• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,311,531 hits

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

================================

Siapa Sebenarnya Juruselamat Dunia?

oleh Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto

Perjalanan seorang mahasiswa kateketik Katolik yang akhirnya memeluk agama Islam.

——————————————–

Sambutan Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam
Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta

Assalamu’alaikum wr. wb.

Setelah saya membaca sekilas  lintas  tulisan  Saudara  Y.B.
Sariyanto  Siswosoebroto,  seorang  bekas Guru Agama Katolik
yang telah masuk Islam, dengan judul: “Siapakah Juru Selamat
Dunia,”  saya menyampaikan penghargaan kepada penulis. Sebab
dengan tulisan tersebut para pembaca akan bertambah memiliki
alat guna menyingkapkan kebenaran yang oleh usaha/fihak lain
sengaja hendak disembunyikan dan dikaburkan.

Sebenarnya, umat Islam  dengan  kitab  Sucinya  (Al  Quranul
Karim),  sudah  tertanam  iman dalam dada mereka, bahwa Nabi
Muhammad  s.a.w.  adalah  Rasulullah  yang   terakhir   yang
memancarkan   nur   Ilahi   keseluruh  penjuru  dunia,  guna
menyelamatkan umat manusia  dari  kegelapan  dan  kehancuran
akhlaq;  disamping  adanya  iman  terhadap  Nabi  dan  Rasul
sebelum Muhammad s.a.w. tanpa  membeda-bedakan  antara  satu
dan yang lain.

Namun demikian, kiranya tulisan ini ada manfaatnya bagi para
pembacanya  dan   semoga   mendapat   sambutan   sebagaimana
mestinya.

Terima kasih.
Wassalam wr. wb.

Yogyakarta, 12 Mei 1977
Kepala,
ttd

Drs. M. Sholeh Harun

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

STRUKTUR ORGANISASI GEREJA KATOLIK

Sri Paus dan Negara Vatikan

Menurut kepercayaan dalam Agama Katolik, maka kepala  Gereja
adalah  Sri  Yesus  yang  dalam bentuk nampak sehari-hari di
dunia diwakili oleh Sri Paus. Jadi  Sri  Paus  adalah  Wakil
Yesus   Kristus   sebagai   Kepala  Gereja.  Gereja  Katolik
mendasarkan hal ini pada  ayat  dalam  Injil  Mateus  16:18:
“Petrus, engkau adalah batu karang; di atas karang padas ini
akan  kudirikan  Gerejaku.   Kuasa   mautpun   tidak   dapat
mengalahkannya.”  Jadi menurut tradisi Gereja Katolik Petrus
diakui sebagai Paus yang Pertama.

Pelantikan  Petrus  sebagai  Paus  yang  pertama,   kemudian
diikuti  juga  dengan penugasannya yang tertera dalam dialog
Yesus  dan  Petrus  seperti  ditulis  dalam  Injil   Yohanes
21:15-19,  dimana Sri Yesus bertanya: “Petrus, apakah engkau
mengasihi Aku lebih  dari  yang  lain?”  Jawab  Petrus:  “Ya
Tuhan,  Tuhan mengetahui bahwa hamba mengasihi Tuhan.” Yesus
berkata:  “Gembalakanlah   segala   dombaku.”   Dialog   itu
berlangsung sampai tiga kali dengan kata-kata yang sama.

Gereja  Protestanpun mengakui bahwa Sri Yesus Kristus adalah
Kepala Gerejanya, tetapi  tidak  mengakui  kekuasaan  Petrus
sebagai Paus pertama dan dengan demikian juga tidak mengakui
penggantinya sampai yang sekarang.

Semenjak Petrus sebagai  Paus  pertama  sampai  kepada  Paus
Paulus  VI  terdapat 263 orang Paus. Jadi Sri Paus Paulus VI
adalah Paus yang ke 263. Bagaimana cara memilib nama seorang
Paus?  Seorang  Kardinal  yang  terpilih  menjadi Paus bebas
memilih namanya. Jika dia memilih nama Yohanes, maka dilihat
dalam  daftar para Paus nama itu sudah dipakai oleh 23 orang
Paus terdahulu, maka Paus yang sekarang  bergelar  Sri  Paus
Yohanes ke XXIV. Jika dia memilih nama Pius, sedang nama itu
pernah dipakai oleh 12 pendahulunya, maka dia bergelar  Paus
Pius  XIII;  jika  pengganti  Paus  Paulus  VI  memilih nama
Paulus, maka dia bergelar  Sri  Paus  Paulus  VII,  demikian
seterusnya.

Gelar-gelar   Sri   Paus   adalah:  Kepala  Gereja  Katolik.
pengganti Petrus, Primas (Pangeran)  Gereja  Katolik,  Uskup
kota Roma, Kepala Negara Vatikan.

Dalam  urusan  dunia  Sri Paus adalah Kepala Negara Vatikan;
Vatikan adalah negara kota seperti  Singapura  atau  Monaco,
yang  luasnya  44 Ha. Didalamnya terdapat jalan raya, 2 buah
Gereja besar diantaranya basilika  St.  Petrus,  istana  Sri
Paus    cita   del   Vatikano,   gedung-gedung   Kementerian
(Konggregasi)  yang  berjumlah  10  dan  sebuah  Universitas
Kepausan Gregorian. Vatikan sebagai negara terletak ditengah
kota Roma (Itali) tetapi lepas dari pengaruh negara Italia.

Negara Vatikan mulai berdiri semenjak abad ke  VIII,  tetapi
kemudian  oleh gerakan Persatuan Itali Raya dibawah pimpinan
Garibaldi dicaplok dan dijadikan bagian  dari  Negara  Itali
Raya  semenjak  tahun 1871. Jadi semenjak tahun itu Sri Paus
hanya menjadi  kepala  Gereja  saja,  bukan  seorang  Kepala
Negara  yang  berdaulat dan merdeka; bahkan dia lalu menjadi
warga negara Italia. Usaha  ke  arah  pemulihan  kemerdekaan
terus  diusahakan  dan  baru  tahun  1929  berhasil  ditanda
tangani Perjanjian Veteranen antara Sri  Paus  Pius  XI  dan
Benedicto  Musolini  pemimpin  Negara Itali waktu itu. Dalam
Perjanjian  itu  ditegaskan  bahwa   kedaulatan   Sri   Paus
dikembalikan  dan  diakui  oleh  Itali  sebagai  negara yang
merdeka lepas dari Itali. Semua  milik  Gereja  yang  pernah
disita dikembalikan.

Negara  Vatikan  juga  disebut  Negara  Gereja.  Dan sebagai
negara, maka Vatikan juga mempanyai  alat-alat  perlengkapan
sebagai   negara.   Terdapat  10  Kementerian  yang  disebut
Konggregasi misalnya Konggregasi Suci Kepausan untuk  urusan
ibadat  Suci,  Konggregasi Kepausan untuk urusan orang-orang
Kudus, dan lain-lain. Untuk urusan luar negeri  diurus  oleh
Seketariat  Negara.  Sebagai  suatu negara maka Vatikan juga
mempunyai Duta Besar di negara lain, yang disebut Pro Nuncio
atau Nunciatur; dan juga negara lain ada juga yang mempunyai
Duta Besar Vatikan; Kedutaan Besar Vatikan di  Indonesia  di
Jalan Medan Merdeka Timur, sedang pada waktu ini (1977) yang
menjabat Nunciatur adalah Mgr. (di baca Monsinyur) Vincentio
Varargo,  sedang  duta  Besar  kita  di  Vatikan  adalah RM.
Soebadio. Vatikan juga mempunyai gedung penjara yang praktis
tidak   pernah   digunakan.  Mata  uang  dan  perangko  juga
diterbitkan. Dengan demikian maka Vatikan  memang  merupakan
suatu negara dalam arti yang sesuugguhnya.

Pakaian  kebesaran  Sri  Paus  adalah;  tiara  yaitu mahkota
berlapis tiga yang melambangkan bahwa Sri Paus  di  samping
seorang  Raja,  juga  dalam  memerintah mewakili Allah Bapa,
Putra dan Roh Kudus. Lalu  Cincin  bergambar  Petrus  sedang
menjala  ikan  yang  melambangkan  bahwa Sri Paus meneruskan
pekerjaan Petrus. Tongkat melambangkan bahwa  karya  gembala
seperti  ditugaskan  Sri  Yesus kepada Petrus memang sungguh
diteruskan. Kasula merah, lambang Sri Paus sebagai Guru yang
rela  mengorbankan  hidupnya  (merah warna darah). Sri Yesus
menurut  kepercayaan  orang  Kristen,  baik  Katolik  maupun
Protestan  berfungsi sebagai: Raja, Guru dan Gembala. Fungsi
ini tampak dalam pakaian kebesaran Sri Paus.

Bagaimana cara pemilihan Paus?  Pada  zaman  dulu, pemilihan
Paus  selalu  mengikut  sertakan  Kaisar, Kepala Negara yang
beragama  Katolik   di   samping   para   Kardinal   sebagai
pembantu-pembantu  Paus.  Namun kebiasaan itu hapus semenjak
abad ke XVI. Dan mulai waktu itu  maka  pemilihan  Sri  Paus
hanya  diikuti oleh para Kardinal saja. Jika terdengar kabar
bahwa Sri Paus meninggal dunia,  maka  semua  Kardinal  dari
seluruh  dunia menuju ke kota Roma (Vatikan) tanpa diundang.
Disana mereka bersidang dalam  ruang  tertutup.  Dan  selama
sidang para Kardinal dilarang berhubungan dengan dunia luar.
Sidang dipimpin  oleh  Kardinal  yang  tertua  dibantu  oleh
Kardinal termuda dalam usia. Selain para Kardinal hadir juga
Sekretaris  Negara  Vatikan  yang  biasanya  bukan   seorang
Kardinal.

Tempat duduk para Kardinal merupakan kursi gantung yang bisa
dinaikkan  dan  diturunkan.  Kursi   gantung   itu   disebut
baldakim.  Kaki para Kardinal tidak menyentuh tanah, sebagai
lambang  bahwa  masalah  duniawi  (ras,  bangsa,   pandangan
politis)  tidak  akan  dijadikan  bahan  pertimbangan  dalam
memilih Paus. Warna baldakim-pun  bermacam-macam;  ada  yang
berwarna  merah,  ada  yang  berwarna  kuning  dan  ada yang
berwarna hijau.  Kardinal  yang  duduk  di  baldakim  merah,
artinya  Kardinal  yang  diangkat  oleh  Paus yang baru saja
meninggal dunia. Baldakim yang  berwarna  kuning  disediakan
untuk para Kardinal yang diangkat oleh Paus sebelumnya lagi,
jadi  dengan  demikian  berarti  Kardinal  yang  duduk  pada
baldakim kuning pernah dua kali mengikuti pemilihan Paus dan
baldakim yang berwarna hijau untuk para Kardinal yang pernah
mengikuti pemilihan Sri Paus sampai tiga kali, jadi diangkat
oleh Paus yang memerintah  dua  periode  sebelum  Paus  yang
meninggal  ini.  Lazimnya  tidak  ada Kardinal yang duduk di
baldakim hijau. Pernah pemilihan Paus didalamnya  tidak  ada
Kardinal  yang  duduk  di  baldakim  merah, karena Paus yang
meninggal  baru  3  hari  menduduki  tahta,  belum   sempat
mengangkat  Kardinal,  bahkan  para Kardinal yang memilihnya
belum semua pulang ke negerinya. Yang sudah pulang dan  baru
sampai  dipertengahan  jalan  dan  mendengar bahwa Paus yang
baru dipilih 3 hari yang lalu meninggal, cepat-cepat kembali
ke Vatikan lagi.

Sementara   pemilihan   Paus  berlangsung,  di  luar  gedung
pemilihan telah berkumpul umat Katolik yang ingin mengetahui
hasil  pemilihan  Paus  Jika pemilihan tidak memenuhi syarat
yang  ditentukan  misalnya  Kardinal  yang  mendapat   suara
terbanyak  belum  mencapai  prosentase yang ditentukan, maka
pemilihan  dianggap  belum  berhasil  dan  diulang  kembali.
Kertas  pemungutan  suara  dikumpulkan  dan  dibakar  dengan
jerami basah. Dari cerobong yang dapat dilihat  oleh  rakyat
yang menunggu di luar tampak asap hitam. Umat di luar gedung
pemilihan tahu bahwa pemilihan belum  berhasil.  Jika  sudah
berhasil  maka kertas pemilihan dibakar dengan jerami kering
sehingga asap putihlah yang keluar dari dalam cerobong.

Begitu Paus baru terpilih, maka semua Kardinal menarik  tali
baldakimnya   sehingga   baldakim  menyentuh  tanah,  sedang
Kardinal yang terpilih sebagai Paus  menarik  tali  baldakim
bukan  ke  bawah  tetapi  keatas;  ini sebagai lambang bahwa
kedudukan mereka sekarang berlainan tidak lagi sejajar. Para
Kardinal  yang  tak  terpilih  bersujud menyatakan kesetiaan
mereka kepada hasil pilihan dan Paus terpilih. Kemudian Paus
terpilih  memberikan  berkatnya  yang  pertama sebagai Paus.
Paus terpilih dengan diantar oleh pimpinan sidang, yaitu dua
Kardinal  yang  tertua  dan  yang  termuda  serta Sekretaris
Negara membuka jendela di  mana  rakyat  yang  berkumpul  di
lapangan  St.  Petrus  bersorak-sorak:  “Viva il Santo Papa!
Viva il Santo Papa! (Hidup Santo Bapa, Hidup Santo Bapa).

Kardinal yang tertua, yang memimpin sidang, kecuali jika dia
sendiri  yang  terpilih  menjadi  Paus, maka pimpinan sidang
yang lain yakni yang Kardinal  termuda,  mengenalkan  kepada
rakyat    banyak   yang   kebanyakan   umat   Katolik   itu:
“Saudara-saudara, Yang Mulia Kardinal … dari  Negara  …,
telah  terpilih  menjadi  Paus baru dan beliau memilih nama:
Sri Paus … Rakyat  kemudian  bersujud  dan  Paus  terpilih
memberikan berkat kepausannya yang kedua.

Menurut  pengajaran  Gereja  Ratolik,  maka  Sri  Paus tidak
mungkin sesat dalam menetapkan hukum yang berhubungan dengan
masalah  Agama. Surat edaran Sri Paus yang menerangkan suatu
masalah disebut Ensiklik.  Biasanya memang  setiap  Ensiklik
Sri  Paus  selalu  diterima dengan penuh ketaatan oleh dunia
Katolik. Namun berbeda dengan Ensiklik  Humanea  Vitae  yang
dikeluarkan  oleh  Sri  Paus  Paulus  VI sempat menggegerkan
dunia, bukan saja dunia Katolik tetapi dunia  pada  umumnya:
sebab untuk pertama kalinya Ensiklik Paus mendapat tantangan
yang begitu hebat dan berakibat kewibawaan Sri Paus  merosot
dimata  dunia.  Ensiklik  Humanea Vitae itu menegaskan bahwa
masalah  pengaturan  kelahiran  hanya  diperbolehkan  dengan
metode  pantang-berkala,  sedang  metode  yang  lain ditolak
karena tidak sesuai dengan martabat manusia. Para  Uskup  di
Negeri  Belanda  minta agar Ensiklik itu dicabut. Para Uskup
di Indonesia dalam sidangnya memberikan penjelasan  Pastoral
tentang  Ensiklik Humanea Vitae menjelaskan; “Bahwa Ensiklik
itu  lahir  setelah  penyelidikan  yang  cukup  lama  dengan
penelitian  yang  biayanya  tidak  sedikit, serta banyak doa
yang diarahkan untuk maksud itu. Maka bagaimanapun  Ensiklik
itu  wajib kita hormati. Kepada saudara yang dengan terpaksa
menjalankan  dengan  metode  yang   menyimpang   dari   yang
dianjurkan  oleh  seruan  Sri  Paus,  maka  masalahnya harus
dibicarakan antara suami isteri dengan sikap  yang  dewasa.”
Namun para Uskup tidak membenarkan usaha-usaha yang bersifat
perkosaan terhadap martabat  manusia,  misalnya  pengguguran
dan pemandulan tetap.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

Uskup

Lain halnya dengan Kardinal, maka Uskup tidak boleh di sebut
pembantu  Paus;  sebab  pada hakekataya Paus juga Uskup kota
Roma. Dalam tradisi Gereja Katolik, maka setiap Uskup  harus
sumpah setia dan tunduk dibawah pengganti Petrus yaitu Paus.

Kita  mengenal  istilah  Uskup  Agung dan Uskup, seolah-olah
Uskup Agung membawahi Uskup. Setiap Uskup (Uskup  Agung  dan
Uskup  biasa)  bertanggung  jawab  langsung kepada Sri Paus,
namun mereka adalah Kepala Daerah otonom. Memang Uskup Agung
merupakan  koordisnator para Uskup di dalam wilayah Propinsi
Gerejani

Jika suatu daerah dinilai belum dewasa sehingga belum diberi
pemerintahan  sendiri  (hirarkie gereja), maka di daerah itu
belum ada Keuskupan Agung atau Keuskupan. Untuk daerah  itu,
seperti Indonesia sebelum tahun 1961, dibentuk Vikariat atau
Prefektur,  yang  dikepalai  oleh  seorang  yang  berpangkat
Uskup.  Bedanya  Keuskupan (dan atau Keuskupan Agung) dengan
Vikariat atau Apostolik ialah:  bahwa  Uskup  yang  memimpin
sebuah Keuskupan bertindak atas nama dirinya sendiri, sedang
Uskup yang memimpin Vikariat Apostolik bertindak  atas  nama
Sri Paus.

Karena  pangkat  Uskup  harus  dikaitkan dengan nama daerah,
maka Uskup yang tidak memimpin sebuah Keuskupan, yaitu  jika
dia  memimpin  sebuah  Vikariat  atau  tugas  lain  misalnya
sebagai Duta Besar, maka  dia  diberi  sebutan  tituler  dan
dikaitkan  dengan  nama  daerah, yang biasanya daerah sebuah
Keuskupan kuno yang sekarang telah musnah. Misalnya  sebelum
tahun  1961,  belum  ada  Keuskupan  Agung  Jakarta yang ada
Vikariat Apostolika de Jakartae; maka juga tidak  ada  Uskup
Agung Jakarta; pimpinan Vikariat Jakarta diberi gelar: Uskup
Agung tituler Trisaba mewakili Sri Paus memimpin Vikariat de
Apostolika  de  Jakartae.  Semarang:  pada waktu Uskup Agung
tituler   Danaba.   Purwokerto:   Uskup   tituler   Balburu.
demikianlah,  keadaan  sebelum tahun 1961. Setelah pemberian
hirarkie Gereja di Indonesia sesuai dengan Dekrit  Sri  Paus
Acta  Apostolicae Sedis LIII hal. 244; tgl. 14 Januari 1961,
maka lalu muncul Keuskupan Agung dan Keuskupan di Indonesia,
maka  dengan  demikian  dikenal jabatan Uskup Agung Jakarta,
Uskup Agung Semarang dan lain-lain.

Uskup tituler juga diperuntukkan bagi Uskup yang tidak aktif
lagi   menjalankan   fungsinya   sebagai   pemimpin   Gereja
(pensiun), misalnya Mgr. Adrianus Djajaseputro S.J.  sewaktu
memimpin  Vikariat  Jakartae  bergelar  Uskup  Agung Tituler
Trisaba; dan sekarang setelah tidak memimpin Keuskupan Agung
Jakarta  lagi,  maka  beliau  bergelar  Uskup  Agung tituler
Bolsena. Pada waktu  Mgr.  Pius  Batubara  menjabat  sebagai
Uskup  Muda/Uskup  Pembantu  Keuskupan  Agung  Medan  beliau
bergelar: Uskup tituler  Ubaba.  Pada  waktu  dulu,  jabatan
Uskup  selalu  dipangku  untuk  masa seumur hidupnya, tetapi
semenjak Paus Paulus VI menetapkan bahwa  Uskup  yang  sudah
berusia  75  tahun  boleh  mengajukan  permohonan  non aktif
(pensiun). Jabatan Uskup bisa pensiun, tetapi  pangkat  yang
melekat  karena  tahbisan (pelantikan) dibawa mati. Itu pula
sebabnya pakaian  kebesaran  seorang  Uskup  yaitu  tongkat,
mahkota,  Injil,  kasula  dibawakan sampai mati. Dan upacara
penguburan seorang Uskup hanya boleh  dilakukan  oleh  Uskup
juga.

Uskup  diangkat  oleh  Sri  Paus dari 3 calon yang diusulkan
oleh Dewan Keuskupan. Namun Sri Paus bebas  juga  mengangkat
calon  lain,  namun  hal  yang  demikian  itu  jarang sekali
dilakukan. Dalam keputusan Sri Paus selalu disebutkan  bahwa
Pastor  yang diangkat menjadi Uskup, pentahbisannya (upacara
pelantikannya) boleh meminta kepada seorang Uskup yang lain.
Pakaian  kebesaran  Uskup  sama dengan pakaian kebesaran Sri
Paus hanya berbeda dalam  warna  saja,  dan  tingkatan  yang
lebih  rendah  misalnya  mahkotanya  bukan  tiara bertingkat
tiga.

Dalam melaksanakan  pekerjaan  seorang  Uskup  dibantu  oleh
sebuah  Staf  yang  biasanya  terdiri  dari Vikaris Jenderal
(Wakil) bisa disebut juga Vikaris Epikopus (Wakil Uskup) dan
biasanya  hanya  seorang,  tetapi  Keuskupan  Agung Semarang
mempunyai 4 orang  Wakil  Uskup;  yang  setiap  Wakil  Uskup
membawahi bagian dari daerah Keuskupan itu, yakni: Semarang,
Magelang, Yogyakarta dan  Surakarta.  Selain  Vik.Jen.  atau
Vik.  Ep.  Uskup  juga  dibantu oleh seorang Sekretaris yang
biasanya dijabat oleh seorang  Pastor.  Beberapa  Delegatus,
yang   mengurus  suatu  bidang,  misalnya  Delegatus  Sosial
(Del.Sos.), Delegatus Pendidikan (Del.Pen.)  dll,  merupakan
suatu Staf yang membantu Uskup.

Daerah Keuskupan terbagi atas beberapa Paroki yang dikepalai
oleh seorang Pastor Paroki; mungkin dibantu oleh Pastor lain
mungkin juga tidak.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

Konferensi Uskup Nasional

Walaupun  setiap Uskup langsung bertanggung jawab kepada Sri
Paus dan daerahnya adalah otonom dan berdaulat penuh,  namun
Uskup  yang  bertempat  tinggal  di  satu  negara  mempunyai
persoalan yang sama dalam hal hidup  di  negara  yang  sama.
Maka   Uskup-Uskup   tersebut  membentuk  suatu  Sekretariat
Bersama yang untuk Indonesia disebut  MAWI,  singkatan  dari
Majelis Agung Wali Gereja Indonesia berkantor di Jalan Taman
Cut Mutiah No. 6 Jakarta.

Ini bukan berarti bahwa MAWI  merupakan  lembaga  di  antara
Paus  dan  Uskup.  Uskup  berdaulat penuh atas daerahnya dan
setiap  5  tahun  sekali   masing-masing   Uskup   mempunyai
kewajiban  menghadap  Sri Paus. Kunjungan wajib ini disebut
“ad limina.” Di Indonesia terdapat 33 orang  Uskup  sehingga
dengan  demikian  dapat  dipastikan bahwa setiap tahun pasti
ada Uskup dari Indonesia yang menghadap Paus.

MAWI setiap takun mengadakan Konferensi Para Uskup, biasanya
menjelang  akhir tahun. Selain membicarakan beberapa masalah
juga dipilih Presidium MAWI yang baru. Presidium  MAWI  yang
sekarang, diketuai oleh Yustinus Kardinal Darmoyuwono, Uskup
Agung Semarang, dan  2  orang  Wakil,  yakni  Mgr.  Dr.  Th.
Lumanauw  Pr.  Uskup  Agung  Ujung  Pandang dan Mgr. Donatos
Djagom SVD, Uskup Agung Ende;  Sekretaris  Jenderal  dijabat
oleh  Mgr. Dr. Leo Sukoto SJ, Uskup Agung Jakarta; Bendahara
oleh Mgr. P.S. Hardjosoemarto, MSc. Uskup Purwokerto.

Pekerjaan  Sekretariat  MAWI  dipimpin  oleh   seorang   Pro
Sekretaris. Pada MAWI ada bagian-bagian yang mengurusi suatu
masalah, yang  disebut PWI (Panitya Wali Gereja  Indonesia),
misalnya   PWI   Sosial,  PWI  Liturgi,  PWI  Seminari,  dan
lain-lain  yang  jumlahnya  disesuaikan  menurut  kebutuhan.
Selain  itu  juga ada bagian-bagian seperti Bagian Keuangan,
Bagian Pendidikan, dll.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

Hirarkie Gereja Katolik Di Indonesia

Seperti  diuraikan  di  atas  bahwa  sebelum  th.  1961   di
Indonesia  belum ada Keuskupan Agung dan ke uskupan yang ada
ialah  Vikariat  Apastolik  (Perwakilan  Takhta  Suci)  atau
Prefektur  Apostolik.  Dengan Dekritnya tgl. 3 Januari 1961,
Acta Apostolicae Sedis LIII (l961) hal: 244 Sri Paus Yohanes
XXIII  memberikan  hirarkie  Gereja kepada Gereja Katolik di
Indonesia.

Menteri Agama RI dengan surat keputusan No. 89  tanggal:  13
Desember   1965;   atas  usul  Kepala  Biro  Urusan  Katolik
Departemen  Agama  (sekarang  Direktorat  Jenderal)  No.  B.
IX/I/7/616   tgl   10   Februari  1965  dan  usul  MAWI  No.
A/12174/211/00, tanggal 2 Oktober 1964 telah menetapkan:

1. Merobah nama Vikariat  dan  Prefektur  Apostolik  menjadi
Keuskupan  Agung  dan Keuskupan, kecuali Prefektur Apostolik
Sibolga, dan juga Prefektur Weetebula.

2. Menetapkan pembentukan hirarkie baru bagi Gereja  Katolik
di Indonesia sebagai berikut:

a.  Keuskupan Agung Semarang: meliputi wilayah-wilayah bekas
Vikariat Apostolik  Semarang,  Keuskupan  Purwokerto  (bekas
V.A.  =  Vikariat  Apostolik Purwokerto), Keuskupan Surabaya
(bekas V.A, Surabaya), Keuskupan Malang (bekas V.A. Malang).

b. Keuskupan Agung  Jakarta:  meliputi  wilayah  bekas  V.A.
Jakarta,  Keuskupan  Bandung (bekas V A. Bandung), Keuskupan
Bogor (bekas V.A Bogor).

c. Keuskupan Agung Pontianak: meliputi  wilayah  bekas  V.A.
Pontianak,  Keuskupan Banjarmasin (bekas V. A. Banjarmasin),
Keuskupan  Samarinda  (bekas  V.A.   Samarinda),   Keuskupan
Sintang  (bekas  V.  A.  Sintang), Keuskupan Ketapang (bekas
V.A. Ketapang).

d.  Keuskupan  Agung  Medan:  meliputi  bekas  V.A.   Medan,
Keuskupan   Palembang   (bekas  V.A.  Palembang),  Keuskupan
Pangkalpinang   (bekas   V.A.   Pangkalpinang),    Keuskupan
Tanjungkarang  (bekas  V.A. Tanjungkarang), Keuskupan Padang
(bekas V.A. Padang) dan Prefektur Apostolik Sibolga.

e. Keuskupan Agung Ende: meliputi bekas  Vikariat  Apostolik
Ende,  Keuskupan Larantuka (bekas V.A. Larantuka), Keuskupan
Ruteng (bekas V.A. Ruteng), Keuskupan  Atambua  (bekas  V.A.
Atambua),   Keuskupan  Denpasar  (bekas  Prefekur  Apostolik
Denpasar) dan Prefekur ApostolikWeetebula.

f. Keuskupan Agung  Makasar:  meliputi  bekas  VA.  Makasar,
Keuskupan  Manado  (bekas V.A. Manado) dan Keuskupan Amboina
(bekas V.A. Amboina) dalam bagian lain  dalam  S.K.  Menteri
Agama  itu disebut bahwa mempunyai daya surut 3 Januari 1961
sesuai Keputusan Sri Paus.

Dalam perkembangan selanjutnya, Sri Paus membentuk  propinsi
Gerejani  di  Irian  Jaya,  yakni:  Keuskupan Agung Merauke,
Keuskupan Agats-Asmat,  Keuskupan  Manokwari  dan  Keuskupan
Jayapura.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

Keuskupan di Indonesia

Di  Indonesia  terdapat  7 Keuskupan Agung dan 26 Keuskupan,
yakni:

1. Keuskupan Agung Jakarta: di bawah  pimpinan  Uskup  Agung
Mgr.  Leo  Sukoto  S.J.  meliputi daerah DKI Jaya, Kabupaten
Tangerang dan Kabupaten Bekasi.

2. Keuskupan Bogor: Uskup Mgr. Drs.  Ignatius  Harsono  Pr.,
meliputi   wilayah   Kabupaten:  Bogor,  Sukabumi,  Cianjur,
Serang, Pandeglang dan Lebak.

3. Keuskupan  Bandung:  Uskup  Petrus  Arntz  OSC.  meliputi
Karesidenan  Priangan  dan  Cirebon,  Kabupaten  Krawang dan
Purwakarta.

4. Keuskupan Agung Semarang: di bawah pimpinan  Uskup  Agung
Yustinus  Kardinal Darmoyuwono Pr., meliputi Ex. Karesidenan
Semarang,  Surakarta,  Pati  (kecuali  Rembang  dan  Blora),
Kabupaten Magelang dan Temanggung, DIY.

5.  Keuskupan  Purwokerto: Uskup Mgr. PS. Hardjosoemarto MSC
meliputi  Ex.  Karesidenan  Pekalongan,  Banyumas  dan  Kedu
(kecuali Magelang dan Temanggung).

6.  Keuskupan  Surabaya:  Uskup  Drs.  Yohanes  Kloster  CM,
meliputi   Ex.   Karesidenan   Surabaya,   Kediri,   Madiun,
Bojonegoro dan Kabupaten Rembang dan Blora.

7.   Keuskupan   Malang:  Uskup  Mgr.  Drs.  FX.  Sudartanto
Hadisumarto  O.  Carm.  meliputi:  ex.  Karesidenan  Malang,
Besuki dan pulau Madura.

8. Keuskupan Agung Medan: di bawah pimpinan Uskup Agung Pius
AG. Datubara OFM. Cap meliputi Propinsi  Aceh  dan  propinsi
Sumatra  Utara,  kecuali Kabupaten Nias, Tapanuli Tengah dan
Tapanuli Selatan.

9. Keuskupan Sibolga: (telah  ditingkatkan  dari  Prefektur)
Uskup   Mgr.  Bernhard  Erich  Willing  OFM.  Cap.  meliputi
Kabupaten Nias, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

10. Keuskupan Padang: Uskup Mgr. Reimondo C.  Bergamin  S.G.
meliputi Sumaters Barat, Riau Daratan dan Kabupaten Kerinci.

11.  Keuskupan  Palembang:  Uskup  J.  Hubertus Soudant SCJ.
meliputi Propinsi Sumatera  Selatan,  Bangkahulu  dan  Jambi
kecuali Kabupaten Kerinci.

12   Keuskupan  Tanjungkarang:  Uskup Mgr, Dr. Andreas Henri
Soesanto SCJ. meliputi propinsi Lampung.

13. Keuskupan  Pangkalpinang:  Uskup  Nicolaas  P.  van  der
Wessten SS.CC. meliputi Bangka, Belitung dan Kepulauan Riau.

14. Keuskupan Agung Pontianak: di bawah pimpinan Uskup Agung
Mgr. Drs. Hieronimus Bumbun SFM.  Cap.  meliputi  Kabupaten:
Pontianak,  Sambas  dan Sanggau, (bag. Utara) semua terletak
di Kalimantan Barat.

15. Keuskupan Sintang: Uskup Mgr. L.  van  de  Boorn  S.M.M.
meliputi  Kabupaten  Sintang  dan Kapuas Hulu (di Kalimantan
Barat).

16. Keuskupan Ketapang: Uskup Mgr. Drs. Gabriel W.  Silekens
C.P. meliputi Kabupaten Ketapang

17.  Prefektur  Apostolik Sekadau, Prefek Mgr, Lukas Spinoso
C.P.  meliputi  Kabupaten  Sanggau  sebelah  selatan  Sungai
Kapuas  dan daerah sebelah utara sungai Kapuas yang termasuk
daerah ex. Karesidenan Sekadau.

18. Keuskupan Banjarmasin: Uskup Mgr Gielmus Demarteau  MSF.
meliputi Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

19.   Keuskupan  Samarinda:  Uskup  Mgr.  Chr.  V.  Weegberg
meliputi Propinsi Kalimantan Timur.

20. Keuskupan Agung Ujung Pandang: di bawah  pimpinan  Uskup
Agung  Mgr  Dr.  Th. Lumanauw Pr, meliputi Propinsi Sulawesi
Tenggara.

21. Keuskupan Manado: Dr. Th. Hubertus  Antonius  JAC  Moors
MSC, meliputi Propinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

22.  Keuskupan  Amboina:  Uskup  And  PC.  Sol MSC. meliputi
Propinsi Maluku.

23. Keuskupan Agung Merauke: di bawah pimpinan  Uskup  Agung
Mgr.  Yohanes  Divenvoorde  MSC, meliputi sebagian Kabupaten
Merauke.

24. Keuskupan Agats-Asmat: Uskup Mgr. Alphonse  Sowada  OSC,
sebagian Kab. Merauke dan Daerah Cicak.

25.  Keuskupan  Jayapura:  Uskup  Mgr. Herman FM Munninghoff
OFM.  meliputi  Kabupaten  Jayapura,   Teluk   Cenderawasih,
Jayawijaya,   Saniai,   Fak-Fak  sebelah  Timur  mulai  kota
Kaimana.

26. Keuskupan Manokwari: Uskup Mgr. Petrus van  Diepen  CSA.
meliputi Manokwari, Sorong dan Fak-Fak sebelah barat

27.  Keuskupan Agung Ende: dibawah pimpinan Uskup Agung Mgr.
Donatus Dagom SVD, meliputi Kabapaten Sikka, Ende dan Ngada.

28. Keuskupan Larantuka:  Uskup  Mgr.  Daritus  Nggawa  SVD,
meliputi  Flores Timur, Pulau-pulau Adonara, Solor, Lembata,
Alor dan Pantar.

29.  Keuskupan  Ruteng:  Uskup  Mgr  Vitalis  Djebarus  SVD.
meliputi Flores Barat.

30.  Keuskupan Atambua: Uskup Mgr. Th. van den Tillaart SVD,
meliputi Kabupaten: Belu dan Timor Tengah Utara.

31. Keuskupan Kupang: Uskup Grehorius Manteiro SVD, meliputi
Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan.

32.   Keuskupan   Weetebula:   (peningkatan  dari  Prefektur
Apostolik) meliputi pulau Sumba  dan  Sumbawa.  Uskup:  Mgr.
Haripranoto SJ.

33. Keuskupan Denpasar: Uskup Mgr. A. Hubertus Thijssen SVD,
meliputi pulau pulau Bali dan Lombok.

Selain itu kita mengenal istilah  Uskup  ABRI  yang  dijabat
oleh  Yustinus  Kardinal  Darmoyuwono  Pr.  Uskup ABRI bukan
merupakan suatu lembaga di bawah  pimpinan  ABRI,  melainkan
Uskup  yang  bertanggung jawab akan rawatan rokhani terhadap
anggota ABRI yang beragama Katolik.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

Tarekat Religius

Kalau kita perhatikan daftar nama  Uskup  di  atas  maka  di
belakang  nama-nama itu kita jumpai singkatan: SJ, SVD, SCJ,
OFM, dll.

Singkatan-singkatan itu adalah menunjukkan  nama  Organisasi
Tarekat  Relegius,  Pimpinan  Tarekat itu biasanya bermarkas
besar di Roma dan disebut Jenderal, sedang wakilnya di  tiap
negara disebut Propincial.

Tarekat  itu  misalnya:  SJ,  (Tarekat  Jesuit),  SVD (Kalam
Allah)  MSC  (Hati-Kudus),   OFM   (Fransiskan),   OFM   Cap
(Fransiskan   Capusin),   O.   Carm   (Ordo   Karmelit),  CM
(Conggregasi Maria) dll.

Seorang Pastor  ketika  akan  ditahbiskan  mengucapkan  kaul
(ikrar: kemiskinan  tidak menguasai harta pribadi), ketaatan
kepada Pimpinan Tarekat dan hidup selibat  (tidak  menikah).
Untuk  Pastor  dari  tarekat  masih  ditambah satu kaul lagi
ialah: taat secara mutlak  kepada  Santo  Bapa  (Sri  Paus).
Untuk  Pastor Praja (Pr) tidak harus berkaul kemiskinan, dan
ketaatannya bukan kepada Pimpinan Tarekat  melainkan  kepada
Uskup setempat.

Perbedaan  Pastor  anggota  Tarekat Religius dg Pastor Praja
ialah:

1.  Anggota  Tarekat  tidak  mengikatkan  kepada   Keuskupan
tertentu,  sedang  Pastor  Praja mengikatkan diri sepenuhnya
kepada Keuskupan tertentu.

2. Praja, adalah bukan nama suatu  tarekat  melainkan  bahwa
Pastor   tersebut   Pastor   yang  tidak  mempunyai  tarekat
(organisasi). Mereka juga mempunyai organisasi UNIO,  tetapi
hakekatnya lain sekali dengan Organisasi Tarekat. UNIO tidak
mempunyai kekuasaan mutlak kepada anggotanya.

3. Keperluan hidup anggota tarekat (makan, pakaian)  menjadi
tanggung  jawab tarekat, sedang kebutuhan untuk melaksanakan
tugas (kendaraan) menjadi tanggung jawab Uskup di  mana  dia
berkarya,  sedang untuk Pastor Praja baik keperluan hidupnya
maupun kebutuhan untuk melaksanakan tugas  menjadi  tanggung
jawab sepenuhnya dari Uskup.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

Direktorat Jenderal Bimasa Katolik

Departemen Agama Rl mempunyai 5 Direktorat Jenderal:

Dir.Jen.  Bimasa  Islam,  Dir.Jen.  Bimasa Kristen, Dir.Jen.
Bimasa Katolik, Dir.Jen Bimasa  Hindu  dan  Budha,  Dir.Jen.
Urusan Haji,  Dir.Jen.   Bimasa   Katolik   adalah  instansi
pemerintah  yang  tidak   ada   hubungan   hirarkie   dengan
Gereja Katolik.

Sebelum  th  1967,  kedudukan  Dir.Jen. Bimasa Katolik belum
ada, Urusan Katolik diurus oleh  Biro  Urusan  Katolik  yang
dipimpin  pada  waktu itu oleh Sp. M J. Oentoe yang kemudian
diangkat  menjadi  Sekretaris  Direktorat  Jenderal   Bimasa
Katolik  pada waktu Biro Urusan Katolik ditingkatkan menjadi
Direktorat Jenderal Bimasa Katolik.

Direktur Jenderal Bimasa Katolik yang pertama ialah  Ibu  B.
Kwari  Sosrosoemarto  sampai  akhir tahun 1974 yang kemudian
diganti oleh Bapak Mayor Jenderal Ignatius Joko Mulyono.

Literatur

1. Ensiklopedi Indonesia.

2. Sejarah  Gereja  Katolik  lndonesia,  jilid  4  tentang:
Pengintegrasian di Alam Indonesia, Dr. M.P.M. Muskens Pr.

3. Riwayat  hidup  Paus Pius X, khususnya tentang tata cara
pemilihan Paus.

4. Kitab Suci Perjanjian Baru, terbitan Departemen Agama,

5. Majalah Bimas Katolik No. 2 Tri Wulan I tahun VIII-1976.

6. Buku Petunjuk Gereja Katolik tahun 1976.

===================================================================

kumpulan cerita natal – kisah natal – dongeng natal – cerita-cerita hari natal – kisah-kisah hari natal – dongeng-dongeng natal

===================================================================

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: