• semua artikel dalam situs ini boleh dicopy dan disebarluaskan tanpa perlu minta izin kepada saya, saya juga cuma ngopi dari situs-situs lain ============================================== pacaran adalah haram, zina haram, seks bebas haram, minuman keras haram ========================================== jika ada tulisan dalam blog ini yang bertentangan dgn ajaran islam maka haram dipraktekkan.
  • www.hatibening,com

  • Arsip artikel 083821513356

  • kategori artikel 083821513356

  • Halaman/pages facebook islami yang sangat menarik dan bermanfaat untuk anda add/like:

  • www.kajian.net

    Surah Al-Baqarah ayat 216: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
  • ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

    ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ================
  • JAUHILAH MUSIK DAN NYANYIAN KARENA BANYAK ULAMA YANG MENGHARAMKANNYA

    ==================================================== ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148) ----------------------------------------------------------------------------- Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191) ---------------------------------------------------------------------- Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56) ------------------------------------------------------------------- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu . (Majmu’ Fatawa, 11/576) --------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------
  • inilah Dakwah Kami:

    ------------------------------------------------------------------ Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Pemahaman Rosululloh serta Salafush Ash-Shalih ------------------------------------------------------------------ Tashfiyah, yakni memurnikan ajaran Islam dari segala Noda Syirik, Bid’ah, Khurafat, serta gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam. ------------------------------------------------------------------ Tarbiyah, yakni Pendidikan bagi kaum Muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni. ------------------------------------------------------------------ Menghidupkan pola pikir membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan (tradisi). ------------------------------------------------------------------ Mengajak kaum Muslimin untuk hidup Islami, sesuai dengan Manhaj Ahlul Sunnah Wal Jama’ah. ------------------------------------------------------------------ -------------
  • Motto kami

    ------------------------------------------------------ --------------------------------------------------------------- Hidupkan Sunnah Nabi serta para Salafush Ash-Shalih, --------------------------------------------------------------- Hindari Fanatisme Golongan & Partai. --------------------------------------------------------------- Wujudkan Persatuan Umat Islam --------------------------------------------------------------- Serta Jauhilah 3 T Yakni: Taklid, Ta’ashub (Fanatisme Golongan/Partai), serta Taffaruq (Memecah belah Umat). --------------------------------------------------------------- sms/call:081511542355 ------------------------------------------------------
  • ittiba’ di atas manhaj salaf dan menyelisihi selainnya

    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241)] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120] ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317] ----------------------------------------------------------------------------------
  • PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM

    PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ “(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • ILMU IKHLAS

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak! ======================================================================= Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah! ======================================================================== ““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)” ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------
  • PESAN DARI UMAT ISLAM YANG DITINDAS MUSUH

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- “wahai saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku diperkosa oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu” ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • KETAHUILAH BAHWA HANYA UMAT ISLAM YANG BISA MASUK SURGA

    wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS Ali Imraan : 85) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN! ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam…… ------------------------------------------------------ KUMPULAN CERITA CINTA , PUISI CINTA , SMS CINTA , KATA CINTA , CURHAT CINTA
  • BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR

    BERIKANLAH SEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN, PENGEMIS, JANDA, BINATANG, DAN ANAK-ANAK TERLANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam (HR. Bukhari) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad) -------------------------------------------------------
  • ruang konsul dokter

  • Blog Stats 083821513356

    • 10,270,438 hits

SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

”Nasehat Menteri Agama untuk Ulama”

Senin, 28 Mei 2007
Ulama laksana bintang dan menjadi tempat umat mendapat bimbingan. Akan lebih baik tak masuk dinia politik.  Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-196

Oleh: Adian Husaini

Jumat (18/5/2007) lalu, saat membuka acara Silaturrahim Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia dan Rapat Kerja Nasional Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) di Jakarta., Menteri Agama RI, Maftuh Basyuni, mengeluarkan pernyataan penting seputar keberadaan ulama dalam dunia politik.  Menag mengimbau agar para ulama lebih mengutamakan dunia pesantren ketimbang dunia politik. Imbauan itu didasarkan pada pengamatannya, bahwa para ulama yang terjun ke politik, cenderung melupakan pengelolaan pesantrennya.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dengan itu, menurut Menag, fungsi pesantren sebagai penjaga kekuatan moral bangsa dan pusat keilmuan dapat dikembalikan.

Imbauan Menag soal posisi ulama itu perlu direnungkan dengan serius. Menag tidak menyatakan bahwa para ulama sama sekali tidak boleh terjun dalam dunia politik.

Tapi, sudah sepatutnya, lembaga pendidikan Islam dan lembaga keilmuan lebih diprioritaskan.  Imbauan ini perlu diperhatikan, bukan karena yang mengucapkan adalah Menteri Agama, tetapi karena masalah yang diungkapkan memang sangat penting, yakni menyangkut eksistensi dan posisi ulama dalam kehidupan masyarakat.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam ajaran Islam,  ulama menempati posisi sentral. Kata Rasul saw: ”Ulama adalah pewaris para nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar dan tidak juga dirham, melainkan mereka hanya mewariskan ilmu.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah). Nabi juga memposisikan para ulama laksana bintang yang menjadi tempat umat mendapat bimbingan dan petunjuk. Melalui para ulama itulah, kini kita mewarisi risalah Nabi. Kita sekarang memahami Al-Quran dan tafsirnya, hadits Rasulullah saw, juga ilmu-ilmu keagamaan lainnya, melalui jasa para ulama. Melalui Imam Syafii, misalnya, kita memahami ilmu ushul fiqih, tentang bagaimana cara menetapkan hukum dalam Islam.

Maka, dalam sejarah Islam, ulama memegang peran yang sangat vital. Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq menjadi umara, maka Umar bin Khathab, Ali r.a., dan sebagainya menjalankan peran ulama yang aktif menasehati dan mengontrol penguasa.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Begitu juga ketika Umar r.a. menjadi penguasa, para sahabat lain menjalankan fungsi kontrol dengan sangat efektif. Sebagai pewaris Nabi, para ulama bertanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan Risalah Nabi. Para ulama itulah yang – pertama kali – harus mempertahankan dan menegakkan ajaran Tauhid. Dalam nasehatnya kepada Sultan Muhammad bin Malik Syah, Imam al-Ghazali menyatakan, ”Ketahuilah wahai Sultan, engkau adalah makhluk. Engkau diciptakan oleh Maha Pencipta yang menciptakan alam dan seluruh isinya. Dia Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya.” (Dikutip dari karya al-Ghazali, At-Tibr al-Masbuk fi Nashaih al-Muluk, Terj. Arif B. Iskandar).

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Selain mewarisi keilmuan dan risalah kenabian, para ulama di masa lalu juga sering menghadapi ujian kehidupan yang berat, sebagaimana dialami oleh para Nabi. Imam Malik pernah disiksa, karena pendapatnya bertentangan dengan gubernur Madinah ketika itu. Imam Abu Hanifah harus masuk penjara dan menjalani hokum cambuk 10 kali setiap hari, karena menolak berbagai tawaran jabatan tinggi dalam pemerintahan Abu Ja’far al-Manshur.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Gara-gara menolak mengikuti pendapat Mu’tazilah tentang kemakhlukan Al-Quran, Imam Ahmad bin Hanbal akhirnya dijebloskan ke dalam penjara selama 28 bulan oleh Khalifah al-Makmun. Dua kakinya diikat dengan rantai besi, sehingga beliau harus shalat dalam keadaan kaki dirantai. Setiap hari beliau diinterogasi dan dipaksa meninggalkan pendapatnya yang bertentangan dengan paham Muktazilah. Tetapi, beliau terus menolak dan bertahan dengan pendapatnya yang shahih, meskipun terus mendapat cambukan. Imam Ahmad akhirnya meninggal dalam usia 77 tahun pada 241 Hijriah. Sekitar 600 ribu orang menghadiri pemakamannya.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Keteguhan dan ketinggian ilmu para ulama itulah yang berjasa besar dalam menjaga kemurnian agama Islam yang kita warisi dewasa ini. Karena itu, betapa risaunya Rasulullah saw terhadap ulama-ulama yang jahat (al-ulama al-su’). Kata Nabi saw: ”Seburuk-buruk manusia adalah ulama yang buruk.”  Kerusakan ulama adalah kerusakan Islam. Ulama jahat adalah ulama yang bodoh tetapi berani memberi fatwa atau ulama yang menjual agamanya untuk kepentingan dunia. Imam al-Ghazali dalam Kitabnya, Ihya’ Ulumuddin, memberikan penjelasan panjang lebar seputar bahaya ulama-ulama jahat, yang disebutnya sebagai ’ulama dunia’.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Rasulullah saw bersabda: ”Di akhir zaman akan ada para ahli ibadah yang bodoh dan para ulama yang jahat.” (HR at-Tirmidzi). Ulama adalah orang yang faqih fid-din, dan sekaligus orang yang bertaqwa kepada Allah. Sebagai pewaris Nabi, mereka harus memiliki kemampuan ilmu dalam masalah risalah kenabian dan sekaligus menjadi panutan dalam ibadah.

Banyak hadits Nabi saw yang menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat nanti, siksaan bagi orang alim yang jahat akan jauh lebih berat dibandingkan orang bodoh yang salah. Karena itu, jika kita hendak mengukur bagaimana kondisi umat Islam, lihatlah kualitas ulamanya! Jika orang-orang yang berposisi – atau memposisikan diri — sebagai ulama tidak memiliki kualifikasi yang ideal, baik dalam ilmu maupun amal, maka itu indikator yang paling absah untuk menyatakan bahwa umat Islam dalam kondisi yang memprihatinkan.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Nabi Muhammad saw telah memberi amanah kepada para ulama untuk menjaga agama ini. Tentu saja, itu harus mereka lakukan dengan cara menjaga keilmuan Islam dengan baik. Bahkan, Rasulullah saw mengingatkan akan datangnya satu zaman yang penuh dengan fitnah dan banyaknya orang-orang jahil yang memberi fatwa. Sabda

Rasulullah saw: Bahwasanya Allah SWT tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia. Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. Apabila sudah ditiadakan para ulama, orang banyak akan memilih orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (HR Muslim).

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Mengingat amanah yang diemban oleh para ulama/kyai yang sekarang memimpin pesantren begitu besar, maka sudah semestinya mereka mencurahkan perhatian yang serius untuk mendidik para santrinya dan menjadikan lembaganya sebagai pusat perkaderan ulama. Tujuannya tentu saja, agar di masa depan, dari pondok pesantren itu akan lahir ulama-ulama yang baik yang akan menjadi ’bintang’ bagi masyarakatnya.

Karena itu, seyogyanya, para pimpinan pesantren serius merenungkan imbauan Menag untuk lebih sungguh-sungguh dalam mengasuh dan mengembangkan pesantrennya. Para kyai/ulama perlu berbagi tugas sesama mereka. Tugas utama mereka memang bergelut di bidang ilmu dan pendidikan. Jika sangat diperlukan dan posisinya sebagai ’ulama’ bisa digantikan yang lain, maka tidak ada salahnya ia terjun ke politik praktis.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Yang jelas, kita berharap, ke depan, pesantren-pesantren  di Indonesia akan benar-benar menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam dan pusat kaderisasi ulama yang tangguh – yang benar-benar ’alim dan shalih. Kita berharap, pesantren mampu mengembangkan ilmu-ilmu Islam dengan canggih, sehingga suatu ketika nanti, kita bisa mengatakan, kaum Muslim tidak perlu belajar Islam ke Chicago, Leiden, Monash, Melbourne, Harvard, Oxford, dan sebagainya. Tapi, cukup belajar ke Pesantren Langitan, Sidogiri, Lirboyo, Gontor, dan sebagainya.

Jika di masa kolonialisme klasik, pesantren menjadi pusat perlawanan kaum Muslim, maka kita berharap, di masa imperialisme modern dan liberalisasi Islam saat ini, perlawanan pemikiran itu juga muncul dari pesantren. Para ulama perlu merenungkan kembali, bagaimana Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan para wali lain, sukses mengislamkan tanah Jawa ini, juga mulai dari pesantren.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Kita perlu benar-benar menyadari, bahwa hingga kini, Islam terus dijaga dan dibpertahankan oleh para ulama dan guru ngaji serta dai-dai yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Dengan kehidupan yang rata-rata sangat bersahaja, mereka tidak henti-hentinya mengemban amanah risalah, mengajarkan Islam kepada masyarakat. Adalah sangat mengharukan, bahwa hingga kini, masih banyak dai-dai kita di daerah pedalaman yang terus bertahan untuk menyebarkan ajaran Islam dan sekaligus membandung arus pemurtadan. Mereka jauh dari publikasi dan kehidupan duniawi yang layak.

Dalam imbauannya kepada para ulama, Menag memang tidak mengharamkan ulama untuk berpolitik. Tetapi, dengan posisinya sebagai ulama dan pimpinan pesantren yang berwibawa, maka para ulama itu dapat menjalankan fungsi politiknya dengan baik. Sebab, sebagai ulama, para ulama berkewajiban melakukan kontrol terhadap penguasa. Mereka harus menegur penguasa jika menyimpang dari kebenaran. Mereka wajib memberi nasehat, bukan hanya kepada rakyat tetap juga terutama kepada penguasa.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Apakah para ulama tidak boleh menjadi menteri, anggota DPR, atau Presiden?  Tentu saja tergantung pada situasi atau kebutuhan. Hanya saja, adalah merupakan kesalahan besar jika menganggap, bahwa menjadi anggota DPR adalah lebih mulia dari pada menjadi pimpinan pesantren. Adalah keliru jika seorang pimpinan pesantren berpikir, dia akan naik pangkat, jika diangkat oleh Presiden menjadi seorang menteri atau pejabat negara lainnya.

Seorang ulama harus memahami posisinya sebagai ulama dan menjaga martabatnya sebagai ulama. Ada kebiasaan salah di tengah masyarakat kita, jika memberi sambutan pada satu acara, maka yang disebut namanya terlebih dahulu adalah pejabat negara yang hadir; barulah setelah itu disebut nama-nama lain, termasuk para ulama. Itu memberi kesan, seolah-olah umara lebih tinggi martabatnya ketimbang ulama.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Padahal, para ulama itu menduduki posisi yang sangat mulia di tengah umat, yaitu sebagai pewaris para nabi. Dalam hadits Rasulullah saw disebutkan, bahwa penghuni langit dan bumi senantiasa memohonkan ampun bagi orang ’alim. Orang yang alim dan bertaqwa kepada Allah pasti akan dijamin oleh Allah SWT. Jika para ulama  benar-benar menjalankan amanah risalah dalam menolong agama Allah, pasti Allah akan menolong mereka dan meneguhkan kedudukan mereka. (QS 47:7).

Mudah-mudahan imbauan Menteri Agama tentang peran dan posisi pimpinan pesantren dapat benar-benar dihayati. Jika ada pimpinan pesantren yang memang sangat dibutuhkan untuk terjun ke dunia politik di lembaga-lembaga kenegaraan, kita berharap, mereka mampu menunjukkan contoh teladan yang baik, bagaimana berpolitik secara Islami. Jangan sampai kehadiran mereka justru membawa fitnah, karena akhlak dan cara berpolitik mereka ternyata juga tidak berbeda dengan politisi yang tidak mengerti ilmu agama. Wallahu a’lam. [Depok, 25 Mei 2007/http://hidayatullah.com/]
Catatan Akhir Pekan adalah hasil kerjasama antara  Radio Dakta 107 FM dan http://hidayatullah.com/

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

”Bedah Buku di al-Irsyad Solo”

Senin, 21 Mei 2007
Ada sebagian sarjana Muslim yang meragukan Islam. Bagaimana itu bisa terjadi? Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-195

Oleh: Adian Husaini

Kamis, 17 Mei 2007, saya memenuhi undangan Pimpinan Cabang al-Irsyad Solo untuk menjadi pembicara dalam acara bedah buku ‘Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi’, yang saya tulis tahun 2006. Di luar dugaan saya, acara ini dibanjiri oleh peserta.

Lebih dari 500 orang memenuhi ruang pertemuan Gedung Perguruan al-Irsyad yang cukup megah meskipun sudah berusia lebih dari 50 tahun. Buku ini bisa dikatakan bukan termasuk kategori buku populer, tetapi memuat berbagai fenomena hegemoni Kristen-Barat dalam studi dan pemikiran Islam di Indonesia saat ini. Biasanya acara seperti ini diminati hanya oleh kalangan tertentu saja. Tetapi, itu tidak terjadi di kota Solo.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Para peserta bedah buku hadir dari berbagai kalangan. Ada pimpinan MUI Solo, mantan camat, para aktivis dakwah, dan juga sejumlah dosen di perguruan tinggi Islam di Solo. Menurut panitia, beberapa acara bedah buku di Solo bahkan dihadiri oleh ribuan peserta. Fenomena ini tentu saja sangat menggembirakan. Di tengah situasi krisis ekonomi yang menerpa masyarakat, muncul kegairahan keilmuan di tengah umat Islam.

Dalam acara tersebut saya menyampaikan sejumlah fakta yang terjadi di perguruan tinggi Islam dalam bidang pemikiran Islam. Buku itu sendiri merupakan pengembangan makalah yang saya sampaikan dalam acara International Workshop for Islamic Higher Learning in Indonesia, pada 22 Desember 2005, yang diselenggarakan atas kerjasama Pasca Sarjana UIN Jakarta, PPIM, dan Depag. Kepada para peserta seminar yang merupakan dosen-dosen IAIN, UIN, dan STAIN dari berbagai propinsi di Indonesia, saya mengajak mereka untuk merenungkan kembali arah dan realitas pendidikan Islam di perguruan tinggi saat ini.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Imbauan itu saya ulangi berpuluh kali dalam berbagai kesempatan. Dalam acara workshop di STAIN Pontianak, 13 Mei 2007, misalnya, saya menyampaikan perlunya kalangan akademisi Muslim berpikir dan bekerja serius untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Sebuah pertanyaan sederhana bisa kita ungkapkan, setiap tahun kita mencetak ribuan sarjana uhsuluddin, syariah, tarbiyah, dan sebagainya. Tapi, mengapa upaya penegakan aqidah dan syariah, misalnya, tidak muncul dari kantong-kantong studi Islam? Bahkan, seringkali, upaya itu dimotori oleh para mahasiswa dari kampus-kampus umum.

Pada 16 Mei 2007, misalnya, saya mengisi kuliah tentang ’Islamic Worldview’ di Fakultas Hukum UGM yang diselenggarakan oleh mahasiswa UGM Yogya yang tergabung dalam ’Islamic Law Forum’. Para mahasiswa Fakultas Hukum itu tampak sangat bersemangat untuk mengkaji dan merumuskan strategi bagaimana syariah Islam bisa diterapkan di Indonesia.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Banyak pakar diundang untuk menjadi pembicara dalam serial kuliah yang mereka adakan. Dengan modal semangat dan tanpa dukungan dana dari kampus maupun lembaga-lembaga asing, mereka tetap menjalankan acara itu. Seringkali, kita jumpai semangat juang semacam itu tumbuh di lingkungan para aktivis yang justru tidak mengenyam pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam. Mengapa itu bisa terjadi? Salah satu yang terpenting adalah soal niat. Keikhlasan niat dalam menuntut ilmu agama. Karena itu, hadits ’Innama al-a’malu bin niyyat’ (bahwasanya nilai suatu amal tergantung pada niat) dijadikan oleh Imam an-Nawawi sebagai pembuka kitab hadits-nya, al-Arba’in al-Nawawiyah.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Tanyalah kepada para mahasiswa jurusan ushuluddin, syariah, tarbiyah, dakwah, dan sebagainya. Untuk apa mereka kuliah? Untuk mencari kerja atau untuk meningkatkan ilmu dan ibadah mereka? Jika tujuannya untuk mencari kerja dan dunia, maka setelah lulus dan mendapatkan ijazah, mereka akan sibuk untuk mencari posisi kerja, dan setelah mendapatkan itu, semuanya selesai. Tidak ada upaya peningkatan ilmu dan dakwah Islam lagi. Bahkan, kadang ada yang untuk mendapatkan kerja itu dilakukan melalui KKN atau suap menyuap. Selain niat, tentu saja, ilmu yang dipelajari juga harus ilmu yang benar.

Sudah hampir dua tahun lebih saya mensosialisasikan perlunya revisi terhadap buku Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya karya Prof. Harun Nasution, baik kepada para dosen di perguruan tinggi Islam, maupun kepada pejabat Departemen Agama. Bahkan, buku ini bukan hanya perlu direvisi, tetapi perlu ditarik sebagai buku rujukan dalam studi Islam di perguruan tinggi. Kesalahan buku ini begitu jelas.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam acara bedah buku di Solo tersebut, saya kembali menguraikan kekeliruan yang fatal terhadap isi buku, yang sudah lebih dari 30 tahun diajarkan kepada para mahasiswa kita. Entah karena tidak paham atau tidak peduli dan menganggap remeh masalah ini, tampak belum ada kebijakan dari pihak yang berwenang untuk merevisi atau menarik buku Harun Nasution tersebut. Kemungkinan lain, memang cengkeraman studi Islam gaya orientalis Barat yang dikenalkan oleh Harun Nasution sejak awal tahun 1970-an memang terus dipertahankan dan dilestarikan, bahkan semakin dikembangkan oleh para kader orientalis di Indonesia.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Masalah kekekeliruan ilmu dan dampaknya sudah sering kita bahas dalam catatan ini. Dalam acara bedah buku di al-Irsyad Solo itu, ada seorang mubalig wanita yang menceritakan pengalamannya dalam berdialog dengan sejumlah alumnus perguruan tinggi Islam yang sudah meragukan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Ada yang sudah menjadi guru agama di sekolah dasar. ”Bagaimana nasib anak-anak kita jika diajar agama oleh orang-orang seperti itu,” kata mubalig wanita tersebut. Para penanya yang lain mempertanyakan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah, MUI, dan ormas Islam dalam upaya membendung meluasnya paham liberal keagamaan di tengah masyarakat.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sebelum acara bedah buku dimulai, saya mendapatkan hadiah menarik dari Kyai Solehan, berupa sejumlah edisi Bibel dan buku tentang kristen. Kyai Solehan memang dikenal sebagai seorang kristolog terkenal. Di usianya yang sudah melebihi 65 tahun, dia masih dikenal sebagai dai yang aktif , bernas, dan trengginas.

Diantara buku menarik yang saya terima adalah sebuah naskah Perjanjian Baru karya Yohannes, yang ditulis dalam huruf Arab pegon (Arab Melayu, yang di Malaysia dikenal dengan istilah huruf Jawi). Judul buku kecil ini adalah ”Injil Suci Yuhanan”, terbitan tahun 1903. Dalam kalender nasional, saat acara bedah buku di Solo, yaitu tanggal 17 Mei 2007 diperingati oleh kaum Kristen di Indonesia sebagai Hari Kenaikan Yesus Kristus. Segera saya tertarik untuk menelusuri tentang misteri kenaikan Yesus dan sosok Maria Magdalena yang menjadi saksi kunci tentang masalah ini.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam Injil Yuhanan 20:1 versi bahasa Jawa tersebut, diceritakan bahwa ”Kacarita nalika ing dina ahad wayah isuk umun-umun maryam magdalena tumuli anjujug menyang ing pesareyan, satekane banjur weruh watune wus kasingkirake saka ing pasareyan.”

Dalam Bibel edisi LAI 2000 kisah ini ditulis: ”Pada hari minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.” Kemudian diceritakan bahwa Maria Magdalena menangis di depan kubur Yesus, dan ketika melongok ke dalam, dia melihat dua malaikat berpakaian putih-putih duduk di tempat Yesus berbaring. Yesus pun diceritakan bahwa dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan berkata kepada Maria:

”Ibu, mengapa engkau menangis?” (ayat 15, versi LAI 2000). Dalam versi bahasa Jawa tahun 1903, ayat itu ditulis: ”Bibi, kena ngapa kowe nangis?” (Bibi, mengapa kamu menangis?). Yang menarik, pada Bibel edisi LAI tahun 1971, masih ditulis ’Marjam’ dan Yesus memanggil Marjam: ”Hai perempuan, apakah sebabnya engkau menangis?”

Jadi, ada tiga sebutan Yesus kepada Maria Magdalena (Marjam) menurut tiga versi Bibel tersebut, yaitu ”Bibi”, ”Ibu”, dan ”Perempuan”. Dalam edisi New King James Version 1982, Yesus memanggil Maria dengan ”Woman, why are you weeping?”

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam edisi Latin, Vulgata, Yesus berkata kepada Maria, “Mulier, quid ploras?” Artinya, “Hai perempuan, mengapa kamu menangis?” Dalam Kitab ‘Perdjandjian Baharu’ keluaran The Gideon International tahun 1969, nama Maria masih disebut ‘Marjam’, dan ayat itu ditulis, “Hai perempuan, apakah sebabnja engkau menangis?”  Kasus Maria Magdalena memang sedang hangat dibicarakan oleh kalangan Kristen. Menurut Bibel, wanita ini menjadi saksi kunci kebangkitan Yesus.

The Da Vinci Code menyebutkan bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus. Bahkan, kata Dan Brown, penulis novel ini, Yesus mewariskan gerejanya kepada Maria Magdalena, bukan kepada Santo Petrus yang mendirikan gereja di Roma.  Dan Brown menyodorkan bukti dari Gnostic Bible, bahwa Jesus memang mengawini Mary Magdalena dan mempunyai anak keturunan.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Di Gospel of Philip, misalnya tertulis: “And the companion of the Saviour is Mary Magdalene. Christ loved her more than all the disciples and used to kiss her often on her mouth. The rest of the disciples were offended by it and expressed disapproval. They said to him, “Why do you love her more than all of us?”  (Dan pasangan dari Sang Juru Selamat adalah Mary Magdalena. Kristus mencintainya lebih dari semua muridnya dan biasa menciumnya sering di bibirnya. Murid-murid Jesus berkata : ‘’Mengapa engkau mencintainya melebihi kepada kita semua ?’’)

Tentu saja, cerita Yesus versi Dan Brown ini ditolak oleh doktrin resmi Kristen. Tetapi, siapa sebenarnya Maria Magdalena itu? Sejumlah buku tentang teologi Kristen tidak banyak membahas masalah ini.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Buku Who’s Who in Christianity (London: Routledge, 1998), hanya menyebut bahwa Maria adalah saudara Lazarus dan Martha. Ketika Jesus mengunjungi rumahnya, ia mendengarkan kata-kata Yesus dan suatu ketika dia dipanggil Maria Magdalena. Richard P. McBrien, dalam buku terkenalnya, Catholicism, juga tidak menyinggung sosok Maria Magdalena ini. Susan Haskins, dalam bukunya, Mary Magdalen, The Essential History, (London: Pimlico, 2005), menyebutkan, bahwa dalam tradisi Barat, Maria Magdalena dipandang sebagai ‘pelacur yang bertobat’.

Menurut Susan, hampir selama 2000 tahun, konsepsi tradisional tentang Maria Magdelana adalah bahwa dia seorang pelacur yang mendengarkan kata-kata Yesus, kemudian bertobat atas dosa-dosanya, lalu mengabdikan kehidupan dan cintanya untuk Yesus. Dalam bahasa Yunani, nama Maria Magdalena merujuk kepada nama ‘Mariamne’ atau ‘Mariamme’, atau dalam istilah Koptik disebut ‘Mariham’. Ini lebih dekat dengan istilah Arab ‘Maryam’.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sebuah Bibel bahasa Arab (Kitab al-Muqaddas) terbitan tahun 1671 memang menulis nama Maria Magdalena dengan ‘Maryam Majdalaniyah’. Membaca sejumlah versi Bibel tersebut, memang hubungan Yesus dan Maria Magdalena masih menyisakan berbagai misteri. Ada yang menulis, Yesus memanggil Maria Magdalena dengan ‘Bibi’; ada yang menulis, Yesus memanggilnya dengan sebutan ‘Ibu’, dan juga ‘Hai perempuan.’ Masalah ini akan semakin kontroversial, jika sumber-sumber dari berbagai Bibel versi ‘Gnostic Bible’ juga dikaji, seperti Bibel Thomas, Bibel Philip, dan Bibel Marry. Beberapa waktu lalu, kontroversi seputar soal kenaikan Yesus sempat mencuat di Indonesia, menyusul munculnya artikel berjudul ‘Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus’ di Harian Kompas, 5 April 2007, yang ditulis oleh Pdt. Dr. Ioanes Rachmat, dosen Kajian Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Tulisan Pendeta Iohanes Rakhmat itu telah memicu polemik keras di kalangan Kristen.  Ioanes menutup artikelnya dengan sebuah kesimpulan:

”Jika sisa-sisa jasad Yesus memang ada di bumi ini, maka kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian-kejadian sejarah obyektif, melainkan sebagai metafora. Para penulis Perjanjian Baru sendiri pasti memahami keduanya sebagai metafora; jika tidak demikian, mereka adalah orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan membedakan mana realitas dan mana fantasi dan delusi.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam metafora sebuah kejadian hanya ada di dalam pengalaman subyektif, bukan dalam realitas obyektif.” Kepercayaan kaum Kristen tentang Yesus itu sangat berbeda secara mendasar dengan keyakinan kaum Muslim tentang Nabi Isa a.s. Al-Quran menegaskan: ”dan ucapan mereka, ”Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam.

Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, teapi (yang mereka bunuh ialah) seorang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan tentang hal ini. Mereka tidak mempunyai ’ilm (bukti-bukti yang meyakinkan) tentang hal itu, dan hanya mengikuti dugaan (zhan).” (QS 4:157).

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Itulah posisi Al-Quran yang secara tegas cerita menolak penyaliban dan pembunuhan Isa a.s. Padahal, penyaliban Yesus dan kenaikannya adalah dasar pijakan teologi Kristen. Agama Kristen ada karena ada kepercayaan terhadap penyaliban dan kebangkitan Yesus. Jika kepercayaan itu dibongkar, maka sama saja dengan membubarkan agama Kristen. Tentusaa perbedaan mendasar antara Islam dan Kristen itu tidak perlu dan tidak bisa dipertemukan. Sejak zaman Nabi Muhammad saw sudah terjadi perdebatan tentang masalah ini. Karena itu, masing-masing tetap meyakini agamanya. Kita sebagai Muslim yakin dengan kebenaran Al-Quran dan yakin bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman yang melanjutkan risalah para nabi sebelumnya, termasuk Nabi Isa a.s. [Depok, 18 Mei 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

”Telah Terbit, Buku Kritik terhadap Abu Zayd”

Senin, 12 Mei 2007
Buku ”Al-Quran Dihujat” mengulas si penghujat Al-Quran garda depan,  Prof. Dr. Nasr Hamid Abu Zayd. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP]  Adian Husaini ke-194

Oleh: Adian Husaini

Bulan Mei 2007 ini, peneliti INSISTS, Henri Shalahuddin MA telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Al-Quran Dihujat” (Jakarta: GIP). Buku ini sangat penting dalam perspektif kajian pemikiran Islam di Indonesia saat ini. Secara umum, buku ini berisi kritik terhadap pemikiran Prof. Nasr Hamid Abu Zayd, pakar sastra Arab Mesir yang terkenal dengan teorinya bahwa Al-Quran adalah produk budaya Arab. Dari isi dan literatur rujukannya, tampak buku ini dipersiapkan cukup serius. Berbagai karya Abu Zayd ditelaah dan diberikan kritiknya.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Abu Zayd memang telah divonis murtad oleh Mahkamah di Mesir, dan kemudian lari ke Belanda. Di negara kolonial inilah, Abu Zayd diberi tempat terhormat sebagai guru besar ilmu Al-Quran di Universitas Leiden. Dari sini pula Abu Zayd mengkader lusinan dosen UIN/IAIN untuk menyebarkan pahamnya di Indonesia.

Karena itu, tidak heran, jika hasil penelitian Litbang Departemen Agama tentang paham Liberal keagamaan di sekitar kampus UIN Yogya menyatakan, bahwa bagi kaum liberal: ”Al-Quran bukan lagi dianggap sebagai wahyu suci dari Allah SWT kepada Muhammad saw, melainkan merupakan produk budaya (muntaj tsaqafi) sebagaimana yang digulirkan oleh Nasr Hamid Abu Zaid. Metode tafsir yang digunakan adalah hermeneutika, karena metode tafsir konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman.”

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Buku-buku Abu Zayd memang sudah banyak yang diterjemahkan di Indonesia. Dalam salah satu buku terjemahan karya Abu Zayd berjudul ”Hermeneutika Inklusif” terbitan ICIP, Nash Hamid Abu Zayd dimasukkan ke dalam ketegori ”pemikir pemberontak” (dissident Muslim thinkers). Tetapi, ditulis di sini, bahwa ”Julukan pemikir pemberontak ini tidak dimaksudkan sebagai julukan yang negatif, akan tetapi ditujukan untuk menamai sebagian kelompok pemikir Islam yang memiliki pemikiran terobosan dan cenderung melakukan reformasi terhadap status quo pemikiran Islam. Corak pemikiran seperti itu, tidak hanya dibutuhkan pada masa transisi, akan tetapi juga sangat dibutuhkan pada masa stabil.”

Itulah penghormatan terhadap Abu Zayd yang dilakukan oleh sebuah lembaga penyebar paham Pluralisme Agama pimpinan Dr. Syafii Anwar tersebut. Salah satu pemuja Abu Zayd yang terkenal adalah Rektor Uin Yogya, Prof. Dr. Amin Abdullah. Itu bisa dilihat dalam bukunya yang berjudul ”Islamic Studies di Perguruan Tinggi” (2006). Kini, berbagai kampus di Indonesia memang sudah mulai dijejali dengan pemuja Abu Zayd. Bahkan, pendapat-pendapatnya sudah mulai diekspose melalui media massa.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sejumlah murid kesayangan Abu Zayd pun sudah menduduki pos-pos terhormat sebagai dosen-dosen ilmu Al-Quran di UIN Jakarta dan UIN Yogya. Mereka leluasa mendiktekan pemikirannya kepada para mahasiswa, dan bahkan berwenang menyusun kurikulum dalam studi Al-Quran yang sejalan dengan pemikiran Abu Zayd. Kaum Muslimin di Indonesia, banyak yang tidak menyadari masalah besar ini dan membiarkan anak-anaknya dicekoki paham Abu Zayd.

Penulis buku ini, Henri Shalahuddin, yang merupakan alumnus pesantren Gontor Ponorogo dan kini aktif sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir Jakarta, berhasil membongkar kekeliruan pemikiran Abu Zayd dan menyimpulkan, bahwa yang dilakukan Abu Zayd beserta para pemujanya di lingkungan UIN/IAIN lebih merupakan hujatan terhadap Al-Quran, bukan merupakan kajian ilmiah yang ikhlas dan serius. Karena itulah, dia tidak ragu-ragu untuk menyatakan, bahwa apa yang dilakukan Abu Zayd dan para pemujanya adalah sebuah upaya mengujat dan merusak Al-Quran.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Menurut penulis buku ini, dewasa ini, Al-Quran dihujat tidak hanya secara fisik, tapi juga melalui penyelewengan konsep wahyu dan metodologi tafsir. Penghujatan Al-Quran yang saat ini marak dilakukan bukan dengan membuang mushaf ke toilet, atau menginjak dan membakarnya di depan kaum Muslimin. Penghujatan Al-Quran non-fisik, dilakukan dengan menggunakan ‘metode ilmiah’ yang tidak mudah dipahami dan disadari oleh kebanyakan kaum Muslimin. Sebab, banyak di antara pelakunya adalah cendekiawan dengan titel professor, doktor maupun rektor, sehingga banyak yang kemungkinan mudah tertipu dan menyangkanya sebagai suatu kebenaran ilmiah.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dan Prof. Dr. Nasr Hamid Abu Zayd adalah salah satu garda terdepan penghujat Al-Quran saat ini. Tokoh liberal kenamaan asal Mesir ini kabur dari negaranya, setelah pengajuan kepangkatan gelar proffesor ditolak, karya-karyanya dinilai tidak bermutu dan bahkan cenderung melecehkan ajaran Islam, Rasulullah saw dan Imam Syafii. Menyusul setelah itu, vonis mahkamah yang memutuskan bahwa dirinya telah murtad. Dia pun kabur ke Belanda dan di sana memperoleh penghargaan layaknya seorang pahlawan.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Di samping memandang Al-Quran sebagai produk budaya, Abu Zayd juga memposisikan Al-Quran sebatas teks manusiawi (nash insani), teks linguistik (nass lughawi) dan fenomena sejarah (zhahirah tarikhiyyah). Sebagai teks linguistik, misalnya, Abu Zayd mengklaim bahwa Al-Quran terpengaruh oleh tradisi dan budaya Arab pra-Islam. Sebab baginya, dengan menggunakan bahasa Arab, berarti wahyu tidak turun ditempat yg hampa. Ibarat kata pepatah, bahwa bahasa menunjukkan budaya, maka demikian halnya dengan Al-Quran.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sebagai teks manusiawi, kata dia, kebenaran Al-Quran yang bersifat mutlak hanya berada di lauhul mahfuzh. Namun kebenaran yang mutlak tersebut menjadi relatif ketika masuk dan berinteraksi dengan akal pikiran manusia. Dengan demikian, seorang Muslim tidak boleh mengklaim bahwa pemahamannya terhadap Al-Quran lebih benar dari orang lain, atau bahwa pemahamannya sudah sesuai dengan apa yang dimaui oleh Tuhan. Karena manusia adalah relatif, maka kebenaran yang dicapainya pun juga relatif. Sehingga Abu Zayd mengkategorikan orang yang mengatakan bahwa kebenaran Al-Quran yang dia pahami adalah absolut, berarti telah menyamakan dirinya dengan Tuhan.

Ide Abu Zayd tentang teks manusiawi ini, –di samping ide-idenya yang lain–, banyak diminati dan dipropagandakan oleh para tokoh-tokoh Islam yang menganut pada paham relativisme kebenaran. Sebuah paham yang mendasari aliran-aliran liberalisme, sekularisme, feminisme dan pluralisme agama.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sebagai teks manusiawi dan teks linguistik sekaligus, Abu Zayd mendudukkan Al-Quran sama seperti Bibel yang semua isi ajarannya tidak harus diterapkan. ”According to Christian doctrine, not everything that Jesus said was said as the Son of God. Sometimes Jesus behaved just as a man.” (Abu Zayd, Voice of an Exile: 174-5).

Sehingga tidak aneh, jika Abu Zayd lalu menggugat pengharaman homoseksual dan mengecam keras orang yang masih menganggapnya sebagai prilaku menyimpang (voice. hal 89). Karena menurutnya, haramnya homoseksual lebih karena konteks lokalitas budaya. Sehingga, di bukunya yang lain, al-Imam al-Syafi‘i wa Ta’sis al-Aidiyulujiyyah al-Wasathiyyah, dia menyeru umat Islam untuk meninggalkan Al-Quran dan Hadits, karena dianggapnya telah memasung kebebasan akal manusia (hal.146)

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Tidak puas menghujat Al-Quran, Abu Zayd juga menghujat para ulama yang menjunjung tinggi kewahyuan Al-Quran. Di antara ulama yang dijadikan sasaran hujatannya itu adalah Imam Syafi’i. Beliau dituduh sebagai ulama oportunis yang suka bekerjasama dengan penguasa demi mendapatkan dunia. Beliau juga dituduh telah mengangkat kedudukan hadits, sehingga menjadi kitab nomor dua setelah Al-Quran di mata kaum Muslimin. Lebih dari itu, Imam Syafi’i juga dituduh menyebarkan hegemoni suku Quraisy atas suku-suku Arab lainnya dalam agama Islam, terkait dengan pandangan beliau tentang bahasa Arab Al-Quran.

Dengan keberanian Abu Zayd dalam menghujat Al-Quran dan Imam Syafii, jangan heran, jika kaum liberal di Indonesia pun menyambut pendapat Abu Zayd dengan gegap gempita dan menganggapnya sebagai tokoh hebat. Selain di ruang-ruang kuliah di bangku UIN/IAIN/STAIN dan sebagainya, para penganut dan pemuja Abu Zayd pun sudah berani secara terbuka menghujat Al-Quran melalui media massa. Koran Tempo, (4/5/2007) menurunkan sebuah artikel berjudul ”Pewahyuan Al-Quran: Antara Budaya dan Sejarah”, yang memaparkan bahwa Al-Quran adalah karya bersama antara Allah, Roh Kudus dan Muhammad.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sebelumnya, telah berjubel artikel, buku, makalah seminar dan sebagainya yang cenderung menghujat Al-Quran. Ternyata jika diteliti, ujung-ujungnya, yang dijadikan rujukan para penghujat Al-Quran itu adalah Abu Zayd. Bahkan, saat Abu Zayd berkunjung ke Indonesia, di antara aktivis liberal di Indonesia, ada yang begitu memujanya, sampai-sampai menuliskan kekagumannya tentang selera makan Abu Zayd dan cara memilih toilet. (Lihat, buku ”Al-Quran Dihujat”, hal 96). Sebuah alasan yang tidak seharusnya dilakukan oleh kalangan yang mengidentitaskan dirinya dengan sikap rasional dan keterbukaan.

Bahaya terbesar dari penghujatan Al-Quran non-fisik adalah menyesatkan akal pikiran umat Islam yang hendak kembali pada ajaran Al-Quran dan Hadits secara benar. Sebab konsep wahyu Al-Quran yang bersifat final dan universal untuk segala tempat dan zaman akan digeser dengan konsep evolusi Darwin. Dengan itu, kebenaran Al-Quran hanya bersifat temporal dan lokal, khusus untuk suatu masa, bangsa dan tempat tertentu. Begitu juga, hukum-hukum Islam akan dinilai sebagai hukum yang bersifat temporal dan spatial, hanya berlaku untuk kurun waktu dan tempat tertentu. Maka, mereka rajin membuat perbedaan, bahwa ajaran dan hukum-hukum Islam harus ditinjau ulang sesuai dengan perkembangan zaman.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Abu Zayd juga seorang hermeneut, yaitu pengguna hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran. Metodologi tafsir Al-Quran yang telah dikembangkan oleh para ulama berwibawa yang memperhatikan segala aspek dalam memahami Al-Quran digusur dengan metodologi hermeneutika produk Yahudi dan Kristen. Padahal, metode tafsir Al-Quran jauh lebih ilmiah, dibanding teori interpretasi hermeneutika yang tengah dikembangkan neo-orientalis di berbagai perguruan tinggi di Indonesia saat ini. Inilah sesungguhnya salah satu tantangan kontemporer yang terbesar yang dihadapi umat Islam Indonesia dewasa ini.

Umat Islam saat ini memerlukan puluhan ribu hujjatul Islam, syeikul Islam dan generasi Al-Quran yang memperjuangkan ajaran Islam secara kafah dalam menghadapi perongrongan global akidah dan syariat Islam. Berkenaan dengan ilmu pengetahuan, dalam bab tanda-tanda ulama baik dan ulama jahat, Imam Ghazali dalam bukunya, Ihya ’Ulumiddin dan Abu Thalib al-Makki, dalam bukunya, Qut al-Qulub, menjelaskan ragam golongan manusia dengan menukil pendapat Al-Khalil ibn Ahmad yang mengatakan:

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

“Manusia itu empat golongan: 1) orang yang tahu, sedang dirinya tahu (menyadari) bahwa dirinya tahu, dia itulah si cerdik pandai (‘alim), maka ikutilah dia. 2) orang yang tahu, sedang dirinya tidak tahu (tidak menyadari) kalau dirinya tahu, dia itu ibarat orang yang tidur, maka bangunkanlah ia. 3) orang yang tidak tahu, sedangkan dia tahu bahwa dirinya tidak tahu, dialah si pencari pentunjuk (mustarsyid), maka berilah dia petunjuk (bimbingan). 4) orang yang tidak tahu, sedangkan dia tidak tahu kalau dirinya tidak tahu, itulah orang jahil, maka tolaklah (hindarilah, abaikanlah, atau sangkallah) ia.

Mengembalikan kejayaan Islam, harus dimulai dari pembangunan budaya ilmu. Adalah sangat celaka jika ilmu-ilmu agama telah dirusak oleh orang-orang yang menduduki posisi-posisi terhormat sebagai dosen-dosen bidang Al-Quran di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam. Kita patut meratapi nasib mahasiswa-mahasiswa Islam yang kini menimba ilmu-ilmu keislaman di berbagai kampus berlabel Islam, karena dipaksa mengikuti pemikiran-pemikiran yang merusak keyakinan mereka sebagai Muslim. Al-Quran yang dipahami oleh umat Islam sebagai wahyu Allah yang suci dihujat oleh agen-agen neo-orientalis seperti Abu Zayd dan para anak buahnya di Indonesia. Sementara itu, pemerintah dan pimpinan kampus mendiamkan saja masalah ini.

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

Maka, kita tidak perlu heran, jika setiap tahun ribuan orang belajar di fakultas ushuluddin dan fakultas syariah, tetapi justru dari situ pula muncul sejumlah orang yang aktif menolak aqidah dan syariah Islam. Dalam bukunya ini, Henri Shalahuddin telah membuka mata kita akan satu tantangan yang sangat besar yang dihadapi oleh umat Islam. Dia pun memberikan jawaban-jawaban yang jitu yang menunjukkan dimana kelemahan pendapat Abu Zayd dan pemujanya di lingkungan UIN/IAIN saat ini. Semoga buku ini memberi manfaat besar dalam pengembangan studi pemikiran dan peradaban Islam di Indonesia. Juga, semoga para pemuja Abu Zayd bertobat dari kekeliruannya dan menghentikan aksi-aksinya dalam menghujat Al-Quran. Tugas kita hanyalah mengingatkan. Masing-masing kita bertanggung jawab atas amal kita masing-masing. [Depok, 11 Mei 2007/http://www.hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP]  Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
SYAIR RENUNGAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR RENUNGAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR RENUNGAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR RENUNGAN ISLAMI (not here)
=========================================

SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

”Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta”

Senin, 25 Juni 2006
Hingga saat ini, banyak pihak berusaha menutup-nutupi sejarah ”Piagam Jakarta”. Ada apa sebenarnya? Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-200
Oleh: Adian Husaini

Pada Hari Kamis, 21 Juni 2007, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menyelenggarakan sebuah acara penting, yakni peluncuran buku berjudul ”Status Piagam Jakarta: Tinjauan Hukum dan Sejarah”, karya cendekiawan Muslim Ridwan Saidi. Melalui buku ini, Ridwan Saidi membuktikan, bahwa Piagam Jakarta bukan hanya merupakan produk sejarah, tetapi juga sekaligus produk hukum.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ridwan Saidi menegaskan, bahwa ”Piagam Jakarta masih berlaku sampai sekarang. Artinya syariat Islam secara legal memang berlaku di Indonesia”. Lebih jauh, ketika saya hubungi, sesaat menjelang acara bedah bukunya di Jakarta, Ridwan mengharapkan agar pemerintah dan DPR seharusnya meninjau kembali semua produk hukum dan perundang-undangan di Indonesia yang tidak mengacu kepada Piagam Jakarta. Piagam Jakarta adalah produk hukum yang secara resmi dikembalikan posisinya oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit 5 Juli 1959. Dokumen ini tercantum dalam Keppres Nomor 150 tahun 1959 dan Lembaran Negara Nomor 75/1959.

Ridwan Saidi memang dikenal sebagai cendekiawan dan budayawan kawakan yang rajin menghimpun arsip-arsip sejarah. Dia juga merupakan seorang penulis yang piawai. Penguasaannya tentang sejarah Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Saya mengenal sosok Ridwan Saidi pada tahun 1970-an, saat duduk di bangku SMP. Ketika itu, Ridwan menggunakan nama pena ’Abu Jihan’ dalam kolom-kolomnya di Majalah Panji Masyarakat. Sejak tahun 1990-an, publik di Indonesia mengenal Ridwan Saidi sebagai pengkritik keras gagasan pembaruan Islam Nurcholish Madjid.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Tahun lalu, pada hari Kamis, 22 Juni 2006, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia juga menyelenggarakan peringatan Piagam Jakarta yang ke-61. Dalam seminar tersebut, saya juga menyampaikan data-data sejarah bahwa sebenarnya perjuangan para pejuang Islam terdahulu dalam upaya menegakkan Islam tidaklah gagal. Meskipun secara verbatim, tujuh kata dalam Piagam Jakarta telah dihapuskan, tetapi hal itu dikembalikan lagi dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dalam dekrit tersebut, Presiden Soekarno dengan tegas menyatakan: “Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.”

Dalam Catatan Akhir Pekan ke-151, kita sudah membahas masalah ini. Dr. Roeslan Abdulgani, tokoh utama PNI, selaku Wakil Ketua DPA dan Ketua Pembina Jiwa Revolusi, menulis: “Tegas-tegas di dalam Dekrit ini ditempatkan secara wajar dan secara histories-jujur posisi dan fungsi Jakarta Charter tersebut dalam hubungannya dengan UUD Proklamasi dan Revolusi kita yakni: Jakarta Charter sebagai menjiwai UUD ’45 dan Jakarta Charter sebagai merupakan rangkaian kesatuan dengan UUD ’45.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam acara Peringatan 18 tahun Piagam Jakarta, KH Saifuddin Zuhri, tokoh NU dan selaku Menteri Agama, mengatakan:

“Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka hapuslah segala selisih dan sengketa mengenai kedudukan yang legal daripada Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Piagam yang jadi pengobar dan bebuka Revolusi Nasional kita itu tegas-tegas mempunyai kedudukan dan peranan ketatanegaraan kita sebagai yang menjiwai UUD dan merupakan rangkaian kesatuan dengannya dengan sendirinya mempunyai pengaruh yang nyata terhadap setiap perundang-undangan Negara dan kehidupan ideologi seluruh bangsa.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam pidatonya pada hari peringatan Piagam Jakarta tanggal 29 Juni 1968 di Gedung Pola Jakarta, KHM Dahlan, tokoh NU, yang juga Menteri Agama pengganti KH Saifuddin Zuhri, mengatakan:

“Bahwa diatas segala-galanya, memang syariat Islam di Indonesia telah berabad-abad dilaksanakan secra konsekuen oleh rakyat Indonesia, sehingga ia bukan hanya sumber hukum, malahan ia telah menjadi kenyataan, di dalam kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari yang telah menjadi adat yang mendarah daging. Hanya pemerintah colonial Belandalah yang tidak mau menformilkan segala hukum yang berlaku di kalangan rakyat kita itu, walaupun ia telah menjadi ikatan-ikatan hukum dalam kehidupan mereka sehari-hari.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Meskipun Piagam Jakarta adalah bagian yang sah dan tidak terpisahkan dari UUD 1945, tetapi dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, memang senantiasa ada usaha keras untuk menutup-nutupi hal ini. Di zaman Orde Lama, sebelum G-30S/PKI, kalangan komunis sangat aktif dalam upaya memanipulasi kedudukan Piagam Jakarta. Ajip Rosidi, sastrawan terkenal menulis dalam buku, Beberapa Masalah Umat Islam Indonesia (1970):

“Pada zaman pra-Gestapu, PKI beserta antek-anteknyalah yang paling takut kalau mendengar perkataan Piagam Jakarta… Tetapi agaknya ketakutan akan Piagam Jakarta, terutama ke-7 patah kata itu bukan hanya monopoli PKI dan antek-anteknya saja. Sekatang pun setelah PKI beserta antek-anteknya dinyatakan bubar, masih ada kita dengar tanggapan yang aneh terhadapnya.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Jadi, meskipun secara verbal terhapus dari naskah Pembukaan UUD 1945, tetapi kedudukan Piagam Jakarta sangatlah jelas, sebagaimana ditegaskan dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Di zaman Soekarno, Piagam Jakarta juga diakui sebagai sumber hukum yang hidup. Sejumlah peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan setelah tahun 1959 merujuk atau menjadikan Piagam Jakarta sebagai konsideran. Sebagai contoh, penjelasan atas Penpres 1/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, dibuka dengan ungkapan: “Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yang menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia ia telah menyatakan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam Peraturan Presiden No 11 tahun 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), juga dicantumkan pertimbangan pertama: “bahwa sesuai dengan Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945, yang mendjiwai Undang-undang Dasar 1945 dan merupakan rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut…”.

Perlu dicatat, bahwa sejak 1945, meskipun Piagam Jakarta dihapuskan, tetapi umat Islam juga mendapatkan konsesi pendirian Departemen Agama. Dalam rapat PPKI tanggal 19 Agustus 1945, usulan pembentukan Departemen Agama ditolak oleh Latuharhary dan kalangan nasionalis sekular. Namun, akhirnya Soekarno dan Hatta menerima usulan pembentukan Depoartemen Agama yang secara resmi berdiri pada 3 Januari 1945. Prof. HM Rasjidi diangkat sebagai Menteri Agama pertama. Pada tahun 1967, Menteri Agama mengeluarkan Keputusan Menteri Agama No. 56/1967 tentang perincian struktur organisasi, tugas, dan wewenang Departemen Agama, yang antara lain menyatakan: “Tugas Departemen Agama dalam jangka panjang ialah melaksanakan Piagam Jakarta dalam hubungannya dengan UUD.” (Pasal 1, ayat 1-d). (Data-data seputar Piagam Jakarta, lebih jauh bisa dilihat pada buku Endang S. Anshari, Piagam Jakarta 22 Juni 1945: Sebuah Konsensus Nasional Tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949), (Jakarta: GIP, 1997)).

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Jadi, dari segi historis dan juridis, sebenarnya kedudukan Piagam Jakarta dan Syariat Islam sudah sangat gamblang. Pada masa lalu, umat Islam Indonesia biasa memperingati acara lahirnya Piagam Jakarta setiap tanggal 22 Juni. Hari bersejarah ini perlu dikenang dan dihidupkan, sebab itulah satu hari dimana berbagai tokoh dari berbagai latar belakang ideologis di Indonesia bertemu dan bersepakat setelah melalui perdebatan yang panjang dan melelahkan.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ada baiknya kita menengok kembali bagaimana perdebatan dan kesepakatan yang telah dicapai oleh tokoh-tokoh Islam, Kristen, dan kalangan nasionalis sekular di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapakan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI/Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai), yang akhirnya menghasilkan Piagam Jakarta. Usai penyusunan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan, Soekarno berbicara di BPUPKI: “Di dalam preambule itu ternyatalah, seperti saya katakan tempo hari, segenap pokok-pokok pikiran yang mengisi dada sebagian besar daripada anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyosakai. Masuk di dalamnya ke-Tuhanan, dan terutama sekali kewajiban umat Islam untuk menjalankan syariat Islam masuk di dalamnya; kebulatan nasionalisme Indonesia, persatuan bangsa Indonesia masuk di dalamnya; kemanusiaan atau Indonesia merdeka masuk di dalamnya; perwakilan permupakatan kedaulatan rakyat masuk di dalamnya; keadilan sosial, sociale rechtvaardigheit, masuk di dalamnya. Maka oleh karena itu, Panitia Kecil penyelidik usul-usul berkeyakinan bahwa inilah preambule yang bisa menghubungkan, mempersatukan segenap aliran yang ada di kalangan anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam buku Risalah Sidang BPUPKI terbitan Setneg digambarkan perdebatan dalam badan tersebut. Piagam Jakarta sebenarnya adalah “rumusan kompromi”, bukan kemenangan Islam 100 persen. Dalam rapat BPUPKI tanggal 11 Juli 1945, baik pihak Kristen maupun pihak Islam masih mempersoalkan rumusan Piagam Jakarta itu. Dari pihak Kristen, muncul Latuharhary dari Maluku, yang menggugat rumusan Piagam Jakarta. Latuharhary tidak secara tegas menyampaikan aspirasi Kristen, tetapi menyoal, jika syariat Islam diwajibkan pada pemeluknya, maka mereka harus meninggalkan hokum adat yang sudah diterapkannya selama ini, seperti di Minangkabau dan Maluku. Haji Agus Salim, yang asal Minangkabau, membantah pernyataan Latuharhary, bahwa Piagam Jakarta akan menimbulkan kekacauan di Minangkabau. Malah dia menegaskan: “Wajib bagi umat Islam menjalankan syariat, biarpun tidak ada Indonesia merdeka, biarpun tidak ada hokum dasar Indonesia, itu adalah satu hak umat Islam yang dipegangnya.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Menanggapi Latuharhary, Soekarno menyatakan: “Barangkali tidak perlu diulangi bahwa preambule adalah hasil jerih payah untuk menghilangkan perselisihan faham antara golongan-golongan yang dinamakan golongan kebangsaan dan golongan Islam. Jadi, manakala kalimat itu tidak dimasukkan, saya yakin bahwa pihak Islam tidak bisa menerima preambule ini; jadi perselisihan nanti terus.”

Wachid Hasjim, tokoh NU yang juga ayah dari Abdurrahman Wahid, juga menyampaikan tanggapannya, bahwa rumusan Piagam Jakarta itu tidak akan menimbulkan masalah seperti yang dikhawatirkan. Malah, dengan tegas, Wachid Hasjim, menyatakan: “Dan jika masih ada yang kurang puas karena seakan-akan terlalu tajam, saya katakana bahwa masih ada yang berpikir sebaliknya, sampai ada yang menanyakan pada saya, apakah dengan ketetapan yang demikian itu orang Islam sudah boleh berjuang menyeburkan jiwanya untuk negara yang kita dirikan ini. Jadi, dengan ini saya minta supaya hal ini jangan diperpanjang.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Menanggapi pernyataan Wachid Hasjim itu, Soekarno menegaskan lagi, “Saya ulangi lagi bahwa ini satu kompromis untuk menyudahi kesulitan antara kita bersama. Kompromis itu pun terdapat sesudah keringat kita menetes. Tuan-tuan, saya kira sudah ternyata bahwa kalimat “dengan didasarkan kepada ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” sudah diterima Panitia ini.”

Piagam Jakarta adalah naskah pembukaan (preambule) UUD 1945 yang disiapkan untuk konstitusi Negara Indonesia merdeka. Ketika naskah pembukaan itu sudah disepakati, maka naskah-naskah rincian pasal-pasal dalam UUD 1945 masih menjadi persoalan. Dalam rapat tanggal 13 Juli 1945, Wachid Hasjim mengusulkan, agar Presiden adalah orang Indonesia asli dan “yang beragama Islam”. Begitu juga draft pasal 29 diubah dengan ungkapan: “Agama Negara ialah agama Islam”, dengan menjamin kemerdekaan orang-orang yang beragama lain, untuk dan sebagainya. Kata Wachid Hasjim: “Hal ini erat perhubungan dengan pembelaan. Pada umumnya pembelaan yang berdasarkan atas kepercayaan sangat hebat, karena menurut ajaran agama, nyawa hanya boleh diserahkan buat ideologi agama.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Soekarno, lagi-lagi meminta kepada seluruh anggota BPUPKI: “Sudahlah hasil kompromis diantara 2 pihak, sehingga dengan adanya kompromis itu, perselisihan diantara kedua pihak hilang. Tiap kompromis berdasar kepada memberi dan mengambil, geven dan nemen. Ini suatu kompromis yang berdasar memberi dan mengambil… Pendek kata, inilah kompromis yang sebaik-baiknya. Jadi, panitia memegang teguh akan kompromis yang dinamakan oleh anggota yang terhormat Muh. Yamin “Djakarta Charter”, yang disertai perkataan Tuan angora Soekiman, gentlemen agreement, supaya ini dipegang teguh di antara pihak Islam dan pihak kebangsaan.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Kisah-kisah seperti ini tidak dibeberkan secara gamblang dalam buku sejarah untuk anak-anak kita di sekolah-sekolah. Karena itu, tanggal 22 Juni seyogyanya menjadi hari penting bagi bangsa Indonesia. Karena itu, sangatlah baik jika umat Islam sendiri yang aktif memperingati hari lahirnya Piagam Jakarta, seperti yang dilakukan KISDI pada 21 Juni 2007. Apalagi, acara ini ditandai dengan peluncuran sebuah buku – satu tradisi ilmiah yang perlu dikembangkan lebih jauh. [Depok, 22 Juni 2007/http://www.hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

“Studi Agama-Agama di Yogyakarta”

Selasa, 19 Juni 2007
UGM membuka program ’studi agama-agama’. Sayang,  jika pembukaan studi itu harus ‘menjual’ aqidah Islam. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-199

Oleh: Adian Husaini

Beberapa hari lalu saya menerima sebuah brosur tentang studi agama-agama untuk tingkat doktor (Ph.D.) di Yogyakarta. Tepatnya, studi agama ini bernama ”Inter-religious International Ph.D. Program”. Program ini bertempat di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dan terselenggara atas kerjasama UGM, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Ketiga kampus itu bekerjasama membentuk satu konsorsium yang diberi nama ”Indonesian Consortium for Religious Studies” (ICRS- Yogya).

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Direktur konsorsium ini adalah Pror Dr Bernard Adeney-Risakotta, seorang penganut Kristen asal Amerika Serikat. Sebenarnya, konsorsium ini sudah diresmikan di Yogya pada Januari 2007 lalu. Pengukuhan dilakukan oleh Sri Sultan di Kraton Yogya, yang juga dihadiri oleh Rektor UGM (ketika itu) Prof. Dr. Sofian Effendi, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr HM Amin Abdullah, dan Rektor UKDW Pdt. Dr. Budyanto. Kini, ICRS sudah mulai menerima mahasiswa, dan direncanakan, perkuliahan akan dimulai pada September 2007 mendatang.

Juga, Harian Kompas (7 Oktober 2006), sudah pernah memuat berita tentang studi Lintas Agama untuk program S-3 yang diselenggarakan ICRS Yogya ini. Kompas menulis bahwa selain mempelajari lebih mendalam tentang keberagaman agama di Indonesia, pendirian program doktoral ini juga bertujuan untuk memberi pencerahan bagi masyarakat Indonesia agar tidak terjebak dalam fanatisme sempit. Ketika itu baru dalam tahap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan program S3 Inter-Religious Studies oleh ICRS di Keraton Yogya.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ketika itu, Sultan mengemukakan, sejak era reformasi, sebagian masyarakat kehilangan budaya rukun. Ini terbukti dari sering terjadinya benturan antarpenganut agama di Indonesia. “Fanatisme sempitlah yang melatarinya. Salah satunya karena terkadang ada pemimpin agama yang lebih menekankan prinsip superioritas dan eksklusif. Dalam khotbah atau ceramah misi misalnya, prinsip toleransi juga kurang ditekankan. Pola seperti ini harus dibenahi,” kata Sultan, seperti dikutip Kompas.

Prof Dr Bernard Adeney, Director ICRS Yogya, mengutarakan, ICRS Yogya merupakan konsorsium pertama yang menggabungkan universitas-universitas dengan semangat saling percaya untuk belajar satu sama lain tentang keberagaman agama di Indonesia. “Program doktor ini akan mengkaji semua agama-agama di Indonesia melalui dialog dan pendekatan ilmu sosial sekuler, studi agama perspektif Islam, dan tradisi ilmu teologi Kristen. Agama-agama lain juga diteliti melalui pendekatan masing-masing yang diperkaya dengan dialog lintas agama,” kata Bernard Adeney.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sedangkan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr HM Amin Abdullah menuturkan, dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan program S3 Inter-Religious Studies ini dengan pertimbangan proses akulturasi sudah berjalan lama dan tidak ada masalah. “Kedua, pendidikan dan rumah sakit di DIY berjalan tanpa fanatisme. Terbukti dari pasien rumah sakit dan siswa sekolah sangat beragam. Ketiga, di Yogyakarta tidak ada wilayah eksklusif antarpenganut agama sehingga iklimnya mendukung,” kata Amin.

Demikianlah laporan tentang program studi lintas-agama oleh ICRS Yogya, sebagaimana diberitakan Kompas. Berita itu memang sudah cukup lama. Tapi, sepertinya kurang mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, khususnya kaum Muslim di Yogya. Beberapa kali saya ke Yogyakarta tidak mendengar informasi yang serius tentang masalah ini. Padahal, pembukaan program studi lintas agama ini merupakan gebrakan besar dalam studi agama-agama di Indonesia.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Untuk itu, ada baiknya, kita menelaah tujuan dan latar belakang serta visi dan misi studi lintas agama tingkat doktoral di Yogyakarta yang melibatkan tiga kampus tersebut, berdasarkan pada brosur dan website konsorsium (http://www.icrsyogya.net/).

Menurut pengelolanya, program studi agama-agama oleh ICRS ini barangkali merupakan yang pertama di dunia, yang disponsori oleh institusi Islam (UIN), Kristen (UKDW), dan sekuler (UGM). Pada banyak negara, program seperti ini tidak pernah terpikirkan. Karena itu, momentum pendirian program ini adalah peristiwa bersejarah bagi Indonesia. Rencananya, program ini juga menjalin kerjasama dengan berbagai kampus di dunia.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dijelaskan, bahwa keistimewaan dari program ICRS Yogya ini adalah studi tentang agama-agama Indonesia, khususnya Islam Indonesia. (The primary strength of ICRS-Yogya is the study of Indonesian religions, especially Indonesian Islam). ICRS Yogya juga memiliki sumber-sumber yang kuat tentang studi Kristen Indonesia, dan juga menyediakan fasilitas untuk melakukan studi tentang Hindu, Budha, agama-agama China, dan juga agama-agama lokal. (ICRS-Yogya also has strong resources for the study of Indonesian Christianity, and can facilitate study of Balinese Hinduism, Indonesian Buddhism, Indonesian Chinese religions and indigenous local religions).

Ada yang menarik dari paparan ICRS tentang studi agama-agama tersebut. Mereka menggunakan istilah ”Indonesian religions” (”agama-agama Indonesia”), juga istilah “Indonesian Islam” (Islam Indonesia). Begitu juga istilah ”Indonesian Christianity”, “Balinese Hinduism”, “Indonesian Buddhism”, dan “Indonesian Chinese religions”.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Penggunaan istilah untuk agama-agama tersebut oleh ICRS sebenarnya agak ceroboh. Untuk Islam, terutama. Jika ada istilah “Indonesian Islam” atau “Islam Indonesia”, apakah lalu ada “Islam Arab”, “Islam Amerika”, “Islam Hongkong”, “Islam Kutub Utara”, “Islam Kutub Selatan”, dan sebagainya? Tentu saja hal itu tidak ada. Islam adalah agama yang satu, di mana pun berada. Tidak berbeda antara Islam yang ada di Arab, yang di China, yang di Kutub Utara atau di Kutub Selatan. Kaum Muslim di mana pun membaca syahadat yang sama, shalat lima waktu dengan cara yang sama, haji dengan cara yang sama, berhari raya Idul Fithri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Zulhijjah, dan sebagainya. Al-Quran-nya pun juga satu dan alam bahasa Arab. Jadi, Islam tidak mengenal perbedaan agama karena faktor lokalitas.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Istilah agama dikaitkan dengan lokalitas semacam itu bisa digunakan untuk Hindu, semisal ”Balinese Hinduism”. Sebab, kaum Hindu sendiri menerima perbedaan agama karena faktor budaya lokal tersebut. Memang kaum Hindu mengakui adanya Hindu Bali, Jawa, Hindu Malaysia, Hindu India, dan sebagainya, yang semuanya tetap sebagai agama Hindu. Dalam buku ”Semua Agama Tidak Sama”, terbitan Media Hindu (2006), disebutkan: ”Seseorang dapat mengatakan bahwa terdapat lebih banyak agama di dalam Hindu daripada di luarnya. Agama Hindu mempunyai lebih banyak Dewa dan Dewi, lebih banyak pustaka suci, lebih banyak orang suci, maharesi, dan avatara dibandingkan dengan agama-agama utama dijadikan satu.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam berbagai aspek, Kristen juga terkait dengan lokalitas. Kaum Kristen di Indonesia, sembahyang dalam bahasa Indonesia. Berbeda dengan di negara-negara lain. Bibelnya juga dicetak dalam bahasa lokal. Masing-masing sekte memiliki cara sembahyang masing-masing. Karakter dan tradisi ritual dalam Kristen, Hindu, Budha, dan juga agama-agama China itu sangat berbeda dengan Islam yang mendasarkan ritualnya kepada wahyu dan teladan (sunnah) Nabi Muhammad saw. Karakter khas Islam seperti ini harusnya diakui dalam studi agama-agama; bukan disamaratakan istilahnya seperti ICRS.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

ICRS juga menggunakan istilah ”indigenous local religions” (agama-agama lokal asli). Yang dimaksud oleh ICRS sebagai agama asli adalah ”agama suku”. Kita tidak tahu, apakah yang dimaksudkan juga termasuk berbagai aliran kebatinan atau kepercayaan yang ada di Indonesia. Untuk Indonesia, istilah ”indigenous local religions” atau ”agama suku” itu bisa menimbulkan masalah. Menurut Penpres 1/1965, ada enam agama yang diakui, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Dengan istilah itu, maka aliran Gatholoco, Darmogandhul, dan sebagainya, bisa disebut sebagai “agama lokal asli”. Sebaliknya, Islam, Kristen, dan sebagainya, dikategorikan sebagai”agama asing” atau ”agama pendatang”, sehingga kaum kebatinan di Indonesia pernah menggugat, mengapa agama pendatang diakui sedangkan agama yang asli justru tidak diakui!? Hingga kini, Departemen Agama tidak mengurusi masalah aliran kepercayaan di Indonesia. Tetapi, urusannya diserahkan kepada Depdiknas. Kini, ICRS mengangkat istilah ”agama lokal asli Indonesia”.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam bukunya, Islam dan Kebatinan (Jakarta: Bulan Bintang, 1977), Prof. H.M. Rasjidi menulis kesulitannya untuk mencari kata asing dari kata ”kebatinan” di Indonesia. Menurut Rasjidi, ia pernah bertanya kepada tokoh kebatinan Indonesia, Wongsonegoro SH juga pernah mengaku ditanya wartawan asing tentang istilah yang tepat untuk kebatinan. Tetapi, belum juga mendapat jawaban yang memuaskan. Sejumlah kata yang dieksplorasi Rasjidi untuk menerjemahkan kata kebatinan diantaranya adalah ’Sciences occultes’, ’mystic’, ’metaphysic’, atau ’moralist’. Tentu tidak mudah untuk menyebut semua aliran kebatinan/kepercayaan di Indonesia sebagai ’religion’, sebagaimana Islam, Yahudi, Kristen, dan sebagainya.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Program doktoral studi lintas agama ICRS ini menawarkan tiga area kajian, yaitu: (1) Cultural and Historical Studies of Religion (2) Religion, Social Theory and Contemporary Issues, dan (3) Comparative Interpretation of Sacred Texts. Disebutkan dalam brosur program ini, dalam kajian agama-agama versi ICRS Yogya, misalnya, mahasiswa akan diajak untuk mendengarkan paparan tentang berbagai sejarah agama di Indonesia ditinjau dari berbagai perspektif dan diajar oleh para dosen dari berbagai disiplin dan berbagai agama. Sebagai contoh, para mahasiswa akan mendengar sejarah agama-agama di Indonesia dari agama Hindu, Budha, Islam, Kristen, juga dari kaum yang aspirasinya terabaikan (forgotten voices) seperti “indigenous Indonesian religions (agama suku)” dan kelompok-kelompok terlarang (forbidden groups).

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Karena kajian agama-agama di ICRS terutama ditujukan kepada kajian Islam, maka dengan perspektif ICRS seperti itu, kita bisa membayangkan, doktor agama macam apa yang ingin dicetak oleh ICRS. Mereka tampaknya diarahkan untuk melakukan kajian agama-agama dari sudut pandang ”netral agama”. Para calon doktor bidang agama itu diarahkan untuk tidak lagi memiliki perspektif ”iman-kafir”, ”tauhid-syirik”, ”haq-bathil”, ”sunnah-bid’ah”, dan sebagainya. Semua agama dilihat sebagai fenomena budaya, fenomena sejarah, dan pengalaman spiritual. Bahkan, kelompok-kelompok terlarang yang dinyatakan sesat oleh umat Islam, seperti Agama Salamullahnya Lie Eden akan diterima dengan tangan terbuka dalam kajian agama-agama di ICRS Yogya ini.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Adalah juga menarik untuk mencermati ’corak pemikiran’ dosen-dosen yang dipasang sebagai pengajar di program doktor lintas agama ala ICRS Yogya ini. Dari UIN Yogya ada nama Prof. Dr. M. Amin Abdullah, rektor UIN Yogya yang sudah tersohor sebagai pendukung pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd. Ada juga Dr. Nurcholish Setiawan, murid Abu Zayd yang menerbitkan disertasinya dengan judul ”Al-Quran Kitab Sastra Terbesar”. Ada Prof. Dr. Machasin yang menerbitkan disertasinya dengan judul ”Al-Qaddi Abd al-Jabbar, Mutasyabih al-Quran: Dalih Rasionalitas Al-Qur’an.” Ada Dr. Fatimah Husein yang menulis disertasi doktor di Melboerne University tentang hubungan Islam-Kristen di Indonesia dalam perspektif Muslim Inklusif dan Muslim Eksklusif. Ada juga Dr. Sahiron Syamsuddin, yang dikenal banyak menulis tentang pemikir liberal asal Suria, Muhammad Syahrur. Lalu, ada Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain yang disertasinya diterbitkan dengan judul ”Gerakan Amadiyah di Indonesia”.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Diantara dosen tamu yang dicadangkan memberi kuliah adalah Prof. Dr. Nasr H. Abu Zaid (Utrecht, ISIM), Prof. Dr. Abdullahi A. An Na’im, dan Dr. Khaled M Abou El Fadl (UCLA). Kita sudah kenal siapa Nasr Hamid Abu Zayd. Dia adalah pemikir asal Mesir yang dikenal dengan pendapatnya bahwa Al-Quran adalah produk budaya (muntaj tsaqafi).

Sebagai umat Muslim, kita hanya bisa mengimbau kepada para profesor dan doktor bidang keislaman yang sedang berkuasa di UIN Yogya dan UGM, agar mereka menjaga amanahnya sebagai cendekiawan dan ulama Muslim, untuk meneruskan risalah kenabian Muhammad saw dalam menjaga dan menanamkan aqidah Islam, tidak mencampur aduk antara keimanan dan kekufuran, antara tauhid dan kemusyrikan, antara haq wal bathil, sebagaimana perilaku kaum Yahudi. (QS 2:42). Sebab, Al-Quran dengan tegas menyebutkan tugas utama para nabi adalah menyerukan tauhid dan menjauhkan manusia dari tindakan syirik. (QS 16:36). Al-Quran juga menyebutkan, bahwa Allah SWT sangat murka karena dituduh punya anak. (QS 19:88-91).

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Para profesor dan doktor itu mudah-mudahan paham, bahwa untuk membangun kerukunan umat beragama, tidaklah perlu dilakukan dengan mengorbankan aqidah dan keyakinan akan kebenaran Islam. Nabi Muhammad saw telah memberikan suri tauladan, bagaimana membangun kerukunan umat beragama, tanpa mengorbankan keimanan.

Kita juga mengimbau, agar para tokoh, cendekiawan, mubaligh, aktivis Islam di Yogyakarta mau memahami dan peduli dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan seperti ini. Sebab, ini berkaitan dengan masalah pemikiran dan aqidah Islam. Mudah-mudahan wilayah Yogyakarta diselamatkan dari berbagai musibah dan bencana. Amin. [Depok, 15 Juni 2007, http://www.hidayatullah.com/%5D

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

”Menyambut Ketua Umum Dewan Dakwah Yang Baru”

Senin, 04 Juni 2007
Syuhada Bahri, terpilih sebagai Ketua Umum DDII. Bagaimana posisi DDII menghadapi sekularisme? Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-197

Oleh: Adian Husaini

Sejak Hussein Umar meninggal dunia pada 19 April 2007 lalu, pertanyaan ke Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah) senantiasa muncul dari berbagai kalangan: ”siapa yang akan menggantikan beliau sebagai ketua umum Dewan Da’wah?”  Pertanyaan itu kemudian terjawab sudah sekitar sebulan kemudian. Pada hari Senin (28 Mei 2007), H. Syuhada Bahri, dikukuhkan sebagai ketua umum Dewan Da’wah menggantikan Allahyarham Hussein Umar.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Surat pengangkatan Syuhada Bahri diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, HM Chalil Badawi, di Kantor Dewan Da’wah, Gedung Menara Dakwah, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat. Dalam suasana yang sangat sederhana, tanpa liputan media massa, acara pengukuhan itu dilakukan. Isak tangis haru sempat mewarnai acara tersebut. Chalil Badawi adalah generasi terakhir pengurus Partai Masyumi yang masih tersisa.

Selama puluhan tahun aktif dalam berbagai organisasi Islam, jarang saya menyaksikan proses pergantian kepemimpinan yang begitu mulus dan mengharukan seperti yang terjadi di sebuah organisasi besar, seperti Dewan Da’wah. Prosesnya juga sangat sederhana, meskipun tidak juga mudah. Proses musyawarah dan istikharah dilakukan.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dari tiga nama yang terseleksi oleh Badan Pembina Dewan Da’wah, dua nama menyatakan tidak bersedia dan tidak sanggup memimpin Dewan Da’wah. Betapa pun didesak oleh berbagai kalangan, mereka tetap menyatakan tidak bersedia, dan mempersilakan yang lain untuk tampil sebagai pemimpin.

Situasi seperti ini pernah saya jumpai di organisasi kemahasiswaan Islam intra kampus di tahun 1980-an. Tidak ada perebutan jabatan. Yang ada benar-benar ingin memilih pemimpin yang paling tepat. Memimpin Dewan Da’wah memang bukan pekerjaan ringan. Dewan Da’wah didirikan pada 27 Februari 1967. Para pendirinya adalah tokoh-tokoh Islam terkemuka di Indonesia, yang juga para pendiri bangsa (founding fathers), seperti Dr. Mohammad Natsir (Perdana Menteri pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia), Mr. Mohammad Roem (Menteri Luar Negeri RI, dan penandatangan Perjanjian Roem-Van Roejen), Mr. Sjafroedin Prawiranegara (Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia pertama), Prof. DR. HM Rasjidi (Menteri Agama pertama RI), Mr. Burhanuddin Harahap, Prawoto Mangkusasmito, Prof. Kasman Singodimedjo, dan sebagainya. Kini, Dewan Dakwah mengkoordinisasi aktivitas dakwah ribuan dai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Maka, pemimpin Dewan Da’wah dituntut untuk mampu memelihara dan seharusnya mengembangkan organisasi yang sangat besar peranannya dalam perkembangan dakwah Islam di Indonesia. Karena itu, sambil menahan isak tangis, Syuhada Bahri menyatakan: ”Hari ini adalah kebahagiaan sekaligus penderitaan. Apa saya mampu memikul tanggung jawab saya? Kalau saya ditanya, saya akan jawab, tidak mampu. Tapi, apa pun yang diamanahkan kepada saya, akan saya laksanakan dengan amanah dan tanggung jawab. Saya akan laksanakan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki.”  Syuhada lalu mengajak pengurus Dewan Da’wah untuk berbagi tanggung jawab, sesuai dengan fungsi dan kapasitas masing-masing.

Selanjutnya ia menekankan, bahwa dalam amal jamai, yang penting adalah keikhlasan, lalu keseriusan, dan kebersamaan. ”Bagaimana pun beban berat, dengan ketiga hal itu, maka semuanya akan terasa enteng. Ketika kita harus menghadapi hal-hal yang diluar kemampuan kita, maka kita tidak harus mengalah, kita harus berdoa dan minta tolong kepada Allah.”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Menurut Syuhada, semua kegiatan kita tidak boleh lepas dari aspek dakwah. ”Semuanya harus untuk dakwah, sehingga tidak ada satu sisi kehidupan yang tidak ada nilai dakwah,” katanya, seraya mengajak kepada semua pengurus Dewan Da’wah: ” Mari kita rekat kebersamaan, kita tingkatkan keikhlasan. Dewan Da’wah bukan lembaga pengharapan, bukan lembaga penghasilan, tetapi di sini ada pengabdian. Kalau kita menolong agama Allah, pasti Allah akan menolong kita.” Ia pun menekankan perlunya Dewan Da’wah melakukan kerja keras dan kerja yang cerdas dalam dakwah.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Syuhada Bahri semula juga sangat berkeberatan. Ia senantiasa menyampaikan berbagai keterbatasannya. Bahkan, dia berulangkali menekankan, bahwa dia bukanlah yang terbaik diantara yang ada. Tetapi karena desakan teman-temannya, akhirnya dia pun menyediakan diri untuk tampil.  Menurutnya, amatlah berat untuk menempati posisi yang pernah diduduki oleh Dr. Moh. Natsir, ketua umum pertama Dewan Da’wah. Suatu ketika, di tahun 1970-an, kata Syuhada, ketika masih kuliah di Bandung, dia ingin melihat wajah Pak Natsir yang berkunjung ke Unisba. Tapi karena kerumunan massa yang luar biasa, dia pun tidak berhasil melihat wajah Pak Natsir. Maka, betapa bahagianya, ketika suatu ketika dia ditugasi untuk bekerja satu ruang dengan Pak Natsir di Dewan Dakwah. ”Tugas saya menempel foto-foto aktivitas dakwah di daerah-daerah,” katanya. Tapi, dengan itu, dia merasa sangat bersyukur, karena setiap hari bisa melihat dan belajar langsung bagaimana cara Pak Natsir mengelola dan memimpin Dewan Dakwah.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Memang, dalam lingkungan Dewan Da’wah, sosok Syuhada Bahri sudah sangat akrab. Pria berjenggot kelahiran Banten, 15 Juni 1954, ini telah berkiprah dalam dunia dakwah di lingkungan Dewan Da’wah sejak tahun 1976.

Sejak tahun 1970-an, Syuhada Bahri telah bergelut dalam dunia dakwah, baik sebagai guru agama di Sekolah Muhammadiyah maupun sebagai dai di berbagai daerah.

Sebagai dai Dewan Da’wah, Syuhada Bahri telah menjelajah hampir semua pelosok Indonesia. Di Timtim, misalnya, Syuhada Bahri mengenal daerah ini sampai ke pelosok-pelosok.

”Sampai gang-gang di Timtim saya hafal,” ujarnya suatu ketika. Karena itulah, dia merasa sangat terpukul ketika Timtim lepas dari Indonesia. Hatinya sudah menyatu dengan umat Islam yang di Timtim.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Selain Timtim, Syuhada Bahri, telah menjelajah daerah-daerah Mentawai, Nias, Maumere, Labuan Bajo, Sorong, Fakfak, Timika, Merauke, Badui, Tobelo, Tanjung Soke, dan sebagainya. Ketika menginjakkan kaki di pelosok Tobelo, dikatakan oleh masyarakat, bahwa Syuhada adalah orang Jakarta pertama yang menginjakkan kaki di daerah itu. Bisa dikatakan, Syuhada Bahri adalah salah satu kader terbaik dari Dr. Moh. Natsir dalam penguasaan lapangan dakwah di Indonesia. Jabatan terakhir Syuhada Bahri di Dewan Da’wah adalah sebagai Ketua Bidang Dakwah dan Diklat merangkap Ketua Dewan Dakwah DKI Jakarta. Sebagaimana dengan Allahyarham Hussein Umar, Syuhada Bahri juga dikenal sebagai orator ulung. Menikah tahun 1985, kini dia dikaruniai 12 anak dari 1 orang istri.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Syuhada juga aktif dalam menangani masalah dunia Islam. Dia telah berkeliling ke berbagai dunia Islam.

Karena kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah Muslim Bosnia, dia diundang dalam acara pelantikan Dr. Mustafa Ceric sebagai mesikhat Ulama Bosnia.  Dia juga pernah berdakwah ke berbagai kota di Inggris atas undangan Keluarga Islam Britania Raya (Kibar).

Pendidikannya diselesaikan di Institut Islam Siliwangi dan kemudian Dewan Da’wah mengirimnya ke King Saud University di Riyadh untuk mendalami ilmu dakwah dan bahasa Arab.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sekjen Dewan Dakwah Wahid Alwi MA menyambut terpilihnya Syuhada Bahri dengan mengingatkan bahwa Dewan Da’wah adalah tempat mengabdi kepada Allah SWT.

”Di Dewan Da’wah, saya lebih menemukan ketenangan di dunia,  dan insyaallah di akhirat,” ujarnya. Dewan Da’wah memang kini banyak diharapkan untuk tampil kembali sebagai organisasi dakwah yang aktif memandu umat dalam menghadapi situasi nasional maupun internasional. Selama 40 tahun lebih, organisasi ini senantiasa hadir dalam setiap dinamika perkembangan umat Islam. Berbagai masalah umat senantiasa tidak luput dari keterlibatan Dewan Da’wah, baik sebagai lembaga maupun secara perorangan.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Jika dirunut dari perjalanan dakwah para tokohnya, maka kiprah dakwah mereka sudah dimulai sejak awal abad ke-20. Tokoh sentral Dewan Da’wah, Moh. Natsir,  telah aktif dalam dunia dakwah sejak tahun 1920-an. Sepanjang hidupnya, Natsir aktif dalam usaha membendung berkembangnya paham sekular di Indonesia.

Soekarno, sebagai juru bicara nasionalis Muslim sekuler menulis seri artikel dalam Panji Islam: “Memudahkan Pengertian Islam”, “Masyarakat Onta dan Mayarakat Kapal Udara” dan “Apa Sebabnya Turki Memisahkan Agama dan Negara” Artikel itu mendapat tanggapan keras dari A. Hassan,  Natsir, dan sebagainya. Berbagai forum dimanfaatkan oleh Natsir untuk melawan paham sekularisme, baik di parlemen maupun di mimbar-mimbar keagamaan. Dalam hal ini Deliar Noer mencatat:”They (Soekarno and Natsir) represented the opinions of two most important groups in Indonesia….ie.the muslims and the religiously neutral nationalist”

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Posisi Dewan Da’wah dalam melawan sekularisme  saat ini agak berbeda dengan posisinya di masa Natsir. Dulu, kalangan sekular jelas posisinya; mereka bukanlah kalangan aktivis organisasi Islam atau akademisi dalam bidang studi Islam. Tetapi, saat ini, banyak pendukung paham sekular justru berasal dari kalangan organisasi Islam sendiri; bahkan banyak yang merupakan doktor-doktor bidang studi Islam. Mereka tidak segan-segan lagi mengkampanyekan bahwa mereka adalah pendukung paham sekular. Kalangan pengusung paham liberal sudah terang-terangan mendukung negara sekular dan mencari rumusan ’Teologi Negara Sekular’.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Kini, posisi golongan Islam dan sekular yang saling berhadapan sepenuhnya seperti di masa lalu, juga sudah mulai mencair. Pada golongan sekular, nilai-nilai Islam juga sudah masuk. Sikap alergi terhadap Islam pun banyak yang sudah mencair. Ada yang menggunakan istilah telah terjadi ”santrinisasi” pada golongan ini. Tapi, sebaliknya pada golongan Islam juga terjadi pergeseran-pegeseran sikap. Sejak Nurcholish Madjid mengumumkan perlunya sekularisasi dan liberalisasi pada tahun 1970, maka peta itu sudah berubah.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Infiltrasi paham sekular di tubuh organisasi dan lembaga Islam yang dulu aktif memperjuangkan tegaknya aqidah dan syariah Islam pun mulai terjadi dan menyebar.

Dewan Da’wah adalah organisasi Islam yang memelihara kelanjutan perjuangan Masyumi. Dalam organisasi ini, cita-cita menegakkan Islam dalam realitas keindonesiaan dilakukan sejak awal abad ke-20.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Tokoh-tokoh Masyumi memiliki tradisi memperjuangkan Islam secara konstitusional. Ketika gagal memperjuangkan negara Islam melalui BPUPKI,  maka mereka menerima konsep Piagam Jakarta. Ketika Piagam Jakarta digagalkan lagi, mereka berjuang lagi melalui Konstituante. Ketika jalur politik diharamkan untuk para tokoh Masyumi, maka mereka mendirikan Dewan Da’wah. Sebab dakwah tidak boleh berhenti; melainkan mengalir laksana air. Tak bisa dibendung oleh kekuatan apa pun. Dalam kondisi dan situasi apa pun, dakwah harus senantiasa berjalan. Ruh dan semangat dakwah itulah yang senantiasa ditanamkan oleh para tokoh Dewan Dakwah, yang kini dikomandani oleh Syuhada Bahri.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Karena  kenyang makan asam garam dalam menjalankan dakwah di tengah realitas keindonesiaan, Allahyarham Hussein Umar berulangkali menyampaikan pesan agar dalam berdakwah perlu melihat sejarah dan kondisi riil masyarakat. Cita-cita harus digantungkan setinggi-tingginya, tetapi langkah harus dilakukan dengan berpijak di bumi. Sebab, dakwah bukan angan-angan. Perubahan harus dilakukan secara bertahap. Prestasi-prestasi dakwah dan pengalaman perjuangan para pejuang Islam di masa lalu, harus dijadikan tempat untuk bercermin. Dakwah bukanlah berangan-angan, tetapi bekerja secara nyata. Dakwah juga memerlukan kesabaran. Cita-cita yang tinggi perlu diwujudkan secara bertahap, dengan senantiasa menjaga keberlangsungan dakwah, agar jangan sampai mati secara dini. Perubahan masyarakat memerlukan kerja estafet dari generasi ke generasi. Bukan satu atau dua tahun.

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dewan Da’wah kini berada pada tataran yang strategis dan kritis untuk senantiasa menjaga keberlangsungan aktivitas dakwah di Indonesia, sebagaimana telah dirintis oleh para penduhulu Dewan Da’wah. Pada satu sisi muncul gerakan di tengah umat Islam yang ingin segera melakukan perubahan secara total secepat-cepatnya, tanpa melihat secara cermat realitas umat.  Pada sisi lain, ada kutub yang bergerak terlalu lambat. Laju lokomotif perlu menyesuaikan kemampuan gerbong yang dibawanya. Jika dipaksakan dengan kecepatan melebihi batas kemampuan, maka gerbong akan rontok dan  mencelakakan semuanya, termasuk lokomotif itu sendiri. Tetapi, laju lokomotif yang terlalu lambat, juga merusak irama lalu lintas kereta. Pada situasi seperti ini, maka Dewan Da’wah memang perlu bekerja keras dan bekerja secara cerdas, sebagaimana ditekankan oleh Syuhada Bahri dalam berbagai kesempatan. [Depok, 1 Juni 2007/http://www.hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara  Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAUDARAAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAUDARAAN ISLAMI (not here)
=========================================

SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

PRINSIP PRINSIP MENGKAJI AGAMA
Penulis: Al Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, Kajian Utama, 29 – Juni – 2003, 14:42:14

Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!

Dewasa ini banyak sekali ‘jalan’ yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Namun lihat pula sekeliling kita. Kondisi umat Islam masih begini-begini saja. Kebodohan dan ketidakberdayaan masih menyelimuti. Bahkan sepertinya makin bertambah parah.
Adakah yang salah dari tindakan mereka? Ya, bila melihat kondisi umat yang semakin jatuh dalam kegelapan, sudah pasti ada yang salah. Mengapa mereka tidak mengajak umat untuk kembali mempelajari agamanya saja? Mengapa mereka justru menyibukkan umat dengan sesuatu yang berujung kesia-siaan?

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pewaris Nabi selalu berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan Rasulullah untuk mengajak umat kembali mempelajari agamanya. Dalam berbagai hal, Ahlussunnah tidak akan pernah keluar dari jalan yang telah digariskan oleh Nabi . Lebih-lebih dalam mengambil dan memahami agama di mana hal itu merupakan sesuatu yang sangat asasi pada kehidupan. Inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan umat.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Berikut kami akan menguraikan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah dalam mengkaji agama, namun kami hanya akan menyebutkan hal-hal yang sangat pokok dan mendesak untuk diungkapkan. Tidak mungkin kita menyebut semuanya karena banyaknya sementara ruang yang ada terbatas.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Makna Manhaj

Manhaj dalam bahasa Arab adalah sebuah jalan terang yang ditempuh. Sebagaimana dalam firman Allah:

“Dan kami jadikan untuk masing-masing kalian syariat dan minhaj.” (Al-Maidah: 48)

Kata minhaj , sama dengan kata manhaj . Kata minhaj dalam ayat tersebut diterangkan oleh Imam ahli tafsir Ibnu Abbas, maknanya adalah sunnah. Sedang sunnah artinya jalan yang ditempuh dan sangat terang. Demikian pula Ibnu Katsir menjelaskan (lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/67-68 dan Mu’jamul Wasith).

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Yang diinginkan dengan pembahasan ini adalah untuk menjelaskan jalan yang ditempuh Ahlussunnah dalam mendapatkan ilmu agama. Dengan jalan itulah, insya Allah kita akan selamat dari berbagai kesalahan atau kerancuan dalam mendapatkan ilmu agama. Inilah rambu-rambu yang harus dipegang dalam mencari ilmu agama:

1. Mengambil ilmu agama dari sumber aslinya yaitu Al Qur’an dan As Sunnah. Allah  berfirman:
“Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan jangan kalian mengikuti para pimpinan selain-Nya. Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya.” (Al-A’raf: 3)
Dan Rasulullah  bersabda:
“Ketahuilah bahwasanya aku diberi Al Qur’an dan yang serupa dengannya bersamanya.” (Shahih, HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Miqdam bin Ma’di Karib. Lihat Shahihul Jami’ N0. 2643)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

2. Memahami Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih yakni para sahabat dan yang mengikuti mereka dari kalangan tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Sebagaimana sabda Nabi :
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang setelah mereka kemudian yang setelah mereka.” (Shahih, HR Bukhari dan Muslim)

Kebaikan yang berada pada mereka adalah kebaikan yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan agama, baik ilmu, pemahaman, pengamalan dan dakwah.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnul Qayyim berkata: “Nabi mengabarkan bahwa sebaik-baik generasi adalah generasinya secara mutlak. Itu berarti bahwa merekalah yang paling utama dalam segala pintu-pintu kebaikan. Kalau tidak demikian, yakni mereka baik dalam sebagian sisi saja maka mereka bukan sebaik-baik generasi secara mutlak.” (lihat Bashair Dzawis Syaraf: 62)

Dengan demikian, pemahaman mereka terhadap agama ini sudah dijamin oleh Nabi. Sehingga, kita tidak meragukannya lagi bahwa kebenaran itu pasti bersama mereka dan itu sangat wajar karena mereka adalah orang yang paling tahu setelah Nabi. Mereka menyaksikan di mana dan kapan turunnya wahyu dan mereka tahu di saat apa Nabi  mengucapkan hadits. Keadaan yang semacam ini tentu sangat mendukung terhadap pemahaman agama. Oleh karenanya, para ulama mengatakan bahwa ketika para shahabat bersepakat terhadap sesuatu, kita tidak boleh menyelisihi mereka. Dan tatkala mereka berselisih, maka tidak boleh kita keluar dari perselisihan mereka. Artinya kita harus memilih salah satu dari pendapat mereka dan tidak boleh membuat pendapat baru di luar pendapat mereka.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Imam Syafi’i mengatakan: “Mereka (para shahabat) di atas kita dalam segala ilmu, ijtihad, wara’ (sikap hati-hati), akal dan pada perkara yang mendatangkan ilmu atau diambil darinya ilmu. Pendapat mereka lebih terpuji dan lebih utama buat kita dari pendapat kita sendiri -wallahu a’lam- … Demikian kami katakan. Jika mereka bersepakat, kami mengambil kesepakatan mereka. Jika seorang dari mereka memiliki sebuah pendapat yang tidak diselisihi yang lain maka kita mengambil pendapatnya dan jika mereka berbeda pendapat maka kami mengambil sebagian pendapat mereka. Kami tidak akan keluar dari pendapat mereka secara keseluruhan.” (Al-Madkhal Ilas Sunan Al-Kubra: 110 dari Intishar li Ahlil Hadits: 78].

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Begitu pula Muhammad bin Al Hasan mengatakan: “Ilmu itu empat macam, pertama apa yang terdapat dalam kitab Allah atau yang serupa dengannya, kedua apa yang terdapat dalam Sunnah Rasulullah atau yang semacamnya, ketiga apa yang disepakati oleh para shahabat Nabi atau yang serupa dengannya dan jika mereka berselisih padanya, kita tidak boleh keluar dari perselisihan mereka …, keempat apa yang diangap baik oleh para ahli fikih atau yang serupa dengannya. Ilmu itu tidak keluar dari empat macam ini.” (Intishar li Ahlil Hadits: 31)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Oleh karenanya Ibnu Taimiyyah berkata: “Setiap pendapat yang dikatakan hanya oleh seseorang yang hidup di masa ini dan tidak pernah dikatakan oleh seorangpun yang terdahulu, maka itu salah.” Imam Ahmad mengatakan: “Jangan sampai engkau mengeluarkan sebuah pendapat dalam sebuah masalah yang engkau tidak punya pendahulu padanya.” (Majmu’ Fatawa: 21/291)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Hal itu -wallahu a’lam- karena Nabi bersabda:
“Sesungguhnya Allah melindungi umatku untuk berkumpul di atas kesesatan.” (Hasan, HR Abu Dawud no:4253, Ibnu Majah:395, dan Ibnu Abi Ashim dari Ka’b bin Ashim no:82, 83 dihasankan oleh As Syaikh al Albani dalam Silsilah As- Shahihah:1331]

Jadi tidak mungkin dalam sebuah perkara agama yang diperselisihkan oleh mereka, semua pendapat adalah salah. Karena jika demikian berarti mereka telah berkumpul di atas kesalahan. Karenanya pasti kebenaran itu ada pada salah satu pendapat mereka, sehingga kita tidak boleh keluar dari pendapat mereka. Kalau kita keluar dari pendapat mereka, maka dipastikan salah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah di atas.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

3. Tidak melakukan taqlid atau ta’ashshub (fanatik) madzhab. Allah berfirman:
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).” (Al-A’raf: 3)

“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr: 7)

Dengan jelas ayat di atas menganjurkan untuk mengikuti apa yang diturunkan Allah baik berupa Al Qur’an atau hadits. Maka ucapan siapapun yang tidak sesuai dengan keduanya berarti harus ditinggalkan. Imam Syafi’i mengatakan: “Kaum muslimin bersepakat bahwa siapapun yang telah jelas baginya Sunnah Nabi maka dia tidak boleh berpaling darinya kepada ucapan seseorang, siapapun dia.” (Sifat Shalat Nabi: 50)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Demikian pula kebenaran itu tidak terbatas pada pendapat salah satu dari Imam madzhab yang empat. Selain mereka, masih banyak ulama yang lain, baik yang sezaman atau yang lebih dulu dari mereka. Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sesungguhnya tidak seorangpun dari ahlussunnah mengatakan bahwa kesepakatan empat Imam itu adalah hujjah yang tidak mungkin salah. Dan tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa kebenaran itu terbatas padanya dan bahwa yang keluar darinya berarti batil. Bahkan jika seorang yang bukan dari pengikut Imam-imam itu seperti Sufyan Ats Tsauri, Al Auza’i, Al Laits bin Sa’ad dan yang sebelum mereka atau Ahlul Ijtihadyang setelah mereka mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi pendapat Imam-imam itu, maka perselisihan mereka dikembalikan kepada Allah  dan Rasul-Nya, dan pendapat yang paling kuat adalah yang berada di atas dalil.” (Minhajus Sunnah: 3/412 dari Al Iqna’: 95).

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sebaliknya, ta’ashshub (fanatik) pada madzhab akan menghalangi seseorang untuk sampai kepada kebenaran. Tak heran kalau sampai ada dari kalangan ulama madzhab mengatakan: “Setiap hadits yang menyelisihi madzhab kami maka itu mansukh (terhapus hukumnya) atau harus ditakwilkan (yakni diarahkan kepada makna yang lain).”

Akhirnya madzhablah yang menjadi ukuran kebenaran bukan ayat atau hadits. Bahkan ta’ashub semacam itu membuat kesan jelek terhadap agama Islam sehingga menghalangi masuk Islamnya seseorang sebagaimana terjadi di Tokyo ketika beberapa orang ingin masuk Islam dan ditunjukkan kepada orang-orang India maka mereka menyarankan untuk memilih madzhab Hanafi. Ketika datang kepada orang-orang Jawa atau Indonesia mereka menyarankan untuk memilih madzhab Syafi’i. Mendengar jawaban-jawaban itu mereka sangat keheranan dan bingung sehingga sempat menghambat dari jalan Islam [Lihat Muqaddimah Sifat Shalat Nabi hal: 68 edisi bahasa Arab)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM - KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM - KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI - ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

4. Waspada dari para da’i jahat. Jahat yang dimaksud bukan dari sisi kriminal tapi lebih khusus adalah dari tinjauan keagamaan. Artinya mereka yang membawa ajaran-ajaran yang menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, sedikit atau banyak. Di antara ciri-ciri mereka adalah yang suka berdalil dengan ayat-ayat yang belum begitu jelas maknanya untuk bisa mereka tafsirkan semau mereka. Dengan itu mereka maksudkan menebar fitnah yakni menyesatkan para pengikutnya. Allah berfirman:
“Adapun yang dalam hatinya terdapat penyelewengan (dari kebenaran) maka mereka mengikuti apa yang belum jelas dari ayat-ayat itu, (mereka) inginkan dengannya fitnah dan ingin mentakwilkannya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah.” (Ali-Imran: 7)

Ibnu Katsir mengatakan: “Menginginkan fitnah artinya ingin menyesatkan para pengikutnya dengan mengesankan bahwa mereka berhujjah dengan Al Qur’an untuk (membela) bid’ah mereka padahal Al Qur’an itu sendiri menyelisihinya. Ingin mentakwilkannya artinya menyelewengkan maknanya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.” (Tafsir Ibnu Katsir: 1/353]

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

5. Memilih guru yang dikenal berpegang teguh kepada Sunnah Nabi dalam berakidah, beribadah, berakhlak dan mu’amalah. Hal itu karena urusan ilmu adalah urusan agama sehingga tidak bisa seseorang sembarangan atau asal comot dalam mengambilnya tanpa peduli dari siapa dia dapatkan karena ini akan berakibat fatal sampai di akhirat kelak. Maka ia harus tahu siapa yang akan ia ambil ilmu agamanya.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Jangan sampai dia ambil agamanya dari orang yang memusuhi Sunnah atau memusuhi Ahlussunnah atau tidak pernah diketahui belajar akidah yang benar karena selama ini yang dipelajari adalah akidah-akidah yang salah atau mendapat ilmu hanya sekedar hasil bacaan tanpa bimbingan para ulama Ahlussunnah. Sangat dikhawatirkan, ia memiliki pemahaman-pemahaman yang salah karena hal tersebut.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Seorang tabi’in bernama Muhammad bin Sirin mengatakan: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Beliau juga berkata: “Dahulu orang-orang tidak bertanya tentang sanad (rangkaian para rawi yang meriwayatkan) hadits, maka tatkala terjadi fitnah mereka mengatakan: sebutkan kepada kami sanad kalian, sehingga mereka melihat kepada Ahlussunnah lalu mereka menerima haditsnya dan melihat kepada ahlul bid’ah lalu menolak haditsnya.” (Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Nabi bersabda:
“Keberkahan itu berada pada orang-orang besar kalian.” (Shahih, HR. Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas, dalam kitab Jami’ Bayanul Ilm hal:614 dengan tahqiq Abul Asybal, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’:2887 dan As Shahihah:1778)

Dalam ucapan Abdullah bin Mas’ud:
“Manusia tetap akan baik selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar mereka, jika mereka mengambilnya dari orang-orang kecil dan jahat di antara mereka, maka mereka akan binasa.” Diriwayatkan pula yang semakna dengannya dari shahabat Umar bin Khattab. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayanul Ilm hal: 615 dan 616, tahqiq Abul Asybal dan dishahihkan olehnya)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu Abdil Bar menukilkan dari sebagian ahlul ilmi (ulama) maksud dari hadits di atas: “Bahwa yang dimaksud dengan orang-orang kecil dalam hadits Umar dan hadits-hadits yang semakna dengannya adalah orang yang dimintai fatwa padahal tidak punya ilmu. Dan orang yang besar artinya yang berilmu tentang segala hal. Atau yang mengambil ilmu dari para shahabat.” (Lihat Jami’ Bayanil Ilm: 617).

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

6. Tidak mengambil ilmu dari sisi akal atau rasio, karena agama ini adalah wahyu dan bukan hasil penemuan akal. Allah berkata kepada Nabi-Nya:
“Katakanlah (Ya, Muhammad): ‘sesungguhnya aku memberi peringataan kepada kalian dengan wahyu.’.” (Al-Anbiya: 45)
“Dan tidaklah yang diucapkan itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)

Sungguh berbeda antara wahyu yang bersumber dari Allah Dzat yang Maha Sempurna yang sudah pasti wahyu tersebut memiliki kesempurnaan, dibanding akal yang berasal dari manusia yang bersifat lemah dan yang dihasilkannya pun lemah.

Jadi tidak boleh bagi siapapun meninggalkan dalil yang jelas dari Al Qur’an ataupun hadits yang shahih karena tidak sesuai dengan akalnya. Seseorang harus menundukkan akalnya di hadapan keduanya.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ali bin Abi Thalib berkata: “Seandainya agama ini dengan akal maka tentunya bagian bawah khuf (semacam kaos kaki yang terbuat dari kulit) lebih utama untuk diusap (pada saat berwudhu-red) daripada bagian atasnya. Dan sungguh aku melihat Rasulullah mengusap bagian atas khuf-nya.” (shahih, HR Abu Dawud dishahihkan As-Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no:162).
Pada ucapan beliau ada keterangan bahwa dibolehkan seseorang mengusap bagian atas khuf-nya atau kaos kaki atau sepatunya ketika berwudhu dan tidak perlu mencopotnya jika terpenuhi syaratnya sebagaimana tersebut dalam buku-buku fikih. Yang jadi bahasan kita disini adalah ternyata yang diusap justru bagian atasnya, bukan bagian bawahnya. Padahal secara akal yang lebih berhak diusap adalah bagian bawahnya karena itulah yang kotor.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ini menunjukkan bahwa agama ini murni dari wahyu dan kita yakin tidak akan bertentangan dengan akal yang sehat dan fitrah yang selamat. Masalahnya, terkadang akal tidak memahami hikmahnya, seperti dalam masalah ini. Bisa jadi syariat melihat dari pertimbangan lain yang belum kita mengerti.

Jangan sampai ketidakmengertian kita menjadikan kita menolak hadits yang shahih atau ayat Al Qur’an yang datang dari Allah yang pasti membawa kebaikan pada makhluk-Nya. Hendaknya kita mencontoh sikap Ali bin Abi Thalib di atas.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Abul Mudhaffar As Sam’ani menerangkan Akidah Ahlussunnah, katanya: “Adapun para pengikut kebenaran mereka menjadikan Kitab dan Sunnah sebagai panutan mereka, mencari agama dari keduanya. Adapun apa yang terbetik dalam akal dan benak, mereka hadapkan kepada Kitab dan Sunnah. Kalau mereka dapati sesuai dengan keduanya mereka terima dan bersyukur kepada Allah yang telah memperlihatkan hal itu dan memberi mereka taufik. Tapi kalau mereka dapati tidak sesuai dengan keduanya mereka meninggalkannya dan mengambil Kitab dan Sunnah lalu menuduh salah terhadap akal mereka. Karena sesungguhnya keduanya tidak akan menunjukkan kecuali kepada yang haq (kebenaran), sedangkan pendapat manusia kadang benar kadang salah.” (Al-Intishar li Ahlil Hadits: 99)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnul Qoyyim menyimpulkan bahwa pendapat akal yang tercela itu ada beberapa macam:
a. Pendapat akal yang menyelisihi nash Al Qur’an atau As Sunnah.
b. Berbicara masalah agama dengan prasangka dan perkiraan yang dibarengi dengan sikap menyepelekan mempelajari nash-nash, serta memahami dan mengambil hukum darinya.
c. Pendapat akal yang berakibat menolak asma’ (nama) Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya dengan teori atau qiyas yang batil yang dibuat oleh para pengikut filsafat.
d. Pendapat yang mengakibatkan tumbuhnya bid’ah dan matinya Sunnah.
e. Berbicara dalam hukum-hukum syariat sekedar dengan anggapan baik dan prasangka.
Adapun pendapat akal yang terpuji, secara ringkas adalah yang sesuai dengan syariat dengan tetap mengutamakan dalil syariat. (lihat, I’lam Muwaqqi’in: 1/104-106, Al- Intishar: 21,24, dan Al Aql wa Manzilatuhu)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

7. Menghindari perdebatan dalam agama. Nabi bersabda:

“Tidaklah sebuah kaum sesat setelah mereka berada di atas petunjuk kecuali mereka akan diberi sifat jadal (berdebat). Lalu beliau membaca ayat, artinya: ‘Bahkan mereka adalah kaum yang suka berbantah-bantahan’.” (Hasan, HR Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahili, dihasankan oleh As Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no: 5633)

Ibnu Rajab mengatakan: “Di antara sesuatu yang diingkari para Imam salafus shalih adalah perdebatan, berbantah-bantahan dalam masalah halal dan haram. Itu bukan jalannya para Imam agama ini.” (Fadl Ilm Salaf 57 dari Al-Intishar: 94).

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu Abil Izz menerangkan makna mira’ (berbantah-bantahan) dalam agama Allah adalah membantah ahlul haq (pemegang kebenaran) dengan menyebutkan syubhat-syubhat ahlul bathil, dengan tujuan membuat keraguan padanya dan menyimpangkannya. Karena perbuatan yang demikian ini mengandung ajakan kepada kebatilan dan menyamarkan yang hak serta merusak agama Islam. (Syarh Aqidah Thahawiyah: 313)

Oleh karenanya Allah memerintahkan berdebat dengan yang paling baik. Firman-Nya:
“Ajaklah kepada jalan Rabb-Mu dengan hikmah, mau’idhah (nasihat) yang baik dan berdebatlah dengan yang paling baik.” (An-Nahl: 125).

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Para ulama menerangkan bahwa perdebatan yang paling baik bisa terwujud jika niat masing-masing dari dua belah pihak baik. Masalah yang diperdebatkan juga baik dan mungkin dicapai kebenarannya dengan diskusi. Masing-masing beradab dengan adab yang baik, dan memang punya kemampuan ilmu serta siap menerima yang haq jika kebenaran itu muncul dari hasil perdebatan mereka. Juga bersikap adil serta menerima kembalinya orang yang kembali kepada kebenaran. (lihat rinciannya dalam Mauqif Ahlussunnah 2/587-611 dan Ar-Rad ‘Alal Mukhalif hal:56-62).

Perdebatan para shahabat dalam sebuah masalah adalah perdebatan musyawarah dan nasehat. Bisa jadi mereka berselisih dalam sebuah masalah ilmiah atau amaliah dengan tetap bersatu dan berukhuwwah. (Majmu’ Fatawa 24/172)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Inilah beberapa rambu-rambu dalam mengambil ilmu agama sebagaimana terdapat dalam Al Qur’an maupun hadits yang shahih serta keterangan para ulama. Kiranya itu bisa menjadi titik perhatian kita dalam kehidupan beragama ini, sehingga kita berharap bisa beragama sesuai yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya. 

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ashabul Hadits Pelita Dalam Kegelapan
Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu muslim
Syariah, Biografi, 05 – Juli – 2003, 07:53:38

Untuk mengawali penulisan biografi ulama-ulama Ahlus Sunnah pada rubrik yang baru ini, kami akan persembahkan kepada pembaca tercinta tentang Ashabul Hadits, karena para ulama yang akan kita kenali lewat biografi pada edisi-edisi mendatang adalah termasuk Ashabul Hadits. Sehingga mengenal Ashabul Hadits secara umum sangatlah penting.

Dalam kitabnya Al Makhraj Minal Fitan, Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menyebutkan, Ashabul Hadits (ulama ahli hadits) adalah kelompok yang telah Allah jadikan sebagai penjaga agama-Nya. Mereka adalah orang yang paling berbahagia terhadap hadits yang berbunyi: “Barangsiapa memberi shalawat kepadaku maka Allah akan membalas kepadanya 10 shalawat.” (HR. Muslim )

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Karena merekalah orang yang paling banyak membaca kitab-kitab hadits dibanding kelompok lainnya dan setiap kali melewati kata ‘Rasulullah’ pasti mereka bershalawat kepada beliau.

Rasulullah  mendoakan mereka dengan sabdanya,”Allah memberi karunia kepada orang yang mendengar ucapanku, dia menghapalnya lalu dia mengamalkan apa yang dia dengar.” (Al Kaukab Ad Durri, 1/1).

Dalam kitab Al Mustadrak, Al Hakim berkata, bahwa Nabi  berkata,”Senantiasa ada sekelompok manusia dari umatku yang ditolong, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai hari kiamat.” Artinya mereka ditolong untuk tetap istiqamah, terhindar dari kebid’ahan dan kesyirikan, di dunia dan di akhirat serta selamat dari siksa an-naar (neraka).

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Al Imam Ahmad ketika menerangkan siapa yang dimaksud golongan yang ditolong Allah itu berkata,”Bila kelompok yang ditolong ini bukan Ashabul Hadits, maka aku tidak tahu lagi siapa mereka!?” Selanjutnya Al Hakim berkata,” Ahmad bin Hanbal telah benar dalam menerangkan siapa kelompok yang ditolong sampai hari kiamat, bahwa kelompok yang ditolong dan dimuliakan sampai hari kiamat adalah Ashabul Hadits. Siapakah yang lebih berhak mendapat julukan sebagai ‘golongan yang ditolong’ selain golongan yang menempuh jalan hidup para salaf dan memberantas bid’ah-bid’ah dengan Sunnah Nabi ?

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Mereka adalah orang-orang yang menjelajah padang yang tandus, memutus kenikmatan hidup, menikmati kelelahan safar bersama rumah-rumah ilmu dan hadits, serta merasa puas dapat mengumpulkan hadits walau menelan kepahitan lapar dan dahaga. Mereka telah menepis bid’ah-bid’ah, nafsu, dan kiyas-kiyas serta penyimpangan agama. Menjadikan masjid-masjid sebagai rumah mereka, tiang-tiangnya sebagai tempat sandaran dan daratan luas sebagai tempat tidur mereka”.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Al Khathib Al Baghdadi dalam kitab Syarafu Ashabil Hadits berkata, “Allah telah menjadikan ahli hadits sebagai tiang-tiang syariat. Melalui mereka, ahli bid’ah hancur binasa. Mereka adalah utusan Allah kepada hamba-hamba-Nya dan perantara Nabi dengan ummatnya. Cahaya ilmu mereka bersinar, keutamaan mereka terus mengalir, tanda-tanda mereka jelas, madzhab mereka terlihat, hujjah mereka kuat dan setiap kelompok yang kebingungan di atas nafsu kembali kepada mereka. Al Qur’an adalah bekal mereka, As Sunnah adalah dalil mereka, Rasulullah  adalah kelompok mereka, nasab (penyandaran) mereka kepada Rasulullah, mereka tidak menunggangi hawa nafsu dan tidak menoleh kepada akal. Mereka menerima kabar Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang dipercaya dan adil, penjaga agama, pemikul dan penyimpan ilmu….”

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i berkata bahwa ahli hadits adalah orang-orang yang paling banyak memberikan nasehat setelah para Nabi dan sahabatnya, namun seringkali nasihat mereka dibalas dengan gangguan, penjara, pengasingan, pemukulan, dan pembunuhan. Di antara ahli hadits yang mengalami ujian berat tersebut antara lain Sa’id bin Al Musayyib (seorang tabi’in), Al Imam Malik bin Anas, Al Imam Ahmad, Al Imam Al Bukhari, Ibnu Jarir, Abu Muhammad bin Hazm, Al Khathib Al Baghdadi, Al Hafidz Abdul Ghani, Ibnul Jauzi, Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyim, Muhammad bin Ibrahim Al Wazir, Shalih bin Mahdi Al Muqbili, Muhammad bin Isma’il Al Amir dan Muhammad bin Ali Asy Syaukani.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ya, Allah jadikanlah kami bagian dari ahli hadits, karuniakanlah kami rizki untuk mengamalkannya dan mencintai ahli hadits.

Sumber bacaan:
Al Makhraj Minal Fitan, Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i
Al Kaukab Ad Durry Abdurrahim bin Hasan Al Asnawi Abu Muhammad
Al Mustadrak, Al Hakim
Minhaj Al Firqatin Najiyyah, Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Lahir Itu Alamat Batin
Penulis: Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc
Syariah, OASE, 05 – Juli – 2003, 07:55:59

Terungkap dari sebagian ulama sebuah kalimat yang sangat bermakna: lahir itu alamat batin. Artinya, apa yang nampak dari perbuatan lahir seseorang menunjukkan apa isi hatinya. Ungkapan ini jika kita cermati akan didapati kebenarannya di mana hubungan keduanya mirip dengan dua wajah uang logam, tidak bisa dipisahkan. Bisa jadi dalam hubungan lahir dan batin terkadang tidak cocok, tapi itu jarang sekali. Yang sering adalah amalan lahir merupakan cermin dari amalan batin (isi hati). Hal itu telah disinyalir oleh Rasulullah dalam haditsnya:
etahuilah bahwa sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, jika ia baik maka seluruh jasad akan baik dan jika rusak maka seluruh jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah qalbu.”ahih, riwayat Al Bukhari dan Muslim)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dari hadits ini dipahami bahwa kerusakan pada amal jasmani timbul dari kerusakan batin dan baiknya amal jasmani timbul dari baiknya amal batin. Sebaliknya, adanya kerusakan pada amal lahiriah akan menyebabkan kerusakan pada batin.

Hakekat ini ditegaskan oleh Nabi dalam hadits yang lain di mana beliau sedang meluruskan shaf (barisan) jamaah shalat, katanya:
“Wahai hamba-hamba Allah! Luruskan benar-benar shaf kalian atau Allah akan memalingkan antara wajah-wajah kalian.” Dalam riwayat lain: “Antara qalbu kalian.”(Shahih diriwayatkan oleh Muslim, lihat Jilbabul Mar’ah Al Muslimah hal. 210)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Nabi mengisyaratkan bahwa perbedaan dalam amal lahiriah walaupun sekedar meluruskan shaf termasuk sesuatu yang mengakibatkan perselisihan dalam batin. Oleh karenanya beliau melarang berpencar-pencar walaupun dalam duduk berjamaah.

Rasulullah keluar kepada kami lalu melihat kami berkelompok-kelompok, beliau berkata: “Mengapa aku melihat kalian berkelopok-kelompok terpencar?” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, Al Hakim dan Al Baihaqi, Asy Syaikh Al Albani mengatakan sanadnya shahih dan bersambung. Lihat Jilbabul Mar’ah Al Muslimah, hal. 211)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu Taimiyyah mendekatkan permasalahan ini kepada kita dengan memberikan contoh, katanya: “Sesungguhnya dua orang yang sama-sama berada di satu negeri lalu bertemu di sebuah daerah perantauan yang asing maka akan tumbuh pada keduanya kecocokan dan kecintaan yang besar walaupun mereka di negeri asal mereka tidak saling kenal. Demikian pula dua orang yang sama-sama dalam perjalanan atau di negeri yang asing lalu antara keduanya ada kesamaan pada sorbannya atau pakaiannya atau rambutnya atau tunggangannya dan semacamnya maka tentu kedekatan antara keduanya lebih daripada dengan yang lainnya. Maka jika keserupaan pada urusan duniawi saja menumbuhkan kecintaan dan loyal, lalu bagaimana dengan keserupaan dalam urusan agama. Oleh karenanya Allah tiadakan (larang) seorang mukmin mencintai orang kafir. Maka barang siapa mencintai orang kafir dia bukan mukmin. Jadi perkara-perkara lahir dan batin, antara keduanya ada ikatan dan kesesuaian karena sesungguhnya apa yang terdapat dalam qalbu dari perasaan dan keadaan akan mewujudkan perkara-perkara lahiriyah. Dan apa yang terdapat pada penampilan lahiriyah dari seluruh amalan akan mewujudkan perasaan-perasaan dan keadaan tertentu pada qalbu.” (Dinukil oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Jilbabul Mar’ah Al Muslimah, hal. 207-208)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Atas dasar itu – wallahu a’lam – Ali bin Abi Thalib mengatakan kepada kelompok Khawarij, yaitu orang-orang yang memberontak kepada beliau ketika mereka mengatakan “Hukum hanyalah milik Allah,” dengan mengatakan, “Kalimat yang benar tapi dibalik itu ada keinginan yang bathil.”

Mengapa Ali memvonis keinginan mereka padahal keinginan itu berada dalam batin? Karena nampak jelas dari gelagat amal lahiriah mereka yaitu dengan memberontak kepemimpinan Ali, sehingga bisa diketahui bahwa kalimat itu hanya sebatas tameng yang mereka bersembunyi di belakangnya. Karena itu bisa dinilai bahwa batin mereka memiliki niat yang jelek.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Jika hal ini telah kita ketahui bersama maka dengan itu kita mesti menjaga dan memperbaiki dua sisi amal kita yang lahir maupun yang batin. Dan dengan ini pula kita ketahui bahwa seseorang yang berbuat jelek dan mengatakan bahwa yang penting batinnya bertakwa adalah ucapan bohong dan jauh dari kebenaran.

Wallahu a’lam.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sabar Membawa Keberhasilan
Penulis: Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi
Syariah, Akhlak, 05 – Juli – 2003, 07:49:24

Sabar adalah akhlak yang sangat mulia. Ia menjadi hiasan para Nabi untuk menghadapi berbagai tantangan dakwah yang menghadang. Berhias diri dengan sabar hanyalah akan membuahkan kebaikan.

“Bersabarlah!”
Demikian perintah Allah terhadap Rasul-Nya Muhammad  di dalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan sabar kaitannya dengan keimanan kepada Allah dan kaitannya dengan perwujudan iman tersebut dalam kehidupan dan terlebih sebagai pemikul amanat dakwah. Tentu jika anda menyambut seruan tersebut niscaya anda akan berhasil sebagaimana berhasilnya Rasulullah, keberhasilan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman:

“Maka bersabarlah kamu sebagaimana bersabarnya orang-orang yang memiliki keteguhan dari para rasul.” (Al Ahqaf: 35)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Sabarnya Ulul ‘Azmi
Siapakah yang dimaksud oleh Allah dengan ulul ‘azmi yang kita diperintahkan untuk mencontohnya?

1. Nabi Nuh ‘Alahi salam sebagai rasul yang pertama kali diutus ke muka bumi ini adalah salah satu dari ulul ‘azmi. Beliau diutus kepada kaum yang pertama kali menumbuhkan akar kesyirikan di muka bumi. Tahukah anda bagaimana besar tantangan yang dihadapi? Coba anda renungkan ketika seseorang ingin mencabut sebuah pohon yang sangat besar yang akarnya telah menjalar ke segala penjuru, sungguh betapa berat pengorbanannya. Allah sendiri telah memberitahukan kepada kita dengan firman-Nya:
“Dan demikianlah kami menjadikan bagi setiap para nabi seorang musuh dari syetan baik dari kalangan jin dan manusia.”(Al An’am: 112)

Yang dipilih pertama kali dari sederetan kaumnya yang menghadang dakwah beliau adalah keluarga yang paling dekat anak dan isterinya. Dengan perjuangan yang panjang dan berat, beliau dengan kesabaran bisa meraih kemenangan di dunia dan di akhirat. Allah mengatakan tentang beliau:
“Sesungguhnya dia adalah hamba-Ku yang bersyukur.” ( Al Isra’: 3)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

2. Nabi Ibrahim  sebagai bapak orang-orang yang bertauhid juga sebagai salah satu ulul ‘azmi. Mendobrak keangkaramurkaan yang dilakukan oleh bapaknya sendiri dan kaumnya yang dipimpin oleh seorang raja yang dzalim. Bagaimanakah perasaan anda jika anda diusir dari belaian kasih sayang dan perlindungan bapak anda? Bapaknya yang dipilih oleh Allah untuk menghadang dakwah beliau yang berada di bawah cengkeraman raja yang mengaku diri sebagai tuhan. Dia harus menelan pil pahit angkara murka kaumnya yang dengan tega melempar Nabi Ibrahim ke dalam kobaran api yang sangat dahsyat. Namun apakah yang mereka bisa perbuat terhadap jasad beliau? Sia-sialah perbuatan mereka.

Di sisi lain beliau harus juga menerima ujian yang lebih pahit yaitu amanat dari Allah untuk menyembelih putra yang disayangi dan diharapkan sebagai calon penerusnya. Bisakah anda membayangkan hal yang demikian itu? Kesabaranlah yang menyelamatkan dari semua ujian dan cobaan yang menimpa beliau.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

3. Nabi Musa dan ‘Isa adalah dua rasul yang diutus kepada Bani Israil dan sekaligus sebagai ulul ‘azmi. Tantangan yang dihadapi beliau berdua, tentu tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya dari kalangan para rasul Allah. Siapa yang tidak mengenal Fir’aun si raja kufur yang menobatkan dirinya sebagai Rabb semesta alam, raja tak berperikemanusiaan yang membunuh anak-anak yang menurutnya akan bisa menggoyahkan tahta kekuasaannya. Kesabaranlah yang menjadi kuncinya sehingga beliau berdua dibebaskan dari segala bentuk tantangan dan ujian yang sangat dahsyat.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

4. Nabi Muhammad sebagai nabi penutup dan imam para rasul juga termasuk salah satu dari ulul ‘azmi. Yang diutus kepada semua umat yang berada di atas dekadensi moral, kejahiliyahan dan keberingasan. Tentu tantangan yang beliau hadapi tidak kalah hebat dengan para rasul pendahulu beliau. Para rasul pendahulu beliau hanya diutus kepada kaum tertentu sedangkan beliau diutus kepada seluruh umat. Ini menggambarkan betapa besar tantangan yang beliau harus hadapi. Allah memilih keluarga beliau yang paling dekat menjadi penjegal perjalanan dakwah beliau. Mereka tidak berbeda dengan kaum sebelumnya dalam memusuhi para rasul Allah. Kesabaranlah yang menjadi kunci semua perjuangan beliau.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Anda pasti menginginkan keberhasilan dalam setiap usaha yang anda lakukan. Maka dari itu jadikanlah seluruh para Nabi dan Rasul Allah sebagai suri tauladan anda dalam kesabaran sehingga anda akan mendapatkan keberhasilan seperti apa yang mereka telah dapatkan.

Abdurrahman As Sa’di mengatakan di dalam tafsir beliau: “Dan adapun orang yang telah diberikan taufiq oleh Allah untuk bersabar ketika ditimpa ujian lalu dia menahan dirinya untuk tidak benci terhadap ketentuan tersebut baik dengan ucapan dan perbuatan dan berharap pahala dari Allah dan dia mengetahui bahwa apa yang dia dapatkan dari pahala karena kesabaran tersebut atas musibah yang menimpanya, bahkan baginya ujian itu menjadi nikmat karena telah menjadi jalan terwujudnya sesuatu yang lebih baik, maka sungguh dia telah melaksanakan perintah Allah dan berhasil meraih ganjaran yang besar dari sisi-Nya.”

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Macam-macam Sabar
dan Keutamaannya

Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Madarijus Salikin (2/156) berkata: “Sabar ada tiga macam yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dalam menahan diri dari bermaksiat kepada Allah dan sabar dalam menghadapi ujian.”

Al Imam Al Qurthubi dalam tafsir beliau menukilkan ucapan Sahl bin Abdillah At Tasturi: “Sabar ada dua macam yaitu sabar dari bermaksiat kepada Allah maka ini adalah seorang mujahid; dan sabar dalam ketaatan kepada Allah ini yang dinamakan ahli ibadah.”

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnul Qayyim di dalam kitab beliau Madarijus Salikin (2/155) mengatakan: “Sabar dalam keimanan bagaikan kepala pada jasad; dan tidak ada keimanan tanpa sabar sebagaimana jasad tidak akan berfungsi tanpa kepala.”
Umar bin Al Khaththab berkata: “Kami menjumpai kebaikan hidup ada bersama kesabaran.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Kepemimpinan dalam agama akan didapati dengan yakin dan sabar.” Allah berfirman:
“Dan Kami menjadikan dari mereka sebagai pemimpin yang berjalan di atas perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami.” (As Sajdah: 24)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Rasulullah bersabda: “Tidak ada satupun pemberian kepada seseorang yang lebih baik daripada sabar.” ( HR. Muslim).
“Sabar adalah cahaya.” ( HR. Muslim).

Allah berfirman:
“Dan Kami benar-benar akan membalas mereka yang bersabar dengan balasan yang lebih baik daripada apa yang mereka telah lakukan.” (An Nahl: 96)

Wallahu a’lam.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

KELUARGA DALAM PANDANGAN ISLAM
Penulis: Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah
Sakinah, Mengayuh Biduk, 29 – April – 2003, 01:21:26

Syaithan begitu berambisi dalam merusak sebuah keluarga. Berbagai upaya ditempuh untuk mencapai ambisinya itu. Ini disebabkan keluarga merupakan pondasi bagi terbentuknya masyarakat muslim yang berkualitas.

Setiap manusia tentu mendambakan keamanan dan mereka berlomba-lomba untuk mewujudkannya dengan setiap jalan dan cara yang memungkinkan. Rasa aman ini lebih mereka butuhkan di atas kebutuhan makanan. Karena itu Islam memperhatikan hal ini dengan cara membina manusia sebagai bagian dari masyarakat di atas akidah yang lurus disertai akhlak yang mulia. Bersamaan dengan itu, pembinaan individu-individu manusia tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik tanpa ada wadah dan lingkungan yang baik. Dari sudut inilah kita dapat melihat nilai sebuah keluarga.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Keluarga dalam pandangan Islam memiliki nilai yang tidak kecil. Bahkan Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga dengan meletakkan kaidah-kaidah yang arif guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Kenapa demikian besar perhatian Islam? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga adalah batu bata pertama untuk membangun istana masyarakat muslim dan merupakan madrasah iman yang diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muslim yang mampu meninggikan kalimat Allah di muka bumi.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Bila pondasi ini kuat, lurus agama dan akhlak anggotanya maka akan kuat pula masyarakat dan akan terwujud keamanan yang didambakan. Sebaliknya, bila tercerai berai ikatan keluarga dan kerusakan meracuni anggota-anggotanya maka dampaknya terlihat pada masyarakat, bagaimana kegoncangan melanda dan rapuhnya kekuatan sehingga tidak diperoleh rasa aman.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dengan keterangan di atas pahamlah kita kenapa musuh-musuh Allah dari kalangan syaitan jin dan manusia begitu berambisi untuk menghancurkan kehidupan keluarga. Mereka bantu-membantu menyisipkan kebatilan ke dalam keluarga agar apa yang diharapkan Islam dari sebuah keluarga tidak terwujud. Dan sangat disesalkan ibarat gayung bersambut, kebatilan itu banyak diserap oleh keluarga muslim. Akibatnya tatanan rumah tangga hancur dan dampaknya masyarakat diantar ke bibir jurang kehancuran. Naudzubillah min dzalik!!! Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Jauh sebelumnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memperingatkan kita akan makar iblis terhadap anak Adam. Bagaimana iblis begitu bergembira bila anak buahnya dapat menghancurkan sebuah keluarga, memutuskan hubungan antara suami dengan istri sebagai dua tonggak dalam kehidupan keluarga.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian ia mengirim tentara-tentaranya. Maka yang paling dekat di antara mereka dengan iblis adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Datang salah seorang dari mereka seraya berkata: Aku telah melakukan ini dan itu. Maka Iblis menjawab: “Engkau belum melakukan apa-apa”. Lalu datang yang lain seraya berkata: “Tidaklah aku meninggalkan dia (manusia yang digodanya) hingga aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya”. Maka Iblis pun mendekatkan anak buahnya tersebut dengan dirinya dan memujinya dengan berkata: “Ya, engkaulah”. (Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, Kitab Shifatul Qiyamah wal Jannah wan Naar, Bab Tahrisyu Asy Syaithan wa Ba`tsuhu Sarayahu Li Fitnatin Naas, 17/157- Syarah Nawawi)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam Syarah Shahih Muslim (17/157) berkata Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas bahwa Iblis bermarkas di lautan dan dari situlah ia mengirim tentara-tentaranya ke penjuru bumi. Iblis memuji anak buahnya yang berhasil memisahkan antara suami dengan istrinya karena kagum dengan apa yang dilakukannya dan ia dapat mencapai puncak tujuan yang dikehendaki iblis.

Sebegitu kuat ambisi iblis dan para syaitan sebagai tentaranya untuk menghancurkan kehidupan keluarga hingga mereka bersedia membantu syaitan dari kalangan manusia untuk mengerjakan sihir yang dapat memisahkan suami dengan istrinya. Allah Ta`ala berfirman menyebutkan ihwal orang–orang Yahudi yang biasa melakukan pekerjaan kufur ini (sihir) guna memisahkan pasangan suami istri:
“Orang-orang Yahudi itu mengikuti apa yang dibacakan para syaitan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir) padahal Sulaiman tidaklah kafir (mengerjakan sihir) namun syaitan- syaitan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum keduanya mengatakan: “Kami hanyalah ujian (cobaan) bagimu maka janganlah engkau kufur dengan belajar sihir”. Maka mereka mempelajari sihir dari keduanya yang dengan sihir tersebut mereka bisa memisahkan antara suami dengan istrinya…” (Al Baqarah: 102)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Kita berlindung kepada Allah ta`ala dari kejahatan sihir dan pelakunya!
Pembaca yang semoga dirahmati Allah ta`ala… ketahuilah, suatu keluarga baru memiliki nilai lebih bila bangunan keluarga itu ditegakkan di atas dasar takwa kepada Allah Ta`ala.

Untuk kepentingan ini perlu dipersiapkan anggota keluarga yang shalih, tentunya dimulai dari pasangan suami istri. Seorang pria ketika akan menikah hendaknya mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dengan ilmu agama agar dapat memfungsikan dirinya sebagai qawwam (pemimpin) yang baik dalam rumah tangga.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Karena Allah Ta`ala telah menetapkan:
“Kaum pria itu adalah pemimpin atas kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (melebihkan kaum pria) di atas sebagian yang lain (di atas kaum wanita) dan karena kaum pria telah membelanjakan harta-harta mereka untuk menghidupi wanita…”. ( An Nisa: 34)

Hendaknya seorang pria menjatuhkan pilihan hidupnya kepada wanita yang shalihah karena demikian yang dituntunkan oleh Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda tentang kelebihan wanita yang shalihah:

“Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah “. (HR. Muslim dalam Shahihnya, Kitab Ar Radlaa`, Bab Istihbaab Nikaahil Bikr. 10/56, Syarah Nawawi)

“Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan: tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), tunggangan yang jelek dan tempat tinggal yang sempit”. (HR. Ibnu Hibban. Hadits ini dishahihkan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab beliau ” Ash Shahihul Musnad Mimma Laysa fish Shahihain” 1/277)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengabarkan:

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, taribat yadaak “. (HR. Bukhari dalam Shahihnya no. 5090, Kitab An Nikah, bab Al Akfaau fid Dien, dan Muslim dalam Shahihnya, Kitab Ar Radla, bab Istihbaab Nikahi Dzatid Dien, 10/51, Syarah Nawawi)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa yang benar tentang makna hadits di atas adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan tentang kebiasaan yang dilakukan manusia. Mereka ketika hendak menikah memilih wanita dengan melihat empat perkara tersebut dan mereka mengakhirkan pertimbangan agama si wanita . Maka hendaklah engkau wahai orang yang meminta bimbingan memilih wanita yang baik agamanya. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi, 10/51-52)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Imam Nawawi melanjutkan: “Dalam hadits ini ada hasungan untuk bergaul/berteman dengan orang yang memiliki agama baik dalam segala sesuatu karena berteman dengan mereka bisa mengambil faedah dari akhlak mereka, barakah mereka dan baiknya jalan hidup mereka, di samping itu kita aman dari kerusakan yang ditimbulkan mereka”. (10/52)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Masalah agama ini juga harus menjadi pertimbangan seorang wanita ketika ia memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria, karena pria yang shalih ini bila mencintai istrinya maka ia akan memuliakannya, namun bila ia tidak mencintai istrinya maka ia tidak akan menghinakannya. Dan hal ini harus menjadi perhatian wali si wanita karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Apabila datang kepada kalian (para wali wanita) orang yang kalian ridla agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita yang di bawah perwalian kalian) maka nikahkanlah laki-laki itu, kalau tidak kalian lakukan hal tersebut niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan terjadi kerusakan yang merata”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dll)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Di antara yang dijadikan Islam sebagai tujuan berumah tangga dan dibentuknya sebuah keluarga adalah untuk memperbanyak umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena itu ketika datang seorang pria menghadap beliau dan mengatakan : “Aku mendapatkan seorang wanita yang memiliki kecantikan dan keturunan namun ia tidak dapat melahirkan (mandul), apakah boleh aku menikahinya ?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Jangan menikahinya”. Kemudian pria tadi datang menghadap Nabi untuk kedua kalinya dan mengutarakan keinginannya untuk menikahi wanita tersebut, namun beliau melarangnya. Kemudian ia datang lagi untuk ketiga kalinya, maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur (banyak anaknya) karena aku akan berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat yang lain”. (HR. Abu Daud dan Nasai. Dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam “Ash Shahihul Musnad Mimma Laysa fis Shahihain” 2/211)

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

Bila setiap muslim memperhatikan dan melaksanakan dengan baik apa yang ditetapkan dan digariskan oleh syariat agamanya niscaya ia akan mendapatkan kelurusan dan ketenangan dalam hidupnya, termasuk dalam kehidupan berkeluarga. Dan dia benar-benar dapat merasakan tanda kekuasaan Allah ta`ala sebagaimana dalam firman-Nya;
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan kalian dari diri-diri (jenis) kalian sendiri agar kalian merasa tenang dengan keberadaaan mereka dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda –tanda bagi kaum yang mau berfikir”. (Ar Ruum: 21 )

Wallahu ta`ala a`lam bishawwab.
(Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah)

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KUMPULAN SYAIR-SYAIR PERSAHABATAN ISLAM – KOLEKSI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR PERSAHABATAN ISLAMI (not here)
=========================================

SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Menjauhi Bid’ah
Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc.
Syariah, Khutbah, 01 – Oktober – 2007, 10:04:29

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu dengan mempelajari dan mengamalkan serta berpegang teguh di atas syariat-Nya. Karena di dalamnya ada cahaya dan petunjuk yang demikian mencukupi untuk membimbing dan mengatur seluruh sisi kehidupan kita. Mulai dari urusan rumah tangga hingga ketatanegaraan. Sehingga selama seseorang itu mengikuti petunjuk dan aturan-Nya pasti dia akan selamat di dunia dan akhirat. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya di dalam firman-Nya:
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى
“Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya ia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga menyelisihinya, pasti dia akan rugi dan celaka. Meskipun orang melihatnya hidup dengan penuh kemewahan dan serba ada. Namun sesungguhnya dia tidak merasakan kelapangan dan ketenangan di dalam jiwanya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengancam bagi orang-orang yang menyelisihi petunjuk-Nya di dalam firman-Nya:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 124)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah
Seorang muslim yang hakiki tidak akan ridha untuk meninggalkan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun ditawarkan kepadanya dunia seisinya. Dia akan tetap berpegang teguh di atas syariat-Nya meskipun cobaan dan ujian menimpa dirinya. Karena dia mengetahui bahwa kehidupan yang sesungguhnya bukanlah di dunia dan apa yang dimilikinya berupa kenikmatan dunia baik berupa harta, kedudukan, dan yang semisalnya, pasti akan sirna. Sehingga yang senantiasa diinginkan oleh dirinya adalah meraih kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diampuni seluruh dosanya serta mendapatkan hidayah dan curahan rahmat-Nya. Oleh karena itu, dia berusaha untuk mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan menaatinya dan tidak menyelisihinya. Karena itulah satu-satunya jalan yang harus ditempuh agar dirinya dicintai dan dirahmati serta diberi hidayah oleh Yang Maha Kuasa. Hal ini sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ. قُلْ أَطِيْعُوا اللهَ وَالرَّسُوْلَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِيْنَ
“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir’.” (Ali ‘Imran: 31-32)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka di dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa menaati Rasul-Nya adalah konsekuensi dan bukti dari cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara menyelisihinya adalah tanda kekufuran dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitakan di dalam Al-Qur`an bahwa barangsiapa menaati Rasul-Nya akan memperoleh hidayah-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
وَإِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوا
“Dan jika kalian menaatinya, niscaya kalian akan mendapat hidayah/petunjuk.” (An-Nur: 54)

Begitupula Allah Subhanahu wa Ta’ala beritakan bahwa taat kepada Rasul adalah sebab yang akan mengantarkan kita untuk mendapatkan rahmat-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
وَأَطِيْعُوا اللهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kalian diberi rahmat.” (Ali ‘Imran: 132)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Oleh karena itu, seorang muslim akan mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan meninggalkan seluruh ajaran yang menyimpang dari ajarannya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia tidak akan terburu-buru dalam meyakini dan mengamalkan suatu ajaran dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik yang berupa ucapan maupun amalan anggota badan. Akan tetapi dia akan menimbang terlebih dahulu seluruh ucapan dan amalan ibadahnya dengan amalan dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila sesuai maka diterima, namun apabila bertentangan maka dia akan menolak, dari manapun datangnya. Karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada syariatnya dari kami maka amalan tersebut ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu mengatakan:
لَقَدْ أَجْمَعَ النَّاسُ عَلَى أَنَّ مَنْ تَبَيَّنَ لَهُ سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَجُوْزُ لَهُ أَنْ يَدَعَهَا لِقَوْلِ أَحَدٍ
“Para ulama telah sepakat bahwasanya barangsiapa yang telah jelas baginya jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena ucapan siapapun.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai terjatuh pada perbuatan bid’ah, yaitu mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya. Hal ini sebagaimana tersebut di dalam sabdanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Hati-hatilah kalian dari terjatuh kepada amalan-amalan ibadah baru yang diada-adakan, karena setiap amalan tersebut adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bahkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa perbuatan mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya adalah sejelek-jelek amalan. Sebagaimana tersebut dalam haditsnya:
وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا
“Dan sejelek-jelek amalan adalah amalan ibadah yang diada-adakan (yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin).” (HR. Muslim)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Para ulama telah menjelaskan di dalam kitab-kitab mereka tentang maksud dari amalan bid’ah. Di antaranya disebutkan bahwa bid’ah adalah aturan yang diada-adakan dalam beragama yang menandingi syariat dan dimaksudkan dengan mengikuti aturan tersebut untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bid’ah itu bermacam-macam jenisnya. Ada yang berupa amalan ibadah baru yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin. Seperti mengadakan acara perayaaan dan peringatan hari kelahiran atau hari kematian seseorang. Ataupun dengan mengubah tata cara ibadah yang telah disyariatkan. Seperti berdzikir secara berjamaah dengan dipimpin oleh seorang imam setelah selesai dari shalat berjamaah.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Seluruh jenis bid’ah dengan berbagai macamnya adalah sesat, sebagaimana tersebut dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan Al-Albani rahimahullahu)
Begitu pula dikatakan oleh Abdullah ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
“Setiap bid’ah adalah sesat meskipun orang-orang menganggapnya baik.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka tidak benar kalau dikatakan ada bid’ah yang baik atau hasanah. Akan tetapi yang ada adalah sunnah yang hasanah, bukan bid’ah hasanah. Yaitu melakukan amal ibadah yang disyariatkan dan kemudian dicontoh serta diikuti oleh yang lainnya. Adapun mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan amal ibadah yang dibuat sendiri atau dibuat oleh gurunya, hal tersebut adalah amalan bid’ah dan tidak ada baiknya sama sekali. Karena seluruh amalan bid’ah adalah keluar dari petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun kadar kesesatannya dan kejelekannya berbeda-beda.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Akhirnya, marilah kita senantiasa mengikuti wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpegang teguh di atas jalannya. Begitupula wasiat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berhati-hati terhadap kerusakan yang sangat berbahaya, yaitu bid’ah serta orang-orang yang mengajaknya. Karena hal itu akan menjauhkan kita dari agama yang mulia.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ صِرَاطِهِ الْمُسْتَقِيْمِ وَنَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ سُبُلِ أَصْحَابِ الْجَحِيْمِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ اْلبَلاَغَ الْمُبِيْنَ، وَقَالَ: عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ تَلَقَّوْا عَنْهُ الدِّيْنَ وَبَلَّغُوْهُ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita berusaha untuk selalu menjaga diri-diri kita dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bertakwa kepada-Nya. Yaitu dengan senantiasa mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menyelisihinya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan rasul-Nya dengan ancaman yang keras. Sebagaimana hal ini tersebut di dalam firman-Nya:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَالِفُوْنَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih.” (An-Nur: 50)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa bid’ah adalah bentuk penyelisihan paling besar dari jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah perbuatan syirik. Hal ini karena perbuatan bid’ah akan memecah-belah kaum muslimin serta menyeret pelakunya pada kerusakan agama dan hatinya. Perbuatan bid’ah akan menjadikan hati pelakunya menjadi benci kepada As-Sunnah. Karena, hati tidak akan menerima Sunnah Rasul jika sudah ditempati oleh bid’ah. Oleh karena itu, kita dapati orang yang melakukan atau bergelut dengan bid’ah serta menghidupkannya adalah orang yang jauh dari Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setan akan menghiasi amalan bid’ah sehingga akan menjadi sangat mudah bagi orang yang tertipu untuk mengamalkannya meskipun harus mengeluarkan banyak biaya dan menyita sebagian besar waktunya. Dan bid’ah akan menyeret pelakunya menjadi orang yang sombong untuk menerima kebenaran. Hal itu karena setiap pelaku bid’ah akan membanggakan dirinya dan menganggap cara serta amalannya adalah yang paling baik.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Ketahuilah, bahwa termasuk dari amalan bid’ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin adalah mengkhususkan pertengahan bulan Sya’ban atau yang dikenal dengan istilah Nishfu Sya’ban dengan shalat malam secara berjamaah.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam kitabnya Al-Majmu’: “Shalat yang dikenal dengan istilah shalat Ar-Ragha`ib yaitu shalat 12 rakaat yang dilakukan antara Maghrib dan ‘Isya pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab dan shalat pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak seratus rakaat, keduanya adalah amalan bid’ah dan mungkar. Janganlah tertipu karena disebutkannya dua jenis shalat ini dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya` ‘Ulumuddin. Dan jangan pula tertipu dengan hadits-hadits yang tersebut di dalam dua kitab tadi. Karena sesungguhnya semua itu batil.”
Berkata pula Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu: “Hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban adalah hadits-hadits yang dha’if. Tidak boleh dijadikan sebagai pegangan. Sementara hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat pada malam Nishfu Sya’ban semuanya adalah hadits palsu, sebagaimana telah diingatkan oleh banyak ulama.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka tidak boleh bagi kaum muslimin untuk mengkhususkan serta mengistimewakan pertengahan bulan ini daripada hari-hari lainnya di bulan tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin tidak pernah melakukannya. Begitu pula tidak boleh bagi kaum muslimin untuk mendukung dan membantu pelaksanaannya. Karena hal itu sama saja dengan menghancurkan agama saudaranya. Bukan berarti tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk shalat malam pada hari tersebut. Akan tetapi mengistimewakan hari dan malam tersebut dari hari-hari lainnya di bulan Sya’ban untuk shalat atau ibadah lainnya bukanlah ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Akhirnya marilah kita senantiasa berhati-hati dari jalan-jalan yang menyimpang dari jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang terbaik di umat ini baik dari kalangan sahabat, tabi’in, dan yang mengikuti mereka adalah satu-satunya jalan yang benar.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ في كُلِ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ ربِّ الْعَالَمِيْنَ.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bahaya Menyelisihi Ulama
Penulis: Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, Kajian Utama, 27 – April – 2003, 19:54:14

Imam Bukhari meriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia menyatakan: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam berada di majelis dan bicara di hadapan orang-orang, datang seorang Arab badui seraya menyatakan, kapan hari kiamat? Tapi Rasul tetap meneruskan pembicaraannya, sehingga sebagian orang yang ada menyatakan, beliau mendengar apa yang dikatakan tapi beliau tidak suka dengan apa yang dikatakan. Sebagian yang lain menyatakan beliau tidak mendengarnya. Sampai beliau menyudahi pembicaraannya lalu berkata: “Dimana orang yang bertanya tentang hari kiamat?” Maka penanya berkata: “Ini saya ya, Rasulullah”. Beliau berkata: “Jika amanah telah ditelantarkan maka tunggulah hari kiamat”. Ia menyatakan: “Bagaimana terlantarnya?” Jawabannya: “Jika sebuah perkara diserahkan kepada selain ahlinya maka tunggulah hari kiamat”.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam hadits lain terdapat ancaman kesesatan untuk yang tidak rujuk kepada ulama dalam fitnah. Sabdanya:
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba akan tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pimpinan, maka ditanyalah pimpinan-pimpinan itu sehingga berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr).
Mudah-mudahan dua hadits ini bisa mencegah kelalaian banyak kaum muslimin terhadap perkara ini.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Fitnah Ibnu Muthi’

Sungguh benar-benar pada kisah mereka itu ada ibrah bagi orang-orang yang memiliki akal. (QS. Yusuf:111)

Dalam sejarah Islam kejadian Al-Harrah adalah kejadian yang sangat masyhur sekaligus sangat menyedihkan. Orang yang mendengarnya akan berlindung kepada Allah daripadanya. Mulanya ketika Yazid bin Muawiyah menjabat sebagai khalifah setelah ayahnya, terdengar berita-berita buruk tentangnya khususnya berita tentang maksiat-maksiat yang dilakukannya. Sampai berita itu kepada sebagian kaum muslimin, diantaranya Abdullah bin Muthi’. Mendengar hal itu, bangkit ghirah keagamaannya.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ringkas cerita ia bertekad mencabut baiatnya terhadap Yazid dan melakukan kudeta. Maka ia mengirim utusan guna mengultimatum Yazid dan mengajaknya untuk taat kepada Allah dan diberi waktu sampai 3 hari. Sepulangnya mereka ke Madinah, Abdullah bin Muthi’ bersama rekan-rekannya mendatangi Muhammad bin Hanafiyah, putra Ali bin Abi Thalib. Mereka menginginkan beliau untuk bersama-sama memberontak Yazid, tapi beliau menolaknya. Berkatalah Ibnu Muthi’: “Sesungguhnya Yazid minum Khamr, meninggalkan shalat dan melanggar hukum Al Qur’an”.

Muhammad bin Hanafiyah menjawab: “Saya tidak melihat padanya apa yang kalian sebutkan, dan saya pernah mendatanginya bahkan tinggal di sana, justru yang saya lihat dia selalu shalat, mencari kebaikan, bertanya masalah fiqh dan berpegang kuat dengan sunnah”.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mereka menyatakan: “Itu dibuat-buat karena dia di hadapanmu”.
Jawabnya: “Apa yang dia takuti atau harapkan dariku sehingga dia perlu menampakkan kekhusyu’annya dihadapanku? Apakah dia menampakkan kepada kalian meminum khamr? Jika dia menampakkan kepada kalian yang demikian berarti kalian sama dengan dia, tapi jika tidak maka tidak halal buat kalian bersaksi tentangnya sesuatu yang kalian tidak ketahui”.

Mereka katakan: “Sesungguhnya menurut kami benar adanya walaupun kami tidak melihatnya”.
Beliau menjawab: “Allah menolak yang demikian pada orang yang besaksi. Firman-Nya:
Kecuali orang yang bersaksi dengan Al-Haq sedang mereka mengetahui.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Saya tidak ikut-ikutan urusan kalian sedikitpun”.
Mereka katakan: “Mungkin engkau tidak suka kalau yang memimpin selainmu, jika demikian kami jadikan engkau pimpinan kami”.

Beliau menjawab: “Saya tidak menghalalkan pemberontakan ini sebagaimana yang kalian inginkan dariku baik saya jadi pimpinan atau yang dipimpin”.

Mereka katakan: “Dulu engkau ikut bersama ayahmu berperang (yakni melawan Muawiyah, semoga Allah ridha pada mereka).
Jawabnya: “Datangkan kepada saya orang yang seperti ayahku, aku akan memerangi seperti yang diperangi ayahku”.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mereka katakan: “Kalau begitu perintahkan 2 anakmu Abdul Qosim dan Qosim untuk berperang bersama kami”.
Beliau menjawab : “Kalau aku perintah keduanya aku juga akan berperang”.
Mereka katakan: “Kalau begitu bangkitlah bersama kami untuk sekedar menganjurkan orang berperang bersana kami”.
Beliau menjawab: “Subhanallah, apakah aku akan memerintahkan orang sesuatu yang saya tidak melakukannya dan meridhainya, kalau begitu saya tidak punya keinginan- keinginan baik pada hamba-hamba Allah”.
Mereka katakan: “Kalau begitu kami akan membencimu.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Beliau menjawab: “Kalau begitu aku akan memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada Allah dan tidak mencari ridhanya mahkluk dengan kemurkaan Allah”. Lalu beliau pergi ke Makkah.

Datang Abdullah bin Umar kepada Abdullah bin Muthi’, maka Ibnu Muthi’ menyatakan: “Berikan bantal kepada Abi Abdirahman (yakni Ibnu Umar)”.
Ibnu Umar menjawab: “Saya tidak datang kepadamu untuk duduk, akan tetapi aku datang untuk memberitakanmu sebuah hadits yang pernah saya dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda:
Barangsiapa mencabut tangannya dari bai’at, ia akan bertemu Allah dalam keadaan tidak memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal sedang tiada bai’at dilehernya dia akan meninggal seperti meninggalnya orang-orang jahiliyyah. (HR. Muslim bersama kisahnya).

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

NODA NODA DOSA
Penulis: Al-Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, OASE, 29 – Juni – 2003, 14:38:42

Perbuatan dosa dan maksiat pasti mendatangkan mudharat (kerugian/kejelakan) meskipun antara satu dosa dengan yang lain berbeda-beda tingkat mudharatnya. Tidaklah ada kejelekan di dunia dan akhirat kecuali pasti disebabkan dosa dan maksiat.

Apa yang menyebabkan diusirnya Iblis dari surga dan diputuskan untuk menjadi makhluk yang sengsara selama-lamanya? Apa yang menyebabkan tenggelamnya manusia di masa Nabi Nuh? Apa yang menyebabkan terhempasnya kaum ‘Aad oleh angin yang begitu dahsyat? Apa yang menyebabkan kaum Nabi Luth dibalik bersama buminya sehingga yang bawah menjadi di atas dan yang atas menjadi di bawah? Apa yang menyebabkan Fir’aun bersama bala tentaranya tenggelam di tengah lautan? Apa yang menyebabkan Qarun tengelam ke dalam bumi bersama harta kekayaannya? Apa yang menjadikan sekelompok orang Yahudi diubah bentuknya menjadi babi dan kera? Apa yang menyebabkan semua itu kalau bukan dosa dan maksiat?

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah berfirman:
“Telah nampak kerusakan di darat dan lautan dengan sebab apa yang dilakukan oleh tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)

Abdullah bin Umar bin Khatthab z mengatakan: “Aku adalah yang kesepuluh dari sepuluh orang muhajirin yang berada di sisi Nabi  maka beliau menghadapkan wajahnya kepada kami kemudian mengatakan: ‘Wahai muhajirin ada lima perkara, saya berlindung kepada Allah  untuk kalian dapati lima perkara itu: Tidaklah muncul kekejian pada sebuah kaum dan mereka menampakkannya kecuali mereka akan diberi cobaan dengan wabah pes dan penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang yang hidup mendahului mereka.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tidaklah sebuah kaum mengurangi timbangan dan ukuran kecuali mereka akan dicoba dengan kemarau panjang, krisis bahan makanan dan kedzaliman serta kecurangan penguasa. Tidaklah sebuah kaum menahan dari pembayaran zakat dari harta mereka kecuali mereka akan dihalangi dari setetes air dari langit, kalaulah bukan karena binatang-binatang niscaya tidak akan diberi hujan. Tidaklah sebuah kaum menyelisihi janji kecuali Allah akan kuasakan kepada mereka musuh dari selain mereka sehingga musuh-musuh itu akan mengambil sebagian yang dimiliki oleh kaum itu. Dan tidaklah pimpinan-pimpinan mereka tidak mengamalkan apa yang Allah turunkan dalam kitab-Nya kecuali Allah akan menjadikan pertikaian di antara mereka sendiri. [Shahih, HR Ibnu Majah no:4019 dishahihkan oleh As Syaikh al Albani, lihat Sisilah As-Shahihah no.106-107]

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Demikianlah maksiat akan menimbulkan sekian banyak kejelekan sebagaimana disebutkan Ibnul Qayyim:
1. Bahwasanya maksiat akan menghalangi ilmu. Karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah berikan kepada seorang hamba dan maksiat akan memadamkannya.
2. Maksiat menyebabkan terhambatnya rizqi, sebagaimana takwa itu akan menyebabkan datangnya rizqi maka meninggalkan takwa akan menyebabkan kefakiran.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

3. Maksiat menyebabkan hati gelisah dalam berhubungan dengan Allah  dan tidak ada padanya kenikmatan sama sekali. Ini tidak disadari kecuali oleh pemilik hati yang hidup. Adapun hati yang mati tidak bisa menyadarinya. Bagai mayat yang tak dapat merasakan sakit atas luka yang mengenainya.
4. Maksiat menyebabkan ketidakharmonisan hubungan hamba dengan sesamanya. Lebih-lebih orang-orang yang baik, sampai sebagian pendahulu kita mengatakan: “Sungguh aku berbuat maksiat kepada Allah dan aku melihat pengaruhnya pada binatang kendaraanku dan istriku.”
5. Menyebabkan sulitnya segala urusan, sehingga ia tidak menuju sebuah urusan kecuali ia dapati dalam keadaan buntu.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

6. Maksiat menyebabkan terhambatnya ketaatan kepada Allah .
7. Maksiat menyebabkan lemah qalbu dan jasmaninya, karena kekuatan jasmani itu berasal dari batin maka tatkala batinnya lemah lahirnyapun lemah.
8. Menghilangkan keberkahan umur.
9. Maksiat menyebabkan kegelapan dalam hati seperti halnya ia merasakan kegelapan malam yang pekat.

Diambil dari kitab Ad-Da’u wad Dawa’u
(Penyakit dan Obatnya) karya Ibnu Qoyyim al Jauziyyah oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

IMAN
Penulis: Al Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, Khazanah, 29 – Juni – 2003, 14:37:02

Iman menurut Ahlussunnah wal jama’ah adalah keyakinan dengan hati, pengikraran dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan perbuatan maksiat.

Jadi Iman terdiri dari tiga bagian:
Pertama, keyakinan hati dan amalan hati, yakni keyakinan dan pembenaran terhadap apa yang datang dari Allah  dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah:
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik. ” (Az-Zumar: 33-34)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun amalan hati di antaranya adalah niat yang benar, ikhlas, cinta, tunduk dan semacamnya terhadap apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya sebagaiman firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 2 atau yang lainnya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. ”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kedua, ikrar lisan dan amalan lisan. Ikrar lisan yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengakui konsekuensi dari kedua kalimat tersebut. Nabi  bersabda yang artinya:
“Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengatakan La Ilaha Illallah dan bahwasanya aku adalah Rasulullah. (Shahih, HR Bukhari dan Muslim)

Sedangkan amalan lisan adalah sebuah amalan yang tidak bisa terlaksana kecuali dengan lisan, seperti membaca Al Qur’an, dzikir, tasbih, tahmid, takbir, do’a istighfar, dan lain-lain. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Fathir: 29)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ketiga, amalan anggota badan yaitu sebuah amalan yang tidak terlaksana kecuali dengan anggota badan seperti ruku’, sujud, jihad, haji dan lain-lain. Allah berfirman dalam surat Al-Haj ayat 77-78, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan agar kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kesalahan Memahami Hakekat Iman

Ada beberapa kelompok yang salah dalam memahami makna iman dari hakekatnya yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka adalah:
1. Khawarij dan Mu’tazilah, mereka meyakini bahwa iman adalah ucapan, keyakinan, dan amal akan tetapi menurut mereka iman itu satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi atau bercabang-cabang. Tidak bertambah juga tidak berkurang, sehingga jika sebagian iman hilang berarti hilang semua. Karena itu mereka menghukumi bagi yang tidak beramal atau yang berdosa besar adalah kekal di neraka.
2. Murjiah, mereka terdiri dari tiga kelompok:
Iman adalah hanya yang terdapat dalam hati, yakni pengetahuan hati saja. Ini keyakinan kelompok Jahmiyyah. Kelompok yang lainnya mengatakan, iman adalah juga amalan hati.
Iman hanya ucapan lisan. Mereka adalah pengikut kelompok Karramiyyah.
Iman hanya pembenaran dalam hati dan ucapan lisan. Mereka adalah kelompok Murjiatul Fuqaha’. 

Sumber bacaan: Ziyadatul Iman wa Nuqshanuhu karya As-Syaikh Abdurrazzaq al Abbad

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

FIGUR TELADAN
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah an Nawawi
Syariah, Akhlak, 29 – Juni – 2003, 14:40:59

Tidak ada teladan sebaik Rasulullah . Barangsiapa meneladani Rasulullah , niscaya ia akan menjadi teladan Seribu lima ratus tahun yang silam, siapa yang tidak mengenal sosok Abu Bakar, khalifah pertama pengganti Rasulullah sebagai imam umatnya? Dialah pribadi paling mulia di antara umat Muhammad. Siapa pula yang tidak mengenal Umar bin Khaththab, orang terbaik setelah Abu Bakar? Demikian juga dengan Utsman bin ‘Affan, orang terbaik setelah Umar, serta Ali bin Abu Thalib, yang merupakan orang terbaik setelah Utsman?

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Semuanya merupakan keutamaan Allah , di mana Ia telah memilih mereka menjadi orang-orang terbaik dari umat Rasulullah . Mereka menjadi teladan generasi setelah mereka dikarenakan mereka menjadikan Rasulullah  sebagai suri teladan dalam seluruh aspek kehidupannya. Keberadaan Rasulullah  di tengah-tengah mereka, telah mewarnai kehidupan mereka yang penuh kemuliaan, kebaikan, kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kejayaan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, mereka bahkan berada di akhir kehidupan dan mengakhiri perjuangannya dengan keberhasilan yang gemilang, yaitu membuka pintu segala kenikmatan yang ada di sisi Allah di dalam surga-Nya.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Rasulullah telah menjadi teladan para shahabatnya, serta menjadi panutan dalam melangkah dan mengarungi samudera yang dahsyat dengan gelombangnya. Ini merupakan sinyalemen keberhasilan mereka dalam menjadikan dan mempraktikkan bimbingan Allah di dalam Al Qur’an:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah, hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Imam As Sa’dy mengatakan di dalam tafsirnya hal. 609, “Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik yaitu dari sisi di mana beliau menghadiri sendiri suara hiruk pikuk dan langsung terjun ke medan laga. Beliau adalah orang yang mulia dan pahlawan yang gagah berani. Lalu bagaimana kalian menjauhkan diri kalian dari perkara yang Rasulullah bersungguh-sungguh melaluinya seorang diri? Maka jadikanlah dia sebagai panutan kalian dalam perkara ini dan sebagainya.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kemudian dikatakan oleh Imam As Sa’dy: “Suri teladan itu ada dua macam yaitu yang baik dan yang buruk. Suri teladan yang baik itu ada pada diri Rasulullah  karena orang yang menjadikannya sebagai suri teladan, sungguh dia telah menempuh jalan yang akan menyampaikan kepada kemuliaan yang ada di sisi Allah. Itulah jalan yang lurus.

Adapun menjadikan selain Rasulullah sebagai suri teladan, apabila orang tersebut menyelisihi beliau, maka itu adalah suri teladan yang jelek seperti ucapan orang musyrik ketika diseru untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami telah menemukan bapak-bapak kami di atas satu ajaran dan kami di atas agama mereka mengikut.’ Suri teladan yang baik ini akan ditempuh dan akan mendapatkan taufiq atasnya, oleh orang-orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan kebahagiaan di hari akhir.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Yang mendorongnya untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan yang baik adalah iman, takut kepada Allah, berharap pahala dari-Nya, dan takut terhadap adzab-Nya.
Al Hafidz Ibnu Katsir, dalam tafsir 3/483, mengatakan: “Ayat ini merupakan landasan pokok menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam ucapan-ucapan beliau, perbuatan-perbuatan, dan dalam semua keadaan beliau.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Keteladanan Rasulullah

Keteladanan Rasulullah telah dinobatkan sendiri oleh Allah di dalam Al Qur’an. Ini menunjukkan kesempurnaan Rasulullah dari semua sisi kemanusiaan yang tidak dimiliki oleh selainnya, dahulu maupun sekarang.

Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Al Fawaid hal. 172 mengatakan: “Tatkala Rasulullah menampakkan sangat butuhnya beliau kepada Allah (beribadah), yang demikian itu menjadikan sangat butuhnya manusia kepadanya baik di dunia dan di akhirat. Kebutuhan mereka (manusia) di dunia (terhadap Rasulullah) jauh lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman, serta ruh yang merupakan kehidupan jasad. Adapun kebutuhan manusia kepada Rasulullah di akhirat yaitu ketika seluruh manusia di saat itu meminta kepada semua Rasul agar meminta kepada Allah syafa’at yang akan membebaskannya dari kedahsyatan hidup. Semua nabi di saat itu tidak sanggup untuk melakukan demikian. Lalu beliau  memberikan syafa’at kepada mereka dan dialah yang meminta agar dibukakan bagi mereka pintu surga.”

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mushthofa Al ‘Adawi dalam kitab beliau Fiqhul Akhlak 1/7 mengatakan: “Dan telah terhimpun pada diri Rasulullah sifat-sifat yang terpuji seperti malu, dermawan, pemberani, berwibawa, sambutan yang baik, lemah lembut, memuliakan anak yatim, baik batinnya, jujur dalam ucapan, menjaga diri dari perkara yang mendatangkan maksiat, suci, bersih, suci dirinya dan segala sifat-sifat yang baik”.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Aisyah x ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab: “Akhlaknya adalah Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 746)

Inilah jawaban dari seorang shahabiyah yang faqih dan mengetahui secara jelas di hadapan matanya bagaimana Rasulullah berkata, berbuat, dan bertingkah laku, dikarenakan beliau adalah isteri Rasulullah. Jawaban yang sangat singkat dan mencakup segala perkara kebaikan di dalam agama ini.

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Penyayang

Di antara bentuk keteladan beliau adalah penyayang. Apakah anda memiliki sifat kasih sayang kepada sesama? Dan sudahkah anda berhias dengan sifat ini? Sifat Rasulullah ini telah diceritakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri-diri kalian. Sangat bersedih terhadap apa yang memberatkan kalian dan bersemangat (untuk memberikan hidayah) kepada kalian dan lemah lembut dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 128)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah berfirman, yang artinya: “Muhammad adalah Rasul Allah dan orang-orang yang menyertainya sangat keras terhadap orang kafir dan penyayang antara sesama mereka.” (Al-Fath: 29)

“Maka dengan rahmat Allahlah kamu menjadi lemah lembut terhadap mereka dan jika kamu berkeras hati niscaya mereka akan lari darimu.” (Ali-‘Imran: 159)

Sekali lagi sudahkah anda berhias dengan sifat ini padahal Rasulullah bersabda: “Tiadalah sifat kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menjadikannya indah dan tidaklah tercabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim dari shahabat ‘Aisyah x)

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dan Rasulullah bersabda: “Bukan termasuk dari kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan menghormati yang besar.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari shahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)

Sumber bacaan:
1. Al Qur’an
2. Riyadhus shalihin, Imam An-Nawawi
3. Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
4. Fiqhul Akhlak, Musthofa Al-Adawy

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Syarat-syarat Shalat
Penulis: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari
Syariah, Seputar Hukum Islam, 01 – Oktober – 2007, 09:19:27

Ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum shalat ditunaikan. Berikut adalah penjelasannya.

Sebagai salah satu bentuk ibadah, shalat memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pengertian syarat sendiri menurut ulama ilmu ushul adalah perkara yang keberadaan suatu hukum tergantung dengannya. Dalam arti, bila ia tidak ada maka pasti tidak ada hukum. Namun adanya perkara tersebut tidak mengharuskan adanya hukum. Contohnya, adanya wudhu sebagai suatu syarat dalam ibadah shalat tidak mengharuskan adanya shalat. Karena bisa jadi orang berwudhu bukan untuk shalat tapi untuk menjaga agar ia selalu di atas thaharah atau ia wudhu karena hendak tidur. Sebaliknya bila tidak ada wudhu (ataupun penggantinya) maka tidak sah shalatnya. Contoh lain, adanya dua saksi merupakan syarat sahnya suatu akad nikah. Namun adanya dua saksi tidak mengharuskan adanya akad nikah, sebaliknya bila tidak ada dua saksi tidak sah suatu pernikahan. (Asy-Syarhul Mumti’, 1/396, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, 1/86)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Setelah kita fahami makna syarat, maka kita masuk pada pembahasan syarat-syarat shalat1.
1. Sudah masuk waktu shalat
2. Suci dari hadats
3. Suci pakaian, badan, dan tempat shalat dari najis
4. Menutup aurat
5. Menghadap kiblat
6. Niat

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

1. Telah Masuk Waktu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتًا
“Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum mukminin.” (An-Nisa`: 103)
Dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak sekali kita dapatkan dalil tentang permasalahan ini. Kaum muslimin pun sepakat akan tidak sahnya shalat yang dikerjakan sebelum masuk waktunya. Bila seseorang shalat sebelum waktunya dengan sengaja maka shalatnya batil dan ia tidak selamat dari dosa. Namun bila tidak sengaja, dalam arti ia mengira telah masuk waktu shalat padahal belum, maka ia tidak berdosa. Shalatnya tersebut teranggap shalat nafilah (shalat sunnah) dan ia wajib mengulangi shalatnya setelah masuk waktunya. (Asy-Syarhul Mumti’ 1/398)

Perincian tentang waktu shalat akan kami bawakan dalam pembahasan tersendiri, insya Allah.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

2. Suci dari Hadats

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوْسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak menegakkan shalat, basuhlah wajah kalian dan lengan kalian sampai siku, lalu usaplah kepala kalian dan cucilah kaki kalian sampai mata kaki. Dan jika kalian junub, bersucilah….” (Al-Ma`idah: 6)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam ayat di atas ada perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang ingin shalat sementara mereka belum bersuci agar membasuh wajah dan tangan mereka sampai siku dengan menggunakan air, dan seterusnya dari amalan wudhu. (Jami’ul Bayan fit Ta`wil Ayil Qur`an, 4/50)
Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan bahwa dalam ayat yang agung ini terkandung banyak hukum. Di antaranya:

- Disyaratkannya thaharah untuk sahnya shalat, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berthaharah ketika hendak menunaikan shalat. Sementara, hukum asal suatu perintah adalah wajib.

- Thaharah tidak wajib dilakukan ketika telah masuk waktu shalat, namun thaharah hanya diwajibkan ketika seseorang ingin mengerjakan shalat.

- Seluruh amalan yang dinamakan shalat, baik shalat itu wajib atau nafilah, maupun shalat yang fardhu kifayah seperti shalat jenazah, disyaratkan thaharah sebelumnya. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 222)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
“Tidak diterima shalat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu.” (HR. Al-Bukhari no. 135 dan Muslim no. 536)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu memaknakan hadits di atas: “(Tidak diterima shalat seseorang yang berhadats) hingga ia bersuci dengan air atau tanah/debu. Dalam hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebut wudhu karena asal mula bersuci itu dengan wudhu (bila tidak ada air baru menggantinya dengan yang lain, –pent.) dan itu yang lebih banyak dilakukan. Wallahu a’lam.” (Al-Minhaj, 3/99)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُوْرٍ …
“Tidak diterima shalat tanpa bersuci…” (HR. Muslim no. 534)

Hadits di atas merupakan nash yang menunjukkan wajibnya thaharah bila hendak mengerjakan shalat sementara ia dalam keadaan berhadats. Dan ulama sepakat bahwa thaharah ini merupakan syarat sahnya shalat. (Tharhut Tatsrib 2/400, 409, Al-Minhaj 3/98)

Hadats yang dimaksudkan dalam pembahasan di sini mencakup hadats besar seperti janabah dan hadats kecil seperti buang air besar, kencing, buang angin, dan sebagainya.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

3. Suci Pakaian, Badan dan Tempat Shalat dari Najis

Dalil tentang sucinya pakaian didapatkan dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
“Dan pakaianmu sucikanlah.” (Al-Mudatstsir: 4)

Sebagian ahlul ilmi menafsirkan ayat ini dengan: “Sucikanlah pakaianmu dari najis untuk mengerjakan shalat.” Adapun yang lainnya menafsirkan dengan selain makna ini. (Ma’alimut Tanzil 4/383, Adhwa`ul Bayan 8/619)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dari As-Sunnah didapatkan banyak dalil, seperti hadits Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, apa pendapatmu bila pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apa yang harus diperbuatnya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda memberi bimbingan:
إِذَا أَصَابَ ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمَ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتُقْرِصْهُ ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ بِمَاءٍ ثُمَّ لِتُصَلِّي فِيْهِ
“Apabila pakaian salah seorang dari kalian terkena darah haid, hendaklah ia mengeriknya kemudian membasuhnya dengan air. Setelah itu, ia boleh mengenakannya untuk shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 307 dan Muslim no. 673)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu, dalam hadits ini terdapat isyarat dilarangnya shalat bila mengenakan pakaian yang terkena najis. (Fathul Bari, 1/532)
Demikian pula hadits tentang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas sandalnya ketika shalat, sebagaimana diberitakan Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu:
بَيْنَمَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ إِذْ خَلَعَ نَعْلَيْهِ، فَوَضَعَهُمَا عَنْ يَسَارِهِ. فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ الْقَوْمُ أَلْقَوْا نِعَالَهُمْ. فَلَمَّا قَضَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَتَهُ قَالَ: مَا حَمَلَكُمْ عَلَى إِلْقَائِكُمْ نِعَالَكُمْ؟ قَالُوا: رَأَيْنَاكَ أَلْقَيْتَ نَعْلَيْكَ فَأَلْقَيْنَا نِعَالَنَا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ فِيْهِمَا قَذَرًا – أَوْ قَالَ: أَذًى -. وَقَالَ: إِذَا جاَءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيْهِمَا

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat bersama shahabat-shahabat beliau, tiba-tiba beliau melepas kedua sandalnya2 lalu meletakkannya di sebelah kiri beliau. Ketika melihat hal tersebut, mereka (para shahabat) pun melepaskan sandal mereka. Selesai dari shalat, Rasulullah bertanya, “Ada apa kalian melepaskan sandal-sandal kalian?” Mereka menjawab, “Kami melihatmu melepas sandalmu maka kami pun melepaskan sandal-sandal kami.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, “Tadi Jibril mendatangiku dan mengabarkan bahwa pada kedua sandalku ada kotoran/najis, maka akupun melepaskan keduanya.” Beliau juga mengatakan, “Apabila salah seorang dari kalian datang ke masjid, sebelum masuk masjid hendaklah ia melihat kedua sandalnya. Bila ia lihat ada kotoran atau najis maka hendaklah membersihkannya. Setelah bersih, ia boleh shalat dengan mengenakan kedua sandalnya.” (HR. Abu Dawud no. 650 dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud, Irwa`ul Ghalil no. 284 dan Ashlu Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 1/110)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mengenai kesucian badan maka tentunya lebih utama daripada sucinya pakaian yang dikenakan. Di samping ada pula hadits yang menunjukkan wajibnya membersihkan najis yang ada pada badan seperti hadits Anas radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَنَزَّهُوْا مِنَ الْبَوْلِ، فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ
“Bersucilah kalian dari kencing karena kebanyakan adzab kubur disebabkan kencing.” (HR. Ad-DaraQathani dalam Sunan-nya hal. 7, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 280)3

Demikian pula hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً فَكُنْتُ أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ، فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ اْلأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: يَغْسِلُ ذَكَرَهَ ويَتَوَضَّأُ
“Aku seorang lelaki yang banyak mengeluarkan madzi, namun aku malu menanyakannya langsung kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebabkan keberadaan putri beliau (sebagai istriku). Maka aku menyuruh Al-Miqdad ibnul Aswad untuk menanyakannya. Ia pun bertanya kepada beliau, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tuntunan, ‘Hendaklah ia mencuci kemaluannya kemudian berwudhu4’.” (HR. Al-Bukhari no. 132 dan Muslim no. 693)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun dalil tentang kesucian tempat shalat adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِيْنَ وَالْعَاكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
“Bersihkanlah rumah-Ku (Baitullah) (wahai Ibrahim dan Ismail) untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’, dan yang sujud.” (Al-Baqarah: 125)

Demikian pula adanya perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyiram kencing A’rabi (Arab gunung/Badui) sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَامَ إِلَى نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ فَبَالَ فِيْهَا، فَصَاحَ بِهِ النَّاسُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: دَعُوْهُ. فَلَمَّا فَرَغَ أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوْبٍ فَصُبَّ عَلَى بَوْلِهِ
Ada seorang A’rabi bangkit menuju ke pojok masjid lalu kencing di tempat tersebut. Melihat hal itu, orang-orang berteriak menghardiknya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegur, “Biarkan ia menyelesaikan kencingnya.” Seselesainya si A’rabi kencing, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar mengambil air satu ember penuh, lalu dituangkan di atas kencingnya.” (HR. Al-Bukhari no. 221 dan Muslim no. 658)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bila seseorang melihat pada tubuh, pakaian atau tempat shalatnya ada najis setelah selesai shalatnya, apakah ia harus mengulangi shalatnya?

Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat. Namun yang rajih, wallahu a’lam, orang itu tidak wajib mengulangi shalatnya, baik keberadaan najis tersebut telah diketahuinya sebelum shalat tapi ia lupa, atau lupa mencucinya, ataupun ia tidak tahu bila najis itu terkena dirinya, atau ia tidak tahu kalau itu najis, atau ia tidak tahu hukumnya, atau ia tidak tahu apakah najis itu mengenainya sebelum shalat ataukah sesudah shalat. Pendapat ini yang dipilih oleh Al-Muwaffaq Ibnu Qudamah, Al-Majdu, Syaikhul Islam, Ibnul Qayyim, dan selain mereka rahimahumullah. Dalilnya adalah kaidah umum yang agung yang Allah Subhanahu wa Ta’ala letakkan bagi hamba-hamba-Nya, yaitu firman-Nya:
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau keliru….” (Al-Baqarah: 286)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dan juga hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melepas sandal beliau dalam shalatnya setelah Jibril ‘alaihissalam mengabarkan bahwa pada sandalnya ada kotoran/najis. Beliau tidaklah membatalkan shalatnya, namun melanjutkannya setelah melepas kedua sandalnya. (Al-Mughni, kitab Ash-Shalah fashl Man Shalla Tsumma Ra`a ‘Alaihi Najasah fi Badanihi au Tsiyabihi, Asy-Syarhul Mumti’ 1/485, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, 1/94, Taudhihul Ahkam 2/33)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

4. Menutup Aurat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Wahai anak Adam kenakanlah zinah5 kalian setiap kali menuju masjid.” (Al-A’raf: 31)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu berkata: “Mereka diperintah untuk mengenakan zinah ketika datang ke masjid guna melaksanakan shalat atau thawaf di Baitullah. Ayat ini dijadikan dalil untuk menunjukkan wajibnya menutup aurat di dalam shalat. Demikian pendapat yang dipegangi oleh jumhur ulama. Bahkan menutup aurat ini wajib dalam segala keadaan, sekalipun seseorang shalat sendirian sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih.” (Fathul Qadir, 2/200)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu menyatakan, “(Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat di atas adalah) perintah untuk mengenakan zinah setiap kali ke masjid, yang dinamakan oleh para fuqaha: bab Sitrul ‘Aurah fish Shalah (bab Menutup aurat dalam shalat).” (Hijabul Mar`ah wa Libasuha fish Shalah hal. 14)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menerangkan sebab turunnya ayat di atas, “Dulunya di masa jahiliah, wanita biasa thawaf di Ka’bah dalam keadaan tanpa busana. Yang tertutupi hanyalah bagian kemaluannya. Ia thawaf seraya bersyair:
Pada hari ini tampak tubuhku sebagiannya atau pun seluruhnya
Maka apa yang nampak darinya tidaklah aku halalkan.
Lalu turunlah ayat di atas.” (HR. Muslim no. 7467)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Imam Al-Baghawi rahimahullahu dalam tafsirnya terhadap firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas menyatakan, “Yang dimaksud dengan zinah adalah pakaian. Mujahid berkata, ‘(Zinah adalah) apa yang menutupi auratmu walaupun berupa ‘aba’ah.’ Al-Kalbi berkata, ‘Zinah adalah apa yang menutupi aurat setiap kali ke masjid untuk thawaf dan shalat’.” (Ma’alimut Tanzil, 2/157)

Dulunya orang-orang jahiliah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Mereka melemparkan pakaian mereka dan membiarkannya tergeletak di atas tanah terinjak-injak oleh kaki orang-orang yang lalu lalang. Mereka tidak lagi mengambil pakaian tersebut untuk selamanya, hingga usang dan rusak. Demikian kebiasaan jahiliah ini berlangsung hingga datang Islam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka untuk menutup aurat: “Wahai anak Adam, kenakanlah zinah kalian setiap kali menuju masjid.”

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ عُرْياَنٌ
“Tidak boleh orang yang telanjang thawaf di Ka’bah.” (HR. Al-Bukhari no. 369, 1622 dan Muslim no. 3274) [Lihat Al-Minhaj 18/357]

Hadits di atas selain dibawakan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya, kitab Al-Hajj bab Tidak boleh orang yang telanjang thawaf di Baitullah dan tidak boleh orang musyrik melaksanakan haji, dibawakan pula oleh beliau dalam kitab Ash-Shalah, bab Wajibnya shalat dengan mengenakan pakaian.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu dalam penjelasannya terhadap hadits di atas menyatakan: “Sisi pendalilan hadits ini dengan judul bab yang diberikan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu (bab Wajibnya shalat dengan mengenakan pakaian) adalah apabila dalam thawaf dilarang telanjang, maka larangan hal ini di dalam shalat lebih utama lagi. Karena apa yang disyaratkan di dalam shalat sama dengan apa yang disyaratkan di dalam thawaf, bahkan dalam shalat ada tambahan. Dan jumhur berpendapat menutup aurat termasuk syarat shalat.” (Fathul Bari, 1/604)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Faedah

Perlu diperhatikan di sini, menutup aurat di dalam shalat tidaklah cukup dengan berpakaian ala kadarnya yang penting menutup aurat, tidak peduli pakaian itu bau dan kotor misalnya. Namun perlu memerhatikan sisi keindahan dan kebersihan. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya memerintahkan untuk mengenakan zinah (pakaian sebagai perhiasan) ketika shalat, sebagaimana dalam ayat di atas. Sehingga sepantasnya seorang hamba shalat dengan mengenakan pakaiannya yang paling bagus dan paling indah, karena dia akan ber-munajat dengan Rabb semesta alam dan berdiri di hadapan-Nya. (Al-Ikhtiyarat Ibnu Taimiyyah rahimahullahu hal. 43)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bedanya Menutup Aurat di Dalam dan di Luar Shalat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata, “Mengenakan zinah di dalam shalat merupakan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga tidak boleh bagi seseorang untuk thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang walaupun bersendiri di waktu malam. Tidak boleh pula ia shalat dalam keadaan telanjang walaupun sendirian. Maka mengenakan zinah dalam shalat bukanlah untuk berhijab (menutup tubuh) dari manusia tapi menunaikan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan demikian, menutup aurat di luar shalat dibedakan dari menutup aurat di dalam shalat. Kita dapatkan seseorang yang shalat menutup bagian tubuhnya yang justru boleh tampak bila ia sedang tidak shalat (di luar shalat)6. Sebaliknya ia menampakkan dalam shalatnya apa yang justru harus ditutupnya di luar shalat7. (Hijabul Mar`ah wa Libasuha fish Shalah hal. 23)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sebenarnya memang yang diperintahkan dalam shalat adalah berhias dan berpenampilan bagus karena hendak berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila seseorang merasa malu bertemu dengan seorang raja atau salah seorang pembesar di muka bumi ini dengan pakaian kotor, bau, kusut masai, atau terbuka separuh tubuhnya, lalu bagaimana ia tidak malu berdiri di hadapan Raja Diraja Penguasa alam semesta Subhanahu wa Ta’ala dengan pakaian yang tidak patut dikenakannya ketika shalat? Karena itulah Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah bekata kepada maulanya, Nafi’, yang shalat dalam keadaan tidak menutup kepala (dengan peci dan semisalnya), “Tutuplah kepalamu! Apakah engkau biasa keluar ke hadapan manusia dalam keadaan membuka kepalamu?” Nafi’ menjawab, “Tidak pernah.” “Allah adalah Dzat yang lebih pantas untuk engkau berhias bila hendak menghadap-Nya”, kata Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. (Syarh Ma’anil Atsar, 1/377)
Dengan demikian, semakin fahamlah kita bahwa yang sebenarnya dituntut dalam shalat bukan sekedar menutup aurat, tapi mengenakan zinah. Seseorang yang hendak shalat dituntut agar berada dalam penampilan yang bagus dan indah, karena ia akan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Adz-Dzakhirah lil Qarafi 2/102, Al-Mulakhkhashul Fiqhi 1/93)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hukum Menutup Pundak bagi Laki-laki di Dalam Shalat

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ شَيْءٌ
“Tidak boleh seorang lelaki di antara kalian shalat dengan hanya mengenakan satu kain sementara tidak ada di atas pundaknya sedikitpun dari kain tersebut8.” (HR. Al-Bukhari no. 359 dan Muslim no. 1151)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam hadits di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan kepada orang yang shalat dengan mengenakan satu kain saja tanpa ada pakaian lain, agar tidak mengikat kainnya pada bagian tengah tubuhnya sehingga dua pundaknya dibiarkan terbuka. Tapi hendaknya ia berselubung dengan kain tersebut, dua ujung kainnya diangkat lalu disilangkan dan diikatkannya di atas pundaknya, sehingga kain tersebut keberadaannya seperti izar dan rida`. Hal ini mungkin dilakukan bila kainnya lebar/lapang. Namun bila sempit maka terpaksa diikatkan pada pinggang sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
فَإِنْ كَانَ وَاسِعًا فَلْتَحِفْ بِهِ وَإِنْ كَانَ ضَيِّقًا فَاتَّزِرْ بِهِ
“Bila kainmu lebar berselimutlah dengannya (menutupi tubuh bagian bawah dan atas dengan disilangkan dua ujungnya di atas dua pundak) namun bila kainmu sempit ikatkanlah pada setengah tubuhmu yang bagian bawah9.” (HR. Al-Bukhari no. 361) [Syarhus Sunnah Al-Baghawi 2/433]

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dari dua hadits di atas, tergambar bagi kita hukum menutup pundak dalam shalat. Dalam masalah ini memang ada perselisihan pendapat di kalangan ahlul ilmi.

Al-Imam Ahmad rahimahullahu dalam pendapatnya yang masyhur mengatakan wajib bagi orang yang memiliki kemampuan, berdalil dengan dzahir hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas.
Sementara jumhur ulama, di antaranya imam yang tiga, berpandangan mustahab, karena yang wajib ditutup hanyalah aurat sementara dua pundak bukanlah aurat. Adapun larangan dalam hadits tidaklah menunjukkan haram karena adanya hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu di atas. Sehingga larangan shalat dalam keadaan pundak terbuka mereka bawa kepada nahyut tanzih wal karahah, yaitu makruh, bukan haram. Wallahu a’lam. (Al-Umm kitab Ash-Shalah bab Jima’i Libasil Mushalli, Al-Majmu’ 3/181, Al-Mughni kitab Ash-Shalah fashl Hukmi Sitril Mankibain, Raddul Mukhtar ‘Ala Ad-Darril Mukhtar Syarhu Tanwiril Abshar Ibnu ‘Abidin 2/76, Subulus Salam 1/211, Taisirul Allam 1/259,260, Tamamul Minnah hal. 163)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Faedah

Apakah shalat seseorang batal bila di tengah shalatnya tersingkap bagian tubuhnya yang mesti ditutupi dalam shalat?
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menerangkan:
1. Bila ia melakukannya dengan sengaja maka batal shalatnya, baik sedikit atau banyak bagian tubuhnya yang tersingkap, lama ataupun hanya sebentar.
2. Bila tidak sengaja dan yang tersingkap hanya sedikit, shalatnya tidak batal.
3. Bila tidak sengaja namun yang tersingkap banyak dalam waktu yang singkat, shalatnya tidak batal.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

4. Tersingkap banyak bagian tubuhnya tanpa sengaja dalam waktu yang lama, ia tidak tahu kecuali di akhir shalatnya atau setelah salam, maka shalatnya tidak sah.
Misalnya: Seseorang shalat memakai sirwal (celana panjang yang luas/longgar) dan kain. Selesai salam dari shalatnya, ia dapatkan sirwalnya sobek besar pada bagian kemaluannya hingga menampakkannya, maka shalatnya tidak sah dan ia harus mengulangi shalatnya karena menutup aurat termasuk syarat sahnya shalat. Adapun bila di tengah shalat, pakaiannya sobek besar namun dengan segera ia pegang bagian yang sobek maka shalatnya sah. (Asy-Syarhul Mumti’ 1/446-447)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

5. Menghadap Kiblat

Yang dimaukan dengan kiblat adalah Ka’bah. Dinamakan kiblat karena manusia menghadapkan wajah mereka dan menuju kepadanya. (Al-Majmu’ 3/193, Ar-Raudhul Murbi’ Syarhu Zadil Mustaqni’, 1/119, Asy-Syarhul Mumti’ 1/501, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, 1/96)

Awalnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat menghadap ke Baitul Maqdis. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau menghadap ke Ka’bah, kiblat yang beliau cintai. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
“Kami sering melihat wajahmu menengadah ke langit10, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kalian berada, hadapkanlah wajah-wajah kalian ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al-Kitab (dari kalangan Yahudi dan Nasrani) memang mengetahui bahwa menghadap ke Masjidil Haram itu benar dari Rabb mereka, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkata:
صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا، حَتَّى نَزَلَتِ اْلآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ {وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ} فَنَزَلَتْ بَعْدَمَا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ، فَمَرَّ بِنَاسٍ مِنَ اْلأَنْصَارِ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ، فَحَدَّثَهُمْ فَوَلَّوْا وُجُوْهَهُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ
“Aku shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 16 bulan, hingga turunlah ayat dalam surah Al-Baqarah: ‘Dan di mana saja kalian berada, palingkanlah (hadapkanlah) wajah kalian ke arahnya.’ Ayat ini turun setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat. Lalu pergilah seseorang dari mereka yang hadir dalam shalat berjamaah bersama Nabi. Ia melewati orang-orang Anshar yang sedang shalat (dalam keadaan masih menghadap ke arah Baitul Maqdis), maka ia pun menyampaikan kepada mereka tentang perintah perpindahan arah kiblat. Mendengar hal tersebut orang-orang Anshar pun memalingkan/menghadapkan wajah-wajah mereka ke arah Baitullah.” (HR. Muslim no. 1176) [Al-Hawil Kabir 2/68]

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bangkit untuk shalat, beliau menghadap Ka’bah, baik dalam shalat wajib maupun shalat nafilah. Kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu: “Berita ini merupakan sesuatu yang pasti keberadaannya karena mutawatirnya….” (Ashlu Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 1/55)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada orang yang salah shalatnya:
إِذَا قُمْتَ إِلىَ الصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ…
“Bila engkau bangkit untuk menegakkan shalat maka baguskanlah wudhu kemudian menghadaplah kiblat, setelah itu bertakbirlah….” (HR. Al-Bukhari no. 6251 dan Muslim no. 884)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Orang yang Melihat Ka’bah dan yang Tidak Melihatnya

Bagi orang yang shalat dalam keadaan dapat melihat Ka’bah maka wajib baginya shalat menghadap persis ke Ka’bah, seperti keadaan orang yang shalat di Masjidil Haram. Adapun orang yang tidak bisa menyaksikan Ka’bah secara langsung karena negerinya jauh dari Makkah misalnya, maka wajib baginya menghadap ke arah Ka’bah. Dalam hal ini perkaranya lapang, dalam arti bila seseorang shalat dalam keadaan menyimpang sedikit dari arah kiblat maka hal itu tidak menjadi masalah. Karena tetap saja ia dikatakan menghadap ke arah kiblat, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani suatu jiwa kecuali sekadar kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dan juga berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْـمَغْرِبِ قِبْلَةٌ
“Antara timur dan barat adalah kiblat.” (HR. At-Tirmidzi no. 342, Ibnu Majah no. 1011, dan selain keduanya. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 292) [Lihat Al-Umm, kitab Ash Shalah, bab Istiqbalil Qiblah, Al-Majmu’ 3/195, Subulus Salam 1/214, Asy-Syarhul Mumti’ 1/509, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, 1/96,97, Taudhihul Ahkam 2/17,18]

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Keberadaan arah kiblat di antara timur dan barat ini berlaku bagi penduduk Madinah dan negeri-negeri yang searah dengan Madinah. Dengan demikian, bagian selatan seluruhnya kiblat bagi mereka. Adapun yang tidak searah maka tentunya akan berbeda, arah kiblatnya bukan antara timur dan barat. Seperti kita di Indonesia ini, arah kiblatnya justru antara utara dan selatan. Wallahu a’lam.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kapan Gugur Kewajiban Menghadap Kiblat?

Menghadap kiblat sebagai salah satu syarat shalat yang harus dipenuhi dapat gugur pewajibannya dalam keadaan-keadaan berikut ini:

1. Shalat tathawwu’ (shalat sunnah) bagi orang yang berkendaraan, baik kendaraannya berupa hewan tunggangan ataupun berupa alat transportasi modern seperti mobil, kereta api, dan kapal laut.
Jabir bin Abdillah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhuma berkata:
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ أَنْمَارٍ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ مُتَوَجِّهًا قِبَلَ الْمَشْرِقِ مُتَطَوِّعًا
“Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Anmar mengerjakan shalat sunnah di atas hewan tunggangannya sementara hewan tersebut menghadap ke timur.” (HR. Al-Bukhari no. 4140)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Jabir radhiyallahu ‘anhu juga mengabarkan:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ، فَإِذَا أَرَادَ الْفَرِيْضَةِ نَزَلَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah di atas hewan tunggangannya ke arah mana saja hewan itu menghadap. Namun bila beliau hendak mengerjakan shalat fardhu, beliau turun dari tunggangannya lalu menghadap kiblat.” (HR. Al-Bukhari no. 400)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

‘Amir bin Rabi’ah radhiyallahu ‘anhu berkata:
رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الرَّاحِلَةِ يُسَبِّحُ، يُوْمِئُ بِرَأْسِهِ قِبَلَ أَيِّ وَجْهٍ تَوَجَّهَ، وَلَمْ يَكُنْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ
“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat nafilah di atas hewan tunggangannya menghadap ke arah mana saja hewan itu menghadap, beliau memberi isyarat dengan kepalanya (ketika melakukan ruku’ dan sujud, –pent.). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukan hal itu dalam shalat fardhu.” (HR. Al-Bukhari no. 1097)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

2. Shalat orang yang dicekam rasa takut seperti dalam keadaan perang, orang yang sakit, orang yang lemah, dan orang yang dipaksa (di bawah tekanan).

Orang yang tidak mampu menghadap kiblat disebabkan takut, sakit, atau dipaksa, ataupun dalam situasi berkecamuk perang maka diberi udzur baginya untuk shalat dengan tidak menghadap kiblat, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani suatu jiwa kecuali sekadar kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَانًا
“Jika kalian dalam keadaan takut maka shalatlah dalam keadaan berjalan kaki atau berkendaraan.” (Al-Baqarah: 239)

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma setelah menjelaskan tata cara shalat khauf, pada akhirnya beliau berkata:
فَإِنْ كَانَ خَوْفَ هُوَ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ، صَلُّوا رِجَالاَ قِيَامًا عَلَى أَقْدَامِهِم أَوْ رُكْبَانًا مُسْتَقْبِلِي الْقِبْلَةَ أَوْ غَيْرَ مُسْتَقْبِلِيْهَا
“Bila keadaan ketakutan lebih dahsyat daripada itu, mereka shalat dengan berjalan di atas kaki-kaki mereka atau berkendaraan, dalam keadaan mereka menghadap kiblat ataupun tidak.” (HR. Al-Bukhari no. 4535)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma juga berkata:
غَزَوْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِبَلَ نَجْدٍ، فَوَازَيْنَا الْعَدُوَّ، فَصَافَفْنَا لَهُمْ فَقَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي لَنَا…
“Aku pernah berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di arah Najd. Kami berhadapan dengan musuh, lalu beliau mengatur shaf/barisan kami untuk menghadapi musuh. Setelahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat mengimami kami ….” (HR. Al-Bukhari no. 942)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadits di atas menunjukkan ketika situasi perang, seseorang tidak harus menghadap kiblat. Namun dia bisa menghadap ke mana saja sesuai dengan keadaan dan posisi musuh. (Al-Umm kitab Ash-Shalah, bab Al-Halain Al-Ladzaini Yajuzu Fihima Istiqbalu Ghairil Qiblah, Al-Hawil Kabir 2/70, 72,73, Al-Majmu’ 3/212, 213, Ar-Raudhul Murbi’ Syarhu Zadil Mustaqni’ 1/119, Al-Muhalla bil Atsar 2/257, Adz-Dzakhirah 2/118,122, Subulus Salam 1/214,215, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, 1/97, Taudhihul Ahkam 2/20,21)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Orang yang Tersamar baginya Arah Kiblat

‘Amir bin Rabi’ah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan:
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فِي لَيْلَةٍ مُظْلِمَةٍ فَلَمْ نَدْرِ أَيْنَ الْقِبْلَةُ، فَصَلَّى كُلُّ رَجُلٍ مِنَّا عَلَىحِيَالِهِ، فَلَمَّا أَصْبَحْنَا ذَكَرْنَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلَ {فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللهِ}
“Kami pernah bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu safar di malam yang gelap. Ketika hendak shalat, kami tidak tahu di mana arah kiblat. Maka masing-masing orang shalat menghadap arah depannya. Di pagi harinya, kami ceritakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, turunlah ayat ‘Maka ke mana saja kalian menghadap, di sanalah wajah Allah’.” (HR. At-Tirmidzi no. 345, Ibnu Majah no. 1020. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi, Shahih Ibni Majah, dan Al-Irwa` no. 291)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu pasukan perang. Ketika itu, kami ditimpa mendung hingga kami bingung dan berselisih tentang arah kiblat. Pada akhirnya masing-masing dari kami shalat menurut arah yang diyakininya. Mulailah salah seorang dari kami membuat garis di hadapannya guna mengetahui posisi kami. Ketika pagi hari, kami melihat garis tersebut dan dari situ kami tahu bahwa kami shalat tidak menghadap arah kiblat. Kami ceritakan hal tersebut kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun beliau tidak menyuruh kami mengulang shalat. Beliau bersabda: “Shalat kalian telah mencukupi.” (HR. Ad-DaraQathani, Al-Hakim dll. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` 1/323)
Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Tatkala orang-orang sedang mengerjakan shalat subuh di Quba`, tiba-tiba ada orang yang datang seraya berkata, ‘Semalam telah diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ayat Al-Qur`an. Beliau diperintah untuk shalat menghadap ke Ka’bah.’ Mendengar hal tersebut, orang-orang yang sedang shalat itu pun mengubah posisi menghadap ke arah Ka’bah. Tadinya wajah mereka menghadap ke arah Syam, kemudian mereka membelakanginya untuk menghadap ke arah Ka’bah.” (HR. Al-Bukhari no. 403, 4491, 7251 dan Muslim no. 1178)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hendaknya seseorang mencurahkan segala upayanya untuk mengetahui arah kiblatnya. Bila jelas baginya setelah selesai shalat bahwa ia menghadap selain arah kiblat, ia tidak perlu mengulang shalatnya karena shalat yang telah dikerjakannya telah mencukupi. (Subulus Salam, 1/213)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

6. Niat
Niat merupakan ketetapan hati untuk melakukan suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Niat tempatnya di hati, tidak dibenarkan dan bahkan termasuk perkara bid’ah bila diucapkan dengan lisan. (Raddul Mukhtar 2/90, 91, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, 1/98, 99)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Hanyalah amalan-amalan itu dengan niat….” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sebagai bagian dari amalan ibadah, shalat yang dikerjakan tentunya harus diawali dan disertai niat.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

1 Termasuk syarat shalat adalah Islam, baligh/tamyiz, dan berakal. Syarat yang tiga ini harus ada dalam seluruh ibadah. (Ar-Raudhul Murbi’ Syarhu Zadil Mustaqni’, 1/98)
2 Dan termasuk perkara sunnah adalah shalat dengan memakai sandal (tentunya dengan perincian seperti yang dijelaskan oleh para ulama), sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
خَالِفُوا الْيَهُوْدَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُصَلُّوْنَ فِي نِعَالِهِمْ وَلاَ خِفَافِهِمْ
“Selisihilah Yahudi karena mereka tidak shalat dengan mengenakan sandal dan tidak pula khuf mereka.” (HR. Abu Dawud no. 652, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dan beliau membahas hadits ini dalam Ashlu Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 1/109)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

3 Dalam Ash-Shahihain, ada hadits Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَرَّ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّباَنِ فِي كَبِيْرٍ، بَلَى، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَنْزِهُ مِنَ الْبَوْلِ (وَفِي رِوَايَةٍ: بَوْلِهِ)…
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan, beliau berkata, “Kedua penghuni kuburan ini sedang diadzab. Tidaklah mereka diadzab karena perkara yang dianggap besar (oleh manusia) padahal sungguh perkaranya sebenarnya besar. Adapun salah satu penghuninya, (ia diadzab karena) tidak bersuci dari kencingnya (dalam satu riwayat: ia diadzab karena perkara kencingnya/ia tidak menjaga dari percikan najisnya)….”
4 Bila hendak mengerjakan shalat, karena keluarnya madzi merupakan salah satu pembatal wudhu.
5 Zinah adalah sesuatu yang dikenakan untuk berhias/memperindah diri seperti pakaian. (Mukhtarush Shihah, hal. 139)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

6 Pundak laki-laki misalnya, bukanlah aurat di luar shalat karena batas aurat laki-laki dengan sesama lelaki adalah antara pusar dan lutut. Namun di dalam shalat ada perintah untuk menutup pundak sebagaimana akan disebutkan haditsnya.
7 Misalnya wajah dan kedua telapak tangan wanita boleh ditampakkan ketika shalat, selama tidak ada lelaki ajnabi (non mahram). Namun di luar shalat ia harus menutupnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tentang pakaian wanita dalam shalat telah dibahas dalam lembar Sakinah dari majalah ini.
8 Maksudnya shalat dalam keadaan kedua pundak terbuka, tidak ada pakaian yang menutupi.
9 Daerah aurat antara pusar dan lutut harus tertutup.
10 Dalam keadaan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu dari langit yang memerintahkan beliau untuk menghadap ke Baitullah ketika shalat.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kebodohan Merusak Kebersamaan
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Syariah, Nasehat, 01 – Oktober – 2007, 10:01:57

Orang-orang yang cerdas dan berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dalam jamaah kaum muslimin dan penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tidak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dengan satu penguasa. Bahkan mereka tidak mengerti mana yang lebih banyak antara satu dan sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dengan pertumpahan darah kaum muslimin dalam perang saudara.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Seorang yang berilmu mengetahui bahwa dengan mengikuti bimbingan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut penerapannya yang dicontohkan salafus shalih, pasti kaum muslimin akan terbimbing ke jalan yang terbaik. Maka, ia akan menghadapi penguasa yang dzalim dengan petunjuk dan bimbingan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan orang-orang yang bodoh berjalan bersama emosi dan hawa nafsunya, tanpa meminta bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka merasa lebih pandai dan lebih cerdas dari para nabi dan para ulama yang merupakan para pewarisnya. Merekalah kaum reaksioner Khawarij, yang selalu menyebabkan petaka dan bencana di setiap zaman. Mereka tidak memperbaiki keadaan –seperti pengakuan mereka– tetapi justru menghancurkan kebersamaan.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Banyak tulisan-tulisan mereka yang sampai kepada tangan penulis, dalam bentuk surat, selebaran, ataupun makalah-makalah. Hampir seluruhnya berisi “dalil-dalil” dan “bukti-bukti” tentang kafirnya penguasa, yang kemudian berujung menghalalkan darah mereka. Tentu saja dengan nama samaran, alamat palsu, dan penerbit yang tidak jelas. Namun seperti CD yang diputar ulang, isinya tetap sama seperti ucapan Khawarij yang pertama: “Siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia kafir.”

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tentu saja jawaban kita Ahlus Sunnah seperti jawaban Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan para shahabat yang lain: “Kalimat yang haq, namun yang dimaukan adalah kebatilan.” Yakni, ayat-ayat dan hadits-hadits dalam tulisan mereka adalah kalimat-kalimat yang haq dan kita tidak membantahnya. Namun, apa yang dimaukan dengannya?

Diriwayatkan dari ‘Ubaid bin Rafi’ bahwa ketika kaum Khawarij mengatakan “Tidak ada hukum kecuali hukum Allah”, Ali radhiyallahu ‘anhu pun berkata: “Kalimat yang haq, namun yang mereka maukan adalah kebatilan. Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada kami suatu kaum, maka kamipun telah mengenalinya. Yaitu sekelompok orang yang berbicara kebenaran, namun tidak melewati ini –sambil mengisyaratkan ke tenggorokannya–. Mereka adalah makhluk-makhluk yang paling dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala….” (HR. Muslim, Kitabuz Zakah juz 7 hal. 173)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kalau saja mereka menulis dalil-dalil tersebut dalam rangka memperingatkan dan mengancam, maka kamipun sepakat. Karena Al-Imam Ahmad rahimahullahu menyatakan dalam masalah wa’id (ancaman): “Biarkanlah ancaman seperti apa adanya, agar manusia menjadi takut.” Namun ketika men-ta’yin (menentukan si Fulan atau si Allan) kafir, tentu kita harus merincinya. Karena pada dalil-dalil itu bisa jadi yang dimaksud kufur ashghar (kafir kecil) atau kufur akbar (kafir besar), kafir amali atau kafir i’tiqadi, dan lain-lain. Namun yang kita bahas kali ini adalah kebodohan mereka dalam penerapan dalil-dalil tersebut serta akibat dari kebodohan mereka.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun kebodohannya, sangat jelas sekali. Karena mereka menerapkan dalil-dalil kepada orang-orang yang masih shalat, berpuasa, mengeluarkan zakat dan pergi haji. Bukankah di antara hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mendasar adalah ibadah tersebut? Berarti mereka –paling tidak– masih berhukum dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perkara-perkara yang sangat penting tersebut, yang merupakan dasar-dasar keislaman. Oleh karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk memerangi penguasa yang masih shalat.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْنَكُمْ، يُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تُبْغِضُوْنَهُمْ وَيُبْغِضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ؟ فَقَالَ: لاَ مَا أَقَامُوا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ، وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُوْنَهُ فَاكْرَهُوْا عَمَلَهُ، وَلاَ تَنْزِعُوْا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Sebaik-baik penguasa kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian, yang kalian mendoakan (kebaikan, pent.) mereka dan mereka mendoakan kalian. Dan sejelek-jelek penguasa kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian, serta kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” Dikatakan:”Wahai Rasulullah, tidakkah kita perangi saja mereka dengan pedang?” Beliau bersabda: “Jangan selama mereka masih menegakkan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari penguasa kalian sesuatu yang tidak kalian sukai, bencilah perbuatannya namun jangan mencabut tangan kalian dari ketaatan.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya juz 3 hal. 1481 cet. Daru Ihya`ut Turats Al-‘Arabi, Beirut cet. 1, dari jalan Yazid bin Yazid, dari Zuraiq bin Hayyan, dari Muslim bin Qaradhah, dari ‘Auf radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu ‘Allan rahimahullah wa ghafarallahu lahu (semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati dan mengampuni beliau) berkata: “Ucapan beliau ‘selama mereka menegakkan shalat di tengah-tengah kalian’ adalah larangan untuk memerangi mereka selama mereka masih menegakkan shalat. Karena shalat merupakan tanda-tanda keislaman mereka. Sebab perbedaan antara kekafiran dan keislaman adalah shalat. Yang demikian karena kekhawatiran akan timbulnya fitnah dan perpecahan di kalangan kaum muslimin, yang tentunya lebih parah kemungkarannya daripada bersabar terhadap kejelekan dan kemungkaran yang muncul dari penguasa tersebut.” (Dalilul Falihin li Thuruqi Riyadhis Shalihin juz 1 hal. 473 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Beirut)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Mereka (Khawarij) adalah sejahat-jahat makhluk, karena membawa ayat-ayat yang turun tentang orang kafir kemudian diterapkannya kepada kaum muslimin.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullahu, Kitab Istitabatil Murtaddin juz 8 hal. 51)
Maka jangan teperdaya dengan banyaknya ucapan dari para ulama salaf, Ahlus Sunnah dan Ahlul Hadits, yang dinukil dalam tulisan-tulisan mereka. Karena semua itu hanya sesuatu yang dipakai untuk menutupi kebatilan mereka. Para ulama berbicara tentang bahayanya berhukum dengan selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam bentuk ancaman, kemudian mereka menyimpulkannya dengan pengkafiran kaum muslimin dan penghalalan darah secara ta’yin!

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Terlebih kebanyakan mereka berusia muda serta bodoh karena minimnya kedewasaan mereka. Sehingga mereka hanya mengandalkan semangat dan ‘otot’ saja, tanpa dilandasi oleh ilmu serta pertimbangan yang matang. Hal seperti ini pun digambarkan dalam riwayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut:
سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ، أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَاهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ لاَ يُجَاوِزُ إِيْمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، فَأَيْنَمَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda umurnya tapi bodoh pemikirannya. Mereka berbicara seperti perkataan manusia yang paling baik. Keimanan mereka tidak melewati tenggorokannya. Mereka keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya. Di mana saja kalian temui mereka, bunuhlah mereka. Sesungguhnya membunuh mereka akan mendapatkan pahala pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Imam Al-Ajurri rahimahullahu berkata tentang Khawarij: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama yang dahulu maupun sekarang bahwa Khawarij adalah kaum yang sangat jelek. Mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun mereka melakukan shalat, puasa, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.”

Maka, akibatnya sangat fatal sekali. Dengan kebodohannya mereka mengkafirkan penguasa berikut aparaturnya, pendukungnya serta semua yang tidak mengkafirkan mereka. Kemudian mereka menghalalkan darahnya serta membolehkan pemberontakan dan praktik-praktik teror. Ini sangat fatal, karena mereka menjadikan citra Islam demikian menakutkan di mata manusia. Akhirnya islamofobia menjalar di masyarakat. Sungguh para pengacau Khawarij memikul dosa besar atas rusaknya gambaran Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Padahal sesungguhnya diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa Islam ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
“Dan tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya`: 107)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Karikatur orang-orang kafir Denmark –la’natullah ‘alaihim– memang sangat menyakitkan. Namun apakah pemicu perbuatan mereka kalau bukan perbuatan para teroris banci?!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya berperang melawan orang-orang kafir namun mereka tetap berwibawa di hadapan kawan dan lawan. Mengapa? Karena perang mereka sangat gentle. Memerangi kafir harbi dan tidak memerangi kafir dzimmi, mu’ahad, dan utusan-utusan. Berhadapan muka, bukan dari belakang. Membunuh tentara mereka dan tidak membunuh warga sipil, wanita, dan anak-anak.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama pasukannya. Kemudian beliau melihat orang-orang mengerumuni sesuatu, maka beliau mengutus seseorang untuk melihatnya. Ternyata didapati seorang wanita yang terbunuh oleh pasukan terdepan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
انْطَلِقْ إِلَى خَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ فَقُلْ لَهُ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُكَ يَقُوْلُ لاَ تَقْتُلَنَّ ذُرِّيَّةً وَلاَ عَسِيْفًا
“Pergilah kepada Khalid dan katakanlah kepadanya: ‘Sesungguhnya Rasulullah melarang engkau membunuh dzurriyyah (wanita dan anak-anak) dan pekerja (warga sipil)’.” (HR. Abu Dawud)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قُلْ لِخَالِدٍ لاَ تَقْتُلَنَّ امْرَأَةً وَلاَ عَسِيْفًا
“Katakan kepada Khalid: ‘Jangan ia membunuh wanita dan pekerja’.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ath-Thahawi. Lihat Ash-Shahihah karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu, 6/314)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dengan kata lain, kebodohan kaum reaksioner Khawarij telah menyuburkan berbagai bentuk kerusakan, di antaranya: meruntuhkan kebersamaan kaum muslimin, pertumpahan darah sesama muslim, kekacauan, dan yang lebih parah lagi adalah rusaknya citra Islam. Tidak heran jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan mereka dengan gambaran-gambaran yang sangat jelek dan mengerikan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebut mereka sebagai anjing-anjing neraka, sejelek-jelek bangkai di bawah naungan langit, dan lain-lain.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Diriwayatkan dari Abu Ghalib rahimahullahu bahwa ia berkata: “Pada saat aku berada di Damaskus, tiba-tiba didatangkanlah 70 kepala dari tokoh-tokoh Haruriyyah (Khawarij) dan dipasang di tangga-tangga masjid. Pada saat itu datanglah Abu Umamah –sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam– kemudian masuk ke masjid. Beliau shalat dua rakaat, lalu keluar menghadap kepala-kepala tadi. Beliau memandangnya beberapa saat sambil meneteskan air mata, kemudian berkata: “Apa yang dilakukan oleh iblis-iblis ini terhadap ahlul Islam?” (tiga kali diucapkan). Dan beliau berkata lagi: “Anjing-anjing neraka.” (juga tiga kali diucapkan). Kemudian beliau berkata:
هُمْ شَرُّ قَتْلَى تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمْاءِ، خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوْهُ
“Mereka adalah sejelek-jelek bangkai di bawah naungan langit, dan sebaik-baik orang yang terbunuh adalah orang yang dibunuh oleh mereka.” (tiga kali)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kemudian beliau menghadap kepadaku seraya berkata: “Wahai Abu Ghalib, sesungguhnya engkau berada di negeri yang banyak tersebar hawa nafsu dan banyak kekacauan.” Aku menjawab: “Ya.” Beliau berkata: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungimu dari mereka.” Aku katakan: “Tetapi mengapa engkau menangis?” Beliau menjawab: “Karena kasih sayangku kepada mereka, sesungguhnya mereka dulunya adalah golongan Islam (di atas Islam yang benar).” Aku bertanya kepadanya: “Apakah yang kau sampaikan itu sesuatu yang kau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau sesuatu yang kau sampaikan dari pendapatmu sendiri?!” Beliau menjawab: “Kalau begitu, berarti aku sangat lancang jika aku menyampaikan apa yang tidak aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya –hingga beliau menyebutnya sampai tujuh kali. (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah hal. 156)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Diriwayatkan pula dari Sa’id bin Jahman, beliau berkata: “Saya masuk menemui Ibnu Abi Aufa dalam keadaan beliau telah buta. Aku memberi salam kepadanya. Ia pun menjawab salamku, kemudian bertanya: “Siapakah engkau ini?” Aku menjawab: “Saya Sa’id bin Jahman.” Dia bertanya lagi: “Apa yang terjadi pada ayahmu?” Aku menjawab: “Dia dibunuh oleh sekte Azariqah (salah satu sekte Khawarij).” Maka Ibnu Abi Aufa mengatakan tentang Azariqah: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memerangi Azariqah. Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada kami:
أَلآ إِنَّهُمْ كِلاَبُ أَهْلِ النَّارِ
“Ketahuilah bahwa mereka adalah anjing-anjing penduduk neraka.”
Aku bertanya: “Apakah sekte Azariqah saja atau seluruh Khawarij?” Beliau menjawab: “Seluruh Khawarij.” (As-Sunnah, Ibnu Abi ‘Ashim rahimahullahu hal. 428 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Zhilalul Jannah)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sebaliknya, kita lihat orang-orang yang cerdas dan berilmu yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum ketika mengalami masa-masa fitnah. Di antaranya Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu yang –konon katanya1– diusir oleh khalifah ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Maka beliau pergi ke Syam. Ternyata di Syam pun terjadi perselisihan dengan gubernurnya yaitu Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu. Ia pun keluar dari Syam dan tinggal di desa terpencil yang bernama Rabadzah. Apa sikap beliau? Apakah ia bergabung bersama Khawarij memerangi penguasa untuk membela pribadinya?

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sungguh itulah dugaan kaum reaksioner Khawarij kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Tetapi Abu Dzar tidak sebodoh yang mereka sangka. Ketika mereka mendatangi Rabadzah dan mengatakan kepadanya: “Kibarkanlah bendera untuk kami! Niscaya kami akan menjadi tentaramu melawan khalifah ‘Utsman!” Abu Dzar pun menjawab: “Demi Allah, kalaupun ‘Utsman mengusirku ke timur ataupun ke barat, niscaya aku pun akan mendengar dan taat.” (Ath-Thabaqat Al-Kubra, Ibnu Sa’d, juz 4 hal. 227, melalui kitab Mauqif Ash-Shahabah fil Fitnah karya Dr. Muhamad Amhazun juz 1 hal. 457)
Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah rahimahullahu, Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata: “Wahai ahlul Islam, jangan kalian tawarkan kejelekan kalian kepadaku! Jangan kalian jatuhkan kehormatan penguasa. Karena sesungguhnya barangsiapa menghinakan penguasa (muslim) maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghinakannya.” (Mushannaf, juz 15 hal. 227 melalui kitab Mauqif Ash-Shahabah fil Fitnah oleh Dr. Muhamad Amhazun juz 1 hal. 457)

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Jangan kita mengatakan bahwa sikap tersebut khusus karena penguasanya adalah seorang shahabat yang mulia, ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Jangan bodoh atau berpura-pura bodoh! Bukankah pelajaran yang kita ambil adalah dari keumuman lafadznya, yaitu “penguasa muslim”? Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan akan ada penguasa yang hatinya seperti hati setan dalam tubuh manusia, tidak mengikuti As-Sunnah. Namun tetap beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatkan untuk sabar dan menahan diri selama masih shalat (lihat kembali rubrik Nasihat edisi lalu).

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sungguh kita tidak sedang membela para penguasa. Tidak pula menyamakan penguasa kita dengan ‘Utsman bin ‘Affan. Jauh sekali perbedaan antara keduanya. Tetapi kita mengajak kaum muslimin untuk menghitung dengan hitungan hikmah dan As-Sunnah. Agar kita tidak terjerumus dalam kemungkaran yang lebih besar, menyalakan api peperangan sesama kaum muslimin, mengacaukan keamanan yang akan merusak kehidupan kaum muslimin dan lain-lain, dengan mengatasnamakan dakwah dan jihad. Wallahul musta’an.

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

1 Saya katakan “konon katanya”, karena ternyata riwayatnya tidaklah benar. Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu tidaklah diusir, melainkan menyendiri atas kemauannya sendiri, karena perbedaan pendapat yang terjadi antara beliau dengan beberapa shahabat yang lain.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR TAUSIYAH ISLAMI (not here)
=========================================

SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Agungkan Ilmu dalam Hatimu
Penulis: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran
Sakinah, Permata Hati, 23 – Juni – 2007, 22:22:46

Dunia, memang masih menjadi orientasi utama banyak orang. Tak heran, harta yang berlimpah, jabatan, popularitas, dan berbagai bentuk kesenangan lainnya menjadi buruan manusia siang malam. Padahal dunia adalah fatamorgana, kesenangan yang dirasakan akan menyisakan kehampaan, kepedihan, dan keletihan. Hanya ilmu agama yang bisa meredam ambisi manusia terhadap sifat serakah terhadap dunia.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Siapa yang tak mengharapkan anaknya menjadi seorang yang punya kedudukan? Sepertinya, hampir tak ada orangtua yang tak memiliki bayangan cita-cita setinggi langit untuk anak mereka. Biasanya, sejak si anak masih dalam buaian, mereka telah menyimpan berbagai keinginan dan harapan. Pokoknya, yang terbaiklah yang ada dalam angan-angan. “Semoga anakku menjadi ‘orang’, semoga memiliki masa depan yang lebih baik dari pada ibu bapaknya, semoga jadi orang yang paling ini, paling itu ….” dan sejuta lambungan ‘semoga’ yang lainnya.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tak berhenti sampai di situ, bahkan segala yang dapat mendukung tercapainya cita-cita itu pun turut disediakan sejak dini. Mulai dari tabungan biaya pendidikan, sampai prasarana yang diperkirakan menunjang pun disiapkan baik-baik. Berbagai pendidikan prasekolah pun diikuti agar melicinkan jalan si anak memperoleh cita-citanya atau justru cita-cita orangtuanya.

Namun di balik segala cita-cita, ada sebuah kemuliaan yang seringkali justru terluputkan, bahkan diremehkan oleh banyak orangtua. Padahal inilah kemuliaan hakiki yang akan didapatkan oleh si anak jika dia benar-benar meraihnya. Kemuliaan yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Kitab-Nya yang mulia:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا العِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”(Al-Mujadilah: 21)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Demikianlah, dalam kalam-Nya ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang yang beriman lagi berilmu di atas orang yang beriman namun tidak berilmu. Ketinggian derajat akan diperolehnya di dunia berupa kedudukan yang tinggi serta reputasi yang baik, juga akan dicapai pula di akhirat berupa kedudukan yang tinggi di dalam surga. (Fathul Bari 1/186)

Mengapa tak cukup kedudukan dan kekayaan sebagai bekal? Bukankah dengan itu anak akan mendapatkan segalanya? Nampaknya benar bila kita tak mengkaji dalam-dalam. Namun sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan, sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Kabsyah Al-Anmari radhiyallahu ‘anhu:

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

إِنَّمَا الدُّنْيَا لأَرْبَعَةِ نَفَرٍ: عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِي مَالِهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلهِ فِيْهِ حَقًّا، فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً، فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ وَهُمَا فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا، فَهُوَ يَخْبِطُُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلهِ فِيْهِ حَقًّا، فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ، وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Dunia itu diberikan kepada empat golongan: (1) seorang hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu, maka dia pun bertakwa kepada Rabbnya dalam hal hartanya, menggunakan hartanya untuk menyambung tali kekerabatan dan mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya itu, maka dia berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah. (2) Dan seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak diberi harta, dia adalah seorang yang benar niatnya. Dia katakan, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku akan beramal seperti amalan Fulan’, maka dengan niatnya itu pahala mereka berdua sama. (3) Juga seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak dikaruniai ilmu, sehingga dia gunakan hartanya tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya itu, tidak menggunakannya untuk menyambung tali kekerabatan, dan tidak pula mengetahui ada hak Allah dalam hartanya, maka dia berada pada derajat yang paling hina di sisi Allah. (4) Dan seorang hamba yang tidak Allah beri harta maupun ilmu, lalu dia mengatakan, ‘Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Fulan’, maka dengan niatnya itu dosa mereka berdua sama.” (HR. At-Tirmidzi no. 2325, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dengan begitu, jelaslah bahwa sekedar bekal harta takkan cukup bagi seseorang. Perlu sesuatu yang lebih penting daripada itu, yang justru nanti akan menyelamatkannya dari kerusakan dalam mengelola harta yang dimilikinya. Itulah ilmu. Akan berbeda tentunya orang yang mengetahui syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan orang yang tidak mengetahuinya, bagaikan perbedaan siang dan malam, sebagaimana Allah firmankan dalam Tanzil-Nya:
هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ
“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?” (Az Zumar: 9)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah menasehatkan tentang keutamaan ilmu dibandingkan dengan harta:
العِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، العِلْمُ يَحْرُسُكَ وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ، العِلْمُ يَزْكُو عَلَى العَمَلِ وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ، وَمَحَبَّةُ العَالِمِ دِيْنٌ يُدَانُ بِهِ، العِلْمُ يُكْسِبُ العَالِمَ الطَّاعَةَ فِي حَيَاتِهِ، وَجَمِيْلَ اْلأُحْدُوْثَةِ بَعْدَ مَوْتِهِ، وَصَنِيْعَةُ الْمَالِ تَزُوْلُ بِزَوَالِهِ، مَاتَ خُزَّانُ اْلأَمْوَالِ وَهُمْ أَحْيَاءُ وَالْعُلَمَاءُ بَاقُوْنَ مَا بَقِيَ الدَّهْرُ، أَعْيَانُهُمْ مَفْقُوْدَةٌ وَأَمْثَالُهُمْ فِي القُلُوْبِ مَوْجُوْدَةٌ
“Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu akan menjagamu sementara harta harus engkau jaga. Ilmu akan terus bertambah dan berkembang dengan diamalkan sementara harta akan terkurangi dengan penggunaan. Dan mencintai seorang yang berilmu adalah agama yang dipegangi. Ilmu akan membawa pemiliknya untuk berbuat taat selama hidupnya dan akan meninggalkan nama yang harum setelah matinya. Sementara orang yang memiliki harta akan hilang seiring dengan hilangnya harta. Pengumpul harta itu seakan telah mati padahal sebenarnya dia masih hidup. Sementara orang yang berilmu akan tetap hidup sepanjang masa. Jasad-jasad mereka telah tiada, namun mereka tetap ada di hati manusia.” (dinukil dari Min Washaya As-Salaf, hal. 13-14)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu pernah pula mengatakan:
بَابٌ مِنَ الْعِلْمِ يَتَعَلَّمُهُ الرَّجُلُ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Satu bab ilmu agama yang dipelajari oleh seseorang lebih baik baginya daripada dunia seisinya.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 18)

Ayat-ayat di dalam Al-Qur`an, maupun Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan kemuliaan orang yang berilmu amat berbilang banyaknya. Ayat dalam surah Al-Mujadilah di atas adalah salah satunya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memerintahkan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan sesuatu kecuali ilmu:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah: Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu padaku.” (Thaha: 114)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ash-Shadiqul Mashduq (yang jujur dan dibenarkan kabar yang dibawanya), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa orang berilmu akan mendapatkan kebaikan hakiki dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini disampaikan Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma ketika berkhutbah:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, maka Allah akan faqihkan dia dalam agama’.” (HR. Al-Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menunjukkan keutamaan ilmu dan memahami agama serta berisi anjuran untuk mendapatkannya. Karena semua ini akan menuntun seseorang untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Syarh Shahih Muslim, 7/127)

Dari sini bisa dipahami pula bahwa orang yang tidak memahami agama –dalam arti mempelajari kaidah-kaidah Islam dan segala yang berkaitan dengannya– berarti Allah Subhanahu wa Ta’ala haramkan dari kebaikan. (Fathul Bari, 1/217)

Inilah yang dicita-citakan oleh para pendahulu kita yang shalih. Mereka tidak bercita-cita agar anak mereka kelak menjadi hartawan atau penguasa, karena mereka sangat memahami, kemuliaan dan kebaikan mana yang hakiki. Oleh karena itu, mereka senantiasa berupaya agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang berhias dengan adab yang tinggi dan berbekal dengan ilmu. Mereka merasakan kebanggaan bila si anak memiliki pemahaman terhadap syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala ini lebih dari kebanggaan apa pun, dan merasakan penyesalan bila si anak terlewatkan dari keutamaan seperti ini.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu menyertakan putranya, ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma untuk duduk di majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama orang-orang dewasa dari kalangan para sahabat. Ibnu ‘Umar adalah peserta termuda dalam majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. ‘Umar pun merasa bangga bila sang putra memiliki ilmu lebih daripada yang dimiliki orang lain yang ada di situ. Peristiwa ini dikisahkan sendiri oleh ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:
كُنَّا عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَخْبِرْنِي بِشَجَرَةٍ تُشْبِهُ أَوْ كَالرَّجُلِ الْمُسْلِمِ لاَ يَتَحَاتُّ وَرَقُهَا وَلاَ وَلاَ وَلاَ، تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ. قَالَ ابْنُ عُمَرَ: فَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ، وَرَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ لاَ يَتَكَلَّمَانِ، فَكَرِهْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ. فَلَمَّا لَمْ يَقُوْلُوْا شَيْئًا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هِيَ النَّخْلَةُ. فَلَمَّا قُمْنَا قُلْتُ لِعُمَرَ: يَا أَبَتَاهُ، وَاللهِ لَقَدْ كَانَ وَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ. فَقَالَ: مَا مَنَعَكَ أَنْ تَكَلَّمَ؟ قَالَ: لَمْ أَرَكُمْ تَكَلَّمُوْنَ فَكَرِهْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ أَوْ أَقُوْلَ شَيْئًا. قَالَ عُمَرُ: لأَنْ تَكُوْنَ قُلْتَهَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كَذَا وَكَذَا

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Kami dulu pernah duduk di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bertanya pada kami, ‘Beritahukan padaku tentang sebuah pohon yang menyerupai atau seperti seorang muslim, tak pernah gugur daunnya, tidak demikian dan demikian, selalu berbuah sepanjang waktu.’ Ibnu ‘Umar berkata, ‘Waktu itu terlintas dalam benakku bahwa itu adalah pohon kurma. Namun aku melihat Abu Bakr dan ‘Umar tidak menjawab apa pun sehingga aku pun merasa segan pula untuk menjawabnya. Ketika para shahabat tidak menjawab sedikit pun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Itu pohon kurma.’ Saat kami telah bubar, kukatakan pada ayahku ‘Umar, ‘Wahai ayah, demi Allah, sesungguhnya tadi terlintas dalam benakku, itu adalah pohon kurma.’ Ayahku pun bertanya, ‘Lalu apa yang membuatmu tidak menjawab?’ Ibnu ‘Umar menjawab, ‘Aku melihat anda semua tidak berbicara sehingga aku merasa segan pula untuk menjawab atau mengatakan sesuatu.’ Kata ‘Umar, ‘Sungguh kalau tadi engkau menjawab, itu lebih kusukai daripada aku memiliki ini dan itu!’.” (HR Al-Bukhari no. 4698)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Para pendahulu kita amat bersemangat agar anak-anak mereka memiliki pendidik semenjak kecil dan benar-benar berpesan pada si anak agar bersemangat belajar. Mereka pun betul-betul perhatian dengan memberikan sarana yang akan digunakan anak mereka untuk menuntut ilmu. Seperti ‘Utbah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu yang berpesan kepada pendidik putranya: “Ajarilah dia Kitabullah, puaskan dia dengan hadits dan jauhkan dia dari syi’ir.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 30)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Banyak gambaran dalam kehidupan salafush shalih yang melukiskan semangat mereka terhadap pendidikan anak yang dilatari dan dilandasi dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka ajarkan pada si anak tentang beratnya perjalanan menuntut ilmu dengan segala aral merintang. Bahkan mereka tak segan kehilangan harta untuk perjalanan anak-anak mereka menuntut ilmu agar kelak dapat memberikan manfaat pada diri si anak sendiri dan lebih dari itu, pada Islam dan kaum muslimin.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

‘Ali bin ‘Ashim Al-Wasithi rahimahullahu menceritakan tentang kesungguhan pengorbanan ayahnya, “Ayahku pernah memberiku uang seratus ribu dirham sambil berkata, ‘Pergilah untuk menuntut ilmu, dan aku tak ingin melihat wajahmu kecuali setelah engkau menghapal seratus ribu hadits!’.” ‘Ali pun pergi jauh untuk menuntut ilmu, kemudian pulang untuk mengajarkan ilmu yang didapatkannya, sampai-sampai yang hadir di majelisnya lebih dari tigapuluh ribu orang. (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 32)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Begitu pula Al-Mu’tamir bin Sulaiman mengisahkan tentang pesan sang ayah, “Ayahku pernah menulis surat padaku saat aku berada di Kufah, ‘Belilah buku dan catatlah ilmu, karena harta itu akan musnah, sementara ilmu itu akan kekal’.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 32)

Bila ilmu dimiliki oleh seseorang, maka kehormatan dan kemuliaan akan datang tanpa diundang dan dicari-cari.Tak memandang apakah dia keturunan bangsawan atau seorang budak, ataukah dia seorang rupawan atau tidak. Memang, bila akhirat menjadi tujuan seseorang, maka dunia pun akan Allah Subhanahu wa Ta’ala datangkan kepadanya. Sebaliknya, bila dunia yang menjadi cita-citanya, maka kehinaan semata yang akan dia dapatkan. Demikian dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

مَنْ كَانَتِ اْلآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ
“Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah akan jadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah kumpulkan baginya urusannya yang tercerai-berai, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tidak suka kepadanya. Dan barangsiapa yang dunia menjadi cita-citanya, Allah akan jadikan kefakiran di depan matanya, Dia cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali hanya apa yang telah ditentukan baginya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2465, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ibnul Jauzi rahimahullahu pernah menasihati putranya dan menganjurkannya untuk menyibukkan diri dengan ilmu. Beliau berkata, “Ketahuilah, ilmu itu akan mengangkat orang yang hina. Banyak kalangan ulama yang tidak memiliki nasab yang bisa dibanggakan dan tidak punya wajah yang rupawan.”

Bahkan ‘Atha` bin Abi Rabah rahimahullahu adalah seorang yang berkulit hitam dan berwajah jelek, namun didatangi oleh Khalifah Sulaiman bin ‘Abdil Malik bersama dua orang putranya. Mereka duduk di hadapan ‘Atha` untuk bertanya masalah manasik haji. ‘Atha` pun menjelaskan pada mereka bertiga sambil memalingkan wajahnya dari mereka. Sang Khalifah berkata kepada kedua putranya, “Bangkitlah, dan jangan lalai dan malas untuk mencari ilmu. Aku tidak akan pernah melupakan kehinaan kita di hadapan budak hitam ini.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 33)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kalau demikian kenyataannya, tentunya orangtua tak akan membiarkan angan-angannya melambung tanpa arah. Mengantarkan anak menjadi seorang yang mengerti tentang syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan segala seluk-beluknya berarti mengantarkan anak menjadi seorang yang akan dimuliakan di dunia dan di akhirat.

Oleh karena itu, hendaknya orangtua selalu berusaha membimbing anak-anaknya untuk mengikuti halaqah-halaqah ilmu, menekankannya, dan menyemangati mereka agar bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan untuk menuntut ilmu, tanpa rasa bosan dan letih. Karena jalan ini akan menyampaikan mereka pada ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berujung jannah-Nya yang kekal abadi. Benarlah janji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan ilmu tersebut, jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dosa Anak Manusia
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Sakinah, Mutiara Kata, 23 – Juni – 2007, 22:35:59

Musibah kebanyakan memang terjadi secara tiba-tiba. Namun sesungguhnya datangnya diawali dengan banyak sebab. Salah satunya adalah dosa-dosa yang kita lakukan. Malangnya, ketika musibah telah berlalu, banyak di antara kita yang masih saja bergelimang dengan dosa bahkan jauh lebih buruk keadaannya dibanding sebelumnya.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Apa Sebab Umat Terdahulu Mendapat Siksa?

Tahukah anda apa yang menyebabkan bapak moyang manusia Adam ‘alaihissalam berikut istrinya Hawa, dikeluarkan dari surga, diturunkan dari tempat nan penuh kelezatan, kenikmatan, keindahan, dan kebahagiaan menuju ke negeri yang penuh kesedihan, kepedihan, dan susah payah?
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيْهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي اْلأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِيْنٍ

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Kami (Allah) berfirman: ‘Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kalian berdua sukai, hanya saja janganlah kalian mendekati pohon ini. Bila kalian lakukan, kalian akan termasuk orang-orang yang zhalim.’ Lalu keduanya (Adam dan Hawa) digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula (yang bergelimang kenikmatan). Kami berfirman, ‘Turunlah kalian (ke bumi)! Sebagian kalian akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Bagi kalian ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan’.” (Al-Baqarah: 35-36)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

ِApa gerangan yang menyebabkan datangnya air bah setinggi gunung hingga menenggelamkan penduduk bumi seluruhnya kecuali mereka yang berada di atas bahtera Nuh ‘alaihissalam?
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُ قُلْنَا احْمِلْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلاَّ مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلاَّ قَلِيْلٌ. وَقَالَ ارْكَبُوا فِيْهَا بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ. وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوْحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَابُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلاَ تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِيْنَ. قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لاَ عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِلاَّ مَنْ رَحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِيْنَ

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Hingga tatkala datang perintah Kami dan permukaan bumi telah memancarkan air, Kami berfirman kepada Nuh: ‘Angkutlah ke dalam bahtera itu masing-masing dari hewan secara berpasangan (jantan dan betina) dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya (bahwa ia akan binasa oleh azab), dan angkut pula orang-orang yang beriman.’ Dan tidak ada yang beriman kepada Nuh kecuali sedikit. Nuh berkata, ‘Naiklah kalian ke dalam bahtera ini dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang air laksana gunung. Ketika itu Nuh melihat putranya maka ia berseru: ‘Wahai anakku, naiklah ke kapal ini bersama kami dan janganlah engkau berada bersama orang-orang yang kafir.’ Putranya menjawab, ‘Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat melindungiku dari air bah ini.’ Nuh berkata, ‘Pada hari ini tidak ada yang dapat melindungi dari azab Allah selain Allah saja, Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang menghalangi ayah dan anak ini, maka jadilah si anak termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (Hud: 40-43)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Apa gerangan yang menjadi sebab datangnya angin yang sangat dingin lagi amat kencang menerpa kaum ‘Ad selama tujuh malam delapan hari berturut-turut, hingga mereka terkapar mati di atas bumi seakan-akan tunggul-tunggul pohon kurma yang telah lapuk?
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ. سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ. فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ
“Adapun kaum ‘Ad maka mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus, hingga engkau lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah engkau melihat seorang saja dari mereka yang tertinggal (tidak dibinasakan)?” (Al-Haqqah: 6-8)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Apakah sebabnya hingga kaum Tsamud dikirimi suara yang amat keras hingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka?
وَأَخَذَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِيْنَ. كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيْهَا…
“Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang zhalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu….” (Hud: 67-68)

Apa pula yang menyebabkan perkampungan kaum Luth ‘alaihissalam berikut penghuninya diangkat demikian tinggi sampai-sampai para malaikat di langit mendengar suara lolongan anjing mereka, setelah itu perkampungan mereka dibalik sehingga bagian atasnya menjadi bagian bawah, disusul dengan datangnya hujan batu dari langit?

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيْلٍ مَنْضُوْدٍ
“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu terbalik, yang di atas menjadi ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (Hud: 82)

Ada apa dengan kaum Nabi Syu`aib ‘alaihissalam hingga mereka ditimpa gempa yang sangat keras hingga mereka terkapar menjadi mayat-mayat yang berserakan?

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِيْنَ
“Kemudian mereka ditimpa gempa yang sangat keras hingga jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.” (Al-A’raf: 91)

Ada apa dengan Fir’aun beserta bala tentaranya hingga mereka ditenggelamkan di laut Merah?
فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلاً إِنَّكُمْ مُتَّبَعُوْنَ. وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُوْنَ
“(Allah berfirman kepada Nabi Musa,) ‘Berjalanlah engkau dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kalian akan dikejar (oleh Fir’aun dengan bala tentaranya). Dan biarkanlah laut itu tetap terbelah setelah kalian berhasil sampai ke seberang laut. Sesungguhnya mereka (Fir’aun dan balatentaranya) adalah tentara yang akan ditenggelamkan’.” (Ad-Dukhan: 23-24)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kenapa pula dengan Qarun hingga ia ditenggelamkan dalam bumi beserta rumah dan hartanya?
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ اْلأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُوْنَهُ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ
“Kami pun membenamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi, maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang dapat menolongnya dari azab Allah dan tiadalah dia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya.” (Al-Qashash: 81)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ada apa, mengapa dan kenapa dengan orang-orang terdahulu yang hancur binasa dengan azab?
Anda tentu dapat menjawabnya dengan tepat. Ya, karena dosa dan maksiat kepada Ar-Rahman.
فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
“Maka masing-masing mereka itu Kami siksa disebabkan dosa-dosanya. Di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu kerikil, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan ke dalam lautan. Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al-‘Ankabut: 40)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Jangan Meremehkan Dosa

Dosa dan maksiat yang diperbuat anak manusia memang mengundang kemudaratan. Kemudaratannya bagi hati seperti halnya kemudaratan racun bagi tubuh. Tidak ada satu kejelekan yang didapatkan di dunia dan di akhirat kelak kecuali karena sebab dosa dan maksiat. (Ad-Da`u wad Dawa`, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu, hal. 65)

Dan yang namanya dosa walaupun kecil tetaplah memberi mudarat, apalagi bila dilakukan terus menerus. Namun disayangkan, pada hari-hari ini kita melihat betapa kaum muslimin berenang dalam lumpur dosa dan genangan maksiat. Tak heran bila musibah datang silih berganti. Belum lama berlalu tsunami, datang gempa yang memorakporandakan beberapa negeri. Disusul banjir membenamkan jiwa dan harta. Bersamaan dengan itu, gunung meletus dengan aliran lahar panas menghanguskan. Di tempat lain, memancar lumpur panas yang menenggelamkan dan muncul wabah penyakit. Wallahul musta’an, Allah l lah satu-satunya tempat meminta pertolongan.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sangat disayangkan kaum muslimin banyak yang tidak sadar, bahkan mereka meremehkan dosa. Jangankan dosa kecil, dosa besar saja begitu mereka gampangkan. Padahal Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan agar kita tidak meremehkan perbuatan dosa kecil sekalipun. Sebagaimana sabda beliau n yang tersampaikan pada kita lewat sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:
إِيَّاكُمْ وَ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ
“Hati-hati kalian dari dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu bila berkumpul pada diri seseorang akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 1/403, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam catatan kakinya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sahl bin Sa’d z mengabarkan hal yang sama. Beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ، كَقَوْمٍ نَزَلُوْا فيِ بَطْنِ وَادٍ فَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ وَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ، حَتَّى أَنْضَجُوا خُبْزَتَهُمْ، وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ مَتَى يُؤْخَذُ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ
“Hati-hati kalian dari dosa-dosa kecil! Ibaratnya seperti satu kaum yang singgah di sebuah perut lembah. Masing-masing dari mereka pergi mencari ranting untuk menyalakan api, lalu datang seseorang membawa sebuah ranting. Seorang lagi juga datang membawa sebuah ranting. Demikian seterusnya hingga mereka dapat menyalakan api yang mematangkan roti-roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu ketika pelakunya dihukum niscaya akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 5/331, dishahihkan sanadnya di atas syarat Al-Bukhari dan Muslim oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 389)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Benar sekali ucapan sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika menyatakan: “Kalian sekarang melakukan perbuatan dosa yang di mata kalian perbuatan itu lebih tipis daripada rambut (sangat remeh, pent.). Padahal dulu di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kami menganggapnya termasuk perkara yang akan membinasakan.” (HR. Al-Bukhari no. 6127)

Bilal bin Sa’d2 rahimahullahu menasihatkan: “Janganlah engkau memandang kepada kecilnya suatu maksiat, akan tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat.”3 (Diriwayatkan Al-Imam Ahmad rahimahullahu dalam kitabnya Az-Zuhd hal. 460)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Karena itu tak patut kita meremehkan dosa dan maksiat, apapun dosa dan maksiat tersebut. Tapi sebaliknya kita selalu takut untuk berbuat dosa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalaupun tergelincir ke dalamnya, segeralah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menutupnya dengan kebaikan, agar hati dapat bersih kembali dari titik-titik noda.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أََخْطَأَ خَطِيْئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيْدَ فِيْهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Sesungguhnya jika seorang hamba berbuat kesalahan/dosa dititikkan pada hatinya satu titik hitam. Namun bila ia menarik diri/berhenti dari dosa tersebut, beristighfar dan bertaubat, dibersihkan hatinya dari titik hitam itu. Akan tetapi bila tidak bertaubat dan malah kembali berbuat dosa maka bertambah titik hitam tersebut, hingga mendominasi hatinya. Itulah ar-ran (tutupan) yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan di dalam ayat: ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.’ (Al-Muthaffifin: 14)” (HR. Ahmad, 2/297, At-Tirmidzi no. 3334, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain no. 1430)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari tertutupnya hati karena dosa dan maksiat. Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

2 Beliau adalah seorang tabi’in, murid shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tinggal di Syam. Kata Abu Zur’ah Ad-Dimasyqi, “Bilal bin Sa’d di Syam semisal Al-Hasan Al-Bashri di Irak.” (Tahdzibul Kamal, 4/292)
3 Engkau bermaksiat kepada Sang Pencipta, Penguasa alam semesta ini, Pemilik kerajaan langit dan bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Menepati Janji
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad AbdulMu’thi, Lc.
Syariah, Akhlak, 01 – Oktober – 2007, 09:16:27

Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Manusia dalam hidup ini pasti ada keterikatan dan pergaulan dengan orang lain. Maka setiap kali seorang itu mulia dalam hubungannya dengan manusia dan terpercaya dalam pergaulannya bersama mereka, maka akan menjadi tinggi kedudukannya dan akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara seseorang tidak akan bisa meraih predikat orang yang baik dan mulia pergaulannya, kecuali jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Dan di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sungguh Al-Qur`an telah memerhatikan permasalahan janji ini dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا …
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)

Demikianlah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya. Hal ini mencakup janji seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji hamba dengan hamba, dan janji atas dirinya sendiri seperti nadzar. Masuk pula dalam hal ini apa yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Para Rasul Menepati Janji

Seperti yang telah dijelaskan bahwa menepati janji merupakan akhlak terpuji yang terdepan. Maka tidak heran jika para rasul yang merupakan panutan umat dan penyampai risalah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia, menghiasi diri mereka dengan akhlak yang mulia ini. Inilah Ibrahim ‘alaihissalam, bapak para nabi dan imam ahlut tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyifatinya sebagai orang yang menepati janji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِبْرَاهِيْمَ الَّذِي وَفَّى
“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (An-Najm: 37)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maksudnya bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah melaksanakan seluruh apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ujikan dan perintahkan kepadanya dari syariat, pokok-pokok agama, serta cabang-cabangnya.
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Nabi Ismail ‘alaihissalam:
إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ
“Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya” (Maryam: 54)

Yakni tidaklah ia menjanjikan sesuatu kecuali dia tepati. Hal ini mencakup janji yang ia ikrarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun kepada manusia. Oleh karena itu, tatkala ia berjanji atas dirinya untuk sabar disembelih oleh bapaknya –karena perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala– ia pun menepatinya dengan menyerahkan dirinya kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 822 dan 496)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memperoleh bagian yang besar dalam permasalahan ini. Sebelum diutus oleh Allah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dijuluki sebagai seorang yang jujur lagi terpercaya. Maka tatkala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi rasul, tidaklah perangai yang mulia ini kecuali semakin sempurna pada dirinya. Sehingga orang-orang kafir pun mengaguminya, terlebih mereka yang mengikuti dan beriman kepadanya.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun keenam Hijriah berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah beserta para shahabatnya. Waktu itu Makkah masih dikuasai musyrikin Quraisy. Ketika sampai di Al-Hudaibiyah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin dihadang oleh kaum musyrikin. Terjadilah di sana perundingan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum musyrikin. Disepakatilah butir-butir perjanjian yang di antaranya adalah gencatan senjata selama sepuluh tahun, tidak boleh saling menyerang, bahwa kaum muslimin tidak boleh umrah tahun ini tetapi tahun depan –di mana ini dirasakan sangat berat oleh kaum muslimin karena mereka harus membatalkan umrahnya–, dan kalau ada orang Makkah masuk Islam lantas pergi ke Madinah, maka dari pihak muslimin harus memulangkannya ke Makkah.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bertepatan dengan akan ditandatanganinya perjanjian tersebut, anak Suhail –juru runding orang Quraisy– masuk Islam dan ingin ikut bersama shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah. Suhail pun mengatakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa jika anaknya tidak dipulangkan kembali, dia tidak akan menandatangani kesepakatan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya menandatangani perjanjian tersebut dan menepati janjinya. Anak Suhail dikembalikan, dan muslimin harus membatalkan umrahnya. Namun di balik peristiwa itu justru kebaikan bagi kaum muslimin, di mana dakwah tersebar dan ada nafas untuk menyusun kembali kekuatan. Namun belumlah lama perjanjian itu berjalan, orang-orang kafir lah yang justru mengkhianatinya. Akibat pengkhianatan tersebut, mereka harus menghadapi pasukan kaum muslimin pada peristiwa pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah) sehingga mereka bertekuk lutut dan menyerah kepada kaum muslimin. Dengan demikian, jatuhlah markas komando musyrikin ke tangan kaum muslimin. Manusia pun masuk Islam dengan berbondong-bondong. Demikianlah di antara buah menepati janji: datangnya pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Zadul Ma’ad, 3/262)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Para Salaf dalam Menepati Janji

Dahulu ada seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Anas bin An-Nadhr radhiyallahu ‘anhu. Dia amat menyesal karena tidak ikut perang Badr bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berjanji jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan kepadanya medan pertempuran bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melihat pengorbanan yang dilakukannya.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ketika berkobar perang Uhud, dia berangkat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagian lari dari medan pertempuran. Di sinilah terbukti janji Anas. Dia terus maju menerobos barisan musuh sehingga terbunuh. Ketika perang telah usai dan kaum muslimin mencari para syuhada Uhud, didapati pada tubuh Anas bin An-Nadhr ada 80 lebih tusukan pedang, tombak, dan panah, sehingga tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya. Lalu turunlah ayat Al-Qur`an:
مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيْلاً
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya).” (Al-Ahzab: 23) [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Ahzab, 3/484 dan Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 3200]

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Dahulu kami –berjumlah– tujuh atau delapan atau sembilan orang di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda: “Tidakkah kalian berbai’at kepada Rasulullah?” Maka kami bentangkan tangan kami. Lantas ada yang berkata: “Kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu atas apa kami membaiat anda?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُوا الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَتَسْمَعُوا وَتُطِيْعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلاَ تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا
“Kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya sedikitpun, kalian menegakkan shalat lima waktu, mendengar dan taat (kepada penguasa) –dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan kalimat yang samar– (lalu berkata), dan kalian tidak meminta sesuatu pun kepada manusia.”
‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sungguh aku melihat cambuk sebagian orang-orang itu jatuh namun mereka tidak meminta kepada seorang pun untuk mengambilkannya.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 2334)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Seperti itulah besarnya permasalahan menepati janji di mata generasi terbaik umat ini. Karena mereka yakin bahwa janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tiada kalimat yang terucap kecuali di sisinya ada malaikat pencatat. Intinya, keimanan yang benar itulah yang akan mewariskan segala tingkah laku dan perangai terpuji.
Hal ini sangat berbeda dengan orang yang hanya bisa memberi janji-janji manis yang tidak pernah ada kenyataannya. Tidakkah mereka takut kepada adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala karena ingkar janji? Tidakkah mereka tahu bahwa ingkar janji adalah akhlak Iblis dan para munafikin? Ya. Seruan ini mungkin bisa didengar, tetapi bagaimana bisa mendengar orang yang telah mati hatinya dan dikuasai oleh setannya.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Iblis Menebar Janji Manis
Semenjak Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam ‘alaihissalam dan memuliakannya di hadapan para malaikat, muncullah kedengkian dan menyalalah api permusuhan pada diri Iblis. Terlebih lagi ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutuknya dan mengusirnya dari surga. Iblis berikrar akan menyesatkan manusia dengan mendatangi mereka dari berbagai arah sehingga dia mendapat teman yang banyak di neraka nanti. Berbagai cara licik dilakukan oleh Iblis. Di antaranya dengan membisikkan pada hati manusia janji-janji palsu dan angan-angan yang hampa.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Pada waktu perang Badr, Iblis datang bersama para setan pasukannya dengan membawa bendera. Ia menjelma seperti seorang lelaki dari Bani Mudlaj dalam bentuk seseorang yang bernama Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Ia berkata kepada kaum musyrikin: “Tidak ada seorang manusia pun yang bisa menang atas kalian pada hari ini. Dan aku ini sesungguhnya pelindung kalian.” Tatkala dua pasukan siap bertempur, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil segenggam debu lalu menaburkannya pada wajah pasukan musyrikin sehingga mereka lari ke belakang. Kemudian malaikat Jibril mendatangi Iblis. Ketika Iblis melihat Jibril dan waktu itu tangannya ada pada genggaman seorang lelaki, ia berusaha melepaskannya kemudian lari terbirit-birit beserta pasukannya. Lelaki tadi berkata: “Wahai Suraqah, bukankah kamu telah menyatakan pembelaan terhadap kami?” Iblis berkata: “Aku melihat apa yang tidak kamu lihat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/330 dan Ar-Rahiq Al-Makhtum hal. 304)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيْءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ وَاللهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang bisa menang atas kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.’ Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling melihat (berhadapan), setan itu berbalik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak melihatnya; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (Al-Anfal: 48)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tanda-tanda Kemunafikan

Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak ada agama baginya. Maka seperti itu pula ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati.
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Seorang mukmin tampil beda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya. Bila telah berjanji ia menepatinya, dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, maka ia menjaganya. Sesungguhnya menepati janji adalah barometer yang dengannya diketahui orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat Khuthab Mukhtarah, hal. 382-383)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Menjaga Ikatan Perjanjian Walaupun Terhadap Orang Kafir

Orang yang membaca sirah (sejarah) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi Salafush Shalih akan mendapati bahwa menepati janji dan ikatan perjanjian tidak terbatas hanya sesama kaum muslimin. Bahkan terhadap lawan pun demikian. Sekian banyak perjanjian yang telah diikat antara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan musyrikin, tetap beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam jaga, sampai mereka sendiri yang memutus tali perjanjian itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

إِلاَّ الَّذِيْنَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
“Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 4)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dahulu antara Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma ada ikatan perjanjian (gencatan senjata) dengan bangsa Romawi. Suatu waktu Mu’awiyah bermaksud menyerang mereka di mana dia tergesa-gesa satu bulan (sebelum habis masa perjanjiannya). Tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai kudanya dari negeri Romawi seraya mengatakan: “Tepatilah janji dan jangan berkhianat!” Ternyata dia adalah seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama ‘Amr bin ‘Absah. Mu’awiyah lalu memanggilnya. Maka ‘Amr berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Barangsiapa antara ia dengan suatu kaum ada perjanjian maka tidak halal baginya untuk melepas ikatannya sampai berlalu masanya atau mengembalikan perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.” Akhirnya Mu’awiyah menarik diri beserta pasukannya. (Lihat Syu’abul Iman no. 4049-4050 dan Ash-Shahihah 5/472 hadits no. 2357)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kalau hal itu bisa dilakukan terhadap kaum musyrikin, tentu lebih-lebih lagi terhadap kaum muslimin, kecuali perjanjian yang maksiat, maka tidak boleh dilaksanakan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلىَ شُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا
“Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Menunaikan Nadzar dan Membayar Hutang

Di antara bentuk menunaikan janji adalah membayar hutang apabila jatuh temponya dan tiba waktu yang telah ditentukan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيْدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيْدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia dalam keadaan ingin menunaikannya niscaya Allah akan (memudahkan untuk) menunaikannya. Dan barangsiapa mengambilnya dalam keadaan ingin merusaknya, niscaya Allah akan melenyapkannya.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, lihat Faidhul Qadir, 6/54)

Adapun menunaikan nadzar, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا
“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana.” (Al-Insan: 7)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Janji yang Paling Berhak Untuk Dipenuhi

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَحَقُّ الشُّرُوْطِ أَنْ تُوَفُّوا بِهَا مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوْجَ
“Syarat/janji yang paling berhak untuk ditepati adalah syarat yang kalian halalkan dengannya kemaluan.” (HR. Al-Bukhari no. 2721)
Yakni syarat/janji yang paling berhak untuk dipenuhi adalah yang berkaitan dengan akad nikah seperti mahar dan sesuatu yang tidak melanggar aturan agama. Jika persyaratan tadi bertentangan dengan syariat maka tidak boleh dilakukan, seperti seorang wanita yang mau dinikahi dengan syarat ia (laki-lakinya) menceraikan isterinya terlebih dahulu. (Lihat Fathul Bari, 9/218)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Larangan Ingkar Janji terhadap Anak Kecil

Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan agama Islam, meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela.

Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan: ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku: ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab: ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ
“Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.” (HR. Abu Dawud bab At-Tasydid fil Kadzib no. 498, lihat Ash-Shahihah no. 748)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Di dalam hadits ini ada faedah bahwa apa yang biasa diucapkan oleh manusia untuk anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah diharamkan. (‘Aunul Ma’bud, 13/ 229)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
لاَ يَصْلُحُ الْكَذِبُ فِي جِدٍّ وَلاَ هَزْلٍ، وَلاَ أَنْ يَعِدَ أَحَدُكُمْ وَلَدَهُ شَيْئًا ثُمَّ لاَ يُنْجِزُ لَهُ
“Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.” (Shahih Al-Adabul Mufrad no. 300)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Larangan Menunaikan Janji Yang Maksiat

Menunaikan janji ada pada perkara yang baik dan maslahat, serta sesuatu yang sifatnya mubah/boleh menurut syariat. Adapun jika seorang memberikan janji dengan suatu kemaksiatan atau kemudaratan, atau mengikat perjanjian yang mengandung bentuk kejelekan dan permusuhan, maka menepati janji pada perkara-perkara ini bukanlah sifat orang-orang yang beriman, dan wajib untuk tidak menunaikannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ
“Tidak boleh menepati nadzar dalam maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahihul Jami’ no. 7574)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Surga Firdaus bagi yang Menepati Janji

Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang beriman lagi bersih. Dan surga bertingkat-tingkat keutamaannya, sedangkan yang tertinggi adalah Firdaus. Darinya memancar sungai-sungai yang ada dalam surga dan di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman. Tempat kemuliaan yang besar ini diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang baik, di antaranya adalah menepati janji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu`minun: 8)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ingkar Janji Mendatangkan Kutukan dan Menjerumuskan ke dalam Siksa

Siapapun orangnya yang masih sehat fitrahnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka.
Namun anehnya ternyata masih banyak orang yang jika berjanji hanya sekedar igauan belaka. Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, karena orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ. الَّذِيْنَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لاَ يَتَّقُوْنَ
“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (Al-Anfal: 55-56)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ إِسْتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat.” (HR. Muslim bab Tahrimul Ghadr no. 1738 dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Khatimah
Demikianlah indahnya wajah Islam yang menjunjung tinggi etika dan adab pergaulan. Ini sangat berbeda dengan apa yang disaksikan oleh dunia saat ini berupa kecongkakan Yahudi, Nasrani, dan musyrikin serta pengkhianatan mereka terhadap kaum muslimin.

Saat menapaki sejarah, kita bisa menyaksikan, para pengkhianat perjanjian akan berakhir dengan kemalangan. Tentunya tidak lupa dari ingatan kita tentang nasib tiga kelompok Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizhah, Bani An-Nadhir, dan Bani Qainuqa’ yang berkhianat setelah mengikat tali perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berujung dengan kehinaan. Di antara mereka ada yang dibunuh, diusir, dan ditawan.

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mungkin watak tercela itu sangat melekat pada diri mereka karena tidak adanya keimanan yang benar. Tetapi bagi orang-orang yang mendambakan kebahagiaan hakiki dan ditolong atas musuh-musuhnya, mereka menjadikan etika yang mulia sebagai salah satu modal dari sekian modal demi tegaknya kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terwujudnya harapan. Yakinlah, Islam akan senantiasa tinggi, dan tiada yang lebih tinggi darinya. Wallahu a’lam.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR NASEHAT DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Pilar-pilar Kekafiran
Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Syariah, Oase, 21 – Juni – 2007, 19:10:56

Pilar kekafiran ada empat: sombong, dengki, amarah, dan syahwat (keinginan jiwa). Kesombongan menghalangi seseorang untuk tunduk. Dengki menghalanginya untuk menerima nasihat dan memberikannya. Amarah menghalanginya untuk bersikap adil, dan syahwat (keinginan jiwa) menghalanginya untuk konsentrasi dalam ibadah.

Apabila pilar kesombongan tumbang maka akan mudah baginya untuk tunduk. Apabila pilar kedengkian tumbang maka akan mudah baginya menerima nasihat atau menyampaikannya. Apabila pilar amarah tumbang akan mudah baginya bersikap adil dan tawadhu’. Dan apabila pilar syahwat (keinginan jiwa) tumbang maka akan mudah baginya untuk sabar, menjaga kehormatan, dan beribadah.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dan sungguh, bergesernya gunung dari tempatnya lebih mudah dari bergesernya empat perkara tersebut dari orang yang terjangkitinya. Terlebih bilamana keempatnya telah menjadi bangunan yang kokoh, karakter serta sifat yang mapan. Jika demikian maka amalnya tidak akan tegak sama sekali selama sifat itu menyertainya, tidak pula jiwanya akan suci selama ia menyandangnya.

Setiap kali ia sungguh-sungguh dalam beramal maka keempatnya akan merusaknya, dan seluruh problem itu lahir dari keempatnya. Jika yang demikian telah mapan dalam kalbu, itu akan memperlihatkan kepadanya kebatilan dalam penampilan yang benar dan sebaliknya kebenaran dalam penampilan kebatilan, yang baik dalam penampilan yang mungkar dan yang mungkar dalam penampilan yang baik. Dunia pun mendekatinya dan akhirat menjauhinya.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Apabila engkau perhatikan kekafiran umat-umat terdahulu, engkau akan dapati bahwa itu bermula darinya dan atas dasar itu pula azab menimpa. Ringan dan kerasnya azab pun tergantung kepada ringan ataupun kuatnya keempat perkara tersebut. Maka barangsiapa membuka peluang untuknya berarti ia telah membuka segala pintu kejelekan, cepat maupun lambat. Dan barangsiapa tidak memberinya peluang untuk dirinya berarti ia telah menutup pintu-pintu kejelekan atas dirinya. Karena keempatnya menghambat dari keikhlasan, ketundukan, taubat, menerima kebenaran, memberi nasihat untuk muslimin serta tawadhu’ kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun makhluk.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sumber keempatnya adalah kebodohan seseorang terhadap hakikat dirinya. Karena sesungguhnya bila dia tahu Rabbnya dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan-Nya serta tahu tentang dirinya dengan berbagai kekurangan dan cacatnya, tentu dia tidak akan marah demi jiwanya dan tidak akan iri kepada seorangpun atas apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya. Karena sejatinya dengki adalah salah satu bentuk permusuhan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab dia tidak menyukai nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seorang hamba padahal Allah menyukainya. Ia suka bila nikmat tersebut hilang dari hamba itu sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala membencinya. Berarti, ia menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala pada qadha dan qadar-Nya serta pada kecintaan serta kebencian-Nya. Oleh karenanya iblis adalah musuh-Nya yang sebenar-benarnya, karena dosanya disebabkan sombong dan dengki.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka mencabut dua sifat ini adalah dengan cara mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mentauhidkan-Nya, ridha kepada-Nya, dan kembali kepada-Nya. Sedang mencabut sifat amarah adalah dengan cara mengenal hakikat dirinya dan bahwasanya dirinya tidak punya hak dibela dengan kemarahan, tidak pantas membalas dendam demi dirinya. Karena yang demikian berarti mengutamakan jiwanya dengan rasa ridha kepadanya, marah demi jiwanya yang mengalahkan hak pencipta-Nya.
Dan cara yang termanjur untuk menepis cacat ini adalah dengan cara membiasakan jiwanya marah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ridha karena-Nya. Sehingga sedikit saja dari kemarahan atau ridha karena Allah Subhanahu wa Ta’ala masuk kepadanya maka ia bertindak dengannya sebagai ganti kemarahan dan keridhaan demi jiwanya.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun syahwat (keinginan jiwa) maka obatnya adalah ilmu yang benar serta menyadari bahwa memenuhi syahwatnya merupakan salah satu sebab terhambatnya dia dari kesenangan jiwanya. Dan pembelaannya terhadap syahwatnya termasuk sebab terbesar tersambungnya sebab itu dengan segala keinginan jiwanya. Sehingga setiap kali engkau membuka pintu syahwat pada jiwamu berarti engkau sedang berusaha menghambat jiwamu dari kesenangan jiwamu yang (hakiki). Dan setiap kali engkau tutup pintu tersebut artinya engkau sedang mengantarkannya kepada kesenangan jiwa dengan sesempurna-sempurnanya.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun amarah itu sesungguhnya bagaikan binatang buas. Jika sang pemilik melepaskannya maka ia akan memakannya. Sementara syahwat itu bagaikan api, bila pemiliknya menyalakannya maka akan membakarnya. Sombongmu itu bagaikan merebut kerajaan dari seorang raja, bila si raja tidak membunuhmu maka dia akan mengusirmu dari kerajaannya. Dan hasad bagaikan memusuhi orang yang lebih kuat darimu. Orang yang bisa mengalahkan syahwat dan amarahnya maka setan akan takut walaupun dari bayangannya. Namun barangsiapa dikalahkan oleh syahwat dan amarahnya, dia akan takut dengan khayalannya.

(diterjemahkan oleh Qomar ZA dari kitab Al-Fawa`id hal. 177-178)

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Menjaga Kesucian Darah, Harta dan Kehormatan Sesama Muslim
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Syariah, Nasehat, 21 – Juni – 2007, 19:12:12

Di antara perkara yang sering merusak ukhuwah Islamiyah ialah adanya sikap dari sebagian kita yang tidak mau memaklumi bila saudaranya berbuat salah atau keliru. Padahal kesalahan yang dilakukan oleh seseorang itu bisa jadi karena lupa, salah paham, bodoh, karena belum tahu ilmunya atau karena terpaksa sehingga berbuat demikian.

Sikap pukul rata (gebyah uyah) ini banyak terjadi di kalangan kaum muslimin, bahkan juga di kalangan Ahlus Sunnah. Ketika ada orang yang berbuat salah, bukannya dinasihati atau diingatkan, malah dihadapi dengan sikap permusuhan. Terkadang digelari sebutan-sebutan yang jelek atau malah ia dijauhkan dari kaum muslimin.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sikap yang lebih ekstrim dalam masalah ini adalah apa yang ditunjukkan kelompok Khawarij. Mereka lebih tidak bisa melihat saudaranya yang berbuat kesalahan. Orang yang terjatuh dalam perbuatan dosa, dalam pandangan mereka, telah terjatuh dalam kekafiran hingga halal darah dan hartanya.
Kondisi ini tentu akan bermuara pada pecahnya ukhuwah di kalangan umat Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Tidak boleh mengkafirkan seorang muslim dengan sebab sebuah dosa atau kesalahan yang ia kerjakan, selama ia masih menjadi ahlul qiblat (masih shalat). Seperti dalam masalah-masalah yang masih diperselisihkan kaum muslimin di mana mereka berpendapat dengan suatu pendapat yang kita anggap salah, maka tidak bisa kita mengkafirkannya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi udzur kepada mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Rabb mereka, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya’, dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat’. (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali’.” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir’.” (Al-Baqarah: 285)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Disebutkan dalam riwayat yang shahih (HR. Muslim dari Abu Hurairah dalam Shahih beliau) bahwa Allah telah mengabulkan doa para nabi dan doa orang-orang beriman ini. Sehingga diangkatlah pena dari orang-orang yang berbuat kesalahan karena lupa atau karena ia tidak mengerti ilmunya. Juga bagi orang yang tidak sanggup memikul suatu beban.”

Orang-orang Khawarij tidak mau membedakan hal-hal tersebut. Menurut mereka, barangsiapa berbuat dosa maka dia menentang Al-Qur`an. Barangsiapa menentang Al-Qur`an berarti menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan barangsiapa menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala berarti dia kafir. Mereka menyamakan semua perbuatan salah dan menganggapnya sebagai kekafiran.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Syaikhul Islam melanjutkan: “Khawarij yang telah salah dalam hukum ini oleh Rasulullah diperintahkan untuk diperangi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ قَتَلْتُهُمْ قَتْلَ عَادٍ
“Sungguh jika aku sempat menjumpai mereka, aku akan perangi mereka, aku akan tumpas layaknya kaum Aad.” (Muttafaqun alaihi)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan untuk memerangi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى اْلأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللهِ
“Kalau ada dua kelompok kaum mukminin berperang maka damaikanlah keduanya. Kalau salah satunya memberontak, maka perangilah mereka sampai mereka kembali kepada Allah.” (Al-Hujurat: 9)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu benar-benar menjumpai orang-orang Khawarij, maka beliau bersama para sahabat pun memerangi mereka. Begitupun seluruh imam baik dari generasi sahabat, tabi’in, atau setelah mereka sepakat bahwa Khawarij itu harus diperangi. Namun Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu tidak mengkafirkan mereka.

Begitu pula sahabat yang lain seperti Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu dan lainnya, mereka juga memerangi orang-orang Khawarij. Namun mereka tetap menganggap Khawarij itu sebagai kaum muslimin. Sehingga cara memeranginya pun berbeda dengan memerangi orang kafir. Bila orang kafir diperangi maka hartanya menjadi ghanimah, wanita dan anak-anak mereka menjadi tawanan. Sedangkan memerangi Khawarij tidak demikian. Mereka hanya diperangi sampai mereka mau kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kembali taat kepada penguasanya.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memerangi Khawarij setelah terbukti mereka menumpahkan darah dan merampas harta kaum muslimin dengan zhalim. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Demi Allah, aku akan perangi mereka sampai tidak tidak tersisa 10 orang pun di antara mereka.”

Ketika para sahabat menyebut mereka sebagai kafir, maka Ali radhiyallahu ‘anhu berkata:
لاَ، مِنَ الْكُفْرِ فَرُّوْا
“Tidak. Mereka justru lari dari kekufuran.”

Sikap orang-orang Khawarij yang demikian yakni khawatir terjatuh pada kekafiran inilah yang menyebabkan mereka memiliki sikap ekstrim dalam melihat perbuatan dosa. Apa akibatnya? Terjadilah perpecahan dan pertumpahan darah di tengah-tengah kaum muslimin.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kesesatan Khawarij yang telah jelas diterangkan oleh nash dan disepakati kaum muslimin –bahkan membuat mereka boleh diperangi– tidak menyebabkan mereka boleh untuk dikafirkan. Apalagi beragam kelompok lain yang bermunculan pada masa ini, di mana mereka dihinggapi berbagai kekeliruan dan kebodohan, maka mereka tidak bisa untuk dikatakan sebagai kafir. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak tahu tentang apa yang diperselisihkan.”

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Inilah perbedaan antara Khawarij dengan Ahlus Sunnah. Khawarij menganggap kafir kaum muslimin, dan khususnya Ahlus Sunnah, karena dianggap sebagai kelompok yang pro thaghut (pro pemerintah). Namun demikian kita tetap tidak mengkafirkan mereka. Inilah bijaknya Ahlus Sunnah. Mereka berjalan dengan ilmu, bukan dengan emosi. Mereka mengetahui bahwa hukum asal darah kaum muslimin adalah terjaga. Begitu pula dengan kehormatan dan harta kaum muslimin, semuanya terjaga.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim saat Haji Wada, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا إلَى يَوْمِ تَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ
“Sungguh darah, harta, dan kehormatan kalian adalah suci seperti sucinya hari ini (hari Arafah), seperti sucinya bulan ini (bulan Dzulhijjah) dan seperti sucinya negeri ini (Makkah), hingga hari kalian bertemu Rabb kalian.” (Muttafaqun ‘alaih)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Karena itu kita jangan sampai terjerumus ke dalam kesalahan yang sama dengan Khawarij. Yaitu tidak membedakan antara orang yang salah karena lupa, tidak tahu atau terpaksa, dengan para penentang Sunnah. Hingga akhirnya kita menyamaratakan dan menyikapi mereka dengan sikap yang sama, yaitu memusuhi dan menjatuhkan kehormatannya.

Kita harus menjaga agar darah kaum muslimin tidak tertumpah dengan cara yang zhalim, begitu pula dengan harta dan kehormatan mereka. Karena darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin adalah suci sebagaimana sucinya Hari Arafah, sucinya Kota Mekkah, dan bulan Dzulhijjah. Kita harus menjaga kemuliaan darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin sebagaimana kita menjaga kemuliaan hari Arafah, Kota Makkah, dan bulan Dzulhijjah.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam permasalahan ini memang ada pengecualian. Seperti dibolehkan untuk menumpahkan darah kaum muslimin karena qishash, hukum rajam bagi pelaku zina yang sudah menikah, atau karena seseorang keluar dari agama Islam (murtad) yang tentunya semua ini dilakukan oleh penguasa. Ini adalah perkara pengecualian yang dibolehkan untuk menumpahkan darah seorang muslim. Dalam permasalahan harta, dibolehkan saat mengambilnya dalam rangka menjalankan perintah zakat. Sedangkan dalam masalah kehormatan, dibolehkan untuk menerangkan keadaan seorang mubtadi’ (ahlul bid’ah) -yang memiliki pemikiran berbahaya dalam masalah agama- di muka umum, sehingga umat Islam selamat dari pemikirannya.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah masalah harta. Seluruh kaum muslimin harus saling menjaga harta saudaranya. Jangan sampai kita merampas harta orang lain secara zhalim, jangan menipu, atau berhutang dengan niat untuk tidak membayar. Semua perbuatan ini juga terlarang sebagaimana terlarangnya menumpahkan darah kaum muslimin.

Sungguh merupakan kejadian yang benar-benar memalukan jika ada seorang yang mengaku Ahlus Sunnah memakan harta saudaranya dengan cara yang zhalim dalam masalah perdagangan atau hutang piutang hingga terjadi permusuhan di antara mereka. Terjadi saling boikot, saling tahdzir, saling mencela, dan sebagainya hanya karena semata-mata masalah uang. Masalah ini bisa menjadi besar dan berbahaya, yang semuanya berawal hanya karena tidak dijaganya harta sesama muslim.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Untuk urusan menumpahkan darah sesama muslim, barangkali Khawarij yang paling ahli. Namun untuk urusan memakan harta sesama muslim dengan cara yang zhalim, melanggar kehormatan saudaranya yang mestinya jangan sampai dilanggar, ternyata terjadi juga di kalangan orang-orang yang mengaku Ahlus Sunnah.

Karena itu saya wasiatkan kepada kita semua dan kaum muslimin, takutlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita bicara tentang Khawarij, bahwa mereka itu kelompok sesat yang telah melanggar hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan menumpahkan darah sesama muslim dengan cara yang zhalim, sementara di saat yang sama kita pun melanggar hadits tersebut pada sisi yang lain.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Perbuatan mengambil harta sesama muslim dengan cara yang batil atau melanggar kehormatannya, merupakan dua keharaman yang memiliki kedudukan sama sebagaimana larangan menumpahkan darah seorang muslim dengan cara yang batil. Karena tiga masalah ini disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu hadits di atas sebagai perkara yang harus dijaga dan tidak boleh dilanggar.

Mari kita mulai dari yang kecil. Kita jaga kehormatan kaum muslimin, kita hormati sesama Ahlus Sunnah dengan tidak saling mengghibah dan mencari aib saudaranya. Bila kita dapati saudara kita berbuat keliru atau melakukan sebuah kemaksiatan, maka yang pantas dilakukan adalah memberi nasihat kepadanya dengan cara yang baik. Inilah semestinya sikap seorang Ahlus Sunnah kepada saudaranya. Bukan dengan mendiamkan dan kemudian menceritakan perbuatan saudaranya itu kepada orang banyak.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Di dunia ini tidak ada manusia yang terbebas dari kesalahan. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Bila setiap orang dicari-cari kesalahannya, niscaya tidak ada seorang pun yang selamat. Yang terjadi kemudian adalah saling membongkar aib, yang pada akhirnya jatuhlah kehormatan kaum muslimin secara bersama. Akan jeleklah keadaan kaum muslimin di mata orang lain.
Lebih-lebih bagi yang menyandang nama Ahlus Sunnah, bisa menyebabkan dakwah ini jatuh. Karena itu, jangan sampai kita menganggap remeh perkara ini. Ghibah kepada sesama muslim akan menyebabkan kehormatan kaum muslimin jatuh. Begitu pula ghibah kepada para dai dan lebih-lebih kepada para ulama, juga akan menyebabkan kehormatan mereka jatuh. Ini semua bisa menyebabkan rusaknya dakwah dan hilangnya ukhuwah Islamiyah.
Wallahu a’lam.

(Diambil dari ceramah beliau di Masjid Nurul Barokah, Yogyakarta, tanggal 27 Shafar 1428/19 Maret 2007)

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Meraih Kehidupan Aman dan Tentram dengan Syariat
Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri
Syariah, Khutbah, 21 – Juni – 2007, 19:16:02

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ جَعَلَ تَحْقِيْقَ اْلأَمْنِ مَقْرُوْنًا بِاْلإِيْمَانِ الْخَالِصِ مِنَ الشِّرْكِ وَالطُّغْيَانِ، فَقَالَ تَعَالَى: {الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ}.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَاهُ وَقَاهُ، وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ نَجَاهُ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu dengan bersemangat dalam mempelajari perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan larangan-larangan-Nya, untuk kemudian kita jalankan perintah-perintah-Nya sekuat kemampuan kita dan kita jauhi seluruh larangan-Nya. Dengan bertakwa kepada-Nya kita akan dijaga dari siksa-Nya dan dengan bertakwa kita akan mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Suasana yang aman dan tentram adalah suasana yang diidam-idamkan oleh setiap orang. Bahkan kebutuhan seseorang terhadap hal tersebut lebih diutamakan daripada kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Karena orang yang cemas, khawatir dan penuh ketakutan tidak akan bisa merasakan enaknya makanan dan minuman sebagaimana mestinya.
Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam:
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَّارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ
“Wahai Rabb-ku, jadikanlah kota Makkah ini sebagai kota yang aman dan berikanlah rizki kepada penduduknya dari berbagai hasil tanaman.” (Al-Baqarah: 126)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Di dalam ayat tersebut Nabi Ibrahim ‘alaihissalam lebih mendahulukan untuk meminta kehidupan yang aman dibanding meminta rizki. Maka jelaslah bahwa kebutuhan terhadap kehidupan yang aman dan nyaman di muka bumi ini merupakan kebutuhan yang sangat diutamakan. Oleh karena itu pula, kita dapati seluruh negara di muka bumi ini berusaha untuk mewujudkannya. Mereka telah berusaha dengan berbagai upaya. Beberapa teori dan sistem telah mereka terapkan untuk menciptakan keamanan dan ketentraman bagi masyarakat di wilayahnya, namun ternyata tidak memberikan hasil sebagaimana mereka inginkan.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Apa sesungguhnya upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram? Apakah dengan cara otoriter yang dilakukan oleh pihak penguasa, yaitu dengan memaksakan kehendaknya kepada masyarakat dan menyingkirkan segala upaya yang ingin menghalanginya? Ataukah dengan cara menjadikan keinginan mayoritas orang sebagai tolok ukur kebenaran dan memberikan keleluasaan kepada setiap orang untuk berbuat sesuai seleranya masing-masing?
Hadirin rahimakumullah,

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Sesungguhnya kehidupan yang aman dan tentram tidak akan terwujud dalam sebuah masyarakat kecuali kalau mereka kembali kepada agama Islam. Karena memang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Rasul yang membawa ajaran Islam ini sebagai rahmat untuk seluruh alam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat untuk seluruh alam.” (Al-Anbiya`: 107)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Begitu pula ajaran-ajaran yang ada di dalam agama Islam, sangat besar peranannya dalam mewujudkan hal tersebut. Kenyataan di dalam sejarah juga menunjukkan hal yang demikian. Masyarakat di jazirah Arab sebelum datangnya Islam adalah masyarakat yang hidup dalam keadaan saling bermusuhan. Yang kuat menyakiti yang lemah. Mereka juga memiliki kebiasaan melakukan praktik-praktik sihir perdukunan yaitu dengan meminta tolong kepada setan dari kalangan jin untuk menyelesaikan urusan mereka. Hal yang demikian ini tentu akan membuat kehidupan menjadi tidak aman dan nyaman. Begitu pula yang kita dapatkan sebagian masyarakat di sekitar kita yang masih meminta perlindungan kepada jin, kita dapatkan mereka hidup dalam keadaan diliputi rasa khawatir dan takut. Karena memang cara-cara tersebut akan membuat jin semakin menakut-nakuti manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang orang-orang Arab jahiliah dalam firman-Nya:
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ اْلإِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا
“Dan sesungguhnya dahulu orang laki-laki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada laki-laki dari kalangan jin. Maka mereka (laki-laki dari kalangan jin) menambahkan rasa takut (kepada manusia).” (Al-Jin: 6)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Namun setelah datangnya Islam, keadaan di jazirah Arab menjadi berubah. Akidah yang benar membuat para sahabat menjadi orang-orang yang saling mencintai di antara mereka. Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka menjadi orang-orang yang meminta perlindungan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyerahkan urusan hanya kepada-Nya dan menjauhi segala yang diibadahi kepada selain-Nya. Begitu pula keyakinan merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjadikan mereka jauh dari keinginan-keinginan berbuat jahat kepada sesama. Hal ini menjadikan mereka hidup dalam keadaan penuh keamanan dan ketentraman.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Begitu pula ajaran Islam yang lainnya, akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram. Misalnya, kewajiban shalat dan zakat. Dua kewajiban yang sering disebutkan secara beriringan ini sangat besar peranannya dalam mewujudkan kehidupan yang aman. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang hikmah diwajibkannya shalat dalam firman-Nya:
إِنَّ الصَّلاَةَ تَنهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Sesungguhnya shalat akan mencegah perbuatan keji dan munkar.” (Al-‘Ankabut: 45)

Adapun zakat, maka kewajiban ini akan menumbuhkan rasa kasih sayang antara yang kaya dan yang miskin, serta menghilangkan rasa permusuhan di antara mereka.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di antara ajaran Islam yang sangat besar peranannya dalam mewujudkan kehidupan yang aman dan tentram adalah kewajiban untuk berbaiat (berjanji taat) kepada penguasa yang muslim, dengan menaatinya dalam perkara yang tidak bertentangan dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul -Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَطِيْعُوا اللهَ وَأَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulullah serta pemimpin di antara kalian.” (An-Nisa`: 59)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Oleh karena itu, agama ini melarang pemeluknya untuk memberontak terhadap penguasa muslim yang sah. Karena yang demikian ini akan menimbulkan kemudaratan (kejelekan) yang sangat besar. Bahkan wajib bagi kaum muslimin untuk menghormati penguasanya, mencintai serta mendoakan kebaikan untuknya ataupun menasihatinya ketika terjatuh dalam kesalahan dengan cara yang baik. Namun tidak boleh bagi kita untuk menasihatinya dengan cara menyebutkan kesalahan-kesalahannya melalui mimbar-mimbar di depan massa ataupun dengan tulisan-tulisan yang disebarkan ke khalayak. Cara yang benar adalah dengan diam-diam, tidak di muka umum. Karena demikian petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini, dan cara ini lebih memungkinkan untuk diterimanya nasihat daripada kalau disampaikan di depan umum. Kemudian apabila nasihat itu diterima, maka itulah yang kita harapkan. Namun apabila tidak, maka telah selesai kewajiban kita.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Selanjutnya kita harus bersabar dengan berbagai kesalahan penguasa selama dia masih menjalankan shalat. Karena demikianlah ajaran agama kita. Dan ini pula yang akan mewujudkan kehidupan aman dan tentram. Begitupula ajaran-ajaran Islam yang lainnya, seperti jihad, penegakan hukum had dan lain-lain, sangat besar fungsinya dalam mewujudkan kehidupan yang aman dan tentram.
Akhirnya mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, baik masyarakat maupun pemerintahnya, untuk bisa mempelajari Islam dengan benar dan mewujudkannya dalam kehidupan kita, sehingga akan terwujud kehidupan yang aman dan tentram.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَعَثَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن وَحُجَّةً عَلَى الْمُعَانِدِيْنَ وَمِنَّةً عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ أَجمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ… أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ {وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ} (البقرة : 194)
عِبَادَ اللهِ، وَكَمَا أَنَّ اْلإِسْلاَمَ يُحَقِّقُ اْلأَمْنَ مِنْ مَخَاوِفِ الدُّنْيَا فَهُوَ كَذَلِكَ يُحَقِّقُ اْلأَمْنَ مِنْ مَخَاوِفِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى: {الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ} (الأنعام: 82)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kembali kita mengingatkan kepada hadirin untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama orang-orang yang bertakwa, menolong mereka dan menjaga mereka dari berbagai kejelekan yang akan menimpa mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Agama Islam sebagaimana akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram di dunia, juga akan mewujudkan kehidupan yang membahagiakan di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ.
“Orang-orang yang beriman yang tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kesyirikan, mereka akan mendapatkan kehidupan yang aman dan mereka akan mendapatkan hidayah.” (Al-An’am: 82)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُوْنٍ. ادْخُلُوْهَا بِسَلاَمٍ آمِنِيْنَ. وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُّتَقَابِلِيْنَ. لاَ يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَصَبٌ وَّمَا هُمْ مِّنْهَا بِمُخْرَجِيْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mereka berada di taman-taman surga yang ada di dalamnya sungai-sungai. (Dikatakan kepada mereka), ‘Masuklah kalian ke surga dengan penuh keselamatan dan keamanan.’ Kami hilangkan pada dada-dada mereka rasa dendam, mereka saling bersaudara duduk di atas dipan-dipan saling berhadapan. Mereka tidak merasa lelah di dalam surga dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.” (Al-Hijr: 45-48)

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Maka jelaslah bahwa dengan kembali kepada ajaran Islam kita akan mendapatkan kehidupan yang aman dan tentram, jauh dari ketakutan. Akan tetapi perlu diketahui pula bahwa yang dimaksud dengan kembali kepada Islam adalah kembali secara utuh dan menyeluruh. Bukan sekedar kembali pada sebagian ajarannya saja namun meninggalkan ajaran yang lainnya. Sebagaimana didengung-dengungkan oleh sebagian kaum muslimin yang mengajak untuk kembali kepada Islam namun hanya mengajak kepada diterapkannya hukum Islam pada masalah-masalah tertentu saja atau yang hanya mengajak kepada shalat dan keutamaan-keutamaan amalan saja. Namun mereka menyepelekan perkara yang lebih penting yaitu mengajak kaum muslimin untuk berakidah dengan akidah yang benar. Akidah yang tidak dicampuri syirik serta mengajak kaum muslimin untuk beribadah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak dicampuri dengan bid’ah. Semestinya kita harus kembali kepada Islam secara keseluruhan, namun tentunya dengan mendahulukan perkara yang lebih penting dari perkara yang penting lainnya, sebagaimana yang dahulu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيًّ وَعَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ، اللَّهُمَّ احْفَظْ وُلاَةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَفِّقْهُمْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ مِنَ اْلأَقْوَالِ وَاْلأَفْعَالِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ … اذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
SYAIR DAKWAH ISLAMI – KUMPULAN SYAIR-SYAIR DAKWAH ISLAMI – KOLEKSI SYAIR DAKWAH ISLAMI – ANTOLOGI SYAIR DAKWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers