kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————
Bancakan Janda Pedotan
Ayam jago pedotan (kalah aduan), digoreng enak juga. Lha kalau janda pedotan alias habis cerai, apa enak juga dimakan? Tanyakan saja pada 5 pemuda bergajulan (kurang ajar) dari Banjarnegara (Jateng) ini. Mereka jadi urusan polisi lantaran “bancakan†janda cantik yang baru saja mengurus perceraian di Pengadilan Agama. Ironisnya, para pemerkosa Yustin, 23, tersebut justru para mahasiswa yang sedang mabok.
Tak bisa dipungkiri, Yustin warga Desa Bandingan Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara ini memang cantik. Bodinya seksi, kulit putih bersih, dan tentu saja betisnya mbunting padi. Tapi sayang, wanita secantik dia disia-siakan oleh suaminya. Rumahtangga mereka ribut melulu, sehingga finalnya berakhir di Pengadilan Agama. Gugatan cerainya dikabulkan dan Yustin pun menjadi manusia bebas merdeka, berdaulat penuh lagi.
Itung-itungan masa depan Yustin lumayan juga. Mumpung masih muda, setelah konsolidasi rumahtangganya, dia bisa mencari suami pengganti. Dia yakin benar, dalam kondisi perwajahan dan perbodian seperti dirinya, masih banyak lelaki yang kepincut. Kalau dilempar ke pasaran Jakarta, siapa tahu ada pejabat tinggi atau politisi yang berminat mengajaknya poligami. “Di Jakarta janda cantik baru naik daun lho, pejabatnya tengah pada jor-joran kawin lagi…,†begitu informasi yang pernah Yustin dengar.
Kalau menggebrak pasar Jakarta, Yustin tak pernah punya pikiran ke sana. Baginya, bila ketemu calon suami yang setia, tanggungjawab, sudah cukuplah. Jika ada yang ganteng, punya rumah bagus dan kendaraan mulus, depositonya di bank beryar-yar; kenapa ditolak? Yustin tidak munafik, sebagai wanita muda, dia masih membutuhkan semua itu. Intinya, seorang suami tak hanya cukup punya onderdil, tapi juga meteril.
Adalah Makmun, 23, teman sekampung Yustin sedari kecil, yang kini sudah jadi mahasiswa di Yogyakarta. Mumpung dia ada motor, Yustin minta diantar ke Pengadilan Agama Banjarnegara, untuk mengambil dokumen-dokumen keputusan cerai miliknya. Namanya tetangga, harus memboncengkan cewek cantik pula, mana mungkin Makmun menolak? Maka keduanya pun naik boncengan motor berdua, lampunya siang-siang dinyalakan, seperti mau mengantar jenasah ke makam.
Habis dari Pengadilan Agama Banjarnegara, Yustin tak langsung diantar pulang, tapi malah mampir ke rumah temannya yang juga sesama kalangan mahasiswa. Busyet, teman-teman Makmun ini baru pada mabuk-mabukan, minum bir. Makmun ikut minum, sedangkan Yustin yang tadinya menolak, akhirnya mau minum juga meski hanya segelas saja. “Sudah, sudah, jangan ditambah lagi,†mohon janda muda itu ketika gelasnya mau dipenuhi lagi.
Segelas bir bagi pemula macam Yustin, sudah cukup membuatnya teler. Maka hanya dalam hitungan menit, janda muda cantik itu langsung klenger. Mendadak mereka punya rencana jahat, hendak memperkosa sang janda. Awalnya Makmun melarang, tapi karena nampaknya kok asyik juga, dia lalu ikutan menggilir Yustin yang masih dalam kondisi tak sadar tersebut.
Akhirnya Yustin yang malang itu benar-benar dibuat bancakan tanpa bisa melawan. Usai melepaskan hajatnya, Yustin diantar pulang tapi dengan ancaman: jangan bercerita ke mana-mana bila masih ingin menyaksikan Pemilu 2009 kelak. Karena ketakutan, janda pedotan itu diam saja. Cuma keluarganya di rumah yang jadi curiga, kenapa putrinya pulang dalam kondisi loyo dan acak-acakan? “Gerangan apa yang telah terjadi?†kata ibunya seperti sedang bersastra saja.
Yustin tak bisa mengelak lagi, sehingga akhirnya dia mengaku saja apa yang baru dialami. Keluarganya tentu saja marah besar. Mereka lalu melapor ke Polres Banjarnegara dan Makmun beserta rekan-rekannya ditangkap. Ada dua mahasiswa yang masih melarikan diri, dan kini menjadi mahasiswa yang paling dicari pak polisi.
————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————
Paman Makan Tanaman
Anak keponakan praktis akan menjadi tanggung jawab paman, manakala orangtuanya sendiri tak mampu mengasuhnya. Samidin, 40 tahun, dari Magetan (Jatim) , ketiban sampur (kena tunjuk) benar ketika kakaknya kena stroke, sementara kakak iparnya jadi TKW ke Malaysia. Tapi ketika dia mengaduh dua bocah ABG, Dewi – Ratih, dia lupa akan amanat orangtuanya. Mereka bukan saja dirawat, tapi dijadikan pula pemuas syahwat, benar-benar pagar makan tanaman!
Tiga tahun lalu kisah sedih ini dimulai. Ekonomi keluarga Jakim – Murti kala itu betul-betul memprihatinkan. Jakim, 50 tahun, yang mestinya menjadi penanggungjawab keluarga, tiba-tiba terkena stroke. Praktis dia menjadi manusia berhalangan tetap, tak bisa mencari nafkah, tiap hari malah menjadi ladenan (harus diurus) keluarga. Stroke memang penyakit menakutkan. Kecuali bagi Gus Dur, meski pernah terkena stroke nasib malah membawanya jadi presiden!
Istrinya yang selama ini tahunya hanya mamah dan mlumah, mau tak mau harus mencari nafkah demi membesarkan kedua anaknya. Di kampungnya, Desa Tamanan, Magetan, tak ada posisi yang tepat untuk Ny. Murti, 42, menjadi pegawai, kecuali pembantu. Untung dia lalu berkaca pada lingkungan. Melihat tetangganya yang berangkat jadi TKW/TKI sukses, dia pun lalu minta izin suaminya untuk ke Malaysia. Jakim yang sudah seperti ayam thelo, bisanya hanya manggut-manggut tanda setuju.
Kalau Murti jadi TKW, lalu siapa yang mengurus Dewi-Ratih yang baru berusia 14 tahun dan 16 tahun kala itu? Diserahkan pada ayahnya, jelas tidak mungkin. Untung ada Samidin adik Jakim. Meski bukan orang Padang, dia juga memahami bahwa ponakan juga merupakan tanggungjawab paman. “Sudah mbakyu, tak usah mikir Ratih Dewi, biar adikmu ini yang ngurus. Berangkatlah jadi TKW dengan tenang,” kata Samidin seperti melepas jenasah saja.
Akhirnya Ny. Murti berangkat memburu ringgit ke Malaysia, sedangkan kedua anaknya lalu tinggal bersama keluarga Samidin, pakliknya sendiri. Menyadari sebagai orang nunut, mereka juga berusaha berbuat sebaik mungkin dalam keluarga pamannya. Apa lagi ibunya sebelum berangkat juga telah berpesan, agar bisa menjaga diri di rumah paman. Jangan bikin malu orangtua, pamanmu juga pengganti orangtuamu, begitu Ny. Murti sebelum meninggalkan tanah air.
Hidup jadi TKW di luar negeri, telah berhasil menggeliatkan ekonomo keluarga Jakim yang nyaris ambruk. Secara ajeg Murti kirim uang ke kampung, kepada suami dan anak-anaknya. Dan karena target ekonomi masih banyak yang belum digapai, Murti pun lalu memperpanjang masa kontraknya dua tahun kemudian. Itu berarti, amanat pada Samidin untuk mengasuh kedua ponakannya, juga diperpanjang. Dan Samidin menerimanya dengan ikhlas.
Jakim terus asyik dengan stroke-nya, sedangkan Samidin juga terus mengawasi perkembangan kedua ponakannya tersebut. Tapi sungguh tak dinyana, setan apa pula yang merasuk ke tubuhnya. Ketika Dewi nampak cakep di usia 17 tahunan, lha kok pendulum Samidin ikut pula kontak dibuatnya. Itu dibuktikan ketika ada sejumlah cowok yang menaksir ponakan, selalu diganjal dan dijegal. Dia memang ingin menguasai dan menikmati ponakannya tersebut. “Cintailah produksi sendiri,” begitu acuan Samidin berdasarkan slogan pejabat.
Untuk pertama kalinya Samidin mencoba menggauli ponakannya yang ayu nan seksi itu. Awalnya si gadis menolak, tapi karena diancam akan diusir, jadilah Dewi bertekuk lutut dan berbuka paha bagi pamannya. Sungguh ironis jadinya, ponakan yang harusnya dijaga dan dirawat, malah jadi medan pemuas syahwat. Samidin gila memang, ponakan kok buat penak-penakan!
Ini tak hanya berlangsung sekali, tapi berulangkali. Dan ketika Samidin mulai jenuh dengan “mainan” yang itu-itu melulu, dia melirik ponakan yang satunya, si Ratih. Gaya-gaya pendekatan sebagaimana terhadap Dewi, juga diterapkan. Lagi-lagi melalui ultimatum dan ancaman, Samidin berhasil menikmati tubuh Ratih yang jauh lebih muda tapi sangat renyah macam jagung manis itu. “Tapi jangan bilang siapa-siapa saja ya!” kata Samidin.
Tapi enak bagi Samidin, sangat menderita buat Dewi-Ratih. Tak tahan dijadikan “suplemen” oleh paman yang haus seks, mereka berkeluh kesah pada famili yang lan.Tentu saja mereka kaget sekali, sehingga kasus ini lalu dilaporkan ke Polres Magetan. Tanpa menunggu lama, paman yang jadi pagar makan tanaman itu diciduk. Dalam pemeriksaan dia mengakui, sudah 20 kali menyetubuhi kedua ponakannya. Kenapa jadi nekad, katanya: habis mereka mulus-mulus banget!
Asal mulus saja sih, tuh sapi yang mau dibawa ke pejagalan juga mulus-mulus.
————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————
Siapa Bilang Impoten?
Dituduh mertuanya impotent karena kawin 6 tahun belum punya anak, membuat mantu bernama Kabul, 35 tahun, ini tersinggung berat. Pembalasan dendamnya cukup unik. Untuk membuktikan keperkasaannya, adik iparnya yang sudah gadis 17-an digauli berulangkali sampai hamil. “Nah, siapa bilang aku ini peluh (impotent)….?” tantang lelaki dari Nganjuk (Jatim) ini, meski Kabul akhirnya jadi urusan polisi.
Ini kisah mertua masa kini yang jarang baca koran, apa lagi kolomnya dr. Naek L Tobing. Mbok Katemi, 55 tahun, dari Desa Kendalrejo Kecamatan Bagor ini punya anggapan, setiap kegagalan istri memiliki anak, akibat suaminya tak bisa bicara dalam percaturan ranjang. Dan ketika Dasmi, 28, putrinya sudah lama menikah dengan Kabul tapi hasilnya kringeten thok (keringatan doang), langsung saja “dosa” itu dialamatkan pada mantunya.
Nenek rindu cucu ini sudah cukup lama kesal pada Kabul menantunya. Masak kawin dengan putrinya satu pelita lebih, kok belum juga bunting. Lalu kerjanya Kabul setiap malam selama ini apa saja? Malu dong dengan pasangan lain! Yang lain, di zaman era gombalisasi sekarang ini, belum suami istri sudah pada hamil duluan. Lha ini yang sudah komplit baik STNK, BPKB maupun SIM-nya, kok tidak juga berproduksi.
Dasmi putrinya, dan Kabul menantunya, pernah secara blak-blakan ditanyakan oleh Mbok Katemi tentang kelengkapan syarat-syarat produksi. Mereka menjawab semuanya normal, tak ada yang kurang atau tidak beres. “Rupanya Tuhan belum memberi, jadi simbok sabar saja bila pengin cucu dari saya,” kata Kabul memberi pengertian pada mertuanya tersebut.
Akan tetapi sabar kan ada batasnya. Masak sudah satu pelita kok belum ada bukti otentik Kabul bisa menghamili istrinya. Maka sekali waktu, Mbok Dasmi menuduh mantunya ini memang peluh atau impotent. Katanya lebih lanjut, lelaki yang tidak bisa menghamili istrinya, sama saja ayam sayur. Bisanya hanya berkokok kukuruyuk melulu, tapi jalu atau tajinya tak pernah bisa digunakan. Payah!
Apesnya, sisi buruk mantunya ini diceritakan ke mana-mana. Setiap orang menanyakan kenapa Dasmi belum bathi (punya anak), serta merta tuduhan dialamatkan pada Kabul si menantu. Kata Mbok Katemi, mantunya ternyata hanya bisa ngayani (memberi jaminan hidup) saja, tapi tak bisa ngayeli (menggauli) istrinya. “Kalau terus saja begini, saya minta posisi Kabul sebagai mantu dikocok ulang saja,” kata wanita itu kesal. Maksudnya, Dasmi agar bercerai saja dengan Kabul.
Ternyata ledekan dan ejekan soal impotensi itu terdengar juga oleh Kabul. Malu, marah dan dendam rasanya diublek jadi satu. Tapi bagaimana lagi, memberi pengertian pada mertua yang berpandangan sempit, memang susah. Setiap istri tak kunjung hamil selalu yang disalahkan lelaki. Padahal kan bisa saja wanitanya yang mandul, atau titik temu antara sperma dan ovum (indung telur) wanita tak pas. Yang satu lewat Jombang, yang satunya lewat Kediri, jadi tlisipan terus!
Ide gila Kabul pun muncul untuk memberi pembelajaran sekaligus nyangar (mempermalukan) mbok Katemi. Kebetulan istrinya punya adik perempuan yang kala itu sudah berusia 16 tahunan. Adik iparnya ini juga tak kalah cantik dari kakaknya, maka bila situasinya mantap terkendali, gadis bernama Marsih itu dirayu-rayu agar mau diajak berhubungan intim bak suami istri.
Ketika wacana itu digulirkan pertama kali, Marsih menolak. Tapi lantaran Kabul memang jagoan merayu cewek, lama-lama adik ipar tersebut bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Sejak saat itu, secara berkesinambungan dan tanpa jadwal, Marsih digauli. Dan sebagaimana kata orang Jawa, ipe itu ternyata memang kepanjangan kata: iki ya penak (ini enak juga).
Apa yang menjadi target Kabul tercapai, dalam arti dia berhasil mematahkan “hipotesa” mertuanya. Terbukti, setelah berkali-kali “ditelateni” si kakak ipar, gadis Marsih akhirnya hamil. Mbok Katemi tentu saja kaget, putrinya yang belum punya suami kok tahu-tahu hamil. Siapa pula yang nyetrom? “Sapa ndhuk sing kurang ajar wani ngetengi kowe (siapa yang berani kurang ajar menghamili kamu)?”, kata Mbok Katemi sengit.
Hancur hati sang mertua, begitu Marsih menyebut nama kakak iparnya. Gantian Mbok Ngatemi nglabrak menantunya, kenapa adik ipar segala dihamili. Ternyata jawab Kabul enteng saja, bukannya apa-apa, itu semua sekadar pembuktian bahwa dirinya memang lelaki tulen, buktinya Marsih pun bisa hamil olehnya. Mbok Katemi yang kena “kick balik” tak berkutik, tapi dia langsung melapor ke Polsek Bagor bahwa mantunya telah memperkosa adik iparnya. Fakta memang bisa direkayasa
————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks kebugilan wanita
————————————
Tekanan Suka Rela Dukun
Roman muka Matkemi, 65 tahun, makin sumringah saja belakangan ini. Lebih-lebih setelah menjadi dukun berbasis supranatural. Maklum, selain banyak terima uang dari para pasien, dukun dari Serang (Banten) ini sering pula dapat kesempatan “goyang” bersama pasien muda yang berhasil dikadalinya. Tapi gara-gara itu pula, Matkemi jadi urusan polisi dan harus ngaso di Polsek Ciruas, Serang.
Ilmu perdukunan Matkemi sampai di mana, tak ada yang tahu. Yang jelas, tahu-tahu dia memproklamirkan diri sebagai dukun di Desa Bumiayu, Kecamatan Ciruas. Uniknya banyak tetangga desa yang percaya, buktinya tiap hari ada saja yang datang konsultasi dan berobat pada Matkemi. Dan karena pasien semakin bertambah, berarti cesplenglah dia mengobati pasien. Abah Matkemi memang top!
Ngobati pasiennya pakai apa dia? Ya jampi-jampi dan jamu tradisional saja, bahkan sering pula hanya diberi air akua yang sudah diberi rapal. Air tersebut bisa pasien membawa sendiri, bisa juga disediakan oleh Matkemi. Setelah diobati, ada yang boleh tak balik lagi, banyak juga yang disuruh datang lagi di lain kesempatan. Dan sebagaimana lazimnya dukun, dia tak pernah pasang tarif. Diberi Rp 50.000,- alhamdulilalah, diberi Rp 5.000,- itu mah kelewatan! Di antara pengobatan yang banyak dicari pasien, adalah keahlian Matkemi bikin awet muda. Dengan dikomat-kamiti, konon pasien bisa dikorting penampilannya jadi 10 tahun lebih muda. Yang sudah usia 60, bisa jadi tampak cantik seperti Titik Puspa. Yang telah berusia 70 tahun, bisa berpenampilan seusia 60. Tapi untuk dirinya sendiri, Matkami malah menyerah. “Memangnya tukang cukur itu bisa potong rambut sendiri?” kata Matkemi bertamsil.
Uniknya dukun satu ini, namanya dukun tapi kalau lihat wanita cantik pendulumnya langsung kontak. Maka dengan mengatasnmakan terapi pengobatan, dia suka juga mencolek-colek pasiennya. Tapi selama ini mereka diam saja, karena hal itu dianggap bagian dari tindakan pengobatan. Jadi kalau sekadar meraba sekwilda (sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi), itu mah biasa.
Akibatnya, abah Matkemi tampak selalu sumringah dan ceria. Jalannya pun masih gagah, mata dan telinga juga tajam, terutama urusan duit. Bila ada ungkapan “tampang Pepabri semangat Akabri” salah satunya adalah Matkemi ini. “Kaum wanita adalah saka guru revolusi,” begitu kata Matkemi, tak mau kalah dengan testamennya Bung Karno.
Tapi ketika beberapa hari lalu kedatangan pasien janda muda bernama Sarmila, 40, betul-betul Matkemi jadi salah tingkah. Pasien satu ini sungguh cantik mempesona. Kulitnya putih bersih, bodi seksi, tinggi kira-kira 160 cm dan bobot 55 Kg neto. Dukun tua ini geleng-geleng kepala. Kalau di Jakarta, wanita model begini bisa disamber pejabat tinggi atau anggota DPR. Sarmila memang layak dipoligami dan perlu!
Iseng-iseng Matkemi menanyakan apa keperluannya. Jawabnya seperti pasien kebanyakan, pengin tampil awet muda. Lagi-lagi si dukun manggut-manggut, seakan memberi tahu bahwa soal begituan sih kelewat ringan. Padahal manggut-manggutnya tersebut karena dia berfikir, bagaimana bisa menikmati tubuh mulus Sarmila yang luar biasa dan istimewa ini.
Kemudian Sarmila disuruh masuk ke kamar prakteknya. Seperti pasien cantik lainnya, janda STNK itu lalu diminta melepas seluruh pakaiannya hingga terkelupas habis. Awalnya sang pasien ragu-ragu, tapi karena diyakinkan bahwa itu bagian dari terapi, Sarmila pun langsung telanjang bulat. Padahal Matkemi sendiri nyaris pingsan menyaksikan pemandangan seperti itu. “Rambut, rambut, jangan keburu putihlah kau….,” batin Matkemi.
Adegan berikutnya, Sarmila lalu diraba-raba sampai ke daerah-daerah paling sensitifnya, yang muskil-muskil nan nyempil. Lho, kok janda cantik ini menggelinjang! Matkemi pun jadi lupa daratan. Tak sekadar dicolak-colek lagi, Sarmila langsung digauli bak istri sendiri. Dan seperti biasanya, seusai berbuat dia lalu bilang: maaf, itu tadi bagian dari prosesi pengobatan saya!
Hari itu Sarmila hanya mengangguk, tapi hari berikutnya dia malah lapor ke Polsek Ciruas dengan tuduhan perkosaan dan pencabulan. Tak ayal lagi Matkemi lalu diciduk dan diinterogasi. Tapi katanya pada petugas, semua itu murni bagian dari terapi. Hubungan intim tersebut sifatnya suka rela, tanpa tekanan pihak manapun. “Tapi kalau ditekan-tekan, memang iya …,” katanya polos.
http://beritaseru.blogspot.com/
————————————–
kumpulan cerita seks wanita dibugili pria – kisah seks perempuan dipaksa bugil – cerita-cerita seks membugili cewek – kisah-kisah seks gadis berbugil ria – cerita seks memaksa bugil wanita – kebugilan
————————————
Filed under: kumpulan kisah nyata | 1 Comment »


