• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,298,538 hits

kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita

kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————

Bancakan Janda Pedotan

Ayam jago pedotan (kalah aduan), digoreng enak juga. Lha kalau janda pedotan alias habis cerai, apa enak juga dimakan? Tanyakan saja pada 5 pemuda bergajulan (kurang ajar) dari Banjarnegara (Jateng) ini. Mereka jadi urusan polisi lantaran “bancakan” janda cantik yang baru saja mengurus perceraian di Pengadilan Agama. Ironisnya, para pemerkosa Yustin, 23, tersebut justru para mahasiswa yang sedang mabok.

Tak bisa dipungkiri, Yustin warga Desa Bandingan Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara ini memang cantik. Bodinya seksi, kulit putih bersih, dan tentu saja betisnya mbunting padi. Tapi sayang, wanita secantik dia disia-siakan oleh suaminya. Rumahtangga mereka ribut melulu, sehingga finalnya berakhir di Pengadilan Agama. Gugatan cerainya dikabulkan dan Yustin pun menjadi manusia bebas merdeka, berdaulat penuh lagi.

Itung-itungan masa depan Yustin lumayan juga. Mumpung masih muda, setelah konsolidasi rumahtangganya, dia bisa mencari suami pengganti. Dia yakin benar, dalam kondisi perwajahan dan perbodian seperti dirinya, masih banyak lelaki yang kepincut. Kalau dilempar ke pasaran Jakarta, siapa tahu ada pejabat tinggi atau politisi yang berminat mengajaknya poligami. “Di Jakarta janda cantik baru naik daun lho, pejabatnya tengah pada jor-joran kawin lagi…,” begitu informasi yang pernah Yustin dengar.

Kalau menggebrak pasar Jakarta, Yustin tak pernah punya pikiran ke sana. Baginya, bila ketemu calon suami yang setia, tanggungjawab, sudah cukuplah. Jika ada yang ganteng, punya rumah bagus dan kendaraan mulus, depositonya di bank beryar-yar; kenapa ditolak? Yustin tidak munafik, sebagai wanita muda, dia masih membutuhkan semua itu. Intinya, seorang suami tak hanya cukup punya onderdil, tapi juga meteril.

Adalah Makmun, 23, teman sekampung Yustin sedari kecil, yang kini sudah jadi mahasiswa di Yogyakarta. Mumpung dia ada motor, Yustin minta diantar ke Pengadilan Agama Banjarnegara, untuk mengambil dokumen-dokumen keputusan cerai miliknya. Namanya tetangga, harus memboncengkan cewek cantik pula, mana mungkin Makmun menolak? Maka keduanya pun naik boncengan motor berdua, lampunya siang-siang dinyalakan, seperti mau mengantar jenasah ke makam.

Habis dari Pengadilan Agama Banjarnegara, Yustin tak langsung diantar pulang, tapi malah mampir ke rumah temannya yang juga sesama kalangan mahasiswa. Busyet, teman-teman Makmun ini baru pada mabuk-mabukan, minum bir. Makmun ikut minum, sedangkan Yustin yang tadinya menolak, akhirnya mau minum juga meski hanya segelas saja. “Sudah, sudah, jangan ditambah lagi,” mohon janda muda itu ketika gelasnya mau dipenuhi lagi.

Segelas bir bagi pemula macam Yustin, sudah cukup membuatnya teler. Maka hanya dalam hitungan menit, janda muda cantik itu langsung klenger. Mendadak mereka punya rencana jahat, hendak memperkosa sang janda. Awalnya Makmun melarang, tapi karena nampaknya kok asyik juga, dia lalu ikutan menggilir Yustin yang masih dalam kondisi tak sadar tersebut.

Akhirnya Yustin yang malang itu benar-benar dibuat bancakan tanpa bisa melawan. Usai melepaskan hajatnya, Yustin diantar pulang tapi dengan ancaman: jangan bercerita ke mana-mana bila masih ingin menyaksikan Pemilu 2009 kelak. Karena ketakutan, janda pedotan itu diam saja. Cuma keluarganya di rumah yang jadi curiga, kenapa putrinya pulang dalam kondisi loyo dan acak-acakan? “Gerangan apa yang telah terjadi?” kata ibunya seperti sedang bersastra saja.

Yustin tak bisa mengelak lagi, sehingga akhirnya dia mengaku saja apa yang baru dialami. Keluarganya tentu saja marah besar. Mereka lalu melapor ke Polres Banjarnegara dan Makmun beserta rekan-rekannya ditangkap. Ada dua mahasiswa yang masih melarikan diri, dan kini menjadi mahasiswa yang paling dicari pak polisi.

————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————

Paman Makan Tanaman

Anak keponakan praktis akan menjadi tanggung jawab paman, manakala orangtuanya sendiri tak mampu mengasuhnya. Samidin, 40 tahun, dari Magetan (Jatim) , ketiban sampur (kena tunjuk) benar ketika kakaknya kena stroke, sementara kakak iparnya jadi TKW ke Malaysia. Tapi ketika dia mengaduh dua bocah ABG, Dewi – Ratih, dia lupa akan amanat orangtuanya. Mereka bukan saja dirawat, tapi dijadikan pula pemuas syahwat, benar-benar pagar makan tanaman!

Tiga tahun lalu kisah sedih ini dimulai. Ekonomi keluarga Jakim – Murti kala itu betul-betul memprihatinkan. Jakim, 50 tahun, yang mestinya menjadi penanggungjawab keluarga, tiba-tiba terkena stroke. Praktis dia menjadi manusia berhalangan tetap, tak bisa mencari nafkah, tiap hari malah menjadi ladenan (harus diurus) keluarga. Stroke memang penyakit menakutkan. Kecuali bagi Gus Dur, meski pernah terkena stroke nasib malah membawanya jadi presiden!

Istrinya yang selama ini tahunya hanya mamah dan mlumah, mau tak mau harus mencari nafkah demi membesarkan kedua anaknya. Di kampungnya, Desa Tamanan, Magetan, tak ada posisi yang tepat untuk Ny. Murti, 42, menjadi pegawai, kecuali pembantu. Untung dia lalu berkaca pada lingkungan. Melihat tetangganya yang berangkat jadi TKW/TKI sukses, dia pun lalu minta izin suaminya untuk ke Malaysia. Jakim yang sudah seperti ayam thelo, bisanya hanya manggut-manggut tanda setuju.

Kalau Murti jadi TKW, lalu siapa yang mengurus Dewi-Ratih yang baru berusia 14 tahun dan 16 tahun kala itu? Diserahkan pada ayahnya, jelas tidak mungkin. Untung ada Samidin adik Jakim. Meski bukan orang Padang, dia juga memahami bahwa ponakan juga merupakan tanggungjawab paman. “Sudah mbakyu, tak usah mikir Ratih Dewi, biar adikmu ini yang ngurus. Berangkatlah jadi TKW dengan tenang,” kata Samidin seperti melepas jenasah saja.

Akhirnya Ny. Murti berangkat memburu ringgit ke Malaysia, sedangkan kedua anaknya lalu tinggal bersama keluarga Samidin, pakliknya sendiri. Menyadari sebagai orang nunut, mereka juga berusaha berbuat sebaik mungkin dalam keluarga pamannya. Apa lagi ibunya sebelum berangkat juga telah berpesan, agar bisa menjaga diri di rumah paman. Jangan bikin malu orangtua, pamanmu juga pengganti orangtuamu, begitu Ny. Murti sebelum meninggalkan tanah air.

Hidup jadi TKW di luar negeri, telah berhasil menggeliatkan ekonomo keluarga Jakim yang nyaris ambruk. Secara ajeg Murti kirim uang ke kampung, kepada suami dan anak-anaknya. Dan karena target ekonomi masih banyak yang belum digapai, Murti pun lalu memperpanjang masa kontraknya dua tahun kemudian. Itu berarti, amanat pada Samidin untuk mengasuh kedua ponakannya, juga diperpanjang. Dan Samidin menerimanya dengan ikhlas.

Jakim terus asyik dengan stroke-nya, sedangkan Samidin juga terus mengawasi perkembangan kedua ponakannya tersebut. Tapi sungguh tak dinyana, setan apa pula yang merasuk ke tubuhnya. Ketika Dewi nampak cakep di usia 17 tahunan, lha kok pendulum Samidin ikut pula kontak dibuatnya. Itu dibuktikan ketika ada sejumlah cowok yang menaksir ponakan, selalu diganjal dan dijegal. Dia memang ingin menguasai dan menikmati ponakannya tersebut. “Cintailah produksi sendiri,” begitu acuan Samidin berdasarkan slogan pejabat.

Untuk pertama kalinya Samidin mencoba menggauli ponakannya yang ayu nan seksi itu. Awalnya si gadis menolak, tapi karena diancam akan diusir, jadilah Dewi bertekuk lutut dan berbuka paha bagi pamannya. Sungguh ironis jadinya, ponakan yang harusnya dijaga dan dirawat, malah jadi medan pemuas syahwat. Samidin gila memang, ponakan kok buat penak-penakan!

Ini tak hanya berlangsung sekali, tapi berulangkali. Dan ketika Samidin mulai jenuh dengan “mainan” yang itu-itu melulu, dia melirik ponakan yang satunya, si Ratih. Gaya-gaya pendekatan sebagaimana terhadap Dewi, juga diterapkan. Lagi-lagi melalui ultimatum dan ancaman, Samidin berhasil menikmati tubuh Ratih yang jauh lebih muda tapi sangat renyah macam jagung manis itu. “Tapi jangan bilang siapa-siapa saja ya!” kata Samidin.

Tapi enak bagi Samidin, sangat menderita buat Dewi-Ratih. Tak tahan dijadikan “suplemen” oleh paman yang haus seks, mereka berkeluh kesah pada famili yang lan.Tentu saja mereka kaget sekali, sehingga kasus ini lalu dilaporkan ke Polres Magetan. Tanpa menunggu lama, paman yang jadi pagar makan tanaman itu diciduk. Dalam pemeriksaan dia mengakui, sudah 20 kali menyetubuhi kedua ponakannya. Kenapa jadi nekad, katanya: habis mereka mulus-mulus banget!

Asal mulus saja sih, tuh sapi yang mau dibawa ke pejagalan juga mulus-mulus.

————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————

Siapa Bilang Impoten?

Dituduh mertuanya impotent karena kawin 6 tahun belum punya anak, membuat mantu bernama Kabul, 35 tahun, ini tersinggung berat. Pembalasan dendamnya cukup unik. Untuk membuktikan keperkasaannya, adik iparnya yang sudah gadis 17-an digauli berulangkali sampai hamil. “Nah, siapa bilang aku ini peluh (impotent)….?” tantang lelaki dari Nganjuk (Jatim) ini, meski Kabul akhirnya jadi urusan polisi.

Ini kisah mertua masa kini yang jarang baca koran, apa lagi kolomnya dr. Naek L Tobing. Mbok Katemi, 55 tahun, dari Desa Kendalrejo Kecamatan Bagor ini punya anggapan, setiap kegagalan istri memiliki anak, akibat suaminya tak bisa bicara dalam percaturan ranjang. Dan ketika Dasmi, 28, putrinya sudah lama menikah dengan Kabul tapi hasilnya kringeten thok (keringatan doang), langsung saja “dosa” itu dialamatkan pada mantunya.

Nenek rindu cucu ini sudah cukup lama kesal pada Kabul menantunya. Masak kawin dengan putrinya satu pelita lebih, kok belum juga bunting. Lalu kerjanya Kabul setiap malam selama ini apa saja? Malu dong dengan pasangan lain! Yang lain, di zaman era gombalisasi sekarang ini, belum suami istri sudah pada hamil duluan. Lha ini yang sudah komplit baik STNK, BPKB maupun SIM-nya, kok tidak juga berproduksi.

Dasmi putrinya, dan Kabul menantunya, pernah secara blak-blakan ditanyakan oleh Mbok Katemi tentang kelengkapan syarat-syarat produksi. Mereka menjawab semuanya normal, tak ada yang kurang atau tidak beres. “Rupanya Tuhan belum memberi, jadi simbok sabar saja bila pengin cucu dari saya,” kata Kabul memberi pengertian pada mertuanya tersebut.

Akan tetapi sabar kan ada batasnya. Masak sudah satu pelita kok belum ada bukti otentik Kabul bisa menghamili istrinya. Maka sekali waktu, Mbok Dasmi menuduh mantunya ini memang peluh atau impotent. Katanya lebih lanjut, lelaki yang tidak bisa menghamili istrinya, sama saja ayam sayur. Bisanya hanya berkokok kukuruyuk melulu, tapi jalu atau tajinya tak pernah bisa digunakan. Payah!

Apesnya, sisi buruk mantunya ini diceritakan ke mana-mana. Setiap orang menanyakan kenapa Dasmi belum bathi (punya anak), serta merta tuduhan dialamatkan pada Kabul si menantu. Kata Mbok Katemi, mantunya ternyata hanya bisa ngayani (memberi jaminan hidup) saja, tapi tak bisa ngayeli (menggauli) istrinya. “Kalau terus saja begini, saya minta posisi Kabul sebagai mantu dikocok ulang saja,” kata wanita itu kesal. Maksudnya, Dasmi agar bercerai saja dengan Kabul.

Ternyata ledekan dan ejekan soal impotensi itu terdengar juga oleh Kabul. Malu, marah dan dendam rasanya diublek jadi satu. Tapi bagaimana lagi, memberi pengertian pada mertua yang berpandangan sempit, memang susah. Setiap istri tak kunjung hamil selalu yang disalahkan lelaki. Padahal kan bisa saja wanitanya yang mandul, atau titik temu antara sperma dan ovum (indung telur) wanita tak pas. Yang satu lewat Jombang, yang satunya lewat Kediri, jadi tlisipan terus!

Ide gila Kabul pun muncul untuk memberi pembelajaran sekaligus nyangar (mempermalukan) mbok Katemi. Kebetulan istrinya punya adik perempuan yang kala itu sudah berusia 16 tahunan. Adik iparnya ini juga tak kalah cantik dari kakaknya, maka bila situasinya mantap terkendali, gadis bernama Marsih itu dirayu-rayu agar mau diajak berhubungan intim bak suami istri.

Ketika wacana itu digulirkan pertama kali, Marsih menolak. Tapi lantaran Kabul memang jagoan merayu cewek, lama-lama adik ipar tersebut bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Sejak saat itu, secara berkesinambungan dan tanpa jadwal, Marsih digauli. Dan sebagaimana kata orang Jawa, ipe itu ternyata memang kepanjangan kata: iki ya penak (ini enak juga).

Apa yang menjadi target Kabul tercapai, dalam arti dia berhasil mematahkan “hipotesa” mertuanya. Terbukti, setelah berkali-kali “ditelateni” si kakak ipar, gadis Marsih akhirnya hamil. Mbok Katemi tentu saja kaget, putrinya yang belum punya suami kok tahu-tahu hamil. Siapa pula yang nyetrom? “Sapa ndhuk sing kurang ajar wani ngetengi kowe (siapa yang berani kurang ajar menghamili kamu)?”, kata Mbok Katemi sengit.

Hancur hati sang mertua, begitu Marsih menyebut nama kakak iparnya. Gantian Mbok Ngatemi nglabrak menantunya, kenapa adik ipar segala dihamili. Ternyata jawab Kabul enteng saja, bukannya apa-apa, itu semua sekadar pembuktian bahwa dirinya memang lelaki tulen, buktinya Marsih pun bisa hamil olehnya. Mbok Katemi yang kena “kick balik” tak berkutik, tapi dia langsung melapor ke Polsek Bagor bahwa mantunya telah memperkosa adik iparnya. Fakta memang bisa direkayasa

————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————

Tekanan Suka Rela Dukun

Roman muka Matkemi, 65 tahun, makin sumringah saja belakangan ini. Lebih-lebih setelah menjadi dukun berbasis supranatural. Maklum, selain banyak terima uang dari para pasien, dukun dari Serang (Banten) ini sering pula dapat kesempatan “goyang” bersama pasien muda yang berhasil dikadalinya. Tapi gara-gara itu pula, Matkemi jadi urusan polisi dan harus ngaso di Polsek Ciruas, Serang.

Ilmu perdukunan Matkemi sampai di mana, tak ada yang tahu. Yang jelas, tahu-tahu dia memproklamirkan diri sebagai dukun di Desa Bumiayu, Kecamatan Ciruas. Uniknya banyak tetangga desa yang percaya, buktinya tiap hari ada saja yang datang konsultasi dan berobat pada Matkemi. Dan karena pasien semakin bertambah, berarti cesplenglah dia mengobati pasien. Abah Matkemi memang top!

Ngobati pasiennya pakai apa dia? Ya jampi-jampi dan jamu tradisional saja, bahkan sering pula hanya diberi air akua yang sudah diberi rapal. Air tersebut bisa pasien membawa sendiri, bisa juga disediakan oleh Matkemi. Setelah diobati, ada yang boleh tak balik lagi, banyak juga yang disuruh datang lagi di lain kesempatan. Dan sebagaimana lazimnya dukun, dia tak pernah pasang tarif. Diberi Rp 50.000,- alhamdulilalah, diberi Rp 5.000,- itu mah kelewatan! Di antara pengobatan yang banyak dicari pasien, adalah keahlian Matkemi bikin awet muda. Dengan dikomat-kamiti, konon pasien bisa dikorting penampilannya jadi 10 tahun lebih muda. Yang sudah usia 60, bisa jadi tampak cantik seperti Titik Puspa. Yang telah berusia 70 tahun, bisa berpenampilan seusia 60. Tapi untuk dirinya sendiri, Matkami malah menyerah. “Memangnya tukang cukur itu bisa potong rambut sendiri?” kata Matkemi bertamsil.

Uniknya dukun satu ini, namanya dukun tapi kalau lihat wanita cantik pendulumnya langsung kontak. Maka dengan mengatasnmakan terapi pengobatan, dia suka juga mencolek-colek pasiennya. Tapi selama ini mereka diam saja, karena hal itu dianggap bagian dari tindakan pengobatan. Jadi kalau sekadar meraba sekwilda (sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi), itu mah biasa.

Akibatnya, abah Matkemi tampak selalu sumringah dan ceria. Jalannya pun masih gagah, mata dan telinga juga tajam, terutama urusan duit. Bila ada ungkapan “tampang Pepabri semangat Akabri” salah satunya adalah Matkemi ini. “Kaum wanita adalah saka guru revolusi,” begitu kata Matkemi, tak mau kalah dengan testamennya Bung Karno.

Tapi ketika beberapa hari lalu kedatangan pasien janda muda bernama Sarmila, 40, betul-betul Matkemi jadi salah tingkah. Pasien satu ini sungguh cantik mempesona. Kulitnya putih bersih, bodi seksi, tinggi kira-kira 160 cm dan bobot 55 Kg neto. Dukun tua ini geleng-geleng kepala. Kalau di Jakarta, wanita model begini bisa disamber pejabat tinggi atau anggota DPR. Sarmila memang layak dipoligami dan perlu!

Iseng-iseng Matkemi menanyakan apa keperluannya. Jawabnya seperti pasien kebanyakan, pengin tampil awet muda. Lagi-lagi si dukun manggut-manggut, seakan memberi tahu bahwa soal begituan sih kelewat ringan. Padahal manggut-manggutnya tersebut karena dia berfikir, bagaimana bisa menikmati tubuh mulus Sarmila yang luar biasa dan istimewa ini.

Kemudian Sarmila disuruh masuk ke kamar prakteknya. Seperti pasien cantik lainnya, janda STNK itu lalu diminta melepas seluruh pakaiannya hingga terkelupas habis. Awalnya sang pasien ragu-ragu, tapi karena diyakinkan bahwa itu bagian dari terapi, Sarmila pun langsung telanjang bulat. Padahal Matkemi sendiri nyaris pingsan menyaksikan pemandangan seperti itu. “Rambut, rambut, jangan keburu putihlah kau….,” batin Matkemi.

Adegan berikutnya, Sarmila lalu diraba-raba sampai ke daerah-daerah paling sensitifnya, yang muskil-muskil nan nyempil. Lho, kok janda cantik ini menggelinjang! Matkemi pun jadi lupa daratan. Tak sekadar dicolak-colek lagi, Sarmila langsung digauli bak istri sendiri. Dan seperti biasanya, seusai berbuat dia lalu bilang: maaf, itu tadi bagian dari prosesi pengobatan saya!

Hari itu Sarmila hanya mengangguk, tapi hari berikutnya dia malah lapor ke Polsek Ciruas dengan tuduhan perkosaan dan pencabulan. Tak ayal lagi Matkemi lalu diciduk dan diinterogasi. Tapi katanya pada petugas, semua itu murni bagian dari terapi. Hubungan intim tersebut sifatnya suka rela, tanpa tekanan pihak manapun. “Tapi kalau ditekan-tekan, memang iya …,” katanya polos.

http://beritaseru.blogspot.com/

————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan dipaksa bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks memaksa bugil wanita – kebugilan
————————————

kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita

kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita
———————————-

17 Kali Baru Ngaku

Salah sendiri, kenapa punya bini lebih tua? Giliran kini tak nyaman lagi di ranjang, Sunu, 51, mengeluh tujuh turunan. Untuk ganti kendaraan baru tak berani, Surti, 18, gadis tetangga pun dijadikan sasaran. Uniknya, setelah skore 17-0 barulah gadis cantik tapi goblog itu mengaku diperkosa Sunu. Apa polisi nggak bingung?

Umur Sunu memang bukan lagi muda. Tapi kalau ditilik dari usia Capres 2009, usia 51 tahun masih sangat ideal. Karenanya, lepas dari soal capres-capresan, lelaki dari Bangil (Jatim) ini masih energik menjalani hidup. Sebagai kepala rumahtangga, dia masih mampu menjalankan “sunah rosul” kepada istrinya, seminggu 3 kali. Maklum, Sunu memang tak punya pekerjaan yang menguras energi, sehingga staminanya tetap terjaga. Asal tahu saja, selama ini dia termasuk lelaki DKI (Di bawah Ketiak Istri), karena sumber penghasilannya sehari-hari berasal dari sang nyonya.

Numpang hidup, begitulah istilah populernya. Kalau saja dulu, Riri, 55, tak mau jadi istrinya, sejak 16 tahun lalu hingga kini, pastilah Sunu jadi bujang lapuk. Bayangkan, gara-gara tak punya penghasilan tetap, sampai usia 35 kala itu dia tak juga berani menikah. Lalu muncul janda Riri yang sudah mapan karena punya usaha, mau diperistrinya, dengan syarat mau hidup nrimo . “Mangan sak anane, nyandhang waton rapet (makan seadanya, berpakaian asal utuh),” kata Riri kala itu, merendah.

Dari pada terus-terusan jadi Resi Bisma (tak kawin – Red), meski diledek dan ditertawakan teman, jadilah Sunu menikahi janda Riri. Ternyata, jadi suami pedagang pasar itu enak. Tugasnya hanya membantu mengantar dagangan ke pasar, lalu sorenya menjemput pulang. Sunu baru-baru benar benar “kerja” di malam hari, meladeni kebutuhan istri yang ternyata masih sangat enerjik dalam usia 41 kala itu. Tapi karena tugas itu pula, Sunu memang harus banyak mengasup telur mentah, madu dan merica. Kalau jamu, tak pernah lepas dari Kuku Bima dan gingseng.

Orang-orang boleh meledek, tapi berkat jadi suami Riri nasib dan status Sunu terdongkrak. Bila dulu orang berani menyuruh panjat kelapa atau mencangkul sawah, kini tak ada lagi. Bahkan orang memanggilnya bukan Da-di saja, tapi Den Sunu. Dalam acara kenduri di kampung, posisi duduknya juga bukan lagi dekat pintu keluar, tapi sudah di bagian dalam, menyatu dengan para tokoh masyarakat setempat. “Enak kan Bleh, status naik, tiap malam juga bisa naik….,” kata hati nurani Sunu.

Namun ternyata, masa-masa bahagia itu demikian cepat terlewati. Tanpa terasa usia perkawinan mereka sudah 16 tahun, sementara anak yang jadi harapan keluarga juga tak kunjung hadir. Dari sisi umur pun, pasangan suami istri Sunu – Riri bukan lagi muda. Kini suami telah berusia 51 tahun sedangkan istri sudah 57 tahun. Ibarat sepeda motor, Riri kini adalah Honda 69 yang bila dipacu selalu berbunyi ngukkkk engukkkk…! Makin parah lagi, olie-nya sudah bocor ke mana-mana lantaran verpakingnya sudah pada longgar!

Gelisah dan menggerutu kini menjadi menu Sunu sehari-hari. Soalnya itu tadi sepeda motor merk Riri itu kini sudah tak nyaman lagi dikendarai. Sedangkan mau ganti motor baru model membingungkan (vespa bukan, bebek juga bukan) tak ada keberanian. Sebab bagaimana pun juga Sunu harus mengikuti ajaran Bung Karno dulu: jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Coba, kalau dulu tak ada Riri yang janda, niscaya burung cocok rawa miliknya hanya buat kencing doang!

Menyadari akan posisinya, Sunu kemudian mencari solusi sendiri. Ada gadis tetangga lumayan cantik, langsung ditubruk. Untungnya si gadis bernama Surti itu tak banyak cingcong. Setelah 17 kali jadi medan sasaran nafsu tetangganya, baru cerita pada keluarga bahwa pernah diperkosa Sunu. Nasib lelaki dari Desa Martopura Kecamatan Purwosari Kabupaten Bangil itupun segera digelandang ke Polsek. Tapi dalam pemeriksaan dia membantah memperkosa, sebab secara logika masak diperkosa kok sampai 17 kali. “Habis, istriku sudah nggak enak lagi, Pak!” kata Sunu kepada petugas.

Akhirnya pedang Sunu bermata dua. Dia dikutuk keluarga Surti, tapi juga dimaki-maki oleh istri.

———————————-
kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita
———————————-

Ternyata Bukan Lulusan AKPOL

Ketika usia makin meninggi, gadis jadi kurang selektif mencari Arjuna. Ini pula yang dialami Yuni, 27, dan Desi, 32, dari Semarang (Jateng). Sewaktu Hendri, 27, mengaku lulusan Akpol dan bekerja di Polda Jateng, kedua gadis itu langsung saja bertekuk lutut dan berbuka paha. Padahal…..

Meski di tingkat oknum perilaku polisi sering meresahkan, tapi secara profesi bayangkara negara itu sungguh terhormat. Apa lagi jika sudah dalam posisi jendral, jelas sangat nikmat dan menjanjikan. Lihat di Bali, petinggi Polri ketika nyagub langsung jadi. Di pusat, Kapolri Jendral Sutanto kabarnya juga akan diperpanjang masa jabatannya, meski sebentar lagi harus pensiun. Tapi di sini jangan bicara Jendral Rusdihardjo lah, dia satu-satunya mantan Kapolri yang sial, ketika jadi Dubes Malaysia malah kesrimpet kasus.

Mungkin seperti ini pula analogi yang berkembang di otak gadis Desi, ketika seorang pemuda mengaku anggota polisi, ngglibet mendekati dirinya. Apa lagi Hendri ini mengaku lulusan Akpol Semarang 2006, sehingga pada saatnya nanti pasti kariernya cemerlang. Secara penampilan pun, Hendri yang mengaku bertugas di Reserse Unit Ranmor, sangat meyakinkan. Dengan seragam polisi, menyandang pistol, berambut cepak, sungguh ganteng dia. Apa lagi Desi juga pernah dipameri fotoHendri yang ketika menjadi Taruna Akpol.

Desi sebetulnya termasuk cantik juga. Cuma karena keasyikan mengejar karier, meski sudah usia kepala tiga belum juga berpikir rumahtangga. Setelah menjadi PNS di Palembang, dia kini mengambil S2 di Semarang. Tapi setelah berkenalan dengan Hendri, dia pun lalu berfikir, apa sesungguhnya yang dicari selama ini? Sekolah tinggi-tinggi, sebagai kodrat wanita dia akan juga di dapur dan melayani di kasur. “Dan masih juga akan kau campakkan cowok ganteng dan bermasa depan macan Hendri?” begitu pergulatan dalam hati nuraninya.

Desi pun lalu membuka diri buat Hendri yang berusia lebih muda darinya. Merasa ini jodoh yang dikirim Tuhan, dia berniat untuk sesegera mungkin menikah. Mereka pun pacaran, sehingga benih-benih cinta menjadi semakin bersemi. Tapi ternyata, Hendri tak jauh dari oknum-oknum polisi, ada “sesuatu” yang sangat diharapkan dari Desi. Ketika gadis itu sudah demikian jinak, dia pun minta dilayani hubungan intim bak suami istri. Desi yang sudah kadung cinta mati pada doinya, menyerahkan dengan suka rela.

Tapi ternyata Hendri memang lelaki pecundang. Setelah berhasil beberapa kali mencicipi tubuh mulus Desi dengan susu agak basi, cintanya beralih ke cewek lain lagi. Sasaran tembaknya kali ini adalah Suryani, karyawati bagian penjualan yang kos di Karangayu, Semarang. Gadis yang lumayan cantik itu juga diiming-imingi dengan karier polisinya yang demikian cemerlang. Tapi sesungguhnya Hendri tak tertarik pada barang-barang produk yang ditawarkan Suryani, karena dia lebih tertarik pada tubuh mulus si gadis itu sendiri.

Pada sebuah kesempatan, Hendri berhasil pula mencicipi tubuh mulus Suryani. Tapi sekali waktu sahabat baik Suryani curiga. Jika polisi beneran, mustinya dia tahu istilah-istilah khusus dalam kepolisian. Ternyata saat dia ditanya soal “taruna” dan “lapan anem” Hendri hanya plonga-plongo (bego) dan ndlongop (bengong) saja.. Maka Ida yang punya famili di Polda Jateng segera mencari data-data Hendri yang ngaku alumnis Akpol 2006 itu. Setelah dicek, ternyata sama sekali tak ada nama Hendri di bagian Reserse Ranmor. Demikian juga di Akpol, semakin ketahuan bohongnya ngepol.

Hendri pun dijebak. Saat mengunjungi Suryani dalam rangka tanduk (nambah) ngkali, polisi membekuknya. Dalam pemeriksaan baru terungkap, lelaki dari Desa Mutih Wetan Kecamatan Wedung Demak ini pengangguran semata. Pistol yang selalu dibanggakan itu ternyata hanyalah korek api model pistol belaka. Kalaupun ada yang asli, satu-satunya hanyalah “pistol gombyok” Hendri yang sudah berhasil dibuat nembak berulang kali Desi dan Suryani tersebut.

Pelurunya kaliber berapa tuh, sehingga Desi – Suryani kok malah merem melek dibuatnya?

———————————-
kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita
———————————-

Sumando Lapik Buruk

Sebagai orang Minang, Afrizal, 30, ibarat kata sumando lapik buruk (menantu kelas tikar rombeng). Betapa tidak? Ngakunya bujangan, ternyata ketika jadi marabulai (pengantin) sudah punya anak bini. Tapi ketika Meinar, 22, istrinya mengusut kecurangan tersebut, malah dibakar hingga tewas. Afrizal pun ditangkap polisi.

Ini kisah lelaki mata keranjang dari Sumatera Barat. Sebagai kepala rumahtangga yang bertanggungjawab, mestinya dia harus setia dan konsisten pada program satu istri. Tapi ternyata baginya, mengawini seorang wanita ibaratnya membeli sebuh sepeda saja. Asal ada duit dan berminat, tinggal beli, langsung dicemplak, habis perkara. Dia lupa bahwa istri juga makhluk berjiwa, yang punya rasa dan perasaan. Karenanya, jangan sekali-kali menyakiti hati istri, bisa kualat macam jambu monyet, kepala di bawah!

Tiga tahun lalu dia kembali ke kampung halaman, setelah merantau agak lama di Ibukota. Di Jakarta dia diam-diam menikah dengan seorang wanita hingga punya anak. Bukan tanpa alasan Afrizal merahasiakan perkawinan tersebut. Sebab di kampung halamannya sana, sebagai adat dia sudah disediakan pula seorang anak daro (gadis) untuk calon istrinya. Apa lagi Afrizal ini ganteng dan bertitel, pastilah banyak wanita yang ingin melamar dan “membeli”-nya sebagai suami. Diharapkan pula, Afrizal sebagai sumando ninik mamak (menantu idaman).

Ironisnya, Afrizal tak bisa menolak kehendak para ninik mamak (keluarga). Melihat calon istri yang ditawarkan ranca bana (cakep banget), dia langsung mau seperti ditawari jadi Caleg nomer jadi. Padahal sikap itu telah menjadikan dua anak manusia yang ditinggalkan di Jakarta jadi terlantar karenanya. Tapi memang itulah Afrizal, sepertinya istri memang tak ubahnya sepeda saja. Bisa ganti-ganti sepanjang mau dan enak dikendarai. Agaknya pula, Meinar calon istri barunya ini kalau sepeda merknya pasti Humber atau Gazele.

Akhirnya, jadilah Afrizal menikah melawan Meinar dengan adat Minangkabau tentunya. Orangtua si gadis memang keluarga terhormat, sehingga banyak datuk dan sutan yang diundang. Pendek kata malam itu Afrizal menjadi raja sehari paling bahagia. Padahal, anak istrinya di Jakarta sudah lama tak mengetahui keberadaan Afrizal. Bisa jadi mereka malah sudah menganggap, jangan-jangan Afrizal termasuk salah satu korban si Riyan Henyansah jagal manusia dari Jombang (Jatim) itu.

Tiga bulan tanpa terasa perkawinan itu telah berlangsung. Pasangan Afrizal – Meinar sungguh merupakan pasangan paling bahagia di Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Padang. Sebagai pengantin baru, keduanya sangat rajin menjalankan “sunah rosul”, pendek kata seperti resep dokterlah: tiga kali sehari, sesendok makan! Cuma karena urusan satu ini memang bukanlah rumah makan Sederhana, Bunda Kandung atau Salero Minang; jadi meski tidak enak Afrizal takkan memberi tahu pada mertua. Apa lagi enak, takkan juga memberi tahu kepada teman-teman!

Indah dan bahagia sekali perasan Meinar. Setelah 3 bulan menikah dokter puskesmas mengatakan bahwa sudah hamil 2 bulan. Cuma kebabahagiaan itu tak berlangsung lama. Dalam sebuah koper suaminya dia menemukan foto seorang wanita dengan menggendong anak. Disitu disebut pula keterangan bahwa dia adalah istri Afrizal bersama anaknya. Seketika itu juga Meinar mau pingsan mendapati fakta yang demikian. “Katanya masih single, ternyata Uda (kakak) sudah longset,” kata Meinar geram.

Kemudian Meinar segera klarifikasi sekaligus interogasi pada suaminya. Meski jelas ada bukti, dia masih juga mau berkelit. Afrizal malah mengedepankan emosinya. Istri yang terus mengusut dan mengacam angket segala, membuatnya dia jadi kalap. Bensin dalam jrigen kecil diguyurkan ke tubuh istrinya, dan kemudian dibakar. Sama sekali tak ada rasa iba.

Anak daro nan malang itu segera dilarikan ke Rumah Sakit. Tapi akibat luka bakar yang hebat, Meinar tak lagi tertolong jiwanya. Dia meninggal dengan membawa segala kebencian pada suami. Sedangkan Afrizal dalam pemeriksaan di Polsek Nanggalo sangat menyesal atas luapan emosinya itu. Tapi mau bagaimana lagi nasi telah menjadi bubur, istri sudah jadi mayat. Bisakah dengan penyesalan itu hidup kembali?

Hati panas, mestinya kepala tetap dingin, Da!

———————————-
kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita
———————————-

Pra Kenikmatan Oknum PNS

Pegawai Negeri Sipil ikut pra jabatan, itu sudah biasa. Tapi kalau PNS ikut “pra kenikmatan” di rumah janda, itu mungkin baru kelakuan mantri kesehatan, Ahong, 40, dari Lampung. Ironis nggak? Baru saja “nyuntik” si janda Mia, 34, dia digerebek warga sampai motor pun tertinggal, gara-gara mau cari slamet!

Ahong dan Mia memang sama-sama pegawai negri sipil di lingkungan Pemda Lampung Timur. Yang lelaki menjadi mantri kesehatan di Puskesmas Labuhan Maringgai, sedangkan si wanita adalah guru SD di Kampung Tengah kecamatan yang sama. Bu Guru mencari nafkah lewat ujung kapurnya di papan tulis, sedangkan Pak Mantri mendaptkan nafkahnya dari ujung jarum suntiknya, ketika dia mendatangi pasien.

Tapi berkat bimbingan setan, dua profesi itu bisa menyatu, bahu membahu kerjasama di ranjang mesum.

Kisahnya berawal dari kepergian Bu Guru ke Puskesmas Labuhan Maringgai untuk berobat. Kebetulan yang menangani pasien baru itu langsung Mantri Ahong sendiri. Dari tanya jawab riwayat penyakit Bu Guru, lama-lama bisa ketahuan pula bahwa Ny. Mia ini dalam posisi janda ditinggal mati suami. Entah memang sudah bakat dari sononya, atau dasar Pak Mantri yang celamitan, status Mia sepertinya mengundang Ahong untuk menangkap peluang itu. “Boleh tuh Bleh, cantik dan putih bersih lagi,” kata si setan yang langsung siap menjadi sponsornya.

Dan itu memang dibuktikan. Ketika penyakit Bu Guru sudah sembuh, ternyata malah Pak Mantri sendiri yang kena penyakit malarindu. Hampir setiap minggu dia mengunjungi rumah Bu Guru di Desa Kampung Tengah II, untuk berdua-dua. Awalnya ceritanya murni tentang profesi masing-masing. Bu Guru cerita tentang anggaran 20 % untuk pendidikan yang belum bisa dipenuhi pemerintah, sedangkan Pak Mantri Ahong mengambil topik tentang penyakit demam berdarah dan Flu Burung yang selalu mengintai setiap daerah.

Tapi lama-lama topik pembicaraan Ahong pada Mia semakin melebar. Dari soal Flu Burung, sedikit demi sedikit merambah soal kemungkinan Bu Guru mencari “burung” cocakrawa pengganti setelah lama ditinggal suami. Soalnya Ahong tahu persis, janda model Mia pasti banyak peminat, sedangkan Pak Mantri sebagai aktivis Partai Karya Peduli Janda, juga sangat ambisi untuk mengisi kekosongan itu. “Untuk sementara saya belum mikir ke sana Mas, masih konsentrasi membesarkan anak saja,” kata janda Mia setiap Ahong mencoba menggiring dirinya ke lingkaran persoalan itu.

Soalnya Mia tahu, Ahong adalah lelaki berkeluarga. Karenanya jika Mantri Ahong coba-coba bermain di sini, sama saja menggiring dirinya pada persoalan poligami. Padahal terus terang, Bu Guru termasuk wanita yang tidak bisa menerima prinsip-prinsip itu. Dia juga tidak tega, meraih kebahagiaan itu dengan merebut kebahagiaan sesama kaumnya. Bagi Mia, adalah omong kosyong wanita-wanita yang merelakan suaminya berpoligami. Itu semua pastilah karena dikondisikan, lantaran kepepet dan keterpaksaan.

Tapi niat Ahong sedari awal memang bukan ke situ. Kalau dia mau memacari Mia, adalah sekedar iseng di kala pikiran suntuk. Dan dia juga tahu persis bahwa wanita selalu berbicara dengan perasaan, bukan pikiran. Karenanya, secara pelan tapi pasti, dia terus mendekati si janda. Dan pada akhirnya, tanpa harus melalui nikah segala, Pak Mantri berhasil membuat si janda bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Dan buktinya, setelah terkena jarum suntik Pak Mantri yang tidak sekali pakai, Bu Guru malah jadi ketagihan dan merem melek.

Sejak saat itu, Pak Mantri semakin rajin mengunjungi Bu Guru. Tapi ini hanya enak baginya, tapi sesek napas bagi warga. Curiga bahwa mereka telah berbuat di luar batas kewajaran, beberapa hari lalu pasangan mesum itu digerebek. Ahong sempat lolos lewat jendela, tapi motornya tersandera warga. Dari bukti pemeriksaan di lapangan, diduga keras Bu Guru dan Pak Mantri kesehatan itu baru saja “suntik-suntikan”. Kasus ini segera dilaporkan warga ke Polsek Labuhan Maringgih. Cuma ketika Pak Mantri diperiksa polisi kemudian, dia berkelit bahwa telah berbuat mesum. “Saya murni mengobati Bu Guru itu,” katanya.

Mengobati atau menikmati, ngaku saja Bleh!

———————————-
kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita
———————————-

Jika Marah Gaya Ketoprak

Kalau kemampuan onderdil tak seimbang dengan kemampuan materil, jangan coba-coba poligami. Lihat pengalaman Dado, 47, dari Jombang (Jatim) ini. Istri muda nolak memberi “jatah”, karena tak dicukupi semuanya. Dado pun lalu memaksa dengan gaya ketoprak, Ny. Rara, 30, ditodong keris!

Untuk ukuran kampung, kekayaan Dulmukti masih jauh dari memadai, sehingga petugas pajak pun belum pernah meliriknya. Tapi sesuai dengan bakat terpendamnya selama ini, dalam keterbatasan ekonomi ini dia masih juga suka lirak-lirik pada makhluk berlainan jenis. Padahal di rumah, Dulmukti juga sudah punya istri yang bisa dilirik dan digitik (baca: digauli) kapan saja mau secara bebas dari bea pula. Bahkan, dari kaca mata agama, tindakan ini termasuk bagian dari ibadah, jauh dari perilaku bandrek jinah (berzina). “Istri memang sangat halalan tayiban,” kata juragan ayam bakar Wong Solo.

Rupanya Dado punya alasan sendiri. Kenapa masih juga suka lirak-lirik di luaran, karena katanya demi penyegaran! Lelaki dari Desa Balungbedek Kecamatan Ndiwek ini tak mau terjebak pada hal-hal yang monoton dan stereotip: itu itu saja! Dilihat siang, pagi, sore atau malam, tetap saja bininya mulai keriput. Sedangkan di luar, begitu banyak tokoh alternatif yang sangat menggamit rasa merangsang pandang. Dan dengan pemandangan tersebut, Dado menjadi merasa 10 tahun lebih muda, di samping memperluas cakrawala.

Elok sungguh kelakuan Dado ini. Hobinya suka lirak-lirik cewek menjadi keterusan. Dia tak sekadar main lirik, tapi kemudian juga pengin wanita itu menjadi hak milik. Ketika cintanya tersandera oleh janda Rara, dia pun lalu menikahinya secara diam-diam, kalau tak mau disebut siri. Sejak itu, terpuaskan sudah nalurinya sebagai lelaki. Janda itu kini bukan saja dilirik, tapi bisa langsung digitik. Dan memang itulah target utama Dado poligami diam-diam, sekadar untuk memanjakan aspirasi urusan bawah.

Mulai saat itu Dado merasa menjadi manusia paling bahagia se Kabupaten Jombang, punya dua kendaraan sekaligus, tanpa perlu bayar STNK dan BPKB tiap tahun. Cuma, masalah kemudian timbul, ketika kemampuan kantongnya tak paralel dengan si entong. Maunya sih dia menggilir kedua istrinya secara adil. Tapi karena istri mudanya belakangan mirip jip Hardtop yang boros bensin, dia jarang mengunjungi alias menelantarkannya. Dado kini lebih mengasyikkan diri pada istri pertamanya. “Tua atau muda saja, yang penting rasanya Bung!”, prinsip Dado yang kepepet.

Akan tetapi namanya istri yang pernah hidup sesarung dan sepenanggung, beberapa hari lalu bikin juga hati Dado jadi kangen menggebu-gebu. Dengan membawa uang seadanya, dia mengunjungi simpedes-nya non BRI ke Desa Pandanwangi Kecamatan Ndiwek. Maunya Dado, begitu diberi uang barang Rp 50.000,- ranjang di kamar pun lalu bergoyang-goyang. Tapi ternyata tidak. Rara menolak melayani. Enak betul, sudah berminggu-minggu menelantarkannya kok hanya modal Rp 50.000,- sudah mengajak masuk kelambu!

Sebaliknya Dado, rasa kangennya yang sudah nyaris meledak di kepala, lalu memaksakan kehendak. Bagaikan ketoprak mataram saja, dia langsung menodongkan keris ke leher istrinya. Tapi ternyata Rara tidak gentar. Lama-lama Dado yang malu sendiri, dia ngeloyor pergi gagal “serangan umum” non 1 Maret 1949. Tapi baru saja sampai di rumah, dia sudah didatangi polisi Polsek Ndiwek, atas laporan istri mudanya. Pasal yang dituduhkannya pun cukup serem, percobaan pembunuhan! “Ya Allah Pak, masak saya mau membunuh istri sendiri. Keris ini pun hanya keris pengantin, bohong-bohongan,” kata Dado panik. Panik karena istri jadi tahu kalau punya bini lagi.

———————————-
kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita
———————————-

Pamong Pinter Bergaul

Wakidi, 40, dikenal sebagai pamong desa yang suka bergaul, menjalin silaturahmi dengan warga. Tapi beberapa hari lalu dia luka parah diclurit warga sendiri, karena cemburu. Kabarnya Wakidi dicurigai Samroji, 42, hendak menyelingkuhi istrinya. Jadi, kecakapan bergaulnya justru untuk menggauli bini orang?

Aneh memang, orang sebaik Wakidi ternyata punya musuh juga. Bukan musuh politik, tapi musuh di luar selimut. Soalnya ada isyu bahwa Pak Pamong ini berusaha merebut “selimut hidup” Samroji, seorang warganya di Desa Legundi Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo (Jatim). Cuma, jika selama ini tak pernah menimbulkan gejolak, karena Wakidi mainnya kalem. Ibaratnya orang main catur, direnungi bidak-bidak catur itu berlama-lama, tapi begitu melangkah langsung skak mat!

Ibarat selimut, istri Samroji memang termasuk jenis bedcover, cantik dan gemuk, jadi pastilah dijamin anget! Karenanya wajar saja dia selalu was-was bila Nunik, 36, direbut orang. Akibat perasaan was-was yang selalu berkepanjangan, rasa cemburu menjadi menu sehari-hari Samroji. Apa lagi dia seorang pegawai negri, yang tak mungkin seharian tinggal di rumah. Andaikan memungkinkan, Nunik di rumah pastilah dipasangi radar. Jika ada makhluk lelaki mendekati bininya, langsung mengeluarkan sinyal.

Dugaan Samroji betul. Ternyata ada juga warga Desa Legundi yang berminat menikmati “selimut” miliknya. Orang itu adalah pamong desa Wakidi. Salah satu bukti, jika pamong desa itu ngobrol dengan Nunik, matanya selalu berbinar-binar penuh vitalitas. Dan yang paling otentik, Wakidi sering mengunjungi rumah Samroji di kala dia tak di rumah. Lalu di teras rumah itulah keduanya berhaha-hihi ngobrol ngalor ngidul. Apa yang dibicarakan tak jelas, wong tak pernah disadap oleh KPK. Tapi yang pasti, dalam seminggu setidaknya 2 kali dia mengunjungi Nunik.

Keluarga dekat Wakidi pernah menegurnya, agar jangan terlalu sering ngobrol dengan Nunik, sebab warga lalu menanggapinya lain. Tapi langsung Pak Pamong menampik tuduhan warga. Sebagai pamong, sudah selayaknya dia selalu dekat dengan rakyatnya. Dia tak mau seperti para wakil rakyat di Senayan itu. Mendekati rakyat hanya saat kampanye saja. Tapi setelah berhasil menjadi anggota dewan, lupa pada konstituennya. Jarang mendatangi daerah pemilihannya, sibuk cari “cipratan” di sana sini. Padahal jika sudah kecipratan dana BI, jadi pusing sendiri.

Sampailah kemudian Wakidi “kepergok”. Saat ngobrol-ngobrol dengan Nunik yang bertipikal macam wayang Limbuk itu, Samroji pulang kantor. Pak Pamong sih tidak apa-apa, tetep kalem macam Paskah Suzeta yang dituduh terkait dana BI Rp 1 milyar. Tapi Samroji-nya yang sewot. Dia menegur Wakidi, kenapa selalu menemui bininya di kala dirinya tak di rumah. “Sampeyan tahu kan watak saya? Dalam urusan wanita, sadumuk bathuk senyari bumi (urusan wanita dibela sampai mati),” kata Samroji sambil menunjukkan clurit di tangan.

Sebetulnya Wakidi tersinggung atas tuduhan itu, tapi sebagai pamong desa yang emosinya terukur, dia mencoba bersabar. Dia tidak meladeni kemarahan warganya, dan memilih pulang. Tapi semenjak itu, ke mana saja pergi dia selalu membawa clurit. Sebab dia tak mau mati konyol akibat kecemburuan Samroji. Tapi soal kunjungan ke rumah Si Limbuk Cantik, tak juga berhenti. Maklum, dia selalu berdalih: banyak silaturahmi memanjangkan umur dan membuka pintu rejeki.

Orang Jawa punya pepatah, dipenging kaya dikon, dikon kaya dipenging (dilarang malah seperti disuruh, disuruh malah seperti dilarang). Rupanya Wakidi begitu juga. Beberapa hari lalu sengaja kembali ke rumah Nunik. Dan untuk kedua kalinya dia ketemu Samroji. Keributan pun terjadi. Suami Nunik menuduh Wakidi mau menyelingkuhi bininya, sedangkan Wakidi minta ditunjukkan buktinya.

“Buktinya ya ini,” kata Samroji sambil membacok tangan pamong desa itu. Gegerlah warga Desa Legundi. Wakidi dilarikan ke rumah sakit, dan Samroji ditangkap polisi.

Silaturohmi model Wakidi, salah-salah malah memperpendek umur.

http://beritaseru.blogspot.com/

———————————-
kumpulan cerita seks wanita ditelanjangi pria – kisah seks perempuan telanjang – cerita-cerita seks menelanjangi cewek – kisah-kisah seks gadis bertelanjang – cerita seks ketelanjangan wanita

kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang

kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang
———————————

Besar Nafsu Dari Uang

Besar pasak daripada tiang, besar nafsu daripada uang; itulah kelakuan Toto, 30, dari Malang (Jatim). Pekerjaan tak punya, masih selingkuh juga. Giliran istri yang purik (tinggalkan rumah) tak mau diajak pulang, langsung diseksekusi. Untung saja tak sampai mati, meski tubuh Ny. Mawar, 23, ancur-ancuran!

Kata orang, wanita bertindak berdasarkan perasaan, sedangkan lelaki berdasarkan pikiran. Tapi jika tak punya pekerjaan masih juga selingkuh, apakah itu pertanda Toto punya pikiran? Jikalau dia berpikir sehat dan benar, dengan keterbatasan uangnya Toto mestinya berhemat. Daripada untuk selingkuh mendingan untuk keperluan lain. Toh, perempuan lain sama istrinya di rumah kan sama saja. Ssst, asal tahu saja ya: perempuan itu ibarat kue Kong Guan. Bentuk dan warna boleh macam-macam, tapi rasanya tetap sama saja!

Tapi itulah lelaki, ada saja alasan untuk melegitimasi aksi selingkuhnya. Toto itu tadi misalnya, dia selingkuh bukan karena mengejar rasanya biskuit, tapi ingin menikmati indahnya sebuah proses. Baru duduk berhimpitan dengan selingkuhan, lalu tangan si dia diremas-remas, amboooi……., rasanya selangit. Bandingkan dengan yang di rumah. Boro-boro main remas tangan segala, kalau butuh ya langsung serbu pada sumbernya. Soalnya, istri bukan lagi sebuah misteri dan tanpa rahasia lagi. Dalam kondisi apapun, suami sudah mafhum segalanya.

Dan memang begitulah rasa dan perasaan Toto, ketika duduk berdua-dua dengan Bunga, 21, gadis tetangga, di sebuah huma di tengah sawah. Ditingkah semilir angin sore, sementara matahari di ufuk barat mulai berwarna merah jingga, jiwanya begitu indah ketika dia berhasil meremas-rema jari jemari si gadis. Lalu Bunga bermanja-manja dengan tidur berbantal paha Toto, wihhhh……rasanya dunia milik mereka berdua. Dan ketika dua bibir itu beradu, lupalah mereka akan segalanya, termasuk pada status masing-masing.

Tapi sial sore itu. Ketika Toto – Bunga sedang cucuk-cucukan kaya manuk loloh (baca: berciuman) tiba-tiba kepergok oleh Mawar yang menyusul ke sawah. Istri Toto ini tak banyak kata, dia langsung pulang ke rumah dengan wajah njegadul (cemberut) dan masgul. Toto yang menyusul kemudian untuk memberi klarifasi tentang duduk dan berdirinya masalah, tak digubris. Mawar hanya menangis di pembaringan dengan posisi tengkurap, lalu katanya sengit: “Kono diterus-teruske, dadi ngono kuwi ta carane (silakan lanjutkan saja, begitu ta kelakuanmu)?”

Seperti MS Kaban dan Paskah Suzetta mentri Kabinet Indonesia Bersatu, Toto juga berulangkali menjelaskan bahwa tidak ada apa-apa dengan si Bunga. Selama ini ya sebetas cucuk-cucukan saja, tak sampai berbuat layaknya suami istri. Tapi Mawar sudah kadung tak percaya. Hatinya yang sakit karena merasa dikhianati, menyebabkan malam itu juga dia kembali ke rumah orangtuanya sambil membawa si Upik yang baru usia 1 tahun. Sejak saat itu, terjadilah kiamat sugra (kecil) di rumah Toto yang terletak di Desa Sukonala Kecamatan Bululawang Kabupatem Malang (Jatim) ini.

Bagaimana tak disebut kiamat kecil, karena sejak itu Mawar benar-benar tak mau diajak kembali ke rumah. Itu berarti, sebagai suami yang katanya cinta istri, Toto tak bisa lagi menjalankan “sunah rosul” sebagaimana biasanya. Kalau dia menyusul ke rumah mertua dengan alasan kangen sama anak, malah diledek oleh mertua dan ipar-iparnya. “Kangen anak apa kangen “ponakan”?” begitu kata mereka. Paling menyakitkan, mau menginap di rumah mertua, sang istri melarang dengan ketus, dengan alasan tidak ada tempat. Bagaimana Toto tak semakin pusing?

Tanpa terasa sudah 7 bulan lamanya Toto kena embargo. Ketika rindu pada istri sudah demikian mengkristal, beberapa hari lalu dia meminta dengan paksa agar Mawar mau diajak pulang ke rumah saat itu juga. Ternyata istrinya tetap tak mau dengan alasan hatinya terlanjur sakit, bahkan minta cerai segala. Toto jadi kalap, istrinya langsung dibabat clurit berulang kali, sedangkan Toto sendiri kemudian mencoba bunuh diri pakai clurit yang sama. Gegerlah warga desa Sukonala. Sore itu juga Mawar – Toto dilarikan ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Mati sih tidak, cuma keduanya dalam kondisi kritis.

Tetapi itu lihat, malaikat Izroil sudah lirak-lirik melulu.

———————————-
kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang
———————————

Rekaman HP Jadi Petaka

Jahat banget Jamidin, 19, jadi orang. Melihat dua sejoli bermesraan, langsung direkam pakai HP. Kemudian, hasil rekaman itu dijadikan senjata untuk memeras Irati, 18, pelaku adegan mesum. Yah, daripada gambar cabul itu disebar ke mana-mana, terpaksa Irati melayani kebutuhan biologis Jamidin hingga 10 kali.

Enak betul jadi manusia yang bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Karena kreasi dan kecerdasannya, kesempitan itu bisa disulap menjadi kesempatan untuk memperoleh hal-hal yang sempit. Tapi diakui atau tidak, cara-cara seperti ini adalah premanisme kehidupan. Dan cara-cara begini harus dikutuk oleh siapa saja yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Enak saja, hanya dengan modal jepretan HP, sudah bisa memaksa seorang gadis menyerahkan keperawanan yang bukan haknya.

Manusia tak bermoral dari Bangkalan (Madura) ini adalah Jamidin, warga Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan. Dalam usianya kini, dia memang mulai jatuh cinta pada lawan jenisnya. Dan dewa amournya mengarah pada gadis bernama Irati, pelajar SMA yang sering main ke rumah kos-kosan Jamidin. Sayang, cinta anak muda jebolan SMP itu membentur fatamorgana. Kelihatannya memberi angin, tapi ketika diseriusi, ternyata Irati tak punya filing sama sekali pada Jamidin. Keki nggak?

Anehnya, meski cinta Jamidin ditolaknya, Irati masih juga sering main ke rumah di Jalan Pemuda Kaffa tersebut. Tapi jangan salah, dia ke situ bukan untuk menemui Jamidin, melainkan menemui Boimad, 20, pemuda yang jadi kekasihnya selama ini. Lho, bagaimana to ini, masak perempuan kok malah yang aktif mendekati cowok? Ah, jaman era gombalisasi apa salahnya. Jaman sekarang, sistem “jemput bola” harus dilakukan di semua bidang, termasuk menjemput “bola”-nya Boimad tentunya.

Rasanya hancur lebur hati Jamidin. Di saat cintanya sendiri ditolak, kenapa cewek yang digandrungi malah berasyik masuk membangun asmara dengan temannya satu kost? Diapun lalu bersumpah, bagaimanapun juga caranya, sekali waktu dia harus bisa membuat Irati ini bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. “Sebelum ayam jantan berkokok, pacar Boimad yang tinggal di kamar barat itu, harus bisa kurebut!” begitu kata Jamidin, mengingatkan pada pidato Bung Karno saat ingin merebut kembali Irian Barat di tahun 1960-an.

Ini memang bukan kisah Trikora, sehingga merebut Irati jauh lebih muda daripada merebut Ir….ian Barat. Entah doanya yang manjur entah apa, tiba-tiba peluang emas itu muncul. Saat Jamidin tidur siang di kamarnya, dia mendengar suara desah-desah nikmat di kamar Boimad. Ketika diintip, ternyata itu adegan Irati – Boimad bertelanjang karena sedang beradegan seru. Langsung ide “brilyan”-nya muncul. HP diambil dan direkamnya, klik. Sore harinya setelah Irati pulang dari rumah kekasihnya, langsung saja Jamidin mengirim SMS untuknya. Minta waktu ketemu untul hal yang sangat urgent.

Mulanya Irati males meladeni. Tapi begitu dikaitkan dengan adegan mesra tadi siang, dia cemas juga. Benar juga, ketika ditunjukkan gambar mesum tersebut, Irati tak bisa berkutik. Meski adegan itu tak sampai persetubuhan, tapi dia panik juga jika gambar itu disebarkan ke mana saja. Akhirnya, dia pun menyerah pasrah pada syarat damai yang diminta Jamidin. Padahal apa syarat itu. “Beri kesempatan aku menikmati kegadisanmu beberapa kali, pastilah gambar ini akan aman tak beredar ke mana-mana!” kata Jamidin tanpa ekspresi.

Untuk menyelamatkan harga diri, terpaksa Irati melayaninya. Demikianlah yang terjadi, sementara kekasih sendiri belum berhasil “mbelah duren”, Jamidin di kamarnya sudah berhasil menikmati tubuh mulus pelajar SMA itu. Dalam jeda waktu 3-4 hari sekali, tak kurang dari 10 kali sudah dia menyetubuhi Irati. Tapi lama-lama si gadis sadar, tanpa ada keberanian, pastilah dia akan menjadi budak seks Jamidian seterusnya. Karenanya, beberapa hari lalu dia mengadu ke Polsek Bangkalan, dan Jamidin pun ditangkap. Ketika dikonfrontir berapa kali menggauli Irati, ternyata tanpa melalui lembaga quick count (hitung cepat) pun Jamidin bisa menyebut sama: sepuluh kali Pak!

———————————-
kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang
———————————

Dasar Mata-mata

Bini tetangga itu telah disembunyikan Kusnadi, 40, demikian rapi. Tapi eh, masih ketahuan juga oleh Johari, 43, suami Anita, 35, melalui tindakan mata-mata berhari-hari lamanya. Tapi ironisnya, Kusnadi sama sekali tak merasa bersalah, bahkan Johari babak belur dianiayanya. “Dasar mata-mata, sih kamu!” ujarnya.

Enak ngkali ya, membawa lari dan menyembunyikan bini orang? Buktinya, Kusnadi yang tinggal di kampung Sungai Mencirim, Medan (Sumut), betah membawa lari Anita, istri tetangganya hingga berbulan-bulan. Tapi ini memang bukan kisah Dasamuka – Sinta dalam wayang kulit, maksudnya keduanya saling mencinta, sehingga selama dalam pelarian dan persembunyian tersebut, keduanya pun sudah beraktivitas bak suami istri saja. Bersetubuh pun menjadi menu sehari-hari, tanpa sedikitpun merasa risi.

Lelaki Kusnadi ini memang biang kerok di kampungnya. Meski sudah berkeluarga, setiap melihat wanita cantik masih juga gatel pendulumnya. Kalau sekedar memandang dan mengagumi, itu mending. Dia selalu berusaha, selain mengagumi harus pula berhasil menggumuli. Jejak rekamnya dalam dunia perselingkuhan sudah demikian nyata, tapi di lingkungan keluarga Kusnadi bisa tampil bak pria bijak yang taat bayar pajak. Jadi mirip-mirip kasus MS Kaban – Paskah Suzeta, boleh Hamka Yandu ngoceh di sidang Tipikor, tapi karena tak ada bukti, Presiden SBY juga nggak bisa apa-apa!

Akan halnya Kusnadi juga seperti itu. Sudah lama sebetulnya dia mengincar si Anita yang berwajah mirip Anita Rachman penyiar TVRI tahun 1980-an. Berdasarkan pengalamannya dalam hal berburu perempuan selama ini, model bini Johari ini termasuk jinak-jinak merpati. Kelihatanya gampang-gampang susah didekati, tapi jika sudah kena pastilah bertelur sendiri. Maka Kusnadi pun hakul yakin saja bahwa bila saatnya telah tiba Anita pastilah akan bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

Nah, peluang itu hadir ketika Anita yang memang cukup akrab dengan keluarganya, mencoba curhat tentang rumahtangganya. Tetangga bijak taat bayar pajak ini berusaha membantu. Diajaknya Anita ke suatu tempat, untuk bicara dari hati ke hati. Dan ternyata keterusan. Bukan saja solusi, tapi sekaligus intervensi. Masih di tempat yang sama, Kusnadi berhasil meraih simpati Anita demikian luar biasa. Buktinya, ketika kemudian bini Johari itu diajak berhubungan intim bak sumi istri, hanya pasrah saja. “Apa aku bilang? Dikandhani kok ngeyel (dibilangi kok tak percaya),” kata setan yang rupanya Jinjawa (Jin Jawa kelahiran Sumatera itu.

Jin setan kalau mau jadi provokator selingkuh memang tidak tanggung-tanggung. Merasakan begitu asyiknya ndhemeni bini tetangga, Anita malah ditahan alias tidak boleh pulang dulu. Di tempat itu dia dijadikan Simpedes (Simpanan Pedesaan) non BRI. Kusnadi datang 2 hari sekali sambil membawa kebutuhan logistik sekaligus menyalurkan kebutuhan biologistiknya. Setelah di situ beberapa jam lamanya, kembali ke rumah dan menyatakan ikut prihatin pada Johari karena sudah berhari-hari bininya menghilang.

Asyik memang bermain sinetron model Kusnadi. Sementara Johari kalang kabut berminggu-minggu kehilangan istri, Kusnadi malah bersiul-siul di dalam hati. Sandiwara itu mulai tercium ketika ada yang menginformasikan bahwa pernah melihat terakhir kali Anita bersama Kusnadi. Terkejut juga Johari mengetahuinya si tetangga jadi ular kepala dua. Tapi untuk menuduh langsung tidak enak, sehingga sebagai tetangga bijak yang juga taat bayar pajak, dia mencoba mematai-matai Kusnadi. Ke mana saja dia pergi Johari lalu menguntitnya dari belakang, termasuk ketika Kusnadi shoping kebutuhan wanita di Pusat Grosir Medan.

Mencurigakan memang. Buat apa lelaki belanja kebutuhan wanita? Ketika dibubuntuti kemudian, ternyata Kusnadi menuju sebuah rumah. Dugaannya betul, di situ ada Anita istrinya. Dasar peselingkuh berdarah dingin, Kusnadi tak merasa malu meski tertangkap basah secara telak. “Kok tahu sih aku di sini?” tegurnya ketus. “Siapa dulu dong tetangganya?” sindir Johari meledek. Dipermalukan sedemikian rupa, Kusnadi jadi emosi. “Dasar mata-mata…!” ujarnya sambil melayangkan tinju. Keributan pun terjadi, hingga para tetangga melarainya. Anita, Johari dan Kusnadi pun segera diserahkan ke kantor polisi.

Anita, Anita, karena kamu semua jadi celaka.

———————————-
kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang
———————————

Guru Cintanya Tak Tetap

Sebagai guru tidak tetap, nasib Ganjar, 27, memang belum jelas. Namun demikian dia pede saja. Bermodal cintanya yang juga tidak tetap, dia memacari sejumlah cewek, lalu pindah ke cewek lainnya lagi setelah puas menggauli. Karena ulahnya tersebut Ganjar kini berurusan dengan Polres Tegal (Jateng).

Ini kisah don yuan kelas kampung, yang meskipun tanpa modal, berhasil menikmati tubuh-tubuh gadis mulus nan sintal. Kalaupun ada sedikit modal, ya cuma tampang cakep dan pintar ngomong. Secara materi boleh dikata Ganjar sama sekali nol. Maklum, sebagai guru SD tidak tetap, honornya setiap bulan hanyalah sekitar Rp 400.000,- saja, sehingga untuk bisa bertahan hidup di Tegal Kota Bahari, dia harus makan sega kucing (nasi sedikit dengan ikan bandeng sedikit) sehari-hari.

Tapi Ganjar memang hebat. Meski tiap hari menunya sega kucing ditambah minumnya air kran mesjid, dia tetap tampak sehat dan enerjik. Penampilannya tetap trendi, karena dia masih disubsidi orangtuanya. Karenanya, ketika melihat cewek cakep, dia masih pede saja untuk mendekatinya, lalu ngegombal dan merayu. Padahal jika diaudit harta kekayaannya, ya itu tadi: hanya Rp 400.000,- sebulan. Tanpa pernah ada saldo sedikitpun, bahkan terlalu sering minus karena ngebon di berbagai warung.

Inilah kelebihan Ganjar. Dengan modal cekak pun, berkat kemahirannya meyakinkan cewek, justru cewek itulah yang mau jadi sponsor non Liga Dunhill. Sebagai cowok Ganjar kemudian menjadi romantis ganda. Romantis dalam arti sesungguhnya, juga romantis dalam pengertian: rokok dan makan gratis. Nilai-nilai sosial dewasa ini, memang sangat menunjang kekerean (kemiskinan) Ganjar. Maksudnya, biar cewek, karena dia yang butuh, dia pulalah yang harus menjadi penyandang dana.

Akan tetapi cinta Ganjar pada cewek memang tak pernah abadi. Setelah jalan beberapa minggu, dan kemudian si doi sudah mau digauli beberapa kali bak seorang istri, pelan-pelan sidia pasti ditinggalkannya. Itu pula nasib yang dialami Mimin, 18, gadis dari Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat. Setelah berulangkali digauli oleh oknum guru SD tidak tetap tersebut, tiba-tiba dia ditinggalkan Ganjar. Lalu si kumbang itu terbang ke kembang lain dalam rangka mengisap sari madu baru.

Tehnik Ganjar berpetualang cinta memang belum pernah diketahui para calon korban berikutnya. Maka ketika dia mendekati Nanik, 19, gadis dari Tegal Kota itu langsung tertarik pada ketampanan dan kepintaran Ganjar ngomong. Nanik pun dipacari beberapa waktu lamanya, dengan target bisa menikmati kehangatan tubuhnya. Dan ketika si gadis sudah benar-benar dalam kekuasannya, “eksekusi” ranjang pun dilakukan hingga beberapa kali. Dan sebagaimana Mimin, setelah Ganjar puas mengobok-obok kehormatannya, gadis Nanik pun ditinggal pergi diam-diam.

Ini juga belum membuatnya ketanggor (kena batunya). Ganjar kemudian memacari Asih, 20, gadis dari Kampung Kramat yang masih berdekatan dengan rumah kos-kosannya. Sebagaimana nasib Mimin dan Nanik, setelah kenal beberapa hari malah, Asih langsung ditembak di atas ranjang, pang! (seperti bunyi senapan dalam Buku Bahasaku Amir Sudin Tuti – Red). Cuma si Asih ini pintar. Setelah dibuat 5-0 oleh Ganjar, dia segera mengadu pada orangtuanya, bagaimana dia “digunduli” habis-habisan oleh Ganjar di atas lapangan kasur.

Keruan saja orangtuanya kelabakan. Takut putrinya menjadi korban tabrak lari, Pak Guru tidak tetap itu langsung dipanggil untuk bertanggungjawab. Awalnya Ganjar mau berkelit bahwa belum siap modal untuk menjadi kepala rumahtangga. Tapi karena keluarga Asih memang kaya, mereka siap menjadi sponsor, yang penting siap nikah. “Ibarat sepeda motor, STNK, BPKB sampai SIM, bapak yang menyiapkan. Kamu tinggal nyemplak saja….!” Kata calon mertoku.

Akhirnya Ganjar menikahi Asih. Tapi sehari setelah menikah, dia didatangi dua gadis yang pernah dipacari dan digauli sebelumnya. Baik Mimin maupun Anik menuntut dinikahi pula sebagaimana Asih. Sudah barang tentu Ganjar pusing tujuh keliling. Bagaimana menikahi 2 gadis lagi, sedangkan istrinya kini saja berkat sponsor mertuanya. Karena tetap tak bisa mengurai persoalan, Ganjar pun dilaporkan ke Polres Tegal.

Hanya satu pilihan, masuk penjara setelah masuk kamar pengantin.

———————————-
kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang
———————————

Paman Melanggar Amanat

Amanat penderitaan rakyat, itu kata Bung Karno. Kalau amanat penderitaan ponakan, itu nasib Santi, 19, gadis dari Jember (Jatim). Ya, gara-gara paman melanggar amanat, ponakan cantik itu hamil 3 bulan. Keruan saja bibi Santi segera melaporkan ulah Sahir, 47, suaminya ke Polsek Sumber Baru.

Kemiskinan lagi-lagi boleh dijadikan kambing hitam persoalan ini. Jikalau orangtua Santi tak miskin, niscaya mereka takkan menjadi TKI/TKW di Malaysia. Jika mereka tidak menjadi TKI/TKW, tak mungkin menitipkan Santi pada pamannya, Sungkono. Jika Sahir tak dititipi Santi, tak mungkin dia menodai keponakan sendiri. Jika si keponakan bukan perempuan doyan, tak mungkin Santi ketagihan sehingga hamil. Begitulah, kata “tak mungkin” dan “jika” terus bisa dilanjutkan hingga ratusan, sampai halaman ini habis.

Untuk persoalan Santi – Sahir, sebetulnya kunci utamanya terletak di sini (dada) dan di situ (bawah puser). Jika dada Sahir punya hati nurani seperti partainya Wiranto, pastilah dia tak tega melalap ponakan sendiri. Tapi karena yang di bawah puser lebih dominan, hati nurani dikalahkan setan. Di mata Sahir selanjutnya, Santi bukan lagi ponakan, tapi sangat cocok buat penak-penakan (baca: dikeloni). Dan begitulah yang terjadi, di kala bini turu njingkrung (tidur melingkar), Sahir dan Santi malah masuk dalam sarung!

Kisah mesum paman – ponakan ini memang bermula dari kepahitan hidup yang dialami orangtua Santi. Sejak dua tahun lalu, enyak dan babe gadis itu pergi ke Malaysia menjadi TKW dan TKI. Lalu, putrinya yang sudah beranjak remaja tersebut dititipkan pada Ny. Sahir, yang adik kandung ayah Santi. “Aku titip si genduk, mengko yen wis rampung nggonku ngumbara, tak jupuk maneh (aku titip anak, jika pengembaraan kami telah usai, dia kuambil kembali),” begitu pesan ayah Santi pada Sahir suami istri.

Awalnya, Sahir mengemban amanat itu secara penuh tanggungjawab dan konsekuen. Bahkan saat ayah Santi menitipkan putrinya, Sahir sempat berjanji bahwa di tangannya Santi takkan terlantar. Sebab anak sampeyan juga anakku sendiri, begitu katanya. Karena itulah, Sahir mengatakan kala itu: berangkatlah ke alam Malaysia dengan tenang. Dua tahun ke depan, ketika ayah Santi dan ibunya kembali ke tanah air, pastilah Santi manglingi (bikin pangling), tubuhnya mulus dan mingsel-mingsel ndemenakake (gemuk menggemaskan).

Namun ternyata janji Sahir belakangan seperti politisi Senayan. Saat kampanye di daerah pemilihannya, dia begitu menggebu-gebu menjanjikan ini itu bagi konstituen. Tapi setelah berhasil menjadi anggota DPR, tak pernah lagi mengunjungi rakyat yang diwakilinya. Maklum, oknum parlemen itu sibuk cari “obyekan”, meski gaji dan fasilitasnya sudah melimpah. Mau ke luar negeri minta disangoni bupati, pengin kelon sama cewek minta ditraktir Pak Sekda. Ironis kan, Pak Sekda merasa diperes, oknum dewan itu malah renes (terjamin).

Gitulah kelakuan Sahir belakangan. Melihat penampilan si gadis amanat makin semlohai, dia jadi makin geregetan saja. Otaknya pun selalu ngeres, kapan bisa mengajak penak-penakan itu ponakan. Sahir sudah lupa pada janji dan pesan ayah Santi. Dan di suatu malam nan sepi, ketika istrinya tidur mendengkur, Sahir bergerilya ke kamar ponakan. Gadis nan seksi itu langsung disergap, hip! Awalnya berontak, tetapi setelah kena titik pengapesannya, tadinya meringis, akhirnya Santi malah merenges!

Enak ngkali ya? Buktinya, lain waktu setiap diajak sang paman, Santi tak parikan (beralasan) lagi, bahkan kadang dia sendiri yang ambil prakarsa. Begitulah kemudian yang terjadi, asal ada kesempatan paman dan ponakan itu selalu begituan. Aib itu beru terungkap ketika belakangan Santi sering muntah-muntah dan wajahnya pucat pasi macam Korea murus (mencret). “Kamu hamil, ya? Siapa yang berbuat? Ngaku saja, biar dia segera bertanggungjawab,” kata sang bibi saat menginterogasi.

Nama Sahir sang paman pun segera disebut, dan Ny. Sahir pun berjingkat bagaikan menduduki puntung rokok. Tak mengira sama sekali suaminya berbuat sekeji itu. Apa lupa sama amanat itu. Katanya dulu mau membuat Santi gemuk menggemaskan, ternyata yang dibuat gemuk malah bagian perutnya. Meski menyakitkan, lelaki celamitan dari Sumber Baru Jember itu segera dilaporkan ke polisi dan hari itu juga ditangkap.

http://beritaseru.blogspot.com/

———————————-
kumpulan cerita seks wanita disebadani pria – kisah seks perempuan korban bersebadan lelaki – cerita-cerita seks menyebadani cewek – kisah-kisah seks gadis bersebadan dengan laki-laki – cerita seks persebadanan terlarang

kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang

kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang
—————————-

Peselingkuh Gerak Cepat

Kalau mau jadi tukang selingkuh, musti bergerak cepat. Itu kiat Joko, 43, seorang Sekdes dari Purworejo (Jateng). Meski Bunga, 23, dua minggu lagi mau jadi pengantin, masih sempat juga dibawa ke losmen dan digauli 2 kali. Tapi gara-gara ulahnya kali ini, posisi Joko sebagai Sekdes berada di ujung tanduk.

Orang selingkuh dengan uang negara, memang harus bergerak cepat. Dengan cepat dia mengamankan harta bukan haknya, dengan cepat pula dia menghapuskan barang bukti. Kalau tercium dan masuk pengadilan, dengan cepat pula dia menyogok oknum hakim/jaksa untuk membebaskan dirinya dari tuntutan hukum. Dia harus cepat pula berhitung, berapa uang korup yang harus disembunyikan, dan berapa pula yang bisa dibagi-bagi untuk membayar pengacara dan oknum perangkat hukum.

Kiat semacam itu ternyata bisa juga diaplikasikan dalam dunia perselingkuhan, setidaknya ini bagi Joko, Sekdes Desa Wareng Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Ketika dia mengincar Bunga tetangga sekampungnya, sebetulnya sudah tahu bahwa gadis itu sudah memiliki calon suami, bahkan sebulan lagi akan naik pelaminan. Tapi sebagai penjahat kelamin yang handal, hal itu bukanlah problem besar. “Dedek karo emek, menang emek (yang naksir kalah dengan yang langsung megang)”, begitu prinsip Pak Sekdes yang memang pakar perselingkuhan.

Carik desa (istilah Sekdes di masa lalu) Joko memang sudah terkenal sebagai penjahat kelamin di kampungnya. Jauh sebelum mengincar Bunga, dia pernah menggasak bini orang bernama Melati. Gilanya lagi, perempuan itu juga masih terhitung warganya sendiri, dan dia kenal baik dengan suaminya. Pekerjaan suami Melati yang sering keluar kota, dimanfaatkan Joko untuk memanjakan “pistol gombyok”-nya. Sekali waktu warga memergoki Pak Sekdes keluar tengah malam dari rumah Melati dengan menenteng sendal. Bukan karena jalanan becek, tapi dia takut suara gerak langkahnya terdengar warga.

Ulah Joko kala itu tak diangkat ke permukaan, karena yang memergoki masih keluarga dekatnya. Dia hanya ditegur agar jangan lagi berani-berani menyelingkuhi bini orang. Ingatlah akan posisinya sebagai pejabat desa, sebab jika sampai terbongkar gara-gara cari nikmat bisa tak lagi menjabat. Kala itu Joko memang berjanji untuk tidak lagi mengulangi perilakunya yang buruk. Bahkan dia sangat berterima kasih pada familinya yang mengingatkan kelakuannya. “Saya takkan mengulangi lagi,” begitu janjinya.

Malangnya, selingkuh itu rupanya bagi Joko seperti bodrexin bagi anak kecil, saking enaknya: minta lagi ayah, minta lagi ayah! Nah, ketika dia melihat Bunga yang tampil lebih menggoda, dia lupa akan skandal angkat sendal tempo hari. Tak peduli gadis itu hampir jadi pengantin, dicoba ditelateni juga. Dalam sebuah kesempatan temu muka, Joko mencoba mendekati Bunga secara lebih khusus, untuk selanjutnya bisa diselingkuhi sebagaimana Ny. Melati tempo hari. Ketika Bunga kebetulan mau ke Pasar Baledana Purworejo, diajak pula bareng satu motor alias berboncengan.

Asyik sekali perjalanan selingkuh Pak Sekdes. Baru sekali diajak boncengan motor, ketika diajak sekalian mampir ke sebuah hotel di Purworejo, Bunga tidak menolak. Entah pakai ilmu apa, ketika kemudian diajak berhubungan intim sebagaimana suami istri, calon pengantin itu mau saja. Padahal 3 minggu lagi dia harus duduk di depan penghulu menjalani ijab kobul bersama calon suaminya. Dedek karo emek, menang emek,” begitu kata Joko ketika berhasil mbelah duren jatohan dari Wareng itu.

Enaknya mencicipi tubuh mulus Bunga membuat Pak Sekdes ketagihan. Ketika perkawinan Bunga tinggal 2 minggu, masih disempat-sempatkan juga mengajak calon pengantin itu ke hotel yang sama untuk “mbelah duren” lagi gelombang kedua. Cuma kali ini apes. Saat keduanya keluar dari hotel ketahuan oleh warga Suren yang masih tetangga desa. Melihat kemesraan mereka yang bagaikan Artalyta –Urip Trigunawan, setibanya di kampung dia langsung bla bla bla ngoceh ke segenap warga.

Berita itu tentu saja membuat warga Desa Wareng jadi malu. Kasusnya kali ini bukan lagi di tangan famili Joko, tapi sudah menjadi milik masyarakat umum. Karenanya penduduk segera mengadu ke Camat Butuh dan minta Pak Sekdes dicopot dari jabatannya. Pak Camat berjanji akan menyelidiki, tapi tak bisa serta merta memberhentikan Joko dari posisinya, sebab diperlukan bukti-bukti otentik. Sedangkan soal nasib Bunga yang kadung “dieksekusi” Pak Sekdes, juga tak ada keterangan lebih lanjut. Mungkin calon pengantin pria bisa menerima kondisi calon istri apa adanya.

Ironis, calon suami hanya jadi generasi penerus!

——————————-
kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang
—————————-

Tak Siap “Mbelah Duren”

Kebanyakan orang mau jadi pengantin, senangnya bukan main. Tapi Lala, 22, dari Kediri (Jatim) ini lain. Menjelang naik pelaminan malah gantung diri, gara-gara sudah tidak perawan lagi. Rupanya dia tak siap, jika di saat “mbelah duren” kali pertama sang suami malah hanya menemukan duren kopong (kosong).

Akibat persepsi yang salah, banyak kaum lelaki yang selalu mendambakan keperawanan di malam pertama. Padahal, keperawanan wasalam tidak selalu karena hubungan intim. Bisa saja karena kecelakaan dalam kegiatan olahraga, atau hymen wanita yang kelewat elastis, begitu kata dr. Naek L. Tobing si ahli naik-naikan. Tapi itulah kaum lelaki, suka ngotot dalam bidang satu ini. Padahal bagi cinta sejati, akan selalu menerima segala kondisi pasangannya. Jadi perawan atau tidak istri yang baru saja dinikahi, tabrak sajalah!

Nah, rupanya Lala gadis dari Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, sangat trauma dengan sikap egonya kaum adam. Dia dulu pernah punya pacar yang nampaknya serius sekali. Tapi setelah diberi tahu kondisi pisik yang sesungguhnya, si cowok langsung balik bakul alias memutuskan cintanya. Karena menyadari dirinya di pihak yang salah, dia tak meratapi kepergian si doi. Justru Lala merasa bersyukur, cwok itu meninggalkan dirinya sebelum terlanjur ke KUA. Dengan demikian, status gadis secara deyure, masih bisa dipertahankan.

Gelapnya masa depan Lala sesungguhnya berangkat dari pergaulan yang kebablasan saat duduk di bangku SMA sekian tahun lalu. Dia pernah punya teman akrab sesama SMA. Nah, di kala mereka pergi berdua-dua, tiba-tiba sukma atau roh Betara Drema merasuk ke tubuh si cowok sementara roh Betari Dremi manjing (masuk) ke dalam tubuh Lala. Persis seperti Raden Samba dengan Dewi Hagnyanawati dalam kisah perwayangan, keduanya pun lalu jatuh kasmaran. Klimaksnya, keduanya pun lalu berhubungan intim bak suami istri.

Enaknya, si Samba ini setelah ditinggal pergi sukma Betara Drema, langsung pergi begitu saja meninggalkan teman kencannya, tanpa harus “berhitung” dengan Boma Nrakasura sebagaimana dalam lakon “Samba Juwing”. Sedangkan Lala sendiri, setelah koncatan (ditinggal) sukma Betari Dremi enteng saja perasaannya meski ditinggal kabur si cowok. Dia sama sekali tak menyesali keperawanannya yang telah tanggal, dia tak menyadari betapa luhurnya nilai wanita yang masih punya gajlugan (polisi tidur) ibaratnya sebuah jalan raya berhotmix.

Nilai-nilai moral dalam dirinya baru muncul lagi setelah Lala membaca kolom dalam sebuah surat kabar. Di situ dijelaskan betapa mahal dan berharganya nilai keperawanan wanita, termasuk tidak menerimanya para kaum lelaki jika mendapati pasangannya sudah tidak perawan. Sejak saat itu Lala menyesali langkahnya yang salah, sejak itu pula dia menjadi minder menghadapi kaum Adam. Dan rasa kurang pe-de itu semakin sempurna ketika ketemu cowok yang buru-buru ngacir setelah diberi tahu bahwa Lala sudah bukan lagi perawan yang masih buntelan plastik!

Malangnya, Lala ini memang tergolong wanita cantik di kelasnya. Jadi meskipun menghindari pergaulan dengan cowok, masih saja ada yang nguber. Dan ketika seorang pemuda bernama Amin, 28, kemudian melobi orangtuanya, Lala tak bisa menolak lagi aspirasi urusan bawah pemuda itu. Termasuk saat orangtuanya menentukan hari perkawinannya, dia hanya diam membisu. Padahal, dalam hati kecilnya Lala tak siap menghadapi malam pertama itu. Dia khawatir Amin jadi marah begitu “imin”-nya tak dapat gajlugan saat serangan umum non 1 Maret 1949.

Akan berterus terang, tak berani. Sedangkan hari perkawinan itu tinggal beberapa hari lagi. Dalam kondisi begitu sutris, Lala menyelesaikan masalah itu dengan caranya sendiri. Semalaman di kamar tanpa mau keluar. Saat keluarga mulai curiga, diintiplah kamar si gadis. La ilah hailalloh, di dalam sana tampaklah tubuh Lala tergantung kaku tanpa nyawa. Gegerlah warga Puncu pagi itu, ketika membaca surat wasiat almarhumah yang menyatakan ketidak suciannya lagi. Lala yang mestinya 3 hari lagi didandani sebagai pengantin, kini dihias dalam kapasitas sebagai mayat.

——————————-
kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang
—————————-

Ternyata Tugas di Hotel

Maunya Jojo, 45, mengijinkan istri bekerja untuk membunuh kejenuhan sebagai ibu rumahtangga. Tapi ternyata kebebasan itu disalahgunakan. Pamitnya tugas ke luar kota, nggak tahunya Mawar, 38, malah asyik kelon di hotel bersama oknum Kanwil Depkeu, Semarang. Urusan pun melebar ke Polresta.

Enak sebetulnya jadi bini Jojo, warga Petompon, Gajahmungkur, Semarang. Meski gajinya sebagai keluarga sudahlah cukup, suami mengijinkan Mawar bekerja sebagai pegawai negri. Jojo memang lelaki moderat, bisa memahami dan beradaptasi dengan perubahan jaman. Awalnya, dia mendambakan bini yang tahunya hanya mamah dan mlumah saja. Tapi Mawar sebelum dinikahi mengajukan syarat agar boleh tetap bekerja, alasannya agar ilmu yang diperolehnya di bangku perguruan tinggi tidak mubadzir.

Namanya sayang pacar, syarat yang gampang-gampang susah itu pun diizinkan. Resikonya kemudian memang terasa. Meski sudah ada istri, masakan di rumah sebagian besar hasil olahan pembantu. Mawar baru sempat olah-olah (masak) sendiri, manakala hari Minggu atau libur nasional. Jojo tak pernah mempermasalahkan, karena prinsipnya semua tercukupkan. “Nggak dimasakkan nggak apa, yang penting “masakan” di ranjang tambah mak nyussss,” begitu semboyan Jojo.

Sejak itu Jojo menjadi terbiasa tanpa layanan istri di hari kerja. Seiring dengan perjalanan waktu, kegiatan Mawar sebagai PNS di kantor Pemkot Semarang semakin sibuk saja. Golongannya sudah naik, dan pulang kerjanya pun juga semakin telat dengan alasan ada lembur di kantor. Lagi-lagi Jojo yang juga sibuk dengan usaha wiraswastanya, percaya saja akan segala dalih tersebut. Prinsipnya tak berubah, pulang telat nggak apa, yang penting kebutuhannya “si cecep” tak pernah kasep!

Ya, Jojo memang selalu siap berkorban demi istri tercinta. Tapi apakah memang seperti itu faktanya di lapangan? Mbelgedes (omong kosong) Mas! Asal tahu saja, kata lembur itu bagi Mawar bukan bermakna kerja di luar jam-jam seharusnya, tapi mengandung pengertian: lempengin burung! Lho memangnya burung siapa yang bengkok sehingga perlu dibuat lempeng segala? Ya “burung”-nya Koko, 40, oknum PNS di Kanwil Depkeu Semarang. Soalnya bagi Mawar belakangan ini, “cocak rowo”-nya partner kerjanya tersebut yen digoyang serrrrr…., aduh penake!

Ada kurang lebih 5 bulan Mawar menjalin asmara di bawah tanah bersama lelaki itu. Awalnya antara keduanya sebatas hubungan dinas semata, mengingat Mawar sering berurusan dengan kantor Koko. Cuma setelah cukup akrab, dinas itu berubah arti menjadi: nggon wadi dadi panas (bagian rahasia jadi memanas). Nah, untuk mendinginkan temperatur, keduanya pun kemudian pergi ke hotel. Pelayanan ranjang yang selama ini milik Jojo suaminya, kini diberikan pula pada Koko. Karena oknum Kanwil Depkeu itu jauh lebih muda, praktis sepak terjangnya lebih ngedab-edabi (luar biasa). Ibarat sepakbola, tak pernah ada tendangan yang meleset.

Nikmatnya selingkuh menjadikan Mawar lupa daratan. Asal ada janji kencan bersama Koko, dia pamit pada suaminya mau lembur, atau malah tugas luar kota. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu itu. Dia mau kelon di hotel sedalu natas (semalam suntuk) ngakunya mau ke luar kota. Cuma kali ini Jojo sudah tak percaya lagi. Sebab sejak 5 bulan lalu, bininya tak hangat lagi di medan ranjang. Setiap diajak berhubungan intim selalu ogah-ogahan dengan berbagai alasan tetek bengek. Jika dipaksakan, melayaninya gelem ora-ora (seenaknya), bak batang pisang! “Istriku pasti punya WIL nih,” begitu Jojo menduga.

Kecurigaan suami ternyata terbukti. Sebab ketika dikuntit dari belakang, begitu menjelang tiba di kantor Pemkot Semarang, Mawar dijemput lelaki bermobil Kijang plat merah. Tepat pukul 20.00 mobil mesum itu masuk ke hotel Rinjani. Tahulah sudah Jojo yang bakal terjadi, sehingga dia pun segera menghubungi polisi Polresta Semarang. Dua jam kemudian penggerebegan dilakukan. Betul kan? Di dalam kamar Mawar – Koko tertangkap basah tidur satu selimut dalam kondisi bugil, sepertinya habis “kerja berat”. Ironisnya, ketika diperiksa di Polres keduanya tetap ngaku tak berbuat apa-apa, kecuali ngobrol saja. Ngobrol kok ra kathokan (tak bercelana), apa hubungannya?

——————————-
kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang
—————————-

Wajah Sepulang Jadi TKW

Mulanya Rara, 37, biasa saja. Tapi setelah pulang jadi TKW dan banyak duit, dia mampu memoles wajahnya sedemikian rupa. Sampai-sampai Toto, 52, kakak iparnya pun kontak pendulumnya. Tapi ketika mau diajak selingkuh, si adik ipar malah mengadu ke istri Toto. Wah, ya kacau dah semua urusan!

Boleh percaya boleh tidak, kecantikan seorang wanita sangat tergantung dan berkaitan erat dengan ekonomi. Betapapun cantiknya macam Tina Talisa atau Rahma Sarita penyiar TV-One, jika tak mampu membeli wedak pupur (bedak), kecantikan itu akan memudar dan tenggelam. Sebaliknya, meski wajah pas-pasan asal banyak dipoles sesuai kemampuan kantong, akan menjadi tampil beda. Pipi pucat bisa dipoles dengan blush on sehingga nampak merah kemambung (enak dicium). Kelopak mata bisa nampak anggun setelah diberi eye shadow, meskipun kesannya seperti habis dikepret suami.

Rara, janda muda dari Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi (Jatim), rupanya juga seperti itu. Ketika masih miskin tak punya duit, dia nampak jelek sekali. Rambut memerah asli, kulit kehitam-hitaman. Pakaian yang seadanya, juga semakin menenggelamkan nilai tambah pada bodi dan wajahnya. Tanggal tua, tanggal muda sama jeleknya, sehingga tak seorang pun kaum lelaki tertarik untuk mengambilnya sebagai istri.

Ketika para tetangga pada menjadi TKW, dia pun ikut berburu dolar ke Taiwan Setelah 2 tahun di sana Rara pun kembali ke kampung halaman. Perobahan janda itu bukan saja pada sisi ekonomi, tapi juga penampilannya. Setelah banyak duit, dia mampu memoles wajahnya yang sesungguhnya memang cantik. Ibarat mutiara yang sudah digosok, kini wajah Rara nampak mempesona, sementara bodinya juga jadi seksi karena tubuhnya sudah padat berisi. Pipinya pakai blush on sehingga nampak khumairoh (kemerah-merahan). “Wah, kowe saiki dadi ketok ayu ndhuk (kamu sekarang nampak cantik),” komentar Mbah Medjo, nenek-nenek tetangga.

Ternyata komentar serupa muncul pula dari Toto, kakak ipar sendiri. Jika komentar Mbah Medjo murni tanpa maksud apa-apa, Pak Guru SD ini malah disertai pula dengan kontak pada pendulumnya. Belum-belum dia sudah membayangkan, betapa asyiknya bisa mengeloni adik ipar sendiri. Apa lagi Rara menyandang status janda cukup lama, pastilah dia sangat merindukan kehangatan kaum lelaki. Pikiran pun mulai ngelantur, seandainya dia membutuhkan, Toto dengan suka hati akan membantunya.

Oknum guru ini memang terlanjur lupa martabat, yang penting dapat martabak. Yakin dengan prediksinya, ketika si adik ipar main ke rumahnya, langsung saja main cium saat di rumah sepi. Tapi apes, Rara yang seksi menggiurkan itu bukan diam mengimbangi, tapi malah menghindar dari sosoran. Paling parah, dia pun mengadu pada kakak kandungnya. Praktis Toto dikumbah (diomeli) habis-habisan. “Dhasar wong lanang thukmis, ipene dhewe arep ditunggangi (dhasar lelaki mata keranjang, adik ipar sendiri mau digauli),” kata Bu Toto sambil menunjuk-nunjuk muka suami.

Makin apes lagi, ulah Toto diceritakan pula pada teman-teman dekat Rara. Praktis nama dan citra Pak Guru ini jadi hancur. Toto kini menjadi dendam pada adik iparnya. Katanya, ini sama saja dengan pembunuhan karakter. Paling parah, gara-gara pengaduan adik iparnya tersebut, di rumah Toto kena embargo. Sudah beberapa minggu ini dia tak menerima alokasi kehangatan malam dari istri. Asal mau minta jatah, dia malah diledek: sana minta sama Rara. Sungguh kojur ping pitulikur (sial sekali). Minta ipar ditolak, minta istri sendiri diperolokkan.

Kini Toto menjadi dendam pada Rara. Pas ada keluarga punya hajatan, kebetulan dia ketemu adik ipar di arena resepsi. Tak peduli banyak orang, Pak Guru ini langsung saja memukul kepala adik iparnya tepat di bagian telinga. Pingsan sih tidak, tapi gendang telinga Rara pecah seketika sehingga menjadi tuli. Setelah sehari dirawat di rumahsakit, dia melaporkan Toto ke polisi Polsek Gambiran. Hari itu juga oknum guru ini digelandang ke kantor polisi. “Siapa yang nggak malu Pak, dia cerita ke mana-mana kalau saya mau memperkosa,” kata Toto pada polisi.

Tapi iya kan? Begitu saja kok repottttt!

——————————-
kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang
—————————-

Darah Muda Si Dukun

Dukun cabul model Saripin, 50, memang licik benar. Yang darah tinggi sampai stroke ibunya Mintul, 20, tapi yang “darah muda” malah sang dukun sendiri. Dengan alasan mengobati Ny. Marmi, 45, berulangkali si dukun datang ke rumah pasien. Padahal aslinya, bukan mengobati, tapi malah menikmati tubuh mulus si Mintul.

Akal lelaki memang banyak, lebih-lebih dalam soal keperempuanan. Dia bisa ngibul sana ngibul sini, hanya untuk memuluskan programnya sebagai penjahat kelamin. Tanyakan saja kepada para selingkuhwan. Bila mereka mau jujur, pasti tak terhitung lagi dia membohongi istri di rumah. Padahal sekali berbuat bohong, dia pasti akan menciptakan kebohongan-kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Itulah fenomena selingkuh, deg-degan pada permulaaan, dan bikin krenggosan (ngos-ngosan) dalam pelaksanaan.

Hal ini dialami pula oleh Saripin, dukun setengah baya dari kampung Jambewangi Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Sungguh mati, awalnya dia lelaki baik-baik sebagaimana kesaksian polisi dalam Surat Keterangan Berkelakuan Baik. Tidak pernah terlibat urusan polisi, tidak pula tersangkut peristiwa G.30.S/PKI. Tapi setelah dapat pasien Ny. Marmi dari Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore, semuanya jadi berubah. Sosok Saripun yang dulu alim dan kalem, ternyata itu mengandung makna: sak kal gelem (spontan mau).

Bagi warga sekampungnya, sebetulnya Saripin tak dipercaya benar sebagai dukun atau paranormal handal. Tapi ternyata bagi orang luar kampung, dia adalah wong tuwa (orang pintar) yang menjadi tempat berkonsultasi berbagai penyakit batin maupun yang kasat mata. Setiap hari ada saja tamu yang datang, sambil membawa air putih. Air dalam kemasan plastik Akua tersebut, setelah dijopa-japu (dijampi-jampi) oleh Saripin menjadi punya daya sembuh luar biasa. Pendek kata mengalahkan “blue energi”-nya Djoko Suprato yang kini meringkuk di tahanan Polda DIY.

Enak memang Saripin, hanya dengan berkomat-kamit, sudah dapat duit. Sampai kemudian kepiawiannya terdengar oleh keluarga Marmi, penderita stroke dari desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore. Mbah dukun lalu diminta ke sana untuk mengobati Ny. Marmi yang sudah sekian lama mati sebelah akibat penyakit ludira inggil (darah tinggi) tersebut. Ternyata, setelah ditangani Saripin, mulai ada kemajuan sedikit. Tangan kanan Ny. Marmi mulai bisa digerakkan, wajahnya pun juga mulai bersinar, bukan lagi macam orang Korea murus (mencret).

Rupanya yang terjadi perubahan bukan saja Ny. Marmi, tapi juga Saripin selaku dukunnya. Setelah mengenali Mintul putri sang pasien, ada perangkat tubuh si dukun yang ikut pula bergerak-gerak. Ya, Mintul memang cantik, dan Saripin sebagai lelaki normal, tak bisa menyembunyikan hasrat kelelakiannya. Setiap dia dilayani gadis yang seksi dan putih itu, pendulumnya langsung kontak, blip, blip, blip. “Sabar Bleh, nanti kau akan dapat juga bagiannya,” kata Saripin menghibur sang pendulum.

Sejak itu, dia semakin rajin menerapi Ny. Marmi. Soal perkembangan penderita stroke tersebut, Saripin tak memikirkan benar. Sebab yang penting, bisa “menerapi” si Mintul yang sekel nan cemekel itu. Soalnya, lewat ilmu “jaran guyang”-nya dia telah berhasil pula membuat si gadis bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Akibatnya yang terjadi kemudian, si ibu kele-kele (klenger) tak bisa bergerak di kamarnya, di kamar lain Mintul juga nyaris tak bisa bergerak karena “disekap” Saripun yang tengah melampiaskan gairah “darah muda”-nya

Itulah kemudian yang selalu terjadi, sampai warga kemudian curiga. Masa diobati berbulan-bulan Ny. Marmi tak kunjung sembuh, sedangkan dukun Saripin asal memberi terapi bisa berjam-jam lamanya. Sejumlah warga pun berebut mengintip apa yang terjadi di kamar, sampai kepala teman pun diinjak buat tatakan. Apa yang terjadi? Ternyata di dalam sana Saripun bukan mengobati Ny. Marmi, tapi sibuk sedang menggauli si Mintul. Emosi warga pun tak terbendung. Dukun cabul itu lalu digerebek dan kemudian diseret ke Polsek Glenmore untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Haram jadah, ngakunya dukun alim, nggak tahunya dukun cabul!

——————————-
kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang
—————————-

Tawangmangu Kota Wisata

Semua cara sudah dilakukan Gondo, 50, untuk nggombali (merayu) kakak ipar yang janda. Tapi tetap saja Ny. Wiwik, 44, tak menanggapi aspirasi “poros tengah”-nya. Akhirnya, Gondo pun berprinsip: Tawangmau kota wisata, kalau tidak mau ya diperkosa saja! Tapi sijanda mengelak, dan polisi pun bertindak.

Lelaki itu ibaratnya guk guk (baca: anjing). Meski di rumah sudah diberi makanan kelas supermarket, di jalan ketemu kotoran, disikat juga.Memang tak semuanya begitu. Tapi begitu banyak “anjing-anjing” kepala hitam jadi urusan polisi gara-gara jadi penjahat kelamin. Bila tahun 1969 anak-anak pejabat Yogya “bancakan” atas diri Sum Kuning si penjual telur, generasi berikutnya makin sadis lagi. Akibat pengaruh VCD porno dan gambar-gambar cabul di internet, berulang kali anak muda jadi urusan polisi gara-gara memperkaos wanita.

Apakah Gondo dari Ponorogo (Jatim) ini juga termasuk guk guk kepala hitam? Sangat boleh jadi. Sebab meski istri sendiri cukup cantik di kelasnya, masih juga ngebet pada wanita lain yang bukan miliknya. Paling konyol, medan perburuan Gondo bukanlah di tempat jauh, tapi justru ngglethek ae (dekat-dekat saja), tetangga dan masih keluarga dekat sendiri. Yang dia gandrungi adalah Ny. Wiwik, yang merupakan kakak kandung dari istrinya. Mungkin baginya, ipe (ipar) itu justru kepanjangan: iki ya penak (ini juga enak)!

Lima bulan lalu suami Ny. Wiwik meninggal akibat sakit mendadak. Sejak saat itu pula dia menyandang status baru, janda STNK (Setengah Tua Namun Kenyal). Dan karena masih nampak cantik dan seksi itulah, banyak kaum lelaki mengadu nasib. Dari kaum iseng hingga lelaki duda cari istri. Tapi semua itu tak satupun yang diterima. Maklum, Ny. Wiwik sudah bersikap takkan mau menikah lagi. Apa lagi hadits Nabi mengatakan: surgalah balasannya bagi janda yang memilih membesarkan anak-anaknya.

Uniknya, yang jatuh cinta pada janda Wiwik ternyata bukan saja orang luar. Gondo yang masih adik iparnya sendiri, ternyata sudah lama mengincar wanita itu. Bahkan ketika suaminya masih meger-meger (hidup). Cuma kala itu hanya merupakan wacana saja. Tapi begitu tiba-tiba suami Wiwik dipanggil Sang Khalik, hati Gondo kembali molak-malik (gundah gulana). Sebagai pengurus Partai Karya Peduli Janda yang tidak lolos verifikasi KPU, dia sangat bernafsu untuk bisa menguasai kakak iparnya tersebut. “Gak usah kawin, cukup kelon saja,” begitu prinsip si adik ipar yang nyasar.

Rupanya lelaki dari Desa Nglurup Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo ini berteori, janda muda pastilah selalu kesepian. Ternyata tidak. Wiwik ternyata perempuan pethingan (pilihan). Semua rayuan gombal adik iparnya tersebut tak ditanggapi. Sebab meski nafsu “poros tengah” juga masih punya, tapi dia takkan sehina itu mengganggu suami adik sendiri. Tapi sebagai wanita bijak, ulah Gondo hanya disimpannya. Secara diplomatis Wiwik pernah bilang, mau konsentrasi membesarkan anak-anak saja!

Impian Gondo belumlah surut, dan aji pengeyelannya pun mengemuka. Untuk membunuh sepi tak perlu menikah kok mah, begitu dia menyebut kakak iparnya itu. “Silakan membesarkan anak-anak, tapi membesarkan nafsu apa salahnya?” begitu kata Gondo dalam sebuah suratnya. Tapi lagi-lagi Wiwik tidak pernah menggubris surat rayuan gombal tersebut. “Edan tenan wong iki, dupeh randha aku njur arep didhemeni sakepenake dhewe (gila ini orang, mentang-mentang aku janda lalu mau diajak selingkuh seenaknya),” umpat Ny. Wiwik. Tapi hanya sebatas itu.

Nafsu Gondo untuk menggauli kakak iparnya semakin menggebu. SMS-SMS mesra sekaligus mesum dikirim pula, tapi tetap saja tak pernah dijawab. Pusing deh dia. Karena semua jalan rasanya buntu, semboyan “Tawangmau kota wisata” itupun digelar. Beberapa hari lalu tengah malam dia nekad ke rumah Wiwik. Janda seksi itu langsung ditubruk dan ditelanjangi. Tapi tinggal sak idus (sedikit lagi) nafsu tertunaikan, mendadak sontak Wiwik berhasil mencakar muka Gondo dan berlari keluar sambil berteriak-teriak.

Dusun Nglurup pun gempar, warga berdatangan ingin mengetahui apa yang terjadi. Malam itu juga Gondo ditangkap ramai-ramai dan kemudian diserahkan ke Polsek Sampung. Selain celdam Wiwik yang sudah berhasil dibetot paksa Gondo, segepok surat cinta Gondo pada kakak ipar juga disertakan pula sebagai barang bukti. Tinggalah lelaki celamitan itu menyesali nasib di sel polisi. “Tawangmangu kota wisata, yang diperkosa gak mau, Gondo jadi tahanan Polsekta,” ledek para tetangganya.

Untuk pelipur lara, bolehlah celdam Wiwik dibawa dalam sel?

http://beritaseru.blogspot.com/

——————————-
kumpulan cerita seks wanita disenggamai pria – kisah seks perempuan korban senggama lelaki – cerita-cerita seks menyenggamai cewek – kisah-kisah seks gadis bersenggama dengan laki-laki – cerita seks persenggamaan terlarang

kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki
—————————

Pakde Yang Nafsu Gede

Pakde sayang prunan (ponakan) memang sudah jamak. Tapi sayangnya Gondes, 47, pada Wulan, 18, keterlaluan. Ponakan sudah prawan gerang (gadis dewasa) pun masih juga “digendong depan”. Akhirnya pakde yang gede nafsu ini dilaporkan ke Polsek Pedan (Klaten) oleh ayah Wulan yang adik Gondes sendiri.

Penampilan Gondes sehari-hari sebetulnya sangat santun dan kalem. Di mata keluarga dia termasuk lelaki yang sangat perhatian pada ponakan-dan prunan-nya. Di kala muda dulu, Gondes suka membelikan ini itu kepada para momongannya. Dari mainan hingga alat tulis keperluan sekolah. Dan setelah dia berumahtangga dan punya anak sendiri, kasih sayangnya pada para ponakan/prunan tak juga berubah. Bahkan kini para ponakan yang sudah merantau ke kota, setiap pulang kampung pastilah selalu membawa oleh-oleh buat pakde/paman tercinta.

Memang Gondes sedari dulu tetap tinggal di kampungnya, Desa Kalangan Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten (Jateng). Pendidikannya yang hanya sampai SMP, menyebabkan dia tak pe-de untuk mengadu nasib di perantauan. Dia cukup menjadi petani tanpa dasi, mencangkul dan mengurusi irigasi, demi memperoleh sesuap nasi. Tapi Gondes bangga dengan profesinya. Sebab jadi petani dia bisa mempertahankan kejujuran, tak mungkin korupsi seperti para oknum wakil rakyat di Senayan. “Apanya yang mau dikorupsi, rabuk dan winih?” begitu kata Gondes sekali waktu.

Tapi yang namanya nafsu, baik rakyat maupun wakil rakyat, tetap sama-sama memiliki. Bila di DPR ada Max Moein, di Pedan ada Gondes yang sama-sama doyannya dalam urusan perempuan. Diam-diam ternyata petani tanpa dasi ini juga gemar berburu seks tidak resmi. Bila oknum DPR di Senayan ini kabarnya memperkosa staf pribadinya, Gondes malah menelateni prunan sendiri. Kejadian ini berlangsung sejak setahun lalu, tapi ternyata tak pernah ketahuan dan muncul ke permukaan.

Agaknya, Gondes memang sudah lama mengincar Wulan yang sedari kecil dulu suka diemong dan digendongnya. Dalam sebuah situasi yang demikian kondusif, maksudnya di rumah Wulan sepi tanpa siapa-siapa kecuali pihak yang berkompeten, dia mencoba “menggerayangi” si prunan. Terkena jurus Gondes yang mematikan, ternyata Wulan tidak berontak, justru merem melek keenakan. Daripada tanggung, keduanya pun langsung masuk sarung. Anak dari kakak yang sedari kecil selalu digendong-gendong, kini dipekeh langsung tanpa ingat martabat.

Untuk hal-hal beginian, setan selalu menyediakan diri menjadi sponsor aktif. Karenanya baik Gondes maupun Wulan selalu dibuat ketagihan dan ketumanan. Karenanya, setiap ada peluang mereka selalu berkasih mesra bak suami istri. Dalam seminggu minimal mereka berbuat dua kali, baik di rumah Wulan sendiri, di gubuk atau kadang menyewa juga kamar hotel kelas melati. Perbuatan itu mereka kemas dengan rapi, sehingga tak pernah ketahuan oleh pihak manapun, kecuali Yang Di Atas, tentunya.

Sampailah kemudian hidayah itu datang. Dalam pelajaran agama di sekolahnya, Pak Guru menerangkan soal hubungan intim di luar nikah dengan segala konsekuensi moral dan agama. Langsung Wulan menyadari akan segala ketersesatannya selama ini. Dia menjadi stress. Tak tahan menanggung beban mental, dia pun mengadu pada orangtuanya, tentang perilaku pakdenya selama ini. Tentu saja orangtua mereka kalang kabut. Apa lagi ibunya, prak-prakan (panik sekali) .

Untuk klarifikasi, interpelasi langsung pada Gondes, mereka serba tidak enak. Karenanya persoalan itu langsung dilaporkan saja ke Polsek Pedan. Polisi segera menangkap pakde yang nafsu gede tersebut. Dalam pemeriksaan dia mengakui segala perbuatannya. Cuma Gondes membantah bila disebut memperkosa, karena semua ini terjadi atas kesepakatan bersama dan suka sama suka. “Malah kadang Wulan sendiri yang njuk eneh (minta lagi)” kata Gondes polos.

Minta lagi-minta lagi, memangnya Bodrexin sirup, apa?

—————————-
kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki
—————————

Cintanya Tak Dapat SIUP

Berpacaran memang hak setiap warga negara, tapi menikah adalah hak prorogratipnya calon mertua. Karenanya biar cinta Tobil, 33, pada Caca, 25, setinggi gunung, tapi lantaran tak dapat SIUP (Surat Izin Untuk Perkawinan), gadis pujaan malah dikawinkan dengan lelaki lain. Dan Tobil merana sepanjang masa.

Ini memang kisah klasik dalam dunia asmara muda-mudi. Ketika cinta sudah menggebu-gebu, tanpa modal sepeserpun seorang lelaki berani melamar anak orang. Sebaliknya seorang wanita, karena cintanya pada si doi sudah begitu menghebat, calon suami pengangguran pun tak jadi masalah. Keduanya selalu berdalih, rejeki di tangan Tuhan, ada hari ada nasi atau ana dina ana upa kata orang Jawa. Padahal, jika suami istri kerjanya setiap hari hanya kelon, mana bakal ada klepon!

Rupanya seperti ini pula jalan pikiran pasangan Tobil – Caca dari Tanjung Agung, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Meski belum punya pekerjaan tetap, dengan pe-de hati dia memacari anak orang. Celakanya, si cewek juga memandang Tobil hanya dari cintanya yang setinggi gunung Kerinci, tanpa melihat kesiapan materi. Jadi ibaratnya bikin partai, tak ada modal pun berani mengklaim sudah memiliki cabang di 37 provinsi. Padahal begitu diverifikasi KPU, semua tak memenuhi syarat. Jadi bagaimana mau pergi ke Pak Penghulu?

Tobil rupanya seperti itu. Ketika mendekati Caca, modalnya hanya cinta yang suci, murni, bebas hama sundep beluk. Kepada orangtua sigadis dia bilang bekerja wiraswasta. Tapi setelah diverifikasi diam-diam, ternyata Tobil hanya bekerja di PT Tempo. Artinya, tempo-tempo bekerja, tempo-tempo nganggur. Untuk menjaga stabilitas sebuah rumahtangga, sangatlah rawan. Ayah Caca pun jadi khawatir, lelaki model begini bila diloloskan jadi menantu, pastilah hanya akan merongrong ekonomi mertua.

Nama Tobil pun lalu dicoret diam-diam sebagai calon mantu. Kebetulan pula ada lelaki lain yang berminat jadi suami Caca. Syarat-syaratnya lengkap, ada pekerjaan tetap, tampang juga tak mengecewakan. Maka ayah si gadis langsung menyodorkan pemuda itu pada Caca. Awalnya pacar Tobil ini menolak, tapi karena keluarga terus menekan, dia terpaksa menerima. “Kamu jadi istri Jalil pasti enak, tinggal mamah sama mlumah saja,” begitu nasihat ayah bunda Caca.

Gondok dan gemes sebetulnya Caca jadi korban proyek perjodohan itu. Tapi apa daya, sebagai anak yang harus berbakti pada orangtua, dia tak bisa membantah. Maka khabar buruk itu segera disampaikan pada Tobil kekasihnya, bahwa setelah diverifikasi secara cermat dan mendalam, dia tak dapat SIUP untuk menjadi menantu. Caca hanya bisa menasihati agar Tobil mencari gadis lain, yang lebih cantik dan lebih baik darinya. Tapi percayalah, di hatinya yang paling dalam nama Tobil tetap terpatri.

Orang boleh menasihati panjang lebar, tapi patah hati tak mungkin mempan oleh petuah klasik seperti itu. Begitu pula rupanya Tobil. Akibat cintanya yang kadung mendalam, sebagai reaksi atas penolakan SIUP cintanya tersebut, dia malah menakut-nakuti Caca. Katanya: “Pulang naik ojek bajunya biru, lempar senyum di jok belakang. Aku panik ditolak ayahmu, kamu menikah nyawaku hilang,” kata Tobil dalam surat pendeknya pada Caca.

Jelas Caca sangat terharu atas sikap doinya, tapi dia tak mungkin membatalkan perkawinan itu. Meskipun menyakitkan, saat perkawinan berlangsung dia mengundang juga Tobil untuk hadir. Padahal, itu tak mungkin terjadi. Sebab pada hari H itu pemuda yang patah hati ini baru termangu-mangu menyetel kaset lamanya Benyamin. “Maaf, kutak datang pada malam pesta perkawinanmu. Lihat kau bersanding, hatiku menangis, menangis…. Bukan aku kejam bukan aku tak sayang, kau ingkari semua janji…..

Edan sudah Tobil sekarang. Kerjanya setiap hari melamun dan bengong macam sapinya Pak Harto di Tapos dulu. Keluarganya sudah menasihati agar melupakan Caca dan cari yang lebih cantik, putih bersih dan berbetis mbunting padi. Tapi tetap saja Tobil bengong seperti ayam kemakan karet. Sampailah kejadian Jumat (18/7) pagi, dia ditemukan tewas gantung diri di teras samping rumahnya. Tobil mati dengan membawa cintanya yang kandas, sedangkan saat yang sama Caca tengah kelon bersama suaminya.

Kalau pas begituan, apa Caca masih ingat Tobil?

—————————-
kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki
—————————

Somplak Sebelum Nyemplak

Gairah selingkuh Romeo, 35, lumayan tinggi. Sebab meski Bunga, 29, ini perawan tua tapi lumayan cantik dan seksi, sehingga temanja (asyik) sekali dikeloni. Cuma, jika resikonya harus leher somplak dan nyawa permisi, di mana enaknya? Tragis kan, selingkuh baru sekali 2 kali, sudah keburu tewas dibabat clurit.

Asmara di bawah tanah itu sangat mengasyikkan bagi para pelakunya. Sebab sesuatu yang diperolehnya secara nyolong-nyolong, memang ada sejuta tantangan di sana. Tanyakan saja pada anak gembala kambing atau kerbau di pelosok desa. Enakan mana rasanya, mangga yang dibeli dari pasar, dengan mangga yang diperolehnya dari nyambit di kebun orang? Pasti jawab mereka: enakan mangga sambitan. Apa lagi mangga Indramayu milik seorang wanita.

Kelihatannya Romeo seperti itu. Meski di rumah sudah punya “mangga golek” sendiri, dan sang istri siap memberikannya kapan saja minta, dia belum juga merasa cukup. Ketika buah mangga tetangga nampaknya lebih ranum dan tebal dagingnya, dia sangat antusias untuk menikmati. Apa lagi Bunga selaku pemiliknya, hingga usia nyaris kepala tiga sekarang ini, belum juga berumahtangga. “Dia pasti kebelet banget, kapan mangga miliknya diundhuh (dipetik) orang,” begitu pikir lelaki dari Desa Janjang Wulung Kecamatan Puspa, Kabupaten Pasuruan (Jatim) ini.

Sebagai kaum Hawa, Bunga memang dikaruniai wajah yang cukup lumayan, didukung pula oleh bodi yang sekel nan cemekel (enak dipegang). Cuma karena terlalu bangga akan kecantikan dirinya, dia pasang bandrol terlalu tinggi. Selain tampan, calon suaminya harus berpendidikan tinggi. Minimal sarjana, punya penghasilan tinggi, tapi tak kecipratan aliran dana BI. Ironis dan tragis, kan? Bagaimana seorang calon kepala rumahtangga harus berbasis sarjana, sedangkan untuk kepala negara saja lulusan SMA nggak jadi masyalllah?

Etis atau tidak, tapi itu memang hak prerogratip Bunga. Cuma apesnya, sejak disosialisasikan 9 tahun lalu persyaratan dan kriteria itu, tak satupun yang memenuhi syarat. Kebanyakan mereka hanya pemuda biasa. Kalaupun ada yang sarjana, masih menganggur. Sebaliknya yang sudah punya penghasilan lumayan, pendidikannya hanya sampai SMA. Karenanya, semua proposal lamaran itu disingkirkan. “Lha kamu itu mau cari tamatan atau kenikmatan ?” begitu tegur sang ayah saking kesalnya, sekali waktu.

Nunggu yang sarjana dan bergaji gede tiada nemu juga, mangga Indramayu Bunga pun sampai dalu atau mateng puun ibaratnya. Akhirnya gadis kembang desa itu tak juga laku-laku kawin akibat dimakan keangkuhannya sendiri. Dalam posisi kepepet, dia baru menderegulasi persyaratannya. Artinya, meskipun kini digoda tetangga yang sudah punya keluarga, dilayani saja. Ibarat pertokoan Matahari atau Ramayana, Bunga harus cuci gudang ketika mendekati Lebaran/Natal/Tahun Baru.

Adalah Romeo lelaki tetangga yang ketiban ndaru (bernasib mujur) tersebut. Dia mampu memanfaatkan peluang itu. Meski sudah punya keluarga, dia nekad mencoba memanfaatkan Bunga yang sekian lama kesepian. Berkat kemahirannya melancarkan rayuan gombal, mangga Indramayu yang nyaris mrotholi (jatuh) dari pohonnya itu diserahkan padanya. Tentu saja Romeo keasyikan. Sebab meski hampir kadaluwarsa, tapi masih mangsir (manis sekali), dan tebal-tebal juga dagingnya.

Malangnya nasib Romeo. Ibarat sebuah sepeda ontel, baru sekali dua kali nyemplak Bunga, sudah tercium oleh tetangga kanan kiri. Yang marah bukan saja orangtua sigadis, tapi juga Antok, 25, adik kandung Bunga. Dia tak rela kakaknya hanya dijadikan mainan untuk pelepas nafsu saja. Dia mencoba menyelesaikan dengan caranya sendiri. Bukan lewat polisi, tapi clurit. Saat Sabtu (19/7) malam Romeo mengendap-endap ke rumahnya tengah malam, langsung saja dibabat clurit tepat di lehernya. Lelaki petualang itu langsung ndlosor (terkapar) tanpa nyawa, sementara Antok menyerahkan diri ke Polsek Puspa.

—————————-
kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki
—————————

Teguran Lewat Clurit

Hati lelaki cap apa yang takkan mengkelap melihat bini dikencani lelaki lain? Apa lagi yang menyatroni justru adik sepupunya sendiri. Tapi meski hati panas, Koko, 33, mencoba bersabar. Cuma Surip, 28, tak tahu diri, diingatkan malah mengejek semaunya. Terpaksalah si Koko bicara lewat ketajaman cluritnya.

Ini lagi kisah orang paling rai gedeg (tak tahu malu) sepanjang sejarah kota Probolinggo (Jatim). Kurang apa baiknya Koko sebagai kakak sepupu. Ketika Surip nganggur, dia diberi pekerjaan sebagai penjaga toko. Tapi lama-lama kok ngelunjak, istri Koko yang muda dan cantik itu pun diselingkuhi. Lagi-lagi Koko mencoba bersabar dengan cara menegur saja. Namun ternyata semua pengorbanan dan kesabaran kakak sepupu tak ada artinya, lantaran Surip terus mengincar pupu (paha) istri Koko yang jelita.

Koko dan Surip memang masih keluarga dekat, karena ayah mereka merupakan dua bersaudara. Oleh karenanya tak mengherankan Koko begitu perhatian pada saudara sepupunya tersebut. Merasa dia berkelebihan ekonomi, mencoba membantu adik sepupunya yang masih nganggur tersebut. Caranya, bukan saja sering diberi uang tunai, tapi juga diberi pekerjaan. Sewaktu toko Koko semakin maju, Surip pun diberi pekerjaan sebagai pelayan tokonya.

Anak muda dari Desa Gunung Geni Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo (Jatim) ini pun menjalani segala amanah dari kakak sepupunya dengan baik. Bersama istri Koko yang bernama Sarah, 20, mereka melayani para pembeli dari pagi hingga petang, saat toko itu tutup. Lalu ketika pulang pun mereka selalu berdua-dua, berboncengan sepeda motor. Surip yang di depan, sedangkan istri Koko yang ngethapel (membonceng) di jok belakang. Wih nampaknya mesra sekali. Bagi yang tidak tahu, dikiranya mereka pasangan suami istri.

Untuk kalangan umum melihatnya memang begitu. Tapi yang tidak terlihat oleh umu, ternyata lebih dari itu. Betapa tidak? Meski jelas-jelas Sarah adalah istri dari kakak sepupunya, pada saat-saat tertentu dia diperlakukan bak istri sendiri. Maksudnya, ketika di rumah Koko nampak sepi, begitu tiba di rumah Surip diajak masuk kamar dan keduanya pun bersetubuh bak laki bini. Benar-benar Surip seperti kacang lupa kulitnya. Kakaknya memberi air susu, malah dibalas dengan air tuba.

Memang, kalau perselingkuhan itu terjadi, semua bermula dari usia perkawinan yang tak seimbang. Koko sudah berusia 33 tahun, sedangkan Sarah baru 20 tahun, alias tekor 13 tahun. Lebih celaka lagi, meski relatip muda Koko yang terlalu sibuk dengan usahanya tak mampu memberikan jaminan onderdil secara memadai. Nah, akhirnya Sarah yang selalu kesepian segera melirik Surip yang selalu di dekatnya sepanjang hari. Dasar Surip sendiri lelaki celamitan dan belum berkeluarga, dapat tawaran empal brewok yang bebas dari bea, langsung saja nyosor.

Usia perselingkuhan itu belum begitu lama, keburu ketahuan oleh Koko. Sebagai lela lelaki penyabar, dia meredam kemarahannya. Surip hanya dinasihati jangan lagi mengulangi perbuatan mesum. Kalau mau kawin, sebaiknya menikah saja, daripada mengganggu bini kakak sepupu. “Siapa sir-siranmu (kekasihmu) ngomong saja, nanti aku yang akan melamar dan membiayainya sekalian,” begitu kata Koko memberikan perangsang.

Dasar Surip sudah termakan setan, dia tak berminat pada rangsangan tersebut, justru dia lebih terangsang pada Sarah yang memang seksi menggiurkan. Maka teguran kakak sepupunya tersebut tak pernah digubris. Asal Koko meleng, kembali Sarah dikeloni. Dan untuk kesekian kalinya lagi-lagi kepergok. Celakanya, ketika kembali diperingatkan Surip malah menantang berkelahi. Katanya: memangnya kamu berani lawan saya, kalau berani maju sekarang juga!

Agaknya sudah kehabisan stok kesabarannya Koko kali ini. Clurit yang ada didapur segera diambil dan dibacokkan ke kepala. Awalnya meleset. Tapi ketika Surip mau melarikan diri, langsung dikejar, sehingga punggung dan perutnya segera saja dikekrek (disobek) clurit itu hingga terkapar dan tewas di tempat. Sementara warga menolong Surip, Koko menyerahkan diri ke Polsek Banyuanyar. Dia sudah siap dengan ancaman 20 tahun penjara untuknya.

—————————-
kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki
—————————

Paha Untuk Pamong Desa

Sungguh tak menyangka, Bolo, 53, yang kelihatan alim dan rajin ke mesjid, keluarganya berantakan. Bayangkan, di kala dia tekun mengikuti pengajian, Mimi, 40, istrinya di rumah malah menggelar selingkuh bersama pamong desa. Tragis kan, suami mencari pahala, istri sibuk mengumbar paha!

Ini mungkin yang dinamakan pembunuhan karakter, sebagaimana yang sering digembar-gemborkan para politisi dan pejabat publik. Seorang tokoh yang selama ini dikenal baik, tiba-tiba diisyukan ini itu dan macem-macem. Maka citranya pun langsung hancur. Kejahatan atau perilaku buruknya belum tentu benar, tapi namanya terlanjur rusak di depan publik. Jika dia pengusaha, bisa saja sekian transaksi bisnis batal karenanya. Kalau dia politisi, bisa saja pada Pemilu 2009 tak masuk daftar caleg.

Barangkali seperti itu nasib Bolo, warga Desa Sambiloto Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk (Jatim) ini. Dia sendiri tak melakukan apa-apa. Tapi gara-gara ulah istrinya yang menthel (genit), nama dan citranya jadi hancur di mata masyarakat. Jika sudah terlanjur demikian halnya, Bolo hanya bisa menyesal tujuh turunan, kenapa dulu menikah dengan wanita yang beda umur lumayan jauh dengannya. Ah, dulu dia memang keburu nafsu, kenapa tergila-gila pada Mimi yang cantik dan sekel nan cemekel itu.

Untuk ukuran desa, Mimi 15 tahun lalu memang cukup cantik di kelasnya. Ibarat sebuah partai, platform dan fatsun politiknya sangat menjanjikan, sehingga setiap cowok sangat bernafsu untuk “mencoblos”-nya. Dia menawarkan kehangatan dalam rumahtangga, dia menjanjikan kenikmatan hidup suami istri. Mimi adalah gadis harapan masa itu, dia memang bukan perempuan biasa dan serba bisa. “Bisa di belakang, bisa di depan,” begitu kata para pengagumnya, termasuk Bolo.

Kelebihan Bolo adalah, meskipun dia sangat tertarik pada Mimi, dia bermain biasa saja, tidak kelihatan ngaya (memaksakan diri), apa lagi dalam usia sudah kepala tiga kala itu. Tapi melalui kedewasaan berfikirnya, dia rajin mendekati orangtua si gadis. Kampanye diam-diam tentang dirinya, secara halus dan terukur bahwa dirinya lebih dari lelaki lain. Dan rupanya, orangtua Mimi sangat terpikat pada perilaku santri muda ini. Dia yakin bahwa bersama Bolo, putrinya akan menjadi ibu rumahtangga yang sakinah.

Hati enyak babe memang kadung terpikat pada sosok Bolo yang santun, meski secara materi hanya biasa saja. Maka para pemuda kontestan lain, sama sekali tak direken oleh orangtua Mimi. Betapapun putrinya belum sreg betul, langsung saja diterima lamaran santri muda usia 37 tahun itu. Jadilah kemudian Bolo – Mimi menjadi suami istri. Apa yang diharapkan orangtuanya tercapai sudah. Bolo memang mampu membawa rumahtangganya dalam keluarga sakinah. Hanya dalam tempo beberapa tahun, sejumlah anak telah lahir dari hasil kerjasama cinta nir laba.

Untungnya Mimi memang nampak berbahagia bersama Bolo lelaki pilihan orangtua. Awal-awalnya memang juga begitu. Tapi ketika usia Mimi kepala empat dan suaminya sudah kepala lima, terjadilah kepincangan itu. Dalam urusan ranjang misalnya, sang istri masih sangat menggebu-gebu, tapi Bolo sudah mulai lamban. Ibarat bulutangkis, smash-nya tak lagi tajam menukik. Kalau dicangar, maksudnya diberi umpan tinggi, napasnya ngos-ngosan. Sekarang main Bolo back hand melulu, bahkan seringkali “bola”-nya nyangkut di net!

Tersiksa sungguh Mimi punya suami macam begitu, Kebetulan Sekdes Sambiloto yang kebetulan juga tetangga sendiri, memahami apa yang dibutuhkan Mimi. Maka di kala suaminya tak di rumah, dia suka mengundang Pak Sekdes untuk sekedar memberikan BLT (Bantuan Langsung Titit) non pemerintah. Kebetulan setiap malam Jumat Bolo selalu mengikuti pengajian di mesjid, sehingga waktu tersebut dimanfaatkan keduanya untuk menggelar aksi mesumnya.

Rupanya malam Jumat lalu Pak Sekdes kecolongan. Entah dia yang datang terlalu malam, atau Bolo yang pulang terlalu cepat. Saat Sekdes – Mimi berpacu dalam birahi, tiba-tiba Bolo kembali ke rumah. Dia mulai curiga ketika pintu dikunci dari dalam. Ketika Mimi membukakan pintu, mak brudutttt ada lelaki lain kabur dari dalam hanya menggunakan kolor. Mimi pun tak bisa mengelak, sehingga ketika laporan dibawa ke Polsek Prambon, mau tak mau Pak Sekdes jadi urusan polisi. Yang tragis, nama Bolo pun jadi ikut hancur karenanya.

Ironis memang. Nama suami yang hancur, padahal istrinya yang syurrr.

—————————-
kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki
—————————

Kenapa Tak Survei Dulu?

Tak masuk akal memang, cuma mau bunuh diri saja kok harus studi lapangan segala. Tapi faktanya begitu, gara-gara ulah Sambiloto, 40, yang slonong boy, dia gagal menjalankan misinya. Sudah kadung terjun ke sumur, ternyata airnya cuma 30 cm saja. Tukang becak itu tak jadi mati, tapi malah patah kaki!

Ada-ada saja ulah anak manusia. Hanya diancam istri minta cerai, tukang becak dari Desa Lopang Cilik Kecamatan Serang ini menjadi panik luar biasa, seperti terpidana mati pada menit-menit menjelang eksekusi. Padahal, belum tentu niat istrinya di Indramayu sana serius. Siapa tahu dia hanya menguji mental, agar Sambiloto semakin dipacu dalam mencari rejeki, tak berserah nasib menjadi tukang becak seumur-umur. “Apa enaknya jadi tukang becak, banyak genjotannya, tapi kecil duitnya,” begitu pernah istrinya mengirim surat dari kampung.

Ngenes sungguh Sambiloto bila ingat sindiran dan ledekan istrinya. Siapa yang mau jadi tukang becak, jikalau tidak karena kepepet? Maunya Sambiloto sih dulu jadi orang kaya, atau menjadi politisi di Senayan sana. Kerjanya bikin undang-undang, tapi sawerannya banyak. Dapat sogokan dari sana sini, dikirimi wanita cantik jelita. Adapun kemudian bernasib seperti Al Amin Nasution atau Bulyan Royan, itu karena sedang apes saja. Jikalau dia bisa bermain rapi, tak mungkinlah terendus anak buah Antasari Azhar dari KPK.

Alaaaa, tukang becak saja ngelamun jadi wakil rakyat. Faktanya saja Sambiloto tetap tukang becak, golongan rakyat kelas bawah. Jadi tak perlu terlalu berandai-andai. Yang penting sekarang, bagaimana mengubah nasib menjadi lebih baik, sehingga bininya kemudian bisa diboyong ke Jakarta, cari peruntungan yang lebih menjanjikan daripada di Serang kota yang kecil itu. Kalau sudah kaya, nanti bininya diajak belanja ke Tanah Abang, shoping ini itu buat oleh-oleh saat pulang ke Indramayu kota istrinya.

Bagi Sambiloto yang hanya tamatan SMP, sepertinya memang tak ada ruang usaha di Ibukota. Jadi tukang becak pun harus terlempar sampai Serang seperti nasibnya kini. Karena pendapatanya sedikit, dia pun tak mampu memboyong keluarganya di Serang. Dia hanya pulang ketemu bini sebulan sekali. Di sanalah Sambiloto menuntaskan rindu dendamnya. Tragis dan ironis kan? Menggenjot becak setiap hari, menggenjot bini baru sebulan sekali.

Agaknya, Cica, 32, istrinya juga bosan hidup menderita bersama Sambiloto. Dia sudah berulang kali minta suaminya bikin gebrakan ekonomi. Tak usahlah seperti menteri-menteri di kabinet itu, asal banting usaha lain yang menghasilkan uang banyak, cukuplah. Tapi Sambiloto tak pernah mampu melakukannya. Tahun 1990 jadi tukang becak, tahun 2008 tetap saja jadi tukang becak. Saking kesalnya, beberapa hari lalu dia kirim surat ancaman pada suaminya. “Mas Sambiloto, aku minta cerai sajalah, karena di kampung ada juga lelaki lain yang melamarku,” kata Cica pendek saja.

Namanya juga suami yang masih sayang istri, dikirimi surat macam begitu pastilah panik. Sambiloto mendadak bingung, harus berbuat apa sehingga bisa menggagalkan niat istrinya? Padahal bagi tukang becak abadi ini, hidup tanpa Cica dia merasa jadi kehilangan pegangan, di samping tak bisa pegang-pegang lagi. Dalam kondisi panik seperti itu, malaikat Izroil sepertinya melambai-lambaikan tangan mengajaknya pergi. Dan itulah yang dilakukan Sambiloto. Dia segera ke belakang rumah, lalu terjun ke dalam sumur sedalam 20 meter. Kecopakkkkkkkk, blugggg!

Gegerlah tetangga sekitarnya, sebab tak lama kemudian terdengar suara Sambiloto melolong-lolong minta tolong. Dia tak berhasil mati, tapi kedua kakinya patah sekaligus. Maklum, sumur yang jadi medan bunuh diri tersebut ternyata kedalaman airnya hanya 30 cm, sehingga suaranya pun bukan lagi byurrrrrr, tapi hanya kecopakkk blug itu tadi. Dengan susah payah Sambiloto diangkat para tetangga ke darat, lalu kemudian dikirim ke RSU Serang. Tadinya berencana melepas beban hidup, kini malah harus memikirkan biaya perawatan di rumah sakit. “Nyesel gua, kenapa mau bunuh diri terjun ke sumur kok tidak survei lapangan dulu…,” gumam Sambiloto berkepanjangan.

http://beritaseru.blogspot.com/

—————————-
kumpulan cerita seks wanita digagahi pria – kisah seks perempuan korban digagahi lelaki – cerita-cerita seks menggagahi cewek – kisah-kisah seks gadis digagahi oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki
———————————

Teror Malam Pertama

Aneh betul Opik, 31, ini. Menikah sudah setahun lalu, dan bini kini sudah hamil, tapi soal istri yang tak lagi “buntelan plastik” sejak malam pertama, selalu dijadikan alat teror. Bahkan klimaksnya dia menganiaya Wulan, 22, sampai babak belur. Polisi pun kemudian mencokoknya dengan pasal klasik: KDRT!

Tanda-tanda cinta adalah, selalu bisa menerima pasangannya dengan apa adanya, mengagumi kelebihannya dan memaklumi kekurangannya. Diapun akan menjadi pemaaf dan rela berkorban apa saja, demi orang yang dicintainya. Lalu Opik ini apa? Sudahkah masuk kategori ini. Rasanya masih jauh panggang dari api. Fakta di lapangan memang begitu, soal istri yang tidak lagi perawan di malam “serangan umum” non 1 Maret 1949, selalu dipertanyakan. Bahkan kalau memungkinkan, mau rasanya Opik menggelar hak angket sebagaimana wakil rakyat di Senayan.

Ini memang kisah tololnya seorang suami. Usia sudah kepala tiga ketika menikah, tetapi masih kekanak-kanakan. Keperawanan istri dijadikan panglima. Padahal soal himne, eh hymen wanita bisa saja rusak karena olahraga. Lha yang begini ini Opik belum nyampai. Maka ketika acara mbelah duren selesai kok tak ditemukan noda darah di sprei, dia langsung kecewa berat. Dia menganggap istrinya sudah pernah digauli lelaki lain sebelumnya. Meski Wulan sudah sumpah-sumpah belum pernah dijamah lelaki lain, tetap saja Opik menganggap istrinya sudah tidak suci.

Konyolnya, meski telah menuduh bininya tak lagi perawan, hari-hari berikutnya Wulan tetap saja “ditelateni” sepanjang Opik menginginkan.Tetapi giliran ingat soal keperawanan wanita, entah itu membaca koran atau nonton teve, langsung saja ditimpakan pada Wulan. Lagi-lagi istrinya diomel-omeli sebagai wanita murahan, kelas comberan, begitu mudah menyerahkan kegadisannya pada lelaki yang tak berhak. “Kamu sih, kamu sih, menyesal saya telah mengawini seorang pelacur,” malah begitu kata Opik.

Anehnya, sampai istrinya hamil kini, Opik selalu menteror Wulan dengan kata-kata menyakitkan itu. Puncaknya terjadi Sabtu (12/7) ini. Wanita malang warga Senen, Jakarta Pusat ini kehabisan stok sabarnya lagi. Ketika suami kembali meledek soal keperawanan dia melawan dengan kata-kata. Ee, akibatnya fatal, Wulan malah digebuki meski telah mengandung 8 bulan. Adik iparnya yang mencoba melerai, malah diancam mau dimatiin sekalian bila berani ikut campur tangan. Terpaksalah polisi dilapori.

Hari itu juga Opik digelandang ke Polres Jakarta Pusat, dengan tuduhan pasal KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Dalam pemeriksaan dia yakin bahwa Wulan pernah digauli lelaki lain sebelum dirinya. Keterangan polisi sebagaimana penjelasan dokter Naek L. Tobing dan Boike Dian Nugroho dalam koran, tak digubris. Pokoknya sekali perawan tetap perawan. “Kalau istri kok sudah tidak perawan, berarti diragukan kesuciannya,” kata Opik ngeyel. Sudah, sudah, beli aja ayam goreng perawan di RM Padang, sonoh.

———————————
kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki
———————————

Ayah Tiri Jago Bangkok

Bagi penggemar ayam aduan, jago bangkok dikenal karena ketahanannnya bersabung, termasuk menyerang dengan taji andalannya. Jemino, 57, dari Ponorogo (Jatim) ini rupanya termasuk kelas jago bangkok juga. Sebab sekali dia nglabruk (menyerang) dengan “taji”-nya, Mawar, 19, anak tirinya pun hamil secara telak.

Agaknya Jemino memang sedang kerasukan setan, sehingga tidak bisa berfikir secara sehat. Masak sih, anak tiri yang dia asuh sejak usia 4 tahunan, setelah dewasa dan nampak aduhai, tega juga mencicipinya. Ini kan sama saja anak-anakan timun; setelah bosa menimang dan menina bobokkan, langsung dipotong-potong dibuat lotisan. “Dan ternyata Mawar memang seger tenan (sedap sekali)”, kata Jemino ketika kali pertama berhasil menggauli anak bawaan istrinya tersebut.

Noda tak berampun ini berawal dari rumahtangga Jemino yang tak bahagia. Baru punya dua anak kala itu, istrinya meninggal. Dengan beban 2 buntut tersebut dia kemudian mencari istri pengganti. Alasannya sih agar segera kedua anaknya memperoleh bimbingan ibu baru, sehingga pendidikannya untuk masa depan tak terlantar. Padahal alasan utamanya adalah, Jemino tak tahan terlalu lama kedinginan. Maklum, sejak hidup tanpa istri, mendadak suhu udara di kawasan Ponorogo hampir 5 derajat di bawah nol.

Gairah hidup Jemino memang begitu menyala-nyala, apa lagi dalam usia puber kedua kala itu. Alhamdulillah wasyukurillah, aktivitasnya sebagai kontestan partai Karya Peduli Janda, segera membawa hasil. Seorang janda muda beranak satu, mau jadi ibu pengganti bagi anak-anaknya. Jemino segera menikahi Melia, 44, yang kala itu baru berusia 29 tahun. Rumahnya di Desa /Kecamatan Sampung, langsung ceria kembali. Bahkan mantan duda tersebut tak lagi ndhrodhog katisen (menggigil kedinginan) di malam hari. Wajah sumringah, badan tambah bersih karena rajin mandi wajib.

Kasih sayang Jemino sebagai kepala keluarga tampak nyata. Sayang untuk emaknya, kasih untuk anaknya. Malam “menggendong” emaknya, siang menggendong anak tirinya. Jemino memang termasuk lelaki sayang anak sebagaimana Kak Seto. Dalam usia 4 tahun kala itu, Mawar sering digendong belakang, lalu di balai-balai bocah itu tertidur di pangkuan ayah barunya dengan damai. Apa lagi Jemino suka pula mendendangkan lagu-lagu campursari. “Pitung sasi suwene nggonku ngenteni (tujuh bulan aku lama menunggu),” kata ayah tiri itu menirukan lagu “Kangen”-nya Manthous.

Omah-omah (rumahtangga) Jemino – Melia berjalan mulus dan bahagia, 2 adik baru segera hadir sebagai buah cinta kasih mereka. Cuma seiring dengan perjalanan waktu, pasangan suami istri ini juga sama-sama dimakan umur. Tanpa terasa Jemino kini sudah pensiun sebagai pegawai, sementara istrinya juga mulai menua karena hidup yang serba pas-pasan. Payahnya, ibarat mobil kini Melia sudah tak lagi nyaman dikendarai. Sedangkan mau ganti Kijang Inova atau Toyota Alphard, kebutuhan si entong tak seimbang dengan isi kantong!

Kalau Jemino ini lelaki beriman, mustinya syukuri saja apa yang ada. Soalnya, ibarat kue biskuit, baik Kijang maupun Alphard, biar bentuknya macem-macem, rasanya tetap saja sama. Tapi Jemino bukan begitu. Biar dia punya teman Iman Pamudjo dan Iman Subardi, termasuk juga penggemar tokoh wayang golek Iman Suwangsa, tapi tak juga menambah kadar keimanannya. Justru karena kendaraan di rumah sudah tak lagi nyaman, dia mencoba mencari kendaraan lain dengan segala keterbatasannya.

Yang namanya kakek-kakek macam Jemino, jelas susah dilempar ke pasar bebas. Dia menyadari betul, sehingga kemudian mencari sasaran yang ngglethek wae (dekat-dekat saja).Dibantu kaca mata setan, tiba-tiba Jemino merasa bahwa Mawar yang dulu suka digendong-gendong itu kini sudah nampak mulus bebas dempul. Lupa status lupa umur, dalam sebuah kesempatan tengah malam anak tiri tersebut disergapnya. Awalnya Mawar berontak, tapi karena dibantu kekuatan setan, akhirnya dia pasrah, bertekuk lutut dan berbuka paha untuk ayah tiri si jago bangkok.

Untuk melanjutkan serangan berikutnya tak bisa lagi, karena kemudian Mawar selalu tidur bersama ibunya. Tapi dasar apes bagi Jemino, baru sekali masuk sarung, tahu-tahu perut anak tirinya menggelembung. Gegerlah warga Sampung. Bahkan ayah kandung Mawar yang tinggal di Wonogiri segera mengadukan Jemino ke polisi dan kini ditahan di Polres Ponorogo. Kini buah simalakama bagi Ny. Melia. Di satu sisi Jemino adalah suami, di sisi lain dia adalah perusak masa depan anak kandungnya.

Kalau begitu, Jemino enaknya diapain, Bu?

———————————
kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki
———————————

Pembalasan Yang Terlambat

Gara-gara mata keranjang, Semijo, 30, terpaksa matanya buta sebelah. Soalnya, Johanes, 35, yang tak rela bininya diselingkuhi membalas dengan tusukan obeng di mata kanannya. Yang jadi masalah, selingkuhnya sudah setahun lalu tetapi kenapa balas dendamnya baru sekarang. Bukankah ini pembalasan yang terlambat?
Dalam hukum, perkara yang sudah ditutup bisa dibuka kembali lewat peninjuan perkara kembali (PK). Dalam soal cinta asmara apa juga bisa begitu. Nggak tahulah. Soalnya meski Johanes – Semijo sudah bermaafan setahun lalu, tiba-tiba dendam kesumat Johanes bangkit. Dia ingin memberi pelajaran pada lelaki tetangga yang pernah menyetubuhi bininya setahun lalu. “Karena mata keranjangnya menyebabkan rumahtanggaku terganggung, matanya biarlah tak bikin picek (buta) sekalian,” begitu tekad Johanes dengan dendamnya yang membara.

Kira-kira satu setengah tahun lalu, Semijo memang terlibat skandal dengan Lala, 26, istri Johanes yang notabene masih tetangga sendiri. Kenapa mau selingkuh saja dia memilih sasaran di lingkungannya, bukankah itu saja berak di kandang sendiri? Tapi itulah Semijo. Bagi orang mata keranjang sekaliber dia, cari sasaran tembak tak harus orang jauuh. Orang dekat pun tak jadi masalah, sepanjang lampu hijau itu menyala lebih dulu dari sana. Ibarat orang menari, pengendang kang tinggal mengikuti goyangan pantat sripanggung.

Memang, jika diusut secara singkat dan seksama, sebetulnya yang gatelan justru Lala sendiri. Dialah yang membuka peluang agak ranjangnya diselundupi lelaki lain. Masalahnya ya itu tadi, sebagai istri Johanes, dia merasa kesepian di tempat ramai. Suami yang sangat dibangga-banggakan, yang kelihatannya lincah dan supel bergaul, di medan ranjang dia tak bisa berbuat banyak. “Sonto-nya sudah loyo, sehingga meski pinter bergaul dia tak bisa menggauli istri sendiri,” begitu Lala pernah curhat pada wanita teman akrabnya.

Makhluk perempuan memang kondang mulut ember. Apa yang dianggap rahasia pribadi, ternyata oleh teman curhat itu dibocorkan pada Semijo. Dasar dia lelaki mata keranjang, diam-diam mencoba memanfaatkan info tersebut. Apa lagi penampilan Lala termasuk yang enak digoyang dan perlu, sehingga dijadikan “dewa penolong”-nya pun siapa takut. Tekad Semijo, jika Johanes suaminya tak bisa melaksanakan tugas akibat berhalangan tetap, sebagai tetangga dia juga siap memberi pertolongan.

Cara main Semijo memang cantik, sehingga ketika mendekati Lala pun calon korbannya tak sadar bahwa lelaki ini sudah pegang kartu as-nya. Maka tanpa menggunakan menyan satu kilogram pun, bini Johanes ini sudah bisa diajak pergi tanpa sepengetahuan suaminya. Dan ketika timingnya sudah demikian kondusif, di sebuah hotel di Malang Semijo berhasil membuat Lala bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Dan ketika semuanya telah lancar-lancar saja, di rumahnya pun Lala berani mengajak Semijo masuk ke ranjangngnya.

Karena pasangan mesum itu kelewat nekad, lama-lama warga di Desa Rejoyoso Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, jadi banyak yang mengetahui. Sebenarnya Johanes mau ngamuk, tapi berkat lobi-lobi politik antar keluarga, keduanya pun bisa didamaikan tanpa pertumpahan darah. Semijo membuat pernyataan di atas meterai Rp 6.000,- bahwa mulai hari ini takkan lagi mengganggu bini orang. Perjanjian itu ditanda tangani di Rejoyoso tanggal 5 Juli 2007. Atas nama tukang selingkuh: tetede Semijo.

Semenjak itu Lala- Semijo tak ada skandal lagi. Cuma Johanes rupanya tak ikhlas lahir batin dengan perjanjian itu. Dia tetap saja dendam. Pertama, dendam karena istrinya disetubuhi lelaki lain yang tak berhak. Kedua, dendam karena rahasia dalam celdam-nya juga diketahui oleh Semijo. Johanes yakin seyakinnya bahwa istrinya pasti pernah pula bercerita bahwa suaminya menderita impotent permanen.

Entah setan cap apa yang mengompori, setahun kemudian mendadak Johanes ingin membalas dendam. Semijo tiba-tiba ditraktir makan. Tapi sepulang dari warung langsung diungkit lagi skandalnya setahun lalu. Meski Semijo menjelaskan bahwa perkara itu sudah ditutup, Johanes ngotot terus. Karena tak mau juga cerita, langsung saja sebilah obeng dikeluarkan dan ditusukkan ke mata kanan Semijo. Yang paling menarik, usia menusuk Johanes langsung panggil pengojek untuk mengantarnya ke rumahsakit. “Aku puas, sudah berhasil membalas dendam,” kata Johanes di Polsek Bantur.

Dendam sudah masa lalu, kok eksekusinya baru sekarang.

———————————
kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki
———————————

Asmara Kerak Nasi

Sejak suami masuk tahanan gara-gara narkoba, ekonomi Sasa, 25, bagaikan nasi yang tinggal keraknya. Tapi biar intip (kerak) jika digoreng enak juga lho. Salah satunya Momo, 52, mantan anggota DPRD di Palembang. Ada perempuan tetangga nganggur langsung “dimanfaatkan” lewat uang-uang kerokhiman.

Umur Sasa masih cukup muda, cantik pula. Cuma dia termasuk wanita tak beruntung, mahkota kecantikannya justru dinikmati lelaki tak bermasa depan. Dia dulu kawin dengan Jono, 30, memang hanya berfikir tentang ketampanan saja. Dan setelah jadi suami istri baru tahu rasa. Suami tak mampu membahagiakan lahir batin. Karena tak punya pekerjaan, akhirnya bisnis barang haram pun dijalani. Baru beberapa kali jadi pengedar narkotika, Jono ditangkap polisi dan kini mendekap di LP Pakjo, Palembang.

Nyonya muda yang tinggal Perumahan Azhar Tanah Mas, Talang Kelapa Kecamatan Banyuasin ini, betul-betul dalam puncak penderitaan. Dengan ditahannya suami, sumber perekonomiannya mampet total. Ketika masih ada Jono, masih lumayan. Tapi kini betul-betul Sasa minus. Ibarat nasi tinggalah keraknya. Padahal pasangan itu sudah memiliki anak kecil. Ke mana lagi mencari dana untuk membiayai hidupnya, sedangkan utang kepada tetangga kanan kiri sudah berjibun? Minta BLT ke pemerintah? Uang Rp 100.000,- bisa bertahan berapa lama?

Memelas sungguh nasib Sasa. Tapi untungnya, meski tinggal kerak nasi, kalau dijemur dan digoreng, masih enak juga dimakan. Nah, lelaki yang doyan kerak itu adalah Momo, tetangga sendiri satu kompleks. Melihat kecantikan wanita muda tersebut, dia langsung kontak pendulumnya. Apa lagi setelah tahu kondisi Sasa belakangan, dia merasa peluang terbuka untuknya. “Kalau masih aktif macam Al Amin Nasution, nggak boleh. Tapi kalau sudah mantan macam saya, nggak apa-apa dong,” kata Momo saat diingatkan hati nuraninya.

Asal tahu saja, sebenarnya Momo tak tinggal menetap di kompleks tersebut, karena keluarganya tinggal di tempat lain. Tapi sebagai mantan anggota dewan, sah-sah saja berumah banyak. Ibarat kata, rumahnya di Tanah Mas tersebut sekadar untuk tetirah atau bungalow, dia tinggali hanya secara priodik, dalam rangka melepas lelah dan ganti suasana. Dan semenjak melihat kondisi akhir Sasa, Jono rajin menyinggahi rumah keduanya tersebut, tapi tanpa keluarga, tentunya.

Memang tujuan utamanya untuk pedekate pada si Sasa. Setelah bergaul cukup akrab dalam beberapa minggu, tanpa sungkan-sungkan mantan anggota dewan DPRD Sumsel ini suka membantu keuangan Sasa. Awalnya wanita itu malu juga, tapi karena katanya pemberian itu secara tulus, istri Jono menerimanya. Tapi apa daya, baru beberapa kali membantu, Momo sudah mulai merayu-rayu. Merasa berutang budi, akhirnya Sasa pun bertekuk lutut dan berbuka paha untuk sang mantan wakil rakyat.

Anehnya, meski banyak duit Momo tak mau membawa tetangga selingkuhan itu ke hotel. Mentang-mentang suaminya masih ditahan, “kerak nasi” itu dimakan langsung di rumah si wanita. Awalnya memang gurih-gurih enak. Tapi karena keseringan, tetangga pun jadi curiga. Dalam sebuah kesempatan, Momo diintip segala gerak-geriknya. Nah lho, saat dia tengah menindih Suryanti dalam kondisi sama-sama bugil, penggerebekan dilakukan. Praktis keduanya tak bisa berkutik. Dengan pakaian seadanya Momo – Sasa digelandang ke Mapolsek Banyuasin.

Haram jadah, suami kedinginan di penjara, istri cari “anget-angetan” di luar.

———————————
kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki
———————————

Galakan Yang Selingkuh

Nilai-nilai etika memang sudah terjungkir balik. Diperingatkan suami selingkuhannya, kok malah lebih galakan yang selingkuh. Dan inilah apesnya nasib Dede, 40. Beberapa jam setelah menegur Kamin, 40, dia ditemukan tewas mandi darah. Sedangkan sang pelaku, bersama adiknya minggat entah ke mana.

Ini kisah premanisme dalam dunia perselingkuhan. Para pelaku selingkuh rata-rata selalu merasa bersalah dalam dirinya. Bersalah pada istri yang dikhianati, juga bersalah pada suami wanita yang diselingkuhi. Karenanya, ketika kepergok atau diperingatkan oleh suami korban, reaksi yang lazim adalah: minta maaf atau damai saja., Diapun akan rela saja, ketika harus membayar ganti rugi uang berjut-jut atau setor pasir bertruk-truk demi pembangunan jalan desa. Yang penting harga dirinya terselamatkan.

Tapi yang terjadi di Desa Katringan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora ini lain. Sampai bosan Dede menegur Kamin tetangganya, agar jangan lagi mengganggu bininya. Tapi lelaki bujangan tua itu tak juga kapok. Justru dia ngagar-agari (memamerkan) golok, yang sewaktu-waktu bisa menjadikan tubuh Dede jadi abon untuk pengisi lemper. “Nek pengin slamet, bojomu kekna aku wae rasah kekehan pretingsing (jika ingin selamat, istrimu kasihkan saja padaku, jangan banyak ulah),” ancam Kamin sekali waktu.

Kalau diusut-usut, mungkin faktor alam juga yang salah. Kenapa sih, di desa yang berada di tengah hutan jati, kok ditemukan juga makhluk cantik macam Eni, 32, istri Dede ini. Edannya lagi, faktor kemiskinan tak juga membuat kecantikan wanita itu luntur. Dia tetap saja putih bersih, bodi seksi dan betis mbunting padi. Karenanya, Kamin suka megeng napas (menahan napas) ketika melihat Eni belanja pagi di warung dekat rumah. Meski hanya pakai daster, lalu kepalanya ditutup kerudung, kecantikannya tetap permanen.

Sebagai bujang lapuk yang jarang bersentuhan dengan wanita, hal itu membuat Kamin semakin nggrangsang (nafsu sekali) dan terangsang. Dia pun diam-diam lalu mencoba mendekati perempuan itu. Tahu bahwa keluarga tersebut termasuk dalam kategori golekmah (golongan ekonomi lemah), Kamin mencoba meraihnya lewat pendekatan ekonomi. Tanpa diminta Eni dia sering memberikan uang, katanya untuk jajan anak atau buat beli lauk pauk. “Biar empat sehat lima sempurna, kalau kamu sehat enak dipandang mata,” kata Kamin mulai nyerempet-nyerempet.

Ditembak dengan kata-kata nakal, ternyata Eni hanya senyum dikulum. Lalu Kamin meningkatkan gaya operasionalnya. Tangannya pun kini mulai berani main colak-colek di tempat khusus. Lagi-lagi Eni hanya bereaksi dengan kata: ehhh, atau: nanti ada yang lihat lho! Bagi Kamin, itu berarti punya makna luas. Pada saatnya nanti, perempuan golekmah itu pasti saat tergolek bisa dipaksa mlumah (telentang). Ah, tiba-tiba Kamin berdebar-debar membayangkan saat-saat paling syahdu di dunia itu.

Tapi apes bagi Kamin. Baru sampai tahap colak-colek saja, sekali waktu keintimannya dengan Eni ketahuan oleh Dede. Sebagai tetangga yang baik dan penuh tenggangrasa, dia hanya mengingatkan Kamin untuk cari perempuan lain dan kawin, daripada mengganggu jatah orang. Tapi dasar penjahat kelamin berdarah dingin, Kamin malah tersinggung dengan ucapan Dede. “Nek kakehan reka, tak gawe abon tenan kowe (kalau banyak ulah, saya bikin abon sekalian kamu),” ancam Kamin sengit.

Ternyata ancaman itu bukan hanya gertak sambal. Ketika lagi-lagi Dede mengingatkan jangan njawat (mengganggu) istrinya, Kamin benar-benar berusaha melenyapkan lelaki itu dari peredaran. Dibantu oleh adiknya si Kamid, 37, pembunuhan berencana itu dilakukan beberapa hari lalu. Saat eksekusi tak satupun warga yang melihat. Cuma karena sehabis Kamin mati sia-sia di rumahnya, tiba-tiba sosok Kamin dan Kamid menghilang dari kampung. Praktis warga dan polisi segera mencurigai merekalah sebagai pelakunya. Dan kini polisi Polres Blora tengah melacak keberadaan penjahat kelamin berdarah dingin itu.

Kamin sudah mirip Dasamuka saja, mau merebut bini orang tanpa merasa bersalah.

———————————
kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki
———————————

Gadis “Diari” Tetangga

Usia boleh Pepabri, tapi semangat Mbah Gondo, 55, masih tetap Akabri. Betapa tidak, lihat gadis tetangga yang putih nan mulus, masih juga geregetan dia. Dan terjadilah hari naas itu. Ketika ditinggal ayahnya pergi mengairi sawah, gadis Melati, 18, berhasil “diairi” secara paksa oleh si kakek yang lupa umur itu.

Secara pisik Mbah Gondo memang nampak berusia lanjut, karena 5 tahun mendatang dia sudah boleh memakai KTP seumur hidup. Lebih parah lagi, penampilannya lebih tekor dari usia sebenarnya. Bayangkan, usia baru sebelas pelita, tapi tandang grayang (sepak terjang) sudah macam kakek-kakek usia 60 tahun lebih. Kulit di lehernya mulai berkeriput, sedang jalannya pun tidak lagi tegak. Apa lagi rambutnya, kata orang percetakan, sudah raster 90 persen alias banyak uban.

Kata orang, ini akibat Mbah Gondo menduda terlalu lama, sehingga ibarat mobil dia tak pernah lagi servis ganti olie atau sporing balancing. Ingin sebetulnya dia menikah lagi, tapi anak-anak melarangnya, di samping memang faktor keuangan tak begitu mengijinkan. Setiap Mbah Gondo melemparkan wacana menikah lagi, anak-anaknya segera memveto. “Bapak wis tuwa, arep ngapa maneh ta, mendingan ngibadahe sing dikuwati (bapak kan sudah tua, mau apa lagi, mendingan beribadahnya saja dibuat semakin tekun),” kata anak-anaknya.

Anak-anak Mbah Gondo memang tak memahami aspirasi urusan bawah ayahnya. Mereka lupa bahwa sudah tua tapi Mbah Gondo masih membutuhkan kehangatan malam, teman pendamping hidup, paling tidak buat kanca glenikan (teman berbincang). Anak-anak Mbah Gondo rupanya lebih senang ayahnya menjadi pengurus PDI (Partai Duda Indonesia) non verifikasi, untuk sekian priode lagi. Prinsip mereka, bila si kakek kesepian toh bisa bercanda dengan cucu-cucunya.

Tapi sebagai lelaki normal, kakek yang tinggal di Desa Kedunglumpang Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang (Jatim) ini tak mau terpenjara dalam nafsu. Maka meskipun anak-anaknya melarang kawin lagi, Mbah Gondo tetap berusaha agar bisa melepaskan nafsunya secara kodrati. “Mereka memang terkutuk semua. Melarang ayahnya kawin kan berarti pelanggaran HAM (Hak Azasi Manuk = burung) berat…,” kata Mbah Gondo sok berlagak anggota KKP (Komisi Kebenaran dan Persahabatan).

Begitulah, selama dikekang untuk berumahtangga lagi, diam-diam Mbah Gondo selalu mencermati gerak-gerik Melati, gadis tetangga dekat rumah. Tapi untuk mendekati juga tidak berani, karena tahu diri akan kondisi dirinya. Cuma setiap melihat penampilan si gadis tetangga, pendulum Mbah Gondo langsung kontak. Dia lalu membayangkan betapa asyiknya berbagi cinta dengan wanita yang ranum dan renyah itu, sesuatu hal yang sudah lama tak pernah lagi dilakukannya.

Sampailah kemudian pada kejadian Rabu (16/7) itu. Siang-siang dia melihat rumah keluarga Melati sepi, lantaran ayah ibunya pada sibuk mengairi sawah. Ini kesempatan emas, pikir Mbah Gondo. Seiring dengan nafsunya yang sudah tak bisa dikendalikan lagi, dia pun segera masuk ke rumah Melati yang kala itu tinggal sendirian. Dikira ada keperluan apa, gadis tetangga itu juga melayani si kakek yang memang sudah dikenalnya secara baik. Tapi apa lacur, begitu Mbah Gondo dipersilakan masuk, tahu-tahu Melati langsung disergap, hip! “Manuta wae ndhuk, nek bangga tak pateni (menurut sajalah, kalau berontak tak bunuh kamu),” ancam si kakek.

Meskipun tampang Pepabri ternyata Mbah Gondo sepak terjangnya masih Akabri. Dalam segala sergap Melati bisa dilumpuhkan. Maka kejadian selanjutnya sungguh memelas. Meski berusaha meronta, tak urung Mbah Gondo berhasil juga melampiaskan nafsunya yang selama ini terkekang. Cuma apes, belum juga berlangsung maksimal, tahu-tahu orangtua sigadis pulang. Gegerlah penghuni kampung. Mbah Gondo ditangkap rame-rame dan diserahkan ke Polsek Mojoagung. Dalam pemeriksaan si kakek tanpa tedeng aling-aling mengakui, dia siap bertanggungjawab. Artinya, daripada jadi tuntutan hukum, mendingan jadi tuntutan KUA saja alias dinikahkan.

Enak di Mbah Gondo, nggak enak di keluarga dong!

http://beritaseru.blogspot.com/

———————————
kumpulan cerita seks wanita ditiduri pria – kisah seks perempuan korban kebejatan lelaki – cerita-cerita seks meniduri cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersebadan oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki
——————————–

Ketika Gagal Mbelah Duren

Pengantin lelaki paling goblog se Kabupaten Tangerang (Banten) mungkin Simo, 32 tahun, seorang. Bayangkan, hanya gara-gara Talia, 20 tahun, istrinya belum mau diajak “mbelah duren” langsung saja dieksekusi di pinggir kali. Padahal kalau dia sabar sedikit, duren yang halalan tayiban wa asyikan itu musti jadi miliknya sampai ke biji-bijinya.

Eloknya wajah dan bodi yang menawan dari seorang wanita, di manapun akan selalu membuat lelaki mabok kepayang. Itu pula yang terjadi di Desa Sukadamai Kecamatan Cikupa. Kemunculan Talia yang cantik dan bodinya oke punya, selalu menjadi bahan pembicaraan lelaki muda di sana. Banyak yang bermimpi beristrikan gadis kembang kampung itu, bahkana ada yang sampai terbasah-basah.

Lelaki paling mujur kala itu adalah Simo. Meski usianya terpaut 12 tahun dengan Talia, dia mampu menundukkannya sehingga gadis itu mau bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Para kontestan lain, harus minggir ketika janur kuning benar-benar melengkung di rumah Talia. Simo kini memang telah menjadi suami definitip Talia. Maka hari itu dia merupakan lelaki paling bahagia se Kabupaten Tangerang.

Umum dan khalayak ramai melihatnya memang begitu. Tapi bila mau berkata sejujurnya, Simo berhasil mendapatkan Talia karena melalui permainan tidak sehat. Boleh percaya boleh tidak, urusan “coblos mencoblos” non pemilu ini ternyata diwarnai pula oleh money politic dari kubu Simo. Kasarnya, Perjaka tua itu bisa memperoleh cinta Talia akibat pendekatan keuangan lewat jalur orangtuanya.

Kalau itu sebetulnya Talia sudah memiliki pacar sendiri, sehingga dia menolak aspirasi arus bawah Simo. Tapi orangtuanya yang sudah dilobi dan diduit oleh Simo, terpaksa menekan putrinya untuk mau jadi bini Simo. “Kamu jadi bini dia, bakal terpenuhi segala kebutuhanmu, dan adik-adikmu bisa ikut numpang bahagia bersamamu,” begitu kata enyak dan babe.

Apapun alasan Talia, tak direken. Tahu-tahu dia duduk di pelaminan, bersanding dengan Simo. Padahal di lain tempat, dia membayangkan kekasihnya tengah patah hati sambil mendendangkan lagunya Benyamin S almarhum. “Maaf, kutak dapat memenuhi undangan, dalam malam pesta perkawinanmu. Lihat kau bersanding, tak tahan jiwaku menangis, menangis….. Doa kukirimkan dalam kerinduan, semoga kau bahagia di bawahnya…..”

Tetapi benarkah demikian perasaan kekasih Talia di seberang sana? Auah gelap. Yang jelas, Talia sangat berduka melewati detik-detik malam resepsi itu. Sebab dia yakin seyakin-yakinnya, setelah para tamu usai, pasti Simo mengajak serangan umum non satu Maret yang sudah jadi haknya. Padahal Talia sudah berprinsip, tak direlakan sesentipun suami menyentuh tubuhnya. Sebab cinta dan hatinya hanya untuk doinya seorang.

Itu pula yang terjadi saat malam pertama berlangsung. Meski tidur seranjang, dia tak mau didekati Simo. Bahkan ketika suaminya meraba kakinya, diketahui Talia mengenakan celana jins rangkap dua. Ketika Simo kemudian merayu dan mengajak hubungan intim, dia beralasan sedang lampu merah. Ketika suami ngotot mau membuktikan, dia ngomong ketus. “Memang memeram buah-buahan, ditengak-tengok melulu,” kata Talia kesal dan memunggungi suami.

Ketika bedug subuh ditabuh, Simo belum juga mendapatkan yang jadi haknya. Begitu pula malam-malam berikutnya, gawang pertahanan Talia susah sekali dibobol, sepertinya yang menjaganya si Nelson Dida dari AC Milan, gitu.. Sampai malam ke tujuh Talia terus saja mempertahankan gawangnya. Sewaktu Simo mencoba memaksa menerobos masuk, eh di sana sudah nyengenges kiper Gianluigi Buffon dari Juventus.
Akhirnya habis sudah kesabaran Simo. Kenapa istri yang halalan tayiban kok malah wa merepotkan? Uangnya mau kok goyangnya ogah. Bila lelaki lain mencoba bersabar danl konsultasi ke dokter Naek L. Tobing yang ahli naik-naikan, dia malah mau melenyapkan Talia dari muka bumi. “Masa uangku sudah kubuat cuci gudang, kok batal goyang…,” gerutu Simo.

Hari naas itu pun tiba. Pura-puranya Talia diajak ke rumah orangtuanya. Tapi di jalan sepi dan pinggir kali, tiba-tiba wanita pengantin baru itu dipukul helm hingga sempoyongan. Sudah itu disusul jab dan swing ke tubuh Talia hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak dia mengubur mayat istrinya di tanggul. Tapi karena kurang dalam akhirnya mayatnya terbawa arus dan terbongkarlah kejahatan Simo.

——————————–
kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki
——————————–

Lindu Setempat dengan Ponakan

Cantik sih cantik si Lala, 20 tahun. Tapi kan keponakan dari istri sendiri, masak mau ditelateni juga. Namun setan berpendapat lain, ponakan buat penak-penakan juga nggak apa-apa. Oleh karena itu Dodo, 40 tahun, jadi nekad. Pas bininya jadi TKW, ponakan yang sedang mengkel-mengkelnya itu diajak “lindu setempat” bersamanya sampai 9 kali.

Ihwal paman kalap ini dimulai sekitar 10 tahun lalu, ketika Lala masih bocah ingusan. Ekonomi orangtuanya yang pas-pasan, menyebabkan mereka meninggalkan kampung halamannya di Sragen untuk merantau ke Sumatera. Lala kemudian dititipkan pada keluarga Lasmi, yang merupakan bibinya sendiri di Kecamatan Plupuh. “Terserah kamu bagaimana merawat Lala, nanti kalau sudah gede biar saya ambil lagi,” begitu kata ibunya kala itu.

Namun ternyata, peruntungan ekonomi orangtua Lala di Sumatera tak juga membaik, sehingga dia tak bisa mengambil kembali anaknya meski sudah gede sekian tahun kemudian. Ndilalah kersaning Allah pula, kucuran rejeki untuk keluarga Dodo merosot tajam belakangan ini. Hal itu ditengarai dengan perginya istri Dodo menjadi TKW ke luar negeri.

Tragis sekali nasib gadis Lala selanjutnya. Dulu dari ibu dioper kepada buliknya. Kini dari buliknya, dioper lagi pada pamannya. Jadi seperti perminan bola saja, dioper ke sana kemari dengan target sebuah gol. Dan itu pula rupanya yang kini berkecamuk dalam otak Dodo, paman Lala. Dia kini sedang mengatur siasat, bagaimana bisa menyarangkan “bola” miliknya agar skor menjadi 1-0.

Apa yang di benak Dodo, sesungguhnya sebagai wujud rasa sepi seorang lelaki jauh istri. Sebab semenjak istrinya berangkat jadi tenaga kerja luar negeri, dia tak bisa lagi menyalurkan tenaga kudanya. Ketika masih ada istri di sampingnya, Dodo bisa menjalankan sunah rosul minimal seminggu 3 kali. Lha sekarang, ngaplo terus (bengong) Mas! Tidur gedabigan tapi yang ketemu hanyalah guling tanpa makna.

Akhirnya otak ngeres pun mulai jalan. Melihat penampilan Lala ponakannya yang semakin seksi, mengkel nan cemekel (enak-enaknya dipegang), dia mulai berpikir yang enggak-enggak. Kalau itu hati nurani masih mengingatkan: jangan, jangan, itu kan keponakan sendiri. “Ya nggak apa-apa, ponakan buat penak-penakan kan boleh saja,” begitu kata setan menganulir si hati nurani.

Terjadilah kemudian pergulatan moral di batin Dodo. Hati nurani selalu mengingatkan bagaiama resiko yang bakal disandang nanti. Sedangkan setan mengiming-iming bagaimana asyiknya tubuh telanjang si keponakan. Dan ternyata pergulatan moral itu dimenangkan oleh setan. Itu artinya, iblis telah merekomendasikan pada Dodo untuk segera menggauli ponakan dari istrinya itu. Bagaimana jika gadis itu nanti hamil? Ndak masalah, banyak cara untuk mengantisipasi termasuk menggunakan alat kontrasepsi.

Ilmu merayu dan menggombali cewek mulai diterapkan Dodo. Awalnya tak mempan juga, bahkan Lala mengingatkan pamannya jangan berbuat macam-macam. Seperti orangtua saja, gadis itu malah menasihati agar Dodo mengkhianati atau melanggar amanat ibunya yang di Sumatera. “Jangan pula paklik mengkhianati cinta bulik di Timur Tengah sana,” begitu kata Lala bagaikan ustadz saja.

Kesal sungguh Dodo, urusan tenaga kuda kok dikait-kaitkan dengan istrinya yang jadi tenaga kerja luar negeri. Maka malam harinya, dia berbuat nekad. Saat Lala tidur di kamarnya, langsung saja ditindih dengan ancaman. Selanjutnya bisa diduga, gadis itu terpaksa menyerahkan kegadisannnya. Walhasil jauh sebelum lindu (gempa) melanda Yogya, di Sragen Dodo-Lala sudah menciptakan “lindu setempat” dengan goncangan berirama kira-kira 7 skala richter.

Agaknya Dodo jadi ketagihan, sehingga “gempa” susulan segera terjadi di lain kesempatan. Lebih-lebih yang belakangan Lala melayani bukan lagi dengan ancaman, tapi dengan suka rela dan legawa. Bila pertama kali kemarin dia nampak mringis, kini saat “lindu setempat” terjadi dia malah mrenges alias bisa menikmati. Lala juga nampak bahagia ketika lik Dodo nampas pules dan ngorok setelah dilayani.

Hanya saja, proyek selingkuh Dodo-Lala ini tak berlangsung lama. Sekali waktu Lala kelepasan ngomong pada sahabatnya tentang perjalanan “lindu setempat” itu. Dari mulut ke mulut akhirnya menyebar seantero desa Plupuh. Tapi entah kenapa, ketika kasusnya mau dibawa ke Polres Sragen, tiba-tiba ada yang mencabutnya. Katanya, kasihan bagi masa depan Lala nantinya.

——————————–
kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki
——————————–

Pemburu Harta dan Asmara

Sungguh terkutuk kelakuan Walgito, 22 tahun. Punya pacar cantik targetnya bukan untuk dijadikan ibu rumahtangga, melainkan hanya mau diperas hartanya. Untung Wulan, 22 tahun, segera tanggap. Meski diancam foto bugilnya akan disebar ke umum, dia tetap memutuskan hubungan itu. ‘’Biarlah keperawananku telah hilang, tapi aku tak mau menderita berkepanjangan,’’ kata Wulan di Polwiltabes Semarang.

Ini kisah lelaki yang mencoba mengkomersilkan kegantengan wajahnya. Meski Walgito sudah bekerja di perusahaan pialang di Jakarta dan bergaji cukup, apa salahnya cari tambahan penghasilan? Hanya saja cara-caranya demikian nistha (tak terpuji). Bukan buka usaha atau kerja rangkep, melainkan mau moroti gadis-gadis cantik yang mau dipacari. ‘’Witing tresna mergo atusan lima (cinta tumbuh karena ratusan 5 lembar),’’ begitu semboyan Walgito.

Tampang ada, tutur kata memikat, itulah kondisi Walgito. Maka tak mengherankan banyak gadis yang terpikat oleh rayuannya. Salah satunya adalah Wulan, gadis Ungaran yang kini jadi mahasiswa PTS di kota lompia itu. Hanya beberapa kali jalan bareng dibawa ke sebuah hotel, dibuatnya licin tandas gadis yang berbodi seksi dan berkulit putih bersih itu.

Incaran Walgito selama ini memang yang model-model begitu. Selain cantik, dia harus kaya. Itu bisa dilihat dari penampilan Wulan yang selalu membawa mobil manakala pergi kuliah. Maka begitu akrab dengan si gadis, dia mulai menciptakan alasan-alasan yang ujung-ujungnya agar wanita tersebut mau merogoh kocek untuknya. ‘’Goblok lelaki yang mau keluar duit ketika pacaran,’’ begitu dalih arjuna dari Semarang ini.

Awalnya Wulan memang tak mengetahui kiat-kiat politik Walgito. Maka setiap pergi bahkan tidur di hotel, yang mendanai juga Wulan sendiri. Padahal di hotel itu, dia tak hanya harus keluar uang, tapi juga memberikan goyang pada Walgito. Tapi karena Wulan kadung cinta pada si pemuda, segala pengeluaran tak diperhitungkan benar. Bagi puti Ungaran ini, cinta memang perlu pengorbanan. Jer basuki mawa beya.

Tiap Walgito mengajak doinya masuk hotel atau villa, ada kebiasaan aneh yang awalnya tak disadari Wulan. Dengan alas an untuk mengabadikan tubuh kekasihnya yang indah, setiap habis kencan Walgito suka memotret tubuh Wulan yang telanjang. Apalagi Walgito memiliki bakat memotret yang baik, sehingga adegan yang diperolehnya selalu sensual, tapi tak ada kesan jorok.

Indahnya bencinya dengan Walgito akhirnya menyadarkan mahasiswi itu bahwa kekasihnya bukan pria yang baik. Sebab sementara lelaki itu masih menjalin cinta dengannya, diperoleh kabar si cowok sudah pacaran lagi dengan gadis lain, yang juga cantik dan kaya. Kata berita dari sumber yang layak dipercaya, Walgito di situ juga moroti dan menggerogoti si gadis.

Kalau ingat cintanya yang sudah mendalam, sebetulnya Wulan begitu sakit hati. Tapi di situ dia sekaligus sadar bahwa jalan terbaik telah dibukakan oleh yang Maha Kuasa. Maka meski dirinya sudah terlanjut rusak, dia tak berkeinginan melanjutkan hubungannya. ‘’Kau memang bukan calon suami yang baik, kau lelaki pengeretan. Mulai hari ini putus….,’’ kata Wulan.

Agaknya Walgito tak siap cintanya diputus Wulan. Bukan soal hatinya yang luka, tapi soal kantongnya yang bakal bolong tak ada yang mengisi itu. Maka agar Wulan kembali ke pangkuannya, dia pun menggertak. Jika Wulan tak meninjau kembali putusannya, foto-foto bugilnya saat hubungan intin mau disebarluaskan di muka umum. Biar masyarakat Semarang tahu bahwa Wulan yang cantik itu ternyata suka dibawa lelaki ke hotel.

Hebatnya Wulan, dia tak takut akan ancaman itu. Tapi setelah Walgito pergi dia segera menghubungi polisi Polwiltabes Semarang, agar menangkap pemuda pengeretan sekaligus pemeras itu. Maka sesuai dengan laporan Wulan, Walgito segera ditangkap. Tapi karena penyebaran foto bugil itu baru wacana, apakah bias dipidanakan. Sedangkan dulu Gus Dur ketika presiden pernah bilang, kalau hanya wacana takan ditangkap.

——————————–
kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki
——————————–

Melepas Dendam Tertahan

Agaknya kasus Siti Nurjazilah yang mukanya rusak disiram air keras oleh suami, mengilhami Warti, 40 tahun, untuk berbuat serupa. Kesal suami selingkuh dan berlaku kasar, warga dari kota Malang (Jatim) ini nekad menyiram muka Partono, 45 tahun, pakai minyak goreng mendidih. Meski akhirnya harus masuk tahanan, dia merasa lega berhasil melampiaskan dendam kesumatnya yang tertahan.

Tanda-tanda keretakan rumahtangga Warti-Partono selama ini memang tak pernah nampak. Di mata para tetangga, mereka adalah pasangan yang guyub rukun, bahagia sejahtera hingga kaken-ninen kelak. Mereka tak pernah nampak berantem, atau padu. Kalau pun ada padu, hanyalah yang dalam arti: sikil papat diedu alias (kaki empat beradu) alias menjalankan sunah rosul!

Itu semua ternyata, sandiwara yang bertahun-tahun diperankan oleh Warti. Semua yang disaksikan sejuta mata tetangga, hanyalah rekayasa politik semata, agar rumahtangganya tidak memalukan di mata orang. Padahal sesungguhnya, sudah lama Warti merasa berjodoh salah dengan Partono. “Kalau tidak ingat anak-anak, entahlah,” begitu kata Warti sekali waktu.

Kalau Partono nampak mesra pada istri, itu hanya pengamatan salah para tetangga. Aslinya, dia lelaki paling sadis se kota Malang. Bagaimana tidak? Kalau sedang marah, dia tak segan-segan menempeleng. Bahkan bukan sekali dua Warti dicekiknya hingga nyaris kehabisan napas. Padahal napas kan selamanya hanya lewat hidung dan mulut. Belum ada ceritanya dicekik lehernya, napas bisa pindah haluan ke bawah!

Anehnya, bila pas butuh menjalankan “sunah rosul”, Partono menjadi lelaki paling lembut dalam sejarah. Hilang kegarangannya, tersembunyi wataknya yang bagaikan singa di padang pasir. Partono lalu merayu-rayu istrinya, ditambah kata-kata yank dan mah. Padahal usai dilayani, dia malah tidur mendengkur sambil memantati bininya. Dimintai duit setelah itu malah menghardik. “Kamu ini seperti WTS saja!”.

Huh, lelaki apa ini? Bonggol selalu dipasok, tapi benggol jarang-jarang memberi. Maka Warti suka menyesal, kenapa dia dulu mau kawin sama dia. Tahu bakal begini jadinya, mendingan kawin sama pemujanya yang lain. Tapi Warti juga menyadari, penyesalan di belakang tiada guna. Mendingan nikmati saja apa yang sudah terjadi. Gerak wanita kan sangat terbatas, jadi pasrah sajalah.

Dasar Partono. Tiap hari disabari dan dikalahi, tak merasa juga. Malah belakangan diperoleh kabar, bapak dari 3,5 anak ini kini sedang main selingkuh. Ibarat kucing, meskipun di rumah Warti selalu memberikan dendeng yang digemari suami, di luaran Partono masih juga makan ikan peda. Padahal ikan yang di luar itu dijamin tidak halalan tayiban sebagaimana yang di rumah.

Edan memang suamiku, begitu Warti pernah mengeluh. Bini sedang hamil bukannya ikut prihatin, malah main perempuan di luaran. Maunya Warti, mbok iyao sadarlah sebagai suami. Setelah kandungannya menginjak 7 bulan, dia memang tak selalu melayani ajakannya. “Aku hamil begini, maunya tiap malam masih minta juga,” curhat Warti pada wanita tetangganya.

Warti tak percaya istilah “nyepuh” yang katanya untuk memperkuat janin. Mbelgedes, itu semua hanya slogan yang sengaja dipertajam kalangan lelaki. Itu sih bukan memperkuat, hanya nafsu lelaki saja yang terlalu kuat. Kalau memperkuat janin, mestuinya ibu bayi makan menu penuh gizi, yang empat sehat lima sempurna, bukan lalu melayani suami tiap malam!

Isyu selingkuh yang berhembus itu lalu diklarifikasi Warti pada suaminya. Tapi lelaki warga Desa Gadingkembar Kecamatan Jabung (Malang) ini tak mau mengaku. Ketika dicecar terus dengan pertanyaan yang menukik, Partono malah lalu main pukul dan cekik. “Mau macem-macem, tak bunuh kamu,” kata Partono seakan niru Kadir.

Kesabaran Warti pun habis. Tengah malam seusai dilayani, Partono tidur. Warti lalu ingat akan nasibnya yang selalu disia-siakan. Segera saja dia memanaskan minyak jelantah dalam wajan. Begitu telah mendidih langsung dibawa ke kamar dan diguyurkan ke muka suaminya. Byurrrrr…., atoooooo, atoooo!

Wajah Partono langsung mlonyoh tak berbentuk. Dia dilarikan ke RS. Saeful Anwar Malang, sementara Warti diamankan ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan polisi Polsek Jabung dia mengaku, puas setelah berhasil membalas sakit hatinya. “Saya sudah mencoba sabar dan memendam deritaku sendiri, dia tak mau tahu juga,” katanya.

——————————–
kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki
——————————–

Asmara Antarbesan

Perselingkuhan memang tak mengenal status. Bila setan tengah mendominasi otak, jangankan anak menantu, besan pun bisa disikat habis. Lihat kelakuan Winadi, 58 tahun, dari Semarang ini. Ny. Tarni, 50 tahun, yang merupakan ibu dari menantunya sendiri, “ditelateni” juga. Skandal antar besan ini baru terungkap ketika Winadi-Tarni kencan di hotel tapi lakinya mati di atas perut gara-gara minum obat kuat.

Enak ngkali ya selingkuh itu (tahuuuuk-Red), buktinya kolom ini tak pernah kekurangan bahan. Dari selingkuh satu ke selingkuh lainnya selalu ada menghiasi dunia mesum. Pendatang barunya salah satunya dari Semarang, yakni Winadi penduduk Jalan Gajah Raya. Mungkin saking nafsunya yang segede gajah, besan sendiri dilirak-lirik melulu. “Hasil produknya saja cakep, mesti pabriknya juga enak,” begitu Winadi beranalisa.

Lima tahun lalu anak lelaki Winadi memang kawin dengan putrinya Ny. Tarni. Tiga tahun setelah perkawinan tersebut, pasangan itu menghadiahkan seorang cucu bagi Winadi dan Ny. Tarni selaku para besan. Sejak ada cucu tersebut, Winadi suka berkunjung ke rumah anaknya, dengan alasan kangen cucu. Kebetulan yang ngemong cucu itu adalah Ny. Tarni sendiri, karena bapak dan ibu si bayi memang semua pekerja kantoran.

Umumnya kakek, mesti ingin menggendong cucunya begitu ketemu. Begitu juga Winadi, setiap ke rumah anak lelakinya dia langsung merebut si Otong cucu pertamanya itu dari gendongan Ny. Tarni sang besan. Setelah itu si bayi lalu dikudang-kudang, dinyanyikan lagu-lagu Jawa kegemarannya, dari “montor-montor cilik” hingga lagu “ tak lela ledung”. “Putuku sing njloned dhewe (cucuku paling ganteng sendiri),” kata Winadi selalu.

Korsleting antar besan itu terjadi ketika sekali waktu Winadi hendak mengambil si cucu dari gendongan Ny. Tarni. Kebetulan si bayi sedang tidur nyenyak, sehingga Winadi terpaksa harus puas hanya ngelus-elus pipi cucunya yang menempel di dada besannya. Nah, di sinilah mulai timbul masalah. Tanpa sengaja tangan Winadi menyenggol “indomilk” milik Ny. Tarni. Ada rasa kenikmatan di situ, sehingga dia tak beranjak “ngelus-elus” pipi cucunya.

Amboi, meski usianya sudah 48 tahun kala itu, indomilk sang besan masih nampak kenceng dalam sentuhan tangan Winadi. Uniknya, meskipun lama-lama terasa bahwa elusan buat cucu sekadar kamuflase, Ny. Tarni tak mencoba menepiskan tangan nakal besan. Bahkan tangan itu makin mendesak, dia tetap membiarkan saja. “Kayaknya ini enak diselingkuhi dan perlu,” begitu kata batin Winadi kemudian.

Tarni selanjutnya masuk pembahasan Winadi untuk medan selingkuh. Dibanding istrinya di rumah, wanita itu jauh lebih muda. Selain itu, wajahnya juga masih lumayan ayu, dan kulitnya juga putih bersih, meski sudah mulai kusut sedikit. Nilai tambah besan itu adalah, dia dalam status janda. Dus bila terjadi apa-apa di kemudian hari, resikonya paling-paling ke penghulu bukan ke kantor polisi!

Itu titik awal Winadi berbuat serong. Dan sejak kejadian itu, dia menjadi makin sering nengok cucunya. Selaian ingin memanjakam si Otong, sang kakek ini juga ingin memanjakan “si entong” miliknya. Sebab dari gerak-geriknya, Ny. Tarni memang bisa digarap. Kelihatannya pembawaan si besan memang jinak-jinak merpati, tapi jangan salahkan orang bila nanti nelur sendiri!

Keluarga mantunya memang tak punya pembantu, sehingga praktis Ny. Tarni sendirian di rumah itu antara jam 08.00 hingga pukul 16.00. Ini medan yang sangat ideal bagi Winadi. Mulailah dia menggerilya besannya. Awalnya memang menolak, tapi setelah ketemu “pengapesannya” di ujung telinga, dia hanya klepeg-klepeg ketika dibimbing Winadi ke kamar. Di situlah kemudian terjadi aksi pornoaksi tidak resmi.

Aksi selingkuh di rumah menantu dengan lawannya besan pula, memang sangat riskan. Maka setelah dua tahun “dimakan di tempat”, beberapa hari lalu Tarni dibawa ke sebuah hotel di Gombel, Semarang selatan. Di sanalah kemudian mereka berpacu dalam birahi secara total. Di samping suasananya sangat baru, Winadi kala itu memang memaki obat perangsang. “Aku belakangan memang sudah mengalami perjuangan hidup,” katanya terus terang.

Hari itu agaknya kesialan menyapa. Ketika Winadi hendak mengulang sukses di ronde ke dua, tiba-tiba dia kejang-kejang tepat di atas perut Ny. Tarni, lalu terkulai sebelum mencapai finish. Besan gatelan itu mengemasi bajunya, baru lapor ke satpam hotel. Sungguh Ny. Tarni tak bisa membayangkan, resiko apa yang bakal diterima setelahnya. Masak anak satu ranjang, antar besan ikutan pula dalam satu ranjang?

http://beritaseru.blogspot.com/

——————————–
kumpulan cerita seks wanita disetubuhi pria – kisah seks perempuan korban persetubuhan lelaki – cerita-cerita seks menyetubuhi cewek – kisah-kisah seks gadis dipaksa bersetubuh oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki

kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki
—————————————–

Setelah Menemani Tidur

Kelewatan betul si Donald, 40, dari Sleman (DIY) ini. Anak gadis tetangga disuruh nemani tidur putrinya, tapi pada gilirannya Nana, 17, yang sekel nan cemekel itu malah ditiduri sendiri. Ketika digelandang ke Polres Sleman, enak saja dia bilang: “Siapa orangnya yang tahan Pak, ditinggal bini jadi TKW sampai bertahun-tahun,” ujar Donald dengan wajah tak berdosa.

Apapapun alasannya, Donald tak bisa seenaknya mengorbankan gadis tetangga untuk medan penyaluran libidonya. Dia harus mendekam di balik tembok dingin dengan tuduhan perkosaan. Maka para tetangganya di Desa Kalasan Kecamatan Kalasan itu pun geleng-geleng kepala. Pantas saja dia tahan berlama-lama jauh dari istri, karena dia ternate punya perempuan alternatip. Layak, layak (pantesan), kata penduduk.

Nana memang tetangga dekat dengan Donald, bahkan dia merupakan teman main putri semata wayangnya, Dinda, 16. Ketika bini masih ada di samping dan bawahnya, tokoh Nana tak pernah masuk agenda malam Donald. Soalnya dia masih surplus, setidaknya dalam soal pemenuhan gejolak dan gairah lelaki di kala malam dingin tiba. Istrinya yang setia, akan memenuhi keinginan Donald kapan saja, di mana saja sambil minum…. Cocacolaaaaa!

Gelombang kehidupan manusia selalu berputar, ekonomi Donald tak kunjung membaik sejak tahun 2005 lalu. Maka demi stabilitas asap dapur, istrinya terpaksa cari terobosan menjadi TKW di Timur Tengah. Berat sebetulnya baginya, sebab dengan kepergian bini, ada sesuatu yang hilang dalam kehidupannya. “Masak sih, untuk urusan perut, aku harus mengorbankan urusan di bawah perut,” kata batin Donald.

Enak nggak enak, nyaman atau tidak, demi masa depan Donald terpaksa mengijinkan istrinya memburu real ke Arab Saudi. Dan nyatanya, sejak bininya jadi TKW, ekonominya mulai membaik. Saban bulan sang istri bisa kirim duit secara ajeg. Donald dan anaknya bisa lagi makan 3 kali sehari, pakaian utuh dan sawah yang tergadai pun bisa kembali lagi. Donald tak lagi perlu mengencangkan ikat pinggang.

Namun yang di bawah ikat pinggang bagaimana? Lha ini yang kacau balau. Sejak bininya pergi 6 bulan sebelumnya, Donald mengalami puso dan peceklik luar binasa. Di kala ada istri, seminggu minimal tiga kali dia masih bisa menjalankan “sunah rosul” secara ajeg dan rutin. Tapi setelahnya, tiap malam dia ngaplo, alias tanpa kegiatan yang signifikan dan relefan. Mendadak suhu udara di Kalasan turun sampai 5 drajat di bawah nol.

Ya kalau laparnya perut sebagaimana jemaah haji Indonesia di Mekah sana, Donald masih bisa bertahan. Tak ada katering, di Sleman kan banyak warung. Tapi kalau laparnya yang di bawah perut, ya ampuuuuun, bagaimana cara mengantisipasinya? Di kala pusing tujuh keliling ini kemudian Donald muncul ide gila, setelah mana disponsori oleh setan. “Kan ada tetanggamu yang gadis manis. Gitu aja kok repot….!,” katan setan.

Anak gadis tetangga itu akhirnya masuk agenda pemikiran Donald. Kok betul juga ya, anaknya cantik, sekel, putih bersih lagi. Dia spontan ingat kedekatannya dengan putrinya, si Dinda. Bagaimana jika anak tetangga yang bernama Nana tersebut disuruh menamani tidur putrinya saja. Dan ketika wacana itu disampaikan ke putrinya, Dinda mau dan ternyata Nana pun tak keberatan, asalkan insidentil saja.

Nana pun mulai suka tidur di rumah Donald, menemani Dinda. Seminggu dua minggu, situasi mantap terkendali. Tapi pada minggu ketiga, lelaki kesepian itu tak bisa lagi menyimpan gejolak nafsunya. Gadis yang baru tidur itu langsung ditindih dan digerayangi. Awalnya berontak, tapi karena diancam akhirnya Nana bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Donald.

Kejadian itu membuat Donald ketagihan, sehingga lain kali diulang-ulang. Rupanya Nana sendiri keenakan, sehingga kini dia bisa melayani dengan rileks. Tapi pada beberapa hari lalu, di saat gadis itu “melayani” lelaki tetangganya, kepergok ibunya sendiri. Tentu saja urusan jadi panjang. Donald dilaporkan ke polisi Polsek Kalasan, dengan tuduhan perkosaan. Padahal kejadiannya sudah berulangkali.

—————————————
kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki
—————————————–

Pameran Mesum Kakak Ipar

Cara-cara Orde Baru dalam mengemudikan negara, rupanya ditiru pula oleh Tinggal, 30 tahun, untuk mengendalikan rumahtangganya. Jaman Orba, pameran pembangunan selalu digalakkan. Tapi di rumah lelaki bejad dari Cirebon ini, hampir setiap malam diselenggarakan pula pameran…. persetubuhan. Suerrrr, Tinggal setiap menggauli istrinya selalu dipamerkan pada adik iparnya, Mawar, 17 tahun. Alasannya, bila setelah berumahtangga kelak sudah tidak canggung lagi. Gila!

Ini memang kisah paling edan dari kompleks Mejasem Permai, Kosambi, Kota Cirebon. Bapak dua anak ini sudah putus tali moral dan malunya. Masak urusan yang sangat pribadi antara suami istri, dipertontonkan pula pada adik iparnya. Atau barangkali Tinggal memang terlalu cepat menerima perubahan zaman? Di era keterbukaan seperti sekarang, baginya rahasia ranjang juga perlu disosialisasikan pada adik iparnya. “Adikku kan juga punya hak memperoleh informasi,” kata Tinggal sok pintar.

Namun di balik itu semua, Tinggal memiliki agenda tersembunyi bagi si Mawar. Sebetulnya dia sangat syurrrr dan tertarik berat pada kemolekan adik iparnya tersebut. Di mata Tinggal, Mawar merupakan cewek yang paripurna, jauh lebih mulus dari Imah istrinya sendiri. Dia lebih sekel nan cemekel, cantik dan menggemaskan. Ingin menimangnya, ingin Tinggal mengendongnya, tapi gendong depan!

Tapi segala hasrat dan aspirasi arus bawahnya ini cuma sebatas wacana, Tinggal tak berani menyatakan, apa lagi mendeklarasikan di alun-alun semacam partai. Hanya gerak-geriknya tak bisa dicolong. Setiap melihat Mawar yang putih mulus, jantung Tinggal berdegup keras, kelenjar adrenalinnya bekerja, persis penderita jantung akut. “Oo Mawar malam, bolehkah aku berkencan dengan tuan….,” kata batin Tinggal seperti lagunya Ismail Marzuki saja.

Akan tetapi di mana pun sama. Setiap lelaki yang jatuh cinta, dia menjadi kaya ide, sarat gagasan cemerlang. Seperti Tinggal itu tadi, agar agenda politiknya tak tercium secara nyata, dia menerapkan cara-cara nan vulgar (kampungan). Misalnya, ketika dia sedang menjalankan sunah rosul bersama istri, sengaja kamarnya tak dikunci. Maksudnya jelas, bila adik iparnya masuk ke kamar pribadinya, dia langsung bisa menyaksikan bagaimana Tinggal tengah mengadopsi adegan Zaini Yahya-Maria Eva.

Akal bulus Tinggal mengena sasaran. Sekali waktu Mawar memergoki kakak iparnya berhubungan intim dengan istrinya. Sang ipar mundur teratur, tapi lelaki bejad ini malah bilang: nggak apa, nggak apa, masuk saja.Keruan saja Imah istrinya memarahi suami, tapi Tinggal tak kurang galaknya. “Biarkan saja, mah. Kalau kamu menolak, tak bunuh kamu,” ancam Tinggal bagaikan Kadir Srimulat saja.

Tinggal beralasan, sebagai gadis dewasa, sudah saatnya Mawar mengetahui rahasia suami istri tersebut. Katanya, dengan melihat langsung, dia akan menjadi lebih dewasa, sehingga kelak setelah berumahtangga, Mawar takkan canggung lagi menghadapi malam pertama. Jadi adik ipar harus dikondisikan, harus dipersiapkan. Pinjam istilah jaman Orde Baru dulu, Mawar harus menjadi manusia yang siap pakai! Persaingan semakin keras.

Istri Tinggal tak bisa melawan. Meski jengah, lain waktu dia harus merelakan adegan paling intimnya disaksikan oleh adik kandungnya. Mawar sendiri menonton dengan terpaksa, sehingga dia menutup wajahnya pakai jari jemari. Tapi Tinggal melarangnya, tak usah ditutup-tutupi. “Kalau ditutup juga, jari jemarimu jangan rapat, biarkan renggang-renggang saja, gitu loh….,” kata Tinggal tanpa punya rasa malu.

Ketika eksposisi gila itu sudah menjadi tradisi rumahtangga, barulah Tinggal melangkah ke target sebenarnya. Di saat istrinya sedang palang merah, dia gentian menggilir Mawar. Awalnya adik ipar ini berontak. Tapi karena memang sudah dikondisikan agar menjadi manusia siap pakai, dia tak bisa menolak ajakan gila kakaknya. Dan ternyata kayak iklan biscuit di teve, enak juga ya; sehingga Mawar pun bablas, dan wes hewes hewes…., bablas prawane!

Aksi mesum bersama Mawar menjadi sebuah rutinitas, tanpa diketahui Imah sang kakak. Tinggal pun semakin bahagia, wajah ceria! Bagaimana tidak? Sementara Aa Gym dam Zaenal Maarif poligami diributkan, sesungguhnya dia sudah “mempoligamikan” diri tanpa diketahui masyarakat. “Jadi kecanggihan berpolitik tak hanya milik orang Senayan (baca: DPR) saja,” kata Tinggal bangga.

Hanya saja tak selamanya Tinggal mengalami panen raya. Beberapa hari lalu, saat dia menggarap Mawar, kepergok istrinya. Langsung dia loncat indah non PON, sementara si adik ipar juga mengaku bahwa diperlakukan demikian sudah dua tahun berjalan. Tentu saja Imah marah besar. Suami celamitan tersebut dilaporkan ke polres Cirebon, dan Tinggal pun harus menapaki karier barunya di balik terali besi.

—————————————
kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki
—————————————–

Ngamuk Di Rumah Pacar

Kasihan si Dono, 31, dari Solo ini. Baru saja kehilangan pacar, hampir pula hilangan nyawa. Pasalnya, dia melabrak ke rumah Melati, 25, yang menikah diam-diam. Karena Dono pakai main geledah segala, keluarga si cewek kesal, pemuda patah hati itu diteriaki maling. Habislah dia….!

Antara Dono – Melati sebetulnya sudah cukup lama menjalin cinta. Cuma gaya pacaran anak Solo ini mirip kritikan Megawati pada SBY, seperti menari poco-poco. Maju beberapa langkah, lalu mundur lagi beberapa langkah. Sebagai cewek yang takut dikejar umur, tentu saja Melati tidak sabar. Dia sudah minta ketegasan, kapan dilamar, tapi tak ada ketegasan juga. “Cari calon istri jangan macam beli durian, dicium dan diraba segala, tapi nggak dibeli…,” kata Melati ketus kala itu.

Namun sindiran dan teguran sang kekasih tak juga membawa Dono pada langkah serius. Dia terus saja berjanji, katanya: secara onderdil memang siap, tapi materil belum mampu. Dono pun lalu berfalsafah segala bahwa cinta itu tak bisa dinikmati dengan perut kosong. Karenanya, sambil menunggu ekonomi mapan, sebaiknya perkawinan ditunda dulu. Ibarat pedang, makin dimundurkan ayunannya, pastilah akan lebih tajam dan kuat sabetannya.

Gemas sekali Melati, sehingga akhirnya dia menikah dengan pemuda lain, yang sebetulnya kurang begitu sreg di hatinya. Tapi bagaimana lagi, Dono tak bisa diharap terlalu banyak, sedang ayah ibunya selalu mendesak menikah dengan alasan ingin segera momong cucu. Untuk tidak menyakiti hati sang doi, sengaja Melati menikah secara diam-diam. Apa lagi kawinnya, makin diam-diam lagi, tak boleh ada yang tahu. Tahu-tahu Melati dan suaminya mandi melulu.

Enak bagi Melati, sangat menyakitkan bagi Dono. Itu pasti. Meski sudah dirahasiakan sedemikian rupa, pada akhirnya Dono mengetahui juga perkawinan tersebut. Dia marah dan kecewa, sehingga melabrak ke rumah mantan kekasihnya di Jalan Kaligarang Raya, Petompon, Gajahmungkur, Semarang. Gayanya kemaki (sok), ketuk pintu secara kasar. Ketika diberi tahu bahwa Melati tidak di rumah, dia malah main tendang pagar segala.

Namun bukan itu saja. Dono sudah seperti polisi saja, main geledah ke dalam kamar, membuka almari dan melongok kolong ranjang. Tentu saja ibu Melati jadi panik. Tanpa pikir panjang lagi, dia teriak: maliiiiiing! Akibatnya fatal. Dalam hitungan detik warga berdatangan dan mengeroyok Dono hingga babak belur. Sebetulnya anak muda ini telah menjelaskan jati dirinya, tapi masa yang tak kenal dia terus saja menghajarnya.

Marah dan emosi warga baru terhenti ketika ada polisi yang turun tangan. Berdasarkan pemeriksaan, ternyata tak ada bukti bahwa Dono sebagai maling. Keluarga Melati juga menjelaskan bahwa pemuda itu sebetulnya bekas kekasih putrinya. “Dia marah, karena kami tak bisa memberikan keterangan memuaskan,” kata ibu Melati. Dono pun dilepaskan, tapi tetap saja tak bisa ngglawat (bangun), sehingga polisi terpaksa membawanya ke rumahsakit terdekat.

Apes amat. Kekasih hilang, nyawa hampir juga melayang.

—————————————
kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki
—————————————–

Bukan Lanang Kemangi

Karena terpaksa, Joni, 40, membiarkan dan memahami kenapa istrinya selingkuh. Tapi sangat disayangkan, sahabat sendiri di kampung justru selalu meledek dan mengolok-oloknya sebagai lanang kemangi (lelaki penakut). Tak tahan dengan ejekan yang jadi makanan sehari-hari, terpaksalah Joni menggorok leher Koko, 36, lelaki tetangganya itu. Dan akibat ulahnya tersebut, lengkaplah predikat Joni sebagai penjahat kambuhan.

Ada asap, karena ada api. Tapi ada api, belumlah tentu ada asap, begitu kata PLN. Kata Joni lain lagi, tak ada asap di dapur, kemarahan istri di rumah bisa berapi-api lho. Dan ini dia telah betul-betul mengalami. Gara-gara dia nganggur, istrinya bawaanya marah melulu. Ujung-ujungnya, Dahlia, 34, ogah-ogahan ketika diajak menjalankan “sunah rosul”. “Nggak, nggak, nanti kalau punya anak lagi tambah repot,” begitu dalih sang nyonya.

Lelaki di manapun sama, sangat peka dan sensitiiiip dalam urusan satu itu. Lantaran selalu “diembargo” bini ketika hasrat menyala-nyala, Joni pun lalu menghalalkan segala cara. Melihat motor “tak bertuan” di pinggir jalan, langsung disikat dan kemudian dilempit jadi duit. Hasil tindak kriminalitasnya lalu diserahkan pada bini. Dahlia yang tak tahu asal-usulnya uang, menerima saja uang itu. Mendadak dia ramah pada suami dan ….siap untuk dijamah!

Akan tetapi, baru sehari menikmati “bulan madu”-nya sebagai suami istri, polisi datang dan penjahat pemula itu dikeler (diseret) ke kantor polisi. Pasal 363 KUHP telah menunggu Joni, dan ketika hakim di PN Banyuwangi memvonisnya 6 bulan penjara, lelaki dari Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar ini tak bisa menolak. Itu artinya, selama setengah tahun dia harus berdingin-dingin di sel penjara, berdingin-dingin jauh dari istri.

Hari-hari sepi itu dilalui Joni dengan gelisah. Begitu pula Dahlia istrinya, sejak suaminya dikandangkan, dia terlantar secara multidimensi. Jaminan urusan perut tak lagi berkesinambungan, jaminan yang di bawah perut semakin enggak keruan. Maklum, suaminya hanya penjahat kelas teri, tak dapat cuti napi, tak bisa nyambangi istrinya sebagaimana lazimnya penjahat kelas kakap.

Sebagai wanita muda yang masih enerjik dan kaya vitamin A sampai Z, Dahlia tak tahan dengan kondisi itu. Walhasil, selama Joni “bertapa” di LP Banyuwangi, dia malah menjalin asmara dengan lelaki lain. Dengan cara begitu kembali dia memperoleh jaminan memadai dari jalur atas hingga jalur bawah. Pinjam istilah orang Telkom, kabel sekunder maupun kabel primer kini siap dioperasikan lagi.

Akan tetapi Dahlia juga tak tega melakukan “resufle terbatas” alias minta cerai pada suami. Karenanya, meskipun perselingkuhan itu tetap ada, tapi jangan harap mencapai finish hingga KUA. Prinsip Dahlia kini, buka aurat dalam rangka adu urat, hayolah. “Tapi untuk surat-surat, janganlah…,” begitu ujarnya saat memberi pengertian pada pacar gelapnya yang maunya nyosor terus itu.

Yang namanya selingkuh, tetap saja merusak citra dan menghacurkan nama keluarga. Karenanya Joni juga sangat bersedih ketika dia bebas 6 bulan kemudian dapat kabar istrinya bermain serong. Tapi merujuk pada hukum sebab akibat, akhirnya dia bisa memahami. Dahlia berbuat seperti itu akibat ketidakberdayaan dirinya sebagai suami. Jadi bila meminjam istilahnya pejabat Orde Baru dulu, Joni meski prihatin tapi bisa memahami!

Akibatnya, dia berlagak pilon saja ketika Dahlia masih juga menjalin asmara di bawah tanah. Celakanya, seorang sahabat bernama Koko, malah mengolok-olok dan meledek ketidakberdayaan Joni sebagai lelaki. Di mana harga dirinya sebagai suami dan lelaki, istri dibawa-bawa orang kok tinggal diam. “He he he, kamu memang suami lanang kemangi, he he he….” ledek Koko selalu.

Ngeledek gaya Koko memang tak kenal berhenti. Setiap ketemu Joni selalu dia berpantun yang menyakitkan: pohon kepuh dipagar besi, main tarik bisa kejepit baja; istri selingkuh kok tak bereaksi, lebih baik potong titit saja! Lebih menyakitkan lagi, pantun edan itu selalu diucapkan sambil ketawa-ketiwi. Sudah barang tentu Joni menjadi semakin sakit hatinya.

Kesabaran suami Dahlia ini benar-benar habis. Beberapa hari lalu dia melabrak ke rumahnya. Sebelum pantun menyakitkan itu keluar dari mulutnya, Joni langsung membabatkan golok ke leher sahabatnya tersebut. Koko ambruk dengan leher kiwir-kiwir nyaris putus. Sementara nyawa sahabat itu lepas dari badan, Joni pun jadi urusan Polres Banyuwangi. “Tapi aku puas berhasil mengeksekusi si mulut ember,” katanya di depan petugas.

—————————————
kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki
—————————————–

Antara CLBK Dan CLBM

Ini kisah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) yang berakhir CLBM (Cinta Lama Berujung Maut). Soalnya, Bunga, 40 tahun, kemudian malah merongrong harta George, 48 tahun, yang dulu katanya juga sangat dicintai. Dan lelaki beranak empat itu tak sudi dibohongi terus-terusan. Di kala dia sudah bangkrut total, Bunga pun harus membayar mahal. Penguras harta itu dikuras nyawanya sekalian, sehingga warga Gresik (Jatim) itu pun gempar.

Demi cinta orang memang rela berkorban apa saja. Tapi ketika cinta itu kemudian dikhianati, urusan mati pun bukan menjadi hal yang ditakuti. Dan inilah jalan pintas yang diambil Pak Haji dari dari Kecamatan Ceremai, Kabupaten Gresik. Bunga yang selama ini sangat dicintai, akhirnya mati di tangannya sendiri. Bayangkan, ngakunya janda, tak tahunya masih punya keluarga. Yang paling menyakitkan, katanya masih cinta, tapi ternyata hanya mengharapkan dia punya harta.

Orang-orang seluruh warga kampungnya dulu tahu bahwa George sekitar 20 tahun lalu menjalin asmara dengan Bunga, gadis tetangganya. Tapi orangtuanya tak setuju, sehingga dia kemudian malah dijodohkan dengan Purwanti, istrinya kini. George sebetulnya tak mencintai, tapi karena cantik dan malam hari kedinginan selalu, empat anak lahir juga. “Biar gliyak-gliyak, wong ya penak (biar ogah-ogahan tapi kan juga enak),” kata George.

Lamanya putus hubungan dengan Bunga tak menjamin bahwa George melupakan cinta pertamanya. Buktinya, setahun lalu mantan kekasih itu muncul kembali dan mengaku sebagai janda. Langsung saja jantung George jadi ser-serrrran, karena dia ingin kembali merajut benang kasih yang telah putus bercerai berai. Awalnya Bunga tak menanggapi dengan alasan tak mau mengganggu rumahtangga orang. Prinsipnya, tangisnya kaumku tangisku juga!

Akan tetapi bukan begitu si George. Baginya kini, dengan status janda, memacari Bunga menjadi terbuka luas, dan dia ingin membayar kasih dan rindunya yang belum tertunaikan. Kalau pun ada resiko, paling-paling ke Kantor Urusan Agama, alias nikah. Beda halnya jika Bunga masih punya suami, ketahuan selingkuh resikonya Kantor Urusan Polisi alias dipidanakan. “Jadi ya sikat saja Bleh, karena takkan ada peluang itu muncul dua kali,” kata setan mengompori.

Prasarana dan fasilitas untuk berselingkuh bagi George memang sangat menunjang. Di samping kemampuan onderdil, secara materil kini juga telah serba memiliki. Ada mobil, ada duit. Maklum, George kini adalah pengusaha air mineral yang cukup sukses di Gresik. Jadi wajar-wajar sajalah, banyak harta banyak cita-cita. Baginya, kelon bersama Bunga takkan menghabiskan air mineral satu galon!

Akan halnya Bunga, melihat kesungguhan mantan kekasihnya, dia tak bisa menolak. Maka ketika diajak ke hotel, mau saja. Bagi George, meski kini tinggal menjadi “generasi penerus” alis barang restan, asyik-asyik juga. Biar kini Bunga sudah agak tua sehingga agak alot-alot dicokot, nyatanya masih hot juga. Dan pengusaha air mineral itu semakin yakin, seks dengan cinta ternyata memang indahnya ruarrr biasak.

Perselingkuhan itu menjadi sebuah rutinitas, apalagi Bunga selalu diberi uang setelah kencan. Tapi pada sekian bulan kemudian dia mengaku bahwa masih punya suami. Kaget juga George, tapi karena kadung keasyikan, akhirnya ya ogah untuk menghentikan. Padahal di detik itu pula dia baru menyadari bahwa telah masuk perangkap. Ternyata Bunga hanya mencintai materilnya, bukan onderdilnya!

Aksi jebak Bunga makin nyata ketika belum lama ini dia minta uang Rp 50 juta pada George dengan alasan untuk kebutuhan mendesak. Katanya, bila tak mau memberinya, perselingkuhan itu akan diadukan pada suaminya yang karyawan Petrokimia, Gresik. Tentu saja George panic. “Tunggu, tunggu, uang itu akan kusiapkan,” kata sang pengusaha.

Hanya saja, George sesungguhnya tak punya niat secuilpun memenuhi tuntutan itu. Sebab dia merasa, hartanya banyak ludes juga karena dirongrong Bunga. Maka ketika beberapa hari lalu “janda” itu ikut dalam mobilnya untuk mengambil uang yang Rp 50 juta, langsung dihantam pakai kunci ban hingga pecah kepalanya dan tewas. Meski pada akhirnya jadi urusan polisi, warga Kebomas itu merasa puas karena telah berhasil melampiaskan nafsu dan dendamnya.

http://beritaseru.blogspot.com/

—————————————
kumpulan cerita seks wanita dilecehkan pria – kisah seks perempuan korban pelecehan lelaki – cerita-cerita seks melecehkan wanita – kisah-kisah seks gadis dipaksa berhubungan seks oleh laki-laki

kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda

sms/call: 08562346699

 

kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda
——————-

 

Kesrimpet Gelung Konde

Agaknya Masto, 50 tahun, oknum DPRD dari Sukoharjo (Jateng) ini tak mau berkaca pada pengalaman. Di Jakarta baru saja ada anggota dewan mental dari Senayan gara-gara menyelingkuhi penyanyi dangdut, lha kok dia malah coba-coba dhemenan (selingkuh) dengan janda pemilik salon. Maka bila penyelidikan menguatkan laporan yang diterima polisi, maka Masto harus siap-siap mengikuti jejak Yahya Zaini yang di Jakarta.

Tak bisa dipungkiri bahwa kesejahteraan wakil rakyat di manapun jibar-jibur (makmur) meski hanya tingkat kabupaten. Maka Masto yang mewakili sebuah partai ini juga sangat sejahtera ketika duduk di DPRD Sukoharjo. Selain gaji tetap, uang reses, uang kunjungan kerja, juga selalu antri masuk kantong. Padahal di profesi lain, dia juga penghasilan tetap. Jadi Masto memang surplus.

Ironisnya, dia ini termasuk lelaki yang tak bisa bersyukur di muka bumi. Duit banyak bukan dimanfaatkan untuk keluarga, tapi justru diinvestasikan di bidang keperempuanan. Diam-diam dia menjalin asmara dengan Lisa, 35 tahun, janda muda pemilik salon di Jajar, Lawiyan, Solo. Tahu sendiri kan, pemilik salon biasanya cantik. Begitu pula sang Putri Solo, selain betis dijamin mbunting padi, kulitnya putih bersih dan mulus laksana pualam.

Kalau Lisa mengenakan kebaya, wih…wih, mata lelaki melotot sampai nyaris copot dari kelopaknya. Janda pemilik salon itu demikian sempurna. Pantatnya nampak njedit (sensual), lalu jalannya pelan-pelan, sandal jinjit yang dikenakan berbunyi ciet, ciet. “Dasaaaaar putri Solooooooo….,” begitu kata Masto kelepasan, gara-gara saking terpesonanya.

Awalnya Masto hanya sekadar jadi pelanggan salon, tapi gara-gara kecantikan Lisa dia pun menginginkan….kelon. Maka diam-diam dia mendekati janda cantik itu secara intensif. Dan ternyata gayung pun bersambut. Soalnya ya itu tadi, untuk urusan perempuan Masto memang royal. Pada Lisa dia selalu nyah-nyoh (mudah memberi) dalam hal duit. Wakil rakyat ini memang punya prinsip, jer basuki mawa beya (mau sukses harus keluar modal).

Hanya hitungan minggu, Lisa sudah bisa dibawa ke hotel. Di situ dia kemudian mengadakan studi banding. Bukan studi banding yang sampai ke Eropa dan Jepang, tapi sekadar studi membandingkan bagaimana bedanya dengan “pelayanan” bini di rumah. Ternyata…., Lisa memang luar biasa. Daya cengkeramnya hebat, nyaris seperti ban Goodyear. Tinggal Masto yang merem melek, matanya sampai terbalik nampak putihnya doang!

Keasyikan Masto bersama janda muda ternyata tak berumur panjang. Soalanya anak gadisnya yang bernama Titik, 24, mencium skandal ayahnya. Maka janda pemilik salon di Jajar itupun dilabrak, diomeli, dicaci maki entek amek kurang golek (habis-habisan). Nama-nama penghuni bon-bin Njurug termasuk yang di Gembiroloka Yogya, semua disebut buat ngomeli Lisa. “Mau gatel silakan saja, tapi mbok jangan ngganggu bapak saya,” kata Titik nyaris tanpa titik koma.

Ujung pertikaian ini semakin seru. Lantaran sang ayah tak mau peduli dengan keberatan putrinya, Titik membawa kasus ini ke Polres Sukoharjo. Sedangkan polisi lalu meneruskan pemeriksaan hingga di gedung wakil rakyat. Dampaknya luar biasa. Masto mau segera diperiksa. Bila ternyata benar semua apa yang dilaporkan Titik anaknya, maka Masto harus siap-siap lempar handuk sebagai wakil rakyat. Gara-gara kesrimpet gelung konde, dia harus duduk manis di rumah mengikuti jejak Yahya Zaini.

———————–
kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda
——————-

Matinya Pahlawan Sia-sia

Agaknya yang namanya pahlawan itu selalu harus mati dulu. Seperti Waldi, 25 tahun, dari Semarang ini contohnya. Maksud dia baik, ingin menegur dua sejoli yang keasyikan berselingkuh. Tapi karena salah cara penyampaian, pasangan mesum Ratna – Irfan pun jadi tersinggung. Tadinya mau membunuh Indro suami Ratna, tapi akhirnya pisau itu malah dikirim ke perut Waldi, jusss! Matilah pegawai LIK (Lingkungan Industri Kecil) itu secara sia-sia.

Tatkala kemiskinan membelit, wanita sering menjadi tak tahan menderita. Kesetiaan pada suami tererosi, akibat intervensi ekonomi dari luar. Seperti Ratna dari komplek Sedayu Indah Semarang Timur ini misalnya, kurang apa kesetiaannya pada Indro, 29 tahun, suaminya? Tidur saja tak bisa merem sebelum suami di sampingnya, sukur-sukur di atasnya. Tapi semenjak penghasilannya makin mengecil, tapih (kain) miliknya pun mulai melonggar, sehingga bisa diterobos lelaki lain.

Istri macam Ratna maunya memang selalu hidup enak. Menjadi bini Indro dia berharap bisa ongkang-ongkang kaki, tahunya mamah (makan) dan mlumah (melayani di ranjang) saja. Padahal, Indro bukanlah anggota DPR yang selalu banjir duit, tapi hanya pekerja rendahan di komplek LIK, Semarang. Gajinya sebulan kecil sekali, nyaris seperti yang diterima abdi dalem atau KRT. Tapi Indro sendiri sebetulnya termasuk KRT juga, yakni kurang turu (kurang tidur) karena sering kerja lembur.

Keinginan Ratna sebagai istri Indro lumayan banyak. Sesuai dengan kecantikan dirinya, dia mandi harus selalu pakai sabun wangi, tak mau yang cap tangan, apa lagi sabun colek. Baju-baju harus keluaran butik, daster-daster pun yang bermerk Kencana Wungu. Bila ibu-ibu tetangga punya apa, Ratna ingin memiliki juga. Tapi karena duitnya memang cekak, Indro hanya bisa mengiyakan dan manggut-manggut macam Pak Harto. Tapi duit tak keluar sesen pun.

Adalah Irfan, 25 tahun, lelaki kenalan baru Ratna. Sekali waktu dia mampir ke perumahan Sedayu Indah dalam rangka mencari familinya. Ketemu Ratna yang cantik nan putih bersih, sebagai lelaki normal langsung pendulumnya kontak. Rupanya aspirasi arus bawah bini Indro ini begitu juga, apa lagi Irfan datang dengan bawa mobil sedan mulus. Setelah perkenalan itu, hubungan keduanya pun berlanjut. Dari datang langsung maupun telpon dan SMS-an.

Hati kecil Irfan sebetulnya lumayan kecewa, karena ternyata Ratna sudah memiliki suami. Tapi kebimbangan itu minggir sendiri, ketika si setan mulai mengompori. Katanya, jaman era gombalisasi begini, menyelingkuhi bini orang mah biasa. Yang penting yang diajak selingkuh mau, habis perkara.. “Ayo, kamu mau nyelingkuhi bini siapa? Aku siap membantumu asalkan nggak minta bantuan duit aja…,” kata setan.

Iman Irfan langsung gugur. Dia lalu mencoba mendekati Ratna. Berdasarkan kondisi sosialnya, lelaki asal Jakarta ini lalu mengintervensi melalui jalur ekonomi. Ratna suka dibelikan apa-apa, yang selama ini sangat didambakannya tapi tak mampu dipenuhi oleh Indro. Dari baju bagus, uang tunai hingga perhiasan. Dan setelah itu, Ratna memang jadi lengket benar. Pendek kata dia bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Irfan.

Dalam hitungan sebulan, Ratna sudah menjadi perempuan kendho tapihe (tak setia suami). Lama-lama Indro pun tahu penyelewengan istrinya. Tapi setiap dinasihati tak menggubris, bahkan mengajak berantem. Ratna pun mulai berani mengungkit masa-masa lalu. “Sampean itu apa, jadi suami hanya modal titit doang. Kalau sudah bosen, pulangkan saja aku pada orangtuaku, wooouwoooo….,” kata Ratna seperti Betaria Sonata.

Orang-orang sungguh tak nyangka, ternyata Indro ini anggota STI alias suami takut istri. Bukan takut digigit, tapi takut kalau sang istri meninggalkannya. Tak tahan pada kebandelan bini, dia akhirnya bercurhat pada Waldi temannya sekantor. Dia minta petunjuk dan nasihat. Tapi karena lelaki sahabat itu juga sama-sama melaratnya, yang bisa diberikan hanyalah petuah dan kutipan kata-kata orang bijak.

Lalu hari nahas bagi Waldi pun tiba. Beberapa hari lalu dia melihat Ratna dan gendakannya menyusul ke LIK saat Indro tak di tempat. Ingat penderitaan sahabatnya selama ini, emosinya bangkit. Dua sejoli yang bukan suami istri ini lalu dimaki-maki. “Mbak Ratna, jadi wanita mbok jangan gatel-gatel amat. Suami kerja di kantor, kok kamu malah kelonan sama siapa itu? Kalau aku punya hendikem, tak syuting kayak Yahya Zaini-Maria Eva, tahu rasa….,” katanya sok pahlawan.

Akibat kata-kata pahlawan kesorean tersebut, Irfan-Ratna jadi tersinggung. Pisau yang tadinya disiapkan untuk mengeksekusi Indro, sore itu juga ditusukkan ke perut Waldi, jusss. Dalam kondisi mandi darah pejuang moral itu diseret dan diceburkan ke sumur, byurrrr. Matilah dia. Hari berikutnya jasadnya baru bisa ditemukan. Berdasarkan bukti-bukti, polisi lalu mengejar Ratna-Irfan yang lari ke Jakarta dan tertangkap di Koja, Tanjung Priok.

———————–
kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda
——————-

Peselingkuh Mencla-Mencle

Kurang apa sabarnya Risanto, 35 tahun, sebagai lelaki? Bininya, Tatik, 28 tahun, diselingkuhi teman, dia tak sampai mengamuk, kecuali hanya minta biaya perceraian ditanggung Garjito, 33, pelakunya. Tapi ternyata begitu sampai jatuh tempo perjajian, peselingkuh muda tersebut malah mengelak. Keruan saja Risanto jadi kalap. Lelaki mencla-mencle itu digebuk bongkotan pring (sebatang bambu) hingga tewas.

Emosi Risanto sebenarnya sejak lama dipancing-pancing oleh kelakuan istrinya. Soalnya dia mendengar kabar selentingan bahwa Tatik ada main dengan Garjito, teman sendiri yang tinggal di Desa Durensawit Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Sayangnya, dia tak pernah menyaksikan sendiri perselingkuhan itu. Bagaimana bisa menyaksikan, wong selama ini dia tinggal di Jakarta sebagai pekerja serabutan.

Magelang – Jakarta memang bukan jarak yang pendek, sehingga tak mungkin Risanto nglajo (pulang kembali) setiap hari. Dia menemui keluarganya hanya sebulan sekali. Tentu saja, selain membawa benggol (baca: uang), dia juga dalam rangka setor bonggol. Maklum, sebulan puasa wanita, siapa pun orangnya tentulah takkan tahan. Apalagi meninggalkan istri cantik macam Risanto tersebut. Rasa rindunya sering mengkristal jadi kemenyan!

Akan halnya Tatik sebagai istri, juga sering menderita terlalu lama ditinggal suami. Dulu ketika Risanto mLita di Magelang, hampir setiap malam bisa goyang. Tapi kini, hari-hari bisa selalu ngaplo (bengong), tanpa kegiatan penuh makna dan dinamika. Pengin dia menyusul ke Ibukota, tapi Risanto melarang dengan alasan belum memiliki tempat memadai. “Yen aku dhewe, manggon ana leng kodhok paribasane, ya isih pantes (jika aku sendirian, tinggal di lobang kodok pun mLita pantas),” kata suaminya kala itu.

Nahan rasa sepi jauh dari suami, memang cobaan tersendiri bagi Tatik. Belakangan dia suka ngulat-ngulet (menggeliat) macam ayam memeti. Punya suami satu yang dimonopoli atas dirinya saja sering kedinginan, bagaimana dengan suami yang dibagi dua macam Aa Gym atau dibagi empat macam Puspo Wardoyo. Lalu bagaimana pula dengan suami yang dibagi sembilan sebagaimana kakek-kakek dari Pemalang itu?

Apesnya, sikap Tatik yang demikian ternyata terpantau oleh Garjito, teman lama Risanto yang tinggal di Borobudur. Sebagai lelaki pakar dalam bidang kewanitaan, dia tahu persis bahwa istri Risanto ini sangat membutuhkan siraman cinta kLita yang merindu. Dan karena Tatik ini sesungguhnya cukup cantik menawan di kelasnya, sudah barang tentu Garjito siap jadi dewa penolong. “Tatik memang enak dikeloni dan perlu,” kata Garjito sambil tenggorokan clegukan saking ngilernya.

Aksi pendekatan pun dimulai. Di kala Risanto di Ibukota, Garjito main ke rumah Tatik di Pakis, Kecamatan Pakis. Malamnya, dengan alasan kehabisan angkutan, dia sengaja mohon menginap di situ. Dan ternyata ini keterusan, katanya hanya menginap semalam, menjadi ngelantur 15 malam alias setengah bulan. Anehnya, Tatik mengizinkan saja, atau memang sudah terjadi simbiosis mutualis (saling memberi dan menerima).

Jago bangkok ngendon berminggu-minggu di rumah babon leghorn, mana mungkin tanpa “berkukuruyuk”? Begitu pula mestinya yang terjadi atas Tatik-Garjito. Pasokan rindu yang biasanya ketemu sebulan sekali, kala itu bisa disuplai sampai glegeken (kenyang). Dan ternyata Garjito menjadi betah sekali lantaran Tatik memang mLita legit dan pulen macam wajik Ny. Weeek atau getuk Trio.

Asyik bagi Tatik – Garjito, sudah barang tentu sangat menyesakkan bagi tetangga kanan kiri. Mereka pun kemudian kirim laporan pada pihak terkait alias Risanto. Tapi ketika sang suami hanya mengecek lewat telepon, Tatik pun bisa menangkis segala kecurigaan suami. “Mereka kan orang sirik aja. Pernah memang Garjito mencarimu, tapi setelah itu dia tak pernah datang lagi,” kata Tatik berkibul-ria.

Meski istrinya membantah perselingkuhan itu, hati Risanto menjadi tak tenang. Dia pun lalu meluncur pulang ke Pakis sebelum waktunya. Ternyata betul, Garjito tinggal di rumahnya. Dengan menahan segala emosinya dia memanggil pengurus RT untuk menyidangkan lelaki seniman alias senang istri teman. Hasilnya cukup memuaskan kedua belah pihak, Risanto siap menceraikan Tatik asalkan dibiayai oleh Garjito.

Akan tetapi ternyata Garjito hanya nggah-nggih ra kepanggih (janji tinggal janji).. Sampai hari H pembayaran biaya perceraian, ternyata peselingkuh muda itu tak menepati janji. Ketika didatangi ke rumahnya di Duren Sawit dia malah berkelit. Risanto kali ini betul-betul emosi, lelaki mencla-mencle itu dipukul batang bambu hingga tewas di tempat. Meski kini dia diadili di PN Magelang, tapi sudah terpuaskan pembalasan sakit hatinya.

———————–
kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda
——————-

Berang Tak Jadi Nunggang

Siapa orangnya yang nggak berang? Sudah dipacari 2 tahun tanpa masyallah, ketika hendak dinikahi kok Winarni, 42, malah memutuskan hubungan. Duda dari Purwokerto bernama Bano, 55, ini malu sekali, sudah kondang kok nggak jadi nunggang. Daripada mbebara wirang, mending mati aja. Maka disaksikan calon anak-anak tirinya, dia nekad menusukkan pisau ke perutnya, jusss! Mati sih tidak, tapi masuk rumahsakit sudahlah pasti.

Ini kisah melankolis seorang lelaki tua. Umur sudah kepala lima, tapi mLita terlalu mengagung-agungkan cinta. Maklumlah, perjalanan cintanya sedari muda kandas. Sejak lima tahun lalu dia hidup menduda, karena istrinya meninggal. Itu berarti, sudah selama satu pelita Bano tak menikmati kelembutan dan kehangatan seorang wanita. Pendek kata dia telah menyatakan “gencatan senjata”, tak peduli tanpa persetujuan PBB.

Tapi Bano memang manusia normal 100 persen. Awal-awalnya dia kehilangan selera pada makhluk lawan jenisnya, sebab dia mLita terobsesi oleh mendiang istrinya. Lagi pula, istri pengganti belum tentu sebaik istrinya dulu. Lebih dari itu, mencari bini kini bukan mutlak untuk kebahagiaan dirinya, tapi juga anak-anaknya. Bisakah mereka menerima kehadiran ibu baru? Kalau tidak, perang Baratayuda anak-ibu tiri bisa terjadi. “Enak di entong, anak-anak nangis melolong-lolong,” kata Bano.

Ibu tiri yang menjadi momok setiap anak, ternyata belakangan bisa diterima oleh ke-7 anak Bano. Mereka sangat memahami aspirasi arus bawah ayahnya. Maka mereka kemudian menyarankan sang ayah kawin lagi. Soal mencuci dan urusan perut Bano mereka memang mLita bisa meladeni. Tapi soal di “bawah perut” ayahnya? Ini masalah krusial yang harus didelegasikan ke pihak lain.

Atas restu dan legitimasi anak-anaknya, Bano mulai milang-miling golek tanding lencir kuning (tengok sana sini cari bini). Mencari yang mLita muda kaya Maria Eva, sebetulnya bisa saja. Tapi Bano malu ati, nanti dikira lelaki tua nggak nyebut (tak ingat Tuhan). Maka sasaran perburuannya ya yang sudah usia kepala empat. “Cantik, putih bersih, lebih disukai yang mau dijak mlarat (diajak miskin),” begitu Bano memberikan kriteria.

Ternyata di kawasan Purwokerto tempat tinggalnya, dia tak menemukan. Baru di kota Tegal, cinta Bano terdampar pada janda STNK dari jalan Ceremai. Wih, orangnya cukup cantik, putih bersih, pakai jilbab pula kalau keluar rumah. Bila ada sedikit cacat, wanita ini sudah punya anak tiga, sama-sama telah berangkat remaja. Bano pun berkalkulasi, tiga ditambah tujuh, jadi sepuluh anak. Ah, kok jadi kayak Aa Gym saja, ketika kawin lagi jadi punya 10 anak!

Ingin sebetulnya Bano segera menikahi janda Winarni itu, agar dapat segera “mbelah duren” jatohan. Tapi sayang dia tak bersedia. Alasannya masuk akal juga, katanya harus ada penjajagan dulu, saling menyesuaikan. Daripada setelah jadi suami istri menyesal, kan lebih baik bubaran sebelum ke KUA. “Sabar ya Tong, masa gencatan senjata terpaksa diperpanjang lagi….,” bisik Bano pada “si entong” miliknya.

Keduanya pun lalu mengadakan penjajagan, dalam arti suka jalan bareng. Tapi ketika mau “dijajagi” seberapa kedalamannya di sebuah hotel, Winarni menolak karena belum halalan tayiban. Jangankan dijajagi, baru mau dicium tangannya saja sijanda menepiskannya. Bano jadi semakin tahu kesadaran agama si janda, maka diapun makin menggunung cintanya.

Agungnya cinta Bano menyebabkan dia mau berkorban apa saja. Ketika Winarni merehab rumah, tanpa diminta dia membantu genting keramik dan pager stenlis. Sebetulnya mau bantu dengan uang tunai, tapi adanya dolar Bolivia. Sayangnya, sudah disumbang materil, Winarni belum juga mau menyerahkan onderdil. Setiap dicolek-colek janda calon istri ini terus saja berkelit. “Sebelum ada surat, tak boleh buka aurat, titik!,” begitu kata Winarni, kali ini tegas sekali.

Hal itu ternyata berbuntut panjang. Winarni kembali menjauh, padahal hubungan sudah berjalan 2 tahun. Paling mengagetkan, ketika Bano minta ketegasan, si janda malah menyatakan: putus! Wah, malu sekali si duda kasmaran, sudah kondang kok batal nunggang (naik). Katanya kemudian, ya sudah kalau begitu. Tapi Bano lalu mengambil pisau dan ditusukkan ke perutnya, juss. Winarni dan anak-anaknya pun terpekik, mereka melarikan calon bapak tiri itu ke RSUD Kardinah.

———————–
kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda
——————-

Yang Jatuh Di Pelukan Tetangga

Andaikan Jono, 40 tahun, tak ada main dengan bini tetangga sendiri, niscaya dia bisa bertahan pada posisinya sebagai pamong desa, setidaknya hingga 2009 nanti. Tapi begitulah, lelaki di mana saja sama; tak tahan lihat pantat gede dan dada montok. Baru ketemu Ny. Lita, 34 tahun, tetangganya yang semog (seksi) dan putih macam penyanyi Alda, sudah klepek-klepek lupa kedudukan. Maka ketika perselingkuhan itu terbongkar, dia dipaksa mundur dadi jabatannya.

Tokoh keagamaan dan pemuka masyarakat sering bilang bahwa anak adam bisa lupa daratan karena tiga ta, yakni: harta, tahta dan wanita. Buktinya kini seabrek-abrek. Anggota DPRD sampai gubernur diadili gara-gara korup, politisi main curang dalam pilkada karena haus tahta. Dan terakhir, Yahya Zaini anggota DPR mental dari Senayan dan jatuh dari pohon beringin karena “ndangdutan” di ranjang bersama penyanyi dangdut Maria Eva.

Ini peringatan berharga bagi para pemegang kekuasaan, termasuk penguasa kelas teri sebagaimana pamong desa Jono, dari Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Melalui teve di rumahnya, dia juga sering menyaksikan kaca benggala kehidupan tersebut. Tapi ketika dirinya tengah jatuh kasmaran pada bini tetangga sendiri, dia mencoba berlagak pilon saja. “Ah itu kan bagi mereka yang kelas tinggi, bagi saya-saya ini, nggak sampai begitu, lah iyauwww,” begitu katanya menghibur diri.

Kalau boleh berterus terang, pamong desa Sawahan Kecamatan Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul ini memang sedang “nyawah” di tetangga sebelah rumah. Jika suami Lita pergi, Jono suka “nyangkul” bersama wanita itu. Pacul mLita muda, ketemu lahan gembur banyak komposnya, tentu saja cangkulannya dalem-dalem. Di malam yang sepi Jono-Lita suka goclak-gaclok “mencangkul” hingga mandi keringat.

Lita memang “sawah” yang enak dicangkul dan perlu. Orangnya cantik, bodi sekel nan cemekel macam penyanyi Alda. Maka sejak kenal pertama beberapa tahun lalu, Jono jadi suka ngglibet mengadakan pendekatan. Gila memang, orang wanita berkulit putih bersih itu mLita punya suami, kok ditelateni juga. Dicolek pertama kali, Lita berkelit. Ketika Jono menegurnya, reaksi bini tetangga itu enteng saja. “Aku tak biasaaaa…..,” kata Lita, sungguh mirip penyanyi Alda yang sudah almarhumah itu.

Hanya saja Jono tahu watak wanita pada umumnya, kalau ditelateni terus, yang tadinya ogah-ogah, akan bilang: ah, ah, ahhhhhh! Yang tadinya mau memanggil hansip, bila telah kena pengapesannya, pasti malah bilang: sip, sip, siiiiip! Maka tekad Jono pun semakin mantap, biar diludahi, biar dimaki-maki, Lita akan dikejar terus hingga wanita itu bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

Ilmu Merayu Wanita sistem 50 jam memang sudah dikuasai benar oleh Jono. Ketika keluarga Lita bikin dapur, tahu-tahu dia kirim pasir dan semen satu truk. Meski Lita tak pernah minta, bak Departemen Sosial, pamong desa itu memberikan uang Rp 2 juta. Uang tersebut sesungguhnya bolehnya minjam ke kelurahan lewat kredit PPMK (Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan). Begitulah lelaki, bila ada maunya sok semugih (berlagak kaya). Padahal di rumah, anaknya bayar SPP saja telat melulu.

Disemprot bantuan terus macam lumpur Lapindo, lama-lama Lita melunak juga. Buktinya, dia mulai menerima kunjungan Jono di kala misoanya tak di rumah. Dasar ini yang ditunggu-tunggu sipamong desa, begitu situasinya sangat mantap terkendali, Lita pun ditubruk dan lalu digelandang ke kamar. Memang awalnya berontak, tapi lama-lama ya ah, ah, ahhhhhh. Tadinya mau meringis, sekarang malah mrenges. “Dasar lelaki, kalau belum keturutan nguyaaaaak (mengejar) terus,” kata Lita setelah skore 1-0.

Orang-orang di sekitar rumah Jono-Lita semula tak tahu adanya skandal itu, begitu pula pasangan mereka. Tapi lantaran pamong desa itu semakin berani jadi lelaki subita (suka bini tetangga), penduduk pun lama-lama jadi tahu bahwa pamong desa Jono suka menyelinap ke rumah Lita di kala suaminya pergi. Mereka pun pernah memergoki, betapa laki wanita yang bukan suami istri itu berbagi cinta di ranjang terlarang.

Lembaga desa yang bernama Badan Perwakilan Desa (Baperdes) pun dilapori akan kelakuan bejad pamong Jono. Lebih dari itu penduduk menggelar demo ke kantor camat Ponjong, minta agar pamong jago selingkuh tersebut dicopot. Camat pun lalu memanggil Jono dan diinterogasi, ternyata mengaku memang suka selingkuh bersama Ny. Lita. Tapi kalau warga tak menghendaki dirinya, dia siap mundur dari jabatan. “Nggak apa saya mundur dari pamong, gara-gara “maju mundur” sama Lita,” kata Jono tanpa malu-malu.Atau gini saja, Lita suruh cerai dulu, lalu dimadu, mengikuti jejak Aa Gym.

http://beritaseru.blogspot.com/

———————–
kumpulan cerita sex panas cewek binal – cerita-cerita sex panas wanita jalang binal – kisah sex panas perempuan gatel binal – kisah-kisah sex panas gadis binal penggoda

 

sms/call: 08562346699

kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda

kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

jatohan. Banyak sih yang menaksir dirinya, tapi kebanyakan kalangan janda. Sebaliknya gadis-gadis yang Momo taksir, tak satupun bersedia jadi istrinya karena dirinya yang telah lanjut. “Nggak ah, nanti keburu jadi janda kawi sama dia,” begitu setiap gadis yang pernah ditakokke (ditanyakan).

Untungnya Momo lalu ketemu wanita bernama Mimi. Sepanjang informasi yang diterimanya gadis itu masih tulen belum kena zat pewarna. Ketika dia bertandang ke rumah orangtuanya, mereka juga mengatakan demikian. Bagaimanapun juga Momo memang harus percaya sampai di situ saja. Apa mungkin dia mengatakan “menawi kepareng badhe kula cobi rumiyin” (kalau boleh saya coba dulu) pada calon mertua. Tak mungkin kan?

Akhirnya, gadis usia 35 tahun itupun dikawini juga. Tua sedikit tak apalah, tapi kan masih perawan tulen. Dia ingin mengadakan “pemanasan” ala Puspo Wardoyo, dia ingin mbelah duren jatohan. Dan Momo juga sangat berambisi menemukan kesucian istrinya di malam pengantin itu. “Mimi harus nikmat hingga isapan terakhir,” begitu kata lelaki yang juga doyan rokok ini.

Tapi harapan memang tak selalu klop dalam kenyataan. Ketika malam pertama berlangsung, ternyata lancar-lancar saja, tanpa ada “polisi tidur” sepanjang perjalanan di ranjang asmara. Tak ada pula darah kesucian yang tumpah. Apa lagi “pemanasan” yang katanya sangat mengasyikkan, Momo tak menemukan. Kalau mau, pemanasan sejati itu adanya malah di kompor di dapur sana! Istrinya lalu diinterogasi, siapa gerangan yang telah mengambil keperawanannya tersebut. Namun Mimi non Hakim itu bersikerar bahwa dirinya memang perawan tulen yang belum terkena anasir kiri maupun kanan. Kalau soal darah kegadisan, bisa saja dulu akibat kecelakaan olahraga sehingga telah robek di masa lalu. “Makanya mas baca tulisan Naek L Tobing dong, jangan baca koran hanya cari kode togelnya,” malah begitu kata Mimi.

Karena Momo tak menemukan jawab dari sumber yang layak dipercaya, seketika hilanglah cintanya yang merajalela di seluruh sendi-sendi jiwanya. Dia jadi sangat kecewa, dan diam-diam dia mengadakan penyelidikan siapakah sebetulnya Mimi yang tanpa “polisi tidur” itu. Dan ketika berhasil, kekecewaan Momo semakin menukik, ternyata Mimi pernah melahirkan dua kali dan siapa bapaknya anak-anak, juga tak jelas!

Akibat kekecewaan yang mendalam, lelaki dari Desa Purwosuman Kecamatan Sidoharjo Sragen ini jadi acuh pada istri sendiri. Ketika Mimi sakit seperti beberapa hari lalu, Momo tak ambil peduli. Sampai bini teriak-teriak minta diambilkan minuman, suami “generasi penerus” ini hanya diam acuh. “Sampeyan memang lelaki belagu. Kalau nggak ada saya, mana ada perempuan mau!!,” kata Mimi buka bukaan.

Hal itu tentu saja membuat Momo marah besar.Gantian dia memaki istrinya sebagai perempuan sundal, yang punya dua anak tak jelas suaminya. Wayah awan kok rondha, ngaku prawan jebul randha (mengaku perawan ternyata janda), begitu sindir Momo. Tapi ternyata bukan hanya itu. Setelah rasa cinta itu berubah jadi monster, tahu-tahu Mimi dijerat lehernya pakai kain rukuh hingga mati kehabisan napas. Tapi pada tetangga dan keluarga dia bilang bahwa istrinya mati karena masuk angin. Padahal!!.

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Suami Takut Bini

Agaknya Herkules, 40, masuk dalam barisan suami takut istri. Masak, badan tinggi besar macam bintang smack down, dilempar bini pakai vas bunga, melolong-lolong minta tolong. Sementara dia dalam perawatan para tetangganya di Banyumas, keluarganya melaporkan Mawar, 35, istrinya ke polisi. Pasalanya pun lumayan menyeramkan: KDRT alias kekerasan dalam rumahtangga!

Tampang sih memang boleh, tinggi besar. Panjang langkahnya, banyak pula makannya. Tapi sayangnya, besarnya badan tak diikuti oleh besarnya penghasilan. Jadi ya tekor melulu. Gaji Herkules sebulan di perusahaan swasta, tak pernah mencukupi untuk bertahan hingga akhir bulan. Maka bila para ekonom menguasai Bond A dan Bond B, Ny. Mawar lebih akrab pada bon ke warung si A dan si B.

Istri Herkules sendiri bukan tipe wanita yang kreatip, karena tahunya hanya mamah dan mlumah saja. Kalau duit di rumah habis, bisanya hanya minta pada suami. Tapi kalau Herkules tak bisa memberikan, tinggalah Mawar ungkep-ungkep (telungkup) di kamar, meratapi nasibnya sebagai keluarga melarat. “Bosanlah aku jadi orang miskin,” begitu pernah istri Herkules ini mengeluh.

Kadang-kadang Mawar suka iri pada nasib para istri tetangganya. Begitu bahagianya mereka itu, duit tak pernah kekurangan, makan pakai beras cianjur bukan nasi aking. Tiap bulan diajak suami jalan-jalan ke luar kota, ada yang ke Bandung, ada pula yang ke Palembang. Sedangkan dirinya, jangankan yang keluar kota. Ke Baturaden yang dekat-dekat saja, sampai jembatannya ambruk Herkules belum pernah mengajaknya.

Ada hal yang paling menyesakkan dada Mawar. Akibat pengeluaran lebih besar dari penghasilan, terjadi defisit anggaran dari bulan ke bulan. Utangnya pun lalu makin menggunung di warung. Dia berulangkali meminta tambahan dana pada suaminya, tapi tak pernah dipenuhi, karena memang tak ada pos-pos pengeluaran yang bisa dialihkan. Lagi lagi Mawar menyesal, kenapa ditakdirkan jadi orang miskin. “Sama-sama orang Banyumas, aku kok nggak jadi istrinya konglomerat macam Mayangsari, ya?” keluhnya.

Hal-hal yang selama ini tak pernah masuk agenda, kini mulai menjadi wacana, yakni pengin cerai saja. Mawar yakin benar, setelah menjadi manusia bebas tanpa suami, dia bisa memilih jodoh yang lebih bagus. Dia memang optimis, dengan sisa-sisa kecantikanya, pastilah masih bisa menggaet lelaki bonavid. Andaikan ketemu lelaki yang mengajaknya poligami, siapa takut? Asalkan suaminya bersikap adil pada para istrinya, ya nggak masyalllah!

Cepat-cepat Mawar menentukan sikap. Saat Herkules pulang kerja, dia lalu mendeklarasikan maksudnya. Katanya, daripada setiap hari ribut melulu karena masalah ekonomi, mendingan perkawinan itu diakhiri hingga di sini saja. Harta gana gini yang tak seberapa itu dibagi rata, lalu berpisah. “Sampeyan kembali ke rumah orangtua, aku juga pulang saja ke rumah orangtuaku, wouwoooo….,” kata Mawar masih seperti Betaria Sonata saja.

Ide gila Mawar tentu saja membuat Herkules terkesiap. Kenapa hanya karena kemiskinan lalu bercerai, bagaimana nasib anak-anak kelak? Maka dia menolak keras usulan itu, tapi ternyata Mawar terus mendesak. Lantaran tak tahan akan rengekan bini, akhirnya Herkules menyetujui. Tapi agar cepat, lebih baik niat itu diurus oleh pengacara saja. Kita-kita tahunya terima beres saja, terima surat cerai dan kembali ke rumah masing-masing. Begitu usulan Herkules.

Usulan suaminya ternyata membuat Mawar jadi marah. Sok-sokan pakai pengacara segala, wong makan pakai acar saja tak mampu. Memangnya pengacara itu gratis? Bukankah mereka punya moto “maju tak gentar membela yang bayar”? “Sing nggo mbayar gundulm kuwi (buat bayar kepalamu saja),” kata Mawar sambil melempar vas bunga ke jidat suaminya, pletakkkk!

Mendapat serangan tak terduga, Herkules kaget sekali. Lupa akan badannya yang tinggi besar, dia malah menangis melolong-lolong memanggil para tetangga. Mereka pun berdatangan. Jidatnya yang sobek segera diobati. Sedangkan Mawar yang langsung ngeloyor pergi lalu dilaporkan ke Polres Banyumas. Pasal yang dikenakan adalah: KDRT alias Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Cuma kali aneh, biasanya yang jadi korban kan kaum wanita, kini malah pihak suami.

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Benarkah Istri “Lembur”?

Apes banget nasib Dono, 40 tahun, sebagai suami. Setelah bininya naik pangkat, dia malah jarang bisa “naik”. Dahlia, 33, selalu beralasan capek lantaran kesibukan di kantor. Akibat alasan tersebut telah menjadi rutinitas, Dono pun curiga bahwa kata “lembur” bagi istrinya tak lebih hanyalah “lempengin burung” bersama lelaki lain. Cemburu beratlah kepala rumahtangga dadi Sunter ini, dan rotan kemoceng pun mendarat berulang-ulang ke tibuh Dahlia.

Tak bisa dipungkiri bahwa karier istri yang melejit, lebih tinggi pangkatnya dari suami, membuat sang suami jadi minder. Itu pula kini yag dialami Dono. Dia yang hanya pegawai swasta di kantor kecil, pangkatnya tak pernah jelas. Kabag bukan kasie juga tidak. Gajinya pun lumayan kecil, sehingga ketika dia mau menyerahkan amplop gaji pada istri, Dahlia malah menolak. “Sudah itu buat sampeyan jajan dan beli rokok saja,” kata bininya.

Istrinya sampai ngomong begitu, karena dia merasa sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga, dan Dahlia pun ingin memanjakan suami tercinta sepanjang kemampuannya. Tapi bagi suami yang punya moral, justru kalimat istrinya tersebut membuat Dono merasa tak dihargai. Dia merasa tak dibutuhkan sebagai kepala keluarga. Keberadaannya dalam keluarga sekadar buat asesoris atau pemantas saja. “Kalau pilkada, kamu itu sekadar penggembira saja,” begitu kata hati nurani Dono.

Karena sang istri dari bulan ke bulan, bahkan dari tahun ke tahun terus “memanjakan”-nya, Dono menjadi merasa kecil di mata istri. Lebih-lebih ketika Dahlia naik pangkat di kantornya menjadi kepala bagian (Kabag), Dono merasa semakin terbanting posisinya dalam rumahtangga. Coba bayangkan, setelah Dahlia istrinya jadi kepala bagian, dia di rumah nyaris tak “kebagian”.

Akibat kariernya yang melejit, tanggungjawab yang diemban Dahlia juga menjadi semakin besar. Dia tak bisa lagi datang jam 08.00 dan pulang kantor jam 16.00 tit. Urusan kantor yang tambah melebar, membuat dia suka kerja lembur sampai jam 22.00 malam. Tiba di rumah baru pukul 23 paling cepat. Badan capek dan ngantuk, sehingga begitu sampai langsung tidur. “Celaka, bini naik pangkat malah saya nggak bisa “naik”….,” begitu keluh Dono.

Harap diketahui, dalam usia 40 tahun kini Dono ini memang baru mengalami puber kedua. Jadi urusan libido dan persyahwatan, dia lumayan tinggi. Sayangnya, Dahlia yang semakin sukses, tak bisa memamahami aspirasi arus bawah suami. Jika malam-malam dicolek Dono, dia beralasan ngantuk dan capek, diminta bersabar sampai besok saja. Tapi pagi harinya, Dahlia sudah buru-buru mau ke kantor. Jadi durasi untuk bermesraan pun pendek sekali, persis iklan teve.

Gagasan Dono pernah terlontar, meminta istri berhenti bekerja. Dengan demikian Dahlia murni menjadi nyonya rumah, yang kegiatannya hanyalah di dapur, tempat tidur, arisan, pengajian malem Jumat, kondangan, bezuk orang sakit, dan belanja ke pasar. Tapi wacana itu tak pernah disampaikan, karena menyadari gajinya sendiri tak mencukupi untuk keluarga. Dono juga takut dibalikin oleh istri. “Aku disuruh di rumah, amit-amit. Memangnya gaji sampeyan cukup buat keluarga, apa?” begitu kata-kata yang sangat ditakutkan Dono.

Enak di Dahlia tapi sangat tak nyaman bagi Dono, sehingga dia pun mulai bercuriga ria. Jangan-jangan istrinya males melayani di ranjang, karena sudah terpuaskan di luar. Kalau demikian halnya, lembur yang selama ini dijadikan alasan tradisional, sesungguhnya tak lebih kepanjagan kata: lempengin burung. Masalahnya sekarang, burung siapa yang dilempengin Dahlia istrinya. Ini yang perlu diusut.

Lalu Dono pun menginterogasi sekaligus menuduh istrinya bahwa selama ini pasti bermain selingkuh. Namun Dahlia tak pernah mengaku, bahkan menjamin bahwa hanya ada satu lelaki di hatinya, yakni Dono sendiri. Tapi bagaimana membuktikannya, wong perempuan tak dipasangi speedometer, sehngga ketahuan sampai kilometer berapa dipakai. Sedangkan kalaupun ada, jika niat selingkuh memang ada, dicopot kabelnya juga tak ketahuan. Begitu saja kok repot!

Istri tak mau ngaku, tapi Dono yakin benar Dahlia selingkuh. Akhirnya emosi pun naik. Rotan tangkai kemoceng pun dipukulkan berulangkali sehingga tubuh istrinya bilur-bilur. Ini bukan hanya sekalim, langganan. Setiap sang istri pulang telat dengan alasan lembur, pastilah senjata kemocengnya bicara: pletak, pletak, pletakkkk! Dahlia hanya bisa menangis tanpa bertindak, karena habis memukuli Dono lalu minta maaf.

Sabar itu memang ada batasnya, sehingga karena pukulan kemoceng sudah menjadi budaya suaminya, Dahlia tak tahan lagi. Beberapa hari lalu dia nekad melapor ke Polres Jakarta Utara, minta Dono ditangkap atas pelanggaran KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Lebih dari itu, Dahlia juga ingin cerai saja, mumpung anak baru satu ini. Bahkan dengan status barunya, siapa tahu banyak orang top yang mau mengambilnya sebagai bini kedua.

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Cintanya Amblas di Kampung

Ati-ati kalau ningggal bini terlalu lama di kampung, bisa digondol lelaki lain, lho! Lihat pengalaman Darmo, 30 tahun, dari Cirebon ini. Dia sibuk kerja membanting tulang di Ibukota, di kampung istrinya malah banting-bantingan dengan Parta, 26 tahun, pemuda tetangga. Ketika suami pulang untuk klarifikasi, Tasmi malah menantang: aku sudah tak cinta lagi sama kamu, ceraikan saja aku!

Ketika bumi kampung halaman tak lagi menjanjikan untuk memberi hidup, ke mana lagi orang mengais rejeki, jika tak ke Jakarta ibukota Negara? Dan itu pula yang dilakukan Darmo, warga desa Kesunian Selatan, Cirebon. Dia merantau ke Ibukota, untuk bekerja di sektor informal.Demi meraih masa depan, dia harus rela meninggalkan bininya yang cantik itu secara priodik.

Untuk kembali ketemu istri, Darmo hanya ada waktu 3 bulan sekali.Bayangkan betapa rindu dan kangennya lelaki ini. Lelaki yang lain tak ketemu istri seminggu saja sudah pusing, dia harus gencatan senjata 12 minggu rata-rata. Apa nggak jadi kemenyan? Untung Darmo punya kiat untuk mengantisipasi rasa kangennya itu.Bantal bulukan yang selama ini dibuat tidur berdua, selalu menemaninya di perantauan.

Masa-masa muda memang masa yang indah, begitu kata penyanyi Koesplus. Tapi Tasmi yang notabene masih pengantin baru, tak bias menikmati secara wajar. Ibarat tanaman yang hanya disiram tiga bulan sekali, lama-lama pasti juga gersang. Ini pula yang dialami bini Darmo. Ketemu suami hanya tiga bulan sekali, sungguh membuat dia kesepian dan kesepian.

Untuk ukuran secara umum, Tasmi ini memang wanita yang cukup cantik di kelasnya. Kulitnya yang putih bersih, betisnya yang mbunting padi, menambah gairah lelaki normal untuk menatapnya. Orang yang belum kenal siapa dia, suka bertanya-tanya takjub. Bini siapa tuh, gila, cakep amat. Berbahagialah yang jadi suaminya, begitu kata orang sambil jakunnnya turun naik.

Di antara lelaki yang terkagum-kagum tersebut adalah Parta pemuda lain RT. Dia memang suka memperhatikan ketika Tasmi melenggang di pagi hari habis belanja di tukang sayur. Meski hanya pakai daster dan sedikit berkerudung, tapi penampilannya sungguh memukau. Ingin dia sebetulnya mendekati, tapi kata sumber yang layak dipercaya, Tasmi sudah punya suami, meki hanya 3 bulan sekali dia baru disambangi.

Ini info yang sangat menarik. Sebab menurut teori ilmu asmara karya Don Yuan, wanita jauh suami berpeluang emas untuk didekati. Tinggal bagaimana mengatur menegement pendekatan berbasis selingkuh itu. Kalau sukses, dia pasti akan lengket seperti perangko, begitu kata teori dalam bukunya Don Yuan dengan kata pengantar jin Iprit tersebut.

Kesempatan emas ini benar-benar dimanfaatkan Parta. Mau berangkat atau pulang belanja dia suka menggodai Tasmi. Dan ternyata benar, bini Darmo ini membuka hati untuknya. Bahkan ketika ketemu dalam sebuah angkot, Tasmi mau dibelokkan dari tujuan sebenarnya. Tadinya mau ke Pasar Gunungsari, malah mau diajak jalan-jalan tanpa tujuan bersama Parta. Padahal selama di angkot, nyaris luluh lantak jari-jemari Tasmi diremas-remasnya.

Yang namanya wanita, kalau sudah mau diajak jalan bareng pasti mudah untuk ke sononya. Begitu pula dengan Tasmi, lain hari dia berhasil diajak jalan lagi oleh Parta dan kemudian di bawa ke sebuah hotel. Di sinilah semuanya terjadi. Jatah menu yang biasanya diberikan untuk Darmo tiga bulan sekali, hari itu diborong habis oleh Parta. Ternyata Tasmi memang sangat menikmati. Mari kita smack down terus sampai tua. kata Tasmi, ada sejuta kepuasan di matanya.

Akibat gulat-gulat asmara tersebut, keduanya menjadi ketagihan. Asal ada peluang keduanya lalu berbagi cinta di hotel. Sampai lama-lama hal itu menjadi rahasia umum di tetangga kanan kiri. Warga yang masih menyayangi dan menghormati keluarga Darmo, buru-buru kirim kabar ke Jakarta agar suami Tasmi pulang untuk menertibkan kelakuan bininya tersebut.

Namun Tasmi sudah kadung jadi peselingkuh berdarah dingin. Ketika Darmo kembali ke desa dan klarifikasi kabar pengkhianatan cinta tersebut, Tasmi mengakui saja terus terang. Bahkan katanya, sudah lama jalinan asmara di bawah tanah itu bersemi. Aku sudah tidak cinta sama kamu, ceraikan aku sekarang juga, kata Tasmi. Darmo yang kebingungan hanya bisa membawa persoalan ini ke polisi. Bersama rekanan selingkuhnya Tasmi diperiksa di Polresta Cirebon.

Kawinin saja, kawinin.! Eh, tapi ceraian dulu dong!

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Salah Perhitungan

Soal teori selingkuh, Hartadi, 25 tahun, lumayan juga. Kata dia menyelingkuhi janda lebih bahaya daripada menyelingkuhi bini orang. Alasannya, bila terjadi “kecelakaan”, janda akan menuntut nikah. Sebaliknya wanita bersuami, akan tenang-tenang saja, sebab sudah ada pemimpin redaksi dan penanggungjawabnya. Tapi ketika diaplikasikan di lapangan, justru Hartadi kena batunya. Sebab meski ada suami, Wiwik, 22 tahun, wanita yang diselingkuhi tetap menuntut tanggungjawab. Soalnya……

Ini gaya selingkuh dari kota gudeg, Yogyakarta. Hartadi yang tinggal di Sumberan Kecamatan Ngestiharjo Kabupaten Bantul, sedang bermain api. Soalnya, begitu banyak cewek cantik di Yogyakarta, justru dia tertarik pada Wiwik, yang statusnya sudah jadi istri orang. Di matanya, bini Barno, 30, itu begitu cantik mempesona. Dibawa jalan berdua gak ngisin-isini (bikin malu). Memiliki dia akan bahagia sepanjang masa.

Ternyata Wiwik sendiri sangat merespon gejolak jiwa Hartadi, sehingga ketika diajak ke mana saja oleh lelaki itu, dia tak keberatan. Maka pemuda lajang ini menjadi semakin berani. Salah satunya, ketika dibawa ke hotel Wiwik mau saja diajak hubungan intim sebagaimana layaknya suami istri. Bahkan sepertinya justru Wiwik sendiri yang selalu membuka peluang ke tindakan mesum tersebut.

Istri Barno pun diselingkuhi sepanjang ada waktu dan kesempatan. Kenapa Hartadi menjadi semakin berani? Soalnya sebagaimana telah disinggung di atas, katanya menyelingkuhi bini orang itu lebih aman. Logikanya, bila terjadi kehamilan, sudah ada yang mengakuisinya. Ibarat suratkabar begitu, sudah ada pemimpin redaksi dan penanggungjawabnya.

Awalnya mulus-mulus saja jalan serong asmara dua muda-mudi ini. Masuk keluar hotel hanya untuk melepas nafsu, sudah menjadi sebuah rutinitas. Siapa yang membiayai? Ya istri Barno sendiri. Lagi-lagi makin terbukti, Wiwik memang lebih membutuhkan praktek mesum yang tak pernah direstui undang-undang negara maupun agama itu. “Selingkuh itu kan selingan indah keluarga utuh,” begitu rumus yang dipakai Wiwik selama ini.

Tak kehitung berapa kali mereka menjalin hubungan intim, tahu-tahu perut Wiwik hamil. Bila merujuk pada teori Hartadi, tak perlu ada yang panik, sebab semua sudah diakomodir oleh Barno selaku suaminya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Wiwik terus mengejar Hartadi untuk menikahi dirinya. Dalam sebuah surat yang dikirim pada Hartadi, dia berjanji akan cerai dulu dari suaminya dan kemudin go public bersama Hartadi sebagai suami istri.

Ironisnya, Hartadi menganggap angina lalu permintaan Wiwik, karena dia tetap merujuk pada teorinya selama ini. Buat apa pusing-pusing cerai segala, toh sudah ada suami yang siap menjadi penanggungjawabnya. Wanita hamil ada suaminya kan sebuah keniscayaan, jadi apanya yang harus dikuatirkan? “Kalau sekedar nyepuh (memperkuat janin), ya hayoooo….,” kata Hartadi mau menang sendiri.

Kesal dengan jawaban Hartadi yang hanya seenaknya, Wiwik lalu mengajak bertemu doinya masuk hotel di Jalan Wahid Hasyim, Yogyakata. Karena dipikirnya bini Barno tersebut ngajak “nyepuh”, Hartadi pun semrintil (serta merta) memenuhi undangan itu. Dalam benaknya terbayang, kejadiannya ya seperti yang sudah-sudah, menuntaskan nafsu birahi yang bagi Wiwik nampak selalu kehausan.

Akan tetapi perkiraan itu meleset. Di sana tak ada acara “nyepuh-nyepuhan” segala, justru Wiwik mendesak Hartadi untuk segera menikahi. Segala alasan dan teori usang sidoi ditolak mentah-mentah. Mengingat usia kandungan makin gede, harus buru-buru diselesaikan. “Tahu nggak mas, kenapa aku menuntut kamu? Karena mas Barno ini lelaki impotent…..,” kata Wiwik buka kartu.

Hartadi bukan melunak, justru makin marah, karena dianggap Wiwik sengaja menjebak dirinya. Maka kekasih gelap itu lalu dihajar hingga tewas dan Hartadi pun ditangkap. Dalam sidang di PN Yogyakarta dia dituntut 6 tahun penjara. Bukti-buktinya cukup kuat bahwa pelakunya memang dia, sebab ditemukan juga konsep surat untuk Hartadi, yang berisi keluhan Wiwik atas kehamilannya.

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Selingkuh Dijadikan Solusi

Setiap keluarga pastilah pernah mengalami kejenuhan rumahtangga. Tapi sebagai solusinya apakah harus selingkuh macam Bono, 40 tahun, dari Kemayoran (Jakarta Pusat) ini? Dengan alasan Bunga, 34 tahun, istrinya tak lagi menarik penampilannnya, dia malah kumpul kebo dengan gadis asal sekampungnya di Tegal sana . Tapi untuk kenekadannya tersebut Bono harus membayar mahal. Dia diarak warga menuju Polsek nyaris hanya pakai kancut doang!

Istri Bono yang bernama Bunga ini sebetulnya lumayan cantik di kelasnya. Dulu untuk mendapatkannya, Bono harus jatuh bangun mengejarnya. Modalnya tak hanya membawa segenggam cinta, tapi juga muka badak segala. Akhirnya, karena melihat keseriusan sang perjaka, meski Bono tak membawa bulan dan lautan ke pangkuan, Bunga pun bertekuk lutut dan berbuka paha untuk si tukang ojek.

Tapi sifat manusia memang pembosan. Segala sesuatu yang telah menjadi miliknya, jadi tak menarik lagi. Apa lagi Bunga setelah menjadi ibu rumahtangga, tak mau lagi bersolek. Badannya mekar lagi, sangat jauh beda dengan Bu Fatimah tetangganya, yang meski sudah beranak 4 tapi tetap langsing dan singset. Sayangnya kalau dinasihati agar mencontoh Bu Fatimah, jawab Bunga ketus. “Kawini saja dia, begitu saja kok repot!”.

Ironisnya pula, sudah gembrot Bunga tak bau wangi lagi, tapi beraroma asep dapur dan bawang merah. Jadi manakala Bono mendekati bini dalam rangka “sunah rosul”, langsung drop duluan. Tadinya sudah bertegangan 200 volt, mendadak tinggal 110 volt, kelip keliiiip. Bono sudah mencoba minum berbagai suplemen, tapi hasilnya tetap mendelep, seperti kamera digital kehabisan baterai.

Akibat kejenuhan yang berkepanjangan, Bono pernah berencana kawin lagi. Tapi mengingat posisinya yang hanya tukang ojek, rasanya sulit membiayai dua istri. Kalau soal onderdil sih jagoan, tapi meteril? Lagi pula Bono tak mau kehilangan citra. Dia tak mau ibu-ibu di Kepu Timur (Kemayoran) tempat tinggalnya pada menangis, sebagaimana para kaum ibu meratapi Aa Gym yang kawin lagi. “Padahal kami yang beda kan status, tapi soal napsu kaum lelaki sih sama saja…,” kata Bono.

Tekad batin Bono untuk mencari solusi kembali membara, ketika dia pulang kampung ke Slawi, Tegal, tempat asalnya. Di desanya sana , dia ketemu Mawar, 35, tetangganya yang dalam status janda. Begitu ketemu kontan pendulumnya kontak. Sebab di matanya, janda teman main dari kecil itu ternyata demikian anggun. Wajahnya masih cantik, bodi dan kulitnya mirip Bu Fatimah tetangganya di Kepu Timur. Pendek kata, masih enak dikeloni dan perlu!

Ingat status Mawar yang janda ditinggal mati, Bono merasa dapat peluang. Orang lain pada buka dompet peduli Yogya, dompet peduli Pangandaran, biarlah si tukang ojek ini peduli “dompet” si janda. Tanpa memikirkan resikonya, Mawar pun dipacari saja. Ternyata janda itu menanggapi. Maka solusi yang di rumah belum ditemukan, bersama Mawar semuanya bisa. Sejak itu pula Bono jadi rajin pulang kampung, sebab target intinya memang dalam rangka sporing balansing itu tadi.

Keseringan mondar-mandir Jakarta-Tegal, memang enak di entong tapi bobol di kantong. Karenanya diam-diam Mawar lalu dicarikan rumah kontrakan di bilangan Senen. Di sinilah si tukang ojek ini memanjakan syahwatnya dengan sistem kumpul kebo berbasis selingkuh. Asal capek pulang narik seharian, malamnya langsung “narik” Mawar di rumah kontrakannya. Setelah itu badan kembali bugar dan wajahpun sumringah.

Akan tetapi yang namanya istri punya naluri batin yang tak bisa dibohongi. Menyaksikan Bono pulang kampung melulu, ditambah lagi tak memenuhi “kewajiban”-nya sebagai suami, Bunga curiga bahwa ada yang tak beres pada suaminya. Maka sekali tempo dibuntutilah ke mana Bono pergi. Ee, ternyata dia masuk rumah kontrakan di Senen. Begitu diintip, ya ampuuuuun, suaminya sedang tumpang tindih dengan si janda rekanan kumpul kebonya.

Hati siapa yang tak mengkap-mengkap dibuatnya? Bunga pun lalu lapor pengurus RT dan diadakan penggerebegan bersama. Bono pun tak bisa mungkir akan proyek kumpul kebonya. Dengan pakaian seadanya, nyaris hanya pakai kancut, Bono dan Mawar digiring ke Polsek Kemayoran. “Habis saya jenuh dengan biniku yang gembrot dan bau berambang, Pak…..,” kata Bono di depan polisi.

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Tukang Becak Ketagihan

Agaknya Busrisrowo, 30 tahun, lelaki pecinta benda purbakala. Janda muda masih banyak, kenapa dia ngudag-udag (memburu) “nenek-nenek” usia 40 tahunan macam Melati. Padahal, wanita pedagang nasi rames ini kelewat jual mahal. Bagaimana tidak? Ditakut-takuti dengan todongan pisau agar mau diajak kelonan, malah lapor polisi. Tentu saja si tukang becak ini jadi urusan polisi Polsek Kemangkon, Purbalingga (Jateng).

Tukang becak dari Desa Panican Kecamatan Kemangkon ini memang terlalu pede menjalani hidup. Penghasilannya sebagai tukang becak tak pernah cukup untuk membiayai keluarga, masih juga menjalani gaya hidup di jaman era gombalisasi, yakni: kumpul kebo. Wanita yang dipilihnya pun asal-asalan. Masih banyak janda muda seperti dikatakan KH. Zainudin MZ, eh……dia malah memilih wanita 10 tahun lebih tua darinya.

Idealisme dan idola seseorang memang tak pernah sama. Boleh orang lain mengecam ketertarikan Busrisrowo pada janda Melati yang nenek-nenek, tapi tukang becak ini memang memiliki pertimbangan lain. Di samping urusan di “bawah perut” terjamin, bersama si penjual nasi rames kan dia bisa makan gratis. Jadi semuanya memang masih bicara seputar perutlah!

Kenyataannya memang demikian. Busrisrowo merasa hidup makmur bersama janda Melati. Bayangkan; capek habis nggenjot becak mencari sesuap nasi, mampir ke warung Ny. Melati dia langsung bisa “nggenjot” pemilik warung. Capek bermesraan Busrisrowo lalu tidur ngorok sebentar, ketika bangun nasi rames telah dihidangkan oleh rekanan kumpul kebonya. Apa nggak nikmat mupangat kehidupan ala Busrisrowo ini?

Akan halnya Ny. Melati sendiri, kadung senang hidup kumpul kebo bersama Busrisrowo. Sebab jika hidup yang diburu sekedar “sate”, Busrisrowo telah memberikannya secara melimpah. Jadi buat apa beli kambing segala? Pernah memang dia minta dikawin secara normal meski hanya siri, tapi Busrisrowo tidak bersedia. “Buat apa surat itu, yang penting kan urat dan aurat…,” begitu jawab Busrisrowo, namanya juga tukang becak!

Hal lain yang sangat ditakuti oleh Busrisrowo, bila sampai ketahuan dia poligami, pastilah istrinya akan menangis. Belum ibu-ibu yang lain di Desa Panican tempat tinggalnya, pasti juga akan meneteskan air mata. Hanya bedanya di sini: bila ibu-ibu se-Indonesia menangisi Aa Gym karena kehilangan idolanya, ibu-ibu di Panican menangis karena kasihan, mau diberi makan apa anak istri Busrisrowo yang tukang becak ini!

Sayangnya, Busrisrowo sebagai rekanan kumpul kebo tak menyadari benar akan posisinya. Seperti pada istri sendiri saja, setiap dia membutuhkan kehangatan malam, harus dilayani kapan dia pengin. Tak peduli Melati masih melayani pembeli, demi Busrisrowo dia harus menutup warungnya. Soal habis kelonan buka warung lagi, nggak apa. “Yang penting demi Mas Bus, semanya ditutup. Lha wong demi Bush saja Kebun Raya Bogor bisa ditutup kok,” begitu alasannya.

Aksi model Busrisrowo kembali terjadi beberapa hari lalu. Mungkin habis makan sate kambing atau bagaimana, datang-datang ke warung Ny. Melati di Jalan Suprapto, tukang becak ini pengin “ngamuk”. Meski pemilik warung sedang sibuk melayani pembeli, diminta juga untuk segera menutup warungnya. Rupanya Busrisrowo sudah kebelet. Dari yang njejeki (nyenggol kaki) sampai mencolek-colek pinggang Melati sebagai kode, semua telah dilakukan.

Melati sebetulnya senang-senang saja diajak berpadu kasih bersama Busrisrowo. Tapi mestinya yang empan papan (ingat waktu dan tempat) dong. Masak masih banyak pelanggan warung mengajak begituan. Maka segala “rengekan” Busrisrowo tak digubris, jadi persis majikan makan, kucing nyenggol-nyenggol kakinya karena minta dibagi “daging”. Baru setelah warung tutup Melati meladeni rengekan Busrisrowo. “Kalau sekarang, sampai bedug subuh juga saya ladeni,” kata Melati sambil berkupas diri.

Akan tetapi Busrisrowo sudah terlanjur kehilangan selera. Dari nafsu berubah jadi nesu (marah). Dia malah mengambil sabit dan diamang-amangkan ke kepala Melati. Tentu saja perempuan itu ketakutan. Dengan pakaian seadanya dia lari kalang kabut minta tolong tetangga warung. Untungnya ketika warga datang Busrisrowo sudah kabur duluan. Kalau tidak, bisa jadi dia babak belur dipukuli penduduk.

Namun persoalan tak terhenti sampai di sini. Melati yang merasa trauma akan ancaman sabit Busrisrowo, esok paginya melapor ke Polsek Kemangkon. Hari itu juga tukang becak yang gagal “nggenjot” itu ditangkap. Dalam pemeriksaan Busrisrowo mengakui sudah biasa melakukan hubungan suami istri bersama Melati di Jalan Persatuan, Purwokerto. “Lha pas saya butuh kok dia nolak, bagaimana saya tak marah, Pak?” kata Busrisrowo.

Kan bisa mbanting pintu sebagai pelampiasan, Bleh…!

http://beritaseru.blogspot.com/

——————————
kumpulan cerita seks cewek binal – cerita-cerita seks wanita jalang binal – kisah seks perempuan gatel binal – kisah-kisah seks gadis binal penggoda
———————————

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers