• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,322,382 hits

cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya bagian 6

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

15. Dibuang ke jalan
Menjelang pasukan ditarik dari Aceh, yang kabarnya dilakukan antara 19 dan 20 Agustus 1998, beberapa kejadian menarik terjadi di Aceh. Misalnya, ada empat pria yang hanya mengenakan celana dalam dengan kondisi fisik dan psikis yang buruk, serta tanpa identitas apapun, 12 Maret 1998 pukul 21.00 WIB “dibuang” dari sebuah mobil jeep di dua lokasi di tengah jalan raya Banda Aceh-Medan antara kawasan Syamta-lira Bayu-Geudong, Aceh Utara. Seorang di antaranya, tewas ditabrak sebuah mobil saat lari menyeberang jalan beberapa jam setelah diberi makan dan tempat mengaso oleh penduduk. Peristiwa tersebut disaksikan sejumlah warga Desa Bunot Bayu dan warga Geudong. Warga setempat menduga, keempat pria korban “buangan” itu korban penculikan alias orang hilang yang telah mengalami penyiksaan berat dan keburu dilepas menjelang penarikan pasukan keamanan nonorganik dari Aceh. Beberapa warga sekilas melihat paling sedikit ada empat oknum dalam mobil yang mirip jeep land rover dan tak jelas plat nomor polisinya itu. Setelah menyelesaikan tugasnya membuang “muatan” berupa empat anak manusia itu, dengan tenang mobil tersebut meluncur kembali di jalan raya menuju arah timur Lhokseumawe. Menurut keterangan warga, dua korban pertama dibuang di kawasan Desa Bunot Bayu. Sedangkan dua orang lagi di kawasan jalan tak jauh dari Geudong Samudera. Baik dua korban yang dibuang di Bayu, maupun dua lagi yang dibuang di Geudong, bangkit dan berjalan terhuyung-huyung di jalan raya hingga menarik perhatian orang banyak yang saat itu berada di tepi jalan sekitar dua lokasi kejadian. 13 Agustus 1998 sekitar pukul 01.00 WIB pagi, beberapa pemuda Bunot Bayu melihat ada orang yang berjalan terhuyung-huyung, tak tentu arah, dan berputar-putar di jalan raya yang padat arus lalu-lintas itu.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Maka, para pemuda mendatangi orang tersebut dengan maksud mencari tahu mengapa mereka tampak lemas dan terbingung-bingung. Setelah ditanya ternyata orang itu adalah salah seorang dari dua korban yang dibuang di kawasan Beunot Bayu.Dari profil tubuhnya diperkirakan korban masih muda dan berusia antara 18 sampai 25 tahun. Pemuda Desa Bunot kemudian meminta bantuan salah satu warga desa untuk memberi makan kepada korban yang fisiknya tampak lemah sekali itu. Selagi ia makan, beberapa pemuda –termasuk ibu yang memberinya makan–mengajukan beberapa perta-nyaan menyangkut identitas korban. Meski ditanya siapa nama dan dari mana, ia hanya menjawab singkat, “Matang Peusangan”. Ini adalah nama sebuah ibukota kecamatan di Aceh Utara. Setelah menyebut dua kata itu, korban berteriak berkali-kali, “Jangan setrum saya. Jangan pukul kepala saya pakai pistol, sakiiit, jangan siksa saya lagi,” tangis korban tersedu-sedu dan histeris, sambil memegang kedua kepalanya seraya menunduk. Terkesan ia menghindari sesuatu, seperti layaknya orang yang coba menghindari pukulan beruntun. Wajahnya saat itu kelihatan pucat dan ketakutan, serta tak berani meman-dang wajah orang-orang yang memberinya makan di Desa Bunot. Seuai makan, empat pemuda yang bertugas di Poskamling Langa Bayu memberinya tempat tidur di pos itu. Menjelang subuh, keempat pemuda yang tertidur lelap, terbangun.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Tapi, tak lagi melihat korban di sana. Mereka bergegas mencari korban yang diam-diam meninggalkan Poskamling saat mereka tertidur itu. Mereka menelusuri arah jalan timur dan ke barat karena yakin korban tersebut belum jauh dari Poskamling. Dugaan keempat pemuda itu benar. Tak jauh dari Poskamling, tiba-tiba mereka mendengar suara tabrakan di jalan raya, tapi tak sempat memperhati-kan mobil apa yang melintas dengan cepat. Ternyata yang ditabrak adalah orang yang sedang mereka cari. Peristiwa kecelakaan dan ihwal korban itu dilaporkan kepada petu-gas Polsek Bayu. Korban yang saat itu diperkirakan telah tewas di TKP akibat ditabrak mobil, diangkut ke RSU Lhokseumawe. Hingga 16 Agustus 1998 mayat tak dikenal itu masih terbaring di ruang jenazah RSU Lhokseumawe, kondisinya memprihatinkan. Korban hanya mengenakan sepotong celana dalam, tinggi tubuh ditaksir 160 Cm, kurus ceking. Luka baru akibat tabrakan terlihat mengganga di bagian kepalanya dengan darah yang membeku. Kedua belah siku tangan dan lututnya juga terluka. Keanehan juga tampak pada mayat korban. Sebagian giginya telah rontok. Selain itu, bekas luka-luka lama (sebelum tabrakan) terlihat jelas pada tubuh korban terutama di bagian dada, pipi, dan bagian kedua lengan yang diduga keras, korban sebelum tewas ditabrak telah “kenyang” dengan penganiayaan yang cukup berat. Kantor LBH Yayasan Iskandar-Muda mendapat laporan dari penduduk Bunot tentang “pembuangan” keempat korban tersebut. Yacob Hamzah langsung mengecek ke kamar jenazah RSU Lhokseumawe dan mendapat kepastian dari seorang warga Bunot bahwa korban tewas akibat ditabrak mobil itu adalah salah seorang korban eks “buangan” mobil misterius di Bunot yang sempat diberi makan dan tidur di Poskamling Langa Bunot. Pihak LBH Yayasan Iskandar Muda membuat analisa dari keterangan pendu-duk Bunot serta mencocokkan-nya dengan daftar laporan orang hilang serta sejumlah foto-foto korban orang hilang yang ada di arsip LBH tersebut. Melihat kondisi korban yang tewas dan cerita penduduk tentang tiga korban lain, pihak LBH menduga keempat korban “buangan” dari mobil miterius itu adalah korban penculikan yang telah mengalami siksaan berat dan berada dalam kondisi fisik dan psikis yang amat lemah. Ketua LBH ini juga menyerukan demi kemanusiaan, jika itu adalah korban orang hilang atau penculikan, maka cara-cara “pembuangan” korban yang sedang mengalami sakit psikis dan depresi mental yang berat seperti itu, sama dengan membunuh. “Cara yang lebih manusiawi adalah menyerahkan atau membebaskan mereka dengan cara yang tidak menyakiti lagi,” saran Yacob. Mohd Yacob Hamzah menegaskan, kalau perlu LBH yang dipimpinnya siap menolong korban jika diberitahu keberadaannya dan berjanji menjaga “rahasia” lokasi tempat korban berada. “Demi kemanusiaan, jangan menambah penderita-an korban lagi. Allah akan mengampuni dosa bagi orang yang membantu orang-orang yang teraniaya,” kata Yacob rada religius.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

16. Korban Pembantaian
Sementara itu, di Desa Alu Ie Mirah Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, kuburan massal ditemukan di kawasan Bukit Gantung yang letaknya 15 Km dari Keude Lhok Nibong. Di lokasi itu ditemukan lima korban pembantaian yang diduga dilakukan oknum aparat keamanan pada tahun 1990. “Satu di antara korban ditanam oleh M Sareh dalam kebun coklatnya dan diperkirakan tulangnya masih ada,” ujar Ismail Ali (30), penduduk Alue Ie Mirah. Beberapa warga Desa Alue Ie Mirah mengatakan bahwa mereka pernah melihat para korban dibawa aparat keamanan ke Bukit Gantung, persis di Lorong Cot Puteh. Korban dibawa dengan mata tertutup dan tangan diikat, malah sambil berjalan paksa korban dipukuli. “Kami hanya melihat lima orang saja yang pernah dibawa ke sana,” kata Ismail. Menurut Ismail, warga yakin korban dibu-nuh di Bukit Gantung, sedangkan mayatnya di lempar ke jurang. Tapi, dari lima orang yang dibawa ke sana hanya satu kali terdengar letusan senjata, yang lainnya diduga dibunuh dengan pisau atau justru dicekik. Pendeknya, warga melihat tiap aparat membawa korban ke lokasi itu dan tidak ikut dibawa pulang saat aparat kembali. Malah penduduk menemukan sepasang sepatu yang digantung di pohon oleh aparat setelah pemiliknya dibunuh. “Semua orang tahu dan tanya saja kepada kepala desa,” kata warga. Warga Alu Ie Mirah juga mengatakan bahwa selain para tahanan dari tempat lain dibawa dan dibunuh di Bukit Gantung juga warga desa itu hilang diculik aparat keamanan dan 20 unit rumah penduduk dibakar oknum aparat. Warga desa itu yang diculik antara tahun 1990 lalu masing-masing, M Yusuf (32), Abu Bakar (50), M Aji (16), Pawang Ibrahim (50), Nurdin Ahmad (25), Abdul Majid (35), Abd Mulateb (32), Abdul Manaf (35), Abd Mutaleb Ahmad (45), Abdullah Pawang (55), dan Abdurrahmah (30). Semua korban diculik pada tahun 1990 dan hingga kini belum diketahui nasibnya.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

17. Dipaksa Ikut Membantu Operasi, Lalu Dilibas
Berbagai akal licik dilakoni aparat keamanan untuk memperdaya anggota masyarakat yang dijadikan sasaran selama operasi militer berlangsung di Aceh sejak 1990 hingga 7 Agustus 1998. Modus yang menonjol dilakukan adalah mengajak calon korban dengan dalih ikut membantu operasi menumpas GPK, menjadikan mereka sebagai tameng dalam pertempuran, lalu dihabisi.36 Atau paling tidak, mereka dikondisi-kan untuk tewas tanpa pertanggungjawaban apapun dari aparat mau-pun kesatuannya. Dari hasil klarifikasi kasus, Forum Peduli Hak Asasi Manusia (FP HAM) mencatat praktik-praktik kejahatan seperti itulah yang menimpa banyak warga sipil di pedesaan, mulai dari Kabupaten Pidie, Aceh Utara, hingga Aceh Timur. “Paling sedikit, 25 korban pemban-taian dari 720 pengaduan yang diterima FP HAM tewas dengan modus operandi seperti itu,” ungkap Ketua Pelaksana Harian FP HAM, Ir Abdul Gani Nurdin didampingi Ketua Pokja Investigasi/Advokasi Mukhlis Mukhtar SH. Salah satu kasus yang mereka sebutkan adalah apa yang menimpa Geuchik Hasim Ibrahim (45), warga Bayeun, Aceh Timur. Pada suatu siang di tahun 1990, suami Mariati Salam (35), yang baru punya satu putra, ini didatangi petugas keamanan di rumahnya. Jelas-jelas petugas menyatakan kepada Hasim bahwa perannya sebagai tokoh masyarakat di desa itu amat diperlukan untuk ikut membantu operasi militer menumpas GPK. Meski khawatir akan keselamatan Hasim, tapi istri dan anaknya, Saiful (7), akhirnya merelakan juga lelaki yang mereka cintai itu pergi.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Dua hari berselang, tak ada kabar apakah benar Hasim ikut operasi atau tidak. Tak pula diketahui seberapa besar perannya dalam operasi itu, kalau memang ada. Yang jelas, pada hari ketiga setelah ia dijemput petugas, seorang warga menemukan Hasim sudah jadi mayat di pinggiran desa. Para petugas yang menjemputnya, jangankan menga-ku bertanggung jawab, datang pun tidak untuk, misalnya, sekadar menyatakan duka cita ke rumah Hasim. Dengan dalih “ikut operasi” pula Bransyah, Banta Lidan, dan Bugeh (ketiganya bersaudara) dijemput di rumahnya, lalu dihabisi pada suatu malam di tahun 1994. Warga Desa Maneh, Geumpang, Pidie itu adalah anak, menantu, dan adik dari Denabah yang datang melapor ke FP HAM. Menurut Denabah, yang datang menjemput para korban itu adalah aparat keamanan berbaret merah. Pertama diambil adalah Bransyah, menyusul Banta Lidan, dan Bugeh. Ketika ditanya Denabah mengapa anak, menantu, dan adiknya itu diambil, petugas menjawab tangkas: ikut bantu operasi ABRI! Mereka pun dilepas Denabah dengan harapan bisa kembali dalam keadaan selamat. Tapi, naluri keibuan Denabah akhirnya beralasan bahwa ajakan “ikut operasi” itu hanya dalih. Terbukti, tak jauh dari rumahnya, selagi melintas di Simpang Kene (Geumpang) Bransyah ditembak. Letupan suara bedil terdengar ke rumah Denabah, dan warga pun berhamburan, kemudian menyaksikan tubuh Bransyah terbujur kaku ditembus timah panas. Sedangkan Bugeh, dihabisi dengan cara ditembak di Cot Bate Keling, juga tak jauh dari Desa Maneh, Geumpang. Akan halnya, sang menantu, Banta Lidan, dieksekusi dengan cara lehernya digorok, sampai terpisah kepala dari badan. “Badannya dibuang ke gunung, sedangkan kepalanya dipulangkan ke kampung kami,” ungkap Denabah. Pendek-nya, dalam sehari itu Denabah dan keluarganya yang tersisa, bersama warga desa mengubur tiga mayat. Ia tak habis pikir, mengapa mereka yang semula didalihkan ikut membantu operasi militer, pulangnya sudah jadi mayat dan hanya tinggal kepala. Ismail Mahmud (63), warga Leubok Maneh, Jambo Aye, Aceh Utara yang hanya tamatan SR, juga mengalami nahas pada suatu hari di tahun 1991.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Kala itu, menurut istrinya, Keumala-wati (45), suaminya yang masih kekar itu dijemput sejumlah petugas di rumahnya pada 5 Maret 1991, selagi shalat magrib. Petugas menyatakan, dan itu didengar langsung oleh Keumalawati, suaminya akan dibawa ke Langkahan, masih di Aceh Utara, untuk ikut membantu operasi ABRI menumpas GPK. Sehari di Langkahan, Ismail dibawa aparat ke Rantau Peureulak, katanya, juga untuk membantu operasi selama seminggu. “Tapi, sudah tujuh tahun lebih, suami saya belum dipulangkan. Jangan- jangan sudah meninggal. Tapi, kalau sudah meninggal di mana kubur-nya,” Keumala menggugat. Ada pula korban yang diambil dengan dalih ikut membantu menunjukkan tapal batas desa. Itulah yang menimpa Asy’ari bin Teungku Amin (32), warga Dayah Baroh, Ulim, Pidie, yang diambil 30 April 1991, dan ditemukan jadi mayat pada 4 Mei 1991. Ia dibawa naik mobil dengan dalih perlu bantuan menunjukkan tapal batas jalan. Lalu dibawa ke Pos Sattis Gle Cut, dan sebulan kemudian ditemukan di Desa Geulanggang Ulim sudah jadi mayat dengan luka tembak di tubuhnya. Begitu dikisahkan Aisyah (40), kakak kandung korban. Selain didalihkan ikut operasi, ada pula korban yang dijadikan tameng operasi, sebagaimana dialami Teungku Rahman Ali (70), warga Cot Baroh, Glum-pang Tiga, Pidie. Suatu hari di tahun 1996 ia dibawa ke Pos Sattis Bilie Aron (Rumoh Geudong), ditembak, lalu diobati. Kemudian, disiksa lagi dan dibawa operasi untuk ditempatkan di barisan depan (sebagai tameng tentara) saat menyerang persembunyian aktivis GPK di hutan. Melihat banyak warganya yang diambil dengan dalih ikut operasi dan tak pernah dipulangkan—kalaupun ada dalam bentuk mayat—Syech Asnawi Yah-ya (32), Kades Blang Kulam, Kecamatan Batee, Pidie coba beradu argu-men dengan aparat keamanan. Sebagai pengayom, ia tak ingin warganya terus-terusan diambil tanpa kesalahan yang jelas, kecuali dialasankan ikut membantu operasi. Tapi, adu argumen itu pula yang membuat sar-jana FKIP Jabal Ghafur, Sigli, dan ayah dua anak ini diciduk petugas pada tahun 1991. Lalu dibawa ke jembatan Delima, Pidie. Dipasang tali di lehernya, kemudian disuruh tarik kepada 10 warga. Dalam situasi begitu, petugas menyemburkan peluru ke tubuhnya. Tewas di tempat. “Mayat adik saya itu baru boleh diambil esoknya oleh ibu saya,” lapor abang korban, Syech Baihaqi Yahya kepada Forum Peduli HAM.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

18. Teror Berlebihan Terhadap Korban
Menurut catatan, salah seorang korban perkosaan, Nyak Maneh Abdullah (35) beberapa hari lalu juga sempat mendapat teror dari seorang cuak yang diduga atas suruhan para oknum Kopassus. Waktu itu, rumah Nyak Maneh di Desa Rinti, Mutiara, sempat didatangi sejumlah oknum dengan mobil. Hanya satu orang—TPO alias cuak di Rumoh Geudong bernama Is alias R—yang turun menjumpai Nyak Maneh. Para oknum aparat menunggu di mobil. “Saya ditanya, siapa yang menyuruh melapor ke DPRD,” kata Nyak Maneh. “Saya jawab, saya sendiri yang lapor. Karena banyak orang kampung sudah lapor. Saya tidak takut lagi sekarang.” R menanyakan beberapa pertanyaan lagi dengan nada mengancam. Belakangan diketahuinya, ternyata Kepala Desa (Kades) Rinti setempat juga sudah lebih dulu diinterogasi oleh beberapa oknum aparat yang cukup dikenal oleh Pak Keuchiek. “Saya memang tidak diapa-apakan. Tapi, saya merasa takut juga. Beberapa malam ini saya tidak tidur di rumah,” tambah Nyak Maneh. Pasi Intel Kodim 0102 Pidie Letda Inf Suyanto menegaskan apabila memang ada pelapor yang diteror atau sekadar ditanyai demikian, dipersilakan melapor ke Kodim 0102 Pidie. “Kita tetap menjamin keamanan setiap pelapor. Tak perlu takut,” tegasnya, seperti ketika ia—mewakili Damdim—menegaskan hal itu di hadapan TPF DPR RI di Sigli. “Kalau yang meneror itu oknum aparat, sebaiknya kenali nama, dari pos mana, kalau perlu pangkatnya apa. Supaya gampang kita kita panggil dia,” jelas Suyanto. Sejumlah Pos Sattis (PS) di Pidie, mulai kosong. PS Padangtiji, PS Bilie Aron, PS Kota Bakti, PS Jiem-Jiem, dan PS Pintu I Tiro, terlihat berkemas-kemas berangkat menuju Lhokseumawe. Malah dikabarkan, penghuni PS Tringgadeng dan PS Ulee Glee sudah lebih dulu minggat.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

keberangkatan anggota pasu-kan elite itu disambut gembira oleh masyarakat. Begitupun, banyak warga yang menyaksikan kepergian mereka dengan tatapan sinis. Seperti yang terjadi di PS Bilie Aron. Warga sekitar Rumoh Geudong dari balik pagar melihat kepergian “para oknum” itu dengan sinis. Sebagian mengumpat, dan sebagian mengucapkan syukur. “Bagaimana tidak bersyukur. Kami sudah tak sanggup lagi mendengar dan menyaksikan orang-orang disiksa di Rumoh Geudong itu. Kalau malam, tidur kami sering terganggu karena mendengar jeritan-jeritan orang yang disiksa. Atau mendengar lagu-lagu dari tape yang diputar keras-keras waktu penyiksaan,” tutur seorang warga Desa Aron. Bahkan, setelah berangkat para oknum itu pun ternyata masih meninggalkan sebentuk penderitaan lain. Menurut ang-gota keluarga pemilik Rumoh Geudong, oknum Kopassus itu meninggalkan hutang jutaan rupiah. Bayangkan, enam bulan rekening telepon belum dibayar. “Mereka suruh kami menagih pembayarannya sama bupati,” kata pemilik rumah. Tak sedikit Pemda Pidie mengeluarkan dana untuk biaya operasional Kopassus, termasuk rekening telepon, listrik, sewa rumah, kendaraan, dan sebagainya selama DOM. Sumber di Setwilda Pidie menyebutkan, tunggakan telepon di Mess Kopassus di Blang Asan yang mencapai Rp 7 juta pada tahun 1997 belum lunas. Ditambah lagi rekening telepon di tujuh Pos Sattis lainnya.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

19. Saat Eksekusi Subuh Nurhayati Ingin Memeluk Suaminya
Nurhayati (35), hanya berteriak histeris saat menyaksikan suaminya diberondong dengan senjata, di rumahnya, 20 September 1990. Wanita yang baru dua bulan melahirkan ini, tersentak saat mendengar suara letusan senjata di bawah rumahnya yang tinggi, rumoh Aceh. Beberapa menit sebelumnya, ia masih melihat suaminya, Basyaruddin, sembahyang shubuh. Setelah turun, ia mendapatkan suaminya sudah terkapar di tanah. Ia mengerang menahan sakit, dan dari pergelangan tangan kanan tampak keluar darah karena luka tembak. Tampak tiga oknum tentara dan Kades A Wahab berdiri mengelilingi korban, sembari membiarkan korban merintih-rintih kesakitan.37 Setelah beberapa saat, sambil berdiri santai, kembali menembak dan mengenai pinggang korban. Nurhayati menangis, dia ingin maju memeluk suaminya yang tampak makin payah setelah peluru kedua menembus pinggangnya. Kepala desa dan ketiga petugas berseragam tampak santai saja, menonton erangan Basyararud-din yang tak berdaya. Namun niat Nurhayati itu dicegah dengan kasar, sehingga dia terjerembab ke halaman. Hal yang sama dialami oleh ibunya, Fatimah, juga dipukul berkali-kali karena menangis meraung-raung. Entah belum puas, Basyaruddin yang sudah sekarat itu, kemudian diseret ke halaman. Oknum berseragam itu kemudian memotong batang pisang yang rupanya dipakai sebagai bantal Basyaruddin. Setelah disandarkan di pohon itu, para oknum berseragam tersebut mundur beberapa meter, untuk kemudian menembak secara beruntun. “Saya tidak sanggup mena-ngis lagi. Apa dosa suami saya. Ibu juga disepak karena tak mau diam saat dibentak agar berhenti menangis,” katanya saat melaporkan peristiwa tersebut ke sebuah LBH di Lhokseumawe, beberapa hari lalu. Sejak saat itu, Nurhayati telah berstatus janda satu anak yang baru berumur dua bulan. Lain lagi kisah M Hasbi Yacob, korban yang saat itu sebagai Kades Bili Baro Kecamatan Matangkuli, harus menjalani siksaan selama 32 hari di posko Rancung Batuphat, milik PT Arun, hanya gara-gara bertanya mengapa ada oknum ABRI yang memukul warganya. Kejadian berawal 10 Juli 1990, ia bersama sekdes M Diah dibawa empat anggota tentara Yonif 125, setelah menanyakan kenapa warga desanya dipukuli. Saat itu sebuah mobil colt yang dipakai oleh beberapa oknum berseragam ABRI, tersangkut di jalan sosial. Lalu tentara itu minta bantuan melalui Kades untuk membantu. Saat itu juga terkumpul sebanyak 35 pemuda desa ikut membantu. Tapi setelah itu, tanpa sebab petugas mengancam anak-anak muda desa sambil memukuli mereka. “Saya waktu itu mengingatkan supaya mereka jangan dipukuli, apalagi tidak bersalah. Saat itulah saya langsung diciduk dan dituduh semua warga desa itu GPK,” kata Hasbi. Suasana lebih buruk lagi saat Hasbi (58) bersama Sekdes M Diah, ditelanjangi di depan warganya selama 1,5 jam.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Diperlakukan begitu, kedua tokoh desa ini terpaksa harus menunduk menahan malu. Baru kemudian mereka dinaikkan ke mobil menuju Posko Alue Lengkit. Sedangkan uang dalam saku celananya sebanyak Rp 1,2 juta hasil jualan jeruk juga diambil petugas. Kemudian di tengah perjalanan, keduanya ditutup mata dan saat dibuka mereka sudah tiba di Rancung. “Tidak bisa diingat sakitnya. Kami disiksa seperti anjing,” tutur mantan kades Bili Baro itu sambil tercenung. Di dalam barak itu, terlihat ada 13 orang tahanan lain yang kondisinya sangat menyedihkan. “Setiap malam kami dipukuli, dilempar ke dalam beling, disetrum listrik di kemaluan, dan dikasih makan dengan tulang ikan. Kalau lambat atau cepat ambil nasinya, langsung kami disepak,” kata Hasbi. M Hasbi yang sampai saat ini alat vitalnya masih mengeluarkan darah akibat penyiksaan setrum listrik itu, tidak mampu membayangkan kesadisan petugas. “Kami kalau minta shalat, tidak dikasih, dan kalau baca fatihah kera-keras, barak kami itu dihujani batu dari atas bubung,” tutur Hasbi yang mengadu ke LBH Iskandar Muda Lhokseumawe. Hasbi yang bernomor tahanan 98 itu ia disekap bersama 13 tahan lainnya, di antaranya nama Alamsyah (Kades Arongan Lhoksukon), Syahril (kades Nibong), Ahmad Saidi (anggota Polsek Sungai Pauh Langsa), Usman (anggota Koramil Sumigo Raya A Timur), Ibrahim (warga Jrat Manyang), H Manaf (Panton Labu), Ampon Ahmad (Jeunib), dan Ibrahim warga Penayang Lhokseumawe (masih hidup). Keuchik Hasbi setelah disiksa sebulan lebih, dipulangkan kembali ke Posko Alue Lenyit dan diserahkan kepada Koramil Matangkuli. Se-mentara jabatan Kadesnya sendiri sudah duluan dicopot oleh Camat Sadali Badai (saat ini pembantu bupati Lhoksukon).

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

20. Dikubur 3 Hari Lalu Ditembak
Berbagai drama pembantaian semasa operasi militer berlangsung di Aceh kini satu per satu mulai diungkapkan keluarga korban atau saksi mata yang semakin berani melapor ke lembaga-lembaga yang bersedia menampung pengaduan mereka. Salah satunya adalah apa yang dilaporkan Nyak Adek (65) mengenai nasib menantunya, Nyak Umar Daud (40), warga Dayah Cot, Tiro, Pidie yang pernah dikubur separuh badan dan disetrum selama tiga hari berturut-turut, lalu didor.38 Seperti dilaporkan Nyak Adek, peristiwa yang menimpa menantunya itu terjadi pada suatu hari di tahun 1991. Nyak Adek yakin benar bahwa penculik suami Fatimah (30) itu adalah beberapa aparat keamanan yang berbaju loreng. Tak jelas apa salah Nyak Umar, juga tak dijelaskan terlibat GPK atau tidak, tapi tiba-tiba ia didatangi petugas di tempatnya bekerja masih di desa Dayah Cot, Tiro. Di depan teman-teman sekerjanya, ayah empat anak ini disuruh menggali lobang sedalam satu meter lebih di bawah todongan senjata, lalu ia dipaksa masuk ke lobang itu. Setelah itu, ia ditimbun separuh badan dan disetrum berkali-kali dengan dipaksa mengaku terlibat GPK. Siang maupun malam, selama dua hari, ia diperlakukan seperti itu, namun tak juga m

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Bab 09-2: NESTAPA KAUM MUSLIMIN – Sekelumit Kisah Getir di Aceh (2)

20. Dikubur 3 Hari Lalu Ditembak
Berbagai drama pembantaian semasa operasi militer berlangsung di Aceh kini satu per satu mulai diungkapkan keluarga korban atau saksi mata yang semakin berani melapor ke lembaga-lembaga yang bersedia menampung pengaduan mereka. Salah satunya adalah apa yang dilaporkan Nyak Adek (65) mengenai nasib menantunya, Nyak Umar Daud (40), warga Dayah Cot, Tiro, Pidie yang pernah dikubur separuh badan dan disetrum selama tiga hari berturut-turut, lalu didor.38 Seperti dilaporkan Nyak Adek, peristiwa yang menimpa menantunya itu terjadi pada suatu hari di tahun 1991. Nyak Adek yakin benar bahwa penculik suami Fatimah (30) itu adalah beberapa aparat keamanan yang berbaju loreng. Tak jelas apa salah Nyak Umar, juga tak dijelaskan terlibat GPK atau tidak, tapi tiba-tiba ia didatangi petugas di tempatnya bekerja masih di desa Dayah Cot, Tiro. Di depan teman-teman sekerjanya, ayah empat anak ini disuruh menggali lobang sedalam satu meter lebih di bawah todongan senjata, lalu ia dipaksa masuk ke lobang itu. Setelah itu, ia ditimbun separuh badan dan disetrum berkali-kali dengan dipaksa mengaku terlibat GPK. Siang maupun malam, selama dua hari, ia diperlakukan seperti itu, namun tak juga mengakui apa yang dituduhkan aparat kepadanya. Pada hari ketiga, sepertinya petugas mulai habis kesabaran, lalu menembak mati lelaki yang cuma tamat SD itu. Setelah jadi mayat, petugas memberitahu keluarganya agar jenazah Umar Daud dikuburkan oleh pihak keluarga. Tapi, dalam suasana berkabung itu, istri korban dan anak-anaknya masih menghadapi cobaan lain: petugas membakar rumah Nyak Umar. Seluruh isinya tak sempat diselamatkan. Kini, Nyak Adek mau tak mau harus menampung dan menghidupi istri almarhum Nyak Umar (Fatimah) yang tak lain anak kandungnya sendiri bersama empat cucu yang semuanya masih duduk di bangku SD. Sepanjang hari, seperti dikatakan Saifuddin Bantasyam SH, MA dari Pokja Investigasi/Advokasi FP HAM, forum yang belum berusia sebulan itu terus menerima pengaduan dari para korban. Di samping ada yang datang langsung, melapor melalui surat, maupun melalui penerimaan langsung pengaduan dari korban/keluarga korban di tempat asalnya seperti mereka lakukan di Ulee Gle (Pidie), Pantonlabo (Aceh Utara), dan Peureulak (Aceh Timur) pada 27-29 Juli 1998. FP HAM juga menerima enam surat pengaduan dari korban yang mereka poskan ke Kotak Pos 70. Salah satunya adalah pengaduan dari Ainul Marliah (59), yang melaporkan kasus penembakan yang menimpa anak, M Taib. Peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban sendiri, Dusun Rayeuk Pange Matangkuli, Aceh Utara pada tanggal 2 November 1990. Saat itu, datang sejumlah aparat keamanan. Tanpa bertanya dan menjelaskan apa-apa, langsung mengikat tangan pemuda Taib. Lalu dipukul dan ditendang di depan keluarganya. Kemudian ia digelandang ke luar rumah dan digiring ke jalan. Dipaksa berbaris dengan sejumlah lelaki lain di desa itu yang juga digelandang dari rumah masing-masing. Tapi, entah karena alasan apa hanya M Taib dan Ibrahim Abdullah yang ditembak. Mayatnya kemudian dikubur keluarga. “Saya harap kasus tersebut diungkap faktanya dan dipertanggungjawabkan secara hukum yang berlaku di negara Indonesia,” tulis Ainul Marliah. Bahwa Ainul adalah warga Rayuek Pange, itu diperkuat oleh surat keterangan yang dibuat oleh Camat Matangkuli, Usman Ishak BA, tertanggal 19 Maret 1997. Harapan serupa juga diungkapkan Nurdin Abdullah sebagai abang kandung Ibrahim Abdullah yang adiknya itu juga tewas didor pada hari dan tempat yang sama, setelah tangannya diikat dan dikasari. “Tegakkan hukum dan hak-hak asasi manusia di negara ini,” ujarnya berpesan. Nahas juga menimpa Bustamam, warga Desa Nga Matang Ubi, Matangkuli, Aceh Utara. Menurut adik kandungnya, Abdul Manaf yang melapor ke FP HAM, abangnya itu diburu petugas keamanan di rumahnya pada 22 Juli 1993. “Rumah kami dikepung oleh beberapa anggota ABRI dan abang saya ditangkap, lalu dibawa pergi.” Sebulan kemudian, ia ditembak di tempat terbuka di Desa Reungkam, Aceh Utara. Mayatnya dikembalikan dalam kondisi sebelah matanya copot. Dari saksi mata Abdul Manaf kemudian mendapat info bahwa abangnya itu dihujani 12 peluru, sehingga kondisi jasadnya luka parah.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

21. Dimasukkan ke dalam Goni
Kisah tragis di akhir hayatnya juga dialami Ridwan (40), warga Dama Tutong, Peureulak, Aceh Timur, pada suatu hari di tahun 1989 silam. Menurut ayah korban, Abdurrahman Ali (78) kepada FP HAM, anaknya itu pada pukul 14.00 WIB, 5 Rabiul Awal 1989 sedang ikut musyawarah untuk peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Tiba-tiba ke tempat rapat itu datang sejumlah petugas keamanan yang dari tampilannya mengenakan baret merah. Semua orang yang berhimpun di situ mereka kumpulkan lalu disiksa, tanpa dijelaskan apa salahnya. Puluhan warga itu kemudian dipaksa naik ke truk dan menuju Kantor Danramil Pereulak. Setelah itu dibawa ke Tuang Cut, masih di wilayah Aceh Timur. Di tempat ini mereka masih mengalami siksaan pedih. Menurut Abdurrahman Ali, hanya sedikit dari mereka yang dibawa ke Tualang Cut itu yang pulang kembali ke desanya. Malang bagi Abdurrahman, anaknya Ridwan, tak ikut dalam rombongan yang pulang. Ia hanya mendapat sepotong cerita dari orang-orang yang pulang bahwa Ridwan, ayah tiga anak itu ditembak petugas di depan mereka. Lalu mayatnya dimasukkan ke goni, kemudian dibuang, namun tak diketahui ke mana. “Kalau ada yang bisa menginformasikan di mana kuburnya, kami sangat berterima kasih, karena ingin ziarah ke sana,” ujar Abdurrahman. Menurut Jubir FP HAM, Dr Humam Hamid, temuan hasil investigasi dan pengaduan mengenai orang hilang itu, belum merupakan fakta final, melainkan masih sekadar petunjuk permulaan tentang adanya pelanggaran HAM dan hukum di Aceh. Dalam waktu dekat, tim validasi FP HAM akan turun ke berbagai desa di Pidie, Aceh Utara, dan Timur, untuk memastikan dan mengkonfirmasikan kepada Kades dan camat setempat tentang orang-orang hilang dan korban tindak kekerasan itu.

22. Mereka yang Dikasari Aparat dan Dikubur Hidup-hidup
Kegiatan keamanan di Aceh yang berlebihan, represif, brutal, dan cenderung tak berperikemanu-siaan telah memakan banyak korban di kalangan sipil. Bahkan, pukulan-pukulan dan tendangan yang setiap pagi dan sore serta setiap malam mereka terima, mereka “sedekahkan untuk Republik yang haus darah ini. Untuk pukulan-pukulan ini tidak ada tuntutan-tuntutan untuk diselesaikan secara hukum.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Teungku. Abdurrahman, 70 tahun, warga Geulumpang Tiga, Pidie, Aceh. “Saya dipaksa menggali kubur di bawah todongan senjata. Dengan tertatih-tatih harus mengais luba-ng, mempersiap-kan kuburan -yang belakangan saya ketahui ternyata untuk diri saya sendiri. Kuburan itu persis di samping sebuah kuburan lain yang sudah duluan ada. Saya hanya bertakbir dalam hati, menyebut-nyebut nama Allah. Sementara petugas keamanan yang berdiri di dekat saya terus mengomando, Gali terus, gali! Mereka membentak dan mengancam saya. Padahal mereka itu muda-muda, pantasnya jadi anak-anak saya. Saya diambil oleh oknum aparat sepulang dari sawah, atas sepengetahu-an kepala desa. Lalu dibawa ke mark-as yang populer disebut Rumah Geudong di Kecamatan Geulumpang Tiga. Kebetulan, rumah bekas hulubalang itu memang dijadikan markas aparat. Di situlah saya disiksa tiga hari tiga malam. Ditelanjangi dan kemaluan saya diset-rum. Kedua tangan saya diikat, seperti orang disalib. Waktu itu, ada lima pria lain yang juga ditelanjangi dan disetrum. Kemudian ada lagi dua perempuan yang juga ditelanjangi. Kasihan, perempuan-perempuan itu disetrum juga, sama seperti kami. Saya sedih sekali. Diikat dan dipukul dengan rotan sesuka hati. “Mereka bertanya kepada saya di mana senjata. Mana saya tahu. Saya tak punya senjata, tak menyimpan senjata. Kami semua tak ada senjata, tapi terus dipaksa untuk menja-wab mana senjatanya. Mana saya tahu. Saya dipukul lagi, dan kemudian dimasukkan dalam bak berisi taik dan kotoran got. Orang yang memukul saya itu masih ada. Dia itu algojo. Dulu rambutnya panjang, sekarang rambut dia sudah pend-ek. Mungkin supaya kita tak kenal lagi. Dulu mobilnya saya lihat putih, sekarang catnya sudah hitam. Sesudah puas disiksa, kemudian saya dimasukkan dalam sel. Saya masih ditelanj-angi juga. Tiga hari tiga malam begitu terus, akhirnya saya dibawa ke kuburan. Di sana saya disuruh gali lubang, katanya mau ditanam hidup-hidup karena tak mau mengaku. Saya hanya menyebut-nyebut nama Allah sambil meng-gali lubang. Kemudian saya disuruh masuk ke dalam lubang itu, dan disuruh telentang. Kemu-dian mereka menimbun saya dengan tanah. Setelah itu tanahnya diinjak- injak, terutama di bagian perut saya. Untung timbunan yang di kepala saya tidak diinjak dan tidak rapat sehingga saya masih bisa bernafas meski megap-megap begini (Abdurrahman kemudian memperaga-kan dirinya dalam tanah). Empat menit kemudian mereka gali lagi tanahnya. Saya diangkat sudah lemas, kemudian dibawa lagi ke Rumoh Geudong, tempat penyiksaan itu. Ditelanjangi lagi dan ditanya lagi mana senjata. Saya masih jawab tidak tahu karena memang tak punya senjata. Akhir-nya saya dimasukkan lagi dalam sel. Esoknya saya lihat, dua dari tujuh orang yang ditahan bersama saya sudah mati. Mereka dimasukkan dalam goni pupuk, dan menjelang malam, dinaikkan dalam mobil. Entah ke mana dibawa. Akhirnya saya dilepas. Sebelum pergi, saya dibentak lagi. Katanya, apa yang kau alami dan lihat di sini, jangan diceritakan sama siapa pun. Awas kalau kau cerita. Sudah itu saya disuruh pulang dan baru sekara-ng berani bercerita, apalagi sudah ada tim pencari fakta DPR yang datang ke Aceh. Apa yang saya sampaikan ini benar adanya. Saya mau bersumpah pakai al-Quran. Saya juga bersedia ditembak, asal jasad saya tidak dihilangkan, biar anak cucu saya bisa ziarah. Soalnya, sudah percuma saya hidup. Dulu, sebelum kemaluan saya disetrum, dalam sebulan bisa dua tiga kali saya menggauli istri. Sekarang tidak bisa sekalipun lagi.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

23. Menonton Eksekusi Maut
Beberapa warga Lueng Sa, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, yang tak mau identitas-nya dibeberkan bertutur sbb: Dua warga desa itu menjadi korban eksekusi, masing-masing Sarjani Ibrahim (35), penduduk Lueng Sa dan Teungku Imum Budiman (50) penduduk Lueng Dua. Keduanya ditembak di lapangan bola kaki Sinar Agung, disaksikan ratusan penduduk setempat. Bertepatan pada 17 bulan Ramadhan 1991, sekitar pukul 10.30 WIB, para penculik menangkap kedua korban untuk kemudian memborgolnya. Dengan mata tertutup kain hitam, korban diseret ke lapangan sepak bola desa setempat. Sementara penculik lainnya mengerahkan penduduk agar menyaksikan eksekusi tersebut, termasuk Teungku. Ibrahim, ayah Sarjani. Setelah ratusan warga berkumpul, dua korban yang sebelumnya telah disiksa, serta diikat pada tiang gawang, kemudian ditembak persis di bagian kepala. Sarjani yang saat itu baru lima bulan kawin dengan Mardiana bahkan istrinya sedang hamil tiga bulan meninggal tertembus dua peluru di kepalanya. Sedangkan sebuah peluru menembus kepala Teungku Imum Budiman, hingga membuat orang tua tersebut juga meninggal seketika. “Kami dipaksa melihat ketika korban ditembak. Kalau tidak, kami kena pukul dari penculik. Sehingga semua warga jelas melihat kedua korban jatuh tersung-kur serta darah segar membasahi tiang gawang,” kata warga tersebut. Tindakan oknum penculik yang terlatih tersebut tidak hanya sesadis itu. Tapi, Sarjani kiper Poraja Pantonlabu yang pernah mewakili Aceh ke Jambi tahun 1980-an setelah ditembak tangannya dipotong supaya bisa melepaskan borgol di tangannya. Kemudian oknum itu menyuruh warga menanam mayat Sarjani tanpa dimandikan. Beberapa tokoh di sana merencanakan kedua jenazah korban akan dimandi-kan sesuai dengan ajaran Islam. Namun, penculik yang bersikap kasar itu membentak masyarakat agar tidak perlu dimandikan. “Tanam saja bangkai itu. Untuk apa dimandiin,” ungkap mereka mengutip ucapan sang oknum pada waktu itu.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

24. Digorok Batang Lehernya
Ibrahim, 32 tahun, penduduk Sawang, Aceh Utara. Penjual nasi ini hingga kini diisukan sudah meninggal setelah lehernya digorok, dan dibuang dalam jurang. Pria yang masih meny-isakan parut hasil gorokan benda tajam di lehernya itu tampak bergetar menahan tangis, nyaris tak bisa berkata-kata. Saya diambil oleh oknum petugas di Sawang, Aceh Utara. Lalu dibawa ke markas mereka dan dipukul sampai pingsan. Setelah itu, saya sudah tak ingat apa-apa. Saya sadar kemudian sudah berada di jurang, yang saya tahu ternyata di jurang Cot Panglima, Km 25 lintasan Bireuen-Takengon, atau 50 kilometer dari kampung tempat saya diculik. Saat saya sadar, leher saya sudah berdarah dan di badan saya hanya ada celana dalam. Ternyata saya terluka sayat. Saya manjat tebing curam itu pelan-pelan, merayap sambil memegang dahan-dahan kayu. Akhirnya saya berhasil naik dan jalan kaki beberapa kilometer. Syuk-ur alhamdulillah, kemudian ketemu kawan, dan dinaik-kan motor-nya, dibawa ke rumah sakit, yaitu Puskes-m-as. Karena sudah parah, dokternya bilang tak sanggup, dan ibu saya dengan ambulance ke RS di Lhokseumawe. Di sana dokternya juga bilang tak sanggup, dan akhirnya saya dibawa ke Banda Aceh. Leher saya dijahit, dan saya diopname selama 30 hari. Agar orang-orang tak curiga, saya dibilang ditabrak honda. Petugas keamanan menuduh saya membantu GPK. Padahal, saya cuma jual nasi, beli beras untuk masak. Eh, katanya, beras itu untuk bantu GPK. Mana saya tahu. Saya ditangkap saat membawa belanj-aan ke warung. Saya jual nasi buka warung. Selama ini saya jarang ke luar. Dibilang saya sudah mati. Sebab katanya, kalau mereka tahu saya masih hidup, pasti dicari lagi. Saya takut….

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

25. Suami diculik
Sudarni, 40 tahun, Desa Rambong, Mutiara, Pidie. Suami saya dijemput bersama Pak Keuchik (Kades). Dibawa ke markas keamanan, dan sampai sekarang tak kembali. Kalau masih hidup, tolong kembali-kan suami saya. Kalau sudah mati, tolong tunjukkan kuburnya. Sebagai janda beranak lima hidup saya amat pedih sepeninggal suaminya tercinta. Kepedihan itu terasa lebih pahit karena setelah dua bulan suami saya diculik, si bungsu meninggal. Saya sudah tak sanggup membia-yai anak sekolah. Jangank-an membeli susu, makan pun sudah tak cukup. Di antara kasus-kasus kematian di Pidie, sejumlah pelapor mengaku cukup menge-nali pelaku penculik atau setidak tempat tugas penculik. Contoh pada kasus kematian Teungku Usman Raden (imam meunasah setempat), Teungku Abdullah Husen (wiraswata), dan Abdurrahman Sarong (PNS di Dinas PU Sigli), ketiganya warga Desa Selatan Batee. Menurut laporan istrinya masing-ma-sing, Aminah (40), Jariah (28), dan Usmawati (40), penculik suami mereka adalah seorang aparat yang cukup mereka kenal, berinisial PK. Menurut para istri itu, pengambilan ketiga suami mereka itu berlangsung dalam suatu razia KTP (dikumpulkan banyak orang) di sebuah lapangan pada tanggal 1 Juni 1991. “Suami saya punya KTP, tapi dibawa juga. Walaupun kami tahu siapa yang menculik, tapi kami tidak tahu dibawa kemana mereka,” ungkap Jariah. Setelah tiga hari kemudian, seorang warga memberitahukan mereka bahwa mayat Usman, Abdullah, dan Abdurrahman yang mulai membusuk ditemukan di pinggir bukit dekat Waduk Lhokseumani, Batee. Ketiga istri bersama warga lainnya segera ke sana. Di atas dada mayat diletakkan KTP masing- masing. Dalam banyak kasus, korban penculikan dihabisi di tempat lain. Mayatnya “dibuang” atau dicampakkan di luar kawasan pos penculik (mengaburkan TKP?). Seperti yang dilaporkan HA Jalil Abdullah (66), warga Meunasah Sukon Cubo, Bandar Baru, mengenai kejadian penculi-kan anaknya Kamarullah (17), santri Darul Falah, Bandar Baru. Kamarullah diculik bersama tiga temannya sesama santri ketika sedang belajar dan diskusi dengan gurunya di pesantren itu pada 1992. Tiba-tiba muncul sejumlah oknum aparat dengan sebuah mobil, tanpa ba-bi-bu (tanpa menjelaskan apa salah mereka), langsung mengambil keempat santri itu. Enam hari kemudian, mayat keempat santri itu ditemukan berserak-an tercampak di Blang Usi.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

26. Tubuh Disayat-sayat
Sekitar dua bulan kemudian, dari rumah sakit itu M Ben mengaku dibawa ke sebuah tempat di sekitar kilang pengol-ahan gas PT Arun (Rancong). Setelah ditanyai macam-macam di sana, katanya, ia dibawa lagi ke sebuah tempat di sekitar Lhoksu-kon. Empat malam kemudian, dikembalikan ke rumah. Baru 20 hari di rumah, M Ben bersama 14 orang keluarga dekat dan tetangganya, dijemput lagi oleh pasukan tentara lain, dibawa ke sebuah pos operasi di Sidomulyo. “Di pos itu, kami semua dituduh membantu orang-orang GPL. Karena tidak mengakui tuduhan tidak beralasan tersebut, kami pun disiksa. Telinga saya disayat-sayat dengan pisau. Lalu ditaruh air jeruk nipis. Kepala dipukul dengan balok. Bahkan, ketika saya bilang mau kencing, disuruh kencing atas kepala adik saya bernama Yakob. Tidak hanya itu, kami pun disuruh berdiri dalam hujan. Dikasih sabun, lalu disuruh begini-begini (M Ben memeraga-kan tangannya pada kemaluan). Lalu disuruh lagi merayap di atas pohon pihmie (putri malu). Sakit sekali rasan-ya,” urai M Ben.
Setelah empat hari empat malam disiksa di pos operasi Sidomulyo itu, katanya, M Ben bersama saudara-saudara dan tetangganya dijemput oleh pasukan lain dari Simpang Kramat dan dipulangkan ke rumah masing-masing. “Setelah 20 hari di rumah, saya baru bisa bergerak bangun dari tempat tidur,” kata M Ben. M Ben yang belakangan ini mengaku hanya bisa memperta-hankan hidup dengan bekerja sebagai penggembala lima ekor sapi milik warga desanya itu, mengaku mulai berani melapor ke LBH Iskandarmuda, setelah mendengar bahwa Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto telah mencabut DOM dari Aceh. “Saya dengar itu dari orang-orang kampung yang baru pulang mengadu ke sini,” katanya lugu.
Dengan tubuhnya yang telah cacat permanen, M Ben meng-aku tidak bisa lagi bekerja sebagai petani, sebagaimana digelutinya sebelum tragedi memilukan itu. Untuk mencari nafkah bagi keluarganya sekarang, kata M Ben, sangat bergantung kepada kerja keras istrinya, Ti Aisyah, sebagai buruh tani. Anak tertuanya yang baru tamat SD, katanya, telah putus sekolah. Dua orang masih SD, dan yang terkecil belum bersekolah. Direktur LBH Iskandar Muda Lhokseumawe, Mohd Yacob Hamzah SH menyatakan pihaknya sekarang memfokuskan penampungan pengadu-an oleh korban yang langsung mengalami pelanggaran hak azasi manusia atau pelanggaran hukum lainnya akibat dari pemberlakuan operasi militer (DOM) di Aceh selama ini.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

27. Pemilik Dibunuh, Harta Dijarah, Rumah Dibakar
Daftar orang hilang, diculik, dan dibunuh orang-orang tak dikenal di Aceh Utara berdasarkan pengaduan keluarganya ke LSM Yayasan Putra Dewantara (Yapda) Lhokseumawe dan LBH Iskandar Muda telah mencapai 176 kasus. Pihak pengadu mengaku keluarga mereka hilang sekitar tahun 1989-1994 dan ada juga yang hilangnya tahun 1997. Menu-rut para pelapor, korban-korban ada yang diketahui sudah dibun-uh. Sebagaimana diceritakan janda Rohani Sufi (50) penduduk Reungkam Kecamatan Matang Kuli, pada 19 Februari 1992 suaminya Abdul Rani (58) dijemput penculik. Korban ditembak di depan istri dan anaknya, kemudian rumah dibakar serta sepeda motor diambil penculik dan tidak dikembalikan.39 Kisah serupa juga diceritakan janda Fauziah (35) pendu-duk Tempok Masjid Cunda Kecamatan Muara Dua, suaminya T Zainal Abidin (41) dijemput orang tidak dikenal ketika membeli rokok. Kemudi-an penculik datang ke rumah mengambil semua perabot rumah tangga-nya dan bahan pecah belah. “Sampai sekarang tidak dikembalikan,” ujar Fauziah ketika mengadu ke LBH Iskandar Muda. Selain LBH Iskandar Muda, kini muncul Yapda yang juga untuk membantu mendata identitas korban penculikan.
Direktur Eksekutif Yapda Zulfikar MS didampingi Divisi Community Organizer Sugito Tassan mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan orang hilang 25 kasus. Kecuali itu, katanya, juga LSM Yapda menerima pengaduan korban perkosaan oleh penculik. Namun, pihaknya belum mendata secara rinci kasus tersebut. Direktur Yapda yang juga bagian dari “Kontras” Aceh dan Ketua Walhi Aceh itu, mengaku para keluarga korban yang mengadu menangis di depannya sambil menunjukkan foto keluarga mereka yang hilang. Para keluarga korban meminta agar korban dicari di mana keberadaannya saat ini. “Maka kita sudah turun ke lapangan mencari data otentik,” kata Zulfikar. Sementara korban orang hilang yang diadukan ke DPRD oleh keluarganya, belum berhasil didapatkan datanya-. Namun beberapa anggota legislatif Aceh Utara itu mengaku sudah menerima laporan warga dengan puluhan kasus pelangg-aran HAM tersebut. Direktur Yayasan LBH Iskandar Muda Mohd Yacob Hamzah SH mengaku telah menerima pengaduan 148 kasus. Malah tanggal 22 Juli 19998 sekitar pukul 17.20 WIB, kantornya di Kampung Jawa Lama didatangi orang yang mengaku dari “Palang Merah Intern-asional.” Ketika pemuda asal Amerika Serikat mengaku bernama Alex (30) itu datang ke kantornya. Alex, kata Mohd Yacob, sempat melihat beberapa keluarga korban yang sedang mengadu. Namun, warga AS itu tidak berdialog dengan para pengadu, karena mengaku kedatangannya sekedar ingin berkenalan dan ingin mengatakan ia berada di Aceh selama ini. “Tapi tidak disebutkan di mana ia menginap dan apa tujuannya datang ke Aceh,” kata Mohd Yacob. Daftar orang hilang lihat tabel. Nama-nama yang dimuat dalam tabel itu, nomor 123 sampai 147 diperoleh dari LSM Yayasan Putra Dewantara, Jalan Listrik Pasar Inpres Lhokseumawe. Sedangkan nomor 144 hingga nomor 176 bersumber dari ke Yayasan LBH Iskandar Muda Jalan Iskandar No. 143 Tel 45341 Lhokseumawe.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

28. Dituduh GPK, Nyaris Temui Ajal
Gara-gara tak setuju pemotongan dana bantuan desa oleh pihak atasannya, seorang kepala desa di Aceh Utara, mengaku harus menerima perlakuan sangat sadis yang nyaris menemui ajal. “Bahkan saya dituduh GPK. Padahal, saya tak pernah berhubungan dengan kelompok itu,” ungkap Hanafiah Sulaiman (65), mantan kepala Desa Meunasah Teungoh Kecamatan Jeunib40 ketika mengadu ke LSM YAPDA Lhokseu-mawe. Geusyik Piah, demikian ia akrab dipanggil, kepada LSM YAPDA mengisahkan kronologis tragedi yang dialaminya. Semasa masih menja-bat kepala desa tahun 1980-an, ia selalu tidak sependapat dengan atasan-nya. Katanya, sang atasan menyuruhnya meneken surat pertanggung-jawaban penggunaan dana bandes, tapi ia menolak, sebab banyak pemotongan tanpa prosedur. Karena menolak meneken surat yang dibuat menurut kehendak atasan, katanya, lantas ia dijemput oknum petugas dan ditahan. Selama dalam tahanan tentara Jahiliyah, kata Geusyik Piah, “Masya Allah, hanya Allah saja yang menolong saya,” ujarnya dengan ghirah kegeraman terhadap negara. Disebutkan ia kemudian diberhentikan secara sepihak dari jabatan kepala desa itu. Hanya agamalah satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan luka-luka Aceh. Atau, dalam ungkapan yang rada Marxian sikit, hanya agama sajalah yang bisa menjadi racun penawar bagi kekejaman negara di Aceh. Negara ini harus dilawan dengan agama. Agama adalah candu satu-satunya bagi stamina perlawa-nan rakyat terhadap negara.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

29. Tiga Malam Tidur Bersama Mayat
Kendati kejadiannya telah tujuh tahun lalu, namun apa yang pernah dialami Teungku Nurdin Galon (63) masih lengket dalam ingatannya. Apalagi tubuhnya mengalami cacat akibat penyiksaan selama ia ditahan para penculik. “Saya tak menyangka bisa hidup, tapi kekuasaan Allah membuat saya luput dari maut,” kata lelaki jangkung yang mengaku pernah dipaksa tidur dengan mayat selama tiga malam.41 Teungku Nurdin mengaku diperlakukan secara tak manusia oleh oknum-oknum pasukan elit yang terlibat “Operasi Jaring” di Aceh Utara. Dan, siksaan serta fakta-fakta yang pernah dilihatnya, dua hari lalu telah diceritakan kepada LSM YAPDA di Lhokseumawe yang menerima laporan orang hilang dan korban-korban pelanggaran HAM selama operasi penumpa-san GPK yang kini diganti nama dengan GPL (gerombolan pengacau liar). Ia mengatakan, selain tidur bersama mayat orang tidak dikenal, Nurdin juga sempat melihat beberapa tahanan mati disiksa, kemudian janazahnya ditanam menggunakan becho sekitar pukul 03.00 WIB dini hari akhir tahun 1991. “Ini bukan fitnah, saya bersedia tunjukkan lokasi kuburan itu jika diperlukan,” kata Nurdin Galon (alamat lengkap ada pada LSM YAPDA Lhokseumawe). Didampingi Ketua LSM YAPDA Lhokseumawe Sugito Tassan, petani miskin asal Alue Ie Puteh Kecamatan Baktia, menceritakan bahwa dirinya ditangkap 5 Maret 1991 dengan tuduhan sebagai GPK. Kala dijemput ke rumah, kata Teungku Nurdin, mata ditutup dan dibawa ke salah satu tempat. Di sana juga banyak warga lain disandera para penculik.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Selama dalam tahanan, kata Nurdin, siang dan malam para penculik bersikap kejam dan keji terhadap para sandra, semua tahanan tidak ada yang beres fisiknya. Siang-malam pen-culik terlatih itu masuk kamar tahanan, dalam keadaan mabuk melakukan penyiksaan yang membuat tahanan babak belur. “Tiga setengah tahun saya berada di tempat mengerikan itu,” kata Teungku Nurdin. Kala berada di tempat itu, kata Nurdin, tubuhnya dicambuk dengan rotan. Dipukul dengan popor senjata. Dikontak listrik dan berbagai penyiksaan dilakukan siang malam. Selain di tempat itu, Teungku Nurdin juga mengaku pernah ditahan di tiga lokasi lainnya yang suasananya juga cukup mengerikan, terutama karena perlakuan sadis. Saat berada di tempat penahanan kedua, Teungku Nurdin, mengaku lebih parah lagi. Ia sempat bermalam- malam ditidurkan dengan mayat orang-orang yang tak dikenalnya. “Tiap malam saya lihat mayat dikeluarkan dari LP itu dan diangkut dengan mobil. Jenazah itu dibuang ke sungai seperti ke Sampoiniet, ditanam dalam komplek dan banyak dibawa ke kawasan Seureuke,” kata Nurdin. Nurdin didampingi Gito Tassan juga menunjukkan tubuhnya yang cacat akibat disiksa penculik, yakni giginya ompong karena dihantam dengan kayu. Ibu jari kakinya pun dipatahkan yang akibatnya hingga sekarang ia belum bisa berjalan tanpa pakai sandal. Demikian juga dadanya masih terasa sakit dan tiap batuk selalu mengeluarkan darah. Bukan hanya itu, kata Nurdin, malah para penculik juga mengambil jam tangannya merk Mido dan uang tunai Rp 400.000 serta meminta uang nasi selama ia ditahan di salah satu camp di Desa Matang Ubi Km 307 Jalan Banda- Medan, Kecamatan Lhoksukon. Nurdin masih ingat oknum yang mengambil jam dan uangnya. Setelah 3,4 tahun mendekam di camp itu, kata Teungku Nurdin, ia dibenarkan pulang ke rumahnya. Sebelum pulang, ia lebih dulu diobati, terutama luka-luka bakar di bagian tubuhnya. Ada juga syarat lainnya, yakni, para penculik menekankan bahwa apa yang terjadi selama dalam tahanan tidak diceritakan pada orang lain.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

30. Korban DOM Salah Tangkap Disiksa hingga Lumpuh, Bahkan Ada yang hingga Tertawa dan Menangis Sendiri
Seorang korban salah tangkap di Desa Matang Ubi, Kecamatan Samalanga, Aceh Utara, menjadi lumpuh dan kehilangan suara setelah ke luar dari kamp penyiksaan.42 Sementara seorang warga Geulumpang Bungkok, Samalanga, mengalami stres berat sehingga sering menyanyi, tertawa, atau menangis sendiri hingga saat ini, juga setelah ditangani oleh aparat. Di Desa Matang Ubi, nasib buruk itu diderita oleh M Diah Usman (50). Meski hanya empat hari ditangani oleh oknum aparat, ia menderita lumpuh, dan tak mampu bersuara sejak tahun 1991. Hari-hari M. Diah sejak itu hanya terbaring lemah di tempat tidur, dan hanya mampu berbicara dalam bahasa isyarat. Nasib M. Diah, itu, dilaporkan anaknya, Rusli ke LBH Iskandar Muda. Rusli pula yang mengurus ayah-nya, sekaligus mencari makan untuk keluarga dengan cara menyeser benih udang di pinggir pantai. Korban salah tangkap ini dijemput petugas keamanan 25 April 1991 di rumahnya, Desa Kuala Cangkoi Kecamatan Tanah Pasir. Ia dibawa ke camp penyiksaan di Km 307 Banda Aceh Medan, persis di Desa Matang Ubi Lhoksukon. Memang, kata Rusli, ayahnya ditahan sekitar empat malam, namun penyiksaan selama dalam tahanan cukup berat. Korban distrum dengan listrik, dipukul di bagian punggung dan dada hingga benar-benar tak berdaya. Penjemputan ayah-nya itu, kata Rusli, melalui Kepala Desa setempat, dengan alasan ia terlibat GPL (GPK waktu itu).

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

Kala itu, Kades sudah memberitahukan bahwa M Diah itu bukan orang yang dicari. Karena, yang dicari itu Usman Bayu, juga berpenyakit “kaki gajah,” seperti yang dialami oleh M Diah. Namun, meski Kades telah memberitahukan, tapi petugas tetap membawa korban ke Matang Ubi dan disiksa siang malam bersama para tahanan lain. Korban M Diah baru dilepaskan setelah Muspika Kecamatan Samudera mengeluarkan surat Mandah No.25/33/74/03/1991. Dalam surat Mus-pika 30 April 1991 menyatakan bahwa M. Diah Usman itu adalah petani penjaring udang, ia adalah penduduk Kuala Cangkoi Tanah Pasir, sedangkan sebelumnya ia penduduk Tanjung Hagu Kecamatan Samu-dera Geudong. Artinya, dia bukan orang yang dicari itu. Dalam pengaduannya ke LBH Iskandar Muda, putra korban minta agar pelaku-nya ditindak. Sementara ayahnya yang sudah lumpuh itu diminta perhatian pemerintah untuk mengobatinya, baik kaki dan tangan yang lumpuh maupun suaranya bisa direpro kembali, kata Rusli berharap.
Sementara Darmawan (29), penduduk Desa Geulumpang Bungkok, Kecamatan samalanga Aceh Utara, juga dilaporkan ke LBH Iskandar Muda oleh Adiknya Badruzzaman (26). Dalam laporannya, Badruzza-man mengatakan, korban dijemput oleh oknum ABRI tahun 1992 dan dibawa ke kamp di Samalanga, tiga hari kemudian dibawa ke Rancung Lhokseumawe. Bukan hanya petugas yang memukulnya di tahanan itu, tapi juga preman yang sedang mabuk ikut memukul korban. Setelah menjalani masa penahanan beberapa bulan, korban dibebaskan dalam kondisi fisik yang lemah karena kurang gizi dan akhirnya jadi stres. Malah sampai sekarang, kata Badruzzaman, kehidupan abangnya itu seperti dalam alam khayalan, ketawa sendiri, menyanyi, dan pergi pagi pulang malam, serta sering mengamuk dengan keluarganya.

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

31. Dari Perontokan Gigi sampai Diganduli Besi
Tengku M. Yusuf Alibasyah, warga Blang Bunot, Bandar Baru, pada tanggal 5 Januari 1993 diambil paksa oleh dua orang petugas di Pos Sattis Jiem-jiem.43 Lalu dianiaya dengan cara mukanya dipukul berkali- kali sampai giginya rontok semua. Karena sulit mengunyah lantaran tak lagi bergigi, makanan umumnya dia telan langsung. Kini ia sakit-sakitan. Ismail Usman (45), Cot Baroh, Glumpang Tiga, pada tahun 1992 di Pos Sattis Jiem-jiem dan Pos Sattis Kota Bakti, dipukul dengan popor senjata, balok kayu, dan benda keras lainnya hingga kini mengalami tulang rusuk patah. Dadanya sesak dan pahanya sakit. Teungku Rahman Ali (70), warga Cot Baroh, Glumpang Tiga, pada 1996 dibawa ke PS Bilie Aron (Rumoh Geudong), ditembak (lalu diobati). Kemudian, disiksa lagi dan dibawa operasi untuk ditempatkan di barisan depan (sebagai tameng tentara). Idris (30), tamatan SMP. Ia dipermak di Murong Cot, Kecamatan Sakti, Pidie, pukul 07.00 WIB di suatu hari tahun 1996. Sebagai warga yang pendiam, Idris tergolong nekad. Ia diketahui menanam senjata di dekat rumahnya atas suruhan orang lain dengan imbalan. Karena ketahu-an petugas, Idris ditangkap dan digelandang ke Lamlo. Delapan bulan ditahan, lalu dibuang di Cot Panglima di Takengon. Diikat kaki dan tangannya. Matanya ditutup. Tapi, menurut pengaduan istrinya, Rosmiati (28), Idris kemudian berhasil mencapai rumah pada bulan Ramadhan tahun ini. Setelah itu, menghilang lagi setelah pernah pulang pergi ke rumah sebanyak tiga kali. Belakangan, karena suaminya tak tertangkap, giliran si istri dibawa ke rumah Gedong Aron. “Di situ saya ditelanjangi dan dikuntak (maksudnya disetrum) di kemaluan sampai mengeluarkan kotoran. Yang menelanjangi saya adalah Kopassus yang saya kenal.” Korban lainnya adalah Nyak Meulo (21), tamatan SD. Wanita yang tadinya gadis ini mengalami nahas pada tahun 1995 di Desa Pule Ie, Kecamatan Tangse, Pidie. Nahas itu menimpa dirinya ketika kedua orang tuanya pergi ke kebun dan menetap lama di pondok yang ada di kebun tersebut. Menjelang satu tahun kemudian, ketika orangtua korban pulang, mendapati anaknya sudah hamil. Nyak Meulo mengaku pada suatu hari, digagahi paksa oleh oknum aparat. Giliran M Ali Sabi (63), ayah Nyak Meulo mendatangi aparat yang berinisial Suk itu, ternyata ia sudah dipindah tugaskan ke Batam sampai sekarang. Akhirnya, tinggal-lah pahitnya pada keluarga mereka

=====================================
cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya
=====================================

About these ads

One Response

  1. cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya

    http://www.google.com
    http://www.google.co.id
    http://www.yahoo.com
    http://www.yahoo.co.id
    http://www.bing.com

    cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya

    http://www.google.com
    http://www.google.co.id
    http://www.yahoo.com
    http://www.yahoo.co.id
    http://www.bing.com

    cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya

    http://www.google.com
    http://www.google.co.id
    http://www.yahoo.com
    http://www.yahoo.co.id
    http://www.bing.com

    cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya

    http://www.google.com
    http://www.google.co.id
    http://www.yahoo.com
    http://www.yahoo.co.id
    http://www.bing.com

    cerita seks mesum – kumpulan cerita-cerita seks mesum – koleksi kisah seks mesum – kisah-kisah seks mesum haram hukumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: