• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,318,736 hits

“37 Tahun Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia”

Nurcholish Madjid telah tiada. Tetapi, oleh pendukungnya tetap menjadikannya sebagai tempat “bergayut” Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-179

Oleh: Adian Husaini

Pada 3 Februari 2007 mendatang, Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir, bertempat di Jalan Kramat Raya 45 Jakarta, akan menggelar satu acara seminar nasional bertema “Evaluasi 37 tahun Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia.” Tampil sebagai pembicara adalah Dr. Daud Rasyid, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Mukhlis Hanafi, dan Adnin Armas MA. Seminar ini memiliki makna yang penting bagi umat Islam Indonesia, mengingat, setelah 37 tahun berlalu, gerakan pembaruan Islam bukannya telah berhenti, tetapi semakin menjadi-jadi dan melebar ke mana-mana.

Masa 37 tahun Gerakan Pembaruan Islam dimulai ketika Nurcholish Madjid memulai pidatonya pada 3 Januari 1970 di Jakarta dengan judul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat.” Dalam disertasinya di Monash University Australia  yang diterbitkan oleh Paramadina dengan judul “Gagasan Islam Liberal di Indonesia”, Dr. Greg Barton menyebutkan, bahwa melalui makalahnya tersebut, Nurcholish dihadapkan pada satu dilema dalam tubuh umat. Di satu sisi, masyarakat Muslim harus menempuh arah baru, namun di sisi lain, arah baru tersebut berarti mengorbankan keutuhan umat.

Muslim Indonesia, kata Nurcholish, secara intelektual telah cukup tertinggal dan membutuhkan gairah baru serta gagasan-gagasan segar; meskipun gairah intelektual tersebut akan membawa perpecahan di tubuh umat, seperti yang diperlihatkan oleh berbagai rangkaian sejarah. Untuk mendukung gagasannya, Nurcholish Madjid mengutip pemikiran yang dikembangkan Lenin; “Betapa pun dinamika lebih menentukan daripada statisme, sekalipun yang terakhir ini meliputi jumlah besar manusia.”

Nurcholish juga meminjam pikiran Andrea Beufre: “Garis-garis pemikiran tradisional kita sudah seharusnya dipersilakan pergi ke laut, lantaran yang paling utama sekarang adalah kemampuan menatap ke muka ketimbang memiliki tingkat kekuatan yang besar namun hasil-gunanya masih penuh persoalan.”

Marilah kita renungkan kembali lagi kata-kata Nurcholish Madjid 37 tahun lalu berikut ini:

“Dari ungkapan tersebut kita hendak menarik pengertian bahwa pembaruan harus dimulai dengan dua tindakan yang saling erat hubungannya, yaitu melepaskan diri dari nilai-nilai tradisional dan mencari nilai-nilai yang berorientasi ke masa depan. Nostalgia, atau orientasi dan kerinduan pada masa lampau yang berlebihan, harus diganti dengan pandangan ke masa depan. Untuk itu diperlukan suatu proses liberalisasi. Proses itu dikenakan terhadap “ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan Islam” yang ada sekarang ini…”

Jadi, untuk menatap masa depan dan meninggalkan nilai-nilai tradisional, menurut Nurcholish Madjid, maka harus dilakukan liberalisasi terhadap ajaran-ajaran dan pandangan Islam. Ada tiga proses yang saling kait-mengait dalam masalah ini, yaitu (1) sekularisasi, (2) kebebasan intelektual, dan (3) “Gagasan mengenai kemajuan” dan “Sikap Terbuka”.Tidak bisa dipungkiri, Nurcholish Madjid menjadi faktor penentu bagi perkembangan gerakan pembaruan Islam di Indonesia. Pertama, karena kepiawaian komunikasi Nurcholish baik lisan maupun tulisan. Dan kedua, karena Nurcholish berlatar belakang pendidikan studi Islam dan memulainya dari dalam tubuh organisasi Islam. Ini berbeda misalnya, dengan gagasan sekularisasi yang dilakukan Soekarno. Meskipun sangat piawai dalam komunikasi, Soekarno bukanlah berkatar belakang pendidikan Islam, dan bukan tokoh organisasi Islam.

Dengan kepiawaiannya berkomunikasi, Nurcholish dan ide-idenya masih terus dikembangkan, dan telah disucikan oleh sebagian kalangan. Majalah Media Dakwah edisi Januari 2007 menurunkan laporan utama tentang barisan cendekiawan Gontor yang mengkritik pemikiran Nurcholish Madjid, yang juga alumni pesantren Gontor. Barisan ini dimotori oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Syamsuddin Arif, Adnin Armas MA, Fathurrahmkan Kamal MA dan Henry Shalahuddin MA. Para cendekiawan ini secara sistematis dan akademis menguraikan kekeliruan gagasan pembaruan Islam Nurcholish Madjid.

Sebelumnya, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, telah menulis artikel di Harian Republika, 28 Desember 2006, dengan judul “Menyoal Pembaruan Islam”. Hamid menguraikan dengan jelas, bagaimana pengaruh modernisme terhadap gagasan pembaruan Islam, dan merancukannya dengan pengertian tajdid. Pembaruan sering diterjemahkan menjadi modernisasi dan kini bahkan menjadi liberalisasi.

Padahal tajdid berbeda dari modernisasi ataupun liberalisasi baik secara etimologis maupun konseptual. Malangnya, perbedaan ini tidak dicermati, dan konsep-konsep di dalamnya buru-buru diadopsi tanpa proses epistemologi yang jelas. Pembaruan pemikiran Islam yang dimotori Nurcholish Madjid dan kini bergulir menjadi proyek liberalisasi Islam di Indonesia adalah contoh yang paling jelas. Pembaruan dimaksud ternyata secara eksplisit mengusung, memodifikasi, atau menjustifikasi konsep modernisme, sekularisme, dan rasionalisme.

Menurut Hamid, pengaruh paham modernisme dalam pemikiran Nurcholish lebih jelas lagi ketika ia mengambil unsur utama modernisasi, yaitu sekularisasi untuk memahami agama. Sekularisasi menurutnya adalah menduniawikan masalah-masalah yang mestinya bersifat duniawi, dan melepaskan umat Islam untuk mengukhrawikannya. Gagasan ini kemudian diperkuat dengan ide liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam yang intinya memandang negatif terhadap tradisi dan kaum tradisionalis. Ternyata gagasan ini mengadopsi pemikiran Harvey Cox dan Robert N Bellah, pencetus gagasan sekularisasi dalam Kristen. Tidak ada modifikasi yang berarti di situ. Ia hanya mencarikan justifikasinya dari dalam ajaran Islam.

Dalam laporannya, Majalah Media Dakwah edisi Januari 2007 menurunkan sejumlah artikel dari para cendekiawan alumni pesantren Gontor yang membuktikan, bahwa ide-ide pembaruan Islam Nurcholish Madjid adalah gagasan yang dikembangkan oleh para pemikir Kristen-Barat yang berangkat dari pengalaman sejarah dan keagamaan Kristen di Barat. Adnin Armas membuktikan adopsi gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid dari pemikir Kristen Harvey Cox. Fathurrahman Kamal, dalam tesis masternya di UIN Yogyakarta, membuktikan pengaruh pemikiran pendeta Wilfred Cantwell Smith terhadap teori “Islam” versi Nurcholish Madjid. Henry Shalahudin yang kini menjadi dosen di STID Moh. Natsir, mengupas kekeliruan ide “relativisme” Nurcholish Madjid. Sementara, Dr. Syamsuddin Arif –yang sedang menulis disertasi untuk doktor keduanya di Frankfurt Jerman — menulis satu artikel bernas yang mengupas kekeliruan gagasan sekularisasi.

Banyak kritik ilmiah telah ditulis terhadap gagasan pembaruan Islam. Tetapi, memang, harus diakui, selama puluhan tahun, Nurcholish mampu mamukau bahkan nyaris “menyihir” banyak orang dan kalangan, sehingga pemikirannya dikultuskan, sosoknya dimitoskan, dan dibela habis-habisan. Dan itu diakui, misalnya, oleh Henry Shalahuddin, yang selama sembilan tahun belajar di lingkungan Gontor, mulai dari tingkat pesantren sampai sarjana ushuluddin.

Henry menulis di Media Dakwah, bahwa selama berada di Gontor, sosok Prof. Dr. Nurcholish Madjid merupakan idola yang menakjubkan. Bahkan, menurut Henri, ketakjuban itu selama ini juga terjadi pada banyak santri, mahasiswa, guru dan alumni Pondok Modern Gontor lainnya. Nurcholish merupakan sosok yang mumpuni dalam ilmu keagamaan, terbuka dalam berdiskusi, berwawasan luas yang didukung dengan kemampuan beretorika dan mengolah kata ketika menyampaikan ceramah, sehingga para hadirin pun kerap terpukau dibuatnya. “Sejujurnya, inilah mitos yang terbangun pada diri saya,”kata Henri Shalahuddin, mengawali tulisannya yang mengkritik paham relativisme keagamaan Nurcholish.

Namun, setelah semakin banyak menyelami bidang pemikiran Islam, khususnya setelah menyelesaikan kuliahnya di program S-2 International Islamic University Malaysia (IIUM), Henri tersadar, bahwa pendangannya selama ini terhadap Nurcholish Madjid adalah keliru. Nurcholish tidak lagi tokoh yang dianggapnya sebagai sosok yang sakral dan selalu benar. Bahkan, seperti umumnya manusia, ia kerap lalai dan khilaf termasuk dalam pemikirannya yang selama ini ia kagumi. “Bahkan akhirnya saya memahami bahwa pemikiran Nurcholish acapkali membawa konsekwensi yang serius bagi bangunan Islam,” kata Henri.

Kasus Henri adalah salah satu contoh nyata bagaimana sosok Nurcholish Madjid memang telah menjadi mitos pada sebagian orang. Nurcholish memang telah meninggal dunia pada hari Senin, 29 Agustus 2005, lalu. Jasadnya telah dikubur di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Secara fisik, Nurcholish Madjid telah tiada. Tetapi, tampaknya, pemikirannya tidak mati bersamanya. Gagasan-gagasannya terus dijadikan rujukan dan dihidup-hidupkan oleh para pendukung dan pengikutnya.

Pada Hari Jumat, 22 Desember 2006, Dawam Rahardjo, seorang pendukung setia Nurcholish Madjid, menulis satu ulasan di Harian Kompas berjudul: “Pembaruan Islam: Ensiklopedia Nucrholish Madjid.”Di sini, Dawam menilai, para pengkritik Nurcholish Madjid selama ini, termasuk Prof. HM Rasjidi, telah salah memahami gagasan Nurcholish Madjid, khususnya dalam soal sekularisme dan sekularisasi. Penjelasan Dawam tentang sekularisasi masih mengulang argumentasi Nurcholish Madjid, bahwa sekularisasi adalah proses yang terus berlanjut dan bukan merupakan paham yang statis. Atau, sekularisasi adalah sekularisme yang terbatas.

Ensiklopedia Nurcholish Madjid ini disebut oleh Dawam Rahardjo sebagai suatu upaya sistematisasi tentang “Nurcholisisme”. Dawam tetap menyimpulkan: “Nurcholish tidak sekedar menjadi tokoh pembaru pemikiran Islam, tetapi juga seorang guru bangsa.”

Jadi, Nurcholish memang telah tiada. Tetapi, oleh pendukung gerakan pembaruan Islam –yang kemudian dilanjutkan oleh gerakan liberalisasi Islam — dia tetap dijadikan sebagai tempat bergayut. Namanya diabadikan. Gagasan-gagasannya terus diapresiasi, dipuji, dan disebarluaskan ke tengah masyarakat luas. Bahkan, sepertinya, peristiwa meninggalnya Nurcholish terus dijadikan momentum untuk melestarikan dan menghidupkan gagasan-gagasannya.

Masa 37 tahun Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia sudah memadai untuk melakukan penilaian ulang secara mendasar dan menyeluruh. Gagasan dan akibat-akibat lebih jauh dari gagasan sekularisasi dan liberalisasi Islam –baik di masyarakat maupun di perguruan tinggi Islam– sudah dapat dilihat dengan jelas. Proses ini tidak akan berhenti, sebab sebagai bagian dari umat manusia yang mendiami dunia ini, umat Islam juga sedang berhadapan dengan arus dan gelombang modernisme. Semua manusia dan agama menghadapi masalah yang sama.

Modernitas adalah kenyataan dan adalah mustahil untuk melarikan diri dari modernitas tersebut. Lawrence E. Cahoone, dalam bukunya The Dilemma of Modernity (1988), menggambarkan hegemoni modernitas tersebut bagi umat manusia. Sejak masa renaissance, manusia yang hidup di Barat sudah harus hidup dalam alam modernitas, laksana ikan yang hidup di air. Tapi, bagi masyarakat non-Barat, kata Cahoone, mereka juga dipengaruhi oleh budaya modernitas dengan kuat.

Through colonialism, trade, and the export of ideology, the modern West has injected components of its own civilization into the indigenous cultures of non-Western societies,” tulis Cahoone. Karena itu, ujarnya, semua manusia dipengaruhi paham modernitas ini, baik secara langsung maupun tidak.

Inti modernitas, menurut pakar sosiologi Max Weber, adalah rasionalisasi, yang mensyaratkan adanya sekularisasi. Di Barat, kata David West, dalam bukunya “An Introduction to Continental Philosophy”, (1996), rasionalisasi selalu dikaitkan dengan proses sekularisasi yang oleh Weber disebut “dis-enchantment.”Masyarakat modern memang menempatkan akal manusia sebagai penentu kebenaran, bukan lagi agama, dan menjadikan agama sebagai urusan pribadi. Alain Touraine, dalam bukunya “Critique of Modernity” (1995), menulis, “The idea of modernity makes science, rather than God, central to society and at best relegates religious beliefs to the inner realm of private life.”

Gagasan-gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid bisa dengan mudah dilacak pada gagasan sekularisasi yang sudah dikembangkan oleh para pemikir di Barat. Tetapi, harusnya kaum pembaru Islam sadar, bahwa Islam tidak sama dengan agama Kristen, Yahudi, atau agama lain yang merupakan agama budaya dan sejarah (historical and cultural religion). Islam adalah agama final dan sempurna dari awal. Umat Islam memiliki teks kitab suci yang final, yang terjaga otentisitas teks dan maknanya, sepanjang sejarah. Umat Islam juga tidak mengalami problem sejarah keagamaan seperti yang dialami oleh kaum Kristen di Eropa.

Inilah kesalahan fatal dari gerakan pembaruan Islam: menyamakan karakter ajaran Islam dan sejarah Islam dengan karakter ajaran Kristen dan sejarahnya di Barat. Karena itu, gagasan sekularisasi –juga liberalisasi Islam– sebenarnya paham yang asing, tetapi dipaksakan kepada umat Islam dengan berbagai cara.

Memang, sekularisasi, westernisasi, atau liberalisasi Islam, saat ini merupakan masalah dan tantangan terberat yang dihadapi oleh umat Islam. Para ulama dan cendekiawan Muslim tidak boleh lengah dan “cuek”. Mereka harus memberikan respon yang cerdas dan serius tentang masalah ini. Wallahu a’lam bi al-shawab. (Depok, 19 Januari 2007/ www.hidayatullah.com)

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

About these ads

One Response

  1. assalamu’alaikum…
    apa ada yang punya rekaman debat Dr. Daud rasyid dengan Nurcholis Madjid di Taman Ismail Marzuki..???kalo ada mohon di share ya
    ke e-Mail: Mrais17@Yahoo.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: