• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Artikel Terbaru 083821513356

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,244,263 hits

Sebuah Kisah Menakjubkan Tentang Ujian Kesabaran

Sebuah Kisah Menakjubkan Tentang Ujian Kesabaran

Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab “Ats Tsiqot” kisah ini. Dia adalah imam besar ,Abu Qolabah Al Jurmy Abdullah bin Yazid dan termasuk dari perawi-perawi yang meriwayatkan dari Anas bin malik. Dan yang meriwayatkan kisah ini adalah Abdullah bin Muhammad. Inilah kisahnya:

Saya keluar untuk menjaga perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati sebuah perkemahan dan aku mendengar seseorang berdo’a :

Ya Allah, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridloi. Dan masukkanlah aku dalam rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih. ( An Naml :19)

Aku melihat orang yang berdo’a tersebut, ternyata ia sedang tertimpa musibah. Dia telah kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya, matanya buta dan kurang pendengarannya.

Lalu aku mendatanginya dan berkata kepadanya : “Wahai hamba Allah, sungguh aku telah mendengar doamu tadi,ada apa gerangan?”

Kemudian orang tersebut berkata : “Wahai hamba Allah. Demi Allah seandainya Allah mengirim gunung-gunung dan membinasakanku dan laut-laut menenggelamkanku, tidak ada yang melebihi nikmat Tuhanku daripada lisan yang berdzikir ini” . Kemudian dia berkata: “Sungguh sudah tiga hari ini aku kehilangan anakku. Apakah engkau bersedia mencarinya untukku? (Anaknya inilah yang biasa  membantunya berwudhu dan memberi makan)

Maka aku berkata kepadanya : “Demi Allah tidaklah ada yang lebih utama bagi seseorang yang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, kecuali memenuhi kebutuhanmu”. Kemudian aku meninggalkannya untuk  mencari anaknya. Tidak jauh setelah berjalan, aku melihat tulang-tulang berserakan di antara bukit pasir. Dan ternyata anaknya telah dimangsa binatang buas. Lalu aku berhenti dan berkata dalam hati: “Bagaimana caraku kembali kepada temanku, dan apa yang akan aku katakan padanya dengan kejadian ini?  Aku mulai berfikir. Maka aku teringat kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam.

Setelah aku kembali, aku memberi salam kepadanya.

Dia berkata: Bukankah engkau temanku?

Aku katakan : “Benar”.

Dia bertanya lagi: Apa yang selama ini dikerjakan anakku?

Aku berkata: “Apakah engkau ingat kisah Nabi Ayyub?”

Dia menjawab: “Ya”.

Aku berkata : “Apa yang Allah perbuat dengannya?”

Dia berkata: “Allah menguji dirinya dan hartanya”

Aku katakan :”Bagaimana dia  menyikapinya?”

Dia berkata: “Ayyub bersabar”.

Aku katakan :”Apakah Allah mengujinya cukup dengan itu?

Dia menjawab :”Bahkan kerabat yang dekat dan yang jauh menolak dan meninggalkannya”

Lalu aku berkata : “Bagaimana dia menyikapinya?.

Dia berkata : Dia tetap sabar. Wahai hamba Allah, sebenarnya apa yang engkau inginkan?.

Lalu aku berkata : “Anakmu telah meninggal, aku mendapatkannya telah dimangsa binatang buas di antara bukit  pasir”

Dia berkata : “Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan dariku keturunan yang dapat menjerumuskan ke neraka”

Lalu dia menarik nafas sekali dan ruhnya keluar.

Aku duduk dalam keadaan bingung apa yang aku kulakukan, jika aku tinggalkan, dia akan dimangsa binatang buas. Jika aku tetap berada disampingnya, aku tidak dapat berbuat apa-apa. Ketika dalam keadaan tersebut, tiba-tiba ada segerombolan perampok menyerangku.

Para perampok itu berkata: Apa yang terjadi? Maka aku ceritakanlah apa yang telah terjadi. Mereka berkata: Bukakan wajahnya kepada kami! Maka aku membuka wajahnya lalu mereka memiringkannya dan mendekatinya seraya berkata :  Demi Allah, Ayahku sebagai tebusannya, aku menahan mataku dari yang diharamkan Allah dan Demi Allah, ayahku sebagai tebusannya, tubuh orang ini menunjukkah bahwa dia adalah orang yang sabar dalam menghadapi musibah.

Lalu kami memandikannya, mengkafaninya dan menguburnya. Kemudian aku kembali ke perbatasan. Lalu aku tidur dan aku melihatnya di mimpi dalam keadaan sehat. Aku berkata kepadanya : Bukankah engkau sahabatku?. Dia berkata : Benar. Aku berkata: Apa yang Allah lakukan terhadapmu?. Dia berkata : Allah telah memasukkanku ke dalam surga dan berkata kepadaku “keselamatan atasmu berkat kesabaranmu” (QS. Ar-Ra’d : 24). Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d : 28)

Dari ceramah Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy yang berjudul Jannatu Ridho fit Taslim Lima Qodarollah wa Qodho

http://www.direktori-islam.com/2009/08/sebuah-kisa-ujian-dan-kesabarannya/

Kisah Mengagumkan Bakti Seorang Ulama Buta pada Ibundanya

Kisah Mengagumkan Bakti Seorang Ulama Buta pada Ibundanya

Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak[1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam beberapa point berikut tanpa perincian yang luas:

1.Syaikh Abdurrahman Al Barrak hafidzahullah dikenal hanya sedikit pergi haji.Sebabnya adalah tidak adanya persetujuan ibundanya rahimahallah.Beliau mulai berhaji lagi sejak Ibunya lemah ingatannnya dan bercampurnya sebagian hal sehingga menjadi  memberikan izin baginya untuk pergi haji

2.Syaikh Al Barrak tidak pergi safar kecuali setelah diberi izin ibundanya.Suatu waktu,terjadi suatu permasalah di kampung halaman beliau di Albakiriyah daerah Al Qosim.Penduduk daerah tersebut meminta Syaikh untuk datang agar membantu menyelesaikan masalah tersebut karena kedudukan Syaikh yang berpengaruh dikalangan mereka.Maka Syaikh menyetujuinya untuk pergi asalkan dengan syarat jika diizinkan Ibunya.Maka sebagian sebagian saudara ibunya berbicara kepada Ibu Syaikh ,dan karena segan maka kemudian diizinkanlah Syaikh Al Barrak.Setelah saudara-saudara Ibunya pergi,maka sang Ibu berkata pada Syaikh Abdurahman bin Nashir Al Barrak :”Saya menyetujuinya karena mereka terus menerus meminta padaku”.

3.Syaikh Abdurrahman dalam safarnya ke Mekah dalam liburan musim panas tidaklah terputus dari menelepon ibunya. Tidak kurang dari dua kali menelepon ibunya dalam sehari.Bahkan beliau sempat memutuskan  pelajaran yang sedang disampaikan dimana saat itu kami sedang membacakan kitab pada beliau di Masjidil Haram ,Syaikh menelepon ibunya dan kemudian disambung lagi pelajaran saat itu

4.Ibunda Syaikh tidaklah terus menerus tinggal bersama Syaikh.Berpindah-pindah,terkadang tinggal di rumah Syaikh namun terkadang di rumah anaknya yang lain (saudara kandung Syaikh).Tatkala tinggal dirumah Syaikh ,maka Syaikh Al Barrak tidak tidur dengan istrinya,tapi tidur bersama Ibunya dikamar Ibunya dengan maksud siap sedia memenuhi segala permintaan Ibunya

5.Diantara bentuk memenuhi hajat Ibunya,adalah Syaikh Al Barrak senantiasa berdiri menuntun memegangi tangan ibunya,karena Ibunya sudah lambat dalam berjalan.Syaikh mengantar untuk pergi ke kamar mandi sampai ibunya duduk dikursi khusus baginya.Kemudian Syaikh menunggu hingga ibunya menyelesaikan keperluannya di kamar mandi,setelah itu Ibunya diantar lagi ketempat semula.Ini semua dilakukan Syaikh,walaupun ada anak-anak perempuan Syaikh dan istrinya

6.Diantara bentuk bakti yang lain, Syaikh Abdurrahman Al Barrak hafidzahullah tidak pernah memutus kebiasaan Ibunya.Saya pernah membaca kitab dihadapan beliau disuatu hari dipelataran rumah beliau dipintu masuk khusus laki-laki.Pelajaran yang disampaikan Syaikh di sore hari biasanya tidak terputus kecuali apabila terdengar adzan maghrib.Tatkala menjelang adzan maghrib beliau meminta saya keluar dari rumah.Ini bukanlah kebiasaan Syaikh sebelumnya.Setelah Isya tiba-tiba Syaikh meneleponku di rumah,beliau meminta maaf dari kejadian dihari itu dan memberitahu bahwa dilakukannya hal tersebut karena Ibunya punya kebiasaan berwudhu untuk shalat maghrib di keran air disebelah pintu dimana kami tadi berada.

7.Syaikh Al Barrak sangat memperhatikan keinginan Ibunya.Adalah kebiasaan Syaikh bermajlis dengan tamu-tamunya hingga adzan tiba kemudian mereka keluar untuk sholat.Namun jika sedang ada ibunya ,maka Syaikh akan berdiri sebelum adzan tiba karena hal ini kesukaan Ibunya yang sholehah

8.Tatkala semakin parah sakit yang dialami ibunya,maka Syaikh berusaha mengobatinya,beliau tidur bersamanya serta memberinya makanan dan minuman.Bahkan Syaikh kami ini apabila selesai sholat shubuh dari masjid,beliau menyiapkan minuman ,kemudian memberikannya kepada Ibunya,atau terkadang mendinginkan minuman tersebut untuk ibunya.Semua ini dilakukan beliau dengan keadaan beliau yang buta matanya.Setelah itu beliau kembali ke masjid untuk menyampaikan kajian shubuh

Disarikan dari tulisan Abu Muhammad Al Qohthoni di forum http://www.ahlalhdeeth.com dengan sedikit penambahan

——————————————————————————–
[1] Usia Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak hafidzahullah saat ini 78 tahun.Beliau sudah menjadi  yatim sejak balita,yakni saat umur setahun.Diusia 10 tahun beliau terkena penyakit dimatanya sehingga tidak bisa melihat sampai saat ini.Diantara guru beliau yang sangat berpengaruh adalah Al Allamah Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, dimana lebih dari 50 tahun belajar dengan beliau rahimahullah.Syaikh Ibn Baz seringkali meminta beliau untuk masuk lembaga fatwa namun ditolaknya.Syaikh bin Baz pun ridho pada Syaikh Al Barrak untuk menggantikannya berfatwa di Darul Ifta di Riyadh di saat musim panas tatkala para mufti pindah tempat ke kota Thaif, Syaikh Nashir Al Barrak ini dengan malu memenuhinya,namun itu dilakukan hanya dua kali,setelah itu ditinggalkannya.Setelah wafat Syaikh Bin Baz, seringkali Syaikh Alu Syaikh mufti sekarang meminta dengan sangat agar beliau menjadi anggota lajnah ifta namun beliau keberatan untuk memutus pelajaran yang biasa beliau sampaikan di masjid.

http://www.direktori-islam.com/

-

Kisah Hidup Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ibnu Jibrin

Kisah Hidup Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ibnu Jibrin

Ya Subhanallah…dihari dilahirkannya Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam (sebagaimana pendapat kebanyakan ahli sejarah) dan dihari wafatnya juga, telah wafat juga pada hari sama seorang yang mulia Syaikh kami, Al Allamah Abdullah bin Abdirrahman Al Jibrin.Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam wafat disaat dhuha di hari senin,sedangkan Syaikh kami wafat disaat dzuhur dihari senin bertepatan dengan 20 Rajab 1430H…seolah-olah ini suratan tersamar bagi umat agar bersabar atas musibah ini. Karena jika perginya Syaikh adalah musibah besar, maka wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tentu lebih besar lagi.Maka siapapun yang merasakan musibah ini,hendaklah ingat akan Rasulullah ‘alaih sholatu wassalam.

Betul, bahwasannya para ulama adalah pewaris para Nabi,dan musibah kehilangannya adalah musibah besar.Bukan sebab dzat tubuhnya,namun karena sebab hilangnya ilmu bersamaan wafatnya mereka.Anas radhiallahu ‘anhu menceritakan: Berkata Abu Bakar kepada Umar setelah wafatnya Rasul shalallahu ‘alaihi wasalam ,”Pergilah dengan kami mengunungi Ummu Aiman,kita kunjungi dia sebagaimana Rasulullah shalallah ‘alaihi wasalam biasa mengunjunginya.Pada saat keduanya sampai ,Ummu Aiman menangis kemudian mereka berdua berkata padanya ,”Apa yang membuat engkau menangis?” Apa yang disisi Allah adalah kebaikan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam!! Maka berkatalah Ummu Aiman :”Saya tidak menangis karena tidak tahu bahwa apa yang disisi Allah adalah kebaikan bagi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam,tapi saya menangis karena wahyu telah terputus dari langit!!Maka menangislah Abu Bakar dan Umar bersama Ummu Aiman

Wanita sederhana ini merasakan berharganya wahyu ilahi,maka bagaimana kita tidak merasakan nilai para ulama yang mereka laksana bintang dilangit…juga perhiasan di dunia.Kematian mereka adalah keretakan sebagaimana ucapan Al Hasan Al Bashri rahimahullah :”Mereka berkata kematian ulama keretakan dalam islam,tidak dapat menambalnya sesuatupun sepanjang pergantian siang dan malam”

Sesungguhnya kami semua menangisi kepergian guru kami,Syaikh Ibn Jibrin..Kami memangisi ilmu yang hilang bersama kami,kami menangis seorang yang mulia,kami menangisi ketawadh’uan beliau yang luar biasa,kami menangisi kezuhudan dan takwanya,kami menangisi tabir kecongkakan di wajah para ahli syubhat dan syahwat dengan kepergian Syaikh

Aku tidak pernah lupa kajian-kajian Syaikh di Jami’ul Kabir sebelum robohnya tempat itu sekarang

Aku tidak pernah lupa tatkala aku hendak mencium kepalanya,beliau meletakkan tangan kanannya dipundakku untuk menahanku agar tidak melakukannya.Bahkan menahan kebanyakan dari  dari tholabul ilmi ..

Aku tidak pernah lupa sikap beliau bersama Al Allamah Abdurrahman Al Barrak,mereka berdua berebut ingin mencium kepala satu sama lain,dengan penuh kerendahan hati dan kasih sayang…

Aku tidak pernah lupa bantuan-bantuan beliau kepada banyak ulama dan para pelajar dengan tandatangan beliau yang dapat membantu menyelesaikan keperluan-keperluan mereka..

Bagaimana aku lupa dengan sebuah Daurah Ilmiah  yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Al’Izz bin Abdissalam dimana  diantara pengisinya adalah Syaikh Ibn JIbrin rahimahullah,beliau tiba disana sebelum para pelajar datang  dan terkadang kami duduk bersama beliau hingga datang sejumlah pelajar ilmu  kemudian barulah dimulai pelajaran Kitabul Iman dari shahih Bukhari!!Beliau tidak gundah dengan sedikitnya yang hadir…Beliau tinggal di selatan kota Riyadh sedangkan kami tinggal di sebelah timur selama sepekan penuh saat itu

Aku tidak pernah lupa rumah beliau yang ramai, tatkala aku berkunjung setelah shalat ashar ,dan aku mendapati banyak orang disana terus bertambah satu  demi satu..masing-masing mereka memilki keperluan pribadi….dan Syakh menghadapi mereka dengan dada yang lapang dan penuh perhatian!!

Aku  tidak pernah lupa Syaikh yang pergi dari satu mesjid ke mesjid lain untuk menyampaikan ceramah ilmiah dan para tholabul ilmi mengikutinya kemana Syaikh berpindah…beliau melakukannya tanpa mengeluh atau bosan dari awal siang sampai akhir siang!!

Aku tidak pernah lupa akan kepala beliau yang sesekali tertunduk-tunduk ,sampai aku katakan didalam hati mungkin Syaikh mengantuk hingga tertidur tanpa beliau rasa.Padahal tertunduknya Syaikh,sedang  berusaha membenarkan bacaan muridnya.Apabila sebelasai muridnya membaca matan kitab, dilanjutkan menjelaskan syarah nya dengan hapalan beliau yang luar biasa kuat..hingga kami merasa ajaib akan banyak nya pelajaran yang beliau isi serta berbagai jenis cabang ilmu …aku katakan didalam hati kapan Syaikh Jibrin dapat menghadirkan ingatannya pada semua pelajaran beliau, padahal semuanya dimulai dari subuh sampai sore hari!!

Aku tidak pernah lupa beliau berbicara dan mengulas sejumlah nash-nash syar’iy serta bait-bait sastra dengan hapalannya  seolah -olah beliau melihat secara langsung dengan matanya kemudian memilih apa yang hendak dinukil atau tidak sekehendaknya.

Kami menyaksikan bahwasannya Syaikh telah menghabiskan waktunya untuk dakwah kepada Allah dan mengajar berbagai ilmu di pelosok negeri yang berkah ini ditimur maupun di barat…dan kami tidak mensucikan seseorangpun dihadapan Allah.Ya Allah ganjarlah kami dalam musibah ini dan gantikanlah dengan kebaikan ..ampunilah Syaikh kami ini dan tempatkanlah di surgamu yang luas Ya Rabbil Alamin!

Sumber :Makalah berjudul Al Allamah Ibn Jibrin Faqidul Ummah oleh Syaikh DR.Muhammad bin Abdullah Al Habdan.

http://www.direktori-islam.com/

sejarah kasus kristenisasi di indonesia

sejarah kasus kristenisasi di indonesia

Pengkristenan Madura Pancing Amarah

“MADURA.” Mendengar kata ini, maka yang terbayang adalah sebuah pulau yang gersang dan kering seluas lebih kurang 5.250 km2 di ujung timur pulau Jawa. Terlintas di benak kita sebuah celurit, karapan sapi dan adat yang keras. Di masyarakat, kata “Madura” akrab dengan sate, becak, besi tua dan rongsokan. Demikianlah, gambaran umum orang lain tentang orang Madura yang dikenal sebagai pekerja keras yang ulet.

Namun, di balik kesan sikapnya yang keras, suku Madura terkenal sangat menjunjung tinggi kehormatan dan agama. Dalam hal penghormatan, orang Madura tidak mau diremehkan maupun meremehkan orang. Sifat demikian termanifestasikan dalam ungkapan “madu ben dara” (madu dan darah), yang berarti bila orang Madura diperlakukan secara baik, sopan dan penghormatan, maka balasannya adalah kebaikan pula. Sebaliknya, bila diperlakukan secara sewenang-wenang dan tidak adil, maka balasannya jauh lebih berat bahkan dapat menimbulkan pertumpahan darah.

Harga diri atau martabat adalah nilai yang sangat mendasar dalam masyarakat Madura. Boleh dibilang, suku yang satu ini pantang menanggung malu. Dasar utama dari harga diri adalah ‘todus’ (rasa malu). Ungkapan lama yang masih populer menyatakan, “tambana todus mate” (obatnya malu adalah mati).

Bagi mereka, lebih baik mati dibanding ada tetapi tiada kehormatan. Kalau mereka sudah ‘todus,’ maka berlaku ungkapan “angoan potenah tolang etembang potenah mata,” artinya: daripada kelihatan putih mata (malu), lebih baik mati (terhormat) kelihatan tulang. Dari tradisi ini lahirlah carok, yakni bertarung menggunakan senjata celurit untuk membela harga diri. “Mun lo’ bengal acarok ja’ ngakoh oreng Madura,” demikian ungkapan Madura yang berarti jika tidak berani melakukan carok jangan mengaku sebagai orang Madura.

Pepatah lainnya, “Oreng lake’ mateh acarok, oreng bine’ mateh arembi” (laki-laki mati karena carok, perempuan mati karena melahirkan). Ungkapan-ungkapan ini menunjukkan carok sebagai ekspresi identitas etnis yang mendapat pembenaran kultural sekaligus persetujuan sosial. Meski dipandang salah menurut kacamata hukum positif.

Bagi orang Madura, kehormatan adalah masalah prinsip yang tak bisa ditawar lagi. Lebih baik mati daripada hidup dilecehkan menanggung malu. Dengan alasan membela kehormatan itulah, maka orang yang melakukan carok dianggap sebagai pahlawan oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Orang yang mengalahkan lawannya saat carok dan lolos dari kematian, dianggap sebagai jagoan yang dijuluki sebagai “oreng blater”. Biasanya pelaku carok yang menang tidak akan melarikan diri. Mereka tidak takut dengan hukuman sebagai konsekuensi yang harus dijalaninya.

Carok adalah jawaban orang Madura jika nilai-nilai harga diri mereka diusik dalam tiga hal: ego, wanita/istri dan agama.

Bicara tentang agama dalam suku Madura adalah identik dengan Islam. Nuansa Islam sangat meresap dan mewarnai pola kehidupan masyarakat. Islam merupakan hal suci yang harus dibela dan dipertahankan, walaupun nyawa jadi taruhannya.

Betapa pentingnya nilai-nilai agama terungkap dari ajaran “abantal syahadat, asapo’ angin, apajung Allah.” Masyarakat Madura sangat religius dan tergolong pemeluk Islam yang taat. Islam tak dapat dipisahkan dari masyarakat Madura, sehingga akan terdengar aneh apabila ada orang Madura yang tidak beragama Islam. “Mateh odik paggun Islam!” Postulat yang berarti “hidup mati tetap Islam” ini sudah mendarah daging dalam suku Madura.

Secara jujur, pihak Kristen mengakui begitu sulit menyebarkan kekristenan ke Madura, baik kepada orang Madura yang masih tinggal di pulau Madura maupun yang sudah eksodus ke luar Madura.

Penerjemahan dan penerbitan Alkitab bahasa Madura misalnya, berkali-kali usaha ini mengalami kegagalan. Usaha ini seolah-olah menabrak benteng baja yang berujung maut.

Pada pertengahan abad ke-19, ada seorang penduduk pulau Jawa keturunan Madura yang bernama Tosari. Setelah ia menjadi orang Kristen pada tahun 1843, Tosari berusaha menyebarkan Injil Kristen ke pulau nenek moyangnya. Karena orang-orang Madura tidak mau menerimanya, maka ia kembali ke Jawa Timur. Beberapa tahun kemudian ia dijunjung tinggi sebagai salah seorang pendekar gereja Jawa, dengan nama kehormatan Kiyai Paulus Tosari.

Salah seorang utusan misionaris dari negeri Belanda yang beroperasi di Jawa Timur pada masa hidup Paulus Tosari adalah Samuel Harthoorn. Pada tahun 1864 Harthoorn dan istrinya itu mulai menetap di Pamekasan, sebuah ibu kota kabupaten di Madura. Selama empat tahun mereka berusaha menjajaki persahabatan dengan penduduk setempat. Mereka berharap agar keakraban itu dapat menjadi suatu jembatan pengkristenan.

Usaha ini gagal dan terhenti setelah terjadi tragedi pada tahun 1868. Ketika Pendeta Harthoorn sedang keluar kota, segerombolan orang Madura di Pamekasan mengepung rumahnya dan membunuh istrinya. Setelah peristiwa yang begitu mengerikan itu, Harthoorn hengkang membawa trauma dan dukanya meninggalkan Madura selama-lamanya.

Sementara itu, di negeri Belanda ada J.P. Esser, seorang pendeta muda yang pandai. Ia belajar teologia dan memperdalam bahasa Madura sampai mencapai gelar doktor. Tahun 1880 ia memasuki pulau Madura dengan misi Kristen. Karena misinya gagal, maka meninggalkan Madura dan menetap di Bondowoso, lalu pindah ke Sumberpakem. Kedua kota kecil di Jawa Timur itu penduduknya banyak yang keturunan suku Madura.

Berkat usaha Dr Esser dan kawan-kawannya, seorang Madura bernama Ebing dibaptiskan di Bondowoso pada 23 Juli 1882. Dialah orang Madura pertama yang memeluk agama Kristen. Tanggal ini kemudian dijadikan tonggak awal berdirinya jemaat Sumberpakem, meskipun peresmian sebagai gereja jemaat baru pada tahun 1900.

Pada tahun 1886, Dr. Esser menyelesaikan terjemahan seluruh Kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Madura. Lalu ia mengambil cuti dinas ke Belanda, agar terjemahannya itu dapat diterbitkan. Tetapi proyek penerjemahan Bibel bahasa Madura ini kembali mengalami kegagalan karena Esser meninggal dunia pada umur 37 tahun, dan sebagian naskah terjemahan hasil karyanya itu raib.

Pada tahun 1889, seorang pendeta muda bernama H van der Spiegel, berangkat ke Jawa Timur untuk meneruskan misi mendiang Esser. Ia mengerahkan tiga orang Madura untuk menolong penyempurnaan naskah Kitab Perjanjian Baru peninggalan Esser.

Ketika naskah buram terjemahan itu selesai, Spiegel pulang ke Belanda pada tahun 1903 untuk menerbitkan seluruh Perjanjian Baru dalam bahasa Madura. Pada saat Spiegel memperjuangkan proyek penerbitan Bibel bahasa Madura di Belanda, sebuah tragedi terjadi di Madura. Gereja Ebing dibakar massa. Seorang misionaris bersama istrinya nyaris tewas, pada saat rumah mereka dikepung dan dibakar.

Berita buruk ini sampai ke negeri Belanda, sehingga proyek Spiegel terganggu. Akibatnya, hasil karya Spiegel yang diterbitkan hanyalah “Ketab Injil Sotceh see Toles Yohanes” (Kitab Injil Suci Karangan Yohanes).

Salah seorang rekan sekerja Spiegel ialah Pendeta F Shelfhorst. Sejak tahun 1912 ia dan keluarganya tinggal di Kangean Madura. Shelfhorst berusaha menyebarkan kekristenan melalui bantuan sosial dan pengobatan. Tapi, usaha pendeta ini tak membuahkan hasil sama sekali. Tak satu orang pun orang Madura yang masuk Kristen. Hingga pada tahun 1935 Pendeta Shelfhorst pensiun atas permohonannya sendiri. Ia tidak pulang ke Belanda, tetapi menetap di pegunungan Jawa Timur sambil menerjemahkan Bibel ke dalam bahasa Madura. Usaha ini pun gagal karena daerah pegunungan itu dikepung bala tentara Jepang pada tahun 1942. Tiga tahun kemudian, Shelfhorst meninggal dalam sebuah kamp tahanan Jepang di Jawa Tengah. Gagal lagi penerjemahan kitab agama Kristen ke dalam bahasa Madura.

Akhirnya, penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Madura baru selesai 130 tahun sejak kegagalan Pendeta Samuel Harthoorn, tepatnya pada bulan September 1994. Penerjemahnya adalah Ny. Cicilia Jeanne d’Arc Hasaniah Waluyo, seorang guru agama Katolik di SMP Pamekasan. Bibel bahasa Madura ini diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dengan nama “Alketab E Dhalem Basa Madura.”

Kegagalan demi kegagalan selalu dituai oleh para pendeta dan misionaris dalam misi mengkristenkan suku Madura. Penolakan orang Madura yang darah dagingnya sudah Islam itu begitu keras. Dalam hal sosial mereka terbuka untuk kerjasama. Tapi untuk murtad ke Kristen, mereka tak kenal kompromi. Jika mereka dipaksa dan ditipu, maka carok jawabannya.

Carok tak dapat dieliminasi dari kehidupan suku Madura, hanya bisa diminimalisir dengan menghilangkan problem sosial penyebab konflik. Kristenisasi adalah salah satu problem sosial yang bisa memicu aksi carok. Untuk meredam carok akibat gerakan kristenisasi, aparat kepolisian harus bekerjasama dengan tokoh agama dan kiyai Madura. Karena orang Madura lebih patuh kepada figur ulama/kiai ketimbang kepada tokoh formal. Dalam kehidupan sosial budaya orang Madura terdapat ungkapan buppa’-babu’-guru-rato. Makna ini menunjukkan kepatuhan dan ketaatan orang Madura pertama-tama kepada kedua orangtua, kemudian berturut-turut kepada guru (figur ulama/kiai), dan terakhir kepada figur rato (pemimpin formal).

Kristenisasi secara radikal terhadap suku Madura yang dilakukan oleh Pendeta Edhie Sapto dan Pendeta Yosua tidak akan mewujudkan misi “amanat agung” yang dicita-citakannya. Kristen adalah Kristen, Madura tetaplah Islam. Agresivitas pengkristenan suku Madura hanya akan mengulangi daftar pertumpahan darah di Madura yang jelas akan mengganggu stabilitas keamanan.

Publikasi di majalah Midrash Talmiddim yang diketuai oleh Pendeta Yosua tentang kristenisasi dengan target utama orang Madura, justru memprovokasi kerusuhan umat beragama. Terbukti, Pendeta Yosua menerima upah perbuatannya. Dalam perjalanan misi di Bandung, kepalanya dikepruk oleh Ustadz Arsyad yang asli putra Madura (Pikiran Rakyat 5/12/2006; Tribun Jabar 12/12/2006). Siapa menabur angin akan menuai badai.

Semua pihak harus mengambil ibrah dari kasus pemukulan Pendeta Yosua. Tindak pengadilan sipil dengan cara anarkis itu tak seharusnya terjadi, jika gerakan pengkristenan terhadap umat Islam, terutama kepada suku Madura itu dihentikan. Jika tidak, maka kita harus cermati pesan bijak KH Abdurrahman Navis, ulama Madura yang kesohor di Jawa Timur, “Secara kultur orang Madura tidak mungkin masuk Kristen. Lebih baik mati daripada masuk Kristen. Kalau ada yang memaksa, bisa carok.” mai, mag, hbj

Sumber : Majalah Tabligh

http://www.majalah-tabligh.com
http://www.swaramuslim.net
http://www.pakdenono.com

Biografi Syaikh Ibnu Baaz

Biografi Syaikh Ibnu Baaz

“ Penegak Bendera Alloh Ta’ala serta Sunnah Rasullullah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam ”

Al-Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah Ta’ala

(Mantan Ketua Mufti/Qadhi Kerajaan Saudi Arabia)

Ulama tunanetra yang karyanya menjadi referensi para ilmuwan. Biasa mengoreksi buku atau kitab hanya dengan hafalan.

Di buat Oleh:

Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani bin Shalih Abu Ramadhan

Muraja’ah:

Ustadz Abu Yahya Marwan Hadid bin Musa

Bismillahirrohmannirrohim

Rektor sebuah perguruan tinggi ternama namun tidak punya rumah pribadi. Itulah Almarhum Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, mantan Rektor Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Bukan tak mampu membeli, melainkan karena sikap zuhudnya. Sebenarnya dari gaji yang diperolehnya Syaikh Abdul Aziz dapat membeli rumah pribadi yang layak. Namun selama hidupnya ia hanya mengambil uang seperlunya dari gajinya, sisanya digunakan untuk kepentingan ummat.

Ia lebih memilih tinggal di rumah sewaan. Pernah Dr. Az-Zahrani, salah seorang teman sejawat Syaikh Abdul Aziz, berniat membeli rumah sewaan itu untuk dirinya. Namun Syaikh Abdul Aziz menolak. “Alihkan pemikiran dari masalah ini. Sibukkan diri dengan kebutuhan-kebutuhan ummat Islam,”Katanya. Hingga kemudian Raja Arab Saudi (King Faishal)’memaksa’ memberikan hadiah sebuah rumah besar. Akhirnya Syaikh Abdul Aziz menerima rumah tersebut, dengan catatan, kepemilikan rumah itu bukan atas nama dirinya. Ia menghendaki rumah itu sebagai rumah dinas. “Tulislah atas nama Rektor Universitas Madinah, sehinga jika nanti datang penggantiku dia bisa menempati rumah ini, “pintanya”.

Ilmu Sepanjang Hayat.

Nama lengkapnya Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah bin Baaz. Beliau lahir di kota Riyadh, Arab Saudi pada bulan Dzulhijjah 1330 H (1909M). Sebagaimana tradisi para ulama besar, Syaikh Abdul Aziz menghabiskan masa kecilnya dan membangun fondasi keilmuannya dengan menghafal Al-Qur’an, Ilmu Hadits, Dll. Sebelum mencapai aqil baligh, ia sudah menuntaskan seluruh hafalannya. Dan Kemudian belajar ilmu Tajwid dan Tahsin kepada Al-Allamah Syaikhul Islam Sa’ad Waqash Al-Bukhari Rahimahullah Ta’ala di Kota Makkah.

Setelah menyelesaikan hafalannya, Syaikh Abdul Aziz terus menuntut ilmu dari beberapa Ulama besar di Riyadh. Juga beliau berguru pada Ulama besar di Najd, seperti misalnya Al-Allamah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Lathif bin Abdurrahman bin Hasan Allu’ Syaikh. Dari mana yang terakhir ini beliau paling banyak menimba berbagai disiplin ilmu Islam dan Sastra Arab.

Bagi Syaikh Abdul Aziz, menuntut ilmu adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat. Penipu, katanya, bila proses belajar itu berhenti hanya karena sudah lulus sebagai Santri/Siswa. Sikap seperti di atas memang melekat kuat pada diri Syaikh Abdul Aziz. Ilmunya sudah cukup mumpuni, namun ia terus-menerus menggali keilmuan. Padahal ia terhalang oleh keterbatasan indera penglihatan sejak umur 16 tahun. Waktu itu ia terserang penyakit mata. Makin hari sakitnya kian parah, hingga pada usia 20 tahun ia mengalami kebutaan total. Alhamdulillah kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk terus mendalami berbagai disiplin ilmu seperti Tafsir, Hadits, Fiqh, Ilmu-Ilmu Ushul, Sastra, dan lain sebagainya. Beberapa karya besar telah dia hasilkan. Di antaranya Majmu’ Fatawa, Al-Fawa’id al-Jaliyyah Fil-Mabahits al-Fardiyah, Kaifiyah Shalat an-Nabi, Bayaanu Ma’na Laa Ilaaha Illallah, Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, Fatawa An Nazhar Wal Khalwah Wal Ikhtilath, dan masih banyak lagi hasil karya besar Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baaz.

Karena kepakarannya, ia dipercaya menjadi Qadhi (penasehat) saat berumur 27 tahun (1936). Jabatan ini dipangku selama empat belas tahun. Pada tahun 1372 H/1951 M ia mendapat amanah mengajar di beberapa Ma’had Ilmiyah (semacam sekolah tinggi) di Riyadh. Amanah itu terus ditekuni hingga Universitas Islam Madinah didirikan. Syaikh Abdul Aziz ditunjuk sebagai Wakil Rektor, mendampingi Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Ibrahim Allu’ Syaikh sebagai Rektornya.

Komitmen kepada Al-Qur’an & Sunnah Rasul/Nabi menurut para Shahabat Rasullullah Shallallahu’Alaihi Wa Sallam.

Syaikh Abdul Aziz sangat komitmen menjaga kemurnian Islam dengan menempatkan Firman Alloh Azza Wa Jalla dan Sabda Rasullullah Shallallahu’Alaihi Wa Sallam di atas perkataan & perbuatan siapapun. Banyak persoalan yang diulas oleh seseorang dengan menyebutkan “Menurut Madzhab ini begini. Menurut Madzhab itu begitu”. Bagi Syaikh Abdul Aziz, “Kami tidak berpendapat berdasarkan Taqlid (mengikuti) Madzhab ini dan Madzhab itu. Kami berpendapat berdasarkan Dalil dari Firman Allah Azza Wa Jalla (Al-Qur’an-Nya) dan Rasullullah Shallallahu’Alaihi Wa Sallam (Sunnah/Hadits-nya)”.

Sebenarnya Syaikh Abdul Aziz tidak menafikan Madzhab. Namun ia tidak sepakat hanya berpegang kepada Madzhab dalam arti Taqlid. Jika mengikuti Madzhab, harus ada pedoman rujukkannya dari Al-Qur’an & As-Sunnah/Hadits, “ingat pula pesan beliau jangan mendepankan Aqli (pikiran) serta Ro’yu (Nafsu) tetapi haruslah sebagai umat Islam mendepankan segala sesuatu hal/cara dengan Dalil Al-Qur’an & Sunnah/Hadits yang Shahih minimal Hasan serta Harus mengikuti Manhaj/Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam yang di jamin Surga (Insya Alloh Ta’ala), itulah peganggan bagi seorang Muslim sejati dambaan Umat Agama Islam”. Ingat pula haruslah kita budayakan Ibadah & Taklim agar dapat memahami Ilmu Syari’at Agama Islam dengan benar yang di Ridhoi Dienullah (Agama Alloh Ta’ala) yaitu Agama Islam.

Tidak suka di puji

Mewarisi sifat Ulama besar, Syaikh Abdul Aziz adalah sosok yang menjauhi sanjungan dan pujian. Seorang Mahasiswa pernah menulis sebuah Qashidah yang berisi pujian kepadanya. Beberapa saat kemudian Fahd al-Bukran dari majalah Dakwah membacanya. Syaikh Abdul Aziz bertanya, “Apakah anda ingin memuatnya di majalah Dakwah?”. “Ya, jika anda Syaikh mengijinkannya,” Jawab Fahd. Seketika Syaikh Abdul Aziz menyatakan, “Tidak, tidak, tidak. Sobek saja, sobek saja”. Selanjutnya Fahd menceritakan, “kemudian Syaikh mengalihkan wajahnya ke arah lain. Kemudian beliau berkata sambil beristighfr dan mengucapkan, ‘La haula wa la quwwata illa billah, La haula wa la quwwata illa billah, La haula wa la quwwata illa billah, Dan wajah beliau berubah”.

Pada tahun 1994M koran Madinah edisi ke-4 secara ekslusif ingin memuat profil pribadi Syaikh Abdul Aziz. Edisi itu telah disiapkan dan siap dicetak. Rupanya Syaikh Abdul Aziz tahu tentang rencana penerbitan edisi itu, sehingga ia segera bertindak mencegahnya. Syaikh Abdul Aziz beralasan, seorang hamba beramal dengan ikhlas dan menyembunyikan amalnya dari orang lain serta berharap Alloh Azza Wa Jalla menerima amalnya. Ia memang selalu berusaha menyembunyikan amalan baiknya. Hanya saja, Alloh Azza Wa Jalla menghendaki amalan-amalan itu tampak karena Alloh Azza Wa Jalla mengetahui kelurusan niat dan jihadnya yang sungguh-sungguh demi Al-Islam yang benar dan Dien (agama) yang lurus yang di Ridhoi Allah Ta’ala.

Kuat Hafalan

Di antara anugerah besar yang diberikan oleh Alloh Azza Wa Jalla kepada Syaikh Abdul Aziz adalah hafalan beliau yang kuat. Begitu kuatnya kemampuan hafalan Syaikh Abdul Aziz sehingga ia mampu mengingat topik suatu buku/kitab berada pada bab dan halaman berapa. Ia juga biasa melakukan koreksi terhadap suatu buku/kitab melalui hafalan saja. Al-Allamah Syaikh Syinqiti Rahimahullah Ta’ala adalah guru Syaikh Abdul Aziz yang pada saat itu hafalannya tidak tertandingi. Suatu saat, Syaikh Syinqiti membahas satu Hadits yang disebutkan Al-Imam Ibnul Katsir di dalam Kitab Tafsirnya. Hadist itu terdapat di dalam Sunan Abu Dawud. Syaikh Syinqiti berusaha mencarinya, namun tak kunjung menemukan hadits itu. Saat itulah Syaikh Abdul Aziz datang. Baru saja mengucapkn salam di sisi pintu dan belum sampai masuk, Syaikh Syinqiti langsung bertanya, “Wahai Syaikh Abdul Aziz, Al-Imam Ibnul Katsir mengatakan bahwa hadits ini ada di dalam Sunan Abu Dawud. Sejak Subuh saya mencarinya dan belum ketemu. Dimana hadits itu?”. Syaikh Abdul Aziz tangkas menjawab, “Hadits itu ada, di dalam kitab ini dan di halaman ini”. Setelah diperiksa, ternyata benar. Begitu banyak kemuliaan yang bersemayam di dalam diri Syaikh Abdul Aziz. Ia dikenal sebagai seorang yang sangat pemurah, dermawan, serta suka memberi nasihat. Sangat tahan dan sabar dalam berbuat ketaatan. Meski usianya sudah terbilang lanjut, gerak dan aktifitasnya masih tampak seperti orang muda. Semangat dan jiwanya memang selalu menyala-nyala seperti anak muda. Tetapi benar apa yang disabdakan oleh Rasullullah Muhammad Shallallahu’Alaihi Wa Sallam bahwa jika Allah Azza Wa Jalla hendak mencabut ilmu, maka tidak dicabutnya dari bumi, tetapi dengan memanggil para Ulama ke haribaan-Nya. Pada tahun 13 Mei 1999 M. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz wafat. Semoga Alloh Ta’ala merahmatinya dan Keluarga Beliau.

Dunia Islam abad ke-20 kehilangan salah satu mutiaranya. Semangat, perjuangan, dan karya warisan Syaikh Abdul Aziz akan menjadi peninggalan yang berharga bagi Ummat Islam. Sekian, Barakallahu’ Fiik (Semoga Alloh Ta’ala memberikan barokahnya kepada kalian), Wallahu’Allam bi Ash-Showab. Semoga Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Rasullullah Shallallahu’Alaihi Wa Sallam, Keluarganya, para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, Para Ulama serta pengikutnya yang setia selalu mengikuti Bendera Hijbulloh (Partai Alloh Azza Wa Jalla) yaitu Al-Qur’an-Nya serta Rasul/Nabi yaitu Sunnah/Hadits-nya.

Salam Taqdim, Bekasi, 23 Rajab 1425 Hijriah.

Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani bin Shalih Abu Ramadhan

Di sebarluaskan oleh: Markaz Dakwah Islamiyyah Yayasan Al-Qolam, Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi

Pesan:

Ingat 5 sebelum 5 yakni:

1). Kehidupanmu sebelum datang matimu

2). Kesehatanmu sebelum datang sakitmu

3). Waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu

4). Masa mudamu sebelum datang masa luangmu

5). Kekayaanmu sebelum datang kemiskinanmu.

Hadits dengan Sanad Shahih Riwayat Muslim.

Pendapat Tokoh-tokoh Non Muslim terhadap Kitab Bibel

Pendapat Toko-tokoh Non Muslim terhadap Kitab Bibel

1. Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama”, tahun 1963, pagina 12 dan 13, berkata sebagai berikut: “Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.”

2. Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru”, tahun 1966, pagina 24 dan 25, berkata sebagai berikut: “Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.”

3. Dr. B. J. Boland dalam bukunya “Het Johannes Evangelie”, p. 9, berkata sebagai berikut: “Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron-kelijken onvervalschen, zul veren vorm overgeleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen…dat de letter der Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaartelling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan.”

Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini… bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.

4. Dr. A. Powel Daviesdalam bukunya “The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library” tahun 1961 , p. 106, berkata: “The first three, or Synoptic Gospels tell much the same story. There are discrepancies; but it is impossible to a considerable extent to reconcile them. John’s Gospel, however, tells quit a different story from the other three. If John is right, then the other three are wrong; If the Synoptic are right, the John’s gospel must surely be in error.”

Artinya: Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.

5. Dr. G. C. Vari Niftrik dan Dr. B. J. Bolanddalam bukunya “Dogmatika Masakini”, cetakan ketiga; tahun 1978, p. 322, berkata sebagai berikut: “Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di dalam Al-Kitab; kekhilafan tentang angka-angka, perhitungan-perhitungan tahun dan fakta-fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu berdasarkan caranya isi Al-Kitab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat kita berkata: dalam naskah asli tentulah tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan-kekhilafan itu barulah kemudiannya terjadi di dalam turunan-turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu.”

6. Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya “Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods”, p. 119-120, lewat buku “Dialog antara Ahmadiyah dengan saksi-saksi Yehowa”, p. 83 dan 88 berkata sebagai berikut: “De andere ses Bijbels (Weda, Awesta, de boeken over Boedha, Tao-teking, Confusius boeken, Kor’an) ken ik niet genoeg…Van onzen Bijbel weet ik dit zeker. Ik heb hem dertig jaar lang van voren tot achteren doorploeterd. En ik zeg rondement; ik kan in Europa geen boek dat meer stikvol dingen-die-niet-waar-zijn zit dan de Bijbel.”

Artinya: Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab-kitab Confusius, Al-Qur’an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.

Dia juga berkata:
“Bijna alle koeken zijn er misleidend, nipseudepigra fisch. D.W.Z. niet geschreven door de auteurs op wier namen zestaan, maar wel later geschreven.”

Artinya: Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni memakai nama. palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka.

7. Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: “I know of no book in history which could compare with the Bible as a source of brutality and sadistic conduct.

Artinya: Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-perbuatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya Markus dalam buku “Dialog Islam-Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris”, terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.).

8. Prof. Herbert J. Muller dalam buku “The Uses of the Past, p. 168 lewat bukunya O. Hashem, “Marxiesme dan Agama”, tahun 1965, Japi Surabaya, p. 45, berkata: “Scholars regard this text ( I Johannes 5:7) as a later interpolation however, since it does not appear in the best manuscripts.”

Artinya:
Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( I Johannes 5:7) adalah suatu sisipan/tambahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada manuskrip-manuskrip terbaik.

9. Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies, “Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya.” (Hashem, “Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl,” terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

———————————————————————————-

Pendapat Toko-tokoh Non Muslim terhadap Al-Quran

1. Harry Gaylord Dormandalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948, p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad.”

2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku “Mohammadanism”, London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.”

3. Sir William Muir dalam buku “The Life of Mohamet”, London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: “Qur’an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan…”

4. DR. John William Draper dalam buku “A History of the intelectual Development in Europe”, London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima olehsekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”

5. DR. J. Shiddily dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru.”

6. Laura Vaccia Vaglieri dalam buku “Apologie de I’Islamism, p. 57 berkata: “Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap… Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur’an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur’an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa kini…Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaannya pula, Qur’an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. “

“Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur’an membangkitkan timbulnya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya…. Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap berkeras kepala.”

7. Prof. A. J. Amberry, dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”

8. G. Margoliouth dalam buku “Introduction to the Koran” (kata pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui bahwa Our’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe karakter yang segar.”

9. George Sale dalam buku “Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan.”

10. E. Denisen Ross dari “Introduction to the Koran-George Sale”, p. 5, berkata: “Qur’an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…..Sungguh sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan modern.”

11. James A. Michener dalam “Islam the Misunderstood Religion Readers Digest”, Mei 1955, berkata sebagai berikut: “Berita Qur’an inilah yang mengusir patung-patung dewa, dan memberikan ilham kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka…. Kombinasi antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya yang membuat Qur’an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin bahwa negara mereka hanya akan diperintah dengan baik apabila hukum-hukumnya sejalan dengan Qur’an.

12. W.E. Hocking dalam “Spirit of World Politics New York 32″, p. 461 , berkata: “…saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur’an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.”

13. Napoleon Bonaparte
a. Dari “Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses”, Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: ” Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya. Berkat keuletan kaum Musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani tertolong dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmauit. Muharnmad memberi kepada mereka sebuah Qur’an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru.”

b. Dari buku “Bonaparte et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness.

Artinya:
Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.*

*) Sumber terutama dari M. Hashem, “Kekaguman Dunia terhadap Islam”, cetakan pertama, Bandung,

—————————————————————————————–

Judul:
Pendapat Para Ilmuwan Non Muslim tentang: BIBEL & AL-QUR’AN

Penyusun:
Drs. H. Wakhid Rosyid (Willibrordus Romanus Lasiman)

sumber: http://www.swaramuslim.net
http://www.pakdenono.com

kumpulan cerita perkosaan – kisah perkosaan – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan perkosaan – kasus-kasus perkosaan – kasus free seks

kumpulan cerita perkosaan – kisah perkosaan – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan perkosaan – kasus-kasus perkosaan – kasus free seks
—————————————–

Kakak Iparpun Berguna

Adam, 35 tahun, sebagai lelaki memang sangatlah luwes pembawaannya. Hidup dijalani dengan santai, mengacu prinsip: mana yang ada sajalah. Ketika pengin kelon sedang istri tak ada, bersama kakak iparpun jadilah. Sebab lelaki dari Subang (Jabar) ini setia pada pepatah lama: tak ada rotan akar pun berguna, tak ada pamajikan (istri), kakak ipar pun berguna…..!

Terus terang saja, sebetulnya Adam cukup lama mendendam asmara rindu pada Watik, 30 tahun. Ketika sama-masa masih lajang, Adam pernah naksir gadis tetangganya di desa Kaliaren Kecamatan Sukamandi itu. Tapi belum sampai aspirasi arus bawah itu dideklarasikan, Watik keburu dikawin lelaki lain. “Tapi enteu nanaon da masih loba piliheun di didituna oge (tapi nggak apalah, toh persediaan masih banyak di sana),” hibur Adam ketika itu.

Itu memang kenyataannya. Keluarga Watik cantik-cantik, putih-putih lagi. Jadi banyak alternatif. Lolos dari incaran pertama, anak ke-4 Pak Mahmud masih demikian menjanjikan. Putri idola bernama Dewi yang terpaut 10 tahun dengannya pun ditempel. Di sore hari naik mobil berdua, baju warna jingga sangat indahnya. Wahai adik cantik siapa punya, pastilah bangga yang jadi suaminya; begitu pantun rayuan Adam.

Kalimat pantun tersebut asal bunyi, tapi cukup menggambarkan aspirasi Adam. Nyatanya, Dewi langsung tahu ke mana arahnya. Setelah melalui pedekate (pendekatan) yang lumayan ulet, gadis bungsu itu jadi juga sebagai istri Adam. “Sagala rupa anu dipiboga hasil kujerih payah bakal meunang kabagjaan (segala sesuatu yang diperoleh lewat perjuangan memang indah dinikmati),” begitu kata Adam setelah sukses “mbelah duren ” di malam pertama bersama Dewi.

Akan tetapi, stok cinta Adam pada istri tak sebanding dengan stok rejeki yang diberikan Tuhan untuknya. Baru 5 tahun berumahtangga, ekonominya goyah lantaran pekerjaan seharinya hanya di PT. Tempo. Maksudnya, tempo-tempo bekerja, tempo-tempo nganggur. Padahal jadwal nganggurnya lebih banyak, sehingga untuk ngempani anak bini Adam sangat kerepotan, kalau tak mau disebut nyenen-kemis.

Habislah sudah barang-barang berharga di rumah, sementara neraca pinjaman di luar juga makin meningkat. Untungnya Dewi sebagai istri tidak hanya bisa mamah dan mlumah. Untuk membenahi ekonominya, dia ingin jadi TKW luar negeri, memburu ringgit di Malaysia . “Meunang ya kang kuring ninggaleun akang salila dua taun moal bakal paeh ieuh (boleh ya bang, “puasa wanita” selama dua tahun kan takkan mati),” kata Dewi saat memberi pengertian pada suaminya.

Jika ingat anaknya yang sering nangis kelaparan, Adam memang tak tega menolak usulan istri. Tapi jika ingat nasib “anak kandung” di dalam sarung, pusing juga sebenarnya Adam berlama-lama jauh dari istri. Jangankan 2 tahun, semalam tidur misah saja dia sudah tak bisa merem. Adam memang begitu cinta dan sayang pada bininya. Maklumlah, bersama Dewi semuanya bisa! Dan Dewi memang bisa diajak gaya apa saja.

Enak nggak enak, Adam terpaksa meluluskan istrinya berangkat jadi TKW. Dan sejak itulah, “kiamat kecil” terjadi. Biasanya, malam hari ada acara yang ditunggu-tunggu, kini bengong macam sapi ompong. Seminggu dua minggu Adam masih tahan, tapi ketika sebulan masih juga menjalani puasa panjang, kepalanya jadi kliyengan. “Sabulan kawas kieu komodeui salila dua taun nahan kahayang lila-lila jadi menyan (sebulan saja begini, dua tahun menahan rindu apa nggak jadi kemenyan)” keluh Adam.

Lalu otak kotornya pun berkecamuk. Adam ingat “obsesi”-nya dulu, yakni Watik yang kini jadi kakak iparnya. Kebetulan suaminya jarang di rumah karena kerjanya malam hari. Diam-diam dia mendekati wanita beranak tiga tersebut, dan terus terang saja dia minta “jatah” karena masa peceklik di rumah. Celakanya, Watik mengijinkan juga, karena suami juga jarang memasok. Jadilah program “simbiosis mutualis” (saling menguntungkan) itu berlangsung.

Ipar yang bernama Watik ini ternyata jago selingkuh juga. Buktinya, dia yang kemudian sering mengambil inisiatip. Beberapa hari lalu dia diajak suami ke rumah mertua, tapi sengaja pulang duluan. Jadi sementara suami ngobrol bersama orangtua, Watik di rumah indehoi bersama adik iparnya. Cuma kali ini sial, ketika keduanya sedang berpacu dalam birahi, diintip tetangga. “Lho lho adam naha nimpang helipad lain anu pernahna (lho lho, Adam kok mendarat di helipad yang bukan semestinya),” gumam si pengintip yang anti Bush juga.

Tak ayal lagi keduanya digerebek dan dibawa ke balai desa. Celana dalam dan kolor yang berantakan di ranjang dijadikan barang bukti. Ketika diperiksa Pak Kades, Adam mengaku sudah dua bulan selingkuh karena kesepian. Sedangkan Watik mau jadi “helipad” adik ipar karena apa ya, karena apa ya…..?

Alah ngaku saja, …… karena doyan, begitu!

kumpulan cerita perkosaan – kisah perkosaan – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan perkosaan – kasus-kasus perkosaan – kasus free seks
—————————————–

kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks

kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Dangdut Berujung Kepruk

Suka mabuk, suka joged di arena dangdut, lengkaplah sisi buruk Yusro, 30 tahun, sebagai suami. Tapi keburukan lelaki dari Cilegon (Banten) ini semakin parah, ketika dia sudah berani meremas payudara penyanyi dangdut di atas panggung. Pemiliknya sih tak marah, tapi Ny. Evi, 25 tahun, istrinya malu sekali. Ironisnya, ketika ditegur di rumah seusai dangdutan, malah dikepruk gelas sampai berdarah-darah.

Ini kisah suami yang gemar musik. Tapi musiknya bukan barat, pop atau kroncong, melainkan lagu-lagu dangdut. Maka di rumahpun Yusro mengoleksi kaset-kasetnya Evi Tamala, Cici Paramida, Nini Karlina, sampai “Jatuh Bangun”-nya Kristina. Kalau mandi pun, suami Evi ini suka bersenandung lagu-lagu dangdut. “Lebih baik kau bunuh dengan pedangmu, asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu,” kata Yusro mendendangkan lagu “Pasrah”-nya Leo Waldi.

Tak kalah hebatnya ketika tetangga punya gawe, baik di gedung maupun di rumah, Yusro pasti terdaftar sebagai penyumbang lagu lewat musik organ tunggal. Dia lalu mengalunkan lagu-lagu dangdut dengan penghayatan total. Matanya sampai merem-merem, padahal suaranya juga tidak bagus-bagus amat, kalau tak mau disebut seperti kaleng rombeng ditabuh. Maka pernah terjadi, saat Yusro merem-merem nyanyi, tahu-tahu hadirin sudah habis.

Istri Yusro sebetulnya juga senang lagu-lagu dangdut, termasuk nyanyi di atas panggung. Tapi dia belum semaniak suaminya. Sayangnya, Ny. Evi agak minderan orangnya. Jika di antara para hadirin banyak yang bersuara bagus, dia mendingan tidak mau nyanyi Meskipun dipaksa-paksa ibu-ibu yang lain, istri Yusro tetap bilang: ogah, ogah, titik!

Agaknya kecintaan Yusro pada musik dangdut sudah mendarah daging. Tak hanya di tempat orang punya gawe, di tempat pertunjukan dangdut pun dia suka naik ke pentas, goyang pinggul bersama para biduannya. Bila penyanyinya cantik-cantik, lalu pantatnya megal-megol, Yusro pun berjoged asyik sekali, hingga lupa anak bini. “Bang Yusro, bang Yusro, mengapa tak pulang-pulang, anakmu panggil-panggil namamu,” begitu ledek para hadirin yang kenal dengan Yusro dan kesehariannya.
Itu belum seberapa, di samping dangdut maniak, Yusro juga suka mabok-mabokan. Kalau sudah mabok, wooo….., ngomongnya jadi vokal sekali, macam anggota dewan saja, kritik sana kritik sini. Tapi ujung-ujungnya lalu teler. Bukan sekali dua kali, dia pulang ke rumah digotong teman-teman, karena mabok berat. Mulutnya bau bir!

Istrinya si Evi, sudah berulangkali menasihati agar mengurangi kebiasaan buruk itu. Dangdutan ya dangdutan, tapi jangan disusul dengan mabok-mabokan begitu. Memangnya kalau tidak minum bir akan mati? Tapi bagi Yusro yang kadung jadi penghamba jenewer, weskit dan bir, sehari tidak mabok tidak afdol rasanya. “Seperti ada yang kurang dari diriku,” begitu katanya.

Kurang ajar, ngkali; begitu jawab Evi kesal. Sebab sepertinya Yusro ini sudah kebal nasihat. Dilarang mabok, tetap mabuk, dilarang joged di atas panggung dangdut, juga tak digubris. Akhirnya Evi pun bermasa bodoh, suaminya mau mabok kek, mau dangdutan sampai pagi kek, sabodo teuing. Yang penting jangan sampai bakar rumah oranglah!

Akan tetapi beberapa hari lalu kemarahan dan kemaluan, ….. eh rasa malu Evi, betul-betul mencapai titik kulminasi. Soalnya, dalam sebuah arena dangdut di tetangga dekat, kembali Yusro berjoged ria di panggung. Melihat penyanyinya cantik macam Maria Eva, dia makin bergaya. Saat biduan tersebut mengangsur-angsurkan dada ke depannya, seperti lepas kontrol Yusro langsung meremas payudara sang biduan. Penyanyi dangdut itu tak marah, tapi Evi yang nonton di bawah malu sekali, karena jadi ledekan ibu-ibu yang lain.
Hanya hitungan menit, Ny. Evi segera beraksi. Begitu suaminya turun panggung langsung diseret pulang. Tiba di rumah serta merta “diceramahi” habis-habisan, dikatakan sebagai suami yang bikin malu istri. Tapi Yusro tak kalah garangnya. Dia segera mengambil gelas, dan dilempar ke wajah istrinya, prakk. Gelas pecah dan wajah istrinya pun mandi darah. Sementara Evi menangis minta tolong, lelaki dari Desa Lebak Gede Merak ini malah melarikan diri.

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Studi Banding Ayah Tiri

Orang baru berusia 25 tahun, kok mengawini Harni janda usia 40 tahun, akibatnya Darto menyesal di belakang. Ibarat kendaraan, katanya tak nyaman lagi ditumpaki (dinaiki). Sayangnya, sebagai pelampiasan kecewa Darto bukannya mengambil jalur poligami yang baru ngetren, tapi malah memperkosa Rini, 18 tahun, anak tirinya hingga hamil. Akibatnya, pak ketepuk pak ketepak, dia babak belur dipukuli warga.

Harus diakui memang, meski usia sudah kepala empat kala itu, Harni masih nampak cantik di kelasnya. Orangnya putih bersih, bodi masih singset nan padet. Kalau ada sedikit flek atau gurat-gurat di pipinya, justru menambah daya pesona bagi Harni. Oleh karena itu pulalah, ketika dia dalam status janda, banyak pria yang mengincarnya, dari kalangan duda hingga perjaka muda yang kencing saja belum lempeng.

Adalah Darto, pemuda lholak-lholok (culun) dari Desa Beteng Kecamatan Jatinom, Klaten (Jateng). Dia memang tinggal sekampung dengan janda Harni. Mungkin karena kecantikannya, mungkin pula lantaran falsafah “witing tresna merga kulina”, diam-diam dia ikut berlomba memperebutkan supremasi janda 2004, kala itu. “Masa depan ada di tangan generasi muda,” begitu setiap dia kampanye mendekati janda Harni.

Tapi karena terlalu muda, nama Darto tak pernah direken atau diunggulkan oleh Harni. Kalaupun dicatat, hanya pada posisi nomer sepatu. Lelaki satu ini memang masih mbocahi. Pikir Harni mungkin, kalau jadi suaminya Darto pasti harus banyak ditatar, paling tidak tipe 120 jam. Ya kalau dia sudah biasa baca buku stensilan, atau kolomnya dr. Naek L. Tobing dan Boyke Dian Nogroho. Kalau tidak, kan berabe!

Ini yang tak pernah diperhitungkan Harni. Meski masih mbocahi, ternyata dia serius mencintai dirinya. Betapapun tak digubris, Darto telaten mendekati. Lama-lama Harni iba juga, sehingga akhirnya dia menerima cinta pemuda yang masih culun tersebut. “Memang mungkin Tuhan mengirim dia untuk pendampingku,” kata Harni pasrah.

Keputusan politik janda cantik tersebut tentu saja membuat tersentak banyak kalangan, terutama para peminatnya selama ini. Kenapa memilih bocah kemarin sore, lha wong yang sudah dewasa penuh dan kaya vitalitas masih banyak. Tapi apalah artinya protes, karena sebagaimana TTS, keputusan dewan juri tak bisa diganggu gugat.

Apa yang dikuatirkan Harni, apa yang dicemaskan para pesaing Darto, ternyata tidak terbukti. Ketika keduanya telah menjadi suami istri, di malam pertama sepak terjang Darto sangat luar biasa. Ibarat sepak bola, dia sangat mahir menggiring bola dan tahu saat yang tepat kapan harus memasukkanya. Harni pun di mata Darto begitu juga, Dia janda STNK yang luar biasa. Andaikan ban, daya cengkeramnya luar biasa kayak ban Goodyear.

Hanya saja kekuatan atau stamina masing-masing tidaklah sama. Dua tahun kemudian, ketika Darto berusia 27 dan Harni 42, ibarat kendaraan kata Darto istrinya kini sudah tidak enak ditumpaki. Buat nanjak harus pakai gigi satu, kalau dipaksakan pakai gigi dua, bisa keplorot (merosot). “Apa saya harus kawin lagi saja, ya, kayak para pejabat itu,” begitu kata batinnya.

Kawin lagi harus punya modal banyak, ya materil ya onderdil. Daripada pusing-pusing, Darto lalu ingin studi banding pada anak tirinya saja, yakni si Rini yang kini sudah berusia 18 tahun. Dengan sebuah ancaman, gadis tersebyt digauli berulangkali sehingga akhirnya Rini pun hamil 5 bulan. Maklum, dibanding ibunya, peringkat anak tiri ini jauh lebih tinggi.

Untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Kehamilan gadis tanpa suami itu membuat ibunya shock. Makin shock lagi ketika tahu pelakunya Darto suami ya ayah tirinya. Skandal itu dilaporkan ke RT dan bapak celamitan itu diinterogasi. Rupanya warga tak sabaran pada jawaban Darto yang pating pecotot. Maka warga pun lalu memukulinya berulangkali, sehingga babak belur dan pakai peci pun tak muat.

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Setelah Menemani Tidur

Kelewatan betul si Darmin, 40, dari Sleman (DIY) ini. Anak gadis tetangga disuruh nemani tidur putrinya, tapi pada gilirannya Nanik, 17, yang sekel nan cemekel itu malah ditiduri sendiri. Ketika digelandang ke Polres Sleman, enak saja dia bilang: “Siapa orangnya yang tahan Pak, ditinggal bini jadi TKW sampai bertahun-tahun,” ujar Darmin dengan wajah tak berdosa.

Apapapun alasannya, Darmin tak bisa seenaknya mengorbankan gadis tetangga untuk medan penyaluran libidonya. Dia harus mendekam di balik tembok dingin dengan tuduhan perkosaan. Maka para tetangganya di Desa Kalasan Kecamatan Kalasan itu pun geleng-geleng kepala. Pantas saja dia tahan berlama-lama jauh dari istri, karena dia ternate punya perempuan alternatip. Layak, layak (pantesan), kata penduduk.

Nanik memang tetangga dekat dengan Darmin, bahkan dia merupakan teman main putri semata wayangnya, Darsih, 16. Ketika bini masih ada di samping dan bawahnya, tokoh Nanik tak pernah masuk agenda malam Darmin. Soalnya dia masih surplus, setidaknya dalam soal pemenuhan gejolak dan gairah lelaki di kala malam dingin tiba. Istrinya yang setia, akan memenuhi keinginan Darmin kapan saja, di mana saja sambil minum…. Cocacolaaaaa!

Gelombang kehidupan manusia selalu berputar, ekonomi Darmin tak kunjung membaik sejak tahun 2005 lalu. Maka demi stabilitas asap dapur, istrinya terpaksa cari terobosan menjadi TKW di Timur Tengah. Berat sebetulnya baginya, sebab dengan kepergian bini, ada sesuatu yang hilang dalam kehidupannya. “Masak sih, untuk urusan perut, aku harus mengorbankan urusan di bawah perut,” kata batin Darmin.

Enak nggak enak, nyaman atau tidak, demi masa depan Darmin terpaksa mengijinkan istrinya memburu real ke Arab Saudi. Dan nyatanya, sejak bininya jadi TKW, ekonominya mulai membaik. Saban bulan sang istri bisa kirim duit secara ajeg. Darmin dan anaknya bisa lagi makan 3 kali sehari, pakaian utuh dan sawah yang tergadai pun bisa kembali lagi. Darmin tak lagi perlu mengencangkan ikat pinggang.

Namun yang di bawah ikat pinggang bagaimana? Lha ini yang kacau balau. Sejak bininya pergi 6 bulan sebelumnya, Darmin mengalami puso dan peceklik luar binasa. Di kala ada istri, seminggu minimal tiga kali dia masih bisa menjalankan “sunah rosul” secara ajeg dan rutin. Tapi setelahnya, tiap malam dia ngaplo, alias tanpa kegiatan yang signifikan dan relefan. Mendadak suhu udara di Kalasan turun sampai 5 drajat di bawah nol.

Ya kalau laparnya perut sebagaimana jemaah haji Indonesia di Mekah sana, Darmin masih bisa bertahan. Tak ada katering, di Sleman kan banyak warung. Tapi kalau laparnya yang di bawah perut, ya ampuuuuun, bagaimana cara mengantisipasinya? Di kala pusing tujuh keliling ini kemudian Darmin muncul ide gila, setelah mana disponsori oleh setan. “Kan ada tetanggamu yang gadis manis. Gitu aja kok repot….!,” katan setan.

Anak gadis tetangga itu akhirnya masuk agenda pemikiran Darmin. Kok betul juga ya, anaknya cantik, sekel, putih bersih lagi. Dia spontan ingat kedekatannya dengan putrinya, si Darsih. Bagaimana jika anak tetangga yang bernama Nanik tersebut disuruh menamani tidur putrinya saja. Dan ketika wacana itu disampaikan ke putrinya, Darsih mau dan ternyata Nanik pun tak keberatan, asalkan insidentil saja.

Nanik pun mulai suka tidur di rumah Darmin, menemani Darsih. Seminggu dua minggu, situasi mantap terkendali. Tapi pada minggu ketiga, lelaki kesepian itu tak bisa lagi menyimpan gejolak nafsunya. Gadis yang baru tidur itu langsung ditindih dan digerayangi. Awalnya berontak, tapi karena diancam akhirnya Nanik bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Darmin.

Kejadian itu membuat Darmin ketagihan, sehingga lain kali diulang-ulang. Rupanya Nanik sendiri keenakan, sehingga kini dia bisa melayani dengan rileks. Tapi pada beberapa hari lalu, di saat gadis itu “melayani” lelaki tetangganya, kepergok ibunya sendiri. Tentu saja urusan jadi panjang. Darmin dilaporkan ke polisi Polsek Kalasan, dengan tuduhan perkosaan. Padahal kejadiannya sudah berulangkali.

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Malunya Gagal Poligami

Sosro, 46 tahun, memang kelewat pede dan nekad. Pejabat bukan, politisi juga tidak, kok ikut-ikutan berburu janda. Dan karena situasi ekonominya memang tidak mantap terkendali, baru naksir Wiwin, 43 tahun, janda tetangga satu gang, sudah ditolak. Gagal poligami, lelaki dari Tegal ini agaknya malu banget, sehingga mencoba hara-kiri. Mati tidak, tapi keluarganya yang repot.

Istri cantik, anak-anak menurut, kurang apa kebahagiaan lelaki yang tinggal di Jalan Slamet, Mangkukesuman, Tegal (Jateng) ini. Tapi agaknya Sosro memang tak pandai bersyukur di muka bumi. Dia tak bisa menikmati kebahagiaan yang ada padanya. Justru dia merasa baru menggapai puncak kebahagiaan itu, andaikan bisa mempersunting janda Wiwin yang tinggal satu gang dengannya. Lho kok begitu?

Telah menjadi sifat manusia, memang. Sesuatu yang bukan milik sendiri selalu menarik, tapi yang milik sendiri tak pernah direken. Sosro begitu itu. Bininya yang bernama Titik, 44, sangat cantik di kelasnya. Tolok ukurnya, kalau dia jalan bareng bersama nyonya, banyak mata lelaki yang melotot mengagumi kecantikannya. Bahkan mungkin dalam hati mereka bilang: bininya cakep begitu, suami kayak pentol korek!

Itu tak pernah disadari Sosro. Bahkan kini dia membanding-bandingkan, janda Wiwin jauh lebih menjanjikan dari bininya. Lebih cakep, lebih seksi menggiurkan, lebih keibuan. Jika dibawa ke tilamrum (ranjang) pasti lebih menggairahkan. Maka gara-gara janda satu gang tersebut, bila Sosro tengah menjalankan “sunah rosul” bersama istri, dia suka membayangkan tengah dilayani oleh Ny. Wiwin.

Andaikan Sosro sampai berkhayal seperti itu, agaknya juga tak salah-salah amat. Sebab perilaku janda ditinggal mati sami ini sepertinya juga memberi angin. Kalau diajak bareng ketika pas satu arah, juga tak keberatan. Lalu diajak makan-makan di rumah makan, juga tidak menolak. Tapi giliran tangan Sosro berusaha usil, Wiwin menepiskannya secara halus. “Ingat yang di rumah, Pak…,” kata Wiwin.

Tutur kata Wiwin yang selalu sopan, dan selalu menyebut dirinya dengan Pak, sebetulnya membuat Sosro kesal. Maunya dia, janda Wiwin itu menyebutnya mas, gitu. Lalu kalau diraba-raba diam saja, atau misalkan berkelit, tapi membalas dengan mencubit. Lha ini tidak, asal Sosro sedikit agresip, dia selalu mengingatkan agar ingat keluarga. Bahkan ketika dia curhat tentang perangai istri di rumah, Wiwin tak mau melayani dengan filosofi: apapun jeleknya seorang istri, dia adalah milikku.

Ih, gondok betul Sosro. Mulutnya sudah membusa panggil mah dan yank di kala sepi tak ada orang, Wiwin tetap saja panggil dirinya Pak Pek dan Pak Pek. Ah, sepertinya janda STNK ini tak bisa menghargai keagungan cinta Sosro, tak mau peduli dengan aspirasi arus bawahnya. “Boleh aku kau bunuh dengan tusukan pedangmu, tapi jangan bunuh aku dengan api cintamu,” kata Sosro puitis sekali, niru-niru lagu dangdut.

Kesal selalu dianggap angin lalu oleh Wiwin, beberapa hari lalu ketika sempat mengajak makan bersama, dia nekad mendeklarasikan cintanya yang agung. Katanya, biar bukan pejabat, bukan politisi, dia sudah siap poligami sebagaimana Menlu Hasan Wirayuda, AM Fatwa ataupun Syamsul Muarif. Pikirnya, kalau nekad poligami seperti mereka, apa sanksinya? Takkan ada yang berani menarik dirinya dari partai, wong dirinya memang bukan anggota partai apapun.

Akan tetapi Wiwin tetap tidak menggubris paparan Sosro. Bahkan dia menasihati agar kembali pada keluarga. Meski dirinya sebetulnya juga ada hati dengannya, tapi tak mungkin merebut suami orang. Daripada mengganggu milik orang, mendingan mencari yang bebas merdeka saja. “Kalau sekedar cari yang model pentol korek kayak sampeyan, di Tegal ombyokan,” begitu kata batin Wiwin.

Hati Sosro jadi terbakar, karena cintanya dianggap sepi. Akhirnya dia mengancam mau harikiri kalau cintanya ditolak, ternyata Wiwin bilang: silakan saja. Malu jika dianggap gertak sambal, Sosro benar-benar ambil pisau dan ditusukkan ke perutnya. Mati sih tidak, tapi Wiwin dan keluarga Somad jadi repot karena harus melarikan lelaki cengeng ini ke RS Kardinah.

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Pameran Mesum Kakak Ipar

Cara-cara Orde Baru dalam mengemudikan negara, rupanya ditiru pula oleh Tinggal, 30 tahun, untuk mengendalikan rumahtangganya. Jaman Orba, pameran pembangunan selalu digalakkan. Tapi di rumah lelaki bejad dari Cirebon ini, hampir setiap malam diselenggarakan pula pameran…. persetubuhan. Suerrrr, Tinggal setiap menggauli istrinya selalu dipamerkan pada adik iparnya, Juwita, 17 tahun. Alasannya, bila setelah berumahtangga kelak sudah tidak canggung lagi. Gila!

Ini memang kisah paling edan dari kompleks Mejasem Permai, Kosambi, Kota Cirebon. Bapak dua anak ini sudah putus tali moral dan malunya. Masak urusan yang sangat pribadi antara suami istri, dipertontonkan pula pada adik iparnya. Atau barangkali Tinggal memang terlalu cepat menerima perubahan zaman? Di era keterbukaan seperti sekarang, baginya rahasia ranjang juga perlu disosialisasikan pada adik iparnya. “Adikku kan juga punya hak memperoleh informasi,” kata Tinggal sok pintar.

Namun di balik itu semua, Tinggal memiliki agenda tersembunyi bagi si Juwita. Sebetulnya dia sangat syurrrr dan tertarik berat pada kemolekan adik iparnya tersebut. Di mata Tinggal, Juwita merupakan cewek yang paripurna, jauh lebih mulus dari Imah istrinya sendiri. Dia lebih sekel nan cemekel, cantik dan menggemaskan. Ingin menimangnya, ingin Tinggal mengendongnya, tapi gendong depan!

Tapi segala hasrat dan aspirasi arus bawahnya ini cuma sebatas wacana, Tinggal tak berani menyatakan, apa lagi mendeklarasikan di alun-alun semacam partai. Hanya gerak-geriknya tak bisa dicolong. Setiap melihat Juwita yang putih mulus, jantung Tinggal berdegup keras, kelenjar adrenalinnya bekerja, persis penderita jantung akut. “Oo juwita malam, bolehkah aku berkencan dengan tuan….,” kata batin Tinggal seperti lagunya Ismail Marzuki saja.

Akan tetapi di mana pun sama. Setiap lelaki yang jatuh cinta, dia menjadi kaya ide, sarat gagasan cemerlang. Seperti Tinggal itu tadi, agar agenda politiknya tak tercium secara nyata, dia menerapkan cara-cara nan vulgar (kampungan). Misalnya, ketika dia sedang menjalankan sunah rosul bersama istri, sengaja kamarnya tak dikunci. Maksudnya jelas, bila adik iparnya masuk ke kamar pribadinya, dia langsung bisa menyaksikan bagaimana Tinggal tengah mengadopsi adegan Zaini Yahya-Maria Eva.

Akal bulus Tinggal mengena sasaran. Sekali waktu Juwita memergoki kakak iparnya berhubungan intim dengan istrinya. Sang ipar mundur teratur, tapi lelaki bejad ini malah bilang: nggak apa, nggak apa, masuk saja.Keruan saja Imah istrinya memarahi suami, tapi Tinggal tak kurang galaknya. “Biarkan saja, mah. Kalau kamu menolak, tak bunuh kamu,” ancam Tinggal bagaikan Kadir Srimulat saja.

Tinggal beralasan, sebagai gadis dewasa, sudah saatnya Juwita mengetahui rahasia suami istri tersebut. Katanya, dengan melihat langsung, dia akan menjadi lebih dewasa, sehingga kelak setelah berumahtangga, Juwita takkan canggung lagi menghadapi malam pertama. Jadi adik ipar harus dikondisikan, harus dipersiapkan. Pinjam istilah jaman Orde Baru dulu, Juwita harus menjadi manusia yang siap pakai! Persaingan semakin keras.

Istri Tinggal tak bisa melawan. Meski jengah, lain waktu dia harus merelakan adegan paling intimnya disaksikan oleh adik kandungnya. Juwita sendiri menonton dengan terpaksa, sehingga dia menutup wajahnya pakai jari jemari. Tapi Tinggal melarangnya, tak usah ditutup-tutupi. “Kalau ditutup juga, jari jemarimu jangan rapat, biarkan renggang-renggang saja, gitu loh….,” kata Tinggal tanpa punya rasa malu.

Ketika eksposisi gila itu sudah menjadi tradisi rumahtangga, barulah Tinggal melangkah ke target sebenarnya. Di saat istrinya sedang palang merah, dia gentian menggilir Juwita. Awalnya adik ipar ini berontak. Tapi karena memang sudah dikondisikan agar menjadi manusia siap pakai, dia tak bisa menolak ajakan gila kakaknya. Dan ternyata kayak iklan biscuit di teve, enak juga ya; sehingga Juwita pun bablas, dan wes hewes hewes…., bablas prawane!

Aksi mesum bersama Juwita menjadi sebuah rutinitas, tanpa diketahui Imah sang kakak. Tinggal pun semakin bahagia, wajah ceria! Bagaimana tidak? Sementara Aa Gym dam Zaenal Maarif poligami diributkan, sesungguhnya dia sudah “mempoligamikan” diri tanpa diketahui masyarakat. “Jadi kecanggihan berpolitik tak hanya milik orang Senayan (baca: DPR) saja,” kata Tinggal bangga.

Hanya saja tak selamanya Tinggal mengalami panen raya. Beberapa hari lalu, saat dia menggarap Juwita, kepergok istrinya. Langsung dia loncat indah non PON, sementara si adik ipar juga mengaku bahwa diperlakukan demikian sudah dua tahun berjalan. Tentu saja Imah marah besar. Suami celamitan tersebut dilaporkan ke polres Cirebon, dan Tinggal pun harus menapaki karier barunya di balik terali besi.

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Ilmu Jalan Bawah

Agaknya Ny. Samini, 65 tahun, dari Indramayu (Jabar) ini punya kecantikan sekaliber Mooryati Sudibyo, biar tua masih enak dipandang mata. Buktinya, dia bisa ganti-ganti suami hingga 11 kali. Tapi suaminya yang ke-12 ini bikin dia makan hati berulam jantung. Bagaimana tidak? Meski dia guru ngaji, Halimi, 57, belum lama ini ditangkap polisi gara-gara menyalurkan ilmu lewat jalan bawah alias memperkosa salah seorang muridnya.

Tak ada yang menyamai rekor Ny. Samini dalam urusan kawin cerai. Baginya, ganti-ganti suami seperti kita ganti baju saja. Asal bosan tinggal melepasnya dan ganti lagi. Maka sepanjang berburu lelaki selama 45 tahun, begitu banyak asam garam dan pengalaman wanita dari Kertasemaya, Indramayu ini. Maklumlah, sedari muda Ny. Samini memang cantik, dan hingga kini mampu mempertahankannya. Maka yang mau jadi suami dia sampai ngantri-ngantri kayak beli minyak tanah.

Indah dan mesranya punya bini usia tua seperti apa sih? Tanyakan saja pada Halimi, yang kini menjadi suami kedua belasnya. Yang jelas, karena dia lebih muda tujuh tahun, sering terjadi ketidak-seimbangan dalam program “sunah rosul”. Sementara dia masih lumayan menggebu, Ny. Samini sudah melempem kayak kerupuk. Karenanya ibarat main bulutangkis, Halimi masih mampu memberikan smash-smash tajam menukik, Samini melayaninya dengan backhand saja. Keruan saja bola Halimi sering nyangkut di net!

Kalau boleh berkata sejujurnya, sebetulnya Halimi tak puas punya bini macam Samini. Tapi untuk menceraikannya, dia harus mikir dua kali. Selain cerai adalah perbuatan halal yang dibenci Allah, sesungguhnya dengan jadi suami Samini dia bisa numpang hidup. Maklum, nenek-nenek ini tergolong kaya di kampungnya. Jadi selama ini para mantan suaminya, termasuk Halimi, hanya modal senjata non organik saja.

Asal tahu saja, keseharian Halimi memang tak punya pekerjaan. Pensiunan bukan, purnawirawan juga tidak. Kalau ini bisa disebut pekerjaan, sehari-harinya dia menjadi guru ngaji, yang imbalannya bukan PGPN (Pokok Gaji Pegawai Negeri), tapi Pokok Gaji Akherat. Ya, Halimi memang hanya mengharapkan pahala dari Tuhan YME semata. Dari para tetangga yang menitipkan anak-anaknya belajar ngaji, tak pernah memperoleh imbalan berbentuk uang. Paling kiriman makanan di hari-hari istimewa, itu saja.

Halimi punya murid banyak, beberapa diantaranya gadis-gadis ABG. Salah satu muridnya yang bernama Anisa, 15 tahun, selama ini menjadi titik perhatiannya. Meski daya belajarnya lambat, tapi dia memiliki kelebihan lain, cantik dan mulai menebar sejuta pesona. Maka benar kata pelawak Suroto dulu, Anisa ini termasuk kategori: cantik tapi goblok. “Manusia memang tak ada yang sempurna, semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Halimi santun. Guru ngaji kok!

Rupanya perhatian Halimi pada murid yang satu ini makin berlebih, ini setelah dikaitkan dengan “pelayanan” istrinya yang jompo di rumah. Diam-diam dia suka berkhayal, bagaimana seandainya dia mengawini gadis Anisa? Tapi untuk dirinya yang semua tergantung sponsor istri, masak mau poligami? Lagian, Halimi kan bukan pejabat tinggi, politisi atau wakil ketua DPR. Jadi modalnya apa untuk poligami itu?

Ingin meniru Aa Gym? Itu juga belum kelas Halimi, betul tidaaaaak? Jadi sebetulnya, demi kemaslahatan keluarga dan lingkungan, mustinya dia tak perlu berwacana tentang poligami. Bikin pusing saja. Yang paling aman dan pasti kenyang, cukuplah Halimi makan indomi atau popmi saja. “Buka bungkusnya, siram air panas, tunggu sebentar, sudah bisa dinikmati,” kata hati nurani Halimi.

Namun hati nurani suka kalah dengan setan. Karena dia guru ngaji, setan yang ngompori tentu saja yang sudah S2 lulusan perguruan tinggi. Maka ketika Halimi dalam kebimbangan, setan pun memberi solusi. Katanya, ragu poligami nggak masyalah. Tapi Anisa bisa saja dizinai. Kan intinya cuma di situ. Lha kalau dianya sampai hamil, ya itu musibah!

Dosa, dosa, peduli amat, begitu kata Halimi yang sudah terkontiminasi setan. Anisa pun didekati, dikasih tahu bahwa untuk memudahkan cepat belajar, Halimi akan memberikan “ilmu jalan bawah”. Apa itu artinya “jalan bawah”, gadis cantik tapi goblok itu tak sempat berfikir jernih. Sebab dalam sebuah kesempatan, Halimi berhasil menggaulinya bak kepada seorang istri. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali, sehingga perut Anisa pun menggelembung!

Unsur janin di perut gadis ABG tahu-tahu sudah 5 bulan. Gegerlah warga Kertasemaya. Ketika diinterogasi Anisa menyebut nama Halimi. Keruan saja ayahnya segera melabrak ke Halimi. Nenek-nenek istri Halimi pun kaget atas kelakuan suaminya. Maka sebagai pelajaran, lelaki celamitan itu digelandang ke Polsek Kertasemaya. “Nggak usah ditahan Pak, saya juga mau ngawini dia kok,” kata Halimi mencoba bernegosiasi. Enak saja.

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks
—————————————————–

Ponakan Buat Penakan

Akal dan moral Bardi, 47, rupanya sudah terlanjur jebol, sehingga tak tahu lagi batasan malu. Kalau tak puas lagi pada “pelayanan” bini di rumah, kan masih bisa cari kepuasan di luar. Lha kok dia malah menelateni Rini, 18, ponakan sendiri buat penak-penakan, mentang-mentang bisa gratis. Padahal, akibat petualangannya itu Bardi harus mendekam di sel polisi karena Rini ternyata hamil.

Tingkah polah Bardi sebagai lelaki memang memalukan, nyaris seperti kambing bandot saja. Mbak-mbeeeek maunya kawin melulu. Istri di rumah sampai capek rasanya mengimbangi libido suaminya yang terlalu tinggi. Coba bayangkan, setiap hari dia minta dilayani, bila bini menolak pasti nyap-nyap. Mending kalau hanya membanting pintu, banting istri pun bagi Bardi bukan masalah.

belakangan Bardi jadi kurang selera. Celakanya, dia kemudian mencari sasaran lain. Bukan pacaran lagi, melainkan mengincar ponakan sendiri, Rini, yang selama ini tinggal bersamanya. “Kalau ban, ini jenis radial Bleh, daya cengkeramnya luar biasa,” kata setan membujuk Bardi.

Asal tahu saja, gadis Rini memang cukup cantik di kelasnya. Kulitnya putih, mirip buliknya. Bodinya juga sekel nan cemekel (enak dipegang). Kalau boleh pinjam nama artis, Rini ini adalah sosok yang berwajah Desy Ratnasari, tapi berbodi Tika Panggabean. Pendek kata, enak dikekepi dan perlu!

Hari naas bagi Rini dimulai ketika buliknya pergi. Bardi yang sudah lama mengincar, merasa dapat peluang emas. Ponakan yang cantik itu pun lalu didekati, dirayu-rayu agar mau meladeni aspirasi arus bawahnya. Tentu saja Rini kaget setengah mati, masak pamannya begitu. “Rika aja kaya kuwe lik, inyong wedi diomehi bulik (Palik jangan begitu, saya takut dimarahi bulik), kata gadis yang tinggal di Jalan Pahlawan, Purwokerto (Jateng).

Iman Bardi memang terlanjur rontok, setelah setan gencar membujuk dan mempengaruhi. Bila negara adi kuasa bisa mengembargo ekonomi negara kecil, Bardi pun mengembargo Rini melalui jalur pendidikan. Katanya, bila tak mau melayani nafsunya, Rini takkan dibiayai lagi sekolahnya. Padahal cari kerja modal ijazah SMP paling-paling jadi pembantu, atau buruh pabrik.

Diembargo sekolahnya, lalu jadi pembantu atau buruh pabrik, memang sangat mengerikan bagi Rini. Dengan sangat terpaksa dia menyerahkan kegadisannya pada paman yang celamitan tersebut. Maka kejadian selanjutnya, Rini mringis kesakitan, tapi Bardi mrenges keenakan. Dia memang sudah tak peduli lagi dengan tatanan moral, biar ponakan apa salahnya buat penak-penakan.

Orang bila sedang dikuasai setan ya begitu itu, bawaannya pengin begituan melulu. Sekali dilayani, Bardi menjadi ketagihan. Lain waktu asal situasi di rumah cukup mantap terkendali, dia kembali mengajak Rini berpacu dalam birahi. Ancaman klasik selalu diberikan setelah terpuaskan hajatnya. “Jangan cerita ke mana-mana, ikuti pesan-pesan berikut ini,” begitu katanya seperti iklan teve saja.

Lima atau delapan kali sudah Bardi menodai ponakan sendiri, tak ada angka pastinya. Yang jelas, cukup seringlah. Kerena hal itu pernah dilakukan di masa subur, maka akibatnya perut Rini pun menggelembung berisi janin yang sudah berusia 6 bulan.Tentu saja buliknya bingung, kenapa ponakan bisa hamil sedangkan setahunya Rini tak punya pacar.

Awalnya ketika didesak buliknya Rini membisu saja. Tapi karena siang pagi sore selalu ditanyakan soal perutnya yang halim non PK itu, lama-lama Rini pun tak tahan. Dia lalu menyebut nama Bardi, ya pamannya sendiri. Buliknya terpekik kaget. Tapi habis itu segera melaporkan suaminya ke Polres Purwokerto. Tak perlu lagi klarifikasi segala, karena istri Bardi ini sudah hafal akan kelakuan suaminya.

http://beritaseru.blogspot.com/

—————————————————
kumpulan cerita free sex – kisah free sex – cerita-cerita hubungan seks bebas – kisah-kisah hubungan free sex – kasus-kasus free sex – kasus free seks

kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat

kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Ditembak Pistol Gombyok Caleg

Ada kabar, Ketua RW daerah rawan Jakarta boleh punya pistol. Di Sragen Jateng seorang Caleg malah sudah punya “pistol gombyok” dan menelan korban. Bajuri, 50, Caleg dari Golkar jadi urusan polisi karena “tembakan”-nya menyebabkan gadis Uning, 20, kini melahirkan bayi tanpa ayah yang jelas.

Tokoh politik terlibat skandal asmara, sudah sering didengar dan ditonton lewat teve. Tapi ini Bajuri, yang statusnya baru calon politisi, sudah gagah-gagahan bikin skandal. Memangnya mau napak tilas jejak Max Moein dan Yahya Zaini, apa? Tapi memang harus diakui, tak pandang politisi sudah jadi, tak peduli baru calon, bila dihadapkan pada wanita cantik pantat kentel, banyak yang liwung (lupa daratan) dan akhirnya berani masuk dalam “sarung”. Dari zaman baheula, kaum hawa memang dititahkan jadi makhluk penggoda.

Ini si Bajuri begitu juga. Baru jadi Caleg nomer urut 8 saja untuk Kabupaten Sragen, sudah belagu. Dapat SMS nyasar dari seorang cewek, langsung kurang gaweyan (kurang kerjaan) menanggapinya. Dibalasnya SMS itu, tit tit tit. Ee ternyata berbalas, dan semakin seru. Kelanjutannya tak hanya SMS-an saja, tapi langsung berhalo-halo. Wah dari nama dan suaranya saja sudah demikian menjanjikan, apa lagi orangnya. “Kejar terus Bleh, siapa tahu dari suara tit tit SMS, itu jadi rejeki ente punya titit….,” kata setan memberi semangat.

Ketika ketemu langsung, busyettt……memang seperti iklan film kamera, seindah warna aslinya! Yang namanya Uning itu cantik dan sekel nan cemekel (enak dipegang). Bajuri jadi lupa akan umurnya yang sudah kepala lima, gadis belia itu langsung dikencani, diajak nginep di hotel kelas melati di kota yang sama. Ee, ternyata nggak menolak. Maka selanjutnya di kamar hotel tersebut si calon politisi mulai membicarakan soal “poros tengah” bersama Uning. Jangan salah, poros tengah ini bukan yang digagas Dien Syamsuddin, tapi murni gagasan Bajuri yang dijamin bikin sigadis terengah-engah!

Akhirnya, Caleg dari Dapil IV Sragen ini berhasil dapil-dapilan (dada dipilin) bersama Uning. Bukan hari itu saja, tetapi setiap ada kesempatan. Gadis dari Banjarsari Solo ini seneng-seneng saja. Sebab sekali ngamar diberi uang barang Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,- Bahkan dua kali pula dia diberi HP Nokia kelas canggih yang bisa motret segala. “Tapi maaf, ini masih kalah canggih sama HP-nya Emha Ainun Nadjib, Itu lho, yang bermerk Novia Kolopaking….,” kata Bajuri merendah, setelah entuk-entukan (memperoleh segalanya).

Hari-hari indah itu ternyata tak berlangsung lama. Akibat terlalu sering menjadi korban “pistol gombyok” sang Caleg, gadis Uning hamil. Tapi calon politisi dari Desa Cabugan Keamatan Tanon ini masih berkelit terus hingga gadis itu melahirkan. Kini Bajuri ditangkap polisi Polres Sragen dengan tuduhan: menyetubuhi gadis di bawah umur dengan akibat melahirkan. Meskipun demikian dia berkelit bahwa Uning bukan bermain dengan satu lelaki saja, karena sudah “profesi”-nya. Dan Bajuri juga minta jangan pula dikait-kaitkan dengan Caleg, karena peristiwa itu bermula sebelum dirinya resmi menjadi calon legislative. Yang pasti bakal jadi calon napilah, Mas!

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Santunan Dalam Perselingkuhan

Sampan, 40, memang kelihatan sosial, tetapi sekaligus juga sialan! Bagaimana tidak? Kelihatannya dia giat menyantuni janda Munisah, 38, sebagaimana anjuran KH. Zainuddin MZ. Tapi ketika warga sekitar terlena, janda satu kampung itu diajak “masuk sarung”. Dan santunan beraroma selingkuh itu berujung ke polisi.

Ekonomi Sampan buat kalangan warga Desa Aeng Bagekenek Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep (Madura) memang tergolong paling mapan. Citranya pun semakin terkerek, ketika dalam keseharian orangnya sangat sosial. Dia suka menyantuni para fakir miskin dan anak yatim piatu. Sebab dia yakin betul bahwa orang takkan jatuh miskin karena bersedekah.Bahkan Allah akan melipatgandakan pahalanya menjadi 700 kali bagi mereka yang menyantuni si lemah secara ikhlas.

Langkah Sampan agak melenceng ketika dia beberapa bulan belakangan menyantuni Munisah, janda muda yang baru saja ditinggal mati suami. Wanita itu memang tak punya penghasilan tetap, sementara almarhum suaminya juga tak meninggalkan tunjangan pensiun, karena dia memang bukan PNS. Sampan yang dulu suka mendengarkan ceramah KH Zainuddin MZ sebelum terjun ke politik, sangat terkesan akan wejangan dai sejuta umat itu. “Masih banyak janda yang perlu disantuni, betul atau tidak…..?” begitu kata-kata itu selalu terpatri.

Akhirnya lelaki muda ini setiap bulan menyisihkan penghasilannya sebanyak Rp 500.000,- buat sijanda yang demplon itu. Selama ini warga sangat angkat topi akan kepedulian sosial si Sampan. Karenanya, ketika lelaki beranak istri ini main ke rumah Munisah, warga tak pernah curiga dan ambil peduli. Paling-paling memberikan uang santunan rutinnya. Lagi pula, janda dua anak ini hanya menang demplon doang. Wajahnya biasa-biasa saja, masih jauh dadi standar SII.

Lagi-lagi orang lupa bahwa witing tresna bisa merga atusan lima (cinta tumbuh karena uang Rp 500.000,-) Lantaran keseringan menyantuni janda miskin itu, lama-lama dari kasihan berkembang menjadi kasih sayang. Apa lagi setan selalu nggrecokin orang mau berbuat kebaikan. “Tanggung Bleh, tiap bulan masak hanya setor benggol (uang), kenapa tidak “bonggol”-nya sekalian?” kata setan saat jadi profokator. Lalu tangan-tangan setan itu menuntunnya untuk berbuat tidak senonoh. Ny. Munisah yang sudah berbulan-bulan tak tersentuh lelaki, ternyata menanggapi dengan antusias, ….ya jadilah!

Ujung-ujungnya memang bermuara ke ranjang. Meski belum juga jadi suaminya, janda muda itu tak menolak ketika disetubuhi si lelaki kaya dan penyantun. Cuma perselingkuhan itu tak berlangsung lama. Baru beberapa kali Sampan nyosorrrr si janda, ulahnya tercium warga. Pasangan mesum itu pun digerebek. Dan betul adanya, malam-malam baru pukul 21.00 mereka sudah tumpang tindih bagaikan burung merpati ketemu betinanya. Langsung saja keduanya diminta berpakaian kembali dan diserahkan ke Polsek Bluto. Citra Sampan hancur sudah, dari orang sosial menjadi paling sialan.

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Biar Mayat Lumayan Bung

Kelakuan Firman, 22, membuat orang se Palembang bertanya-tanya. Benarkah dia mencintai gadis Fatma, 21, sepupunya sendiri? Ataukah hanya sekedar nafsu? Soalnya, hanya karena cintanya tak bersambut, dia tega membunuhnya. Paling sadis, setelah gadis itu jadi mayat langsung ditelanjangi dan diperkaos!

Hukum Islam tidak melarang lelaki perempuan satu nenek berkahwin. Cuma untuk adat orang Jawa maupun Sunda, kalau tidak kepepet betul, hindarilah pernikahan yang terlalu dekat pertalian darah tersebut. Bukannya apa-apa, hanya banyak sekali contoh menunjukkan, saudara sepupu jadi sepaha sering berpengaruh pada keturunan. Ada yang cacat secara pisik, ada pula cacat secara mental. Secara ilmu genetika memang susah diteorikan, tapi dalam praktek sering terjadi hal demikian itu.

Agaknya nasihat seperti ini telah dipaparkan pada Firman, ketika dia naksir berat pada Fatma sepupunya sendiri, warga Desa Banyuasin Tiga, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tapi nasihat itu rupanya tak digubris, karena dia beralasan itu kan tradisi dan teorinya orang Sunda dan Jawa, sedangkan wong kito kan tinggal di Sumatera Selatan. “Nenek moyangku raja Sriwijaya, bukan raja Pajajaran atau Majapahit,” begitu kira-kira kata Firman ketika menerapkan aji pengeyelannya.

Ya, capek deh! Firman yang bernenek moyang raja, ngotot naksir Fatma yang nenek moyangnya hanya seorang pelaut, tapi gemar mengarung luas samodra. Padahal di samping urusan pertalian darah, sebetulnya gadis itu sama sekali tak filing pada Firman. Maklumlah, dia sudah punya kekasih sendiri yang begitu sangat dicintai. Maka nasehatnya kemudian pada sang kakak sepupu, Fatma terpaksa mensitir kata-kata KH Zainudin MZ dulu: masih banyak janda yang bisa kau cintai dan santuni!

Akan tetapi Firman tak bisa menerima penolakan cinta itu. Baginya tak ada perempuan lain di dunia ini kecuali Fatma seorang, yang cantik jelita, yang putih bersih dengan betisnya yang mbunting padi, yang bodinya sekel nan cemekel, dan bla bla bla ….lainnya lagi. Makanya, biar kedatangannya selalu tak digubris, Firman masih saja selalu apel ke sana. “Kenapa harus malu, toh ini rumah pamanku sendiri,” begitu kata Firman ketika diledek teman-temannya.

Lama-lama risih juga keluarga Fatma menghadapi sikap ndableg Firman. Sudah dibilang tak ada hati dan masih famili, kok nyosor terus. Untuk menyurutkan nyali sang pemuda, kemudian sengaja Fatma memanas-manasi Firman. Jika jalan bareng dengan si doi, sengaja dia lewat depan rumah kakak sepupunya tersebut. Maksudnya, biar Firman tahu diri dalam arti lalu tidak mengejar-ngejarnya lagi. Sukur-sukur dia langsung balik bakul dan nubruk perawan lain untuk dinikahi.

Kelakuan Fatma ternyata berakibat fatal. Sikap memanas-manasi itu membuat Firman cemburu dan mata gelap. Ketika rumah si gadis sepi, langsung dia masuk dan menyergapnya. Fatma dijerat dengan kabel hingga tewas. Setelah itu langsung ditelanjangi dan kemudian diperkosa, toh inilah puncak perburuannya selama ini. Tapi baru beberapa jam menikmati “kesuksesan” cintanya, tiba-tiba polisi menyergapnya. Di Polres Banyuasin dia diperiksa, kenapa tega memperkosa mayat sepupunya sendiri? “Biar sudah jadi mayat, aku sangat mencintai. Yang penting rasanya Bung!”, kata Firman tanpa malu-malu.

Untung bukan Sumanto, jadi nggak dimakan sekalian!

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Dari Mulut Singa ke Buaya

Kasihan nasib Marni, 23. Ikut suami disia-siakan, giliran kembali ke rumah orangtua malah ditubruk ayah tiri yang nggragas (rakus) hingga melahirkan. Itu kan sama saja lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya!

Umur perkawinan Marni – Jono boleh dikata baru seumur jagung. Tapi ketika seorang anak buah cinta kasih mereka telah lahir, mendadak suaminya jadi kelihatan aslinya. Dia suka main pukul pada bini, sehingga Marni yang merasa tak aman bersama suami memilih purik (tinggalkan rumah) dan kembali pada orangtuanya. Anak semata wayangnya dibawa serta dan sebodo amat dengan Jono, si lelaki yang kejam tersebut.

Pada umumnya orangtua, sangat prihatin ketika putrinya yang sudah menikah tiba-tiba pulang ke rumah tanpa batas waktu. Tapi bagi Margono, 57, dari Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan (Jatim), justru itu sebuah keberuntungan. Lho kok begitu? Iya saja, sebab sebagai ayah tiri dia sebetulnya sudah lama “mengincar” Marni untuk bisa diperlakukan sebagaimana ibunya. “Yang tua saja enak, apa lagi yang masih muda, pasti renyah,” kata Margono yang menganggap Marni seperti mangga.

Edan memang kelakuan Margono. Bila istrinya selalu menyuruh putrinya kembali ke suami, dia justru menahannya. Pendek kata dia selalu mengompori agar rumahtangga Marni bubrah bin berantakan. Di sisi lain dia semakin menunjukkan kasih sayangnya pada si anak tiri, sampai kemudian tibalah pada saat yang dramatis dan mendebarkan itu. Dengan melalui sebuah ancaman, Margono berhasil menyetubuhi Marni. Dan seperti dugaan semula, si anak tiri tersebut memang masih kriuk-kriuk macam mangga gemanda rasa (setengah matang).

Lupa bahwa Marni berstatus anak sendiri, setiap ada kesempatan Margono selalu menggarapnya untuk “rujakan”. Herannya, si anak tiri mau saja, padahal secara pisik tampang Margono ini jauh lebih jelek dari Budi Anduk pada acara “ketawa sutra” di Anteve. Bila awalnya Marni melayani dengan terpaksa, belakangan dia sudah bisa menikmati pula. Jadi bila Jumat (14/11)-Jumat (14/11) selalu meringis, kini Marni malah merenges. Jika lima bulan dia sempat mengancam akan memanggil Hansip, kini malah bilang: sip, sip, sip!

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Setelah 5 bulan lamanya Margono menjadikan Marni sebagai obyek “rujakan”, tahu-tahu Marni lapor pada ibunya bahwa hamil 3 bulan. Wah, tentu saja ibunya kaget. Sebab setahunya, setelah Marni kembali ke rumah, Jono tak pernah datang ke rumah untuk “setor bonggol”. Lalu siapa pula gerangan yang menghamilinya? “Bapak sendiri, Bu. Sudah berulangkali dia menggauliku…,” kata Marni polos.

Keruan saja ibu Marni nyaris pingsan dibuatnya. Meski malu, suami celamitan harus diberi pelajaran. Margono yang tengah berada di Puskesmas Grati langsung dilaporkan polisi. Nah, saat ayah tiri doyan wanita itu sedang antre berobat, langsung dikeler (dirangket) ke Polsek Lekok. Awalnya Margono mau kabur, tapi begitu kantor puskesmas sudah dipagar betis petugas, dia hanya menyerah pasrah. Dalam pemeriksaan dia sempat ditanya berapa kali menggauli Marni, jawab Margono: wah mboten etungan (sudah tak terhitung). Memangnya nggak bawa kalkulator?

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Yang Lumpuh Kan Kakinya

Betul-betul edan kelakuan Mukiran, 44, dari Probolinggo (Jatim). Dalam kondisi lumpuh kok masih bisa-bisanya menghamili ponakan sendiri, Nanik, 20. Tapi ketika diperiksa polisi Polsek Bantaran, jawabnya enteng saja: “Yang lumpuh kan cuma kaki saya saja, Pak!”. Polisi pun geleng-geleng dibuatnya.

Anak selalu menjadi dambaan setiap keluarga. Betapa malangnya nasib sebuah rumahtangga, ketika mereka sudah “mandi keringat” hampir setiap malam, tapi hasilnya selalu nihil dari tahun ke tahun. Mereka pun biasanya lalu saling mengembangkan budaya curiga, istri yang gabuk (mandul), atau suami yang tidak bisa rosa-rosa (perkasa) macam Mbah Maridjan? Lalu diam-diam mereka pun melempar sebuah wacana, mau cerai saja cari pasangan baru yang produktif.

Yang terjadi pada pasangan Mukiran – Lasmi dari Desa Kramat Agung Kec. Bantaran Probolinggo, seperti itu. Suami istri ini saling curiga dan menyalahkan bahwa pasangan hidupnya tidak sempurna. Tapi kondisi itu dimaklumi, karena secara pisik Mukiran lumpuh kakinya, sejak kecelakaan. Oleh karena itulah mereka kemudian mencari solusi yang elegan, mupu (mengadopsi) ponakan sendiri sebagai anak angkat. Sejak 12 tahun lalu bocah bernama Nanik itu berada dalam asuhannya, ketika dia masih berusia 8 tahun.

Anak sekarang memang cepat gede, akibat sering makan paha ayam negri yang diimpor dari AS. Dulu masih nampak imut-imut, sekian tahun kemudian sudah amit-amit bodinya. Seperti Nanik ini misalnya, dalam usia 16 tahun sekitar 4 tahun lalu bodinya sudah nampak gersang alias seger dan merangsang. Celakanya, yang terangsang bukan saja kalangan pemuda berikut jajarannya, justru Mukiran sebagai ayah angkat ikut pula kontak pendulumnya. “Lho, katanya kamu lumpuh Bleh…?” selidik setan suatu hari.

Namun setan memang tak perlu jawabnya. Yang penting baginya adalah mencari solusi bagaimana kontaknya pendulum Mukiran tidak mubadzir. Dipengaruhilah otaknya, agar segera memanfaatkan Nanik yang mulai seksi menggiurkan itu. Katanya, gadis seusia anak angkat itu sudah sangat laik ranjang. Jangankan usia 16 tahun, yang baru 12 tahun macam Lutviana Ulfa dari Semarang, bisa juga kok “ditelateni” Syeh Pudji. Karenanya, sebelum Nanik jatuh ke pelukan lelaki lain, sangat dianjurkan untuk segera disikat saja Bleh!

Gempuran moral terus menghajar mental Mukiran. Tapi baru setelah anak angkat itu berusia 20 tahun jalan, dia nekad “menelateni”-nya. Saat Nanik mengantar makanan ke kamar, langsung saja disergap, hip! Meronta sebentar, tapi habis itu sang ponakan tersebut berhasil dibuat “penak-penakan”. Lucunya, tadi Nanik meringis pada akhirnya malah merenges. Dan sejak itulah, meski lumpuh Mukiran bisa juga merayap diam diam dan menuntaskan nafsu bejadnya.

Mukiran baru menghentikan serangan rudal balistiknya, ketika Nanik tahu-tahu tidak menerima tamu bulanannya lagi. Seminggu dua minggu masih aman, tapi sejak usia kandungan Nanik sudah menginjak 3 bulan, Desa Kramat Agung pun gempar. Itu karena saat diinterogasi ibunya, anak angkat tersebut mengaku bahwa yang menghamili Mukiran. Hari itu juga dia dilaporkan dan ditahan di Polsek Bantaran. Yang bikin polisi tertegun, ketika ditanya kenapa dalam kondisi lumpuh bisa menghamili anak angkat, jawabnya ringan dan masuk akal juga. “Yang lumpuh kan hanya kaki saya, Pak!”

Untuk yang di antara kaki, tidak kok ya?

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Politik Selingkuh Istri

Bersuami lelaki kasar adalah derita setiap istri. Karenanya, agar terbebas dari tangan besi suaminya Reni, 28, selalu minta cerai, tapi oleh Subir, 32, tak pernah ditanggapi. Agar proyeknya mulus, sengaja perempuan gatel dari Kediri ini selingkuh dengan pemuda tetangga. Ternyata politiknya manjur benar, Subir langsung memberinya talak tiga!

Istri di manapun selalu mendambakan suami yang lemah lembut, sayang pada bini. Sayangnya banyak kelembutan lelaki hanyalah sebuah etalase. Mereka tampak sayang dan lembut pada wanita, hanya ketika belum menjadi suami istri. Begitu sebulan menjalani kehidupan rumahtangga, lalu kelihatan aslinya. Istri yang selalu bikin kecewa hatinya langsung dihajar, tinju melayang. Ibarat bola, langsung diberi tendangan dua belas pas!

Agaknya seperti itulah nasib Reni, wanita malang dari Desa/Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Setelah berhasil menikmati kehangatan tubuhnya berulang kali, Subir mulai menunjukkan kekasarannya. Dulu saat pacaran, Reni kesandung si cowok langsung memaki-maki batu itu sambil melemparkannya jauh-jauh. Tapi sekarang, melihat istrinya terantuk batu, komentar Subir enteng saja. “Lha matamu nyang endi (matamu di mana)?”

Reni baru tahu sekarang bahwa suaminya lelaki pemberang. Setahun jadi istrinya, dia sudah kenyang oleh tempeleng dan tendang Sobir. Padahal, ayah ibunya yang memberi makan sedari kecil, tak pernah menganiaya dirinya seperti itu. Sejak saat itulah dia hilang rasa sayang dan cintanya pada suami. Bahkan dalam berbagai kesempatan dia minta diceraikan, tapi Subir tak pernah mau menanggapi. Kalau ngurus sertifikat, diproses lambat karena duitnya kecil, lha kalau mengurus perceraian apa begitu juga?

Lalu Reni dapat akal, dia mencoba main mata dengan pemuda tetangga yang cukup tampan. Asal suami di kantor, anak muda itu diajaknya masuk rumah dan diajari bagaimana bermain selingkuh. Karena Reni memang cantik, putih bersih dan betisnya mbunting padi lagi, Bowo, 25, langsung nyosor saja. Dia bukan suami bukan kekasih, tiba-tiba disodori “menu” empat sehat lima sempurna. Ketika dia mencoba kali pertama, woooo….. ternyata Mbak Reni memang mak nyussss. “Angetnya pas, empuknya juga pas,” kata Bowo lagaknya seperti Bondan Winarno saja.

Akan tetapi praktek mesum itu tak berlangsung lama. Subir yang berulangkali dapat laporan tetangga segera bertindak. Saat Reni – Subir main kuda-kudaan, langsung digerebek. Celakanya, istrinya sama sekali tidak merasa malu, bahkan hari itu juga dia kembali menuntut cerai. Subir yang sudah merasa cintanya dikhianati, dan kini asset pribadinya tinggal barang restan, segera meladeni tuntutan Reni. Mereka pun ke Pengadilan Agama Kediri, dan langsung memberikan talak tiga sekaligus! Reni berteriak kegirangan, politik selingkuhnya membawa hasil.

Hari-hari menjanda, dinginnya juga cukup pas, Mbak!

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat
—————————————————

Pacar Apa Mesin Uang?

Perusahaan BUMN dijadikan mesin uang oleh partai berkuasa, itu masih wajar. Tapi jika Pujinem, 28, yang hanya bekerja di perusahaan kecil tapi dijadikan mesin uang juga oleh kekasih gelapnya, itu sungguh kelewatan. Begitu biadabnya, Rajimin, 48, sewaktu WIL-nya lagi bokek, langsung saja ditelanjangi bulat-bulat!

Ekonomi yang mepet tergencet, membuat orang sering menjadi kreatif mencari terobosan. Banyak kejadian, pengusaha bangkit dan menjadi sukses justru setelah terbelit masalah. Tapi bagaimana dengan mepetnya ekonomi Rajimin, warga Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung (Jatim) ini? Apakah dia juga mencari terobosan baru dalam bidang ekonomi, sehingga rumahtangganya kemudian menjadi tata tentrem karta raharjo (makmur) sebagaimana kata kidalang Anom Suroto?

Rajimin memang belum sampai ke situ. Tapi idenya lumayan juga. Saat ekonominya ngedrop sedangkan anak istri perlu makan, dia malah cari pacar baru. Lho, apa ini bukan justru menimbulkan ekonomi biaya tinggi? Eitt nanti dulu! Dia sengaja mencari kekasih yang banyak duit, yang dalam usia 25 tahun ke atas belum punya pacar. Perhitungan Rajimin, bila cewek sudah tergila-gila sama cowok, dia pasti akan siap berkorban dari onderdil hingga materil. Ibarat padi, sudah saatnya tiba masa panen raya itu. “Tapi bukan panen raya padi Supertoy dengan Heru Lelono-nya, lho ya,” kata Rajimin optimis.

Dalam sebuah kesempatan dia berhasil memacari gadis Pujinem, asal dari Desa Sanan Kecamatan Pagerwojo. Kriterianya sungguh tepat, karena gadis itu sudah bekerja di sebuah pabrik di kota Tulungagung. Dengan tehnik rayuan gombalnya, gadis imut-imut tapi cumi (cusah mingkem) itu klepeg-klepeg jatuh cinta tanpa reserve padanya. Padahal sebetulnya Pujinem tahu bahwa Rajimin ini bukan bujangan lagi. Tapi karena cintanya yang begitu mendalam, dia rela saja dipergauli bak seorang istri. Karena itulah, jika di rumah bini sedang palang merah, pastilah Rajimin menggeber Pujinem dalam kecepatan 100 Km/jam di luar jalan tol.

Ujung-ujungnya, Pujinem yang sudah dipuaskan libidonya, mau saja menyisihkan sebagian gajinya di pabrik untuk Rajimin. Ini berulang kali terjadi. Setiap habis gajian tanggal 27, pastilah lelaki seret ekonomi itu menggilir kekasih gelapnya, kemudian saat pulang minta jatah transpor dan lain sebagainya. Uniknya, Pujinem tak pernah mengeluh, meski kadang baru seminggu Rajimin sudah minta uang lagi dengan alasan ada kebutuhan mendadak. “Cinta memang musti berkorban,” begitu kata Pujinem menirukan kagunya Ebit G. Ade.

Laki-laki model Rajimin memang tak pernah memaknai cinta secara serius. Dia mau memuaskan Pujinem karena mengharapkan uangnya semata. Baginya, buruh pabrik itu hanyalah mesin uang untuk kebutuhan keluarganya. Dan karena itulah, ketika dia sudah capek memuaskan di ranjang, tapi Pujinem beralasan tak punya uang, jadi marah. WIL tersebut lalu diajak ke tengah kebun singkong dengan alasan cari angin. Tapi di tempat yang sepi itu kemudian Pujinem ditelanjangi hingga bugil total. Baju, rok berikut celana dalamnya sekalian dibawa kabur. “Coba nongol di depan umum, kena pasa UU Pornografi, kamu!” ledek Rajimin sambil meninggalkan Pujinem merana sendirian.

Ingin sebetulnya dia berteriak minta tolong, tapi takut hal itu mengundang warga berdatangan. Dia hanya bisa menyembunyikan ke lobang galian tanah, sampai kemudian datang seorang warga hendak menggarap kebun. Pujinem pun diberi sarung untuk penyelamat tubuhnya. Dan dengan pakaian ala kadarnya itulah dia kemudian mengadukan Rajimin ke Polres Tulungagung. Memang sungguh sadis kelakuan lelaki itu: ada uang adik sayang, tak ada uang adik ditinggal telanjang.

http://beritaseru.blogspot.com/

—————————————————
kumpulan cerita syahwat – kisah syahwat – cerita-cerita pengumbar syahwat – kisah-kisah pemuas syahwat

kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek

kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek
————————————–

Istri “Dibom” Bos Sendiri

Apa yang harus dihormati, bila bos celamitan? Masak, lihat istri anak buah yang cantik, langsung kontak pendulumnya, dan Wiwik, 25, diselingkuhi dalam beberapa putaran. Rokib, 35, pantas marah. Karenanya, tak pandang atasan, Jaidi, 40, yang suka “ngebom” bini bawahan itupun digebuki hingga babak belur.
Tak sediki atasan yang suka menindas anak buah. Ke atas dia menjilat, ke bawah dia menginjak bawahan. Bos demikian biasanya selalu merasa paling benar dan bawahan yang selalu salah. Tetapi sejahat-jahatnya bos adalah, ketika dia selalu mencari-cari kesalahan anak buah, gara-gara dia mengincar istrinya yang cantik. Bila ini yang terjadi, bisa terjadi ironisasi semacam ini: kejelekan anak buah selalu diendus, tetapi buah dada istrinya selalu dielus!.
Ini pula rupanya kelakuan Jaini, warga Desa Bremi Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo (Jatim). Pekerjaannya hanya dagang sapi tapi kelakuannya macam politisi yang suka dagang sapi. Maksudnya, baru kaya sedikit sudah banyak ulah; suka memperluas cakrawala dalam bidang keperempuanan. Jika melihat perempuan melek (baca: cantik) sedikit, lagaknya langsung mbagusi. Dia pikir setiap wanita bisa dikurs dengan uang, setiap kaum hawa bisa digoyang!
Karena profesi tersebut, Jaidi sudah terlalu biasa melihat paha-paha mulus nan putih. Tapi karena hanya paha……sapi, maka untuk penyegaran dia suka mencari paha-paha mulus seorang wanita. Bila selesai jualan sapi dan untung besar, Jaini selalu melampiaskan nafsu besar-nya ke pelukan wanita. Rokib selaku anak buah dan tetangga sendiri, tahu persis akan kelakuan sang boss. Tapi sebagai anak buah yang baik, dia selalu merahasiakan segala sisi buruk Jaidi. “Right or wrong is my boss” begitu Rokib selalu berdalih.
Apapun alasannya, Rokib harus berterima kasih pada Jaidi. Sebab dengan pekerjaannya nuntun sapi dagangan Jaidi dari pasar ke rumah atau dari rumah ke pasar, dia punya penghasilan tambahan sebagai petani. Maka meski kelakuan boss sering tidak terpuji, dia mencoba diam. Bayangkan, Rokib suka di ajak “ke mana-mana”, tapi tak pernah kebagian apa-apa. Tapi dia harus menyadari dan legawa, sebab ini sesuai dengan slogan yang suka banyak ditemukan di bak truk: sopir bercinta, kenek menderita!
Hanya yang tak terbayangkan oleh Rokib, ternyata diam-diam Jaidi naksir pada Wiwik, istrinya. Bila dia sedang dapat order nuntun sapi ke pasar, di rumah ternyata diam-diam Jaini menuntun istri Rokib ke ranjang dan kemudian mereka “bom-boman” sebagaimana layaknya suami istri. Awalnya Wiwik juga mau mberot (berusaha kabur) sebagaimana sapi Jaini yang dituntun suaminya ke pasar. Tapi setelah tahu bahwa selingkuh itu uenak tenan , belakangan dia juga seperti sapi yang dicocok hidungnya.
Serapi-rapinya blantik (pedagang) sapi selingkuh, lama-lama ketahuan juga. Beberapa hari lalu, Rokib memergoki sendiri ketika Jaidi tengah mencium dan mendekap istrinya di dapur. Darahnya tersirap. Melihat istrinya yang pasrah dan sangat merespon serangan Jaidi, tahulah sesungguhnya apa yang terjadi selama ini. Kontan saja Rokib ambil pentung dan digebukkan ke punggung boss-nya: buggg! Sekali pukul Jaini langsung terjengkang. Tapi setelah sadar apa yang terjadi juragan sapi itu melarikan diri.
Andaikan tak dilerai para tetangga, sebetulnya Rokib sudah siap menyelesaikan Jaidi dengan celurit yang sudah ada di tangan. Sementara blantik sapi itu dilarikan ke rumah sakit, Rokib diserahkan ke Polsek Krucil. Dalam pemeriksaan dia mengaku bahwa tak melihat persetubuhan istrinya dengan Jaidi. Tapi melihat kemesraan antara keduanya yakinlah bahwa adegan semacam di dapur hanyalah sebagai pemanasan belaka. Yang terjadi sebelum-sebelumnya pasti lebih jauh dari itu. “Ini pasti selingkuh sekian kali putaran, Pak!” kata Rokib ngeyel.
Yang diputar-putar apanya, Kib?

————————————–
kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek
————————————–

KEPERGOK SEBELUM “MENYENGAT”

Aduh, malunya Pak Kaur (Kepala Urusan) ini. Baru bermesraan dengan istri orang, kepergok warga berburu lebah. Meski Ny. Wiji, 40, belum sempat “disengat”-nya, warga tetap menuntut Kaur Durmawi, 50, agar dicopot dadi jabatannya. Alasannya: masak, pamong kok malah suka “ngemong” bini orang!
Tugas pamong desa memang tak sekadar melayani masyarakat, tapi lebih dari itu. Perilakunya harus bijaksana, sehingga bisa jadi panutan dan keteladanan bagi rakyat dan warganya. Karena itu posisi lurah, buat orang Jawa bisa bermakna: bisa ndulu lan nglarah (bisa melihat dan mencari penyebab masalah). Andaikan Pak Lurah malah olehe ngulu ngarah-arah (korupsi secara cermat), itu perlu dilaporkan ke KPK dan ICW.

Iman pamong juga harus kuat. Bukan hanya soal godaan perduitan, tapi juga soal godaan keperempuanan. Soalnya Durmawi yang jadi Kaur Keuangan di Desa Sanggagede Kecamatan Patungkriono Kabupaten Pekalongan (Jateng), dewasa ini juga tengah mengalami. Jabatannya sebagai pamong terancam copot, karena dia terlibat skandal dengan bini orang. Yang paling memalukan, Durmawi kepergok sejumlah warga ketika sedang “cucuk-cucukan” macam burung, di belakang rumah orang. Aduh, duh, mau ditaruh mana muka ini?

Keterlibatan asmara Durmawi dengan Ny. Wiji, belum lama, kira-kira baru sebulan lalu asmara itu membara. Kalau soal mengagumi kecantikan Ny. Wiji, sebetulnya sudah lama. Tapi karena sadar bahwa wanita itu masih istri seseorang, Pak Kaur hanya bisa mengagumi dan berimajinasi, atau berkhayal soal yang kenyal-kenyal. Jadi selama ini sekadar wacana, belum sampai tindakan nyata. “Aku punya bini macam Wiji, bakal tak gendong ke mana-mana, werrrrrr are you going……,” kata Pak Kaur berandai-andai.

Akan tetapi yang namanya milik, rejeki memang takkan ke mana-mana. Bila ketemu Wiji, Kaur Durmawi memang suka menyanjung diam-diam: yang cantiklah, yang keibuaan lah. Ternyata setiap disanjung ibu dua anak ini langsung kembang kempis hidungnya. Dan ketika pujian itu selalu ditembakkan, lama-lama Wiji bilang bahwa Pak Kaur hanya lelaki NATO (Not Action Talk Only) alias ngomong doang! Kata orang Pekalongan, kalau ayam jago hanya gedhe kluruke wedi klabrukane (berani berkokok takut berlaga).

“He he he….., payah lu!” kata setan ikut-ikutan meledek Pak Kaur. Wah, pamong desa kok dilecehkan setan, itu benar-benar pelecehan! Sejak itu Durmawi mencobai menela’ah dan menghayati kata-kata Ny. Wiji. Disemangati oleh kalangan setan berikut jajarannya pula, itu bisa dimaknani bahwa Ny. Wiji siap “diklabruk” kapan saja. “Kalau situ jual, pasti saya beli,” kata Durmawi kemudian, seperti si Pitung jagoan Betawi menghadapi penjajah Belanda.

Sejak itulah Durmawi mendekati Ny. Wiji. Tapi karena ingat akan posisi dan status masing-masing, meski selingkuh haruslah terukur. Itu artinya, Pak Kaur keungan tak gegabah langsung mengajak Wiji koalisi di hotel sekalian eksekusi. Mainnya kecil-kecilan dulu lah. Ngobrol-ngobrol di tempat sepi di malam hari, sambil tangan “contreng” sana “contreng” sini. Itu pun sudah seru sekali, karena detak jantung Durmawi langsung 40 Km/jam, atau mendadak jadi 5 Km/jam di depan kompleks militer.

Akan tetapi apes rupanya. Malam Minggu lalu saat Durmawi – Wiji sedang “cucuk-cucukan” di belakang rumah kosong, eh dipergoki warga yang sedang berburu lebah. “Lho, kok Pakde?” kata warga. Pak Kaur dan selingkuhannya tak sempat lagi menjawab, tapi langsung kabur cari selamat. Meski para pemburu lebah tersebut tak sempat melihat Ny. Wiji “disengat” Pak Kaur, kasusnya diteruskan ke Baperdes dan minta jabatan Durmawi dicopot. “Pamong harus bisa ngemong warga, bukan “ngemong” bini orang,” tuntut warga desa.

Yang diemong dan digendong mau, sih.

————————————–
kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek
————————————–

Hampir Jeruk Makan Jeruk

Polisi menggerebek tindak kejahatan, itu biasa. Tapi di Nganjuk (Jatim), oknum polisi justru digerebek saat berburu kenikmatan. Hampir saja Sahwil, 40, bersama Yuni, 45, diarak rame-rame. Tapi karena langsung ditangani Polsek setempat yang juga teman-teman Sahwil sendiri, tak perlulah terjadi jeruk makan jeruk!
Bahwa polisi adalah bayangkara Negara, orang pasti selalu ingat pada tanggal 1 Juli. Tapi jika polisi kemudian suka membayang-bayangi bini orang, itu penyimpangan dan pelakunya jelaslah oknum. Tapi bagaimana lagi, nggak polisi nggak sipil, soal selingkuh semuanya doyan. Sebab kata pakar, selingkuh itu kepanjangan: selingan indah keluarga utuh. Itu kan kalau tak ketahuan. Jika bini di rumah tahu, keluarga dijamin tak utuh lagi, karena musti istri pasti menyanyi: pulangkan saja ke rumah ayah atau ibuku, wo uwoooo…!
Sahwil yang bertugas di Polres Nganjuk, agaknya lupa bahwa dirinya hamba wet yang perilakunya mesti lebih terukur. Tapi itulah kaum Adam, jika ketemu wanita cantik yang berpantat gede dan bertumit jambon (merah jambu), suka lupa diri dan mengesampingkan profesi. Atau barangkali Sahwil malah merasa, sebagai polisi mana berani rakyat menegur perilakunya. Tak takut pada orangnya, mesti takut pada “benda dingin” di pinggangnya.
Belakangan ini Sahwil rajin “patroli” di Desa Sidorejo Kecamatan Sawahan. Ada indikasi tindak kejahatankah di sana? Bukan, dia sedang mengontrol dan mengawasi Ny. Yuni yang cukup cantik menggiurkan. Apakah perempuan tersebut janda? Janda seratus persen sih tidak, tapi mungkin semi-lah. Sebab sudah berbulan-bulan suaminya tidak tinggal di tempat. Kabarnya, Yuni memang sedang bermasalah dengan bapaknya anak-anak. Apa persoalannya tidak jelas. Yang pasti suaminya memilih tinggal di Surabaya.
Wanita cantik jauh dari suami berlama-lama, kan sama saja bagaikan wastra lungset ing sampiran (kain lusuh di gantungan). Nah, Sahwil segera menangkap peluang ini. Dalam benaknya dia mengkalkulasi, pastilah Ny. Yuni sangat kesepian. Sebagai wanita yang masih STNK (Setengah Tuwa Ning Kepenak), mustahilah bila dia tak lagi membutuhkan kehangatan malam. “Dan saya siap memasokknya kapan saja,” kata Sahwil yang sudah direkomendasi oleh setan.
Kata penduduk Desa Sidorejo, dalam sebulan Sahwil berkunjung ke rumah Yuni minimal 3 kali, atau 10 hari sekali. Tapi jika main ke rumah pegawai TU SMP Sawahan tersebut, bisa berlama-lama, sampai berjam-jam. Bayangkan, datang sebelum magrib, nanti kembali sudah pukul 22.00 lebih. Lalu ngapain saja oknum polisi ini ke situ. Warga pun kemudian mereka-reka, pastilah tindakan “hil-hil yang mustahal” antara dua makhluk berlainan jenis tersebut telah terjadi. Logikanya, mana mungkin kucing menolak disodori dendeng.
Pak RT pernah menegur Yuni, untuk tak menerima tamu di luar kepatutan, apa lagi suami tak di rumah. Tapi semua itu tak digubris. Mungkin Yuni beranggapan, macam dokter saja, terima kunjungan diatur, dari jam 17.00 – 20.00, hari minggu/libur tutup. Karena itulah dia tak pernah melarang Sahwil berkunjung kapan saja. Pokoknya terbuka 24 jam. “Gus Dur saja saat jadi presiden biasa terima tamu bedug subuh,” kata Yuni seakan mencari legitimasi.
Warga pun lama-lama jadi kesal. Beberapa hari lalu saat Sahwil kembali “patroli” hingga larut malam, warga menggerebeknya. Memang Pak RT tak menemukan adegan mesum antara keduanya. Tapi kunjungan di rumah wanita bersuami di luar kelaziman, sudah cukup alasan untuk diambil tindakan. Hampir saja Juni – Sahwil mau diarak. Tapi begitu polisi Polsek Sawahan segera tiba, urunglah oknum polisi ini dipermalukan. Warga pun memaklumi, mana mungkin jeruk makan jeruk! Apa lagi dalam pemeriksaan, keduanya bersikeras tidak pernah melakukan hubungan intim bak suami istri.
Tidak pernah atau baru belum…..?

————————————–
kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek
————————————–

KEPERGOK DALAM SATU PUTARAN

Sebagai guru TK, wajar saja bila Haryati, 36, sayang anak. Tapi kalau guru TK sayang suami orang, tentu saja jadi heboh. Dan inilah yang terjadi di Sumenep (Madura). Baru satu putaran Haryati dikencani Sambito, 40, langsung digerebek tetangga. Pucat pasilah oknum guru perusak keluarga ini.

Terlalu sering sebetulnya, skandal asmara antar satu profesi; guru dengan guru, pak dokter dengan bu dokter, atau penyanyi dengan penyanyi. Soalnya, bila cinta sudah bersemi, mereka pastilah lupa akan profesi. Yang ada di benak dua sejoli itu hanyalah, bagaimana memperoleh pemenuhan syahwati, tak peduli di rumah sudah memiliki suami atau istri. Ibarat onderdil, asal baut itu sudah ketemu dengan murnya, selesailah semua urusan.

Analogi kisah kasih Haryati – Sambito memang seperti itu. Bagaikan mur dengan baut, sepertinya pasangan ini sulit untuk dipisahkan. Meski Haryati yang guru TK ini tahu persis bahwa Sambito masih punya istri dan sejumlah anak, dia mau saja jadi medan sosoran di kala senggang. Namanya juga guru TK, Haryati memang sering mengjari nyanyi lagu: satu satu, aku sayang kamu, dua-dua aku sayang mama, tiga-tiga aku sayang bapak kamu, dua tiga empat hebohlah semuanya!

Tak disangka, lagu itu malah berimbas pada diri Haryati sendiri. Sebab diam-diam dia memang sedang jatuh cinta dengan ayah salah seorang muridnya, yakni ya si Sambito itu tadi. Setiap lelaki ini mengantar anaknya bersekolah, berbunga-bungalah hati Bu Guru TK. Tapi kok aneh, masak bapaknya si bocah yang mengantar ke sekolah? Lha ibunya ke mana saja selama ini? “Bininya baru purik ke kampung! Dibilangi kok ngeyel,” kata hati kecil Haryati.

Itu memang titik awal perkenalan Haryati – Sambito. Ketika istri lelaki ini sudah kembali, perjalanan asmara dengan Bu Guru TK sudah terlanjur demikian jauh. Sambito sering mengajak jalan-jalan Haryati ke tempat-tempat sepi, tentu saja tak lagi bersama si murid TK. Di sana mereka saling curhat tentang rumahtangganya. Pada intinya, mereka merasa tak bahagia dengan stelan masing-masing. Lalu, andaikan mereka “tukar guling” sambil berguling-guling di ranjang, mungkinkah?

Kelanjutannya, hubungan Haryati – Sambito semakin akrab. Sedangkan suami Haryati sendiri, setelah tahu hubungan istrinya dengan orangtua si murid TK, memilih minggir dalam arti tak mau lagi mengurus Haryati. Mau lanjutkan koalisi yang sudah lama terbangun silakan, mau pecah kongsi dan membangun koalisi dengan lelaki lain juga takkan nggondheli (menahan). Pokoknya dijamin kebebasan berpendapat dan mengumbar syahwat!

Alhasil hubungan Haryati – Sambito menjadi semakin mesra. Karena suami Haryati menjadi jarang di rumah, dia semakin intensif mengunjungi kekasih gelapnya di Desa Batuputih Laok Kecamatan Batuputih. Seperti yang terjadi beberapa hari. Sampai jam 23.00 Sambito tak kunjung keluar dari rumah kekasihnya. Padahal dia berkunjung ke situ sejak pukul 19.30 saat bedug Isya di mesjid baru saja ditabih. “Jangan-jangan koalisi mereka dilanjutkan dengan “eksekusi” malam ini,” tebak warga.

Hati nurani penduduk terusik sekaligus tersinggung, bila kampung mereka dijadikan arena bordil. Pengintipan pun dilakukan. Betulkan, mereka baru saja “berguling-guling” di ranjang dalam sekali putaran. Penggerebegan pun dilakukan. Dengan wajah pucat pasi Sambito tak bisa berkelit ketika harus digelandang ke Polsek Banyuputih. Hampir saja seorang warga menempeleng, tapi berhasil dicegah tokoh masyarakat. Kasihan kan, dia baru saja meng “KO” Haryati.

————————————–
kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek
————————————–

Terpenjara Gadis Neolib

APES benar nasib Sangidi, 35. Sekian lama tak laku kawin, begitu ketemu jodoh justru gadis neolib, hobinya belanja ke pasar. Paling celaka, setelah berhasil memacari dan menyetubuhi Dewi, 18, gadis itu melapor pada orangtuanya. Wah tentu saja direktur CV ini jadi kelabakan. Janji nikah saja tidak cukup, orang tua Dewi menyerahkan persoalannya ke kantor polisi.

Tak ada jaminan memang, bahwa murah rejeki berarti murah jodoh. Sebab banyak sekali orang yang mahir mencari rejeki, tapi sulit mendapatkan Sri Rejeki. Lelaki model begini sangat pintar mencari peluang usaha, tapi menjadi sangat bego ketika golek bojo (cari bini).

Ketika usia semakin meninggi, biasanya lalu diperjodohkan dengan perempuan pilihan keluarga. Meski banyak yang merasa hambar karenanya, terpaksa disyukuri saja, dari pada “burung” miliknya seumur-umur buat kencing doang!

Ini hampir saja dialami Sangidi, warga Tanjungrejo Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang (Jatim). Ketika usianya telah mendekati usia 35, keluarga sudah mempersiapkan seorang gadis untuk teman hidupnya. Tetapi lelaki itu menolak, kok kayak jaman Orde Baru saja, semua droping dari atas. Biar elek kaya kethek (jelek macam kera), Sangidi merasa puas dan bangga jika itu pilihan sendiri. Dia sangat optimis akan hal itu. Pak Domo mantan Kopkamtiblah rujukannya. Biar tua dan peot, karena kaya masih dapat juga bini yang kinclong sekelas Cici Faramida yang sekarang wajahnya farah sekali.

Kalau sudah jodoh mau ke mana, begitu memang. Tanpa disangka-sangka belum lama ini Sangidi menerima SMS nyasar dari seorang cewek. Ketika dijawab ternyata nyambung, setelah telpon-telponan bahkan mengajak ketemu.

Perkiraan Sangidi tidaklah meleset. Gadis itu seindah warna suaranya, cantik dan menggugah selera. Cuma faktor usia yang kelewat njomplang. Dia 35, sedang Dewi baru 18 tahunan. Kalau jodoh, 20 tahun kemudian kan jadi macam Cici Paramida dengan Ebi Suhaebi. “Tapi saya kan nggak botak,” kata Sangidi sok narsis (berbangga diri).

Akhirnya Sangidi – Dewi pacaran dengan serius. Yang sungguh tak dinyana oleh Sangidi, tahu dirinya pengusaha muda yang sukses, gadis pelajar SMA tersebut sepertinya memanfaatkan kesempatan.

Mendadak Dewi jadi cewek yang neolib, suka memperluas dan saba (mengunjungi) pasar, maksudnya demen shoping dan belanja. ASal masuk pertokoan, ada saja yang diminta. Meski anggaran jadi membengkak, Sangidi senang-senang saja sebab dia menyadari bahwa cinta itu musti berkorban. Kan begitu pesan penyanyi Ebiet G. Ade.

Herannya, mentang-mentang businessman, dalam berpacaran pun Sangidi mengharapkan margin (untung). Maksudnya, dia tak puas jika hanya jalan bareng dan remasan-remasan tangan saja, harus lebih dari itu. Sekali waktu ketika Dewi curhat habis dimarahi orangtuanya, Sangidi malah mengajaknya menginap di tempat kos-kosan adiknya.

Di sanalah untuk pertama kali Dewi berhasil disetubuhinya. Lho kok uenak tenan? Hari berikutnya sang kekasih dibawa ke Klojen, masuk ke sebuah hotel bertarif Rp 100.000,- Di situ lagi-lagi Dewi di”eksekusi”. Dan sejak itu, perangkat keras Sangidi tak sangit lagi!

Kepergian Dewi selama dua hari tanpa pamit, ternyata menjadi masalah besar. Gadis pelajar SMA itu diinterogasi ayah dan ibunya, pergi ke mana saja dan bersama siapa. Karena forum ini bukan debat capres, ayah Dewi selaku panelis lalu mengejar dengan pertanyaan mematikan: diapakan saja oleh pemuda Sangidi? Awalnya Dewi tak mau mengaku. Tapi karena diancam, akhirnya blab la bla….mengaku bahwa sudah dua kali dinodai.

wah tentu saja enyak dan babe marah besar. Sangidi dilabrak. Meski pemuda itu menyatakan siap bertanggungjawab, rupanya kubu Dewi tak juga terima. Kasus ini dilaporkan ke Polres Malang, sehingga Sangidi harus mendekam di sel polisi.

Untuk minta tempo macam tersangka Djaka Candra, apa nggak bisa?

————————————–
kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek
————————————–

Kakek Terlalu Sayang Cucu

SEORANG kakek sayang cucu sudahlah jamak. Tapi kadar kesayangan Mbah Sakur, 68, pada Atun, memang keterlaluan. Masak bocah sudah usia 20 tahun masih digendong depan dan “dipekeh” segala. Tentu saja si cucu kemudian jadi hamil. Kalau sudah begini, urusan begituan itu akhirnya berujung ke polisi juga.
Tiada kebahagiaan bagi kakek dan nenek, kecuali saat dia tengah menggendong cucu kesayangan. Ditimang ke sana kemari, dibelikan mainan ini itu, bahkan dinyanyikan atau ditembangkan lagu-lagu yang dikuasainya. Maka bagi kakek-kakek made in Jateng-Jatim-DIY, lagu-lagu klasik warisan leluhurlah yang menjadi andalannya. “Siwa patih marma sun timbali, ingsun paring weruh marang sira, yen ingsun antuk wangsite, saka dewa linuhung, saranane paprangan iki, kang bisa mbengkas karyam bocah saka gunung,……” begitu antara lain tembang kakek nenek, mengutip “Serat Damarwulan” dalam tembang Dandanggula.
Agaknya Mbah Kromo, 75, juga terbiasa menyanyikan lagu-lagu itu ketika menina bobokkan cucu kesayangannya, Paidah, 19-20 tahun lalu. Kala itu dia memang masih gagah, gendong Paidah ke sana kemari sambil mendendangkan lagu-lagu klasik, bukan masalah. Dan itu sangat menghibur si bocah, yang kala itu sangat menderita karena ditinggal kedua orangtuanya merantau. Paidah memang belum tahu arti dan makna lagu itu, tapi nada-nada suara kakek dalam setiap tarikan nafasnya terasa sangat mengayomi.
Ternyata, hingga kini, ketika Paidah sudah tumbuh sebagai gadis belia, kedua orangtuanya juga tak pernah menengok dan mengambilnya. Sepertinya bocah itu sengaja ditelantarkan. Tapi bagi Mbah Kromo tak masyalah. Bocah itu dipelihara dan disekolahkan hingga dewasa, bahkan telah dianggap sebagai anak sendiri, sebagai ganti ibunya si bocah yang kini pergi entah ke mana. Bahkan Paidah sendiri juga menganggap, Mbah Kromo kakung putri adalah orangtua pengukir jiwa raganya.
Ironisnya, tak semua orang bisa menghargai dan menghormati jerih payah dan perjuangan kakek-kakek dari Desa Gedong Kecamatan Sanan Wetan Kabupaten Blitar (Jatim) ini. Seperti Mbah Sakur ini misalnya. Boro-boro dia ikut menyayangi si gadis dengan penuh kasih sayang sebagaimana Mbah Kromo, justru melihat Paidah sikapnya macam kucing melihat dendeng. Mata melotot tiada berkedip, dan ketika sang obyek lengah langsung diterkamnya, wush!
Kakek mental kucing ini sebetulnya masih kerabat juga dengan Paidah, sebab dia masih adik sepupu Mbah Kromo. Tetapi lantaran tidak ikut ngopeni bocah itu sedari kecil, sikap dan perasaannya menjadi sangat jauh berbeda. Kalaupun ada kasih sayang, diliputi pula oleh nafsu setan. Sebab sejak 5 tahun lalu Mbah Sakur memang hidup menduda. Karenanya setiap melihat spies perempuan galak dan buasnya nggak ketulungan. Mau main terkam saja bagaikan kucing.
Agaknya sudah lama Mbah Sakur mengincar Paidah. Sekali waktu dengan bujuk rayu dia berhasil menyetubuhi gadis itu di kala rumah Mbah Kromo sepi. Awalnya memang meringis, tetapi setelah terkondisikan lama-lama dia jadi merenges juga. Untuk tahap selanjutnya, paksaan dan ancaman itu tak perlu lagi. Sebab setiap rumah sepi dan Mbah Sakur membutuhkan pelayanan purna ranjang, Paidah pastilah pasrah tinggal mendesah ah ah ah!
Hari naas bagi Mbah Sakur akhirnya tiba juga. Saking seringnya dikeloni si kakek, Paidah pun kemudian hamil. Sudah barang tentu Mbah Kromo terkaget-kaget. Wong belum dikawinkan kok mengandung, dapat “setrom” PLN gardu induk mana? Awalnya Paidah tetap kumbi (bungkam).Tetapi setelah didesak terus menerus, meluncurlah pengakuan spektakuler itu. Meski tak masuk akal, Mbah Sakur tak urung diseret ke Polsek Sanan Wetan dengan tuduhan melanggar pasal 285 KUHP. Ngaso-ngaso riyin nggih mbah!

http://beritaseru.blogspot.com/

————————————–
kumpulan cerita esek-esek – kisah esek-esek – kasus esek-esek – cerita-cerita esek esek – kisah-kisah esek esek – kasus-kasus esek esek

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers