• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,234,166 hits

Dilema Setelah Zina…

Assalamu’alaikum Wr Wb

Semoga Ustadzah selalu dalam lindungan ALLAH SWT…Amin…

Saya langsung saja kepada perjalan hidup saya yang sangat memalukan yang telah seringkali mengguncang “Arsy” nya ALLAH.
Saya telah menikah sekitar 10 th yang lalu dan dikaruniai 3 orang anak laki-laki serta keluarga kami Alhamdulillah harmonis meskipun pasti ada suka dukanya dalam mengarungi bahtera rumah tangga kami.

Awal pernikahan kami tersangkut dengan adat istiadat yang cukup rumit dari kedua belah pihak keluarga sehingga menemui jalan buntu. Akhirnya isteri saya yang sekarang menyusul saya ke daerah tempat saya bekerja dan selanjutnya kami menikah dengan wali hakim, tetapi sebelum akad nikah wali hakim tersebut menghubungi ayah mertua saya per telepon, yang menerangkan bahwa dia akan menikahkan anak gadisnya dengan saya dengan alasan bahwa ayah mertua saya dianggap “kurang” memudahkan urusan pernikahan anak gadisnya sendiri, ditodong seperti itu ayah mertua saya dengan berat hati akhirnya merelakan anaknya dinikahkan oleh wali hakim tersebut.

Singkat cerita lahirlah anak pertama kami di perantauan yang jauh dari keluarga. Susah senang kami hadapi bersama. Setelah beberapa tahun kemudian kami kembali ke kota asal kami untuk memulai hidup di sekitar orang-orang yang kami cintai, banyak sekali cerita “miring” tentang cara pernikahan kami, semuanya kami hadapi dengan sabar dan tawakal. Alhamdulillah financial kami di “cukup” kan oleh Allah SWT.

Berbekal dari surat Al-Baqarah 216, “Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Sekarang “buah” dan hikmah dari cara pernikahan kami tersebut diawali dengan perkenalan saya dengan seorang gadis. Dari awal perkenalan saya, isteri saya mengetahui bahwa si gadis telah tertambat hatinya kepada saya dan sayapun tidak menampiknya.

Sejak awal berhubungan dengan si gadis dia mengetahui “status” saya, sudah berkeluarga dan mempunyai 3 orang anak. Hubungan kami pada awalnya berlandaskan syari’i dan kami sangat menjaga sekali hal-hal yang dilarang oleh agama.

Si gadis berjanji dan bersumpah setulus hati tanpa paksaan serta dengan menyebut nama ALLAH bahwa dia bersedia menjadi isteri saya. Kami mengeyampingkan status isteri pertama & kedua karena di hadapan ALLAH yang dinilai adalah ketaqwaannya bukan statusnya.

Saya memang berniat untuk menikahinya dan menjadi salah satu ibu bagi anak-anak saya. Selama 3 tahun itu pula saya dengan susah payah meyakinkan isteri saya bahwa saya berniat untuk poligami asal isteri saya menyikapinya dengan “dewasa & bijaksana” dan akhirnya saya mendapat “lampu” hijau dari isteri saya.

Bahkan isteri saya bersedia melamarkan si gadis ke ayahnya untuk menjadi isteri saya. Akhirnya kami terjebak oleh bujuk rayu syetan laknatullah, gayung bersambut si gadis merelakan jiwa dan raganya pada saya. Sehingga kami sering berzina dan hubungan ini telah berlangsung sekitar 1 tahun.

Sebelum saya berzina dengannya saya ajak dia beberapa kali untuk menikah secara resmi di KUA, tapi dia bilang belum siap, dengan alasan ayahnya tidak setuju kalau anaknya jadi isteri ke dua. Saya tetap melakukan “kewajiban” dengan isteri tanpa ada masalah yang berarti. Isteri saya tidak tahu kalau saya telah sering berzina dengan si gadis.

Permasalahan yang timbul sekarang si gadis ragu dengan keputusannya menikah dengan saya, yang menurut saya alasannya adalah pertama karena status saya, kedua karena tidak ada izin dari ayahnya serta akan membuat ayahnya kecewa sekali jika dia bersedia menikah dengan saya.

Di masyarakat kita yang umumnya hipokrit, dia dianggap merebut suami orang padahal saya sudah menjelaskan ke dia bahwa isteri saya dapat menerima dia apa adanya, isteri saya akan menyikapinya dengan dewasa/bijaksana.

Akhirnya si gadis terus menghindar dari saya, ini yang membuat saya merasa “terpuruk” dengan dosa-dosa yang telah saya/kami lakukan.

Sebahagian besar laki-laki akan menerima keputusan ini dengan suka cita agar tidak melanjutkannya ke pernikahan dan lepas tanggung jawabnya, tapi saya sangat takut dengan azab ALLAH saya datangi ayahnya, mengutarakan niat saya untuk menikahi anaknya, tapi sayang beliau menolak saya… untuk menjadi suami dari anaknya.

Apa yang mesti saya lakukan sekarang untuk meyakinkan semua yang bersangkutan dengan perkara ini?!?

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk“(QS. Al-Qashash:56)

Apakah janji dan sumpah dengan menyebut nama ALLAH akan hapus begitu saja setelah taubat, sementara yang di beri janji kuarng Ikhlas menerimanya…karena berdasarkan (QS. An Nahl 91), (QS. Ash Shaff ayat 2-3), (QS. Al-Israa’ ayat 34), (QS. Al-Maa-idah ayat 1) Serta sesuai janji Allah “Jika engkau memutuskan harapan saudaramu, maka diakhirat nanti Allah akan memutuskan harapanmu” (HR Bukhari Muslim).

“Orang Muslim itu adalah saudara orang muslim lainnya, dia tidak mendzaliminya dan tidak menelantarkannya” (HR Bukhari Muslim).

Mu’adh ibn Jabal pernah bertanya kepada Nabi Muhammad (S. A. W.), “Ya Rasulullah, apakah kita akan diminta pertangung-jawaban terhadap setiap kata yang kita ucapkan?” Ia (S. A. W.) menjawab, “‘Tsakilatuka Ummuka’ (ekspresi bhs. Arab), seseorang akan dilempar (dengan muka di bawah) ke dalam api neraka hanya karena apa yang diucapkannya!” (H. R. Ahmad, Tirmidhi, Ibnu Majah)

Saya sangat yakin Allah itu Maha Adil, karena semua kesalahan hambanya pastinya akan dipertimbangkan sebaik-baiknya dan tidaklah dirugikan meski sebiji zarrah, dan Allah juga Maha Pengampun yang pastinya akan mengampuni hambanya yang sungguh-sungguh mau bertobat. Saya percaya bahwa Allah-lah yang akan selalu menjaga kita. Allah-lah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.

Semoga taubatan nashuha saya dan dia diterima oleh ALLAH SWT…InsyaAllah…Amin…

Besar harapan saya agar saya segera diberi Tausyiah dalam urusan ini…

Sesuai janji Allah SWT:
“Mudahkanlah urusan saudaramu, maka Allah akan memudahkan urusanmu..”
Robbana Allahuma robbana… Dzolamna anfusana, Wa illam taghfirlanaa Watarhamna Lanakunanna Minnal Khosiriin.
Jazakumullah Khoirn…
Wa Barokallah Fikum

Hamba Allah

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh,

Bpk Hamba Allah yang dirahmati Allah, Kesalahan masa lalu akan menumbuhkan penyesalan, Bapak ingin menebusnya dengan menikahi wanita yang telah Bapak zinahi. Keinginan bapak ini juga didukung oleh isteri Anda. Setulusnya saya ucapkan salut pada isteri Anda yang tidak mementingkan diri sendiri dalam masalah ini.

Niat tulusnya ini sudah tercatat di sisi-Nya, semoga menjadi wasilah turunnya ketentraman dalam keluarga Anda ke depan. Apalagi Anda dan isteri ketika menikah juga diwarnai onak dan duri, namur Anda tetap kuat tekad untuk menikahinya.

Andapun berkenalan dengan seorang gadis, dan Anda berdekat-dekat dengan zina yang sudah dilarang oleh-Nya. Anda ingin menagih janji gadis itu yang semula memberi lampu hijau pada Anda. Permasalahan muncul karena wanita dan Bapaknya menolak Anda untuk menjadi menantu, mungkin dengan alasan menjadi isteri kedua adalah aib dalam masyarakat, atau alasan lain. Atas penolakan ini wajar Anda kecewa karena berharap diterima untuk menebus dosa-dosa Bapak sebelumnya.

Bpk Hamba Allah, taubat dari dosa harus diwujudkan dengan menghentikan dosa itu, alias tidak mengulanginya di kemudian hari. Perkara ini menyangkut hubungan dengan Allah swt. Adapun menyangkut hubungan dengan sesama manusia maka kewajiban yang bersalah untuk meminta ma’af. Anda cukup memohon apa yang membuat mereka ridlo dan mema’afkan kesalahan Anda. Hal yang positif adalah Anda sudah berani datang ke keluarga tersebut dan meminta ma’af, ini hal yang patut dicontoh.

Banyak pezina yang tidak mengakui kesalahannya.Kewajiban anda yang harus anda tunaikan adalah meminta ma’af dengan setulus-tulusnya pada gadis tersebut dan keluarganya. Jika keluarga tersebut memang tidak berkenan untuk menikahkan anak gadisnya dengan Anda, terimalah ini sebagai takdir Allah swt. Anda tak perlu merasa bersalah karena tak berhasil menikahi gadis tersebut kalau yang bersangkutan tak menginginkannya.

Dalam pernikahan ini tak layak ada pihak-pihak yang merasa terpaksa, bukan? Apa jadinya keluarga yang terbentuk ini jika dilandasi oleh keterpaksaan sejak awal? Anda telah menyitir surat Al-Baqarah: 216 yang dapat menjadi panduan dalam melangkah. Tak kalah penting adalah menebus dosa Anda pada isteri Anda; meskipun dia tidak tahu tentang dosa yang Anda perbuat…Bpk Hamba Allah… pekalah dengan hati seorang wanita yang di balik kelembutannya pasti tersimpan rasa manusiawi telah dikhianati…tingkatkan rasa sayang Anda pada isteri dan lupakan gadis itu jika setelah berikhtiar memang bukan ditakdirkan untuk Anda.

Saya mendukung usaha Anda untuk bertanggungjawab dalam masalah ini. Anda berusaha dan hasilnya bertawakkalah pada-Nya. Semoga Allah swt mengampuni.Boleh jadi dia bukan gadis yang baik untuk Anda dan keluarga.
Hamba Allah yang dirahmati Allah swt, bersyukurlah dengan sebanyak-banyak syukur kepada-Nya, karena Allah membuka pintu taubat untuk Bapak sebelum ajal menjemput. Ini jauh lebih berarti karena Bapak mempunyai kesempatan membuktikan kebenaran taubat Bapak.

Bila memang masa lalu itu terlanjur suram, tutuplah dan tak usah ditengok lagi. Berjalanlah lurus ke depan dengan memenuhi hari-hari Anda dengan amal sholih dan ketaatan kepada Allah. Ke depan fokuskan hati Bapak pada istana yang sudah berdiri tegak, jangan sampai istana ini terguncang oleh kesalahan Anda karena salah dalam melangkah. Jangan sampai fondasinya runtuh; jadilah suami yang baik bagi isteri Anda, jadilah Bapak yang baik bagi anak-anak Anda, peran kepemimpinan ini berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt.

Teiring do’a kebaikan untuk Bapak dan keluarga.
Wallahu a’lam bissshawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ibu Urba

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: