• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,272,210 hits

kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen

kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen

===================================================================

Siapa Sebenarnya Juruselamat Dunia?
oleh Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto

PENGALAMAN PRIBADI

Menjadi Guru Agama Katolik

Selama aku di SMP dan SMA kakekku selalu  menganjurkan  agar
aku  mengikuti  kursus,  entah itu kursus tertulis entah itu
kursus lesan. Demikian maka aku mengikuti Kursus Tata  Buku,
mengetik, Bahasa Inggris, dan banyak lagi Tetapi tidak semua
berakhir dengan mendapat Ijazah.

Selain itu tidak kulupakan pelajaran Agama selalu kuikuti di
luar  sekolah,  melalui seorang Pastor. Itu kuikuti walaupun
aku sendiri sudah dibaptis.  Pada  waktu  itu  yang  menjadi
Pastor  Kepala  di  Magelang (Pastor Paroki) adalah: Rama H.
van  Heusden  S.J.  seorang  Belanda   yang   lebih   senang
menggunakan  bahasa  Jawa dari pada Bahasa Indonesia. Pernah
ada  seorang  Jawa  bercakap-cakap   dengan   beliau   mulai
menggunakan  bahasa  Belanda,  beliaupun melayaninya. Ketika
pembicaraannya sudah selesai,  Rama  van  Heusden  bertanya:
“Menapa  panjenengan  boten  saget  boso Jawi?” (Apakah anda
tidak bisa bahasa Jawa?).

Pastor pembantunya ada dua: Rama  Knooren  S.J.  yang  lebih
banyak berkarya dan bergaul di lingkungan keluarga Tionghoa,
sehingga beliau  mendapat  predikat  Pastor  Cina.  Kemudian
beliau  pindah  ke  Jakarta  memimpin Mingguan Hidup Katolik
yang kemudian berubah HIDUP. Sekarang di Nederland lkabarnya
sudah meninggal.

Pastor  pembantu  yang lain-lain ialah Pastor de Keyper S.J.
umurya paling tua di  antara  3  Pastor  yang  lain,  bahkan
katanya  beliau  Guru  dari  pada  Pastor  Knooren  dan  van
Heusden. Dari dia aku belajar banyak akan  menularkan  agama
kepada  orang  lain,  atau  dengan  istilah  Katolik,  karya
kerasulan. Mulai itu aku menemukan  diriku  keinginan  untuk
menjadi  Guru Agama, orang yang tugasaya merasul (mengajar).
Saya sendiri sebetulnya kurang tertarik pada jabatan Pastor.

Yang ketika itu mengherankan aku ialah, mengapa saya sebagai
orang  Katolik  tidak  boleh  membaca  buku SUCI (Kitab SUCI
kami) yaitu Injil. Padahal tidak  demikian  orang  Protestan
dan  orang  Islam. Mereka bebas untuk membaca Kitab Sucinya.
Ketika hal itu aku tanyakan kepada  Pastor  de  Keyper  S.J,
beliau  berkata bahwa hal itu supaya orang tidak menafsirkan
salah tentang Ritab Sucinya. Kuasa  menafsirkan  Kitab  Suci
hanyalah  wewenang  Gereja saja. Ketika aku bertanya mengapa
hanya Gereja saja yang boleh menafsirkan kitab  Suci  beliau
tidak  menjawab  hanya berceritera atau boleh juga dikatakan
bahwa jawabannya diberikan dalam bentuk suatu ceritera:

“Dahulu kala ada  2  orang  katak  beradik.  Ketika  ayahnya
meninggal   sebelumnya  berpesan  dua  hal:  pertama  jangan
menagih hutang kepada orang yang  berhutang  kepadanya,  dan
kedua  jika  mereka  pergi  dari rumah ke toko jangan sampai
mukanya terkena sinar matahari. Waktu  berjalan  terus.  Dan
kenyataan  terjadi,  bahwa  beberapa  tahun  setelah ayahnya
meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu
menjadi  semakin  miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan
hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu: Inilah karena
saya  mengikuti  pesan  ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak
boleh menagih hutang kepada orang yang  berhutang  kepadaku,
dan  sebagai  akibatnya  modalku  susut  karena  orang  yang
berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak  boleh
menagih.  Juga  ayah  berpesan  supaya kalau saya pergi atau
pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena
sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong.
Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan
ayah   demikian   maka   akibatnya  pengeluaranku  bertambah
banyak.”

“Kepada  anak  yang  sulung  yang  bertambah  kaya,   ibupun
bertanya  hal yang sama. Jawab anak sulung: Ini semua adalah
karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya
saya  tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya,
maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak  susut.  Juga  ayah  berpesan  agar  supaya  jika saya
berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh  terkena
sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari
terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya  toko
saya  buka  sebelum  toko  lain buka, dan tutup jauh sesudah
toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan  itu,  orang
menjadi  tahu  dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam
kerja lebih lama.”

“Demikianlah, Sariyanto,” kata Rama de Keyper  S.J.  menutup
keterangannya,   “jadi  walaupun  Injil  orang  Katolik  dan
Protestan sama tetapi harus ada penafsiran  yang  satu  yang
hanya  boleh  di  buat secara resmi oleh Gereja supaya tidak
keliru. Puas dengan keterangan saya?”

“Ya, Pastor,” jawabku dan memang ketika itu saya juga merasa
puas dengan keterangannya.

Aku  mengakhiri masa sekolahku di SMA dengan lancar. Setelah
selesai belajar saya bekerja pada Lembaga Pembinaan Kesatuan
Bangsa.  Tokoh  LPKB ini kebanyakan adalah orang Katolik: K.
Sindhunata S,H. dulu Mayor ALRI,  sekarang  Pimpinan  I.L.C.
(lnternational   Legal   Consultant)   di   Jakarta;   Bapak
Wignyosumarsono,  bekas  Kep.   Bag.   Urusan   Katolik   di
Perwakilan  Departemen  Agama  Jawa Tengah, sekarang Pegawai
Tinggi di BPK dan salah seorang pimpinan DPP PDI, Hary  Tjan
Silalahi  S.H.  bekas anggota DPR, Cosmas Batubara dan masih
banyak orang-orang Katolik di LPKB itu. Karena  dalam  tubuh
LPKB  itu  yang  dominan  orang Katolik Di sinilah maka jiwa
kerasulan saya mendapat  siraman  yang  baik.  Saya  membina
hubungan   baik   dengan   pejabat  Gereja,  saya  menentang
rapat-rapat Organisasi Massa yang diadakan pada hari  Minggu
karena mengganggu orang bisa mengikuti Misa dengan baik.

Dalam  pekerjaanku  sebagai  pegawai  LPKB  saya sudah mulai
turut  serta  dan  dipercaya  oleh  Pastor  untuk   membantu
mengajar   Agama.   Pada  waktu  itu  pelajaran  Agama  yang
diberikan oleh orang awam, bukan Pastor masih jarang sekali,
lebih-lebih  oleh  orang  muda  seusia saya dan belum pernah
mendapat pendidikan khusus,

Tahun 1966 saya dipindahkan dari LPKB Pusat ke  LPKB  Daerah
Propinsi  Lampung, yang kemudian akan membawa riwaayat hidup
lain.

===================================================================
kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen
===================================================================

Mahasiswa Kateketik

Agama yang benar untuk umat  manusia  ialah  Agama  Katolik,
demikianlah  pendapatku.  Agama yang mengajarkan cinta kasih
secara murni dan konsekwens.  Dengan  bekal  keyakinan  yang
semacam  ini  aku pindah dari Jakarta ke Lampung Ada dua hal
yang menyenangkan aku pindah ke Lampung. Pertama ialah dekat
dengan tempat orang tua dan kedua Staf LPKB Lampung semuanya
part-timer, jadi dengan  kedatanganku  menjadi  satu-satunya
orang  yang full-timer. Sehingga memang dengan demikian saya
menjadi orang yang menentukan policy LPKB.

Karena  sering  tugas  luar,  saya  banyak  bergaul   dengan
masyarakat  luas. Keinginan untuk melaksanakan ajaran Yesus:
“Pergilah dan  ajarlah  semua  bangsa  menjadi  muridKu  dan
permandikanlah  mereka  atas  nama  Bapa, dan Putera dan Roh
Kudus”  menjadi  demikian  bernyala-nyala.   Keinginan   itu
kulaksanakan  juga  dengan  menyerahkan waktuku untuk maksud
itu.

Rupanya hal itu menarik perhatian Bapak Uskup  Lampung  Mgr.
Albertus  Hermelink Gentiaras SCY. Seorang Uskup yang begitu
rendah hati, bisa dijumpai oleh siapa saja kapan saja.  Jika
seorang   ingin   menghadap  beliau  tidak  perlu  mendaftar
terlebih dahulu kepada Sekretaris Keuskupan seperti lajimnya
dibuat  oleh  kebanyakan  Uskup.  Oleh  beliau  aku kemudian
dikirim ke Fakultas Pendidikan Kateketik di Madiun di  bawah
pimpinan  Pastor  Dr.  Paulus  Janssen C.M seorang yang suka
sekali bekerja keras seorang theolog dan social worker.

Pada waktu aku belum masuk ke Fakultas Pendidikan  Kateketik
saya  telah  meragukan  2 hal. Yang pertama ialah: Dosa asal
dan tentang Santo dan &Santa (orang Suci). Bagaimana mungkin
seorang  yang  baru  lahir  dari  rahim ibunya sudah berdosa
karena mewarisi dosa asal? Dan bagaimana mungkin  Bapa  Paus
di  Vatikan  bisa  menetapkan  bahwa  seorang yang meninggal
dunia bisa ditetapkan sudah masuk surga. Ada juga hal  lain,
yaitu  tentang api pensucian. Sementara semua agama mengajar
bahwa hanya ada dua tempat ialah neraka dan  surga  di  alam
sana,  Gereja  Katolik mengajarkan ada tempat lain ialah api
pencuci.

Tetapi semua kebimbangan itu  kubiarkan  saja,  karena  saya
berpendapat  bahwa  dengan  menjadi  Mahasiswa  pada Fakutas
Pendidikan  Kateketik  keraguan  dan  kebimbangan  itu  akan
menjadi hilang atau sekurang-kurangnya bahkan menjadi jelas.

Tentang  dosa  asal,  ada dosen yang menjelaskan bahwa semua
perbuatan orang tua bagaimanapun pasti berakibat pada  anak.
Misalnya  jika  orang  tuanya  suka pergi ke wanita pelacur,
maka penyakit yang di derita  bukan  saja  oleh  dia  tetapi
anak-cucunya   ikut  menanggung  akibatnya.  Hal  itu  untuk
sementara   cukup   memuaskan   hatiku;    walaupun    dalam
perkembangan  selanjutnya kebimbangan tentang hal ini muncul
lagi dan tetap tidak terjawab.

Tentang Santo dan Santa tidak ada  jawaban  yang  memuaskan.
Yah,  terima begitu saja. Bukankah ada suatu dogma bahwa Sri
Paus  tidak  bisa  keliru  dalam  menentukan  kaidah  agama.
Jawaban  itu  bukan  saja  tidak  memuaskan, bahkan keraguan
bertambah satu, yaitu apakah betul Sri Paus tidak bisa salah
dalam  memutuskan  kaidah  agama? Hilang satu keraguan yakni
tentang dosa asal, muncul satu keraguan lain, yaitu  tentang
ketidak-mungkinan salah dari Sri Paus di Vatikan.

Aku  mulai  banyak mengenal pendeta Protestan. Pada saat itu
Gereja Katolik, sudah maju dalam hal keinginan untuk ekomune
(hidup  bersama  dalam  persatuan).  Tetapi  rupanya  Gereja
Protestan  masih   memandang   dengan   mata   curiga   akan
keinginan-baik  Gereja  Katolik. Ada memang Gereja Protestan
yang  sudah  maju,  misalnya  Kristen  Jawa,  tetapi  aliran
Pantekosta   sukar  sekali  untuk  bisa  mengerti  hal  ini.
Sehingga dari aliran  Pantekosta  selalu  ada  usaha  supaya
mendapat   pemeluk   yang   sebanyak-banyaknya.   Sedangkan,
pandangan Gereja Katolik dan  Kristen  Indonesia  atau  yang
sejenis,  orang yang sudah mempercayai Kristus- sebagai juru
Selamat tidak usah ditarik lagi, barlah mereka tetap  tenang
pada agamanya entah itu Katolik entah itu Protestan.

Perkenalan   dangan   para  Pendeta  menyebabkan  saya  bisa
menerima pandangan agama Protestan yang wajar tentang  tidak
adanya  pentahbisan  (pelantikan) Santo-Santa, tentang tidak
ditekankannya  masalah   dosa   asal.   Dari   mereka   saya
mendapatkan  buku  Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saya
simpan  Kitab  Suci  itu  dengan  nada  agak   takut   sebab
bagaimanapun  Gereja  Katolik  belum mengijinkan secara luas
orang  Katolik  menyimpan  buku-buku  Kitab  Suci   terbitan
Protestan,  bahkan  pendeknya  pada  teorinya  orang Katolik
dilarang membaca  buku-buku  tanpa  Imprimatur  (persetujuan
Uskup setempat) dan atau Nihil Obstat (tidak ada keberatan).

Suatu  ketika Rama Janssen yang memberikan kuliah Kitab Suci
(sebelum  itu  Bruder  Honorius)  memulai  kuliahnya  dengan
berkata:  “Seperti  kalian  tahu,  bahwa tidak boleh seorang
Katolik memakai  kitab  Injil  terbitan  Protestan.”  Hatiku
berdebar-debar  juga, jangan jangan kena sanksi administrasi
saya. Tetapi  beliau  melanjutkan:  “Tetapi  berhubung  dari
Katolik  sendiri  belum  banyak usaha penerbitan Kitab Suci,
dan karena Saudara calon Guru Agama yang  harus  lebih  tahu
dari  pada umat biasa tentang Kitab Suci, maka Saudara perlu
mempunyai. Untuk memakai buku Injil terbitan Protestan harus
ada  ijin  dari  Bapak  Uskup  setempat  dalam hal ini Uskup
Surabaya, Mgr. Drs. J. Kloster  CM.  Saya,  selaku  pimpinan
Fakultas  atas  nama Bapa Uskup memberikan ijin secara umum,
khusus kepada para Mahasiswa saya untuk mempergunakan Bijbel
Protestan.” Saya lega sekali. Keesokan harinya teman-temanku
mencari  Injil  itu  sedang  saya  sendiri   menjadi   bebas
mengeluarkan Kitab Suci itu.

Yang  saya kagumi dari golongan Protestan ialah mereka dapat
hafal ayat-ayat Injil itu. Sedang  saya,  calon  Guru  Agama
Katolik  untuk  mencari  tempat-tempatnya  dalam Injil masih
merasa sulit. Hal ini juga berlaku untuk semua orang Katolik
bahkan guru Agamanya juga.

Aku  berpendapat,  bahwa  dengan mempunyai Injil imanku akan
bertambah kuat, tetapi tidak demikian  halnya.  Dalam  suatu
tempat  di  dalam  Pe:rjanjian  Lama, sayang saya tidak bisa
mengingat lagi di mana letaknya dan untuk mencarinya kembali
ternyata  sulit  sekali,  saya  menemukan: “Bahwa dosa orang
lain tidak bisa dipertanggung  jawabkan  kepada  orang  lain
walaupun  itu  anaknya  sendiri.” Yah, dengan demikian jelas
bahwa dosa dan akibat dosa itu berlainan. Akibat  dosa  bisa
diwariskan  tetapi  dosa  itu sendiri tidak bisa. Umpamanya,
anak  seorang  pembunuh  dijauhkan   dari   pergaulan   oleh
kawan-kawannya, tetapi dia sendiri tidak bisa dianggap salah
karena menjadi anak seorang pembunuh.”

Kemudian hal ini di luar waktu kuliah saya  tanyakan  kepada
Pastor Bartels C.M., beliau hanya menjawalb: ” Itu bukan hal
yang penting. Jika  kau  tidak  percaya  kepada  dosa  asal,
engkau  engkau  tidak  dosa  dan  tetap  bisa  menjadi orang
Katolik yang baik.” Saya berkata lagi: “Kalau  demikian  apa
bukan lebih baik saya menjadi Protestan saja, Rama?”

Rama  menjawab:  “Pikiranmu  yang  kacau anggap saja sebagai
godaan setan, dan sekarang  banyaklah  berdoa  dengan  tekun
lewat perantaraan bunda Maria.”

Dari  akibat  membaca  Bijbel saya mendapatkan hal lain yang
terasa ganjil. Hal itu ialah silsilah Yesus. Sebaiknya tidak
usah  saya  kutipkan  Silsilah itu, tetapi saudara buka saja
Kitab Perjanjian Baru pada  halaman  pertama  Injil  Mateus.
Setelah  Mateus  memproklamirkan  bahwa  Yesus  adalah  Anak
Ibrahim, Anak Daud, dan menyuguhkan deretan nama-nama,  maka
pada akhir    silsilah   itu   Mateus   berkata:      “Yakub
memperanakkan Yusuf suami Maria, yarng melahirkan Yesus yang
disebut Kristus.” Hal ini saya fikir aneh. Jika Yesus adalah
putera (keturunan)  Ibrahim,  maka  lebih  tepat  jika  yang
disebut  keturunan  Ibrahim itu Maria saja, bukan Yusuf yang
bukan saja Bapa dari jasmani Yesus.

Hal ini saya tanyakan kepada Rama Wignyopranoto C.M.  beliau
menjawab:  “Orang  Yahudi  itu  garis keturunan adalah garis
Bapak sehingga  lebih  mudah  jika  yang  disebut  keturunan
Ibrahim itu Bapanya, bukan Ibunya. Tetapi itu tidak penting,
yang  penting  YESUS  secara  fakta  sudah  turun  ke  dunia
menyelamatkan umat manusia. Itu inti iman kita.” Jawaban itu
tidak memuaskan saya, namun kesempatan  tidak  banyak  untuk
mendiskusikan,  karena  katanya  akan  ada  kesempatan untuk
mendiskusikannya dalam  pelajaran  yang  akan  datang  waktu
membicarakan  persoalan itu. Tetapi sampai Rama Wignyo studi
di Universitas Gregorian di Roma dan sampai saya keluar dari
pendidikan  itu  tidak ada kesempatan lagi untuk omong-omong
tentang hal itu.

Tetapi yang lebih mengherankan lagi ialah, saya  mendapatkan
silsilah  Yesus dalam Injil yang lain, yakni Injil Lukas. Di
situ dilukiskan bahwa Yesus adalah keturunan Daud dari garis
Natan yang ke 43, sedang dalam Injil Mateus adalah anak Daud
yang ke 27 dari garis Sulaiman. Terhadap  ini  belum  pernah
saya tanyakan.

===================================================================
kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen
===================================================================

Pribadi Yesus dan Ajarannya

Yesus  yang  menurut  orang Kristen dan Katolik adalah Allah
Putera yang turun ke dunia untuk menjadi manusia dan penebus
dosa umat manusia, memang dapat diakui sebagai tokoh sejarah
yang hebat. Tahun dibagi menjadi dua  ialah  sebelum  Masehi
dan  sesudah  Masehi.  Terhadap  tokoh  ini  beraneka  ragam
pendapat. Golongan Yahudi, berpendapat bahwa Yesus itu tokoh
pemberontak   dan   pengacau.  Golongan  Kristen,  memujanya
sebagai pribadi Allah  yang  turun  mengejawantah.  Golongan
Islam  berpendapat  bahwa  Yesus  seorang Nabi besar, tetapi
bukan putera Allah.

Lepas dari semua pandangan yang berbeda, kalau kita meninjau
tokoh  ini  memang  merupakan  tokoh  yang boleh dibanggakan
pengajaran-pengajarannya. Beliau mengajarkan kerendahan hati
yang   tulus:   “Jika  engkau  ditampar  pipamu  yang  kiri;
serahkanlah  yang   kanan.”   Sikap   munafik   ditentangnya
hebat-hebatan.  “Jika engkau berdoa, masuklah kedalam rumah,
tutuplah pintu dan  berdoalah  kepada  Bapamu  yang  ada  di
tempat  tersembunyi” (Mateus 6: 6). Dan sabdanya: “Janganlah
berdoa seperti orang munafik, yang suka bertdoa  ditepi-tepi
jalan dan ditikungan jalan supaya dilihat orang.”

Dalam  memberi  dermapun Yesus mengutuk sikap munafik, “Jika
engkau memberi sedekah, janganlah diketahui oleh tangan kiri
apa yang dibuat oleh tangan kanan” (Mateus 6: 3). Juga dalam
hal berpuasa sikap munafik yang hanya  ingin  dilihat  orang
lain  sangat dicela oleh Yesus: “Jika engkau berpuasa jangan
muram mukamu, tetapi minyakilah rambutmu dan cucilah  mukamu
supaya  orang  lain  tak  melihat  engkau  sedang  berpuasa”
(Mateus 6: 16-18).

Yesus  mengajar  kepada  kita  untuk  percaya  betul  kepada
penyelenggaraan  Ilahi,  supaya  kita  tidak membalas dendam
kepada orang lain. Untuk  itu  periksalah  Mateus  pasal  6.
Orang  dari  agama  apapun  bisa  menghargai Yesus dan semua
ajarannya. Bagiku Yesus adalah Guru  yang  baik,  Guru  yang
mengajarkan  kebaikan  dan kesolehan yang tidak dibuat-buat.
Beliau paling membenci sesuatu hal  yang  dibuat-buat,  hari
Sabat yang dianggap keramat oleh golongan Parisi didobraknya
karena  mereka  melaksanakan   hukum   hari   Sabat   secara
berlebih-lebihan   sehingga   cinta   kasih   kepada  sesama
diabaikan demi kekeramatan hari Sabat.

Yesus  mengajar  dengan  bahasa  rakyat,  bahasa  yang  bisa
dimengerti oleh rakyat jelata. Beliau bukan saja mengajarkan
kesederhanaan, tetapi beliau juga melaksanakan kesederhanaan
itu. Beliau tidak hanya mengajar supaya kita mencintai orang
lain, tetapi beliau juga  melaksanakan  cinta  kasih  dengan
menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menolong
penganten yang  nyaris  kehabisan  anggur  di  tengah-tengah
pesta mereka.

Yesus  juga  contoh  pribadi yang tidak segan-segan berkata:
“Tidak” jika memang  keyakinannya  demikian.  Beberapa  kali
orang   Parisi   mencoba   menjebak   dia,  namun  dia  bisa
membalikkannya dengan  begitu  tepat.  Ketika  orang  Parisi
bertanya:  “Perlukah  kita  membayar  pajak?”  Yesus  dengan
pertanyaan  ini  dihadapkan  kepada  buah  simalakama,  pata
posisi  yang sulit. Jika dia berkata: ‘~tidak,, dia dianggap
pemberontak.  Jika  menjawab:  “ya,”  mereka  akan   berkata
mengapa  utusan  Allah  lebih rendah dari pada Kaisar. Dalam
keadaan seperti itu Yesus balik  bertanya:  “Coba  tunjukkan
uang  itu.  Gambar siapakah itu?” Jawab kaum Parisi: “Gambar
Kaisar.” Kemudian Yesus berkata: “Serahkanlah kepada  kaisar
yang  menjadi  hak  kaisar dan kepada Tuhan apa yang menjadi
hak Tuhan.”

Saya  mengakui  bahwa   pribadi   Yesus   begitu   agungnya,
sampai-sampai  seluruh  hidupnya dicurahkan untuk memberikan
perhatian kepada orang kecil. Saya menghormati  pribadi  ini
sebagai  pribadi  yang  mendobrak ketidakadilan, dan menolak
kultus individu. Kepada orang yang disembuhkan  dari  sakit,
dia  selalu  berpesan agar tidak dikatakan kepada orang lain
peristiwa penyembuhannya itu.

Tentang kemurnian hidup beliau  mengajarkan:  “Setiap  orang
yang  memandang  seorang  wanita,  dan menginginkannya sudah
berzina di dalam hatinya”  (Mateus  5:  28).  Dalam  memilih
murid-muridnya Yesus tidak memandang dari mana asal usulnya.
Mateus, seorang penarik bea yang dalam pandangan  masyarakat
Yahudi  bukan  profesi  yang  baik,  dipilih sebagai seorang
muridnya. Petrus seorang nelayan sederhana, dipilih  sebagai
tua-tua murid yang lain.

Yesus   tidak   menyukai   kekerasan,  walaupun  itu  kepada
musuhnya. Ketika Petrus memarang telinga tentara  yang  akan
menangkap Yesus sehingga daun telinganya putus, daun telinga
itu  justru  diambil  oleh  Yesus  dan  dilekatkan   kembali
ketempat asalnya.

Kepada  orang  yang mendengarkan pengajarannya, beliau tidak
melupakan kesejahteraannya.  Ketika  pada  waktu  makan  dan
tidak  tersedia makanan, Yesus mengambil sepotong roti kecil
dan dua ekor ikan  yang  dibawa  oleh  anak  kecil  kemudian
diperbanyak  olehnya  dan  dibagikan kepada orang-orang itu;
tetapi    manakala    pada     kesempatan     lain     orang
berbondong-bondong mengikuti, justru Yesus menolaknya karena
tahu bahwa motivasinya  karena  ingin  roti  hasil  mukjijat
Yesus.

Tiada    suatu   pengaruh   lain   yang   bisa   melenyapkan
peoghormatanku pada Yesus Kristus sebagai pribadi  pembaharu
peradaban manusia.

===================================================================
kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen
===================================================================

Kebimbangan Berjalan Terus

Terhadap   pribadi  Yesus,  saya  tidak  mempunyai  keraguan
tentang pengajarannya. Tentang hukum  etis  dan  moral  yang
diajarkannya  sungguh  bernilai  tinggi. Tetapi tentang dosa
asal, tentang  Santo  dan  Santa,  tentang  silsilah  Yesus;
bolehkah semua itu kuanggap tidak penting? Yang penting inti
iman.  Sampai  aku  menjadi  Guru  Agama,  kebimbangan   itu
berjalan  terus.  Yang  saya herankan sekarang ialah, apakah
orang yang saya ajar itu tidak  bimbang  bila  saya  sendiri
yang  mengajar  sesungguhnya hatiku juga bimbang. Saya tidak
tahu, dan belum pernah  menanyakan  kepada  katekumers  saya
(orang  yang  aya  ajar  agama)  dan  dari mereka saya tidak
pernah menerima pertanyaan itu.

Lebih aneh lagi sebetulnya, kalau aku mengingat bahwa ketika
aku  menjadi  mahasiswa di Fakultas Pendidikan Kateketik dan
berpraktek Stasi di kota kecil  Walikukun,  Kabupaten  Ngawi
begitu  banyak  orang  yang saya Katolikkan. Cara pendekatan
saya begitu baik sehingga kepada Kepala Desa Mengger, Kepala
Desa Karangbanyu dan Kepala Desa Dirgo (Bau) saya bisa minta
dikumpulkan orang-orang desa untuk saya ajar agama Katolik.

Setelah saya menjadi  Guru  Agamapun  saya  boleh  dikatakan
sebagai  Guru Agama yang berhasil dalam hal meng-Katolik-kan
banyak  orang,   atau   sekurang-kurangaya   membuat   suatu
masyarakat   bernafaskan   Katolik.  Akhirnya  masa  tugasku
sebagai Guru Agama kujalani di kota kecil Sumpiuh, Kabupaten
Banyumas  dalam  Keuskupan  Purwokerto. Tempat tugasku hanya
berjarak 5 km dari  tempat  kelahiranku,  Tambak.  Di  dalam
Injil ada disebut: “Seorang nabi tak dihargai di negerinya,”
walaupun begitu tugasku di Sumpiuh dapat kunilai dan dinilai
orang  lain:  sukses. Dalam waktu tiga tahun saya di Sumpiuh
saya melayani tiga orang Pastor berturut-turut  yaitu:  Rama
A.  Wahyo  Bawono  Pr, bekas Letnan Kolonel Kostrad Tituler,
Rama Antonius Willing MSC, Rama H. Obbens  MSC.  Dengan  dua
Pastor  yang  terdahulu  saya  bisa bekerja sama dengan baik
tidak pernah ada misunderstanding, tetapi dengan Rama Obbens
keadaannya  lain.  Tetapi  hubungan  yang kurang baik antara
saya dengan beliau tidak menjadi alasan yang penting mengapa
saya masuk Islam. Kalau hal itu dianggap sebagai proses yang
mempercepat mungkin boleh, tetapi jika ini dianggap  sebagai
penyebab utama tidak mungkin.

Seperti  lajimnya  keluarga  Katolik,  lebih-lebih saya Guru
Agama, maka anak yang baru lahir itupun  kumintakan  baptis.
Ketika aku menyaksikan upacara baptis anakku timbullah suatu
pertanyaan besar: “Apakah betul anakku sudah punya dosa asal
warisan  zaman  Adam  dan  Hawa  akibat dosa mereka?” Gereja
Protestan memang lebih rationil dalam hal  pembaptisan  ini,
yang  tidak  mau membaptis seseorang tanpa kemauan bebas dan
kehendak orang yang bersangkutan.

Seperti  halnya   kakekku   yang   meletakkan   dasar   pada
pendidikanku  sehingga  seluruh  pribadinya  sempat mewarnai
juga pribadiku, maka pergaulanku tidak tertutup  pada  suatu
kelompok  masyarakat.  Dengan orang Protestan dan Islam saya
banyak bergaul. Dengan pejabat-pejabat setempat selalu  saya
memelihara   hubungan  baik.  Tetapi  juga  dengan  kalangan
masyarakat  yang  diemohi  oleh  masyarakat  saya   usahakan
hubungan   yang  baik.  Dengan  wanita  pelacur  saya  tidak
segan-segan untuk bergaul dan mengunJungi mereka. Itu  semua
kulakukan   bersama-sama   isteriku   bila  aku  mengunjungi
tempat-tempat pelacuran. Bukan karena isteriku tidak percaya
kepada  kesetiaanku,  tetapi  suara  masyarakat yang negatif
hampir tidak  pernah  saya  dengar  dengan  selalu  mengajak
isteri saya bila ke sana.

Di  situlah  saya  berpikir,  mengapa  Pimpinan Gereja tidak
pernah mempunyai konsepsi dan buah pemikiran untuk wanita P?
Bukankah   Kristus   memberi  contoh  dengan  membela  Maria
Magdalena yang  akan  dihukum  rajam  (lempar  batu)  karena
kedapatan sedang berjina? Yesus dengan kewibawaanya berkata:
“Siapa  yang  tidak  mempunyai;  dosa  silakan  lempar  batu
dahulu!”

Kebimbangan  itu  pada akhirnya sampai pada puncaknya ialah,
mula pertama  dengan  tidak  meyakini  peranan  Bunda  Maria
sebagai  perantara  manusia  kepada  Allah  Bapa  dan  Allah
Putera. Jadi imanku Katolik saya  kurangi  dengan  dosaasal,
pembaptisan  bayi,  peranan  Bunda Maria. Bolehlah dikatakan
saya sudah menjadi Protestan secara praktis.

Hal itu memang benar, jika saja proses. itu berhenti  sampai
di  sini  saia.  Tetapi  proses  ini berkembang dengan tidak
meyakini lagi pada diri saya bahwa Yesus itu Allah, walaupun
saya tetap meyakini bahwa Kristus adalah Guru yang baik.

Soal  Trinitas  dan  lain-lainnya  dapat  Saudara  baca pada
bagian karangan saya yang berjudul: “Siapakah  Juru  Selamat
Dunia?,”  yang dimuat bersama-sama serial ini. Perlu kiranya
saya tambahkan bahwa buku: “Yesus Kristus dalam Al Quran dan
Mohammad  dalam  Bijbel,”  karya Drs. Hasbullah Bakri, telah
mendorong saya dan membantu studi tentang masalah  ketuhanan
Yesus.

===================================================================
kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen
===================================================================

Putusan Terakhir

Memang  tidak  mudah  untuk  mengambil  keputusan  terakhir,
lebih-lebih jika ini menyangkut soal iman. Pada  studi  saya
lebih  lanjut  disamping  saya  sampai pada kesimpulan bahwa
Yesus bukan pribadi Allah, sampai juga saya mengimani  bahwa
Muhammad itu adalah Nabi Utusan Allah.

Sebetulnya  dengan  ini saya sudah menjadi orang Islam dalam
batin. Saya seorang yang  dalam  mengambil  keputusan  tidak
begitu  tergesa-gesa,  segi-segi  saya  pertimbangkan dengan
betul.

Dalam awal tahun  1977,  saya  pergi  ke  Lampung  menghadap
orang-tuaku  untuk  mohon doa restu. Keputusanku sudah bulat
pada waktu itu ialah: “masuk Islam.” Teringatlah  saya  akan
sabda   Yesus   “Carilah  dulu  Kerajaan  Allah  dan  segala
kebenarannya yang  lain  akan  diberikan  sebagai  tambahan”
(Mateus 6: 33).

Ujian  pertama,  ialah  kemarahan  orang  tuaku, ibuku marah
dengan sangat begitu mendengar keputusanku.    Saya:  pulang
dari rumah ibu dengan hati yang berkeping-keping. Di Jakarta
saya istirahat beberapa hari. Dan akhirnya saya bisa bertemu
dengan  Bapak  Mollammad  Natsir gelar Datuk Sinaro Panjang.
Beliau  sekarang  menjabat  sebagai   Ketua   Dewan   Dakwah
Islamiyah  Indonesia  Pusat.  Akhirnya dengan bantuan beliau
saya berkuliah  untuk  memperdalam  Agama  Islam  pada  IAIN
“Sunan Kalijogo,” Fakultas Ushuludin Yogyakarta.

Keputusanku  masuk Islam kutuangkan dalam Pernyataan didepan
Bapak Syamsuri Ridwan, Kepala Dep. Agama  Kab.  Banyumas  di
Purwokerto  disaksikan  oleh:  AK. Ansori, Somad, Moh. Tohar
BA, tgl. 14 Januari 1977. Perpisahan dengan  Gereja  Katolik
bukan  berarti  perpisahan dengan Yesus atau Isa a.s. Guruku
yang pengajarannya kukagumi.

Selamat tinggal Gereja Katolik saya  merasa  berhutang  budi
kepadamu  karena  engkau  telah  mendewasakan  pribadiku dan
mengembangkannya. Seminggu setelah aku  mengambil  keputusan
ini, aku masih tetap menangis. Bukan menangis menyesal telah
mengambil  keputusan  yang  engkau   anggap   salah,   namun
perpisahan  dengan  engkau  almamater yang telah sekian lama
aku  berkecimpung  di   dalamnya   cukup   mengharukan   dan
menyedihkan hatiku.

Walaupun pengajaran-pengajaranmu banyak yang tidak kupercaya
lagi namun aku ingin menjadi sahabatmu yang  baik,  walaupun
aku sudah dalam biduk lain.

Akhir  tulisan  saya, saya ingin minta maaf kepada para Wali
Gereja Katolik  terlebih-lebih  Bapa  Uskup  Alb.  Hermelink
Gentiaras   SCY,   bekas   Uskup  Tanjungkarang,  Mgr.  P.S.
Harjosumarto MSC, Uskup Purwokerto, para Pastor  yang  telah
mengenal  saya,  sesama rekan Guru Agama dan saudara-saudara
yang  beragama  Katolik,  barangkali  saya  dianggap   telah
mengambil  keputusan  yang  sesat. Namun keputusan itu telah
saya ambil dalam kedewasaan pribadi, waktu yang lama,  studi
yang   mendalam   dan   doa   kepada  Tuhan.  Akhirnya  saya
mengucapkan selamat tinggal.

===================================================================
kumpulan cerita kristen – kisah kristen – dongeng kristen – cerita-cerita hari kristen – kisah-kisah hari kristen – dongeng-dongeng kristen
===================================================================

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: