• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,318,627 hits

PERINGATAN KEPADA PENYEMBAH KUBUR

Penulis : Syekh Abdul Hakim bin Amir Abdat

1. “Dari Jabir, ia berkata: Rasulullah SAW telah melarang kubur di kapur, dan diduduki atasnya, dan didirikan bangunan di atasnya, atau ditambah, atau di tulis di atasnya.”
(Hadits shahih riwayat: Muslim (3/63), Abu Dawud (no. 3225,3226), Ahmad (3/295, 332, 339 dan 399), Tirmidzi, Nasa’i, Hakim (1/370) dan Baihaqy (4/4).

2. “Dari Abil Haayaj Al-Asady, ia berkata: Telah berkata kepadaku Ali bin Abi Thalib: “Mengapakah aku tidak mengutusmu sebagaimana Rasulullah SAW pernah mengutusku, yaitu : Janganlah engkau biarkan sebuah patungpun melainkan harus engkau membinasakannya (menghancurkannya) dan jangan engkau biarkan sebuah kuburanpun yang tinggi melainkan harus engkau ratakan.”
(Hadits shahih riwayat: Muslim (3/61), Abu Dawud (no. 3220), Nasa’i, Tirmidzi Hakim (1/369), baihaqy(4/3), Ahmad, Ath Thayaalis (no. 155), dan Thabrani di kitabnya Mu’jam Shagier hal. 29)

 

3. “Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Sungguh kalau salah seorang kamu duduk di atas bara api sampai membakar pakaiannya lalu menembus kulitnya, masih lebih baik baginya dari pada duduk di atas kubur.”
(Hadits shahih riwayat: Muslim (3/62), Abu Dawud (no. 3228), Ahmad (2/311, 389, 444), Baihaqy (4/79), Ibnu Majah dan Nasa’i)

Fiqih Hadits:

  1. Haram hukumnya mengapur kubur, memplesternya, menemboknya sebagaimana kebanyakan kuburan sekarang ini.
  2. Haram kukumnya duduk di atas kubur. Hadits no. 3 menunjukan kepada larangan yang sangat keras.
  3. Haram hukumnya melebihkan tanah dari hasil galian lobang kubur. Yakni tingginya kubur itu tidak boleh lebih dari galian lobang kubur itu. Maka wajib dibuang jika kedapatan “lebih” sebagaimana perintah Nabi SAW di atas.
  4. Haram hukumnya menuliskan nama mayat, tanggal lahir dan wafatnya di batu nisan sebagaimana umumnya kuburan sekarang ini. Demikian secara zhahirnya larangan Nabi SAW. Adapun memberikan tanda dengan batu di kepala kubur tidaklah mengapa karena telah di contohkan oleh Nabi SAW sebagaimana riwayat Imam Abu Dawud (No. 3206) dan Baihaqy (3/412) dengan sanan hasan.

4. “Dari Abi Martsad Al-Ghanawiy, ia berkata: aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : “Janganlah kamu shalat menghadap ke kuburan, dan janganlah kamu duduk di atasnya“. (Hadits shahih riwayat: Muslim (3/62), Abu Dawud (no. 3229), Ahmad, Nasa’i dan Tirmidzi dll)
Fiqih Hadits :
Haram hukumnya shalat menghadap ke kubur jika bukan untuk mengagungkan dan membesarkannya, jika shalat menghadap kubur itu dengan maksud untuk mengagungkannya dan membesarkannya maka tidak syak (ragu) lagi hukumnya kufur dan syirik karena telah dengan langsung mengadakan penyembahan terhadap kubur.

5. “Dari Abi Said Al-Khudriyyi, ia berkata: Telah bersabda Rasullullah SAW : “Bumi/tanah ini semuanya tempat bersujud kecuali kubur dan kamar mandi”.
(Hadits Shahih riwayat: Abu Dawud (no. 745), Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Ibnu Hibban).

6. “Dari Anas, ia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW telah melarang (mengerjakan) shalat di antara kuburan. (riwayat Al-Bazzar)
Telah berkata Imam Haitsami di kitabnya Majma’uz Zawaaid juz 2 hal. 27: Rawi-rawinya adalah rawi-rawi shahih.

7. “Dari Ibnu Umar, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Jadikanlah di rumah-rumah kamu sebagian dari shalat-shalat kamu, dan janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu itu sebagai kuburan”.
(Hadits shahih riwayat: Bukhari (1/112, 2/56), Ibnu Majah (no. 1377), Baihaqy (2/186), 435).

8. “Dari Abi Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai perkuburan, sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”.
(Hadits shahih riwayat: Muslim (2/188), Ahmad (2/284, 337, 387, 388), Tirmidzi dan Nasa’i).

Fiqih Hadits :
Shalat di setiap Maqbarah (setiap tanah yang di situ ditanam seorang mayit), baik di situ ditanam seorang mayat maupun lebih (seperti daerah pekuburan), baik menghadap kubur atau membelakanginya, di sebelah kanannya atau di sebelah kirinya adalah terlarang/haram. Dan menurut sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Hazm, Syaihul Islam Ibnu Taimiyah ( baca Nailul Authar hal. 112 jilid 2) adalah shalatnya batal/tidak sah, telah berkata Ahmad bin Hambal :
Barangsiapa shalat di maqbarah atau shalat menghadap ke kubur, maka (wajib) mengulang (shalatnya) selamanya”.
(baca : Al-Muhalla oleh Ibnu Hazm jilid 3 hal. 27, 28)

berdasarkan hadits no 7 dan 8 mafhumnya :

  1. Bahwa kuburan itu bukanlah tempat shalat (umunya ibadah). Karena Nabi SAW menggemarkan umatnya supaya mengerjakan shalat sunat di rumah. Lantaran rumah yang tidak dishalati di dalamnya (dikerjakan ibadah di dalamnya) sebagai kuburan yang bukan tempat shalat.
  2. Bahwa kuburan itu bukanlah tempat membaca Al-Qur’an. Karena itu Nabi SAW menggemarkan umatnya supaya membaca Al-Qur’an di rumah. Sebab rumah yang tidak dibacakan Qur’an di dalamnya seperti kuburan yang bukan tempat membaca Qur’an.

9. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Laknat Allah kiranya menimpa kepada Yahudi dan Nashara yang telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid- masjid (tempat beribadah)”. (kata Aisyah): Beliau menakuti (umatnya) seperti apa yang mereka (Yahudi dan Nashara) telah kerjakan.
(hadits shahih riwayat : Bukhari (1/112), Muslim (2/67), Ahmad (1/218, 6/34, 229 & 275), Darimi (1/327), Baihaqy (4/80) dan Nasa’i dari jalan Aisyah dan Abdullah bin Abbas.

10. Telah Bersabda Rasulullah SAW: “Allah melaknat Yahudi dan Nashara yang telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid”.
(Hadits shahih riwayat : Bukhari 2/106, Muslim 2/67, Ahmad 6/80,121,225
Diriwayatkan dari jalan Aisyah)

11. Dari Abi Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala, karena Allah melaknat kaum yang menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid”.
(Hadits Shahih riwayat: Ahmad 2/246, Ibnu Sa’ad di kitabnya (Ath Thabaqaat 2/362), Abu Nu’aim di kitabnya (Al Hilyah 7/317)

12. Dari Jundub, ia berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda lima hari (lagi) sebelum beliau wafat:...Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka dan orang-orang yang shalih diantara mereka sebagai masjid-masjid. Ketahuilah! Maka janganlah kamu menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang kamu dari (mengerjakan) yang demikian itu”.
(Hadits shahih riwayat Imam Muslim juz 2 halaman 67,68)

13. Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya dari sejelek-jelek manusia ialah orang yang menemui kejadian kiamat sedangkan mereka masih hidup, dan orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid”.
(Hadits shahih riwayat: Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah, Thabrani di kitabnya Mu’jam Kabir, Abu Nu’aim dan Abu Ya’laa).

14. Dari Aisyah (ia berkata): Sesungguhnya Ummu Habibah dan Ummu Salamah ada menerangkan kepada Nabi SAW tentang gereja yang mereka lihat di negeri Habsyah yang di dalamnya terdapat sejumlah patung. Maka Nabi SAW bersabda:
Sesungguhnya mereka itu, apabila di kalangan mereka orang yang shalih lalu mati, mereka membangun masjid di kuburnya lalu mereka buat patung di dalamnya mereka itulah sejelek-jelek mahluk di sisi Allah pada hari kiamat”.
(Hadits shahih riwayat : Bukhari 1/111, 112, Muslim 2/66,67, Ahmad 6/51, Ibnu Abi Syaibah 4/140, Baihaqy 4/80, dan Nasa’i).

Masih ada beberapa hadits yang inti isinya seperti hadits-hadits di atas.

Fiqh Hadits:
1. Berdalil dengan hadits-hadits di atas maka telah bersepakat para Ulama tentang haramnya mendirikan masjid di kubur dan shalat di masjid yang ada kubur.
Tentang ini tidak dibedakan, baik kubur lebih dahulu ada kemudian dibangun masjid di sekitarnya, maupun di sekitar masjid hukumnya sama saja yang pelakunya terkena laknat Allah Subhanahu Wata’ala. Dari itu tepatlah apa yang telah dikatakan oleh Al-Imam Ibnul Qoiyim:
“Maka tidaklah berkumpul/bersatu di dalam agama Islam masjid dan kubur”.

2. Hanya mereka berselisih/ihtilaf tentang sah atau tidaknya shalat di masjid yang ada kubur. Menurut Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoiyim dan lain-lain shalatnya itu batal. (baca : Tahdzirus-Saajid halaman 43 dan 121 Al-Bani).

15. Dari Abi Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Janganlah kamu jadikan kuburku sebagai ‘IED (Tempat Perayaan), dan janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Dimana saja kamu berada bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kamu itu akan sampai kepadaku”. (hadits hasan riwayat: Ahmad 2/367 dan Abu Dawud no.2042).

Fiqh Hadits :
Nabi SAW melarang umatnya menjadikan kuburnya sebagai ‘IED yaitu didatangi pada waktu-waktu dan musim-musim tertentu dengan maksud beribadah di sisinya sehingga merupakan tempat berkumpul dan perayaan. Demikian akan menimbulkan permujaan terhadap kubur beliau. Dari sini dapat dipahami dengan jelas, tentu kuburan yang lebih utama mendapat larangan yang sangat keras untuk dijadikan ‘IED. Sekarang berapa banyak kubur (umumnya kuburan ulama) yang didatangi pada waktu-waktu dan musim-musim tertentu. Mereka bermohon di situ dan menjadikan penghuni kubur sebagai washilah/perantara lantaran mereka anggap penuh berkat dan keramat! Sesungguhnya ini suatu penyimpangan dari aqidah Islam yang bersih dari syirik terhadap penyembah kubur.

16. Dari Anas, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Tidak ada di dalam Islam penyembelihan di kubur”.
(hadits shahih riwayat: Ahmad 3/197, Abu Dawud no.3222, Baihaqy 4/57)

Fiqih Hadits:
Peringatan khaul yang sudah amat terkenal di Indonesia ialah: Upacara Ulang Tahun Kematian. Umumnya terhadap kuburan Ulama, para “wali sufi”, Habib-habib atau orang-orang tua sendiri dsb. Peringatan khaul itu mereka laksanakan di kubur si mayat bertepatan dengan tanggal/bulan wafatnya.
Dengan upacara sebagai berikut:
1. Mengadakan penyembelihan hewan di kubur.
2. Makan-makan di kubur.
3. Membaca ayat-ayat Allah (Al-Qur’an), tahlilan dan lain-lain bacaan yang pahalanya mereka persembahkan kepada si mayat.
4. Bertawasul kepada si mayat.
5. Mengambil “Berkah dan keramat” si mayat.
6. Beristighatsah (meminta pertolongan kepada si mayat untuk menghilangkan kemudlaratan/bahaya).

Upacara khaul itu mereka laksanakan sampai beberapa hari dan ada juga yang hanya seharian saja menurut kemampuan masing-masing. Upacara itu biasanya dipimpin langsung oleh seorang senior kuburiyyun. Tentunya dengan mendapat “upah” yang lumayan sebagai penghasilan hidup dari hasil yang haram. Maka hukum upacara khaul itu terkena sabda Nabi SAW di atas. Dengan demikian sembelihan dan hidangan-hidangan yang mereka suguhkan itu tidak halal dimakan oleh orang Islam. Nabi kita SAW pernah bersabda :
“Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah”
(Riwayat Imam Muslim, Ahmad & Nasa’i dari jalan Ali)

Sumber : 25 Masalah Penting dalam Islam

 

http://metafisis.wordpress.com/2011/01/16/peringatan-kepada-penyembah-kubur/

kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways

kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways

Engkau yang sedang tersiksa oleh penyesalan, berlakulah lebih ramah kepada dirimu sendiri. Memang sesekali dalam hidupmu, engkau akan melakukan kesalahan yang sebetulnya tak akan kau lakukan dengan sengaja. Maafkanlah dirimu. Ketahuilah, bahwa sama sekali tak mudah untuk menjadi dirimu, yang kau paksa menghebatkan diri saat engkau juga memanjakan kemalasan dan kesenangan sementara. Kasihilah dirimu . Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways ===========================

Penghinaan memang bisa sangat menyayat hati.

Tapi, tidak ada keadaan atau apa pun yang terjadi,
tanpa pengetahuan dan ijin Tuhan.

Dan tidak ada apa pun yang terjadi,
yang niatnya bukan untuk memuliakan kita.

Maka bersedihlah sebentar karena penghinaan itu,
tapi segeralah bangkit.

Perasaan terhina adalah kekuatan yang
membanting bola bekel ke lantai,
yang akan melantingkannya tinggi ke langit-langit.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Hati yang mudah terluka
adalah hati yang sedang belajar
mengenali penggunaan dari kepekaannya
terhadap keadaan dan kejadian yang
menggangu kedamaian dan haknya
untuk berbahagia.

Ia bukanlah hati yang lemah,
tapi justru adalah hati yang sedang
didalamkan dan dibesarkan kemampuannya
untuk menampung beban dan tanggung-jawab
bagi tugas-tugas untuk menguatkan dan
membesarkan kehidupan diri
dan sesamanya.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Untuk yang ingin
mengulangi dari awal yang segar,
marilah kita berdoa

Tuhanku Yang Maha Pengampun,

Aku yang sangat menyesal ini
mohon maaf atas kesalahan dan dosaku

Tiada niat hatiku untuk melukai
keindahan kasih sayang Mu kepadaku.

Ijinkanlah aku datang dan
mendekat kepada Mu

Ijinkanlah aku memulai lagi
dengan hati yang lebih berserah

Tuhan, peliharalah hatiku,
jagalah aku dekat-dekat dalam kasih Mu

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Untuk yang sedang
mengharapkan belahan jiwa,
marilah kita berdoa

Ya Tuhanku Yang Rahman,

Aku mohon engkau menghadiahi
ketaatanku kepada Mu
dengan hati yang lembut
dan perilaku yang indah,

agar Kau segera
mempertemukan aku dengan
jiwa luhur yang penuh kasih,
yang impian besarnya Kau rahmati
dalam pekerjaan yang jujur,
sebagai pasangan hidup
yang bersamaku akan membangun
keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Membahagiakan istri adalah
pembuka jalan bagi kewenangan
untuk membahagiakan dunia.

Tidak ada lelaki yang siapa dan apa pun
yang bisa disebut berhasil,
jika dia tidak membahagiakan keluarganya.

Maka marilah kita memelihara
kedamaian hati istri kita atas kesetiaan
dan pengabdian kita kepadanya,
dan memuliakannya dengan cara
yang tak mungkin dilakukan
oleh pria lain untuknya.

Semoga Tuhan memampukan kita.

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Pensiun yang sesungguhnya
adalah tidak harus bekerja
untuk mencari uang,
karena pendapatan rutin yang besar
dan jumlah tabungan yang cukup
untuk membiayai pertumbuhan keluarga
dan masa tua yang damai dan sejahtera.

Pensiun tidak boleh berarti berhenti bekerja.

Karena di dalamnya
kita bisa memenuhi tugas kekhalifahan kita
untuk memajukan kebaikan dan mencegah
terjadinya keburukan kepada sesama dan alam.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Dulu ayah saya ditertawai
rekan-rekannya karena saya bekerja
di tempat yang tanpa pensiun.

Sekarang, pada usia 54 tahun,
rekan-rekan saya itu sudah siap-siap
pensiun dan menerima uang bulanan
yang mudah-mudahan cukup untuk
membiayai masa tua yang butuh
banyak biaya kesehatan.

Karena saya tidak bekerja
mengejar pensiun,
saya masih aktif menjadi pelayan
bagi kebahagiaan banyak jiwa.

Terima kasih Tuhan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Tuhan kami yang Maha Kaya
dan Yang Mengadakan dari Tiada

Negara kami tidak akan mencapai
kemandirian, kemakmuran, dan
kekuatan sejatinya
jika sebagian besar dari rakyatnya
adalah pegawai.

Ijinkanlah sebagian besar dari kami
menjadi wirausahawan yang giat
dan subur rezekinya.

Tuhan,
cerahkanlah pengertian kami
untuk segera memulai kemandirian
ekonomi kami sebagai pengusaha,
walau sekecil-kecilnya pengusaha.

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Marilah kita memohon
kepada Tuhan agar Dia merestui
upaya kita untuk membeningkan hati
dan menjernihkan pikiran kita,
agar kita menjadi pribadi berjiwa kristal.

Pribadi berjiwa kristal memiliki cara-cara
yang membantu sesama untuk
melihat keindahan pada yang biasa,
dan merasakan kehebatan dalam kewajaran.

Dia memampukan sesamanya
merayakan yang sederhana, dan
menginginkan yang telah mereka miliki.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Ketakutan mengenai ketidak-pastian masa depan
adalah perasaan yang lebih kuat daripada
ketakutan terhadap kemiskinan.

Mungkin itu sebabnya,
banyak orang lebih memilih tidak bertindak
karena ketakutannya mengenai masa depan,
dan hidup seperti berjalan sambil tidur,
menuju kelemahan hidup.

Jika kita beriman, seharusnya kita lebih berani.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Bibit dari semua keberhasilan Anda
di masa depan, ada di dalam
yang Anda kerjakan setiap hari.

Tidak ada pekerjaan baru yang hebat,
yang bukan karena Anda bekerja setiap hari
dengan sebaik-baiknya.

Janganlah menunggu pekerjaan yang baik,
sebelum Anda ikhlas bekerja dengan baik.

Mensyukuri pekerjaan yang ada
adalah alasan bagi Tuhan untuk
menganugerahi pekerjaan yang lebih baik
kepada kita.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Untuk yang dadanya
hampir meledak dalam teriak frustrasi,
marilah kita berdoa

Tuhanku Yang Maha Lembut cinta-Nya

Bukankah aku dilahirkan
dengan hak yang sama untuk bahagia?

Tapi, mengapakah jarang ku terima
perlakuan baik yang sesuai bagi
hamba-Mu yang penuh harap ini?

Tuhan, temanilah aku

Jangan Kau biarkan aku menangis sendiri

Bantulah aku memperbaiki diri

Damaikanlah hatiku, indahkanlah pribadiku

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Marilah kita didik
anak-anak perempuan kita
untuk berhati-hati menghadiahkan diri
dan kehidupannya sebagai istri
bagi pria di masa depan mereka.

Didikkanlah kemandirian bersikap
yang sehat dan logikanya kuat
bagi perlindungan hak-hak kemanusiaan
mereka untuk berbahagia.

Marilah kita berdoa agar putri-putri kita
hanya tertarik kepada pria yang jujur,
pekerja keras, penyayang, setia,
dan patuh kepada Tuhan.

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Berlemah-lembutlah engkau
kepada keluarga dan sesamamu,
agar kelembutan Tuhan memudahkan
urusan duniamu,
agar indah jalanmu menuju surgamu.

Ketahuilah,

Hati yang penyayang menjadi lebih terbuka.

Engkau mudah melihat yang dapat kau sebabkan
bagi kebaikan orang lain,
sehingga mudah bagimu untuk menemukan
pekerjaan yang menguntungkan sesama;
dan dengannya
kesejahteraan menjadi pengindah kedamaianmu.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Janganlah menyalahkan apa pun
untuk menutupi kelemahan Anda.

Menyalahkan kekurangan Anda,
tidak akan memaafkan ketertinggalan Anda.

Kelemahan adalah kekuatan
yang belum ditemukan kegunaannya.

Berhentilah mengeluhkan kelemahan Anda,
dan berfokuslah menemukan kegunaannya.

Segera setelah kelemahan Anda menemukan
kegunaannya yang menguntungkan orang lain
dan diri Anda sendiri, ia menjadi kekuatan Anda.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Untuk sahabat yang hampir tak sanggup
meneruskan kehidupan ini:

Adik kecintaan hatiku, dengarlah ini.

Hidupmu terlalu penting untuk kau tukarkan
dengan masalah yang hanya sementara itu.

Masa depanmu panjang dan penuh
dengan kemungkinan baik.

Engkau berhak untuk berbahagia.

Bersabarlah.

Engkau sama sekali tak dilupakan.

Akan datang penyelamatan bagimu.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Ini pesanku kepadamu,

Isilah hatimu dengan keberanian.

Sesungguhnya keberanian adalah
bentuk gagah dari keikhlasan hatimu.

Jika engkau memberanikan diri
di atas semua batasanmu,
karena kecintaanmu untuk
menguntungkan sesamamu,
maka kehidupan surgamu
telah kau mulai dalam
kehidupan duniamu.

Tuhan Langit Dan Bumi
tak akan mengecewakan jiwa
yang gagah dan ikhlas seperti mu.

Engkau jiwa kecintaan Tuhan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau yang sedang merasa
dikesampingkan seolah tak pantas disayangi,

Kesinilah, duduklah engkau dekat-dekat denganku

Janganlah terlalu bersedih begitu.

Sadarilah, ini semua bukanlah perilaku manusia.

Mereka sedang diperankan oleh Tuhan
sebagai penyulit yang justru dimaksudkan
untuk menguatkanmu.

Tabahkanlah dirimu

Mintalah agar engkau dijadikan lebih kuat
daripada semua hal yang bisa mengganggumu.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau yang gelisah menanti kebahagiaan
dan sulit menemukan alasan untuk mensyukuri kehidupan,

Ijinkanlah aku mengingatkan, bahwa

Bukan kebahagiaan yang membuatmu bersyukur.

Engkau berbahagia karena engkau bersyukur.

Mensyukuri yang telah kau miliki,
adalah syarat bagi kebahagiaanmu.

Jika engkau ingin mendapatkan yang belum kau miliki,
mulailah dengan menginginkan yang sudah kau miliki.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Jika cinta mu kepada kemuliaan
belum dijawab dengan pemuliaan dirimu,
dan membuatmu bertanya
apakah sesungguhnya engkau penting
bagi Tuhan,

dengarlah ini.

Engkau yang meninggikan akan ditinggikan,
dan engkau yang membesarkan akan dibesarkan.

Sibukkanlah dirimu dalam pekerjaan
yang membahagiakan sesama mu.

Jalan terindah menuju kebahagiaanmu
adalah membantu sesama mu
menemukan kebahagiaan mereka.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau menua.

Setiap hari engkau menua.

Tapi apakah engkau menjadi lebih mampu dan lebih dekat dengan impian hatimu?

Janganlah engkau membiarkan waktu berlalu tanpa menjadikan dirimu lebih bernilai.

Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana waktu menjadi sangat bernilai saat engkau menyadari bahwa waktu mu sudah tinggal sedikit?

Cara terdekat untuk menghormati hidupmu adalah menghormati waktumu.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Kekhawatiran kecil tidak pantas
bagi orang besar,
atau yang sedang membangun
kebesaran pribadinya.

Bukankah tidak ada yang Anda tuju
di masa depan, kecuali menjadi pribadi
yang damai, sejahtera, dan
berpengaruh besar bagi kebaikan sesama?

Maka, khawatirkanlah hal-hal yang besar,
yang pencapaian atau penyelesaiannya
penting bagi kebaikan banyak orang.

Ingatlah

Anda hanya sebesar yang Anda khawatirkan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Kewenangan mengalir
dari yang orang yang mengetahui.

Jika Anda berencana
menjadi pribadi yang berwenang
dan berpengaruh di masa depan,
pastikan bahwa setiap hari
Anda menjadi semakin ahli
dalam bidang Anda.

Berhati-hatilah, karena

Pengetahuan merendahkan
hati orang besar,
membuat kagum orang kebanyakan,
tapi mencongkakkan orang kecil.

Jadilah pribadi yang berwenang
bagi kebaikan banyak orang.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau tak akan sampai
pada kedamaian hati
dan kebebasan tawa mu,
selama sikap mu dan
yang kau lakukan itu,
lebih kecil daripada cita-citamu.

Selama engkau tak tegas,
engkau akan tetap gelisah.

Engkau akan selalu merasa
dikejar sesuatu
yang mencemaskan mu,
saat engkau juga merasa
mengejar sesuatu yang tak jelas.

Tegaslah.

Segera lakukan yang harus kau lakukan.

Ketegasanmu menentukan kedamaianmu.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Dalam galaumu, ketahuilah

Engkau tak mungkin
menemukan yang tidak kau cari.

Bagaimana engkau akan
menemukan jalan keluar,
jika hati dan tuturmu
hanya untuk mengeluh?

Mengapakah hati dan
pikiranmu tak berpeluh
bersama tubuhmu
dalam pekerjaan yang berguna?

Jika kebahagiaan yang kau cari,
setialah kepada yang benar.

Jika kesejahteraan yang kau bangun,
jadilah pribadi yang menguntungkan sesama.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau sejatinya adalah jiwa baik
yang merindukan kebesaran hidup.

Tapi,
sering kau pangkas kerinduan hatimu
dengan keraguan dan cemooh
bahwa itu semua tak mungkin
dan mimpi di siang bolong.

Maka pantaslah
jika engkau merana dalam galau,
karena kesejatian jiwamu
yang berasal dari langit itu,
kau gandoli dengan beban
dari ragu dan luka masa lalumu.

Bebaskanlah jiwamu
untuk hidup dengan sepenuhnya.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Sahabat Indonesia yang sedang membangun
kehidupan yang damai, ceria, dan sejahtera,

Anda tidak mungkin dapat menuntut
sebuah kualitas dari pasangan Anda,
yang tidak sesuai dengan kualitas
yang Anda pantaskan pada diri Anda sendiri.

Marilah kita menjadi pribadi
yang pantas menuntut perlakuan yang santun
dan penuh kasih dari orang lain.

Kebaikan hati menentukan kebaikan hidup.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Dia yang berlaku salah tingkah,
yang kacau, dan serba salah
karena kegugupannya dalam
mengungkapkan cintanya kepada Anda
adalah yang paling pantas Anda cintai.

Sebaliknya,
curigailah dia yang fasih
dalam bahasa-bahasa cinta.

Karena
kefasihan itu bisa jadi didapatnya
dari latihan yang panjang
dalam seni merayu
yang telah melukai banyak jiwa baik
sebagai kelinci percobaannya.

This is your life. Be wise.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Kita tidak mungkin melakukan kesalahan
TANPA kepastian untuk mengalami dampak
dari kesalahan itu.

Dan itu hanya masalah waktu.

Kualitas hidup kita hari ini
adalah HASIL dari keuntungan
karena ketepatan kita,
DIKURANGI dengan kerugian
karena kesalahan kita.

Yang ketepatannya lebih,
hidupnya lebih baik.

Yang ketepatannya kurang,
hidupnya kurang baik.

Formulanya,

Kualitas Hidup = Ketepatan – Kesalahan

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Saat engkau mengatakan
‘tidak mungkin’ bagi impianmu,
sesungguhnya engkau sedang
menjauhkan keajaiban darimu.

Engkau membutuhkan keajaiban
untuk keluar dari kesulitan
dan naik menuju kehidupan
yang damai dan sejahtera,
untuk mencapai kemampuan
memuliakan kehidupanmu.

Engkau membutuhkan keajaiban.

Dan karena keajaiban itu berada
dalam kewenangan penuh Tuhanmu,
maka dekat-dekatlah engkau kepada-Nya.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Audrey bertanya,

Daddy dulu waktu muda
memang ingin terkenal?

Mungkin waktu remaja.
Tapi sejak 20-an,
Daddy nggak ingin terkenal.

Kenapa?

Khan dilarang Tuhan?
Ingin terkenal itu bentuk kesombongan.

Lha terus?

Daddy ingin dikenal.

Bedanya?

Dikenal adalah reputasi baik
karena kita jujur dan menghasilkan.

Tanpa kualitas
kita juga bisa terkenal
tapi nggak lama.

Yang penting,
jadi orang berkualitas!

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Dan engkau bertanya,
kapankah Tuhan Yang Maha Mulia
akan memuliakanmu?

Jika engkau memuliakan dirimu sendiri.

Muliakanlah dirimu
dengan tidak memikirkan yang buruk,
berprasangka baiklah terhadap Tuhan,
berlakulah jujur, dan janganlah mulutmu
menjadi pintu keluarnya kata-kata buruk.

Sesungguhnya,
pemuliaan dirimu oleh Tuhan tumbuh
saat engkau tegas berlaku lebih hormat
kepada dirimu sendiri.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau disedihkan
oleh penistaan orang
yang kau jadikan gantungan
kebahagiaanmu.

Memang,

Penistaan oleh kekasih hati
adalah sembilu yang terkejam.

Tetapi,

Retaknya hatimu itu adalah
sesungguhnya celah masuknya
kasih sayang Tuhan
yang akan menyelamatkanmu.

Pedih ini memang harus kau alami,
agar engkau tak menghambakan diri
kepada keinginanmu untuk dicintai
dengan menelantarkan hakmu
untuk berbahagia.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Jika Anda tegas memulai sesuatu
yang telah terjamin keberhasilannya,
itu sudah biasa. Tidak diperlukan
orang hebat untuk itu.

Jika Anda memberanikan diri
memulai sebuah pekerjaan
yang mungkin gagal,
itu hebat dan mengagumkan.

Tapi,
jika Anda tetap melakukan sesuatu
yang kecil kemungkinannya
untuk berhasil,
karena kecintaan Anda kepada keluarga;
itu bukan hanya keberanian,
itu tanda keimanan yang utuh.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Siapa bilang bahwa
impian hanya untuk yang dilahirkan
beruntung dengan kelebihan dan kemudahan?

Kemampuan memimpikan yang besar
adalah rahmat yang menyeimbangkan
kemungkinan masa depan setiap jiwa,
yang mendekatkan kebahagiaan
kepada yang ikhlas, dan
yang menyegerakan kesejahteraan
kepada yang berupaya.

Jagalah hati Anda ceria dalam impiannya,
dan tubuh Anda bersegera dalam kesibukan
melayani sesama.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Tuhan kami yang Maha Lembut
Yang Tiada Terbatas Kasih Sayang-Nya,

Engkau menciptakan kami
sebagai jiwa yang tak jemu
memohon kebaikan dari Mu,

dan maafkanlah kami
karena kami mudah putus asa
dan hilang harapan
jika bersedih

Tuhan, aku sudah letih
tapi ku tak ingin menyerah,
bebaskanlah hatiku
dari beban ini,
damaikanlah aku.

Aku tahu,
Engkau tak mungkin
membiarkanku bersedih,
tanpa rencana pembahagiaanku.

Aamiin

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Janganlah mengkhawatirkan
hal-hal yang tidak dapat Anda kerjakan.

Khawatirkanlah hal-hal yang sebetulnya
dapat Anda kerjakan
tapi yang tidak akan Anda kerjakan.

Perhatikanlah,

Hampir semua masalah hidup kita
berasal dari hal-hal yang seharusnya
kita kerjakan, tapi yang kita tunda.

Dan perhatikanlah lebih jauh,

Meskipun kita sudah menyadarinya,
kita masih tetap gemar menunda.

Hmm …

Sampai kapan ya?

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Orang lain boleh saja
menganggap enteng Anda sekarang,
tapi Anda – tidak boleh.

Jadilah orang pertama yang
menghormati diri Anda sendiri.

Kebesaran yang mungkin Anda capai
sangat bergantung kepada besarnya
hormat yang Anda berikan kepada diri sendiri.

Karena dengan itulah,
Tuhan Yang Maha Besar
menyesuaikan hormat-Nya kepada Anda.

Jika Anda memantaskan diri untuk menjadi raja,
Anda akan dijadikan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Saat Anda akan pulang dari rumah Ibunda,
pernahkah beliau menyiapkan
banyak oleh-oleh untuk Anda bawa?

Jangan tolak titipan Ibu.

Terimalah dengan ceria dan bawalah pulang.

Saya jamin Anda akan kehilangan Ibunda
seperti saya telah kehilangan Ibunda kecintaan jiwa saya.

Apakah Anda bisa memaafkan diri Anda,
jika ternyata itu titipan terakhir beliau?

Kasihlah Ibu, sayangilah Ibu, cintailah Ibu.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Berlakulah lebih bijak dalam
keraguan Anda mengenai masa depan.

Ketidak-pastian masa depan
telah menundukkan banyak jiwa
yang sejatinya hebat,
dan meracuninya dengan dugaan buruk
mengenai kesulitan yang akan terjadi.

Dan saat yang mereka duga itu datang,
mereka panik dan menyalahkan
ketidak-adilan hidup.

Tidak menyiapkan diri saat merasa khawatir
adalah pintu masuk menuju hidup yang gelisah.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Seorang optimis
hanya punya satu kekhawatiran,
yaitu dia tidak cukup menyiapkan diri
bagi tantangan yang lebih besar
di masa depan.

Sedangkan seorang yang pesimis
memiliki lebih banyak alasan
untuk berkecil hati,
bahkan mengenai hal-hal
yang berpotensi sangat baik.

Anda mungkin tidak tahu
apakah Anda optimis atau tidak,
tetapi jika wajah Anda ceria
dan tubuh Anda bersegera,
Anda seorang optimis.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Penyesalan terbesar dalam hidup ini
datang dari hal-hal yang tidak kita lakukan.

Apakah Anda pernah menyesali sesuatu
yang seharusnya dulu Anda lakukan?

Dan sampai hari ini
hati Anda masih sedih dan menyesalinya?

Maka,

Jika harus diputuskan, putuskanlah.

Tidak memutuskan adalah sama dengan memutuskan.

Yaitu, memutuskan untuk tidak memutuskan.

Janganlah berlama-lama hidup dalam keraguan.

Putuskan!

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Seorang ayah meminta anak kecilnya
menyingkirkan pohon kecil yang tumbang

Sang anak mengeluh bahwa dia tak mungkin kuat

Ayah memaksa

Anak mencoba, gagal, mengeluh

Ayah memaksa lagi

Anak mencoba lagi, lalu menyerah

Anakku, sudahkah kau gunakan semua kekuatanmu?

Sudah!

Belum. Kamu belum minta tolong ayah

Maka

Jadilah pribadi yang mudah dibantu sesama
dan berdoalah agar engkau mudah dibantu Tuhan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Jika kita ikhlas meyakini
Tuhan adalah satu-satunya
tempat berharap dan meminta

dan Tuhanlah yang meninggikan
atau merendahkan kita

dan kekuasaan-Nya tak terbatas

dan bahwa kita terhubung langsung
dengan-Nya tanpa perantara

kita akan kecewa sedikit
terhina secukupnya
sedih atau marah sebentar,

tapi selebihnya kita hidup dinamis
dalam penyerahan yang damai
kepada Tuhan.

Katakanlah

I am easy like Sunday Morning

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Saya mohon
Anda memanjatkan doa ini
kepada Tuhan Yang Kekuasan-Nya
Tiada Berbanding

dan setelahnya,
bisakah hati Anda tidak bergetar
dengan keraguan, penolakan
atau diplomasi apa pun

“Tuhanku Yang Maha Kaya,
jadikanlah aku jiwa yang Kau cintai,
dan kayakanlah aku dengan tambahan
uang sebanyak 100 milyar Rupiah
dalam beberapa tahun mendatang,”

lalu Anda bisikkan

Aamiin

dengan hati yang tenggelam damai dan khusuk

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Khayalan favorit
dari remaja pria yang kreatif:

Ada seorang gadis cantik gemulai
yang jatuh cinta kepadanya
dan ingin segera menikah,
anak satu-satunya dari orang kaya raya
yang sudah tua dan sakit-sakitan.

Hmm …

Adik-adik dan anak-anakku terkasih,

Berkhayallah sebebas mungkin
karena itu menyegarkan imajinasi.

Tapi pastikan kalian tumbuh
menjadi pria dewasa yang diimpikan
oleh wanita-wanita terbaik.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Berhati-hatilah dengan pria
yang sesumbar bahwa dia
akan mengarungi samudera,
menyeberangi ngarai,
dan mendaki Himalaya
untuk mendapatkan cinta Anda.

Ada kemungkinan yang sangat besar
bahwa Anda akan kecewa jika Anda menikahinya.

Dia akan sangat jarang ada di rumah.

Karena, dia sedang mengarungi samudera,
menyeberangi ngarai, dan mendaki Himalaya.

Pilihlah pria yang merasa bahagia dekat bersama Anda.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Banyak orang yang berdoa agar mereka
disayangi oleh pasangan hidup mereka.

Tapi mereka merasa gelisah dan kesal
karena jawaban dari doa yang lambat datang.

Itu mungkin karena mereka berdoa
agar orang lain yang berubah,
tanpa upaya untuk mengubah diri sendiri
menjadi lebih penyayang.

Mungkin, doa yang lebih indah bagi kita
adalah meminta Tuhan menjadikan kita
jiwa yang menyayangi pasangan hidup kita.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Sejauh mungkin, sebisa mungkin,
lebih banyaklah melakukan kebaikan.

Janganlah membuat kesalahan hari ini.

Masukilah masa depan
sebagai pribadi yang damai
karena Anda meminimalkan kesalahan
yang bisa menjadi fitnah
yang menjatuhkan Anda nanti.

Perhatikanlah
orang-orang besar yang jatuh,
mereka jatuh karena kesalahan
yang mengijinkan kesalahan lain
di masa lalu
menjadi fitnah yang tak terbantah.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Masa kini Anda seharusnya
berisi kesibukan tentang masa depan,
daripada tentang masa lalu

berkenaan dengan yang mungkin
dan yang bisa Anda lakukan,
daripada mengeluhkan yang sulit
dan yang tidak mungkin

berkenaan dengan yang
lebih membahagiakan,
daripada memanjakan perasaan buruk,

dan berkenaan dengan merayakan
penggunaan dari kekuatan Anda,
daripada penyesalan dan
peng-kambing-hitaman kelemahan Anda.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Banyak orang memimpikan hidup
yang bergelora dan benderang
seperti api unggun yang melangit
jilatan apinya,
tetapi hidup dengan semangat
seperti KOREK BASAH.

Hmm

Kasihan ya ..,
orang yang ayahnya atau ibunya korek basah,
anaknya, pasangannya, pemimpinnya,
dan sahabatnya korek basah.

Semoga Tuhan merestui upaya kita
untuk menjadi korek yang galak
untuk memulai api unggun
yang membesarkan kehidupan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Engkau yang merasa sendiri
dan diabaikan oleh cinta
di dunia yang ramai dan sibuk ini,

resapilah bahwa

Cinta menuntut kepantasan.

Engkau harus menjadi pribadi
yang pantas dicintai.

Cinta akan memanjakanmu,
jika engkau seorang yang pengasih.

Cinta akan merayakan hatimu,
jika engkau seorang yang penggembira.

Dan cinta akan mengindahkan hidupmu,
jika engkau seorang yang mensyukuri kehidupan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Ada banyak hal
yang bisa terjadi kepada kita,
tapi hanya ada dua macam
reaksi kita, yaitu
reaksi naik atau turun.

Semua kejadian adalah pemberitahuan
untuk memperbarui kehidupan.

Maka barukanlah pikiran, sikap, dan tindakan Anda.

Bereaksilah dengan cara
yang menjadikan Anda lebih besar
daripada yang terjadi kepada Anda.

Apa pun yang terjadi,
janganlah bereaksi dengan cara
yang menurunkan kelas Anda.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Anda menjadi apa pun
yang Anda ijinkan untuk menjadi dominan
dalam pikiran dan perasaan Anda,
dan menjadi pewarna dari tindakan Anda.

Maka berfokuslah pada yang membesarkan Anda.

Abaikan semua hal yang tidak memuliakan Anda.

Janganlah gunakan hati dan waktu Anda
untuk merisaukan yang tidak penting bagi kehidupan.

Putuskanlah untuk berbahagia.

Kebahagiaan adalah masalah keputusan.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Tak pantas bagi kita
untuk berharap mendapat jawaban
dari seluruh permintaan kita kepada Tuhan,
jika kita tidak seluruhnya bersungguh-sungguh
dalam mengupayakan kepantasan
untuk menerimanya.

Yang pantas menerima, akan menerima.

Karenanya,

Marilah kita maksimalkan ketulusan
dalam kerja keras kita,
agar maksimal rezeki bagi kesejahteraan
dan kebahagiaan keluarga kita,
dan bagi sesama yang kita layani.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Kita semua adalah para bintang
yang sedang dalam proses menjadi.

Tetapi,
ada jiwa yang sedang memperlambat
perjalanan naiknya sendiri
dengan rasa ragu, rasa tidak berhak,
dan mengesampingkan peran Tuhan
dalam kehidupannya.

Jadilah jiwa yang mempercepat
proses kebintangan Anda,
dengan menjadikan impian Anda
sebagai doa di hati,
dan menggunakan perilaku terbaik Anda
untuk menjadi bernilai bagi sesama.

Mario Teguh

================= kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways =========================

Seorang pesimis adalah pribadi
yang tidak melihat kemungkinan baik
dari apa pun yang dilakukannya
atau yang akan terjadi di masa depan.

Dia sama sekali tidak bodoh,
bahkan sering kali adalah
pribadi yang sangat cerdas dan
gemar menganalisa.

Tetapi,
mungkin hatinya telah dikuasai
oleh kegelapan,
sehingga dia hanya berfokus
pada bayangan,
saat sebetulnya dia bisa melihat sinar.

Tuhan, peliharalah hati kami.

Aamiin

“Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid)

kumpulan kata mutiara, kata motivasi, nasehat bijak Mario Teguh – Golden ways

Laksana Bidadari Dalam Hati Suami (Bagian 1)

Hati Suami (Bagian 1)

Saudariku,

Pada saatnya nanti kan tiba, engkau akan menjadi istri -Insya Allah-. Atau bahkan sekarang ini pun engkau sudah menjadi istri. Dan sudah barang tentu engkau pasti ingin menjadi wanita shalihah lagi berakhlak karimah. Ciri khas wanita shalihah yaitu wanita yang selalu berusaha merebut hati, mencari cinta suami, selalu mengharap ridha suaminya agar mendulang pahala, demi meretas jalan menuju Al-Firdaus Al-A’la…di sanalah, dia akan berharap bisa menjadi “permaisuri” suaminya ketika di dunia.

Lalu, lewat jalan manakah hati seorang lelaki akan terebut…dan ridhanya pun menyambut, sehingga dua jiwa dalam satu cinta akan bertaut?

Saudariku…Bunga-bunga cinta suami dapat mekar bersemi,
Harum semerbak mewangi di taman hati,
Jika ia senantiasa disirami

Manis ucapan, santun perkataan, lembut perlakuan, dan baiknya pergaulan seorang wanita akan menjadi siraman yang dapat menumbuhkan benih-benih cinta di hati sanubari sang suami. Dan bukan hal yang mustahil, karena akhlakmulah, duhai wanita…hati suami pun akan mencinta.

Agar memiliki akhlak wanita yang mulia, seorang wanita seyogyanya berkiblat pada figur wanita abadi nan sempurna. Sosoknya banyak digambarkan dengan parasnya yang sungguh sangat cantik jelita. Kiranya engkau pun tahu…karena dia adalah…bidadari surga.

Bidadari surga teramat istimewa, wanita yang Allah ciptakan dengan penuh kesempurnaan yang didambakan pria. Dengan segala keistimewaan yang ada dalam dirinya, kiranya itu menjadi tantangan bagi wanita dunia untuk bisa berusaha menyamai karakteristik bidadari surga. Menyinggung soal karakteristik, tentunya wanita dunia tidak akan mampu bersaing dengan bidadari dalam urusan fisik, dan yang bisa kita contoh adalah ciri khas akhlaknya. Baiklah, mari kita bersama-sama telusuri tabiat yang khas dari bidadari surga.

Cantik Parasnya, Baik Akhlaknya, dan Harum Bau Tubuhnya

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan keelokan dan kecantikan yang sungguh sempurna, sebagaimana yang tergambar dalam ayat berikut,

وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

Dan Kami pasangkan mereka dengan bidadari – bidadari yang cantik dan bermata jelita. ” (Qs. Ath-Thur: 20) – bagian yg berwarna sebaiknya dibuang, agar sesuai dg terjemahannya

Huur ( حور) adalah bentuk jamak dari kata haura (حوراء ) yaitu wanita muda usia yang cantik mempesona, kulitnya mulus dan biji matanya sangat hitam.

Hasan berkata, “Al-Haura (الحوراء )adalah wanita yang bagian putih matanya amat putih dan biji matanya sangat hitam.”

Zaid bin Aslamberkata, “Al-Haura adalah wanita yang matanya amat putih bersih dan indah.”

Muqatilberkata, “Al-Huur adalah wanita yang wajahnya putih bersih.”

Mujahid berkata, “Al-Huur Al-’Iin (الحور العين ) adalah wanita yang matanya sangat putih dan sumsum tulang betisnya terlihat dari balik pakaiannya. Orang bisa melihat wajahnya dari dada mereka karena dada mereka laksana cermin.”

Seorang penyair berkata,

Mata yang sangat hitam di ujungnya telah membunuh kita
Lalu tak menghidupkan kita lagi

Menaklukkan orang yang punya akal hingga tak bergerak
Dan mereka ialah makhluk Allah yang paling indah pada manusia

Benarlah memang, karena wanita juga akan tampak terlihat lebih menawan jika ia bermata indah, dengan kelopak mata yang lebar, berbiji mata hitam dikelilingi warna putih lagi bersih.

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ

Di dalam surga – surga ada bidadari – bidadari yang baik – baik lagi cantik – cantik.”. (Qs. Ar-Rahman: 70)

Khairaatun ( خَيْرَاتٌ ) adalah jamak dari kata khairatun, sedangkan hisaan adalah bentuk jamak dari hasanatun ( حسنة). Maksudnya, bidadari – bidadari tersebut baik akhlaknya dan cantik wajahnya. Beruntunglah seorang pria yang diberi anugrah wanita secantik akhlak bidadari surga. Perhatikan dan tanyakan pada diri kita…

Apakah kita sudah sepenuhnya memenuhi hak-hak suami, memuliakannya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa? Apakah kita sudah berterima kasih atas kebaikannya? Pernahkah kita menyakitinya dengan sadar atau tidak??

Duhai istri…Suami yang beriman merupakan orang yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan marah jika engkau menghina dan menyakiti lelaki yang memiliki kedudukan yang mulia di sisiNya. Sebagai gantinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menugaskan para bidadari untuk menjunjung kemuliaan suami-suami mereka di dunia ketika para istri menyakiti mereka - sekalipun sedikit - di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya ketika di dunia, melainkan istri suami tersebut yang berasal dari kalangan bidadari akan berkata, ‘Jangan sakiti dia! Semoga Allah mencelakakanmu, sebab dia berada bersamamu hanya seperti orang asing yang akan meninggalkanmu untuk menemui kami.” (Hr. Tirmidzi dan Ahmad. Menurut Imam Tirmidzi, ini hadits hasan)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu’anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sekiranya ada seorang wanita penghuni surga, yang menampakkan dirinya ke bumi, niscaya ia akan menerangi kedua ufuknya serta memenuhinya dengan semerbak aroma. Kerudungnya benar-benar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Hr. Bukhari)

Saudariku, sebagaimana kita ketahui…kecantikan paras wanita dunia seperti kita sangatlah minim jika dibandingkan kecantikan paras bidadari surga. Kita niscaya tidak akan mampu menandingi kecantikan mereka, namun apakah kita harus bersedih? Sama sekali tidak!

Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang beraneka rupa, sebagai tanda dari kehendak dan kekuasaanNya. Maka terimalah apapun yang telah Ia karuniakan bagimu, karena itu yang terbaik untukmu. Meskipun wajah kurang cantik dan fisik kurang menarik, janganlah takut untuk tidak dicinta. Berhiaslah dan percantiklah dirimu dengan hal – hal yang Allah halalkan, karena istri shalihah bukan hanya yang tekun beribadah saja, namun seorang istri yang bisa menyenangkan hati suami ketika suami memandangnya.

Saudariku… Dan apakah kau lupa, fitrahmu sebagai wanita yang tentu suka akan perhiasan? Perhiasan terkait dengan makna keindahan, sehingga seorang perempuan shalihah senantiasa menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya… karena wanita adalah salah satu sumber kebahagiaan lelaki. Apabila seorang istri senantiasa melanggengkan berhias dan mempercantik diri di hadapan suami, itu akan menjadi hal yang menambah keintiman hubungannya dengan suami. Sang Suami pun tentu akan semakin cinta pada istri pujaan hatinya insyaallah.

Bagi saudari-saudariku pada umumnya serta saudara-saudaraku pada khususnya, enak dipandang dan menyenangkan hati bukan berarti harus cantik sekali bukan? Dan berhias pun tidak harus menggunakan aksesori yang terlalu mahal . Lalu bagaimana jika Allah menentukan engkau mendampingi lelaki yang secara materi belum mampu “madep mantep“? (baca: hanya cukup untuk membiayai kebutuhan pokok)

Aku ingatkan engkau pada nasihat para pendahulu kita kepada putrinya…

Abul Aswad berkata pada putrinya, “Janganlah engkau cemburu, dan sebaik-baik perhiasan adalah celak. Pakailah wewangian, dan sebaik – baik wewangian adalah menyempurnakan wudhu.”

Ketika Al-Farafisah bin Al-Ahash membawa putrinya, Nailah, kepad Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, dan Beliau telah menikahinya, maka ayahnya menasihatinya dengan ucapannya, “Wahai putriku, engkau didahulukan atas para wanita dari kaum wanita Quraisy yang lebih mampu untuk berdandan darimu, maka peliharalah dariku dua hal ini: bercelaklah dan mandilah, sehingga aromamu adalah aroma bejana yang terguyur hujan.”

Memang tubuhmupun dicipta tiada bercahaya dan harum mewangi laksana bidadari, namun engkau tentu bisa memakai wewangian yang disukai suamimu ketika engkau berada di kediamanmu bersamanya, dengan begitu penampilanmu tambah terlihat menawan dipandang mata.

Bersambung insyaallah

***

Artikel muslimah.or.id

Penulis: Fatihdaya Khairani
Murajaah: Ust. Ammi Nur Baits

Maraji’:

  1. Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Darul Falah, Jakarta.
  2. Panduan Lengkap Nikah (Dari “A” sampai “Z”), Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdirrazzak, Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan ke-4, Bogor, 2006.
  3. Bersanding Dengan Bidadari di Surga, Dr.Muhamamd bin Ibrahim An-Naim, Daar An Naba’, Cetakan Pertama, Surakarta, 2007.
  4. Mengintip Indahnya Surga, Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi, Aqwam, Cetakan Pertama, Solo, 2008.
  5. Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Darul falah, Cetakan ke-11, Jakarta, 2003.
  6. Majelis Bulan Ramadhan, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, Pustaka Imam Syafi’i, Cetakan ke-2, Jakarta, 2007.
  7. Bidadari Surga Agar Engkau Lebih Mulia Darinya, ‘Itisham Ahmad Sharraf, IBS, Cetakan ke-3, Bandung 2008.

Tawasul Syar’i vs Tawasul Syirik

Tawasul artinya mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk rasul-Nya, dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan diridhoi-Nya. Atau dengan kata lain seseorang melakukan suatu ibadah dengan maksud mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya. Namun, sebagian kaum muslimin salah dalam memahami tawasul. Mereka bertawasul dengan orang-orang shalih dan wali yang sudah mati. Inilah yang mereka anggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Padahal hal tersebut dapat menjerumuskan mereka ke lembah kesyirikan.

Tawasul yang Diperbolehkan

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah. Perlu diketahui bahwa tawasul dibagi menjadi dua yaitu tawasul syar’i dan tawasul bid’i. Tawasul syar’i adalah tawasul yang ditetapkan oleh syariat, yakni yang memiliki dalil dari Al Qur’an dan Hadits Nabawi. Maksudnya mengambil wasilah (perantara) untuk terkabulnya doa, yakni seseorang yang berdoa  mengambil sebab-sebab yang dapat menjadikan terkabulnya doa. Sedangkan tawasul bid’i adalah tawasul yang tidak terdapat dalil yang membolehkannya, bahkan di antaranya merupakan perbuatan kesyirikan.  Jenis tawasul syar’i yaitu:

Pertama: Bertawasul dengan zat Allah yang Maha Suci, dengan nama-nama-Nya yang baik, dengan sifat-sifat-Nya, atau dengan perbuatan-Nya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu…” (QS. Al A’raf:180). Dalilnya juga adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam doa beliau, “… Aku memohon dengan setiap nama-Mu, yang Engkau memberi nama diri-Mu dengannya, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau sembunyikan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu…” (H.R Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, Silsilah Ash Shahihah no. 199).

Kedua: Bertawasul dengan amal shalih. Bertawasul dengan amal sholih juga diperbolehkan. Dalilnya adalah firman Allah (yang artinya), “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al Baqarah:127). Adapun dalil dari hadits yakni dalam kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua. Mereka bertawasul dengan amal shalih yang mereka lakukan berupa berbuat baik kepada kedua orangtua, meninggalkan perbuatan zina, dan menunaikan hak orang lain, maka Allah mengabulkan doa mereka sehingga mereka dapat keluar dari goa karena sebab tawasul dalam doa yang mereka lakukan. Ini menunjukkan diperbolehkannya sesorang bertawasul dengan amal sholih.

Ketiga: Bertawasul dengan doa orang lain. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala ketika mengkisahkan anak-anak Nabi Ya’qub ‘alaihis salaam (yang artinya), “Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)“.(QS. Yusuf:97). Sedangkan dalil dari hadits adalah doa Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ‘Ukasyah bin Mihson radhiyallhu ‘anhu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon kepada Allah agar menjadikan ‘Ukasyah termasuk  tujuh puluh ribu golongan yang masuk surga tanpa hisab.

Para Sahabat Bertawasul dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam

Semasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, di antara para sahabat ada yang bertawasul dengan beliau. Seorang arab badui pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat beliau sedang berkhotbah dan ia meminta didoakan oleh beliau. Demikian pula yang dilakukan sahabat ‘Ukasyah bin Mihson adalah contoh bertawasul lewat perantaraan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun yang perlu diingat, yang dilakukan oleh para sahabat tersebut adalah saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Adapun setelah wafatnya beliau, maka hal ini tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, ketika di masa khalifah ‘Umar radhiyallahu ‘anhu terjadi kekeringan, mereka tidak meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar berdoa kepada Allah untuk meminta hujan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah tiada. Namun ‘Umar meminta kepada ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Umar berkata, “Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawasul kepada-Mu dengan Nabi kami maka Engkau menurunkan hujan kepada kami. Sekarang kami bertawasul kepada-Mu dengan paman Nabi kami maka turunkanlah hujan kepada kami” (H.R Bukhori). Akhirnya, Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan hujan kepada mereka melalui perantaraan do’a Abbas.

Bertawasul dengan Doa, Bukan Dengan Zat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun yang dimaksud tawasul dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam perkataan para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah bertawasul dengan doa dan syafaat Nabi”.  Beliau melanjutkan lagi, “ Adapun tawasul dengan doa dan syafaat sebagaimana yang dilakukan ‘Umar adalah bertawasul dengan doa, bukan bertawasul dengan zat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya itu merupakan tawasul dengan zat beliau, maka tentu bertawasul kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih utama daripada dengan ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu. Ketika mereka berpaling dari bertawasul dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun mereka bertawasul dengan ‘Abbas, maka dari sini kita ketahui bahwa bertawasul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berlaku ketika beliau masih hidup dan terlarang setelah wafatnya beliau.” Maka nyatalah kebatilan perbuatan sebagian kaum muslimin yang bertawasul dengan zat dan kedudukan orang-orang shalih yang telah meninggal.

Tawasul Terlarang

Tawasul yang terlarang adalah tawasul yang dilakukan oleh kaum musyrikin, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Quran (yang artinya), “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.” (QS. Az Zumar:3). Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah” (QS. Yunus:18). Kedua ayat di atas menggambarkan kondisi kaum musyrikin di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Mereka menyembah selain Allah sebagai perantara, mendekatkan mereka kepada Allah dan memberi syafaat bagi mereka. Mereka tidak semata-mata meminta kepada sesembahan mereka, namun sesembahan mereka hanyalah sebagai perantara dan pemberi syafaat. Kondisi ini sama persis dengan yang dilakukan kaum musyrikin zaman kita. Mereka menganggap wali yang sudah meninggal dapat menjadi perantara dan pemberi syafaat bagi mereka.

Bertawasul dengan Kedudukan Orang Shalih

Sebagian orang melakukan tawasul dengan jah (kedudukan) orang shalih yang sudah meninggal. Mereka mengatakan, “Demi kehormatan Nabi-Mu atau demi kehormatan wali fulan…”. Tawasul yang demikian ini terlarang, ditinjau dari dua sisi. Pertama, berarti dia telah bersumpah dengan selain Allah, sedangkan bersumpah dengan selain Allah adalah haram, bahkan termasuk syirik yaitu syirik asghar (syirik kecil). Kedua, orang itu berarti mempunyai keyakinan bahwa seseorang memiliki hak atas diri Allah. Padahal seseorang itu tidaklah memiliki hak selain yang telah Allah anugerahkan kepadanya.

Pembaca yang dirahmati Allah, inilah beberapa fenomena tawasul yang tersebar di masyarakat. Sebagiannya salah dalam memahami dan mengamalkan tawasul sehingga terjerumus dalam keharaman, bahkan kesyirikan. Wallahul musta’an.

[Diringkas dengan sedikit perubahan dan tambahan dari Kitab Al Mufiid fii Muhammaati at Tauhid hal 215-222 karya  Dr. ‘Abdul Qodir as Shufi, Penerbit Daar Adwaus Salaf, cetakan pertama 1428/2007]

Penulis: Adika Mianoki

Artikel www.muslim.or.id

Dua Syarat Diterimanya Ibadah

Ibadah merupakan sebuah kata yang amat sering terdengar di kalangan kaum muslimin, bahkan mungkin bisa kita pastikan tidaklah seorang muslim kecuali pernah mendengarnya. Lebih jauh lagi, ibadah merupakan tujuan diciptakannya seluruh jin dan seluruh manusia, sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu“.(QS : Adz Dzariyat [51] :56). Namun telah tahukah kita bahwa ibadah memiliki syarat agar ibadah tersebut diterima di sisi Allah sebagai amal sholeh dan bukan amal yang salah? Dua syarat dalam ibadah itu adalah [1] berniat ikhlas kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan [2] ittiba’ (mencontoh) Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam. Untuk itulah mari sejenak kita luangkan beberapa gilintir waktu kita untuk mempelajarinya lewat tulisan singkat ini.

Dalil Dua Syarat Diterimanya Ibadah

Dua syarat ibadah ini bukanlah suatu yang dibuat-buat oleh para ‘ulama semata-mata berdasar akal mereka melainkan dua syarat ini telah Allah Subhanahu wa Ta’ala abadikan dalam firmanNya di ayat terakhir surat Al Kahfi dalam satu kesempatan sekaligus (yang artinya), “Sesunggunya Sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan amalan yang sholeh dan tidak menyekutukan Robbnya dalam amal ibadahnya dengan suatu apapun“.(QS : Al Kahfi: 110).

Ibnu Katsir Asy Syafi’i rohimahullah seorang pakar tafsir yang tidak diragukan lagi keilmuannya mengatakan, ““Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.” Kemudian beliau mengatakan, “Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[1].

Dalil lainnya adalah firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amal ibadahnya”.(QS : Al Mulk: 2). Fudhail bin ‘Iyaad rohimahullah seorang Tabi’in yang agung mengatakan ketika menafsirkan firman Allah, (yang artinya) “yang lebih baik amal ibadahnya” maksudnya adalah yang paling ikhlas dan yang paling benar (paling mencocoki Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Kemudian beliau rohimahullah mengatakan, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab. Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah. Amalan dikatakan showab apabila mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam[2].

Adapun dalil dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam untuk syarat pertama adalah hadits yang diriwayatkan melalui jalan Amirul Mu’minin yang pertama Umar bin Khottob rodhiyallahu ‘anhu (yang artinya), “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijroh karena  Allah dan RasulNya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, pent.)”.[3] Dalil untuk syarat yang kedua adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam yang diriwayatkan dari jalur Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallahu ‘anha (yang artinya), “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak”[4]. Dalam redaksi yang lain (yang artinya), “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak”[5].

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hadits ini adalah hadits yang sangat agung mengenai pokok Islam. Hadits ini merupakan timbangan amalan zhohir (lahir). Sebagaimana hadits ‘innamal a’malu bin niyat’ [sesungguhnya amal tergantung dari niatnya] merupakan timbangan amalan batin. Apabila suatu amalan diniatkan bukan untuk mengharap wajah Allah, pelakunya tidak akan mendapatkan ganjaran. Begitu pula setiap amalan yang bukan ajaran Allah dan Rasul-Nya, maka amalan tersebut tertolak. Segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama yang tidak ada izin dari Allah dan Rasul-Nya, maka perkara tersebut bukanlah agama sama sekali.”[6]

Pengertian Ibadah

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah rohimahullah mengatakan, “Ibadah adalah sebuah kata yang mencakup banyak makna (isim jami’) untuk seluruh perkara yang Allah cintai dan ridhoi baik berupa perkataan, pebuatan secara lahir dan bathin[7]. Tentu saja ibadah-ibadah tersebut harus disertai adanya rasa perendahan diri seorang hamba kepada Robbnya dan pengagungan yang sebesar-besarnya kepada RobbNya ‘Azza wa Jalla[8].

Para ulama menjadikan perkara ibadah menjadi dua macam. Macam pertama adalah ibadah yang murni ibadah (ibadah mahdhoh). Ibadah yang satu ini harus melalui wahyu, tanpa wahyu seseorang tidak mungkin mengamalkannya. Contohnya adalah shalat, puasa, dan dzikir. Ibadah  jenis pertama ini tidak boleh seseorang membuat kreasi baru di dalamnya, sebagaimana nanti akan dijelaskan.

Sedangkan macam kedua adalah ibadah ghoiru mahdhoh (bukan murni ibadah). Macam kedua ini, asalnya adalah perkara mubah atau perkara dunia. Namun karena diniatkan untuk ibadah, maka bernilai pahala. Seperti berdagang, jika diniatkan ikhlas karena Allah untuk menghidupi keluarga, bukan semata-mata untuk cari penghidupan, maka nantinya bernilai pahala.[9]

Bagaimanakah Niat yang Ikhlas?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah mengatakan “Niat adalah maksud yang diinginkan dari amal[10]. Ditempat yang lain beliau rohimahullah mengatakan, “Niat dalam seluruh ibadah tempatnya di hati bukan di lisan dan hal ini telah disepakati para ‘ulama kaum muslimin.. Seandainya ada seorang yang melafadzkan niat dan hal itu berbeda dengan niat yang ada dalam hatinya maka yang menjadi tolak ukur berpahala atau tidaknya amal adalah niat yang ada dalam hatinya bukan yang ada di lisannya[11].

An Nawawi Asy Syafi’i rohimahullah menukil dalam kitabnya At Tibyan perkataan ustadz Abu Qosim Al Qusairiy rohimahullah, beliau mengatakan, “Ikhlas adalah engkau mentauhidkan/menuggalkan niatmu dalam keta’atan kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala yaitu engkau berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan amal ketaatanmu tanpa mengharapkan dari mahluk suatu apapun dari hal tersebut berupa pujian dari manusia dan lain sebagainya[12].

Dzun Nun rohimahullah mengatakan, “Tanda ikhlas ada tiga, tidak ada bedanya bagi seseorang antara ia dipuji atau dicela seseorang atas amalnya, tidak menghiraukan pandangan manusia atas amalnya dan mengharap pahala dari amal yang ia kerjakan di akhirat[13].

Ittiba’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dalam Beramal adalah Bukti Cinta pada Beliau

Sudah barang tentu seorang muslim cinta pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam nah bukti kalau kita cinta kepada Allah adalah ittiba’/mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi was sallam terutama dalam beramal, sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Katakanlah (Wahai Muhammad) jika mereka mencintai Allah maka iktutilah aku (Muhammad) maka Allah akan mencintai kalian”. (QS. Al ‘Imron [3] : 31). Maka di antara konsekwensi dari mencintai Allah dan mengimani kerosulan Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah mengikuti syari’at beliau yang tercakup di dalamnya ibadah. Bahkan mengikuti apa yang beliau perintahkan/syari’atkan merupakan salah satu hak beliau yang teragung yang harus kita tunaikan[14].

Lawan dari Ittiba’ adalah Ibtida’/Berbuat Bid’ah

Kebalikan dari bentuk cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam adalah berbuat bid’ah dalam agama. Hal ini terkadang tidak diketahui oleh seorang muslim yang mengaku cinta Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam, padahal telah jelas bagi kita sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam yang melarangnya sebagaimana yang diriwayatkan dari jalur Aisyah di atas. Lihatlah peristiwa yang terjadi beberapa saat sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam sebagaimana yang dialami sahabat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu ketika beliau melewati suatu masjid yang di dalamnya terdapat orang-orang yang sedang duduk membentuk lingkaran. Mereka bertakbir, bertahlil, bertasbih dengan dipimpin oleh seseorang. Lalu Ibnu Mas’ud mengingkari mereka dengan mengatakan, “Hitunglah dosa-dosa kalian. Aku adalah penjamin bahwa sedikit pun dari amalan kebaikan kalian tidak akan hilang. Celakalah kalian, wahai umat Muhammad! Begitu cepat kebinasaan kalian! Mereka sahabat nabi kalian masih ada.Pakaian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga belum rusak.Bejananya pun belum pecah.Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian berada dalam agama yang lebih baik dari agamanya Muhammad?Ataukah kalian ingin membuka pintu kesesatan (bid’ah)?” Mereka menjawab, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan”. Ibnu Mas’ud berkata, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya”[15].

Sedangkan Hassan bin ‘Athiyah rohimahullah seorang tabi’in mengatakan, “Tidaklah suatu kaum mengadakan suatu kebid’ahan kecuali akan hilang sunnah (Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam pent.) yang semisal dengan bid’ah tersebut”.[16] Maka lihatlah wahai saudaraku betapa mengerikannya betapa buruknya bid’ah dan dampaknya di mata generasi utama dalam ummat ini.

Makna Bid’ah

Mungkin ada sebagian dari kita yang rancu atau belum tahu apakah yang dimaksud dengan bid’ah dalam pembahasan ini. Maka kami akan bawakan beberapa defenisi bid’ah menurut para ulama’. Diantaranya adalah apa yang dikatakan oleh Asy Syathibi rohimahullah, beliau mengatakan, “Bid’ah adalah tata cara yang dalam agama yang dibuat-buat yang menyerupai syari’at dan dimaksudkan dengannya berlebih-lebihan (keluar batas yang ditentukanpent) dalam agama[17].

Bid’ah yang Terlarang adalah Bid’ah dalam Masalah Agama

Banyak yang menyangka bahwa jika kita katakan bid’ah adalah perbuatan yang haram maka hal ini berarti menggunakan pesawat, sepeda motor, belajar di universitas haram/terlarang. Maka hal ini adalah suatu hal yang tidak benar adanya sebagaimana dalam salah satu redaksi hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam(yang artinya), “Barangsiapa yang mengadakan suatu hal yang baru dalam masalah agama kami maka perkara tersebut tertolak/tidak diterima”[18].

Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.”[19]

Para pembaca dapat memperhatikan bahwa tatkala para sahabat ingin melakukan penyerbukan silang pada kurma –yang merupakan perkara duniawi-, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.[20]

Penutup

Dari pembahasan atas menunjukkan bahwa ibadah baik itu shalat, puasa, dan dzikir semuanya haruslah memenuhi dua syarat diterimanya ibadah yaitu ikhlas dan mencocoki petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidaklah tepat perkataan sebagian orang ketika dikritik mengenai ibadah atau amalan yang ia lakukan, lantas ia mengatakan, “Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing”. Ingatlah, tidak cukup seseorang melakukan ibadah dengan dasar karena niat baik, tetapi dia juga harus melakukan ibadah dengan mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga kaedah yang benar “Niat baik semata belum cukup.” Hanya Allah yang beri taufik.

Penulis: Aditya Budiman

Artikel www.muslim.or.id


[1] Lihat Shohih Tafsir Ibnu Katsir oleh Syaikh Musthofa Al Adawiy hafidzahullah hal. 57/III, terbitan Dar Ibnu Rojab, Mesir.

[2] Lihat Ma’alimut Tanziil (Tafsir Al Baghowi) oleh Abu Muhammad Husain bin Mas’ud Al Baghowiy rohimahullah tahqiq Syaikh Muhammad Abdullah An Namr, terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

[3] HR. Bukhari no. 6689 dan Muslim no. 1907.

[4] HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718.

[5] HR. Muslim no. 1718.

[6] Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 77. [ed]

[7] Lihat Al ‘Ubudiyah oleh Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah rohimahullah hal. 44 dengan takhrij hadits oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dan tahqiq oleh Syaikh Zuhair Asy Syawis, terbitan Al Maktab Al Islamiy, Beirut, Lebanon.

[8] Lihat Syarh Al Aqidatul Wasithiyah oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin hal. 17, terbitan Dar Ibnil Jauziy, Riyadh, KSA.

[9] Lihat pembahasan dalam kitab Tahdzib Tashil Al Aqidah Al Islamiyah, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdil ‘Aziz AL Jibrin, hal. 39-40, Maktabah Al Mulk Fahd, cetakan pertama, 1425 H. [ed]

[10] Lihat Jaami’ul Masaail oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah hal. 7.

[11] lihat Al Fatawatul Qubro oleh Ibnu Taimiyah, dengan tahqiq Husnain Muhammad Makhluf hal. 87/II, terbitan Darul Ma’rifah, Beirut Lebanon.

[12] Lihat At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an oleh An Nawawi Asy Syafi’i rohimahullah hal. 50 dengan tahqiq Syaikh Abi Abdillah Ahmad bin Ibrohim Abil ‘Ainain, terbitan Maktabah Ibnu Abbas, Mesir. Dengan sedikit perubahan redaksi.

[13] Lihat At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an oleh An Nawawi Asy Syafi’i rohimahullah hal. 51.

[14] Lihat Lihat Syarh Tsalatsatul Ushul oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin hal. 98, penyunting Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrohim As Sulaiman, terbitan Daruts Tsuraya, Riyadh, KSA, dan Huquq Da’at ilaihal Fithroh wa Qorrotha Asy Syar’iyah oleh oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin hal. 15 terbitan Darul Istiqhomah, Mesir, dengan perubahan dan peringkasan redaksi.

[15] HR. Ad Darimi no. 204. Husain Salim Asad mengatakan sanad hadits ini jayyid, riwayat ini dinyatakan shohih oleh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 2005.

[16] Perkataan beliau ini kami dapatkan dari muhadhoroh Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halabiy hafidzahullah yang berjudul “Ad Du’a wa Atsaruhu” dalam sesi tanya jawab.

[17] Lihat Al I’thishom oleh Asy Syathibi rohimahullah

[18] Lihat Jami’ul Ulum wal Hikaam oleh Ibnu Rojab Al Hambali rohimahullah hal. hal. 174 dengan tahqiq oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Ibrohim Al Bajas terbitan Mu’asasah Risalah, Beirut, Lebanon.

[19] Al I’tishom, 1/348 [ed]

[20] HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan

SUKSES BISNIS KARENA HOKI ?

Oleh : ustadz Zainal Abidin, L.c

Langkah yang ditempuh para pembisnis dalam melancarkan usahanya beraneka ragam ada yang realistis dan ada pula yang tidak realistis. Yang realistis mereka menempuh cara dengan perbaikan manajemen, mengikuti training leadership, memperketat peraturan perusahaan, memperluas jaringan marketing, dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Sedangkan mereka yang menempuh cara yang tidak realistis dengan menggunakan jasa dukun, meyakini hoki, neptu lahir atau pergi ke kuburan keramat.

Banyak kita saksikan para usahawan kita bila menghadapi kepanikan bisnis mereka berlomba-lomba mendatangi paranormal karena mereka beranggapan bahwa para normal mengetahui hal-hal ghaib yang bisa membantu membangkitkan kembali bisnisnya, atau bisa mencarikan bentuk usaha yang membawa hoki. Dan yang lebih aneh lagi mereka mendatangi kuburan para wali dan tempat keramat untuk melancarkan rizkinya, memudahkan lobi bisnisnya, membantu kenaikan pangkatnya, mengairi ladang yang kering dan sebagainya, karena mereka meyakini bahwa para wali di alam barzah dan tempat keramat memiliki kekuatan ghaib yang berkaitan masalah rizki atau lainnya, mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah suatu bentuk kesyirikan dan menghilangkan ketawakalan kepada Allah serta ketergantungannya kepada ar-Razaq (dzat pemberi rizki), sementara kunci rizki dan perbendaraan bumi ditangan Allah:

 

“Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami”.( al-Munafiqun: 7).

Pengusaha Muslim harus meninggalkan cara-cara yang tidak realistis untuk mengembangkan usahanya apalagi mendatangi dukun ataupun tempat-tempat keramat karena hal itu akan mendatangkan murka Allah dan menumbuhkan rasa ketergantungan kepada makhluk dan paranoid dalam usaha, sementara rizki bila telah menjadi bagian kita tidak akan  lari sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam:

”Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, maka rezekinya akan menemuinya sebagaimana kematian menemuinya.”
(1)

Begitu pula membenarkan apa yang mereka kabarkan merupakan pelanggaran besar dan mendatangkan murka Allah berdasarkan hadits dari Imram bin Hushain berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

“Bukan dari golongan kami orang yang menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda, burung dan lain-lain, yang bertanya dan yang menyampaikan, atau bertanya kpada dukun dan yang mendukuninya atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya, dan siapa saja yang membuat buhulan dan barangsiapa yang mendatangi kahin dan membenarkan apa yang di katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.”(2)

Tentang hukum mendatangi dukun, Imam Al Qurtubi rahimahulloh berkata:

“Wajib bagi setiap orang yang mampu, baik da’i atau yang lainnya, untuk mengingkari orang yang melakukan perbuatan perdukunan di pasar dan mengingkari dengan keras terhadap siapa saja yang mendatangi para dukun. Tidak boleh kita tertipu, karena apa yang diberitakan itu benar atau banyaknya orang yang datang kepada mereka atau menggunakan julukan ahli ilmu. Sebenarnya mereka bukanlah ahli ilmu, tetapi yang lebih tepat adalah orang bodoh, karena mereka masih melakukan perbuatan yang terlarang.”(3)

Ada seorang jamaah bercerita bahwa dirinya pernah mempergunakan jasa dukun untuk melariskan dagangannya. Singkat cerita, benar apa yang dikatakan sang dukun dan tidak berapa lama usahanya maju dengan pesat, sehingga dia bergelimang dengan harta, keluarganya dimanjakan dengan kemewahan bahkan dia bingung bagaimana harus mempergunakan uangnya. Akan tetapi suatu saat, karena ia tidak bisa memenuhi apa yang diwajibkan jin atas dirinya, dalam sekejap usahanya hancur, hutang-hutangnya pun menumpuk dan para suplier tak henti-henti menagihnya. Karena merasa tidak sanggup menghadapai beban berat hidupnya ia meninggalkan tempat usahanya dan pergi ke Jakarta. Akan tetapi Jin-jin yang selama ini membantunya senantiasa meneror diri dan keluarganya dengan gangguan-gangguan yang berupa ular-ular kecil yang selalu muncul di tiap sudut lantai keramik rumahnya.

Setelah hubungan dirinya dengan dunia klenik tidak lancar, kepercayaan dirinyapun hilang, ia menjadi lemah dan mudah berputus asa, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan memulai usaha dari mana. Selama ini, dalam menjalankan usahanya ia selalu bergantung dengan arahan dan ramalan paranormal.

Dari kasus tersebut saya berkesimpulan bahwa mereka adalah orang-orang yang takut dengan masa depan, mereka akan optimis jika digambarkan masa depannya cemerlang, sebaliknya mereka berubah menjadi pesimis jika dikatan bahwa masa depannya suram dan tidak menguntungkan. Bila hal ini diteruskan dan dia tidak bertaubat memohon ampunan kepada Allah subhanahu wata’ala dan mengembalikan keyakinannya kepada Allah ia akan menjadi manusi yang kehilangan kepercayaan, hidup diliputi dengan kecemasan dan takut menatap masa depan.

Lihatlah bagaimana mereka dipermainkan oleh sang dukun yang telah bekerja sama dengan koleganya dari bangsa jin untuk menyengsarakan para pengusaha yang bingung untuk mencari solusi ternyata malah makin terpuruk ibarat sudah jatuh sambil duduk, tertimpa tangga dan terbentur tembok. Maka hendaknya seorang pengusaha muslim harus tetap istiqamah dalam menghadapi rintangan bisnis, tetap optimis dalam keterpurukan, sambil terus bangkit mencari solusi dan jalan keluar yang disertai tawakkal dan  yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Allah memohon kemudahan dan jalan keluar serta mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amal shalih. Kejarlah yang punya rizki yaitu Allah ta’ala jangan hanya pandai mengejar peluang rizki.

Wahai saudaraku, sederhanalah dalam mencari harta. Jangan rakus dan membabi buta tanpa memerhatikan aturan agama, dan jangan menodai hak orang lain, karena rezekimu tidak akan berpindah ke tangan orang lain, seorang hamba dalam mengarungi kehidupan hanya butuh terhadap tiga pilar karena tidak akan sukses kecuali dengannya: bersyukur, mencari kesehatan, dan bertobat dengan tobat nasuha.(4)

Footnote:
1. Lihat Shahihul Jami’ no: 5240.
2. Dikeluarkan Al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astaar 3/399  No.3044. At-Thabrani dalam al-Mu’jam Al-kabir 18/162  No.355 dan disebutkan oleh Al-Albani dalam Shahihil Jaami’ 2/956.
3. Lihat Ahkamul Qur’an, al-Qurthubi, 2/ 44.
4. Lihat al-Fawaid, Ibnu Qayyim, hal. 288.

 

http://metafisis.wordpress.com/2011/01/12/sukses-bisnis-karena-hoki/

Fanatik Buta Kepada Mazhab, Kyai atau Habib dan Dampak Negatifnya

oleh : Ustadz Abu Isma’il Muhammad Abduh Tuasikal

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membacakan firman Allah berikut ini; “Mereka menjadikan para pendeta, dan rahib-rahibnya sebagai tuhan selain Allah…(QS. At Taubah : 31), Adi bin Hatim berkata: “Kami dulu orang-orang Nasrani tidak menyembah mereka [para pendeta dan pemuka agama Nasrani]. Kemudian Rasulullah berkata : “Bukankah mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, lalu kalian mengikutinya ? Jawab Adi bin Hatim : “Ya, benar. Kata Nabi : “Itulah bentuk penyembahan [kalian] terhadap mereka” . (HR. Tirmidzi dari Adi bin Hatim). *Adi bin Hatim sebelum masuk Islam, beliau dahulunya beragama Nasrani.

Fanatik terhadap kyai, Habib, ulama, atau ustadz memang telah mendarah daging dalam tubuh umat ini. Yang jadi masalah bukanlah sekedar mengikuti pendapat orang yang berilmu. Namun yang menjadi masalah adalah ketika pendapat para ulama tersebut jelas-jelas menyelisihi Al Qur’an dan As Sunnah tetapi dibela mati-matian. Yang penting kata mereka ‘ sami’na wa atho’na’ (apa yang dikatakan oleh kyai kami, tetap kami dengar dan kami taat). Entah pendapat kyai tersebut merupakan perbuatan syirik atau bid’ah, yang penting kami tetap patuh kepada guru-guru kami.

Fenomena Fanatik Buta

Fanatik -dalam bahasa Arab disebut ta’ashub- adalah sikap mengikuti seseorang tanpa mengetahui dalilnya, selalu menganggapnya benar, dan membelanya secara membabi buta. Fanatik terhadap kyai, ustadz, atau ulama bahkan kelompok tertentu telah terjadi sejak dahulu seperti yang terjadi di kalangan para pengikut madzhab (ada 4 madzhab yang terkenal yaitu Hanafi, Hanbali, Maliki, dan Syafi’i). Di mana para pengikut madzhab tersebut mengklaim bahwa kebenaran hanya pada pihak mereka sendiri, sedangkan kebathilan adalah pada pihak (madzhab) yang lain.

Banyak contoh yang dapat diambil dari para pengikut madzhab tersebut. Di antara contoh perkataan bathil di antara mereka adalah ucapan Abul Hasan Al Karkhiy Al Hanafi (seorang tokoh fanatik di kalangan Hanafiyyah). Beliau mengatakan, “Setiap ayat dan hadits yang menyelisihi penganut madzhab kami (Hanafiyyah), maka harus diselewengkan maknanya atau dihapus hukumnya.”

Syaikh Al Albani rahimahullah juga mengisahkan, bahwa ada seorang bermadzhab Hanafiyah mengharamkan pria dari kalangan mereka menikah dengan wanita bermadzhab Syafi’iyah, kecuali wanita tadi diposisikan sebagai wanita ahli kitab dianalogikan dengan wanita Yahudi dan Nasrani!! Hal ini masih terjadi hingga sekarang. Seperti ada seorang bermadzhab Hanafi dan dia begitu takjub dengan seorang khotib masjid Bani Umayyah di Damaskus, dia mengatakan, “Andaikan khotib tadi bukan bermadzhab Syafi’i, niscaya aku akan nikahkan dia dengan anak perempuanku!”

Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lam Nubala’ juga menceritakan, bahwa Abu Abdillah Muhammad bin Fadhl Al Farra’ pernah menjadi imam sholat di masjid Abdullah selama 60 puluh tahun lamanya. Beliau bermadzhab Syafi’i dan melakukan qunut shubuh. Setelah itu imam sholat diambil alih oleh seseorang yang bermadzhab Maliki dan tidak melakukan qunut shubuh. Karena hal ini menyelisihi tradisi masyarakat setempat, akhirnya mereka bubar meninggalkan imam yang tidak melakukan qunut shubuh ini, seraya berkomentar, “Sholat imam tersebut tidak becus !!!”.

Inilah contoh yang terjadi di kalangan pengikut madzhab. Begitu juga yang terjadi pada umat Islam sekarang ini, banyak sekali di antara mereka membela secara mati-matian pendapat dari ulama atau guru-guru mereka (seperti membela kesyirikan, kebid’ahan, atau perbuatan haram yang dilakukan guru-guru tersebut), padahal jelas-jelas bertentangan dengan ayat dan hadits yang shohih.

Mempertentangkan Perkataan Allah dan Rasul-Nya dengan Perkataan Kyai/Ulama.

Banyak dari umat Islam saat ini, apabila dikatakan kepada mereka, “Allah telah berfirman” atau kita sampaikan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda …”, mereka malah menjawab, “Namun, kyai/ustadz kami berkata demikian …”. Apakah mereka belum pernah mendengar firman Allah (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya” (Al Hujurat : 1) Yaitu janganlah kalian mendahulukan perkataan siapapun dari perkataan Allah dan Rasul-Nya.
Dan perhatikan pula ayat selanjutnya dari surat ini. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.” (Al Hujurot : 2).

Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam I’lamul Muwaqi’in mengatakan,

“Apabila mengeraskan suara mereka di atas suara Rasul saja dapat menyebabkan terhapusnya amalan mereka. Lantas bagaimana kiranya dengan mendahulukan pendapat, akal, perasaan, politik, dan pengetahuan di atas ajaran rasul. Bukankah ini lebih layak sebagai penghapus amalan mereka “

Ibnu ‘Abbas radiyallahu ‘anhuma mengatakan,

“Hampir saja kalian akan dihujani hujan batu dari langit. Aku ,‘Rasulullah bersabda demikian lantas kalian membantahnya dengan mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata demikian.’ “(Shohih. HR. Ahmad).

Dari perkataan ini, wajib bagi seorang muslim jika dia mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia paham maksudnya/penjelasannya dari ahli ilmu, tidaklah boleh bagi dia menolak hadits tersebut karena perkataan seorang pun.

Tidak boleh dia menentangnya karena perkataan Abu Bakar dan Umar -radiyallahu ‘anhuma- (yang telah kita ketahui bersama kedudukan mereka berdua), atau sahabat Nabi yang lain, atau orang-orang di bawah mereka, apalagi dengan perkataan seorang kyai atau ustadz. Dan para ulama juga telah sepakat bahwa barangsiapa yang telah mendapatkan penjelasan dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak boleh baginya meninggalkan hadits tersebut dikarenakan perkataan seorang pun, siapa pun dia. Dan perkataan seperti ini selaras dengan perkataan Imam Syafi’i -semoga Alloh merahmati beliau-. Beliau rahimahullah mengatakan;

“Kaum muslimin sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.” (Madarijus Salikin, 2/335, Darul Kutub Al ‘Arobi. Lihat juga Al Haditsu Hujjatun bi Nafsihi fil ‘Aqoid wal Ahkam, Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 79, Asy Syamilah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya Musa hadir di tengah kalian dan kalian mengikutinya dan meninggalkanku, maka sungguh kalian telah tersesat dari jalan yang lurus. Sekiranya Musa hidup kembali dan menjumpai kenabianku, dia pasti mengikutiku.” (Hasan, HR. Ad Darimi dan Ahmad).

Maksudnya apabila kita meninggalkan sunnah Nabi dan mengikuti Musa, seorang Nabi yang mulia yang pernah diajak bicara oleh Allah, maka kita akan tersesat dari jalan yang lurus. Lantas bagaimana pendapat saudara sekalian, apabila kita meninggalkan sunnah Nabi dan mengikuti para kyai, habib, tokoh agama, ustadz, mubaligh, cendekiawan dan sebagainya yang sangat jauh bila dibandingkan Nabi Musa ‘alaihis salaam??! Renungkanlah hal ini.

Dampak Fanatik Buta

Fanatik memunculkan berbagai dampak negatif yang sangat berbahaya bagi pribadi secara khusus dan masyarakat secara umum. Berikut ini kami paparkan beberapa dampak yang terjadi karena fanatik buta.

[1] Memejamkan mata dari dalil yang kuat dan berpegang dengan dalil yang rapuh

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Mayoritas orang-orang fanatik madzhab tidak mendalami Al Qur’an dan As Sunnah kecuali segilintir orang saja. Sandaran mereka hanyalah hadit-hadits yang rapuh atau hikayat-hikayat dari para tokoh ulama yang bisa jadi benar dan bisa jadi bohong.”

[2] Merubah dalil untuk membela pendapatnya

Contohnya adalah atsar tentang qunut shubuh yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan beliau menshahihkannya. Dari Malik Al Asyja’i radiyallahu ‘anhu berkata, “Saya pernah bertanya kepada ayahku,’Wahai ayahku! Sesungguhnya engkau pernah sholat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali di sini -di Kufah-. Apakah mereka melakukan qunut shubuh?’ Jawab beliau,’Wahai anakku, itu merupakan perkara muhdats (perkara baru yang diada-adakan dalam agama -pen)’ “.

Tetapi seorang tokoh bermadzhab Syafi’i di Mesir malah mengganti hadits tersebut dengan lafadz yang artinya, ‘Wahai anakku, ceritakanlah (kata muhdats diganti dengan fahaddits yang berarti ceritakanlah-pen) [!]‘ Dan tokoh ini juga mengatakan, “Sholatnya orang yang meninggalkan qunut shubuh secara sengaja, maka sholatnya batal yaitu tidak sah.”

Sungguh perbuatan tokoh ini dikarenakan sikap fanatik beliau pada madzhabnya yang mengakar kuat pada dirinya. Tetapi lihatlah perbedaan yang sangat menonjol dengan orang yang mengikuti kebenaran, walaupun madzhabnya sama dengan tokoh fanatik di atas. Beliau -Abul Hasan Al Kurjiy Asy Syafi’i- tidak pernah melakukan qunut shubuh dan beliau pernah berkata,”Tidak ada hadits shohih tentang hal itu (yaitu qunut shubuh,-pen).”

[3] Sering memalsukan hadits

Di antara hadits palsu hasil rekayasa orang-orang yang fanatik madzhab untuk membela madzhabnya, yaitu dari Ahmad bin Abdilllah bin Mi’dan dari Anas secara marfu’ : “Akan datang pada umatku seorang yang bernama Muhammad bin Idris (yakni Imam Syafi’i-pen), dia lebih berbahaya bagi umatku daripada Iblis. Dan akan datang pada umatku seorang bernama Abu Hanifah, dia adalah pelita umatku”.
Hadits ini selain palsu, juga bertentangan dengan nash yang menyatakan bahwa pelita umat ini adalah Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 46.

[4] Menfatwakan bahwa taqlid hukumnya wajib

Para fanatisme madzhab atau kelompok akan menyerukan kepada pengikutnya tentang kewajiban taqlid yaitu mengambil pendapat seseorang tanpa mengetahui dalilnya.
Hal ini sebagaimana yang diwajibkan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Salah seorang tokoh organisasi tersebut mengatakan, “Sejak ratusan tahun yang lalu sampai sekarang sebagian besar umat Islam di seluruh dunia yang termasuk dalam golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah membenarkan adanya kewajiban taqlid bagi orang yang tidak memenuhi syarat untuk berijtihad …”
Ini adalah ucapan yang bathil. Tidak pernah ada kewajiban seperti ini dari Allah, Rasulullah, sampai-sampai imam madzhab sekalipun. Karena pendapat imam madzhab itu kadangkala benar dan kadangkala juga salah. Seringkali para imam madzhab berpegang pada suatu pendapat dan beliau meralat pendapatnya tersebut. Dan para imam itu sendiri melarang untuk taqlid kepadanya, sebagaimana Imam Syafi’i rahimahullah (imam madzhab yang organisasi ini ikuti) mengatakan;

“Setiap yang aku katakan, kemudian ada hadits shahih yang menyelisihinya, maka hadits Nabi tersebut lebih utama untuk diikuti. Janganlah kalian taqlid kepadaku”.
Janganlah Menolak Kebenaran

Sesungguhnya Allah telah mengutus para rasul untuk segenap manusia. Allah mengutus para rasul untuk mendakwahi manusia agar mereka beribadah dan menyembah kepada Allah semata. Akan tetapi kebanyakan mereka mendustakan rasul-rasul utusan Alloh itu; mereka tolak kebenaran yang dibawanya, yaitu ketauhidan. Akhirnya mereka pun menemui kebinasaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi.” Kemudian beliau melanjutkan hadits ini dengan berkata, “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, tidak diperbolehkan bagi seorang mukmin menolak kebenaran atau nasehat yang disampaikan kepadanya. Karena jika demikian berarti mereka telah menyerupai orang-orang kafir dan telah menjerumuskan dirinya ke dalam sifat sombong yang bisa menghalanginya masuk surga. Maka, sikap hikmah (yaitu sikap menerima kebenaran dan tidak meremehkan siapapun yang menyampaikannya -pen) menjadi senjata yang ampuh bagi seorang mukmin yang selalu siap digunakan. Maka dari itu, kita wajib menerima kebenaran dari siapapun datangnya, bahkan dari setan sekalipun.

Ya Allah, tunjukilah -dengan izin-Mu- bagi kami pada kebenaran dalam perkara yang kami perselisihkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menunjuki siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.

[Disarikan oleh Abu Isma'il Muhammad Abduh Tuasikal dari Majalah Al Furqon ed.11/Th.II, At Tamhiid li Syarhi Kitaabit Tauhid-Syaikh Sholeh Alu Syaikh, al Firqotun Najiyah-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu]

Ilustrasi tambahan saja :) :

Dialoq antara seorang Kyai atau Habib dengan seorang anggota jama’ah pengajian [sebutlah si fulan].

Fulan : [si fulan berkata kepada Kyai atau Habib]
Pak Yai…atau Bib…Tolong saya diberi amalan, yang dengan amalan itu saya bisa ini….bisa itu…..!

Kyai / Habib : Silahkan amalkan bacaan ini……..dibaca sekian kali…….[misalnya 1000 x]

Seandainya perintah si Kyai atau Habib tersebut menyalahi tuntunan Rasulullah dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, maka si Kyai atau si Habib tersebut telah membuat syari’at baru, dan bagi si fulan yang telah menuruti perintah si Kyai atau Habib tersebut secara tidak sadar telah menuhankannya. Yang berhak membuat syari’at dalam agama hanyalah Allah. Adapun melakukan ibadah adalah dengan cara ittiba’ (mengikuti) Rasulullah dalam beribadah kepada Allah.

 

http://metafisis.wordpress.com/2011/01/08/fanatik-buta-kepada-mazhab-kyai-atau-habib-dan-dampak-negatifnya/

Perbanyaklah Istighfar dan Taubat

Segala puji penuh cinta dan pengagungan hanya milik Allah semata. Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan pengikut beliau yang setia hingga akhir zaman.

Sahabat Al Aghor bin Yasar Al Muzani Radhiallahu anhu meriwayatkan sebuah hadots dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai berikut,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ فَإِنِّى أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ

Wahai manusia seluruhnya bertaubat dan mohon ampunlah kepada Allah. karena sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari” (HR Ahmad no 18319. Syaikh Al Arnauth berkata tentang hadits ini: sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).

Penjelasan ringkas hadits:

Istighfar maknanya adalah memohon ampunan yaitu pengampunan dari dosa dan menggantinya. Pengampunan Allah terhadap dosa yang dilakukan seorang hamba ada 2 macam

1. Penghapusan Dosa. Allah ta’ala hanya menghapus dosa-dosa yang telah lalu dilakukan oleh seorang hamba, sehingga seolah-olah hamba tersebut tidak pernah melakukan perbuatan berdosa. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam: ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus keburukan yang telal lalu (HR Tirmidzi no 1988, beliau berkata hadits ini Hasan Shahih)

2. Penggantian Dosa. Pada pengampunan dosa jenis ini, Allah ta’ala tidak sebatas menghapus dosa yang telah lalu dilakukan seorang hamba. Akan tetapi Allah juga mengganti dosa yang telah diperbuat dengan kebaikan. Allah ta’ala berfirman: mereka yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih maka akan Allah ganti keburukan merea dengan kebaikan (Al Furqon . 70)

Faidah Hadits:

Hadits ini memberikan banyak faidah dan manfaat kepada kita semua, di antaranya:

1. Wajib bagi setiap orang untuk segera bertaubat dari segala jenis dosa yang telah dilakukan karena dalam hadits ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum seluruh manusia untuk bertaubat. Sebagaimana telah maklum bahwa hukum asal perintah dari Allah dan Rasul-Nya adalah wajib dikerjakan. Hadis ini tidak membatasi perintah bertaubat dan beristighfar hanya bagi kaum muslimin. Akan tetapi bagi seluruh manusia wajib untuk bertaubat dari segala dosa yang telah dikerjakan, baik muslim maupun non muslim, baik orang arab maupun non arab.

2. Ikhlas dalam taubat adalah syarat sah diterimanya taubat seseorang di sisi Allah ta’ala. Maka barangsiapa yang meninggalkan sebuah dosa karena selain Allah, semisal seseorang berhenti membuka aurat agar lelaki yang dia cintai  mau menikahinya maka taubatnya tidak sah, dan para ulama sepakat tentangnya.

3. Hadits ini juga mengajarkan kepada kita agar bersegera dalam taubat dan memperbanyak istighfar.

4. Hadits ini menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Allah mengampuni seluruh dosa bahkan dosa syirik sekalipun selama pelakunya bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya dan dilakukan sebelum ajal menjemput. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zummar: 53)
Sekian apa yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi penulis pribadi dan kaum muslimin seluruhnya. Segala bentuk kesalahan dalam tulisan ini berasal dari diri saya pribadi, adapun kebenaran mutlak berasal dari Allah. Alhamdulillah aladzi bi ni’matihi tatimush shalihaat.

Markas MER-C. 2.00 dini hari 9 Dzuhidjah 1431 H Rahmat Ariza Putra

Tulisan ini diringkas dan diterjemahkan dari kitab Bahjatun Nadzhirin Syarah Riyadus Shalihin karya Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly Hafidzhahullahu

Editor: M. A. Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com

Buruk dan Hinanya Perbuatan Zina

Buruk dan Hinanya Perbuatan Zina

Saat ini kita hidup dalam zaman yang amat sangat bebas. Bahkan karena terlalu bebasnya pergaulan dalam masyarakat, nilai-nilai agama pun mulai ditinggalkan. Lihat saja sekarang, dengan mudah kita dapat menemukan berbagai kemaksiatan di sekitar kita. Bahkan hal-hal yang menjurus pada perbuatan zina terpampang di sekitar kita dan tidak lagi dianggap perkara aib.

Anak-anak muda zaman sekarang seakan-akan berlomba dalam hal ini. Begitu banyak gadis-gadis yang mempertontonkan kemolekan tubuhnya secara bebas, hubungan dengan lawan jenis yang melewati batas, dan banyak lagi hal-hal yang membuat perzinahan seakan-akan menjadi sesuatu yang wajar-wajar saja. Ditambah lagi dengan lemahnya iman dan ilmu agama yang dimiliki, membuat perzinahan semakin merajalela.

Padahal, jelas-jelas Islam telah melarang melakukan perbuatan zina. Jangankan melakukannya, mendekati saja sudah tidak boleh. Tentunya perintah untuk tidak mendekati dan melakukan perbuatan zina bukanlah tanpa sebab. Perbuatan zina merupakan sebuah perbuatan yang keji yang dapat mendatangkan kemudharatan bukan hanya kepada pelakunya, namun juga kepada orang lain.

Padahal, jelas-jelas Islam telah melarang melakukan perbuatan zina. Jangankan melakukannya, mendekati saja sudah tidak boleh.

Banyak sekali dalil-dalil baik dari Al Quran maupun hadist yang melarang perbuatan zina ini. Bahkan sebagiannya disertai celaan yang hina bagi pelakunya dan hukuman yang ngeri baik di dunia maupun di akhirat.
Dalil Dari Al Quran:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (an-Nuur: 2-3)

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (al-Israa’: 32)

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (al-Furqaan: 68-69)

Dalil dari Hadits

Kalau kita telusuri hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan zina, bukan saja akan kita dapati larangan, celaan, ancamannya di akhirat. Namun, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperingatkan dan melarang hal-hal yang dapat menghantarkan kepada zina. Bentuknya antara lain larangan memandang wanita lain, larangan berikhtilath dan berduaan dengannya, dan secara tegas memperingatkan bahaya fitnah wanita bagi laki-laki.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Jarir bin Abdillah al Bajali radliyallah ‘anhu, berkata, “aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang pandangan yang tiba-tiba, maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” Dalam riwayat lain beliau bersabda, “tundukkan (lihatlah ke tanah) pandanganmu.”

Dalam Sunan Abi Dawud, Dari Abdillah bin Buraidah, dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali Bin Abi Thalib radliyallah ‘anhu:

يا علي، لا تتبع النظرة النظرةَ، فإن لك الأولى وليس لك الآخرة

“Hai Ali, Janganlah engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lainnya. sesungguhnya bagimu hanya boleh dalam pandangan yang pertama dan tidak yang selanjutnya.”

Dan dalan Shahihain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang nongkrong di pinggir jalan. Lalu para sahabat menyampaikan keberatan karena mereka tidak memiliki tempat lain untuk berbincang-bincang. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkannya asal mereka memberikan haqqut thariq (hak jalan), yaitu menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang yang lewat, menjawab salam, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah kemungkaran.

Beliau bersabda, Dari Ibnu Umar bin Al-Khaththab rahimahullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang pria yang berduaan dengan seorang wanita, kecuali yang ketiganya adalah syetan.” (HR At-Tirmidzi)

Dari Usamah bin Zaid rahimahullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan fitnah di tengah-tengah manusia sepeninggalku yang lebih berbahaya daripada fitnah wanita.” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah rahimahullah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang pezina yang akan berzina tak akan jadi berzina ketika dalam keadaan beriman. Seorang pencuri yang akan mencuri tak akan jadi mencuri ketika dalam keadaan beriman. Seorang peminum khamar yang akan meminum khamar tak akan jadi meminumnya ketika dia dalam keadaan beriman.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama berbeda pendapat mengenai hadits di atas. Namun makna yang benar adalah perbuatan maksiat di atas tidak akan dilakukan, jika orang itu memiliki keimanan yang sempurna. Pengertian ini diambil dari lafadz-lafadz yang diungkapkan untuk penafian sesuatu dan yang dimaksudkan adalah penafian sebagaimana adanya.”

Dalam Shahih Bukhari, setelah beliau meriwayatkan hadis ini, Ikrimah berkata, “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Bagaimana tercabutnya keimanan dari orang itu?”

Ibnu Abbas menjawab, “Seperti ini.” Ibnu Abbas menjalin jari-jarinya dan melepaskankan jalinan jari-jarinya. Ibnu Abbas kembali menjelaskan, “Jika dia bertaubat, maka jari-jari ini akan kembali terjalin.” Demikianlah, Ibnu Abbas kembali memperlihatkan jari-jarinya yang terjalin.

Dalam hadits lainnya, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang hamba berzina, maka iman akan keluar darinya, maka dia seperti payung yang berada di atas kepalanya. Jika dia meninggalkan perbuatan zina itu, maka keimanan itu akan kembali kepada dirinya.” (HR. At Tirmizi danAbu Dawud)

Diriwayatkan dari al Miqdad bin al Aswad rahimahullah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Kandungan dalil tentang zina

Dari dalil-dalil tersebut, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan tentang larangan zina dalam Islam. Kesimpulan yang dapat kita ambil diantaranya adalah:

1. Kerasnya pengharaman zina. Zina adalah seburuk-buruk jalan dan sejelek-jelek perbuatan. Terkumpul padanya seluruh bentuk kejelekan yakni kurangnya agama, tidak adanya wara’, rusaknya muru’ah (kehormatan) dan tipisnya rasa cemburu. Hingga engkau tidak akan menjumpai seorang pezina itu memiliki sifat wara’, menepati perjanjian, benar dalam ucapan, menjaga persahabatan, dan memiliki kecemburuan yang sempurna kepada keluarganya. Yang ada tipu daya, kedustaan, khianat, tidak memiliki rasa malu, tidak muraqabah, tidak menjauhi perkara haram, dan telah hilang kecemburuan dalam hatinya dari cabang-cabang dan perkara-perkara yang memperbaikinya.

2. Ancaman yang keras terhadap pelaku zina. Hukuman bagi pezina dikhususkan dengan beberapa perkara:

a. Keras dan ngerinya hukuman bagi pezina

b. Diumumkan hukumannya di depan umum, bahkan disaksikan orang banyak.

c. Larangan menaruh rasa kasihan kepada pezina

3. Hukuman bagi pezina yang belum menikah adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan hukuman bagi pelaku zina yang telah menikah adalah dirajam sampai mati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah merajam sebanyak enam orang di antaranya adalah Mu’iz, wanita al-Ghamidiyah dan lain-lain.

4. Adapun berzina dengan wanita yang masih mahram mewajibkan hukuman yang sangat keras, yakni dibunuh.

Ibnul Qayyim berkata dalam Raudhatul Muhibbin, “Adapun jika perbuatan keji itu dilakukan dengan orang yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dari para mahramnya, itu adalah perbuatan yang membinasakan. Dan wajib dibunuh pelakunya bagaimanapun keadaannya. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan yang lainnya.”

5. Zina ada beberapa cabang, seperti zina mata, zina lisan, dan zina anggota badan. Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menetapkan atas setiap Bani Adam bagiannya dari zina yang tidak bisa tidak pasti ia mendapatinya. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, hati berangan-angan serta bernafsu dan kemaluan membenarkan atau mendustakannya.”

6. Orang yang sudah dijatuhi hukuman sanksi dalam Islam di dunianya, maka itu menjadi kafarat dan penghapus untuk dosanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam “Barangsiapa yang melakukan perbuatan maksiat, kemudian dia dijatuhi sanksi hukum Islam, maka (sanksi hukum) itu merupakan kafarat bagi perbuatan dosanya. Barangsiapa melakukan perbuatan maksiat, kemudian Allah menutup aib orang itu, maka perkaranya dikembalikan kepada Allah Swt. Jika Allah menghendakinya, pada hari kiamat Dia dapat menyiksanya. Jika Allah menghendakinya, Dia dapat mengampuninya.” (HR. Sunan At Tirmidzi)

Marilah kita selalu berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan memohon pertolongan dan bimbingan-Nya agar dapat terhindar dari semua perbuatan yang menjurus kepada kemaksiatan. (PurWD/voa-islam.com)

Bahaya Masa Bodo Untuk Mempelajari Islam

Bahaya Masa Bodo Untuk Mempelajari Islam

Oleh: Badrul Tamam

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya yang senantiasa meniti petunjuknya.

Sesungguhnya di antara kekufuran yang nyata dan mengeluarkan dari Islam adalah berpaling dari agama Allah ‘Azza wa Jalla, tidak mau mempelajari dan mengamalkannya. Dan inilah yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad al Tamimi dalam kitabnya “Nawaqidl al-Islam” (Pembatal-pembatal keislaman), sebagai pembatal keislaman yang terakhir. Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآَيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ

“Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS. Al-Sajdah: 22)

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آَتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا

“Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Barangsiapa yang berpaling dari Al-Qur’an, maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat. Mereka kekal di dalamnya dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat.” (QS. Thaha: 99)

Yang dimaksud dengan berpaling di atas adalah masa bodo dan tidak mau mempelajari masalah pokok agama ini yang dengannya seorang menjadi muslim, walaupun mungkin masih jahil terhadap cabang-cabangnya, karena masalah ini hanya dikuasai para ulama.

Berpaling yang menyebabkan kekufuran adalah acuh dan tidak mau mempelajari masalah pokok agama ini yang dengannya seorang menjadi muslim, walaupun mungkin masih jahil terhadap cabang-cabangnya.

Sesungguhnya kondisi manusia sangat berbeda-beda. Perbedaan mereka ditentukan oleh tingkat keimanan mereka, selama pokok iman masih ada. Sedangkan peremehan dan syirik terjadi terhadap kewajiban dan masalah-masalah sunnah yang tingkatannya di bawah itu. Namun, apabila pokok iman yang bisa memasukkan dirinya ke dalam Islam tidak ada lalu dia berpaling secara keseluruhan, maka inilah bentuk kekufuran dan berpaling dari Islam.

I’radh ‘amali (berpaling dengan amal) ada dua bentuk: Pertama, berpaling dari dienul Islam secara total dan keseluruhan. Dan ini masuk dalam bagian masalah meninggalkan jenis amal. Dan meningalkan jenis amal terhitung berpaling dari amal Islam secara keseluruhan. Dan ini masuk dalam pembatal ke-Islaman ditinjau dari sisi ini. Dan sepertinya, ini yang nampak dari perkataan syaikh Muhammad al Tamimi.

Kedua, tidak mau komitmen dengan hukum-hukum Allah dan Syariat-Nya. Ini merupakan sikap berpaling yang bersifat khusus, hanya terjadi terhadap hukum dan undang-undang. Sengaja tidak komitmen terhadap Islam bisa dikafirkan apabila meninggalkan sikap komitmen terhadap salah satu hukum syariah. Bentuknya, tidak mengharamkan apa yang Allah haramkan dan tidak menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya, dan tidak mewajibkan apa yang telah Allah wajibkan.

Masing-masing dari keduanya menjadi pembatal yang berdiri sendiri. Karenanya membutuhkan penjelasan yang lebih rinci.

Meninggalkan semua jenis amal

Ini adalah persoalan yang sudah disepakati umat. Bahkan, terdapat penjelasan dari sebagian ulama salaf yang menghukumi kafir orang yang tidak mengafirkan siapa yang meninggalkan jenis amal. Nash-nash tentang bab ini sangat banyak, terkadang disebutkan dengan lafadz tawallai dan terkadang dengan i’radh dan lafadz yang semisal. Sesungguhnya iman adalah perkataan, perbuatan, dan keyakinan. Siapa yang tidak memiliki amal sedikitpun maka imannya tidak sah karena tidak memiliki salah satu rukunnya. Dan ini masalah pokok yang Allah perintahkan kepada para hamba-Nya.

اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ

“Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” (QS. Al-A’raaf: 59, 65. 73, 85; Huud: 50, 61, 84; Al-Mukminun: 23, 32)

اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ

“Sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian.” (QS. Al-Baqarah: 21) Dan ayat-ayat lain yang semakna dengannya.

Sesungguhnya tauhid memiliki dua rukun, yaitu ibadah kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. Dan siapa yang tidak mengamalkan sedikitpun dari amal Islam maka dia meninggalkan salah satunya.

Kekafiran orang yang meninggalkan seluruh amal termasuk kufur amali, walaupun secara realita tidak mungkin terjadi kecuali orang yang hatinya sudah kafir. Rasanya tidak mungkin ada pokok keimanan dalam diri seseorang kalau tidak mendorongnya untuk beribadah kepada Allah dan bertaqarrub kepada-Nya dengan satu amal-pun.

Meninggalkan iltizam (komitmen)

Ini persoalan yang lain lagi. Boleh jadi seseorang melaksanakan shalat, puasa, dan haji lalu menolak untuk berkomitmen dengan hukum-hukum Allah seperti syari’at jihad dan pengharaman khamar (minuman keras), maka dia menjadi kafir yang murtad dari agamanya.

Tidak mau komitmen dengan syari’at Islam memiliki beberapa bentuk, di antaranya enggan atau menolak salah satu syari’at, sebagaimana yang diputuskan para sahabat untuk mengafirkan orang yang menentang kewajiban zakat. Di antaranya lagi, menolak hukum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang dilakukan kaum munafikin:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُوداً

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. Al-Nisa’: 61)

Di antara syarat Laa Ilaaha Illallaah adalah tunduk dan menerima kalimat tauhid itu serta menerima tuntutannya. Barangsiapa yang tidak mau berkomitmen dengan apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, tidak mau tunduk dan menerima, walau mungkin dia termasuk orang yang paham tapi tidak mau mengamalkan, dia memahami persoalan tauhid lalu berpaling darinya, maka dia telah kafir. Inilah bentuk kekufuran Iblis laknatullah ‘alaih. Dia enggan menerima perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Dan sebelum penolakannya itu dia tidak kafir. Kemudian dia menjadi kafir dengan perbuatannya dan manjadi pentolannya kaum kafirin sehingga layak mendapatkan laknat hingga hari berbangkit.

Adapun i’radh ‘amali terbagi menjadi dua: Pertama, berpaling dari mempelajari pokok agama dan persoalan yang menjadi syarat sahnya iman dan Islam. Siapa yang menerima Islam dan mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah lalu berpaling dari Islam, dengan tidak mau mempelajari kewajiban-kewajiban yang harus ia laksanakan, tidak mau mempelajari rukun Islam, tidak mau mempelajari shalat, puasa dan tidak mau mempelajari sesuatu untuk sahnya ibadah dia, maka dia menjadi orang kafir yang berpaling dari Islam.

Begitu juga orang yang bersyahadat Laa Ilaaha Illallaah wa Anna muhammad rasulullaah, lalu berpaling dari mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan hak-hak beliau yang wajib ditunaikannya dan berpaling dari mengenal Allah dan mengenal sifat dan hak-hak-Nya yang wajib diketahui setiap orang, maka dia sudah kafir sebagaimana orang di atas.

Kedua, berpaling dari salah satu hukum Islam yang tidak pokok. Ini tidak menjadi pembatal dengan sendirinya. Karena sebagian orang ada yang meninggalkannya karena bodoh. Dan kebodohan semacam ini menjadi penghalang untuk dikafirkannya seseorang yang melakukan pembatal keislaman.

Tidak semua orang kafir itu mengetahui lantas menentang, tapi di antara mereka ada yang tidak mengetahui kebenaran sehingga melakukan kekufuran. Allah Ta’ala berfirman,

بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُونَ

“Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.” (QS. Al-Anbiya’: 24)

Apabila kejahilan sebagai dosa yang tersendiri bagaimana bisa menjadi penghalang untuk dikafirkan pelakunya? Kejahilan yang bisa menjadi udzur adalah bodoh secara alami (terpaksa) yang tidak bisa dihilangkan. Sedangkan orang yang mungkin bisa belajar dan berilmu, tidak diberi udzur dalam masalah-masalah dzahir dari agama ini. Wallahu a’lam.

Kejahilan yang bisa menjadi udzur adalah bodoh secara alami (terpaksa) yang tidak bisa dihilangkan.

Sedangkan orang yang mungkin bisa belajar dan berilmu, tidak diberi udzur dalam masalah-masalah dzahir dari agama ini.

Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan juga seluruh sahabatnya. Amiiin…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers