PUISI WANITA

Waspada akan manusia separuh iblis
Berjenis wanita bernama feminis
Tolak syari’at bicara sok kritis
Sering dengan nada sinis
Sebut ukhti tekstualis
Padahal mereka cuma mengais
Dari sampah pikiran kafir najis

Mereka lancang bicara:
Jilbab itu budaya…”
“Jadi cintailah produk kita…!”
Tapi ukhti harus waspada
Karena itu tipuan belaka
Mereka sendiri malu pake koteka

Dengan nyelekit
Mereka bilang, Poligami amit-amit…”
“Hanya bikin sakit hati…”
Hasilnya? Suami pergi tanpa pamit
Selingkuhpun terjadi tak sedikit
Hingga perzinaan dilakukan di gang sempit

Mereka sibuk melombakan kefasikan
Melalui kontes ratu-ratuan
Obral aurat dijual murahan
Iman dan akhlak bukan ukuran
Layaknya di pasar hewan
Yang dinilai hanya keelokan, kemolekan, dan kemontokan

“Kita harus menjadi wanita mandiri…”
“Setara itu harga mati…”
Diucapkan dengan tak tahu diri
Lupakan fitri ciptaan Rabbul Izzati
Tapi, renungkanlah dengan teliti
Dan lihatlah profesi koki
Mengapa banyak dilakukan lelaki
Tapi kami tak pernah tuntut emansipasi

Wahai wanita beriman…
Jangan hiraukan syubhat murahan
Berteduhlah di bawah naungan Al-Qur’an
Mengikutlah pada Rasul akhir zaman
Sepaham dengan Sahabat era keemasan
Hikmah kan muncul ke permukaan
Jannah menanti dengan yakut dan marjan

.

Aria Ibnu Solihun
Disadur dari Majalah Qiblati, edisi 04 tahun IV, hal. 33

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers