• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,216,578 hits

cerita cinta – kumpulan cerita cinta romantis – kisah cinta sejati – cerita-cerita romantis yang indah terbaru 2012

cerita cinta – kumpulan cerita cinta romantis – kisah cinta sejati – cerita-cerita romantis yang indah terbaru 2012

——-

cerita-cerita cinta – kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita roman – kisah roman ajaib

=============================

nice mirror

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal
ketika ia lewat. “Oh, maafkansaya” adalah reaksi saya.
Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.”

Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan
orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itujuga, saat saya tengah
memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di
samping saya. Ketika saya berbalik, hampir
saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya
dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak
menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, seolah dengan halus Tuhan berbicara padaku,
“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, kesopanan kamu
gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan
dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan
beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning
dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang
akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat
tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku.
“Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?”

Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. Aku
mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.
Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru”.

Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu
seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. “

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga,
dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok,
perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan
mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan
kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang
bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?

Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU

AUTHOR: UNKNOWN

################################# kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita roman – kisah roman ajaib ######################################

Ajari Aku Memeluk Landak

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah
dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah.
Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi.
Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang
menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.

Pukul 18.30. Tinnn… Tiiiinnnnn…!! Cassie kecil melompat girang!
Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai
itu masuk ke rumah.

Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu mengempaskan diri
di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis
bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga.
Bagi si kecil Cassie juga, yang tentunya belum mengerti banyak. Di
otaknya yang kecil,
Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan
Papa pulang.

“Mama, mama…. Mama, mama….” Cassie menggerak-gerakkan
tangan. “Mama….” Mama diam saja. Dengan cemas Cassie
bertanya, “Mama sakit ya? Mana yang sakit? Mam, mana yang sakit?”

Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.
Cassie makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Cassie
ambilin obat ya? Ya? Ya?”

Tiba-tiba… “Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!”
Mama membentak dengan suara tinggi.

Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya
gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama… Cassie
salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati
Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil
Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka
dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama?
Cassie tidak boleh sayang
Mama, ya? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan
otak kecil Cassie merekam semuanya.

Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah
tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.

Tin.. Tiiinnn… ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki
dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan
mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.

“Cassie mana?”

“Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”

Malam itu mereka kembali hanya makan berdua.
Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang
kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya
tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku?
Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama
orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam
diam. Dari jauh. Dari tempat di mana ia tidak akan terluka. “Mama,
Papa, katakan padaku, bagaimana caranya
memeluk seekor landak?”

(CN02 – SM )

####################################  kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita roman – kisah roman ajaib #######################################

Just Do It

Agaknya hakikat perkawinan kini makin tak mudah dipahami, menyusul
makin banyaknva pasangan gampang menceraikan diri.

Padahal, kalau kita buat daftar alasan mengapa orang memutuskan untuk
menikah dan daftar alasan mengapa mereka bercerai, pasti akan
ditemukan banyak overlaping pada kedua daftar tersebut.

Ketika menjemput teman di bandara sore tadi, tak sengaja saya
mendapat pelajaran berharga arti sebuah perkawinan.
Di ruang kedatangan, seorang pria paruh baya menenteng
koper dan tas kecil tergopoh menjemput keluarga yang datang
menjemputnya.

Sambil berjongkok ia memeluk anaknya yang kecil, perempuan usia lima
tahun. Dari hangatnya pelukan erat anak-bapak ini tercermin betapa
masing-masing amat rindu. “Apa kabar Dik? Papa kangen nih.” Sang anak
tersipu-sipu, Adik juga kangen Pa.” Kemudian ia memandang si sulung.
Bocah lelaki usia 10 tahun. “Wah, Dion sudah gede sekarang” ujarnya
sambil merangkulnya. Mereka saling mengelus kepala. Adegan
selanjutnya, adalah ciuman kasih si pria terhadap ibu kedua anaknya,
layaknya pengantin baru.

Rasa iri terbersit di hati melihat adegan tersebut.

“Sudah berapa tahun usia perkawinan Anda,”
tanya saya kepada si pria.

“Kami sudah menikah selama 17 tahun,” jawabnya
tanpa melepaskan gandengan tangan istrinya.

“Omong-omong, Anda pergi berapa lama sih?”

“Dua hari,” jawabnya singkat.

Saya terkejut mendengar jawaban itu. Betapa tidak, melihat kerinduan
masing-masing dalam penyambutan mesra itu, saya pikir pria tadi sudah
meninggalkan keluarganya selama berbulan-bulan.

“Mengapa Anda tanyakan hal itu,” tanya si pria melihat wajah saya termangu.

“Well, semoga saya bisa seperti Anda.”

“Jangan hanya berharap. Just Do It,” ujarnva berlalu.

Barangkali memang benar pernyataan Mignon McLaughlin jurnalis Amerika
terkenal, sebuah perkawinan yang berhasil menuntut jatuh cinta
berkali-kali tapi selalu pada orang yang sama.*

author: unknown
===============================================================

kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita roman – kisah roman

=================================

=================

Cerita Cinta
ingin selalu mencintai dan dicintai karena-Nya

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Penulis : Inayati

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.

Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.

Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.

Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.

Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.

Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.

”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.

”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.

Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.

Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.

Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.

”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.

Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.

Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.

Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.

”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.

Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?

Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?

Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.

Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.

Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

For vieny, welcome to your husband’s heart.

*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002

http://ceritacinta.net/2007/11/01/aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana/

About these ads

4 Responses

  1. cerita cinta – kumpulan cerita cinta romantis – kisah cinta sejati – cerita-cerita romantis yang indah terbaru 2012

    ——-

    Penelusuran yang terkait dengan cerita cinta romantis

    cerita mesra

    cerita remaja romantis

    cerita cinta sejati

    cerita cinta sedih

    kumpulan cerita cinta romantis

    video romantis

    puisi cinta terpopuler

    puisi cinta romantis bahasa inggris
    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

    ===============

    Cerpen Cinta Sejati

    *Cerpen Cinta Sejati* | */Kisah Cinta Romantis /*~ Kali ini dhewy kasih
    informasi *cerita pendak (cerpen) tentang cinta
    sejati* yang sungguh romantis sekali. Bicara tentang cinta cinta oh
    cinta lagi, tapi memang tak akan pernah bosan kan sob..?? karena dhewy
    ada 2 koleksi cerpen yang mungkin
    bisaberguna buat sobat nanti’nya. Oke sob kita baca langsung aja yah
    *Cerpen Cinta Sejati*
    nya dibawah ini dengan seksama.

    Pelukan Romantis

    Pelukan Romantis

    Kisah Romantis Seorang Insiyur

    Ada sebuah kisah yang sangat menyentuh, bahwa kadang kadang perbedaan
    pandangan dan harapan dapat menyebabkan lunturnya rasa cinta di hati.

    Pasangan saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang
    alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika
    saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan,
    dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai
    merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi
    sesuatu yang menjemukan.

    Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta
    berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang
    anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya
    dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa
    sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana
    yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya
    akan cinta yang ideal.

    Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya
    kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
    “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
    “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”

    Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak
    seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya
    semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan
    perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
    Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah
    pikiranmu?”.

    Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya
    pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya
    akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga
    indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat
    gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

    Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya
    besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya,
    dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan
    oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang
    bertuliskan….

    “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan
    saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan
    hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

    “Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya
    dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2
    saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”

    “Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya
    harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan
    pintu untukmu ketika pulang.”.

    “Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat
    baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa
    memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”

    “Kamu seilalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya,
    dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

    “Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi
    ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah
    atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

    “Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk
    kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua
    nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti
    ubanmu.”

    “Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,
    menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga
    yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.

    “Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.
    Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi
    kematianku.”

    “Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari
    saya mencintaimu.”

    “Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku,
    mataku tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan,
    kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

    Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi
    kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

    “Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika
    kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk
    tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang
    sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”

    “Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan
    barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.Percayalah,
    bahagiaku bila kau bahagia.”.

    Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
    dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti
    kesukaanku. Oh, ! kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai
    saya lebih dari dia mencintaiku.

    ====================================================================

    Kisah Cinta Sampai Akhir Hayat

    Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah
    pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan
    mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu
    menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

    Ini adalah kisah cinta ayahku,
    Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di
    sebuah acara resepsi pernikahan dan kata ayahku ia jatuh cinta pada
    pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan dan saat itu ia
    tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan
    dan kini mereka telah menikah selama 40 tahun dan memiliki tiga orang
    anak, aku anak tertua, telah menikah dan memberikan mereka dua orang
    cucu. Mereka bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua
    yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan
    penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.

    Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu
    beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasar
    murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan
    saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena
    saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik. Tapi ibuku
    menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,
    ”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian”.
    Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi,
    sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku dan selalu
    menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit.
    Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang
    tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan,
    omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku
    percaya nasihat ibuku.

    Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah
    ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi
    lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak
    berfungsi lagi, dan dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.

    Ayahku, seorang pria yang masih sehat di usianya yang lebih tua, tapi ia
    tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya,
    mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah
    meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu
    menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah
    mencatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya,
    ”untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan jelek sekali”.
    Ayahku menjawab, “aku ingin kau tetap merasa cantik”.

    Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh
    kelembutan dan kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat
    dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku
    yang tak pernah pudar.

    Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum, ”…kau tahu, Linda.
    Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku… kau tahu kenapa?” Aku
    menggeleng, dan ibuku melanjutkan, “karena aku tak pernah meninggalkannya…”

    Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine
    Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung
    jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta
    kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari
    kehidupannya.

    Catatan dari dhewy adalah jangan pernah sia-siakan cinta yang telah
    kita dapat, karena disuatu saat nanti akan tumbuh arti cinta yang
    sebenar’nya..

    Sekain dulu artikel tentang *Cerpen Cinta Sejati* yang telah dhewy
    update pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat buat sobat
    nantinya. Sekarang sobat juga bisa baca lagi artikel tentang *CERPEN
    CINTA TERBARU 2012*
    atau
    bisa baca dalam postingan sebelum’nya yiatu *Cerpen Sahabat Sejati*
    , dan akhir kata
    makasih banyak yah sob atas kunjungan’nya buat baca artikel yang udah
    dhewy posting.

    Cerpen Cinta Sejati

  2. cerita cinta – kumpulan cerita cinta romantis – kisah cinta sejati – cerita-cerita romantis yang indah terbaru 2012

    ——-

    Kisah Cinta yang Mengharukan

    *Kisah Cinta yang Mengharukan* – Inilah informasi
    tentang */Kisah Cinta yang Menyedihkan
    (mengharukan)/*. Kisah tentang perjalanan cerita cinta dimana nasib
    seorang istri yang teramat sangat mengharukan/menyedikan dengan
    perlakuan seperti ini karena situasi dan keadaan. Hanya sabar dan
    bersabar yang dirasakan dalam perjalanan hidup sorang wanita akan semua
    keadaanya ini.

    Wanita Berjilbab Menangis

    Wanita Berjilbab Menangis

    *Kisah Cinta yang Mengharukan*: Cerita ini adalah kisah nyata… dimana
    perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
    Bacalah…. semoga kisah nyata ini menjadi menyadarkan kita akan pelajaran
    hidup bagi kita semua.

    ***

    Cinta itu butuh kesabaran… Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti
    cinta kita???

    /Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita../
    /Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…../
    /Pernikahan kami sederhana namun meriah…../
    /Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu./
    ///Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh,
    pintar,//tampan & mapan pula./
    /Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya./
    ///Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika
    kami////berpacaran dulu../
    /Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci…./
    ///Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan//aku…
    sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku./
    ///Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi./
    ///Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku
    bahagia//menikah dengannya./

    ***

    Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa
    waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena
    sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil
    (/bayi/) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

    Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus
    berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya. Alhamdulillah saat
    itu suamiku mendukungku… Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk
    menjaga titipan-NYA.

    Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya
    tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan
    dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…
    Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang
    suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

    Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami
    kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut
    yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

    Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah
    kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan
    ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan
    dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus
    suamiku yang sakit karena kecelakaan.

    Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami,
    aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman
    suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang
    sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur
    suamiku. Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika
    melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

    Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan,
    “/Assalammu’alaikum/” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak
    di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh
    manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu
    tertutup. Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang
    tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil
    berkata “/Assalammu’alaikum/”,

    ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan
    cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya. Lalu.. Ibu nya berbicara
    denganku …“/Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri/”.

    Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah
    mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan
    keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku
    pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam
    ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

    Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru
    sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama
    Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun
    mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya. Tapi ketika di luar adik
    ipar ku berkata, ”/lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang
    disini. Kau istirahat saja. /”

    Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan
    abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil.
    Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan
    berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang
    menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan
    memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya,
    toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun
    tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi
    meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Sejak saat itu
    aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari
    rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis
    mengapa mereka sangat membenciku.

    ***

    Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut
    kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

    Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku
    memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia
    mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang
    bertaburan di kolam air mancur itu.

    Aku bertanya, ”/Ada apa kamu memanggilku?/”

    Ia berkata, ”/Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang/”
    Aku menjawab, ”///Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi/
    /barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?/”
    “///Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana,
    aku////juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita/
    /menikah dan aku akan pulang dengan mama ku/”, jawabnya tegas. “/Mengapa
    baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?/“,
    tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa
    kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal
    aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

    ”/Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti/”, jawabnya tegas.
    ”/Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu
    tidak bertemu, ya kan?/”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium
    keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan
    pada nya.

    Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &
    cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

    Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi
    karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku
    karena suamiku sangat sayang padaku. Kemudian aku memutuskan agar ia
    saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran
    rumah tangga kami.

    Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus
    komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh
    keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat
    mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

    Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan
    yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang
    jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak
    merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang
    akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi
    olehnya. Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu
    bersama-sama kemana pun ia pergi.

    Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman,
    karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku. Hati ini sedih
    akan di tinggal pergi olehnya.

    Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya.
    Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak
    boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan
    selalu menelponku.

    ***

    Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa
    sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis,
    jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

    Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun
    jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak
    tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami
    pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang
    kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut
    rahim stadium 3. Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

    Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu
    berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa
    memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

    Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan
    bertanya-tanya, “/kapankah ia segera pulang?/” aku tak tahu..

    Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah
    jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia
    selalu marah-marah terhadapku.. Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal
    ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

    Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan
    cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari
    aku hitung…

    Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat
    foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk. Kubuka
    di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms. Ia menulis, “/aku
    sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan
    kabarin lagi/”.

    Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja
    ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di
    rumah.

    Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum
    kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan
    menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

    Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam.
    Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap
    berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci
    kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
    Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

    Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik
    keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

    Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan
    nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan
    aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

    Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat
    pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan
    aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

    ***

    Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya
    dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku
    memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku
    berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari
    rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

    Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa
    ia bersikap tidak biasa terhadapku?

    Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat
    itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang
    mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang
    terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “/Loe pikir aja
    sendiri!!!/”. Telpon pun langsung terputus.

    Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah
    setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara
    padaku, apalagi memanjakan aku.

    Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas
    tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya
    saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan
    mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku
    telah berubah.

    Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan
    mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku
    serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang
    suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku
    pegang. Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

    ***

    Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap
    malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru
    saja berkenalan.

    Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap
    seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan.
    Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah
    bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna,
    harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua
    akan berakhir.

    Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai
    seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk
    pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

    Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah
    menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku
    untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam
    usai, suamiku memanggilku.

    “/Ya, ada apa Yah!/” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
    “/Lusa kita siap-siap ke Sabang ya./” Jawabnya tegas. “/Ada apa?
    Mengapa?/”, sahutku penuh dengan keheranan.

    Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar,
    dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
    Dia mengatakan ”/Kau ikut saja jangan banyak tanya!!/”

    Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke
    Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

    Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia
    menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh
    cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin..
    sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin
    rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

    Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi,
    suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan
    sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya
    bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

    ***

    Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku
    tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah
    berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara
    apa ini..

    Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar
    tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

    Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam
    lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada
    sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku
    memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke
    ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti
    rumah zaman peninggalan belanda.

    Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan
    kebisuan, aku tak berani bertanya padanya. Tiba-tiba saja neneknya,
    orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka
    pembicaraan.

    “/Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau
    Fisha/”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

    ”/Ada apa ya Nek?/” sahutku dengan penuh tanya..

    Nenek pun menjawab, “/Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8
    tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang
    sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!/“.

    Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah
    dipisahkan dengan suamiku?

    “/Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau
    menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di
    atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau./” Neneknya berbicara sangat
    lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua. Aku hanya bisa
    tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

    /“//Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan
    dengannya/”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

    Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin
    aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya
    keberanian itu.

    Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari
    ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata,
    “/kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?/“

    MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan
    remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti
    ini terhadapku..

    Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di
    pulau kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
    “/Fish, jawab!/.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

    Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan
    gemetar aku menjawab dengan tegas. ”/Walaupun aku tidak bisa berdiskusi
    dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui
    bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan
    menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami./”

    Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada
    saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air
    mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka. Aku lalu bertanya
    kepada suamiku, “/Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita
    nanti, yah?/”

    Suamiku menjawab, ”/Dia Desi!/”

    Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”/Kapan
    pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan
    ini Nek?./”

    Ayah mertuaku menjawab, “/Pernikahannya 2 minggu lagi./”

    ”/Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk
    menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok/”, setelah berbicara
    seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

    Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku
    buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin
    berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini,
    cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

    Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun
    belakangan ini?

    Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil
    bertanya-tanya, “/sudah tidak cantikkah aku ini?/“ Ku ambil sisirku, aku
    menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata
    aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis..
    kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

    Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia
    berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera
    memandangnya dari cermin meja rias itu. Kami diam sejenak, lalu aku
    mulai pembicaraan, “/terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku.
    Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?./”

    Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia
    tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan
    jangan salah memakai shampo.

    Dalam hatiku bertanya, “/mengapa ia sangat cuek?/” dan ia sudah tak
    memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “/sudah malam, kita istirahat yuk!/“
    “/Aku sholat isya dulu baru aku tidur/”, jawabku tenang.

    Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan
    aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi
    pernikahan suamiku.

    Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin
    takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan
    aku atas rasa sayang dan cintanya itu.

    ***

    Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di
    laptopku. Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku,
    aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat
    suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam
    itu kepadaku. Aku save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu
    Suamiku.”

    Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk
    keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena
    mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat
    lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk
    dan berbicara padaku. “/Apakah kamu sudah siap?/” Kuhapus airmata yang
    menetes diwajahku sambil berkata :

    “/Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk
    kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu,
    lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di
    ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah
    itu../”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan
    pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak. Tiba-tiba suamiku menjawab
    “/Lalu apa Bunda?/”

    Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku
    langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

    “/Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?/”, pintaku tuk
    menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

    Dia mengangguk dan berkata, ”/Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa
    bunda?/”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak
    sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

    Dia tersenyum sambil berkata, ”/Kita liat saja nanti ya!/”. Dia
    memelukku dan berkata, “/bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah
    temui selain mama/”.

    Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata,
    /“Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah
    berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku
    kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang
    harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita
    pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama
    Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang
    aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah./” Aku langsung bersujud
    di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”/Aku minta maaf
    Ayah, telah membuatmu susah/”. Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia
    hanya menangis.

    Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba
    perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia
    bertanya, ”/bunda baik-baik saja kan?/” tanyanya dengan penuh khawatir.

    Aku pun menjawab, “/bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu
    itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang/“.
    Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus
    khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

    ***

    Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

    Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat
    hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “/Ayah jangan!!/”, tapi
    aku ingat akan kondisiku.

    Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu
    ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang
    baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini.
    Ya… aku kuat.

    Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang
    yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan
    tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi
    dibalik itu.. hatiku menangis.

    Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak
    mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak
    suka dengan pernikahan ini?

    Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak
    seperti aku dahulu, yang di musuhi.

    Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan
    perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka
    lakukan didalam sana.

    Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk
    berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa
    ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur
    dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil
    menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku,
    tentu saja aku kaget.

    “/Kamu datang ke sini, aku pun tahu/”, ia berkata seperti itu. Aku
    tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata,
    “/maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya
    aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa
    dan juga adik-adikku/”

    Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk
    istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja,
    sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh
    malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah
    merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku
    untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun
    ini.. Suamiku berbisik, “/Bunda kok kurus?/” Aku menangis dalam
    kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan. Aku pun berkata, “/Ayah
    kenapa tidak tidur dengan Desi?/”

    ”/Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah
    sering terluka oleh sikapku yang egois.”/ Dengan lembut suamiku menjawab
    seperti itu. Lalu suamiku berkata, ”/Bun, ayah minta maaf telah
    menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda
    tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti
    mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan
    mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti
    itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah
    ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda
    pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi
    oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda/”

    Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada
    kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak
    pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku
    ini. Aku hanya menjawab, “/Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak
    pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya
    mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang
    lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku
    tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu./“

    Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian
    dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan
    suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga. Karena
    aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

    ***

    Keesokan harinya…

    Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing
    rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan
    main, ia langsung menggendongku. Aku pun dilarikan ke rumah sakit.. Dari
    kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku.. Aku merasakan tanganku basah..

    Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa
    kekhawatiran. Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan,
    ”/Bunda, Ayah minta maaf…/”

    Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang
    terjadi padaku? Aku berkata dengan suara yang lirih, ”/Yah, bunda ingin
    pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana
    ya, Yah../” “/Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda
    sayang banget sama Ayah./”

    Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas,
    kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan
    suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

    Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup
    dengan kalimat tahlil.

    /Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku../
    /Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka../
    /Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran
    sampai kami menikah./
    /Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku./
    /Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu
    sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku
    selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah
    diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau
    sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah
    menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa
    yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan
    Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”/

    ***

    Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

    =====================================================

    Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?

    Aku dihina oleh mereka ayah.

    Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

    Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena

    dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya.

    Sangat terlihat Ayah..

    Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia

    memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti
    itu ayah?

    Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti
    membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

    Aku diusir dari rumah sakit.

    Aku tak boleh merawat suamiku.

    Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.

    Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

    Aku sangat marah..

    Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela

    Desi dan ibunya..

    Aku tak mau sakit hati lagi.

    Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..

    Engkau Maha Adil..

    Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

    Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

    Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

    Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

    Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

    Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

    Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.

    Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.

    Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.

    Aku harus sadar diri.

    Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.

    Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?

    Ayah.. aku masih tak rela.

    Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

    Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.

    Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.

    Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.

    Sebelum ajal ini menjemputku.

    Ayah.. aku kangen ayah..

    =====================================================

    Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

    Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.

    Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang
    mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

    Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.

    Bunda akan selalu hidup dihati ayah.

    Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

    Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku,
    rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

    Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku
    tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

    Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur
    dengan belaian tangan Bunda yang halus.

    Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

    Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.

    Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

    Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat
    di tidurmu yang panjang.

    Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu
    meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.

    Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.

    Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?

    Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?

    Tunggulah Ayah disana Bunda..

    Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

    Ayah Sayang Bunda..

    Nah gimana sob setelah baca artikel *Kisah Cinta yang Mengharukan*
    diatas..??
    jujur dhewy sendiri setelah baca artikel ini juga terharu dan sedih
    sampe air mataku menetes tanpa sadar. Semoga kisah ini bisa menjadi
    pelajaran buat kita semua, dan buat sobat terima kasih telah meluangkan
    waktunya untuk sekedar sharing dan baca artikel yang udah dhewy posting
    ini semoga berguna dan barmanfaat.

    Kisah Cinta yang Mengharukan

  3. cerita cinta , kumpulan cerita cinta romantis unik dan menyentuh , koleksi cerita cerita cinta islami , cerita cinta remaja , cerita cinta mengharukan , kisah cerita cinta romantis mesra dan unik , cerita cinta nyata

    About

    sebuah usaha kecil … semoga hati kita dapat terus merasakan tetes cinta yang menyejukkan dari-Nya…

    blog ini merupakan media berbagi cerita yang diambil dari berbagai sumber…

    semua cerita dalam blog ini adalah milik penulis aslinya atau sesuai dengan yang tercantum pada sumber tulisan…

    jika ada pihak yang berkeberatan dengan pemuatan sebagian atau seluruh cerita yang ada, silahkan menghubungi alamat email kontak … jika memang lebih baik, dengan senang hati cerita yang dimaksud akan dihapus… :)

    selamat merasakan cinta… cinta karunia-Nya…

    Tulisan Terkini
    Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
    Tak Cukup Hanya Cinta
    Salam Berbuah Cinta
    Calon Buat Ajeng
    Cinta Sepotong Mimpi
    Ketika Derita Mengabadikan Cinta
    Jodoh
    Plis Dong, Akh!
    Suami Impian
    Be My Valentine
    Kening Hitam
    Antara Kansas dan Bogor, Ada Cinta Bersemi
    I Love U SoMad
    Di Atas Sajadah Cinta
    Penelusuran yang terkait dengan cerita cinta

    cerita dewasa cinta

    cerita cinta sedih

    cerita cinta romantis

    cinta love love story cerita cinta

    cerita cinta sejati

    cerpen cinta

    puisi cinta

    kahitna cerita cinta

    ========================

    Aneka Remaja

    Beranda
    Puisi
    Cerpen
    Pendidikan
    Berita
    Cerita Horor
    Cerita Remaja
    Cinta
    Ramalan Zodiak
    Contact Me

    Aneka » Cerita Horor , Cerita Remaja , Cerita Sedih , Cerpen , Cinta » Cerita Cinta Romantis : Dilema Asmara Dua Dunia
    Cerita Cinta Romantis : Dilema Asmara Dua Dunia
    Cerita Cinta Romantis Terbaru – Cerpen Cinta Cerita Cinta memang banyak diburu para remaja, apalagi cerita cinta . Cerita cinta merupakan kisah yang dialami seseorang dirangkai kata sehingga menjadi kalimat, kalimat menjadi sebuah cerpen cinta. Nah, disini Aneka Remaja berikan kumpulan Cerita Cinta paling romantisyang bisa buat nangis.

    Silakan Baca dech Cerita Cinta Romantis : Dilema Asmara Dua Dunia sebuah cerita cinta segitiga antara 2 kekasi kalo gak salah,,, makanya baca aja dech !!!!

    Cerita Horor

    Cerpen Kematian – Ketika Mautku Bicara
    Sinopsis Drama Korea Secret Garden
    Cerpen Mistis | Cerpen Misteri I Am Not (One) Of Them
    Cerita Horor | Cerita Mistis : Hospital Bagian 2
    Cerpen Mistis : Bayangan dari sang penjagal
    Cerpen Remaja Sedih : Menertawakan Derita
    Cerita Horor | Cerita Mistis – Hospital

    Cerita Sedih

    Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi
    Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU
    Cerpen Sedih Tentang Cinta : Aku Masih Mencintaimu
    Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan
    Kumpulan Cerpen Persahabatan Terbaru : Sahabat
    Cerita Cinta Sejati – Selamanya
    Cerpen Galau : Aku Masih Mencintaimu
    Cerpen Sedih : Ayah, Selamat Ulang Tahun
    Cerpen Tentang Cinta Remaja Sedih
    Cerpen Kehidupan : Likunya sebuah perjalanan
    Kumpulan Cerpen Persahabatan – Hanya Sebatas Sahabat
    Koleksi Cerpen Romantis : Cinta 13 hari
    Cerpen Remaja : Indah Pada Waktunya
    Cerpen Idul Adha – Boneka Kenangan
    Kumpulan Cerpen Cinta – KOSMOS
    Kumpulan Cerpen Romantis : I Wanna be With You
    Cerpen Cinta : Cinta Yang Tak Pernah Usang
    CERPEN Remaja – THE PRINCE OF DRIZZLINGS
    Cerpen Motivasi : Kenangan dibalik Keberhasilan
    Sinopsis Drama Korea Secret Garden
    Puisi Patah Hati : Sebuah Jeritan Hampa
    Cerpen Remaja SMA : ANGKASA
    Contoh Naskah Drama
    Cerita Panas Maaf

    Cerita Remaja

    Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA
    Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan – Pliis… berubah buat gue
    Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan
    Kumpulan Cerpen Remaja : Pacar Boongan
    Cerpen Motivasi : MENGEJAR MIMPI
    Cerpen Remaja Romantis Terbaru
    Cerpen Tentang Cinta Remaja Sedih
    Cerpen Kehidupan : Likunya sebuah perjalanan
    Kumpulan Cerpen Sedih – CINTA MISYA
    Naskah Drama Percintaan
    Kumpulan Cerpen Persahabatan – Hanya Sebatas Sahabat
    Koleksi Cerpen Romantis : Cinta 13 hari
    Cerpen Remaja : Indah Pada Waktunya
    CERPEN Aneka Remaja – Lolypop Love
    Kumpulan Cerpen Cinta – KOSMOS
    Cerpen Cinta Romantis : CINTANYA BERPALING PADAKU
    Cerpen Persahabatan Sejati : Ku Relakan Bahagia ku Demi Sahabat Ku
    Cerpen Romantis – Bintang Untuk Thisa
    Cerpen Cinta Pertama : First Love
    Contoh Naskah Drama Bahasa Inggris
    Kumpulan Cerpen Romantis : I Wanna be With You
    Cerita Lucu Abu Nawas – Ibu Sejati
    Cerita Cinta Remaja : Bunga Ditepi Jalan
    Cerita Lucu : Perusahaan Hebat

    Label: Cerita Horor, Cerita Remaja, Cerita Sedih, Cerpen, Cinta
    4 komentar:
    Cerpen Aneka Remaja
    Cerpen Cinta Pertama
    Cerpen Romantis
    Abu Nawas
    Cerita Cinta Romantis
    Cerpen Cinta
    Cerpen Remaja
    Cerpen Motivasi
    Cerpen Remaja Anita
    Cerpen Ramadhan
    Cerpen Remaja SMA
    Cerpen Terbaru
    Cerpen Cinta Sejati
    Cerpen Panas
    Cerpen laptop
    Cerpen Mistis
    Cerpen Cinta Perahu
    Cerpen Sedih
    Cerpen Adat
    Cerpen Khayalan
    Cerpen Setan
    Cerpen Love
    Love Cinta
    HTS
    Puisi Aneka Remaja
    Puisi Cinta Sejati
    Puisi Romantis Banget
    Puisi Cinta Remaja
    Puisi Sedih Cinta
    Puisi Bahasa Inggris
    Puisi Cinta sedih
    Puisi Rindu
    Puisi kemerdekaan
    Puisi patah Hati
    Puisi Kanger
    Puisi Bulan
    Soe Hok Gie
    Puisi Romantis cinta
    Puisi Ibu
    Puisi Rinduku

    kumpulan cerita cinta – kisah cinta – cerita romantis – kisah romantis – cerita mesra – kisah mesra – love story – cerita fiksi – cerita keluarga – kisah keluarga – cerita roman – kisah roman ajaib

    cerita cinta , kumpulan cerita cinta islami , koleksi cerita cinta asmara , cerita cinta romantis , cerita cinta yang indah , cerita cinta menyentuh hati , cerita cinta mengharukan , cerita cinta nyata , cerita cinta yang sangat menarik , cerita cinta religi , cerita religi , cerita cinta mualaf , cerita cinta islam , cerita cinta penyejuk hati , cerita cinta remaja , cerita cinta dewasa , cerita cinta ikhwan akhwat , cerita cinta muslim , cerita cinta , cerita inspirasi cinta , cerita motivasi cinta , cerita kehidupan , cerita dakwah , cerita gokil , cerita motivasi hidup , cerita inspirasi hidup , cerita kehidupan cinta manusia

    http://www.pacaranituharam.wordpress.com

    http://www.jauhilahmusik.wordpress.com

    =

  4. wah
    sama aku banyak banget karangan cerita romantis ?
    karangan sendiri loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: