• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,236,008 hits

kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue

kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue
——————————————-

Disandera Si “Toge Pasar”

Polisi jadi urusan polisi, inilah kelakuan Bripka Wastro, 25, dari Tangerang (Banten). Kenapa begitu? Ya karena dia ingkar dari tanggungjawab, setelah kenyang sekian lama ngeloni Dian, 20, kekasihnya. Setiap disuruh menikahi, Wastro selalu muter-muter mencari alasan. Takut oknum polisi ini ngacir di hari perkawinan, terpaksalah keluarga Dian menyandera dulu pakaian seragamnya.

Untuk pemuda masa kini, agaknya aurat lebih penting daripada surat. Maksudnya, pernikahan di depan KUA itu nomer dua, karena yang nomer satu bisa “kawin”-nya dulu. Alasannya, mereka mengacu pada petunjuk Yayasan Lembaga Konsumen. Pesan agar “teliti sebelum membeli” mereka terjemahhkan: goyang dulu sebelum dinikahi. “Kalau cocok lanjut, kalau tidak ya sayonara….,” begitu prinsip gendeng mereka.

Termasuk dalam kriteria ini adalah Wastro, warga Jatiuwung, Tangerang ini. Kenal kali pertama dengan Dian sejak tahun 2003 dulu, targetunya masuk sarung sebelum janur melengkung. Maklum, gerak gerik dan tingkah polah gadis dari Kelurahan Kenanga, Cipondoh, ini memang selalu menuntunnya ke urusan ranjang melulu. Orang bilang, Dian ini termasuk gadis toge pasar, alias: toket gede, pantat besar!

Riwayat perkenalan Wastro – Dian diawali tahun 2003 lalu. Kala itu si cowok masih belum punya pekerjaan apa-apa, kalau tak mau disebut pengangguran. Tapi meski belum punya pegangan hidup, yang namanya pacaran kan tidak dilarang undang-undang. Maka meski dirinya masih dalam pengawasan Menaker, dia pede saja mendekati Dian yang cantik, yang putih bersih dan betisnya mbunting padi itu.

Idola Wastro sejak dulu memang cewek-cewek yang putih bersih itu. Kebetulan sosok Dian mirip dengan ibu-ibu tetangganya di Jatiuwung sana. Ya putihnya ya cantiknya. Kalau saja si tetangga itu masih muda, sepantar, dan belum punya suami, whoooo…. Wastro sudah jauh-jauh hari menyosornya. “Untung ada Dian…., “ kata Wastro setiap menatap si wajah ayu Dian.

Intuisi Dian tajam juga. Sekian minggu mengenal Wastro, dia segera menangkap aspirasi arus bawah sang perjaka. Kebetulan sekali dia memang juga tertarik pada pemuda itu sejak pertama kali jumpa. Maka gayung pun bersambut. Dengan kata lain, Dian siap menerima cinta Wastro dengan tulus, meski lelaki tersebut kala itu masih menganggur.

Dian memang belum tahu siapa Wastro dan sampai di mana isi jerohannya. Bila dia mencintai kekasihnya secara tulus, lain lagi dengan si Wastro. Dia tertarik pada Dian juga karena “toge pasar”-nya itu tadi. Pemuda itu ingin segera menikmati, meski itu belum jadi hak dan miliknya. “Pukul dulu, administrasi belakangan….,” begitu kata setan mengompori Wastro.

Orang kalau sudah kesetanan ya seperti Wastro ini. Demi sang “toge pasar”, dia berani menerjang segala aturan dan larangan. Sebulan kenal Dian dia sudah merayu-rayu mengajak hubungan intim bak suami istri. Kata Wastro, setelah “yuk kita kawin-kawinan” segera menikah. Ah, betapa idealnya; istri bernama Dian, suami bernama Wastro, dan bapak mertunya juga bernama Wardoyo. Jadi: Dian Wastrowardoyo. Klop!

Luluh juga hati Dian setiap saat disosor Wastro. Maka demi cintanya yang sejati, demi membahagiakan kekasihnya, gadis Cipondoh itu akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Wastro. Dan sejak itulah, menu “toge pasar” hampir menjadi menu sehari-hari si Wastro. Kapan saja dia suka tinggal janjian dan kemudian terserah Anda! “Kita kan sudah dian-wastro, lalu kapan wardoyo-nya nih….,” kata Dian setiap habis melayani Wastro.

Akan tetapi, hukum alam tak pernah berubah; segala sesuatu yang berhasil dikuasai takkan lagi menarik. Begitu juga dengan Wastro. Setelah berhasil menggauli si “toge pasar” kapan saja, lupalah janjinya untuk menikahi Dian. Lebih-lebih setelah menjadi polisi kini, dia mulai jarang menemui kekasihnya dengan alasan sibuk tugas kebayangkaraan.

Keluarga Dian sudah barang tentu tak mau anaknya dijadikan mainan. Kubu Wardoyo alias bapaknya Wastro diminta segera mengirim anaknya yang badung itu ke Cipondoh untuk membicarakan hari perkawinannya. Memang datang jua Bripka Wastro. Namun demikian dia masih juga berkelit. “Aku siap menikahi, tapi setelah teken di KUA kita cerai lagi lho ya. Oke…?” kata Wastro sok kuasa.

Uh…, oke-oke dengkulmu mlocot! Tapi daripada malu, syarat itu terpaksa diterima keluarga Dian, meski untuk jaga-jaga jangan lagi Wastro kabur, tiga stel pakaian Polrinya disandera dulu. Dan memang betul, hari berikutnya Wastro menikahi kekasihnya, sehingga namanya lengkaplah menjadi: Dian Wastrowardoyo, mirip artis. Tapi habis itu polisi Polsek Cipondoh langsung menangkap Wastro, untuk disidik asli atau palsu dia sebagai polisi.

———————————————–
kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue
——————————————-

Syur Pada Tukang Sayur

Andaikan Solaki, 40 tahun, tak mudah syurrr pada tukang sayur, mungkin nyawanya masih awet, setidaknya hingga Pemilu 2009. Tapi suratan nasibnya memang begitu. Dia harus mati dibacok Lukman, 42 tahun, karena kepergok menyelingkuhi bininya, Esti, 35 tahun, ya yang jadi tukang sayur tersebut. Meski kini Lukman harus mendekam di tembok tahanan, tapi puas karena berhasil menjaga martabat dan martabak istri.

Dalam budaya Jawa, ada ungkapan mengatakan: sadumuk bathuk sanyari bumi (untuk membela istri dan tanah air nyawa taruhannya). Sebagai orang Surabaya Lukman tahu persis akan hal itu. Membela tanah air, itu urusannya para pejuang di zaman Revolusi 1945 dulu. Kewajibannya kini, tinggal membela istrinya si Esti, yang selalu memberi kehangatan dan kenikmatan setiap malam.

Esti memang layak dibela dan disayang. Sebagai istri dia sangat
menjanjikan bagi selera kaum lelaki. Wanita yang dinikahinya 10 tahun lalu itu memang cantik mempesona. Bodinya semampai, gemuk nggak, kurus juga tidak. Tinggi badannya, pendek tidak, tinggi juga tidak, wong hanya 160 cm. Berat tubuhnya, berat tidak, ringan juga tidak, wong cuma 55 Kg. Maka orang Surabaya bilang, Esti ini pedhuk alias sekel nan cemekel (enak dipegang-pegang).

Malangnya, istri yang cantik begitu punya pasangan model Lukman, yang kerja tidak, nganggur juga tidak alias bekerja serabutan. Padahal, istri macam Esti harus ada kost khusus untuk perawatan. Tapi karena penghasilannnya tak menentu, bini yang cantik itu jarang ketemu bedak. Maka penampilan Esti akhirnya ya seperti biji intan yang belum digosok, belum mencorong bin kinclong-kinclong.

Istri Lukman ini untungnya bukan wanita yang hanya nrima ing pandum (menyerah pada nasib), yang membebankan urusan ekonomi pada suami semata. Mengingat penghasilan suami tak jelas, dia mengalah cari penghasilan sendiri sebagai penjual sayur mayur di Pasar Rungkut, Surabaya. Dengan cara itulah dia mendanai rumahtangganya, sementara Lukman hanya ongkang-ongkang dan goyang saja bila perlu.

Hari-harinya dihabiskan Esti di antara tumpukan sayur mayur yang
dijualnya di pasar. Tapi karena memang ayu, meski campur daun bayem dan pete-jengkol, sosoknya juga tetap menonjol dan jadi perhatian lelaki, terutama sesama pedagang di Pasar Rungkut. Di antara kesibukan berjualan, mereka suka menggoda bini Lukman yang ayu dan kemelon (enak dikeloni) tersebut.

Dari sekian peminat dan pemerhati, yang paling serius adalah Solaki. Dia tak sekedar menggoda, tapi berusaha menelusup ke dada. Maka di setiap ada kesempatan, dia suka main towel dari lengan hingga pantat Esti. Untungnya bini Lukman ini tak pernah marah, kecuali hanya cemberut. Tapi justru karena mimik wajahnya tersebut Solaki jadi makin gemes. “Urung belanja ke tukang sayur, karena hujan tidak jualan. Meski cinta janganlah ngawur, sedikit sopan jangan geratakan,” sindir Esti lewat pantun pada
Solaki.

Akan tetapi Solaki terus nekad, bini Lukman ini disosor terus, sehingga akhirnya dia mau bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Itu dibuktikan dengan kesediaannya jalan-jalan bersama selepas jualan. Gara-gara itu pula, Esti jadi suka pulang telat sampai di rumah. Biasanya pukul 20.00 sudah tiba, kini jam 23.00 baru tiba di rumah. Urusan aslinya memang bukan lagi sayur mayur, tapi hal-hal yang menimbulkan syurrr.

Semula Lukman percaya saja pada alasan yang dikemas istrinya. Tapi karena pulang telat itu akhirnya menjadi rutinitas, sewot juga jadinya. Bayangkan, malam-malam ketika dia membutuhkan kehangatan seorang bini, Esti tak di TKP. Begitu tiba dan diajak, kondisi istrinya sudah morak-marik (berantakan) luar dalam. Tapi ironisnya, setiap dituduh habis kencan dengan lelaki lain Esti selalu membantah dan marah.

Akibat jawaban yang tak meyakinkan itulah, Lukman jadi curiga bahwa Esti kini sudah bermain serong. Maka belakangan dia suka memantau keberadan istrinya di pasar. Da, beberapa hari lalu dia benar-benar memergoki Esti bergandengan mesra bersama lelaki bernama Solaki yang juga sesame tukang sayur. “Awas, tak bunuh kamu,” ancam Lukman dengan gigi bergemeretak.

Repotnya, ancaman model begitu yang bagi Kadir Srimulat hanya goyonan, bagi Lukman bernilai sangat serius, bahkan seribu rius. Buktinya malam lain dia mencegat Solaki di tempat sepi dan kemudian golok pun mengeksekusi pacar gelap Esti itu hingga wasalam. Meski Lukman menghilang, polisi yang memburunya berhasil menemukan dia tengah sembunyi di rumah famili. Tapi saat diperiksa, dia tak merasa menyesal karena telah berhasil membela martabat dan martabak istrinya. Pakai telur, nggak?

———————————————–
kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue
——————————————-

Gantian Jadi “Pasien” Suami

Dulu Ny. Wirda, 32 tahun, merupakan pasien bidan Darwati, 37 tahun, ketika bersalin. Tapi belakangan, suami Bu Bidan yang berprofesi dokter itu malah mengambil-alihnya. Namun bukan di meja persalinan, melainkan di ranjang perselingkuhan. Bu Bidan yang tak tahan dengan ulah dr. Boim, 42 tahun, suaminya, memilih gantung diri, mati dengan membawa segala luka hatinya.

Ini kisah paralelisme profesi yang yang berakhir duka. Dalang kawin dengan pesinden, sangat ideal. Pilot menikahi pramugari, juga sangatlah sip. Begitu pula ketika seorang dokter mengawini bidan, mustinya kehidupan mereka jadi semakin bahagia. Tapi ketika hal ini diaplikasikan pada pasangan bidan Darwati – dr Boim dari Pemalang (Jateng), lha kok malah berakhir maut. Ini semua gara-gara pak dokternya mbagusi (berbuat sok) ketika melihat barang bagus!

Nama bidan Darwati sudah sangat dikenal di Puskesmas Comal. Selain bertugas di Puskesmas tersebut, dia juga praktek menolong persalinan di rumahnya. Dan usaha ini semakin maju, karena suami Darwati juga seorang dokter umum.Jadi bila ketemu pasien yang bermasalah, bidan Darwati bisa minta tolong pada dr. Boim suaminya, dan semuanya jadi beres. Pokoknya, bersama Darwati – Boim, semuanya bisa!

Dinamika rumahtangga Bu Bidan – Pak Dokter indah sekali. Sampai kemudian beberapa minggu lalu datang seorang pasien hendak melahirkan bernama Ny. Wirda, berasal dari sekitar Comal situ juga. Persalinan yang ditangani Darwati berjalan mulus. Dan sebagaimana kelaziman Bu Bidan, beberapa waktu setelah persalinan bersama dr Boim suaminya dia selalu menjenguk bekas pasiennya, menanyakan keadaannya. Bukankah silaturahmi juga memperpanjang usia dan rejeki.

Akan tetap silaturahmi kali ini justru memperpanjang masalah. Soalnya, dr. Boim yang punya bakat mata keranjang, ketika ketemu Ny. Wirda yang cantik itu justru kontak pendulumnya. Maklum, beberapa minggu setelah persalinan kaum ibu biasanya nampak segar dan bercahaya wajahnya. Nah, suami bidan Darwati begitu ketemu Ny. Wirda mendadak mengalami kejang-kejang di bagian tertentu. “Ayo Bleh, sikat saja….,” begitu setan memberi semangat.

Apa lagi ketika dr Boim memperoleh informasi bahwa suami Ny. Wirda tugas di luar kota, hanya sebulan sekali kembali ke Comal, seakan itu merupakan peluang emas yang harus ditindak lanjuti. Maka detik itu pula pak dokter mulai berkhayal, bagaimana bisa mengambil alih bekas pasien istrinya itu. Dia merasa kasihan, kenapa barang mulus begitu kok jarang disentuh. Itu kan sama saja wastra lungset ing sampiran (kain kusut hanya di gantungan).

Tanpa sepengetahuan istrinya tentu saja, lain hari dr Boim merapat ke rumah Ny. Wirda. Tekad pak dokter, sebelum suami wanita itu datang untuk bermalam pertama setelah 40 hari “berpuasa”, dialah yang harus menikmati terlebih dulu. Pokoknya jangan sampai “keduluan setan”-lah. “Tahap pertama kasih saja suntikan satu ampul pak dokter…,” kata setan lagi membujuk dan memberikan pengarahan.

Istri lelaki perantau ini awalnya tak tahu juga akan maksud kunjungan pak dokter suami Bu Bidan. Tapi sebagai wanita dewasa, lama-lama tahu juga. Kali pertama kaget juga akan aspirasi arus bawah dr. Boim, sehingga dia berusaha berkelit dan menepiskannya. Tapi karena sosoran pak dokter makin kenceng, sedangkan Wirda sendiri sudah sekian lama “cuti”, akhirnya dia bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Pak Dokter. Maka berhasilah Pak Dokter menyalip setan, siuttttt….!

Kejadian demi kejadian berjalan begitu lancar. Setiap suami Wirda kembali ke Jakarta, gantian dr. Boim menginjeksinya sekian ampul, jusss! Keduanya sama-sama puas. Dr Boim enjoy, Wirda yang letoy. Maklumlah, sebagai “pasien” baru yang operan dari istrinya, Pak Dokter sangat tekun dan telaten menggarap Wirda. “Geber terus sampai tua…,” kata setan lagi.

Akan tetapi, perbuatan batil takkan pernah langgeng. Lama-lama bidan Darwati tahu juga perselingkuhan suaminya dengan bekas pasiennnya. Ributlah kemudian pasangan suami istri itu. Ketika Bu Bidan menantang, pilih mana antara dirinya dan Ny. Wirda, lha kok dr. Boim menyatakan memilih si bekas pasien. Tentu saja Bu Bidan hancur lebur hatinya bagaikan batu split untuk ngecor beton.

Hanya ada satu pilihan bagi Bu Bidan, daripada hidup menanggung malu, mendingan mati saja. Dan tekad ini dibuktikannya dalam sebuah karya nyata. Beberapa hari lalu dia nekad gantung diri di kamar mandi. Anak-anak Darwati menjerit histeris, sedangkan dr Boim hanya terbengong-bengong. Dia sungguh tidak dhong (faham), gara-gara memanjakan “si entong”, istrinya harus masuk bong (kuburan).

———————————————–
kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue
——————————————-

Desahan Pembawa Sial

Selingkuh itu enak ngkali, ya? Buktinya Kamisih, 23 tahun, sampai mendesah-desah ketika bergumul dengan Samijo, 27 tahun, kekasih gelapnya. Tapi gara-gara desahan tak terkontrol itulah, praktek mesumnya terendus kakak iparnya sendiri. Baru saja turun dari ranjang mesum pedagang kelontong di Pasar Minggu itu digelandang warga ke kantor polisi Polres Jaksel. Tingggalah Daryun, 30 tahun, suami Kamisih yang geleng-geleng kepala menyaksikan pengkhianatan bini.

Istri wajib setia pada suami, itu bukan sekadar dogma, tapi ajaran agama. Dengan alasan mencari pahala, boleh-boleh saja senyumnya ditebar untuk siapa saja, dari Sabang sampai Merauke juga nggak apa. Tapi khusus bibir selaku sumber senyum itu sendiri, mutlak hanya untuk suami. Orang lain tak boleh berperan serta. Karena kalau itu sudah dilanggar, hukumnya dosa dan kategorinya zina.
Tapi Kamisih yang tinggal di Kompleks AL Rawabambu, Pasar Minggu Jakarta Selatan ini, tak peduli akan semua itu. Senyum memang diberikan kepada siapa saja, tapi bibirnya diberikan juga cuma-cuma pada selingkuhannya, Samijo, yang sesama pedagang kelontong di Pasar Minggu. Jadi kalau bibir Kamisih sampai dower dibuatnya, barangkali karena itulah asal muasalnya.

Istri Daryun memang selama ini berjualan kelontong di Pasar Minggu. Kebetulan kiosnya berdekatan dengan kios milik Samijo. Dasar pedagang kelontong ini mata keranjang, meski sudah punya “kendaraan” sendiri di rumah, melihat kecantikan Kamisih masih ngiler juga. Di sela-sela kesibukannya berdagang, dia selalu berusaha untuk mengadakan pendekatan pada Kamisih.

Awalnya Kamisih tak menyadari akan aspirasi urusan bawah Samijo. Tapi karena lelaki ini nyosor terus, lama-lama dia ngeh juga. Kala itu dia tak mau menanggapi. Selain dia tak mau mengkhianati keluarganya, Samijo sendiri juga bukan manusia bebas merdeka. “Kita sesama pedagang dilarang saling selingkuhlah….,” kata Kamisih mengacu semboyan biskota dulu.

Ternyata Samijo menganggap sepi penolakan tetangga pedagang itu. Dia terus saja nyosor. Semboyannnya, takkan lari gunung dikejar, takkan surut banjir ditunggu. Targetnya, Kamisih harus bisa ditundukkan. Samijo belum puas rasanya bila wanita beranak tiga itu belum bertekuk lutut dan berbuka paha untuk dirinya. Baginya, mendapatkan bini Daryun adalah suatu kebahagiaan tiada tara.

Istri Daryun ini memang cantik luar biasa, setidaknya menurut Samijo. Betapa cantiknya wanita itu, sampai-sampai Kamisih tak diberi kesempatan istirahat. Digeber terus oleh suaminya, sehingga meski baru berusia 22 tahun anaknya sudah tiga biji. Setiap habis melahirkan, 40 hari kemudian Daryun sudah produksi lagi. Pendek kata dia tak mau keduluan setan!

Ketelatenan Samijo mendekati Kamisih membawa hasil. Buktinya belakangan dia mau diajak jalan-jalan, diajak makan-makan dan dibelikan ini itu. Ujung-ujungnya, pedagang kelontong itu juga ingin memanjakan “si entong”. Maksudnya ingin mengajak Kamisih berhubungan intim bak suami istri. Dan entah kena bakaran kemenyan dari mana, tahu-tahu istri Daryun ini melayani. Di sebuah hotel, keduanya memadu kasih berpacu dalaaaaam birahi!

Agaknya kencan terus-terusan di hotel mahal di ongkos, sehingga Kamisih kemudian mengajak kelon di rumah sendiri. Kemungkinan itu ada, karena suami dan anak-anaknya pergi ke rumah familinya. Nah di saat rumah aman secara mantap terkendali itulah, keduanya berbagi cinta sampai mendesah-desah lepas kontrol.

Hari nahas itu pun tiba, ketika Hambali kakak ipar Kamisih, kebetulan hendak bertamu ke situ. Mendengar desah-desah nikmat tersebut, dia urung masuk karena menduga iparnya tengah “melayani” suaminya. Nggak tahunya, begitu keluar kamar, yang ada kok malah orang lain. Hambali segera menghubungi warga dan Samijo yang mau beranjak dari rumah Kamisih langsung dicegat. Kelanjutannya, di kantor Polres Jaksel semuanya terungkap, memang sudah lama dia sering menggauli bini Daryun.

———————————————–
kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue
——————————————-

Mahalnya Sebuah Status

Dunia penuh dengan ketidakpastian, sehingga wajar-wajar saja bila Umayah, 27, menuntut peningkatan status, dari rekanan kumpul kebo menjadi isteri kedua. Tapi Edris, 45, memang mau enaknya saja, ibarat habis manis sepah dibuang. Maka ketika WIL (Wanita Idaman Lain)-nya ngotot minta dinikah resmi, dijawabnya dengan tusukan pisau, jusss! Matilah wanita cantik dari Cilincing (Jakut) ini.

Edris mungkin termasuk lelaki paling pe-de se Jakarta Utara. Betapa tidak? Pejabat tinggi bukan, politisi Senayan juga tidak, lha kok aksi-aksian punya wacana poligami. Padahal gajinya sebagai pegawai negri masih terlalu kecil untuk membiayai dua dapur sekaligus. Tapi ketika hati nurani mengingatkan demikian, setan langsung menimpali: banyak istri kan banyak rejeki, Bleh!

Wah, wah…., Edris rupanya sudah terkontaminasi pendapat Puspa Wardoyo, meski dia sendiri belum pernah jajan ayam bakar Wong Solo. Tapi dari wacana itu, memacu semangat Edris ketika dia kenal dengan janda muda bernama Umayah. Di matanya, perempuan ini sungguh cantik mempesona. Kulit putih bersih, betis mbunting padi, bodi seksi. Pokoknya, standar kolom inilah!

Istrinya di rumah, dibandingkan dengan Umayah memang kalah jauuuuh! Sudah standar kecantikannya di bawah nilai rata-rata, dulu memperolehnya nyaris tanpa perjuangan. Karena apa? Karena Ny. Edris adalah droping dari atas. Maksudnya, ketika kawin dengan Diah, 40, sekitar 15 tahun lalu berdasarka paket jodoh-menjodohkan. “Cari yang kayak apa lagi? Kalau nggak kawin sekarang nanti kamu keburu tua,” begitu kata enyak-babe kala itu.

Ini memang kisah Siti Nurbaya di jaman era gombalisasi. Menjodohkan orang macam dua ekor burung balam dalam sangkar saja, begitu dimasukkan beberapa jam kemudian pastilah nangkring dan kawin. Sebetulnya hati nurani Edris berontak atas pemaksaan hak azasi itu, tapi karena mencari tokoh alternatip juga tak pernah dapat, akhirnya pasrah sajalah. Dan nyatanya, ranjang di malam pertama Edris juga gegap gempita!

Mengarungi rumahtangga tanpa cinta ternyata asyik-asyik saja, tiada hambatan yang signifikan. Buktinya sejumlah anak lahir susul menyusul. Dan Diah pun selama ini juga tak pernah merasa jadi korban “kebohongan publik” suaminya, wong selama ini segala hak dan kewajiban Edris pada keluarga juga berlangsung wajar. Pokoknya, tak perlu ada yang dicurigai dan diwaspadai.

Padahal di sisi lain, Edris diam-diam masih asyik berkejaran dengan obsesinya. Dia ingin istri yang berdasarkan cinta, mendapatkan ibu rumahtangga yang diperoleh lewat sejuta semangat juang. Lha yang di rumah itu apa? Ibarat sebuah mobil, kan STNK, BPKB dan kunci kontak semua sudah disediakan, Edris tinggal naik werrrrr! Di mana romantismenya?

Idam-idaman Edris mulai terjawab ketika dia kenal dengan janda cantik bernama Umayah, warga Lagoa, Tanjung Priok. Gila meck, tipikal karyawati ITC Mangga Dua itu sungguh mirip dengan kriteria dan idolanya. Dari sisi kulit, dapat. Baik bodi dan perwajahan juga kena, betisnya apa lagi, mirip milik para peragawati. “Kalau ada cacat, kenapa wanita model begini baru terbit sekarang ini,” keluh Edris dengan sebentar-bentar menelan ludah.

Apapun yang terjadi, lelaki dari Kramat Jaya, Cilincing ini berusaha mendekati. Karena pengalaman mungkin, dengan mudah janda Umayah bisa ditempel dan langsung memahani aspirasi urusan bawah Edris. Buktinya, setelah sekian minggu berkenalan mau juga dia diajak ke hotel untuk berbagi cinta penuh dosa. Bahkan ada satu kata yang membuat Edris makin melambung, Umayah siap kapan saja dijadikan bini keduanya.

Namun bagi Edris, tak semudah itu untuk berpoligami. Di samping PNS dilarang poligami kecuali Wapres, situasi moneternya tak menggembirakan untuk mengasapi dua dapur resmi. Kalau mau, mari kita hidup kumpul kebo saja di rumah kontrakan. Yang penting dijamin materil dan onderdil. “Meski tanpa surat, kita kan bisa “tanduk-tandukan sepuasnya” kata Edris memberikan opsi.

Kenyataannya Umayah menerima opsi Edris. Tapi sial, baru beberapa bulan menjalani kehidupan kumpul kebo, Diah bini Edris mengetahuinya. Kontan dia dilabrak di rumah kontrakannnya. Diunyeng-unyeng, dijambaki, dimaki-maki. Pendek kata segala koleksi kacangan bonbin Ragunan semua disebut Diah untuk menggelari Umayah. Ada anjing, ada babi, ada munyuk, dan lain sebagainya.

Umayah menyesal kenapa mau dijadikan rekanan kumpul kebo, hanya jadi ajang pemuas nafsu. Maka dia segera menyusul ke rumah Edris untuk menuntut peningkatan status. Lelaki tahu gelagat ini segera membawanya pergi ke suatu tempat yang masih di Lagoa juga. Tapi ketika Umayah ngotot minta dikawini sebagai istri kedua, Edris hanya menjawab dengan tusukan pisau, jusss. Matilah janda itu dengan segala kekecewaannya.

———————————————–
kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue
——————————————-

Asmara Daur Ulang

Rumahtangga Caswadi, 40, hancur ya gara-gara ulah Kades Tarjan, 35, yang tak tahu diuntung ini. Sudah dimaafkan setahun lalu, bahkan sudah bikin pernyataan takkan lagi menyelingkuhi istrinya, eh….lha kok didaur ulang! Beberapa hari lalu, Tarjan memergoki sendiri Sustiyah, 32, istrinya tengah disetubuhi Caswadi di komplek pelacuran Cirebon. Maka kali ini tak ada ampun lagi, Pak Kades diseret dari ranjang dan dihajar hingga babak belur!

Ini kisah Kades paling nekad se Kabupaten Cirebon (Jabar). Setahun lalu dia merintis perselingkuhan itu dengan bini warganya, Tarjan. Kebetulan Sustiyah istri Tarjan termasuk wanita aktif di kegiatan kelurahan, sehingga dari sinilah kontak batin itu dimulai. Asal nampak Sustiyah, Pak Kades rajin menghadiri acara itu. Padahal, titik perhatiannya bukan pada acara, melainkan pada Ny. Sustiyah yang cukup cantik di kelasnya tersebut. Mata Pak Kades lalu melotoooot, seperti kucing lihat bandeng.

Ny. Sustiyah lama-lama mengetahui juga isi jeroan dan pendulum Pak Kades. Ah, dia sangat merasa tersanjung jadinya. Masa seorang istri warga biasa, yang profesi suaminya hanya pekerja biasa, ditaksir orang nomer satu di Desa Astanamukti Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon. Apa nggak salah nih? “Ya salah dong, masak bini orang mau ditelateni….,” begitu kata hati nurani Ny. Tarjan.

Di dalam hati sanubari Sustiyah sesungguhnya, sejak dulu dia sangat terkesan akan penampilan Pak Kades. Sudah ganteng, cukup kaya, punya jabatan strategis lagi. Tapi setelah ingat di rumah ada suami, dan Pak Kades juga punya keluarga, suara hati nuraninya itu ditindasnya sendiri. Jika gejolak hati itu ditanggapi, itu sudah termasuk bagian dari selingkuh. Padahal, selingkuh itu kan hanya memanjakan kemaluan, tapi nanti malunya nggak ketulungan!

Untuk sekadar diketahui, hati nurani biasanya selalu berdampingan dengan suara setan. Maka meski hati nurani sudah mengingatkan, setan lalu nimbrung jadi provokator. Apa lagi belakangan Pak Kades makin agresip saja mendekati, maka Ny. Sustiyah tak bisa lagi membohongi dirinya sendiri. “Malu kan kalau ketahuan, kalau enggak kan ya keasyikan lah iyauwww….,” kata setan memberi semangat.

Sustiyah akhirnya tak bisa mengelak ketika sekali waktu diajak jalan-jalan. Di dalam mobilnya yang disetir sendiri oleh Pak Kades, tangan Caswadi rajinnya bukan main. Tangan kanan pegang setir, tangan kiri geratakan ke mana-mana bagaikan Tim SAR sedang mencari sesuatu. Sustiyah sendiri yang menjadi medan operasional, hanya bisa mendesah ah ah dan uh uh. Kadang dia meringis, dan Pak Kades yang mrenges!

Enaknya kita kembali ke…. laptop! Ketika Sustiyah sudah mau digerayangi, itu berarti untuk ke sononya lagi terserah Anda. Maka lain waktu bini Tarjan ini dibawa Pak Kades ke sebuah hotel di Cirebon. Di situlah kemudian keduanya selingkuh dalam arti sebenarnya. Di situ tak ada lagi Caswadi yang Kepala Desa, di sini tak ada pula Sustiyah yang bini Tarjan. Yang ada hanyalah dua anak adam yang bermanja-manja dengan nafsu.

Lama-lama praktek mesum Caswadi-Sustiyah yang berbasis selingkuh itu diketahui penduduk. Tarjan yang dilapori tentu saja tak terima. Dia segera melabrak Pak Kades. Malu bila hal itu menjadi konsumsi public, Kades Caswadi kemudian membuat pernyataan bahwa takkan menyelingkuhi istri Tarjan lagi. “Saya berjanji, mulai hari ini takkan lagi menyelingkuhi bini Tarjan. Suerrrr….,” begitu salah satu kalimat inti dalam perjanjian di atas meterai cukup itu.

Akan tetapi ternyata janji di atas meterai itu hanya retorika belaka. Bebarapa bulan tak merasakan “menu” Sustiyah yang pulen dan kenyal, Kades Caswadi kembali pusing juga. Lupa akan “Perjanjian Astanamukti” setahun lalu, dia kembali lirak-lirik pada Ny. Sustiyah. Bila ketemu, Pak Kades kembali melepas sinyal-sinyal asmara. Mungkin karena BTS (Bisikan Teman Setan)-nya cukup dekat, Sustiyah menanggapi saja.

Lalu keduanya pun kembali mendaur ulang kisah selingkuhnya di masa lalu. Cuma konyolnya, sedang bokek atau bagaimana, untuk ngecas wadi (daerah rahasia)-nya Caswadi kali ini tak mengajaknya ke hotel, melainkan ke komplek pelacuran Balongan. Meski tempatnya tak memadai, namanya orang diburu nafsu, ya nggak masyalah. “Yang penting rasanya Bung,” kata Pak Kades ngkali.

Untungnya kebenaran masih berpihak pada Tarjan. Ada warga yang memberi tahu bahwa istrinya jalan bareng sama Pak Kades ke Balongan. Suami malang ini langsung merapat ke TKP. Benar juga, keduanya kembali berselingkuh. Menyaksikan bininya ditindih Pak Kades, emosi Tarjan tak bisa diredam lagi kali ini. Caswadi lalu diseret dari ranjang dan dihajar. Sialnya, sebelum sempat dimatiin, Pak Kades sempat kabur. Tinggalah Tarjan melapor ke polisi dan camat Pangenan, minta Caswadi dipecat jabatan Kadesnya.

http://beritaseru.blogspot.com/

———————————————–
kumpulan cerita blue – cerita-cerita blue – kisah blue – kisah-kisah blue – pengalaman blue – pengalaman-pengalaman blue

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: