
 

Atha’ berkata, “Jika orang yang berpuasa berkumur-kumur lalu membuang air yang ada di mulutnya, maka tidak membatalkan puasa, jika ia tidak menelan ludahnya beserta sisanya. Orang yang berpuasa jangan mengunyah sesuatu yang ada rasanya. Apabila ludahnya bercampur kunyahannya dan tertelan, maka saya tidak mengatakan batal puasanya, tetapi dilarang. Apabila orang yang berpuasa menyedot air ke dalam hidungnya kemudian menyemprotkannya, tiba-tiba air itu masuk ke dalam kerongkongannya dan tidak mampu membuangnya, maka tidak membatalkan puasanya.”[42]
 

 

Bab 29: Jika Orang Yang Berpuasa Bersetubuh pada Siang Hari Bulan Ramadhan
 

Disebutkan dari Abu Hurairah sebagai hadits marfu (yakni diangkat sampai Rasulullah), “Barangsiapa yang tidak puasa sehari dalam bulan Ramadhan tanpa adanya uzur dan bukan karena sakit, maka tidak dapat diganti dengan puasa setahun penuh, sekalipun ia mau berpuasa setahun penuh.”[43]
 

Ibnu Mas’ud juga berpendapat demikian.[44]
 

Sa’id bin Musayyab, Sya’bi, Ibnu Jubair, Ibrahim, Qatadah, dan Hammad berkata, “Orang yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan itu wajib mengqadha setiap hari yang ditinggalkan.”[45]
 

924. Aisyah r.a. berkata, “Sesungguhnya ada seorang laki-laki datang kepada Nabi, lalu ia mengatakan bahwa dirinya terbakar. Lalu, Nabi bertanya, ‘Mengapa kamu?’ Dia menjawab, ‘Saya telah mencampuri istri saya pada siang bulan Ramadhan.’ Kemudian didatangkan kepada Nabi sekantong (bahan makanan), lalu beliau bertanya, ‘Di mana orang yang terbakar itu?’ Orang itu menjawab, ‘Saya.’ Beliau bersabda, ‘Bersedekahlah dengan ini.’”

 
Bab 30: Apabila Orang Mencampuri Istrinya pada Siang Hari Bulan Ramadhan dan Tidak Ada Sesuatu Pun yang Dapat Dipergunakan Membayar Kafarat, Maka Ia Boleh Diberi Sedekah Secukupnya untuk Membayar Kafarat

 

943. Abu Hurairah r.a. berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di sisi Nabi, tiba-tiba seorang laki-laki datang kepada beliau. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya binasa.’ Beliau bertanya, ‘Mengapa engkau?’ Ia berkata, ‘Saya telah menyetubuhi istri saya padahal saya sedang berpuasa (pada bulan Ramadhan).’ Rasulullah bersabda, ‘Apakah kamu mempunyai budak yang kamu merdekakan?’ Ia menjawab, ‘Tidak.’ Beliau bertanya, ‘Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Ia menjawab, ‘Tidak mampu.’ Beliau bersabda, ‘Apakah kamu mampu memberi makan enam puluh orang miskin?’ Ia menjawab, ‘Tidak mampu.’ Beliau bersabda, ‘(Duduklah!’ Kemudian ia duduk. 7/236), lalu berdiam di sisi Nabi. Ketika kami dalam keadaan demikian, tiba-tiba dibawakan satu ‘araq (satu kantong besar) yang berisi kurma kepada Nabi. (Dalam satu riwayat: maka datanglah seorang laki-laki dari golongan Anshar 3/137). Beliau bertanya, ‘Manakah orang yang bertanya tadi?’ Orang itu menjawab, ‘Saya.’ Beliau bersabda, ‘Ambillah ini dan sedekahkanlah.’ Ia berkata kepada beliau, ‘Apakah kepada orang yang lebih fakir (dalam satu riwayat: lebih membutuhkan) daripadaku wahai Rasulullah? Demi Allah di antara dua batu batas (dalam satu riwayat: dua tepian kota Madinah 7/111) (ia maksudkan dua tanah tandus Madinah) tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku.’ Maka, Nabi tertawa sehingga gigi seri beliau tampak. Kemudian beliau bersabda, ‘(Pergilah, dan) berikanlah kepada keluargamu.’”

 
Bab 31: Orang yang Mencampuri Istrinya pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Apakah Boleh Memberikan Makanan kepada Keluarganya dari Kafarat Itu, Jika Keluarganya Tergolong Orang-Orang yang Membutuhkan?
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits Abu Hurairah sebelumnya.”)
 

 

Bab 32: Berbekam dan Muntah bagi Orang yang Berpuasa
944. Abu Hurairah r.a. berkata, “Jika seseorang muntah pada waktu puasa, maka puasanya tidak batal. Sebab, ia mengeluarkan dan bukannya memasukkan.”
Disebutkan dari Abu Hurairah bahwa muntah itu mambatalkan puasa, namun riwayat yang pertama itu lebih tepat.[46]
 

Ibnu Abbas dan Ikrimah berkata, “Puasa itu bisa batal dengan sebab adanya sesuatu yang masuk dan bukan karena sesuatu yang keluar.”[47]
 

Ibnu Umar r.a. berbekam, padahal ia sedang berpuasa. Kemudian dia tidak lagi berbekam pada siang hari, dan dia berbekam pada waktu malam.[48]
 

Abu Musa berbekam pada malam hari.[49]
 

Disebutkan dari Sa’d, Zaid bin Arqam, dan Ummu Salamah bahwa mereka berbekam pada waktu berpuasa.[50]
 

Bukair berkata dari Ummi Alqamah, “Kami berbekam di sisi Aisyah, tetapi dia tidak melarangnya.”[51]
 

Diriwayatkan dari al-Hasan dari beberapa orang secara marfu, katanya, “Batal puasa orang yang membekam dan yang dibekam.”[52]
 

945. Hadits serupa diriwayatkan dari al-Hasan. Ditanyakan kepadanya, “Dari Nabi?” Dia menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata lagi, “Allah lebih mengetahui.”
 

946. Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi berbekam (di kepala beliau 7/5) karena suatu penyakit yang menimpa beliau,[53] padahal beliau sedang ihram. (Karena suatu penyakit yang menimpa beliau, dengan air yang disebut lahyu Jamal), beliau berbekam padahal beliau sedang berpuasa.”

 

947. Syu’bah berkata, “Saya mendengar Tsabit al-Bunani bertanya kepada Anas bin Malik, ia berkata, ‘Apakah engkau memakruhkan berbekam untuk orang yang berpuasa (pada zaman Nabi [54])?’ Anas menjawab, ‘Tidak, kecuali karena melemahkan tubuh.’”
 

Bab 33: Berpuasa dan Berbuka pada Waktu Bepergian
 

948. Aisyah r.a. istri Nabi saw mengatakan bahwa Hamzah bin Anir al-Aslami berkata kepada Nabi, “(Wahai Rasulullah, saya suka berpuasa), apakah saya boleh berpuasa dalam bepergian?” Dan, ia banyak berpuasa. Beliau bersabda, “Jika mau, berpuasalah; dan jika kamu mau, maka berbukalah!”

 
Bab 34: Jika Seseorang Berpuasa Beberapa Hari dalam Bulan Ramadhan Lalu Bepergian
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits Ibnu Abbas yang akan disebutkan pada ’64 AL-MAGHAZI / 79 – BAB’.”)
 

Bab 35:
 

949. Abud Darda’ r.a. berkata, “Kami berangkat bersama Nabi dalam suatu perjalanan beliau pada hari yang panas. Sehingga, seseorang meletakkan tangannya di atas kepalanya karena sangat panas. Di antara kami tidak ada yang berpuasa kecuali Nabi dan Ibnu Rawahah.”
 

 

Bab 36: Sabda Nabi kepada Orang yang Tidak Dinaungi Sedang Hari Sangat Panas
 

950. Jabir bin Abdullah r.a. berkata, “Rasulullah dalam suatu perjalanan, beliau melihat kerumunan dan seseorang sedang dinaungi. Beliau bertanya, ‘Apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Seseorang yang sedang berpuasa.’ Maka, beliau bersabda, ‘Tidak termasuk kebajikan, berpuasa dalam bepergian.’”

 

 

Bab 37: Para Sahabat Nabi Tidak Saling Mencela dalam Hal Berpuasa dan Berbuka (Tidak Berpuasa)
951. Anas bin Malik berkata, “Kami bepergian bersama Nabi, maka orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka, dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa.”

 
Bab 38: Orang yang Berbuka Dalam Bepergian Supaya Dilihat oleh Orang Banyak
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Abbas yang tercantum pada ’64-AL-MAGHAZI / 49 – BAB’.”)
 

 

Bab 39: Firman Allah, “Wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.” (al-Baqarah: 184)
 

Ibnu Umar dan Salamah ibnul Akwa’ berkata, “Ayat di atas itu telah dimansukh (dihapuskan) oleh ayat, ‘Beberapa hari yang ditentukan itu adalah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antaramu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak dari hari yang ia tinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.’” (al-Baqarah: 185)[55]
 

Ibnu Abi Laila berkata, “Kami diberi tahu oleh para sahabat Nabi, ‘Diturunkan kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan, lalu para sahabat merasa berat melakukannya. Oleh karena itu, barangsiapa yang dapat memberikan makanan setiap harinya kepada seorang miskin, orang itu boleh meninggalkan puasa. Yaitu, dari golongan orang yang sangat berat melakukannya. Mereka diberi kemurahan untuk meninggalkan puasa. Kemudian hukum di atas ini dimansukh (dihapuskan) dengan adanya ayat, ‘wa an tashuumuu khairul lakum’ ‘Dan berpuasa itu lebih baik bagimu’.’ Lalu, mereka diperintahkan berpuasa.’”[56]
 

952. Dari Ibnu Umar r.a. (bahwa ia 5/155) membaca potongan ayat, “fidyatun tha’aamu masaakiin’ ‘Membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada orang-orang miskin’.” Ibnu Umar mengatakan, “Ia (ayat) itu dihapuskan hukumannya.”
 

 

Bab 40: Kapankah Dilakukannya Qadha Puasa Ramadhan
Ibnu Abbas berkata, “Tidak mengapa jika mengqadha puasa itu dipisah-pisah, karena firman Allah, ‘fa’iddatun min ayyamin ukhar’ ‘Maka, wajiblah baginya berpuasa sebanyak yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain’.’”[57]
 

Sa’id ibnul-Musayyab berkata mengenai berpuasa sepuluh hari yang pertama pada bulan Dzulhijjah, “Hal itu tidak baik, sehingga dia memulai puasa bulan Ramadhan (yang ditinggalkannya).”[58]
 

Ibrahim berkata, “Jika seseorang teledor dalam mengqadha puasa Ramadhan, sehingga datang lagi bulan Ramadhan berikutnya, maka dia wajib berpuasa untuk Ramadhan yang lalu dan untuk Ramadhan yang satunya. Dia tidak diwajibkan memberi makan kepada orang miskin.”[59]
 

Masalah juga diriwayatkan dari Abu Hurairah secara mursal.[60]
 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang yag teledor diwajibkan memberi makan.[61]

 

Namun, Allah tidak menyebutkan kewajiban memberi makan. Dia hanya berfirman, “fa’iddatun min ayyaamin ukhar’ ‘Maka, wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari hari yang lain’.”[62]
 

953. Aisyah r.a. berkata, “Saya biasa mempunyai tanggungan puasa Ramadhan, dan saya tidak dapat mengqadhanya melainkan di bulan Sya’ban.” Yahya berkata, “(Hal itu karena) sibuk dengan urusan Nabi.”
 

 

Bab 41: Wanita yang Haid Meninggalkan Puasa dan Shalat

Abu Zinad berkata, “Sesungguhnya sunnah-sunnah Nabi (yakni ucapan-ucapan dan perbuatan Nabi) dan sesuatu yang dibenarkan agama (syariat Islam) banyak yang diperselisihan antara yang satu dan yang lainnya. Oleh karena itu, tidak ada jalan bagi umat Islam kecuali mengikuti salah satunya. Di antaranya adalah bahwa orang yang haid wajib mengqadha puasa, tetapi tidak wajib mengqadha shalat.”[63]
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits Abu Sa’id yang tertera pada nomor 725 di muka.”)
 

Bab 42: Orang yang Meninggal Dunia Sedang Ia Masih Punya Kewajiban Puasa
 

Al-Hasan berkata, “Jika ada tiga puluh orang yang mengerjakan puasa sehari untuk orang yang meninggal dunia, maka hal itu sudah boleh (cukup).”[64]
 

954. Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang meninggal sedang ia masih menanggung kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.”
 

955. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Seorang laki-laki (dalam satu riwayat: seorang wanita[65]) datang kepada Nabi. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku (dalam riwayat kedua: saudara wanitaku[66]) meninggal, sedang ia masih mempunyai kewajiban puasa satu bulan (dalam riwayat kedua itu disebutkan: puasa nazar) (dan dalam riwayat ketiga: puasa lima belas hari[67]), apakah saya mengqadha untuknya?” Beliau bersabda, “Ya, utang Allah itu lebih berhak untuk ditunaikan.”
 

 

Bab 43: Kapankah Orang yang Berpuasa Itu Boleh Berbuka?
 

Abu Sa’id al-Khudri berbuka puasa ketika bulatan matahari telah tenggelam.[68]
 

956. Umar ibnul Khaththab dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Apabila malam datang dari sini, dan siang berlalu dari sini, sedang matahari telah terbenam, maka sesungguhnya orang yang berpuasa boleh berbuka.’”
957. Abdullah bin Abi Aufa r.a. berkata, “Kami bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Ketika matahari terbenam, beliau bersabda kepada sebagian kaum (seseorang dari mereka), ‘Wahai Fulan, berdirilah, campurlah sawiq (tepung gandum) dengan air untuk kita.’ Orang itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, alangkah baiknya kalau sampai tiba sore hari.’ (Dalam satu riwayat: Alangkah baiknya kalau engkau menunggu sampai sore hari.’ Dan dalam riwayat lain: Cahaya matahari masih tampak.[69] 2/237) Beliau bersabda, ‘Turunlah, campurlah sawiq dengan air untuk kita.’ Orang itu menjawab, ‘Sesungguhnya engkau masih mempunyai waktu siang yang cukup.’ Beliau bersabda, ‘Turunlah, campurlah sawiq dengan air untuk kita.’ Lalu orang itu turun, kemudian membuat minuman untuk mereka (setelah diperintahkan ketiga kalinya). Lalu, Nabi minum,[70] kemudian melemparkan isyarat (Dalam satu riwayat berisyarat dengan tangan beliau ke sini. Dan dalam satu riwayat: berisyarat dengan jarinya ke arah timur), lalu beliau bersabda, ‘Apabila kamu melihat malam datang dari sini, maka orang yang berpuasa sudah diperbolehkan berbuka.’”
 

Bab 44: Orang yang Berpuasa Berbuka dengan Apa yang Mudah Didapatkan, Baik Berupa Air Maupun Lainnya
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya hadits Abdullah bin Abi Aufa di atas.”)
 

 

Bab 45: Menyegerakan Berbuka
 

958. Sahl bin Sa’ad mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Manusia itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
 

Bab 46: Apabila Orang Berpuasa Sudah Berbuka dalam Bulan Ramadhan, Kemudian Matahari Kelihatan Lagi
959. Asma’ binti Abu Bakar r.a. berkata, “Kami berbuka pada masa Nabi pada hari yang berawan, kemudian matahari tampak lagi.” Kemudian ditanyakan kepada Hisyam, “Apakah para sahabat disuruh mengqadha?” Hisyam berkata, “Harus mengqadha?”
Ma’mar berkata, “Saya mendengar Hisyam berkata, ‘Aku tidak mengetahui, apakah mereka itu mengqadha atau tidak.’”[71]
 

 

Bab 47: Puasa Anak-Anak
 

(Saya [Sofyan Efendi] tidak menemukan bab 48 dan 49 pada kitab sumber, dan saya belum memahami relevansi hadits no.964 dibawah ini dengan bab 47 ini. Menurut saya semestinya hadits no.964 ini disimpan pada bab 50.)

 

964. Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi melarang melakukan wishal (Dalam satu riwayat: ‘Janganlah kamu melakukan wishal’, beliau ucapkan dua kali) dalam berpuasa. Salah seorang (dalam satu riwayat: Beberapa orang 8/32) dan kaum muslimin berkata, ‘Sesungguhnya engkau berwishal, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Siapakah diantara kamu yang seperti aku? Sesungguhnya aku bermalam dengan diberi makan dan minum oleh Tuhanku.’ (Lalu mereka tetap memaksakan diri melakukan semampu mungkin). Ketika mereka enggan menghentikan wishal, beliau mewishalkan mereka sehari, kemudian sehari. Kemudian mereka melihat tanggal, lalu beliau bersabda, ‘Seandainya tanggal itu mundur, niscaya aku tambahkan kepadamu.’ Beliau bersabda begitu seakan-akan hendak menghukum mereka ketika mereka enggan menghentikan (wishal).”

 
Bab 50: Melakukan Wishal Sampai Waktu Sahur
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan hadits Abu Sa’id yang tertera pada nomor 962 di muka.”)

 

(Saya [Sofyan Efendi] tidak menemukan hadits no.962 pada kitab sumber)
 

 

Bab 51: Orang yang Bersumpah kepada Saudaranya Supaya Tidak Meneruskan Puasa Sunnahnya dan Dia Berpendapat Tidak Wajib Mengqadhanya Jika yang Bersangkutan Menyetujuinya
965. Abu Juhaifah berkata, “Nabi mempersaudarakan antara Salman dan Abud Darda’. Maka, Salman mengunjungi Abud Darda’, lantas ia melihat Ummu Darda’ (istri Abu Darda) mengenakan pakaian kerja (pakaian yang jelek), lalu ia bertanya kepada Ummu Darda’, ‘Mengapa engkau begitu?’ Ia menjawab, ‘Saudaramu Abud Darda’ tidak membutuhkan dunia.’ Kemudian Abud Darda’ datang, lantas Salman membuatkan makanan untuknya, dan berkata, ‘Makanlah.’ Abud Darda’ berkata, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’ Salman menjawab, ‘Saya tidak akan makan sehingga kamu makan.’ Maka, Abud Darda’ makan. Ketika malam hari Abud Darda’ hendak melakukan shalat, lalu Salman berkata, ‘Tidurlah.’ Maka, ia pun tidur. Kemudian ia hendak melakukan shalat, lalu Salman berkata, ‘Tidurlah!’ Kemudian pada akhir malam, Salman berkata, ‘Bangunlah sekarang!’ Kemudian keduanya melakukan shalat. Setelah itu Salman berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu (istrimu) mempunyai hak atasmu. Maka, berikan kepada setiap yang mempunyai hak akan haknya.’ Lalu Abud Darda’ datang kepada Nabi, dan menuturkan hal itu kepada beliau. Maka, beliau bersabda, ‘Benar Salman.’”
 

(Abu Juhaifah adalah Wahb as-Suwai, ada yang mengatakan: Wahb al-Khair 7/105).
 

 

Bab 52: Puasa dalam Bulan Sya’ban
 

966. Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah melakukan puasa (sunnah) sehingga kami mengatakan, ‘Beliau tidak pernah berbuka.’ Dan, beliau berbuka (tidak berpuasa) sehingga kami mengatakan, ‘Beliau tidak pernah berpuasa.’ Saya tidak melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadhan. Saya tidak melihat beliau berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada puasa dalam bulan Sya’ban. (Dan dalam satu riwayat: ‘Nabi tidak pernah melakukan puasa (sunnah) dalam suatu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Karena, beliau sering berpuasa dalam bulan Sya’ban sebulan penuh.’) Beliau bersabda, ‘Lakukan amalan menurut kemampuanmu, karena Allah tidak pernah merasa bosan terhadap amal kebaikanmu sehingga kamu sendiri yang bosan.’ Dan, shalat (sunnah) yang paling dicintai Nabi adalah yang dilakukan secara kontinu, meskipun hanya sedikit. Apabila beliau melakukan suatu shalat (sunnah), maka beliau melakukannya secara kontinu.”
 

 

Bab 53: Perihal Puasa Nabi dan Berbukanya
 

967. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Nabi tidak pernah berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Beliau melakukan puasa (sunnah) sehingga ada orang yang mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, beliau tidak pernah berbuka (yakni tidak pernah tidak berpuasa). Dan beliau juga berbuka (yakni tidak melakukan puasa sunnah), sampai ada orang yang mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, beliau tidak pernah berpuasa (sunnah).’”
968. Humaid berkata, “Saya bertanya kepada Anas tentang puasa Nabi, lalu ia berkata, ‘Tidaklah beliau berpuasa di suatu bulan melainkan saya melihatnya, dan tidaklah beliau berbuka melainkan saya melihatnya. Tidaklah beliau berjaga malam melainkan saya melihatnya, dan tidaklah beliau tidur melainkan saya melihatnya. Saya tidak pernah menyentuh kain wool campur sutra atau sutra yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah. Saya tidak pernah mencium minyak kasturi dan bau harum yang lebih harum daripada bau Rasulullah.’”
 

 

Bab 54: Hak Tamu Dalam Puasa
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits Ibnu Amr yang tertera pada ’66-fadhaailul qur’an / 34-Bab’.”)

 
Bab 55: Hak Tubuh dalam Berpuasa
 

Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Amr yang diisyaratkan di atas.”)
 

 

Bab 56: Berpuasa Setahun
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Amr yang diisyaratkan tadi.”)
 

 

Bab 57: Hak Keluarga (Istri) dalam Puasa
 

Hal itu diriwayatkan oleh Abu Juhaifah dari Nabi saw.[72]
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Amr yang diisyaratkan di atas.”)
 

 

Bab 58: Berpuasa Sehari dan Berbuka Sehari
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits yang diisyaratkan di atas.”)
 

 

Bab 59: Puasa Nabi Dawud a.s.
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits yang diisyaratkan di atas.’)
 

 

Bab 60: Berpuasa Pada Hari-hari Putih Yaitu Tanggal 13, 14, dan 15
 

(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Abu Hurairah yang tertera pada nomor 608 di muka.”)
 

 

Bab 61: Orang yang Berziarah di Tempat Suatu Kaum, Tetapi Tidak Berbuka di Sisi Mereka
 

969. Anas r.a. berkata, “Nabi masuk pada Ummu Sulaim, lalu dia menghidangkan kepada beliau kurma dan samin. Beliau bersabda, ‘Kembalikanlah saminmu dan kurmamu ke dalam tempatnya, karena aku sedang berpuasa.’ Kemudian beliau berdiri di sudut rumah, lalu melakukan shalat yang bukan fardhu. Kemudian beliau memanggil Ummu Sulaim dan keluarganya. Ummu Sulaim berkata, ‘Sesungguhnya ada sedikit kekhususan bagi saya.’ Beliau bertanya, ‘Apakah itu?’ Ia berkata, ‘Pembantumu Anas, tidaklah ia meninggalkan kebaikan dunia akhirat melainkan ia mendoakan untukku, ‘Ya Allah, berilah ia harta dan anak, dan berkahilah ia padanya.’ Sesungguhnya saya termasuk orang Anshar yang paling banyak hartanya. Anakku Umainah menceritakan kepadaku bahwa dimakamkan untuk selain keturunan dan cucu-cucu saya sebelum Hajjaj di Bashrah selang seratus dua puluh lebih.’”

 

Bab 62: Mengerjakan Puasa pada Akhir Bulan
 

970. Imran bin Hushain r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bertanya kepada nya atau bertanya kepada seorang lelaki dan Imran mendengar. Beliau bersabda, “Hai ayah Fulan, tidakkah kamu berpuasa pada akhir bulan ini?” Imran berkata, “Saya kira yang beliau maksudkan itu Ramadhan.” Orang itu menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Apabila kamu berbuka (tidak berpuasa),[73] maka berpuasalah dua hari.”[74] Shalt tidak mengatakan, “Saya mengira bahwa yang dimaksudkan itu adalah bulan Ramadhan.” (Dalam satu riwayat: “Di akhir Sya’ban.”)
 

 

Bab 63: Puasa Pada Hari Jumat (Saja). Apabila Seseorang Memasuki Pagi Hari Jumat dengan Berpuasa, Maka Hendaklah Ia Berbuka
 

971. Muhammad bin Abbad berkata, “Saya bertanya kepada Jabir, ‘Betulkah Nabi melarang berpuasa pada hari Jumat? (Yakni, mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja)?’[75] Ia menjawab. ‘Betul.’”
972. Abu Hurairah r.a. berkata, “Saya mendengar Nabi bersabda, ‘Jangan sekali-kali kamu berpuasa pada hari Jumat, melainkan bersama dengan satu hari sebelumnya atau sesudahnya.’”

 

973. Juwairiyah bin Harits r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. masuk padanya pada hari Jumat di mana ia sedang berpuasa. Beliau bersabda, “Apakah kemarin engkau berpuasa?” Ia menjawab, “Tidak”. Beliau bersabda, “Apakah besok engkau berpuasa?” Ia menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Berbukalah!” (Maka, ia berbuka/tidak berpuasa).

 
Bab 64: Bolehkah Mengkhususkan Sesuatu Dari Hari-Hari Yang Ada
 

974. Alqamah bertanya kepada Aisyah, “(Wahai Ummul Mu’minin! Bagaimanakah amalan Nabi? 7/182) Apakah beliau mengkhususkan hari-hari dengan sesuatu?” Ia menjawab, “Tidak, amal beliau itu kekal. Siapakah di antara kalian yang kuat (mampu) terhadap sesuatu yang Rasulullah mampu melakukannya?”
 

 

Bab 65: Puasa pada Hari Arafah

 

975. Maimunah mengatakan bahwa orang-orang ragu-ragu terhadap puasa nya Nabi pada hari Arafah. Maka, Maimunah mengirimkan susu yang telah diperah kepada beliau. Pada saat itu beliau sedang berhenti di mauqif (yakni tempat wuquf di Arafah). Kemudian beliau meminumnya, sedangkan orang-orang melihatnya.
 

 

Bab 66: Puasa pada Hari Idul Fitri
 

 

Bab 67: Puasa Pada Hari Nahar (Hari Raya Kurban)
 

976. Abu Hurairah r.a. berkata, “Dilarang melakukan dua macam puasa dan dua macam jual beli. Yaitu, puasa pada hari raya Fitri dan hari raya kurban, jual beli mulamasah dan munabadzah.”[76]

 

Bab 68: Puasa pada Hari-Hari Tasyriq
 

977. Hisyam berkata, “Aku diberitahu oleh ayahku bahwa Aisyah berpuasa pada hari-hari tasyriq di Mina, dan ayahnya (Abu Bakar) juga berpuasa pada hari-hari itu.”
978 & 979. Aisyah dan Ibnu Umar r.a. berkata, “Hari-hari Tasyriq itu tidak diperbolehkan orang berpuasa padanya selain bagi orang-orang yang tidak mempunyai binatang hadyu.”
 

Dalam riwayat lain dari Ibnu Umar r.a., ia berkata, “Mengerjakan puasa itu boleh bagi orang yang bertamattu’ dengan umrah sampai ke haji sehingga pada hari Arafah. Jika orang itu tidak mendapatkan hadyu dan tidak berpuasa, maka dia boleh berpuasa pada hari-hari Mina.”
Riwayat serupa juga diriwayatkan dari Aisyah.
 

 

Bab 69: Puasa pada Hari Asyura
 

980. Aisyah r.a. berkata, “Pada hari Asyura orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada masa jahiliah, dan Rasulullah berpuasa juga. Ketika itu tiba di Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari Asyura itu (sebelum difardhukannya puasa Ramadhan, dan pada hari itu Ka’bah diberi kelambu 2/159). Ketika (puasa) Ramadhan difardhukan (dalam satu riwayat: turun ayat yang mewajibkan puasa Ramadhan 5/155), maka puasa Ramadhan itulah yang wajib, dan beliau meninggalkan hari Asyura. Barangsiapa yang mau, maka berpuasalah; dan barangsiapa yang mau, maka ia boleh meninggalkannya.” (Dan dalam satu riwayat: “Sehingga diwajibkan puasa Ramadhan, dan Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang mau, maka berpuasalah; dan barangsiapa yang mau, maka ia boleh berbuka.’” 2/226).
981. Humaid bin Abdurrahman mengatakan bahwa ia mendengar Mu’awiyah bin Abu Sufyan r.a pada hari Asyura, pada tahun haji, berkata di atas mimbar, “Wahai penduduk Madinah, manakah ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Ini adalah hari Asyura dan tidak diwajibkan mengerjakan puasa atasmu. Tetapi, aku berpuasa. Barangsiapa yang menghendaki puasa, bolehlah berpuasa. Barangsiapa yang tidak menghendaki berpuasa, maka boleh tidak berpuasa.’”
982. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Nabi tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Maka, beliau bertanya, ‘Apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Hari yang baik (dalam satu riwayat hari besar 4/126). Ini adalah hari yang Allah pada hari itu menyelamatkan bani Israel dari musuh mereka. (Dalam satu riwayat: Hari yang pada saat itu Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israel atas musuh mereka). Maka, Musa berpuasa pada hari itu sebagai pernyataan syukur kepada Allah, (dan kita berpuasa pada hari itu untuk menghormatinya’ 4/269). Beliau bersabda, ‘Aku lebih berhak (dalam satu riwayat: ‘Kita lebih lebih layak) terhadap Musa daripada kamu sekalian (kaum Yahudi).’ Lalu, beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan berpuasa pada hari itu.” (Dalam riwayat lain: “Kalian lebih berhak terhadap Musa daripada mereka (kaum Yahudi), maka berpuasalah kalian.” 5/212)
983. Abu Musa r.a. berkata, “Hari Asyura itu dianggap oleh kaum Yahudi sebagai hari raya.” (Dalam satu riwayat: Abu Musa berkata, “Nabi memasuki Madinah, tahu-tahu orang-orang Yahudi mengagungkan hari Asyura dan berpuasa padanya. Lalu, Nabi bersabda, ‘Kita lebih berhak untuk berpuasa pada hari itu. 4/269). Maka, berpuasalah kamu semua pada hari Asyura itu.’”
 

984. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Saya tidak pernah melihat Nabi mengerjakan puasa pada suatu hari yang oleh beliau lebih diutamakan atas hari-hari yang lain, kecuali hari ini, yaitu hari Asyura, dan bulan ini, yakni bulan Ramadhan.”
 
——————————————————————————–

Catatan Kaki:

 

[1] Di-maushul-kan oleh penyusun dalam bab berikutnya.
[2] Di-maushul-kan oleh penyusun dari hadits Abu Hurairah secara marfu yang seperti itu pada delapan bab lagi (yakni “BAB – 8″).
 

[3] Akan disebutkan secara maushul dengan lengkap pada permulaan kitab AL-BUYU’.
[4] Nama judul ini adalah lafal Muslim dari hadits Abu Hurairah secara marfu, dan di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dalam bab ini dengan lafal yang hampir sama dengan ini.
[5] Di-maushu!-kan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan lain-lainnya dengan sanad yang perawi-perawinya tepercaya hingga Shilah, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaimah (1914), Ibnu Hibban (878) dan lainnya. Hadits ini mempunyai pendukung dari Ammar dengan lafal yang hampir sama dengannya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3/72) dengan sanad sahih. Juga memiliki syahid dari jalan lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1912).
 

[6] Ini adalah lafal sebagian hadits bab ini di sisi Tirmidzi.
 

[7] Ishaq ini adalah Ibnu Rahawaih, menurut keterangan yang kuat dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh al-Hafizh. Silakan periksa Masaail al-Maruzi Mahthuthat azh Zhahiriyah. Maksud hadits ini ialah tidak berkurang pahalanya, meskipun usia bulan itu hanya dua puluh sembilan hari.
 

[8] Muhammad adalah Imam Bukhari penyusun kitab Shahih Bukhari itu sendiri (yakni Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari -penj.). Maksud hadits ini, kedua bulan itu tidak mungkin berkurang secara bersama-sama (yakni masing-masing secara bersamaan berjumlah dua puluh sembilan hari). Jika yang satu berjumlah dua puluh sembilan hari, maka bulan yang satunya tentu tiga puluh hari. Inilah yang biasa terjadi. Dan yang tidak demikian, jarang sekali terjadi. Demikian kesimpulan al-Hafizh.
[9] Demikianlah judul yang asli. Di dalam naskah al-Hafizh disebutkan Bab Ta’jilis-Sahur, dan ia berkata, “Ibnu Baththal berkata, ‘Kalau bab ini diberi judul Bab Ta’khiris Sahur, niscaya bagus. Maghlathay memberi komentar bahwa dia menjumpai di dalam naskah lain dari al-Bukhari Bab Ta’khiris-Sahur. Tetapi, saya sama sekali tidak melihat hat itu di dalam naskah at Bukhari yang ada pada kami.”
[10] Menunjuk kepada hadits Ibnu Umar yang disebutkan dalam bab ini, dan yang sama dengannya adalah hadits Anas yang akan disebutkan pada “48 – BAB” dan hadits Abu Hurairah sesudahnya.
 

[11] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Abdur Razzaq dari jalan Ummu Darda’ dengan sanad yang sahih.
 

[12] Atsar Thalhajh di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan Ibnu Abi Syaibah dari dua jalan dari Anas, sanadnya sahih. Atsar Abu Hurairah di-maushul-kan oleh Baihaqi. Atsar Ibnu Abbas di-maushul-kan oleh Thahawi dengan sanad yang bagus (jayyid), dan atsar Hudzaifah di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan Ibnu Abi Syaibah.
[13] Hammam adalah Ibnu Munabbih. Riwayatnya ini di-maushul-kan oleh Ahmad (2/314) dengan isnadnya darinya dari Abu Hurairah secara marfu dengan lafal, “Apabila telah dikumandangkan azan subuh, sedangkan salah seorang dari kamu dalam keadaan junub, maka janganlah ia berpuasa pada hari itu.” Adapun riwayat Ibnu Abdullah bin Umar di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq. Akan tetapi, namanya diperselisihkan sebagaimana dipaparkan dalam al-Fath. Namun, riwayatnya didukung oleh banyak orang, antara lain Abdullah bin Umar bin Abdul Qari darinya, diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (7399) dan Ahmad (2/248).
 

[14] Yakni, hadits Aisyah dan Ummu Salamah lebih kuat, karena hadits ini diriwayatkan dari mereka dari jalan yang banyak sekali yang semakna, sehingga Ibnu Abdil Barr berkata, “Sesungguhnya riwayat ini sah dan mutawatir. Adapun Abu Hurairah, maka kebanyakan riwayat darinya adalah berupa fatwanya sendiri. Diriwayatkan darinya dari dua jalan ini bahwa ia merafakannya kepada Nabi. Akan tetapi, kemudian Abu Hurairah meralat fatwanya itu. Silakan baca perinciannya di dalam Fathul Bari.”
 

[15] Asal arti kata “mubasyarah” ialah bertemunya dua kulit, juga dapat berarti bersetubuh. Tetapi, bukan ini yang dimaksudkan dalam judul ini, sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Bari. Lafal ini ditafsirkan oleh sebagian orang yang bodoh dengan pengertian bersetubuh. Dengan didasarkan atas kebodohannya itu dia menghukumi hadits ini sebagai hadits maudhu ‘palsu’ di dalam makalah yang dipublikasikan oleh majalah al-Arabi terbitan Kuwait, dengan penuh kebohongan dan kepalsuan. Hanya kepada Allahlah tempat mengadu.
[16] Di-maushul-kan oleh Thahawi dan lainnya dengan sanad yang sahih sebagaimana telah saya jelaskan dalam Silsilatul Ahaditsish Sahihah (221).
 

[17] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad yang terputus.
[18] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dengan sanad yang sahih.
 

[19] Di-rnaushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih.
[20] Al-Hafizh berkata, “Boleh jadi tertawa Aisyah ini karena merasa heran terhadap orang yang menentang kebolehan perbuatan ini. Ada yang mengatakan bahwa ia menertawakan dirinya sendiri karena menceritakan hal ini, yang biasanya seorang wanita merasa malu menceritakannya kepada kaum laki-laki. Tetapi, ia terpaksa menyampaikannya demi menyampaikan ilmu. Boleh jadi ia tertawa karena geli menceritakan dirinya sendiri yang melakukan hal itu dan dia teringat bahwa sebenarnya dialah pelaku cerita itu. Penyampaiannya dengan kalimat begitu supaya menambah kepercayaan orang yang mendengarnya. Dan, boleh jadi ia tertawa karena gembira terhadap kedudukannya di sisi Nabi dan karena cinta beliau kepadanya yang sedemikian rupa.”
 

[21] Di-maushul-kan oleh penyusun dalam at-Tarikh dan Ibnu Abi Syaibah dari jalan Abdullah bin Abu Utsman bahwa dia melihat Utsman berbuat begitu.
 

[22] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih.
[23] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Baghawi dalam al Ja’diyyat.
 

[24] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq yang semakna dengannya. Imam Malik dan Imam Dawud meriwayatkan yang semakna dengannya secara marfu.

 

[25] Al-Hafizh tidak mentakhrijnya.
[26] Di-maushul-kan oleh as-Sarqasthi di dalam Gharibul Hadits.
[27] Al-Hafizh tidak mentakhrijnya di sini, dan dimaushulkan oleh Ahmad dan lainnya dengan sanad yang lemah dari Amir bin Rabi’ah, dan akan disebutkan oleh penyusun secara mu’allaq sebentar lagi. Telah saya jelaskan dan saya takhrij di dalam al-Irwa’ nomor 68.
[28] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah (3/47) dengan riwayat yang semakna dengannya.

 

[29] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dengan sanad yang sahih.
 

[30] Di-maushul-kan juga oleh Ibnu Abi Syaibah.
[31] Atsar Anas diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dilemahkannya riwayat yang marfu dari Anas. Atsar Hasan di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan Ibnu Abi Syaibah (3/47) dengan sanad yang sahih. Sedangkan, atsar Ibrahim di-maushul-kan oleh Sa’id bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah, dan Abu Dawud dari Ibrahim dengan sanad yang sahih.
[32] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq (7379) dan Ibnu Abi Syaibah (3/70) dengan sanad yang sahih.

 

[33] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3/107) dengan isnad yang sahih.
 

[34] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dengan dua isnad dari al-Hasan dan Mujahid, dan riwayat Mujahid adalah sahih.
 

[35] Hadits yang semakna dengannya sudah disebutkan di muka beserta takhrijnya pada nomor 300.
 

[36] Hadits Jabir di-maushul-kan oleh Abu Nu’aim dalam Kitab as-Siwak dengan sanad yang hasan. Hadits Yazid bin Khalid di-maushul-kan oleh Ahmad, Ashhabus Sunan, dan lain-lainnya, dan sudah ditakhrij pada sumber di atas.
 

[37] Di-maushul-kan oleh Ahmad dan lainnya dengan sanad sahih, dan hadits ini sudah saya takhrij di dalam Irwa-ul Ghalil (65).
[38] Di-maushul-kan oleh Sa’id bin Manshur dari Atha’, dan oleh Abd bin Humaid dari Qatadah.
 

[39] Di-maushul-kan oleh Muslim dan Ahmad (2/316) dari hadits Abu Hurairah.
 

[40] Ini merupakan perkataan Imam Bukhari sendiri sebagai hasil ijtihad fiqihiahnya, demikian pula mengenai masalah istinsyaq ‘menghirup air ke dalam hidung’. Akan tetapi, terdapat riwayat yang membedakan antara orang yang berpuasa dan yang tidak berpuasa, yaitu mengenai istinsyaq yang dilakukan secara bersangatan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ashhabus-Sunan dan disahkan oleh Ibnu Khuzaimah dan lainnya dari jalan Ashim bin Laqith bin Shabrah dari ayahnya, bahwa Nabi bersabda kepadanya, “Bersungguh-sungguhlah kamu dalam beristinsyaq kecuali jika kamu sedang berpuasa.” Tampaknya penyusun (Imam Bukhari) mengisyaratkan hal ini dengan mengemukakan atsar al-Hasan sesudahnya. Demikian keterangan al-Fath. Saya katakan bahwa hadits Ashim tersebut adalah sahih, dan telah saya takhrij di dalam Shahih Abu Dawud (130) dan al-Irwa. (90).
 

[41] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah.
 

[42] Di-maushul-kan oleh Sa’id bin Manshur dan Abdur Razzaq. Akan tetapi, di dalam riwayat Abdur Razzaq (7487) terdapat tambahan, “Jika dia menelannya padahal sudah dikatakan kepadanya bahwa hal itu terlarang”, Atha’ menjawab, “Kalau begitu batal puasanya.” Ia mengucapkan demikian beberapa kali. Sanadnya sahih.
[43] Di-maushul-kan oleh Ashhabus-Sunan dengan isnad yang lemah sebagairnana saya jelaskan di dalam Takhrij at-Targhib (2/74).
 

[44] Di-maushul-kan oleh Baihaqi (4/228) dari dua jalan dari Ibnu Mas’ud.
 

[45] Atsar Sa’id bin Musayyab di-maushul-kan oleh Musaddad dan lainnya, dan diriwayatkan oleh Abdur Razzaq (7469) dan Ibnu Abi Syaibah (3/105) dengan lafal, “Hendaklah ia berpuasa menggantikan setiap hari puasa yang ditinggalkannya itu dalam sebulan.”, dan sanadnya sahih. Atsar asy-Sya’bi diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dengan sanad yang sahih juga, dan Abdur Razzaq (7476), dan Ibnu Abi Syaibah (3/105). Atsar Ibnu Jubair yaknai Sa’id bin Jubair di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih. Atsar Ibrahim yakni Ibnu Yazid an-Nakha’i di-maushul-kan oleh Said bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih. Atsar Qatadah di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dengan sanad yang sahih. Dan, atsar Hammad yakni Ibnu Abi Sulaiman diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dari Abu Hanifah darinya.
 

[46] Saya melihat riwayat ini bukan riwayat mauquf dari Abu Hurairah, tetapi merupakan riwayat marfu dengan lafal, “Barangsiapa yang terdorong muntah sedangkan dia berpuasa, maka dia tidak wajib mengqadha; dan jika dia sengaja muntah, maka hendaklah ia mengqadha.” Hadits ini sudah saya takhrij di dalam al-Irwa’ (915).
 

[47] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan dua isnad yang sahih (3/51/39).
[48] Di-maushul-kan oleh Malik dengan isnad yang sahih.
 

[49] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih, dan oleh Nasa’i dan Hakim.
 

[50] Atsar Sa’ad di-maushul-kan oleh Imam malik dengan sanad yang terputus. Atsar Zaid di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dengan sanad yang lemah. Atsar Ummu Salamah dimaushulkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang di dalamnya terdapat perawi yang tidak disebutkan namanya. Oleh karena itu, penyusun membawakan riwayat ini dengan menggunakan kata kerja pasif.
 

[51] Di-maushul-kan oleh penyusun di dalam kitab at-Tarikh. Ummu Alqamah ini namanya Mirjanah, dan keadaannya tidak dikenal (majhub).
 

[52] Di-maushul-kan oleh Nasai dari jalan Abu Hurairah dari al-Hasan. Diperselisihkan pensanadannya kepada al-Hasan sebagaimana dijelaskan oleh al-Hafizh dalam al-Fath. Akan tetapi, hadits ini diriwayatkan secara sah dari selain jalan ini dari lebih dari seorang sahabat, dan telah saya takhrij di dalam al-Irwa’. Namun, hadits ini mansukh (dihapuskan hukumnya), dan nasikhnya atau penghapusnya ialah hadits Ibnu Abbas yang akan datang (nomor 946), juga oleh hadits Abu Sa’id al-Khudri yang mengatakan, “Nabi telah memberikan kemurahan untuk berbekam bagi orang yang berpuasa”, dan sanad hadits ini juga sahih sebagaimana saya jelaskan di situ.
[53] Tambahan ini secara mu’allaq pada penyusun, tetapi di-maushul-kan oleh al-Isma’ili.
[54] Tambahan ini adalah mu’allaq pada penyusun, tetapi di-maushul-kan oleh Ibnu Mandah di dalam Gharaaibi Syu’bah, namun isnadnya diperselisihkan. Silakan baca al-Fath.
[55] Di-maushul-kan oleh penyusun pada akhir bab ini dari Ibnu Umar. Sedangkan, riwayat Salamah di-maushul-kannya pada “65 -TAFSIRU AL-BAQARAH / 26 – BAB”.
[56] Riwayat ini disebutkan secara mu’allaq oleh penyusun, dan di-maushul-kan oleh Baihaqi di dalam Sunannya (4/200) dengan sanad sahih. Di-maushul-kan juga oleh Abu Dawud dan lainnya dengan redaksi yang mirip dengan itu. Silakan periksa Shahih Abu Dawud (523)
 

[57] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq dan Daruquthni dengan sanad yang sahih. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (3/32).
 

[58] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan lafal yang hampir sama (3/74) dengan isnad yang sahih.

 

[59] Di-maushul-kan oleh Sa’id bin Manshur dengan isnad yang sahih.

 

[60] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq secara mauquf pada Abu Hurairah dengan isnad yang sahih. Inilah yang dimaksud dengan “mursal’ di sini, dan ini merupakan istilah khusus. Karena, pengertian “mursal” yang sebenarnya ialah periwayatan di mana seorang tabi’i berkata, “Rasulullah bersabda ” (dengan tidak menyebutkan nama sahabat), sebagaimana istilah yang sudah dimaklumi.
[61] Di-maushul-kan oleh Abdur Razzaq, Sa’id bin Manshur, dan Baihaqi dengan sanad yang sahih.

 

[62] Ini adalah perkataan Imam Bukhari sendiri sebagai hasil ijtihad fiqihiah.
 

[63] Al-Hafizh tidak mentakhrijnya.
 

[64] Di-maushul-kan oleh Daruquthni dalam Kitab adz-Dzabh dengan sanad sahih.
 

[65] Riwayat ini adalah mu’allaq di sisi penyusun dari beberapa jalan. Tetapi, sebagian jalannya di-maushul-kan oleh Muslim dan lainnya sebagaimana sudah saya jelaskan di dalam Ash-Shahihah (pada nomor sebelum 2000).

 

[66] Riwayat ini juga mu’allaq, tetapi di-maushul-kan oleh Ahmad.
[67] Di-maushul-kan oleh Ibnu Khuzaimah, al-Hasan bin Sufyan, dan al-Baihaqi (3/265), dan di dalam sanadnya terdapat Abu Haris sedangkan dia itu lemah.
[68] Di-mausltu!-kan oleh Said bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah (3/12) dengan sanad yang sahih.
[69] Seakan-akan dia berkata, “Cahaya matahari masih tampak, maka alangkah baiknya kalau engkau tunggu sehingga cahayanya lenyap dan malam tiba.” Dengan ucapannya ini ia mengisyaratkan kepada firman Allah, ‘Dan sempurnakanlah puasa hingga malam tiba.’ Seolah-olah dia mengira bahwa malam itu belum datang sehingga dengan jelas matahari telah tenggelam secara langsung, sesudah kegelapan merata ke timur dan barat. Maka, Nabi memberikan pengertian kepadanya bahwa malam itu dianggap sudah tiba apabila permulaan gelap telah terjadi dari arah timur dan persis setelah matahari tenggelam.
[70] Abdur Razzaq menambahkan (4/226/7594) bahwa orang itu berkata, “Kalau seseorang mau melihat-lihatnya di atas kendaraannya, niscaya dia dapat melihatnya, yakni melihat matahari.” Sanadnya sahih menurut syarat Shahih Bukhari dan Muslim.
 

[71] Di-maushul-kan oleh Abd bin Humaid, dia berkata, “Kami diberi tahu oleh Ma’mar tentang hal itu.” Sanadnya sahih.
 

[72] Menunjuk kepada hadits yang baru saja disebutkan di muka “51- BAB” nomor 965.
 

[73] Muslim menambahkan (3/168): “dan puasa Ramadhan”.
 

[74] Muslim juga menambahkan: “sebagai gantinya”.
 

[75] Tambahan ini diriwayatkan secara mu’allaq oleh penyusun, dan di-maushul-kan oleh Nasa’i dengan sanad yang sahih.
[76] Jual beli mulamasah ialah dengan menyentuh kain tanpa melihatnya. Dengan cara demikian jual beli pun terjadi dan tidak ada hak khiyar ‘menentukan pilihan’. Demikian pula dengan munabadzah, di sini si pembeli tidak punya hak untuk melihat barangnya. Larangan jual beli mulamasah dan munabadzah ini sudah disebutkan dari jalan lain pada nomor 328 dengan ditegaskan sebagai hadits marfu dari Nabi saw. Sedangkan, larangan puasanya itu tidak saya lihat secara tegas sebagai hadits marfu dalam kitab ini. Karena itulah saya tidak memasukkannya ke jalan periwayatan yang lalu, dan saya memberinya nomor tersendiri.
 

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari – M. Nashiruddin Al-Albani – Gema Insani Press
——————————————————————————–
sumber: www.opi.110mb.com

kumpulan hadits-hadits puasa romadhon kitab shahih bukhari – hadis-hadis puasa ramadhan shohih bukhori – hadis tentang puasa dalam kitab sahih bukhari – hadits tentang puasa dalam shahih bukhari

kumpulan cerita pornografi – kisah pornografi – kasus pornografi

kumpulan cerita pornografi – kisah pornografi – kasus pornografi

Bagaikan Prabu Dasamuka

Makhluk wanita memang selalu bikin heboh dari zaman ke zaman. Bak Prabu Dasamuka wayangkulit saja, Gendro, 40, dari Gresik (Jatim) ini berani melarikan Erawati, 30, yang masih berstatus bini orang. Dengan surat nikah palsu, keduanya lalu hidup serumah bak suami istri. Duh enaknya!

Andaikan Tuhan tak menciptakan makhluk wanita, betapa sepinya dunia ini. Soalnya, kehidupan duniawi menjadi takkan berkembang, statis. Namun di sisi lain, dari waktu ke waktu kaum hawa selalu bikin gegap gempita. Pertama kali, gara-gara rengekan Hawa, Adam jadi tergiur makan buah kuldi, sehingga kemudian tercampakkan dari surga janatu naim. Dan begitulah seterusnya, dari Siti Zulaikha yang memancing Nabi Jusuf untuk selingkuh, sampai Diah Pitaloka yang bikin Pajajaran berperang melawan Majapahit.

Memasuki abad XXI, biang kehebohan berpindah pada Erawati dari Surabaya. Dalam usia 35 tahun beberapa tahun lalu, sudah cukup bikin pusing Gendro, lelaki warga Desa Bulurejo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Wajah dan bodinya sangat menjanjikan kaum pria, terutama bagi mereka yang menganggap seks sebagai panglima. Erawati memang perempuan yang memendam sejuta gairah. Seumpama wayang, barangkali dia termasuk titisan Dewi Widowati.

Andaikan boleh disebut cacat, cacatnya Erawati adalah kenapa sudah punya suami. Dalam posisi ini, Gendro jadi mirip Dasamuka raja di Alengka, ketika kasmaran berat pada Dewi Sinta yang istri Ramawijaya. Dan mengacu Prabu Rahwana pula, Gendro kemudian bertekad untuk merebut Erawati dari tangan Rahmad, 38, suaminya. “Dia memang titisan Dewi Widowati, Bleh. Kalau gagal juga, kan masih ada bintang film Wieke Widowati,” kata setan memberi semangat.

Jika boleh dibandingkan, sebetulnya nasib Gendro lebih beruntung daripada Prabu Dasamuka. Bila Dewi Sinta tak mengimbangi cinta raja Alengka, ternyata Erawati bisa menerima aspirasi arus bawah lelaki dari Gresik tersebut. Maka ketika Gendro bermaksud merebutnya dari tangan Rahmad, prosesnya gampang saja. Tahu-tahu Erawati menghilang dari rumah, dan ternyata itu karena dibawa “terbang” oleh Dasamuka made in Gresik. Tinggalah Rahmad kelabakan, tiap malam kedinginan tanpa istri di sampingnya.

Apes bagi Rahmad, sangat mujur bagi Gendro. Wanita colongan itu kemudian disembunyikan dan dikeloni bak istri sendiri di kampungnya Desa Bulurejo. Untuk mengantisipasi omongan warga, dia membuat surat nikah palsu sebagai tameng. Sejak itu Gendro amanlah berpadu kasih dengan Erawati. Bak mobil colongan yang sudah dapat BPKB duplikat, Gendro bisa ”mengendarai” Erawati kapan saja tanpa ada yang mengusik. “Tet tot, tet toooot….!” begitu Gendro manakala sedang main klakson.

Dari minggu ke bulan, dari bulan ke tahun, Gendro – Erawati menikmati gelora asmara berbasis zina tersebut. Di sisi lain, Rahmad yang kehilangan bini terus mencari sisik melik, menelisik di mana lenyapnya istri yang bak ditelan bumi itu. Sampai kemudian ada kenalan yang memberi tahu bahwa Erawati berada di Gresik, termasuk segala detil alamatnya. Rahmad pun segera menghubungi polisi Surabaya, dan penggerebegan sarang Dasamuka itupun dilakukan.

Indahnya cinta Sinta – Dasamuka abad milenium berakhir sudah. Ketika didatangi polisi, Gendro masih mencoba berkelit dari tuduhan melarikan bini orang. Surat nikah asli tapi palsu itu pun ditunjukkan. Nah, polisi makin punya dadakan baru untuk menjebloskannya ke sel. Gendro segera digelandang ke Polres Surabaya dengan tuduhan ganda, yakni melarikan bini orang dan memalsukan surat nikah. “Soal surat nikah palsu okelah, tapi saya nggak melarikan kok, wong kami mau sama mau,” eyel Gendro seakan minta kebijaksanaan.

http://indoseru.blogspot.com/2009/03/bagaikan-prabu-dasamuka.html

kumpulan cerita pornografi – kisah pornografi – kasus pornografi

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers